གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Elika Dwi Utami

Teknik Informatika D Genapa -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Elika Dwi Utami གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Elika Dwi Utami
NPM: 2115061024
Kelas: PSTI D
Izin memberikan analisis video pembelajaran 4 tentang “Perkembangan Konstitusi yang Berlaku di Indonesia”

Menurut Prof. Jimly Asshiddiqie, terdapat perbedaan antara UUD versi pengesahan 18 Agustus 1945 dengan UUD yang berlaku sekarang. Dari awal kemerdekaaan hingga saat ini Indonesia telah mengalami perubahan konstitusi sebanyak 4 kali, antara lain sebagai berikut:
1. UUD 1945, dengan konstitusi yang disahkan pada 18 Agustus 1945
2. Konstitusi RIS, karena saat itu Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat.
3. UUDS (Undang-Undang Dasar Sementara) 1950 dengan bentuk negara kesatuan.
4. Pemberlakuan kembali UUD 1945, sesuai dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dengan perubahan adanya penjelasan UUD yang diletakkan di lampiran sebagai bagian yang tidak terpisahkan.

Setelah era reformasi, konstitusi yang menjadi pegangan adalah Naskah UUD 1945 versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ditambah dengan 4 lampiran, yaitu: Perubahan 1, 2, 3 dan 4. Sesuai kesepakatan tahun 1999 disetujui mengadakan perubahan UUD dengan catatan:
1. Perubahan UUD dilakukan dengan metode addendum, yaitu lampiran atau amandemen naskah orisinal versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang dibelakangnya terdapat penjelasan.
2. Materi yang terkandung dalam UUD 1945 itu dimasukkan menjadi pasal-pasal UUD.

Meskipun penjelasan sudah dimasukkan dalam pasal-pasal, tetapi bentuk fisik naskahnya masih tetap ada. Sehingga penjelasan di naskah orisinal bisa dibaca dalam rangka memahami historisnya. Kesimpulannya adalah Dokumen Resmi yang diterapkan hingga saat ini masih 5 dokumen yaitu Naskah UUD 1945 versi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ditambah dengan 4 lampiran.

Sekian analisis dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teknik Informatika D Genapa -> ANALISIS KASUS

Elika Dwi Utami གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Elika Dwi Utami
NPM: 2115061024
Kelas: PSTI D
Izin memberikan analisis kasus tentang “Globalisasi IPTEK”

1. Bagaimana pendapat dan sikap Anda terhadap sejumlah masalah dan tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia? Apakah hal itu dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia? Mengapa hal ini terjadi?

Seperti yang sudah ketahui, pengaruh globalisasi memiliki 2 sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Dari banyaknya pengaruh positif yang didapat Indonesia, terdapat juga pengaruh negatif yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Tantangan seperti masyarakat yang heterogen sering menyebabkan timbulnya masalah baru, terlebih pengaruh globalisasi yang menyebabkan pola pikir masyarakat sudah banyak berubah. Hal ini menyebabkan terjadinya penyimpangan terhadap identitas kita, seperti menurunnya pengamalan terhadap dasar negara yaitu Pancasila. Masyarakat Indonesia cenderung sering kehilangan arah dan sering "ikut-ikutan" saja. Selain itu, Masalah lain yang dihadapi bangsa Indonesia ialah terancam terjadi perpecahan akibat kondisi kurangnya toleransi diantara masyarakat yang multikultural serta adanya Etnosentrisme yang berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Hal-hal tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya disentegrasi bangsa Indonesia. Ini terjadi karena kita sebagai masyarakat Indonesia belum menanamkan jiwa identitas nasional pada diri kita masing-masing. Selama ini kebanyakan masyarakat cenderung hanya melafalkan dalam lisan, namun belum paham makna cinta tanah air dan belum menerapkannya untuk kehidupan sehari hari.


2. Apa yang perlu dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu dibalik keberagaman dan pluralnya bangsa Indonesia?

Yang harus dilakukan agar kebudayaan Indonesia sebagai pemersatu dibalik keberagaman dan pluralnya bangsa Indonesia adalah menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air kepada setiap masyarakat, contohnya seperti bangga menggunakan produk dalam negeri. Selain itu, bisa dengan, memanfaatkan globalisasi dengan baik dan selektif terutama untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, tidak dapat dipungkiri globalisasi membawa kemajuan terutama dalam bidang IPTEK. Lalu, yang harus dilakukan lainnya adalah menumbuhkan rasa toleransi dan membuang jauh sikap etnosentrime. Kita sebagai masyarakat Indonesia mestinya bangga karena memiliki kebudayaan yang beragam dan hal inilah yang menjadi identitas negara Indonesia.

Sekian analisis dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teknik Informatika D Genapa -> FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Elika Dwi Utami གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Elika Dwi Utami
NPM: 2115061024
Kelas: PSTI D
Izin memberikan analisis jurnal pembelajaran 3 tentang “Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia”

Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Di satu sisi identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme.
Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Singkat kata, integrasi pada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.

Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Bertolak dari gambaran tersebut, maka pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. Etnosentrime merupakan kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya etniknya lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik lain. Konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Sekian analisis dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh