Forum Diskusi

Forum Diskusi

Forum Diskusi

Number of replies: 32
Mahasiswa berikut diskusi pada pertemuan hari ini.

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ANNISA INDAH SAPUTRI -

Nama: Annisa Indah Saputri

NPM: 2113053105

Kelas: 5G/PGSD

 

1.      Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Ada banyak model pembelajaran yang tepat, namun ada beberapa menurut saya model pembelajaran yang sangat tepat pada lingkup kurikulum Merdeka yang sekarang. Yaitu;

-          Problem Based Learning (PBL), model ini dikembangkan kepada peserta didik agar mereka mampu menganalisis berbagai permasalahan nyata yang ada. Hal ini cocok di SD karena pemikiran siswa yang masih belum kompleks.

-          Project Based Learning (PjBL), model ini mengarahkan peserta didik agar belajar melalui proyek yang berkaitan dengan dunia nyata. Pada tingkat SD sudah pasti siswa akan memiliki pembelajaran yang menyenangkan jika dikembangkannya model ini.

-          Discovery Learning, eksplorasi dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar merupakan tujuan model pembelajaran ini. Model ini akan cocok pada siswa sekolah dasar terutama dalam penerapan kurikulum Merdeka yang tidak mengharuskan siswa untuk belajar di sekolah (outdoor class).

-          Inquiry Learning, model ini mengajak siswa agar belajar dengan cara penyelidikan ilmiah terhadap fenomena yang ada.

2.      Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

- Problem Based Learning (PBL), model ini dikembangkan kepada peserta didik agar mereka mampu menganalisis berbagai permasalahan nyata yang ada. Hal ini cocok di SD karena pemikiran siswa yang masih belum kompleks.

- Project Based Learning (PjBL), model ini mengarahkan peserta didik agar belajar melalui proyek yang berkaitan dengan dunia nyata. Pada tingkat SD sudah pasti siswa akan memiliki pembelajaran yang menyenangkan jika dikembangkannya model ini.

- Discovery Learning, eksplorasi dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar merupakan tujuan model pembelajaran ini. Model ini akan cocok pada siswa sekolah dasar terutama dalam penerapan kurikulum Merdeka yang tidak mengharuskan siswa untuk belajar di sekolah (outdoor class).

- Inquiry Learning, model ini mengajak siswa agar belajar dengan cara penyelidikan ilmiah terhadap fenomena yang ada.

3.      Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Untuk mengembangkan kurikulum pada tingkat pembelajaran di kelas, maka guru perlu menyusun program pembelajaran, seperti paket modul, paket belajar, paket berprogram, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Secara garis besar, RPP tersebut terdiri atas identitas mata pelajaran, topik/materi pokok, kelas dan semester, waktu, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, alat/media/sumber, dan penilaian. Berdasarkan RPP tersebut, guru diharapkan dapat mengelola proses pembelajaran secara efektif dan efisien.

4.      Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Kurikulum memiliki lima komponen utama (Ibrahim, M. 2014), yaitu

(a) Tujuan; dimana setiap kurikulum memiliki capaian untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang ada.

(b) Materi; ini berisi segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan.

(c) Media; merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

(e) Strategi pembelajaran; adalah pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan oleh pendidik dalam pengajaran.

(f) Proses belajar mengajar; melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahanperubahan tingkah laku pada diri peserta didik.

(g) Evaluasi; memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.

 

Referensi:

Ibrahim, M. (2014). Hakikat kurikulum dan Pembelajaran. Modul Pembelajaran, 1-42.

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Vivia Febbrilian 2113053050 -
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik sekolah dasar dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sesuai materi yang diajarkan. Karena orientasi dari pembelajaran PPKn agar terjadinya perubahan karakter siswa adalah target yang harus dicapai guru yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran PPKn. Tercapainya tujuan tersebut merupakan andil seorang guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran dengan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mendukung ketercapaian perubahan karakter siswa tersebut. Nilai karakter dapat ditanamkan pada diri siswa, salah satunya melalui model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT), bahwa mata pelajaran yang lebih menitik beratkan pada ranah afektif seperti Pendidikan Kewarganegaraan sangat tepat menggunakan model pembelajaran VCT.

