Annisa Martina Mirza
2113034020
1. Pendekatan yang digunakan dalam pendekatan kurikulum 2013 adalah scientific approach yang mencakup pembelajaran inkuiri dan konstruktivisme dengan kegiatan peningkatan pengetahuan dengan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Sedangkan kterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Kurikulum 2013, terinspirasi oleh pembelajaran abad kedua puluh satu, pada dasarnya menekankan pada kolaborasi dan aspek komunikasi. Pendekatam scientific approach juga mengembangkan cara atau mekanisme untuk mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. Dengan demikian, diperlukan adanya penalaran dalam rangka pencarian (penemuan). Proses kerja ilmiah, lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) daripada penalaran deduktif (deductive reasoning).
2. Pendekatan dalam kurikulum 2013 didukung 3 model pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah dan discovery-learning serta keterpaduannya dengan kooperatif dan kolaboratif belajar strategi. Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) merupakan cara belajar dengan menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. lalu pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk mengembangkan keterampilan/kreativitas tingkatan berpikir untuk mencari solusi atas permasalahan dunia nyata. Sedangkan Discovery merupakan cara belajar dengan membangkitkan rasa ingin tahu (curiousity) siswa untuk mengeksplorasi dan belajar sendiri. Pemahaman suatu konsep didapat siswa melalui proses yang lebih menekankan kepada proses penemuan konsep dan bukan pada produknya.
Sumber : Kemendikbud. (2014). Pendekatan Scientific, Model, dan Strategi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Kemendikbud : Lingua Humainiora
2113034020
1. Pendekatan yang digunakan dalam pendekatan kurikulum 2013 adalah scientific approach yang mencakup pembelajaran inkuiri dan konstruktivisme dengan kegiatan peningkatan pengetahuan dengan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Sedangkan kterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Kurikulum 2013, terinspirasi oleh pembelajaran abad kedua puluh satu, pada dasarnya menekankan pada kolaborasi dan aspek komunikasi. Pendekatam scientific approach juga mengembangkan cara atau mekanisme untuk mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. Dengan demikian, diperlukan adanya penalaran dalam rangka pencarian (penemuan). Proses kerja ilmiah, lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) daripada penalaran deduktif (deductive reasoning).
2. Pendekatan dalam kurikulum 2013 didukung 3 model pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah dan discovery-learning serta keterpaduannya dengan kooperatif dan kolaboratif belajar strategi. Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) merupakan cara belajar dengan menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. lalu pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk mengembangkan keterampilan/kreativitas tingkatan berpikir untuk mencari solusi atas permasalahan dunia nyata. Sedangkan Discovery merupakan cara belajar dengan membangkitkan rasa ingin tahu (curiousity) siswa untuk mengeksplorasi dan belajar sendiri. Pemahaman suatu konsep didapat siswa melalui proses yang lebih menekankan kepada proses penemuan konsep dan bukan pada produknya.
Sumber : Kemendikbud. (2014). Pendekatan Scientific, Model, dan Strategi Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Kemendikbud : Lingua Humainiora