Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015
Cerita ini berfokus pada kehidupan sebuah keluarga di Desa Makmur, dengan tokoh utamanya adalah Ibu Lala dan kedua anaknya, Caca dan Santi. Ibu Lala digambarkan sebagai sosok yang rendah hati, sementara Caca memiliki sifat baik, sopan, rajin sembahyang, dan suka menolong. Di sisi lain, kakak Santi memiliki sifat angkuh, egois, tidak memiliki tata krama, tidak suka sembahyang, dan suka mabuk-mabukan.
Konflik muncul ketika Ibu Lala meminta Santi untuk mengantarnya ke pasar, tetapi Santi menolak dengan alasan yang kurang jelas. Caca kemudian menggantikan Santi untuk mengantarkan ibunya. Konflik semakin bertambah ketika Santi pulang larut malam dalam keadaan mabuk, membuat Ibu Lala cemas. Caca mencoba membantu dengan menghubungi Santi, namun percobaan tersebut tidak berhasil.
Santi akhirnya pulang dengan kondisi mabuk, dan konflik terungkap bahwa Santi berbohong kepada ibunya dan merasa tidak perlu memberi tahu alasan ke mana dia pergi. Santi menunjukkan sikap tidak peduli terhadap kekhawatiran ibunya. Caca mencoba membujuk dan menghibur ibunya, namun Santi tetap bersikap acuh tak acuh.
Keesokan harinya, Ibu Lala mencoba melibatkan Santi dalam kegiatan bersembahyang, tetapi Santi menolak dengan keras. Caca mencoba membujuk Santi untuk ikut sembahyang, namun tetap bertemu dengan penolakan. Cerita berakhir dengan ketidakpedulian Santi terhadap nilai-nilai dan kegiatan keluarga.
Secara keseluruhan, cerita ini menggambarkan konflik antara anggota keluarga yang memiliki perbedaan sikap dan nilai. Interaksi ini mencerminkan tantangan dalam membangun harmoni dan pemahaman di dalam keluarga.