Karakteristik siswa Sekolah Dasar masih berada pada tahapan operasional kongkrit. Diusia operasional kongkrit, anak sudah mulai mampu berpikir secara logikal, namun harus dengan dukungan media kongkrit. Dalam hal ini, nilai masih berbentuk abstrak, sehingga sudah menjadi tugas guru sebagai fasilitator pembelajaran untuk mengkongkritkan nilai agar mampu diserap oleh siswa. Siswa harus dibuat tertarik dalam mengikuti setiap aktivitas dalam kegiatan ber-VCT. Contoh enerapan VCT dalam memodifikasi nilai menjadi bentuk kongkrit, salah satu caranya dengan memanfaatkan cerita-cerita rakyat yang diangkat dalam kegiatan pembelajaran. Cerita rakyat yang sangat kaya akan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia sangat cocok dikembangkan dalam pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar. Cerita-cerita rakyat dalam VCT dirancang sebagai alat untuk mengkongkritkan bentuk abstrak nilai kehidupan sehari-hari kedalam kelas dengan menyesuaikan pada tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Artinya secara tidak langsung afeksi siswa akan terbina melalui karakter-karakter yang ada dalam cerita saat kegiatan pembelajaran. Sehingga dengan dikembangkannya model pembelajaran VCT berbasis cerita rakyat ini diharapkan tujuan pembelajaran sesuai dengan amanah Undang-undang dan dapat tercapai dengan benar


2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dasar seperti PBL, PjBL, Discovery Learning, Contextual Learning dan lain lain. Disini ada salah satu model pengembangan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran tematik terpadu yang saat ini sedang dipakai dalam pembelajaran Sekolah Dasar yakni model pembelajaran terpadu (intergrated learning), merupakan pembelajaran yang berupaya memadukan berbagai penguasaan dari beberapa mata pelajaran atau pembahasan yang mengajarkan adanya keterkaitan berdasarkan pada suatu tema, sehingga anak terbiasa memandang segala sesuatu dalam gambaran yang utuh.
Selain itu Model pembelajaran terpadu (Integrated learning) pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik. Pendekatan pembelajaran ini menyajikan bahan-bahan pelajaran secara terpadu dengan menghubungkan atau mengaitkan bahan pelajaran sehingga tidak berdiri sendiri atau terpisah-pisah, dan siswa dibuat secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan membuat keputusan. Melalui pembelajaran terpadu, nilai-nilai karakter juga dapat tertanam secara langsung, hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan character-based approach ke dalam setiap mata pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk pendidikan karakter, seperti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar siswa dapat menghadapi masa depan dengan baik. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 38 ayat 2 disebutkan bahwa: kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/ madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/ kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah.
Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum. Didalam pemilihan suatu model kurikulum bukan hanya didasarkan pada kelebihan dan kekurangan-kekurangannya saja, tetapi juga harus mempertimbangkan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan mana yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang digunakan mengacu pada ketetapan pemerintah pada pasal diatas.
.
4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Kurikulum memiliki enam komponen utama, yaitu

a. Komponen Tujuan; Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum lembaga pendidikan, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan
b. Komponen Materi; Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program tiap-tiap bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
b) Komponen media (sarana dan prasarana) Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media dalam pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan pada peserta didik akan mempermudah peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran.
c) Komponen Strategi pembelajaran, Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran, tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan, baik yang secara umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran.
d) Komponen proses belajar mengajar Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahanperubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum.
e) Komponen Evaluasi Komponen evaluasi Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
Keenam komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.

