Nama : Dwi Nur Azizah
NPM 2113053178
Kelompok 2
Ada beberapa cara (dikutip dari Sujarwo, dkk. 2018: 67-69), antara lain;
1.Melakukan kegiatan karya wisata atau fieldtrip yaitu mengunjungi lingkungan yang dijadikan objek studi tertentu sebagai bagian integral dari pelaksanaan kurikulum. Misalnya mengunjungi candi Borobudur di kota Magelang, Gunung Merapi. Namun bisa juga di tempat-tempat yang ada di sekitar sekolah, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, organisasi kemasyarakatan di dekat sekolah, sawah, kolam ikan, pasar, bank, kantor post, studio, dan sebagainya.
2. Melakukan kegiatan perkemahan (school camping). Dengan kegiatan ini para peserta didik dapat lebih menghayati bagaimana keadaan alam, seperti suhu udara, iklim, suasana atau mengenal masyarakat dimana kegiatan itu dilaksanakan. Kegiatan berkema dialam terbuka, sangat cocok untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam, ekologi, dan biologi. Peserta didik dituntut untuk merekam apa yang ia rasakan, apa yang ia lihat, dan apa yang dikerjakan selama berkema. Hasilnya, kemudian dibawa ke sekolah untuk dipelajari dan didiskusikan.
3. Membawa lingkungan ke dalam kelas dengan menghadirkan pemateri untuk menyampaikan materi di dalam kelas.
4. Melakukan kegiatan survey, yaitu, mengunjungi objek tertentu yang relevan dengan tujuan pembelajaran, misalnya untuk mempelajari kebiasaan dan adat istiadat di suatu daerah, sensus ekonomi penduduk. Kegiatan belajar yang bisa dilakukan oleh peserta didik diantaranya melalui wawancara dengan pihak-pihak yang dianggap perlu, 7 melakukan pengamatan atau mempelajari dokumen-dokumen yang diperlukan. Hasil dari kegiatan tersebut, kemudian oleh peserta didik dilaporkan di kelas untuk dikaji bersama.
NPM 2113053178
Kelompok 2
Ada beberapa cara (dikutip dari Sujarwo, dkk. 2018: 67-69), antara lain;
1.Melakukan kegiatan karya wisata atau fieldtrip yaitu mengunjungi lingkungan yang dijadikan objek studi tertentu sebagai bagian integral dari pelaksanaan kurikulum. Misalnya mengunjungi candi Borobudur di kota Magelang, Gunung Merapi. Namun bisa juga di tempat-tempat yang ada di sekitar sekolah, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, organisasi kemasyarakatan di dekat sekolah, sawah, kolam ikan, pasar, bank, kantor post, studio, dan sebagainya.
2. Melakukan kegiatan perkemahan (school camping). Dengan kegiatan ini para peserta didik dapat lebih menghayati bagaimana keadaan alam, seperti suhu udara, iklim, suasana atau mengenal masyarakat dimana kegiatan itu dilaksanakan. Kegiatan berkema dialam terbuka, sangat cocok untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam, ekologi, dan biologi. Peserta didik dituntut untuk merekam apa yang ia rasakan, apa yang ia lihat, dan apa yang dikerjakan selama berkema. Hasilnya, kemudian dibawa ke sekolah untuk dipelajari dan didiskusikan.
3. Membawa lingkungan ke dalam kelas dengan menghadirkan pemateri untuk menyampaikan materi di dalam kelas.
4. Melakukan kegiatan survey, yaitu, mengunjungi objek tertentu yang relevan dengan tujuan pembelajaran, misalnya untuk mempelajari kebiasaan dan adat istiadat di suatu daerah, sensus ekonomi penduduk. Kegiatan belajar yang bisa dilakukan oleh peserta didik diantaranya melalui wawancara dengan pihak-pihak yang dianggap perlu, 7 melakukan pengamatan atau mempelajari dokumen-dokumen yang diperlukan. Hasil dari kegiatan tersebut, kemudian oleh peserta didik dilaporkan di kelas untuk dikaji bersama.