གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DWI NUR AZIZAH

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum Diskusi

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin menanggapi terkait artikel yang berujudul " ANALISIS DESAIN PEMBELAJARAN PKN DI SD/MI KELAS TINGGI "
Artikel ini membahas mengenai analisis mendalam dalam mengimplementasiman desain pembelajaran PKN di Sd khusunya kelas tinggi adapun beberaa desain pembelajaran yang dibahas pada artikel ini yaitu 
1) menggunakan media visual, 
2) metode tanya jawab, 
3) penggunaan media gambar, 
4) penggunaan multimedia,
 5) pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, 
6) model course review horay dengan penggunaan power point,
 7) penggunaan media pembelajaran, 
8) penggunaan metode diskusi, 
9)strategi pembelajaran aktif tipe crossword puzzle.
Hasil dari pembahasan artikel ini yaitu dapat dipahami bahwa desain pembelajaran PKn SD/MI kelas tinggi didominasi oleh media yang kompatibel pada era saat ini. Adapun beberapa yang penting untuk dipaparkan terkait desain pembelajaran PKn SD/MI kelas tinggi dilihat dari penggunaan media visual, metode, media bergambar, multimedia,
pendekatan pembelajaran serta model-model yang relevan. Desain pembelajaran yang baik tidak hanya berfokus pada metode dan model saja, namun secara kolektif memiliki banyak variasi yang terlibat seperti penjelasan di atas. Semua komponen penting itu harus terkombinasi dengan baik dalam pembelajaran. Termasuk pembelajaran PKn pada
jenjang SD/Mi.

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum Diskusi Artikel 1

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin menanggapi artikel yang berjudul " PERBANDINGAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN DALAM KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DASAR"
Pendidikan kewarganegaraan diartikan sebagai mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga
negara yang memahami dan mampu
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya
untuk menjadi warga negara Indonesia
yang cerdas, terampil, dan berkarakter
yang diamanatkan oleh Pancasila dan
UUD 194. Dimana Artikel ini membahas mengenai perbandingan Kompetensi Kewarganegaraan Dalam Kurikulum 2006
dan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah
Dasar. Materi pembelajaran secara garis besar terdiri atas pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang harus dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci materi pembelajaran terdiri atas materi yang bersifat pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, teori), materi yang bersifat sikap (nilai dan moral), dan materi yang bersifat keterampilan (tata cara dan prosedur). Secara teoritik, terdapat tiga komponen kompetensi kewarganegaraan meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skill), dan sikap kewarganegaraan (civic disposition). Ketiga kompetensi kewarganegaraan memiliki
keterkaitan dengan sasaran pembentukan pribadi warga negara. Hasil dari pembahasan artikel ini yaitu dimana kurikulum 2013 lebih memenuhi syarat dari ketiga kompetensi kewarganegaraan (civic knowledge, civicskill, dan civic disposition) daripada kurikulum 2006 (KTSP). Dalam kurikulum 2013 pembelajaran PKn di khususnya di Sekolah Dasar lebih menekankan aspek sikap baru kemudian keterampilan dan pengetahuan.

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum Diskusi

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

1. Ada berbagai metode pembelajaran yang efektif, diantaranya yaitu ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperimen, demonstrasi, tanya jawab, dan lainnya. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat, yaitu:
a. Sesuaikan dengan Materi Pelajaran dan Tujuannya.
Terdapat materi pelajaran yang dapat dijelaskan lebih efektif dan efisien menggunakan satu atau dua metode pembelajaran.
b. Memahami Karakter dan Kemampuan Siswa.
Memahami karakter dan kemampuan siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengamatan, pendekatan, uji potensi diri, dan lain sebagainya. Jika siswa memang cenderung aktif, maka metode pembelajaran yang cocok dapat berupa diskusi atau eksperimen.
c. Pertimbangkan Ketersediaan Sarana Belajar.
Cara menentukan metode pembelajaran yang tepat bagi anak-anak juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana belajar di ruang kelas
Metode demonstrasi atau eksperimen langsung biasanya dilakukan ketika sarana pendukung tersedia lengkap di sekolah. Namun, jika tidak ada sarana atau perlengkapan pendukung, maka dua metode pembelajaran ini sulit dilakukan.
d. Perhatikan Alokasi Waktu Belajar yang Dimiliki.
Pertimbangan dalam memilih model pembelajaran lainnya adalah alokasi waktu belajar.

2.Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: (1) model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning), (2) model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL), (3) model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning/PJBL).

Selain 3 model yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang lain, seperti Cooperative Learning yang mempunyai berbagai metode seperti: Jigsaw, Numbered Head Together (NHT), Make a Match, Think-Pair-Share (TPS), Example not Example, Picture and Picture, dan lainnya.

3. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum dan kegiatan yang dilakukan di dalamnya, dengan tujuan untuk menghasilkan dan menyesuaikan perkembangan pembelajaran sehingga memberikan kondisi belajar mengajar yang lebih baik. Pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan konsep yang akan ditempuh atau dipilih oleh suatu lembaga pendidikan agar pengembangan kurikulum menjadi lebih terarah dan terukur.
Pengembangan kurikulum merupakan inti dalam penyelenggaraan pendidikan. Ada beberapa landasan
utama dalam pengembangan suatu kurikulum, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosial-budaya, serta
perkembangan ilmu dan teknologi. Landasan tersebut dihasilkan melalui pemikiran dan penelitian yang
bersifat mendalam dan komprehensif, yang pada hakikatnya berupa bahan pertimbangan terhadap faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh para
pengembang kurikulum dalam mengembangkan kurikulum pada lembaga pendidikan, baik secara makro maupun mikro.
Pengembangan kurikulum dapat tergolong sukses jika Implementasi kurikulum di sekolah berjalan baik
dan salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum adalah
kepemimpinan kepala sekolah, terutama dalam mengordinasikan, menggerakan, dan menyelaraskan
semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu
faktor penetu yang dapat menggerakan semua sumber
daya sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan
dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.

4. Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu (a) tujuan; (b) materi;
(c) strategi pembelajaran; (d) organisasi kurikulum, dan (e) evaluasi. Kelima
komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
Berikut ini adalah uraian mengenai tiap-tiap komponen kurikulum tersebut.
a). Komponen tujuan
Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan
segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atautidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut.
b) Komponen isi/materi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak
didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi
kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program
tiap-tiap bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan
dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
c). Komponen media (sarana dan prasarana)
Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh
peserta didik.
d). Komponen strategi pembelajaran
Strategi/metode/model pembelajaran sangat ditentukan oleh karakteristik
substansi yang akan diajarkan dan karakteristik siswanya. Tidak ada satu pun strategi/metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajarkan
semua substansi pelajaran secara sama baiknya.
e). Komponen proses belajar mengajar
Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan-
perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan
proses belajar mengajar merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan
kurikulum.
f). Komponen evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian
terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat
ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum Diskusi

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah 
NPM : 2113053178

1. penyusunan kurikulum sesuai dengan ketatap pemerintah yaitu mengacu pada kementrian pendidikan memperhatikan beberaa prinsip seperti Prinsip Berpusat pada peserta didik, Kontekstual, Esensial, Akuntabel dan Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan. Adapun langkah langkah yang harus dilakukan dalam penyusuna kurikulum yaitu Menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan Merumuskan visi misi tujuan, Menentukan pengorganisasian pembelajaran, Menyusun rencana pembelajaran,Merancang pendampingan, Evaluasi, dan pengembangan profesional

2. Tata Kelola sekolah dasar menjadi elemen strategis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun sekolah untuk merubah kondisi sekolah menjadi lebih baik. adapun beberapa penyusunan dalam kurikulum sekolah dasar diantaranya yaitu
- Menganalisa Strength, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) Sekolah
Teori Analisa SWOT dapat memadukan 4 faktor secara tepat tentang bagaimana mempersiapkan kekuatan (strengths), mengatasi kelemahan (weaknesess), menemukan peluang (opportunities) dan strategi menghadapi beragam ancaman (threat). Sekolah maupun pemerintah daerah dapat memetakan kondisi sekolah mulai dari unsur kurikulum dan pembelajaran, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan dan pembiayaan, kemitraan, dll. Sehingga dapat teridentifikasi apa saja yang dapat diperbaiki dan dapat dioptimalkan untuk kemajuan sekolah.
- Menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) secara terpadu berdasarkan hasil analisa
Dokumen perencanaan yang ada di sekolah sejatinya bukan hanya sebagai formalitas, namun sebagai acuan dasar pengembangan sekolah. Oleh karenanya, dokumen perencanaan ini harus disusun dengan sungguh-sungguh agar dapat diimplementasikan untuk mewujudkan sekolah bermutu.
-Evaluasi Diri Sekolah (Self Assesment)
Evaluasi menjadi point penting yang tidak bisa dilupakan, karena dengan adanya evaluasi, sekolah dapat mengukur keefektifitasan rencana dan implementasi yang telah dibuat dan dilakukan

3. Ciri utama PKn (baru) tidak lagi menekankan pada mengajar tentang PKn tetapi lebih berorientasi pada membelajarkan PKn atau pada upaya-upaya guru untuk ber-PKn atau melaksanakan PKn. Oleh karena itu, guru hendaknya memiliki kemampuan untuk memilih dan menggunakan metode pembelajaran PKn yang efektif, tepat, menarik, dan menyenangkan untuk membelajarkan PKn tersebut.
Adapun langkah langkah dalam penyusunan kurikulum pkn sd yaitu diantaranya
1. Mengidentifikasi Standar kurikulum
2. Menganalisis kebutuhan untuk lebih mengetahui secara konteksual
3. Melakukan Penyusunan tujuan
4. Pemilihan Strategi, Metode dan Model
5. Melakukan Penilaian pembelajaran
6. Mengembangkan dan mengimplementasikan bahan ajar
7. Melakukan Evaluasi

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum 2

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM :2113053178

Menurut saya pendidikan pkn sangat penting karena Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki arti penting bagi
siswa pada pembentukan pribadi warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan
hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan
berkarakter. Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan
pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di
kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di
harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di setiap
jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar
menghasikan penerus –penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup
berbangsa dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan bukanlah semata-mata pelajaran yang biasa saja,
karena melalui Pendidikan Kewarganegaraan dapat menciptakan generasi penerus yang
cinta terhadap tanah air dan membentuk karakter manusia yang sesuai dengan identitas
bangsa. Saran nya mungkin kedepannya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
dapat dipehatikan lagi supaya proses pembelajaran bisa berjalan efektif dan efisien, dan
bisa menciptakan warga masyarakat yang mencintai Tanah Air dan dapat berperan untuk
membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.