Nama : Jennisya Indrivianka
NPM : 2116041051
Menurut Vernon van Dyke: “Suatu pendekatan adalah
kriteria untuk menyeleksi masalah dan data yang relevan”. Politik sebagai ilmu
memiliki cakupan abstrak yang luas. Seiring berkembangnya jaman, ilmu politik
dapat dipahami melalui pendekatan-pendekatan yang dianut pada periodenya
masing-masing. Pendekatan dalam ilmu politik dilakukan agar ilmu politik dapat
melihat dari berbagai sudut pandang bagaimana suatu permasalahan politik dapat
dijelaskan.
Pendekatan-pendekatan yang muncul dalam ilmu politik antara lain;
(1) Pendekatan Legal atau Tradisional, pada pendekatan ini negara sebagai fokus utama, terutama dalam hal
yuridis dan konstitusional. Sehingga pendekatan ini juga disebut sebagai
pendekatan legal atau legal-institusional. Pendekatan ini lebih bersifat statis
dan deskriptif dibandingkan analitis. Serta bersifat normatif dengan
mengasumsikan norma-norma demokrasi barat. (2) Pendekatan Perilaku, munculnya
pendekatan ini antara lain karena sikap deskriptif dalam ilmu politik kurang
memuaskan karena tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi sehari-hari.
Ditambah adanya rasa khawatir bahwa ilmu politik tidak akan berkembang pesat
dan tertinggal oleh ilmu-ilmu lain. Serta munculnya keraguan pada kalangan
pemerintah Amerika terhadap kemampuan sarjana ilmu politik untuk menerangkan
fenomena politik. (3) Pendekatan Neo-Marxis, hal yang menjadi fokus utama
Pendekatan Neo-Marxis adalah kekuasaan serta konflik yang terjadi dalam negara.
Menurut kalangan Neo-Marxis konflik antarkelas adalah proses yang sangat
penting guna mendorong sebuah perubahaan dalam masyarakat. (4) Teori
Ketergantungan, muncul akibat imperialisme masih berlangsung sampai sekarang
dengan akibat dominasi ekonomi yang dilakukan oleh negara kaya terhadap negara
yang kurang maju. Dominasi ekonomi ini terlihat di mana pembangunan yang
dilakukan negara Dunia Ketiga selalu berkaitan dengan pihak Barat. Solusi yang
dapat digunakan untuk menyelasikan masalah dominasi tersebut. Antara lain,
penyelesaian masalah hanya melalui revolusi sosial secara global. Serta
pembangunan independen mutlak terjadi, sehingga revolusi tidak mutlak terjadi. (5) Pendekatan Pilihan Rasional, munculnya akibat pertentangan
pendekatan-pendekatan sebelumnya dengan pendapat bahwa mereka telah
meningkatkan ilmu politik menjadi suatu ilmu yang benar-benar science, Manusia
Politik berubah menjadi Manusia Ekonomi dalam hal penentuan kebijakan publik.
Kalangan ini membuat metode yang radikal dan memakai model matematika untuk
menjelaskan dan menafsirkan gejala-gejala politik. Pelaku pilihan rasional ini,
terutama politisi, birokrat, pemilih dalam pemilu, dan aktor ekonomi, pada
dasarnya egois dan segala tindakannya berdasarkan pendekatan ini, yaitu mencari
cara yang paling efisien untuk mencapai tujuannya. (6) Pendekatan Institusionalisme
Baru, pendekatan ini lahir dari
paradigma teori-teori society-centered menjadi paradigma state-centered. Teori
ini lebih melihat negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah suatu tujuan
tertentu yang memerlukan sebuah rencana praktis. Perhatian utama lebih tertuju
pada analisis ekonomi, kebijakan fiskal, dan moneter.