Referensi

Nisa, K., Prima, E., & Suastika, I. N. (2021). Pengembangan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Berbasis Cerita Rakyat dalam Pembelajaran PPKN di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 780-788.

Bahar, H. B. H. (2013). Pengembangan Pembelajaran Terpadu Dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Teknodik, 209-225.

Hidayani, M. (2018). Model pengembangan kurikulum. At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 16(2), 375-394.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA -
Nama: Silfia Marca Atika Apriliana
Npm: 2113053095
Kelas: 5G

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di Sekolah Dasar (SD) melibatkan beberapa pertimbangan penting, seperti karakteristik siswa SD, tujuan pembelajaran, dan lingkungan pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan, dan potensi daerah. Selain itu, pengembangan model pembelajaran yang tepat juga harus mengacu pada prinsip-prinsip Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM), Model pembelajaran yang tepat harus mampu memfasilitasi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang sesuai dengan Sekolah Dasar (SD), terutama pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), perlu mempertimbangkan karakteristik siswa SD, tujuan pembelajaran, dan konteks pembelajaran. Di bawah ini adalah beberapa model pembelajaran yang sesuai dengan SD, khususnya untuk mata pelajaran PKn:
a. Pembelajaran Kooperatif:Model ini mendorong kerjasama antara siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Dalam konteks PKn, siswa dapat diberi tugas untuk mengeksplorasi topik-topik seperti hak asasi manusia, demokrasi, atau nilai-nilai kewarganegaraan dalam kelompok. Siswa dapat berdiskusi, melakukan penelitian kecil, dan berpartisipasi dalam permainan peran yang melibatkan situasi kehidupan nyata.
b. Pembelajaran Berbasis Proyek: Model ini melibatkan siswa dalam proyek-proyek yang memerlukan pemecahan masalah, riset, dan presentasi. Dalam konteks PKn, siswa dapat bekerja pada proyek-proyek seperti penyelidikan tentang tokoh-tokoh sejarah penting, studi kasus tentang isu-isu sosial, atau kampanye sosial di komunitas mereka. Proyek-proyek ini membantu siswa mengembangkan pemahaman kontekstual dan keterampilan sosial.
c. Pembelajaran Bermain: Model ini menggunakan permainan dan aktivitas bermain untuk mengajar konsep-konsep penting. Dalam mata pelajaran PKn, permainan peran atau simulasi dapat digunakan untuk mengajarkan tentang proses demokrasi, pemerintahan, atau keanekaragaman budaya. Permainan dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan terlibat bagi siswa SD.
d. Pembelajaran Terpadu:Model ini menggabungkan beberapa mata pelajaran ke dalam satu proyek atau tema pembelajaran. Dalam konteks PKn, siswa dapat mempelajari konsep-konsep PKn sambil terlibat dalam proyek-proyek yang mencakup bahasa, seni, atau sains. Pembelajaran terpadu membantu siswa melihat hubungan antara berbagai konsep dan meningkatkan pemahaman mereka.
e. Pembelajaran Berbasis Masalah:Model ini menantang siswa untuk memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari atau masyarakat. Dalam PKn, siswa dapat mengidentifikasi masalah sosial atau lingkungan di komunitas mereka dan mencari solusi kolaboratif. Ini membantu siswa melihat konsep-konsep PKn dalam konteks dunia nyata.
f. Pembelajaran berbasis Penggunaan Teknologi:Teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran PKn di SD melalui video, presentasi digital, dan sumber daya online.Siswa dapat mengakses informasi dan sumber daya yang relevan dengan lebih mudah, dan teknologi dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran interaktif.
Penting untuk memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran PKn, karakteristik siswa, dan konteks sekolah. Selain itu, fleksibilitas dalam penggunaan berbagai model pembelajaran dapat membantu memenuhi kebutuhan beragam siswa di SD

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pengembangan Kurikulum yang Sesuai dengan Sekolah Dasar: Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan SD harus memperhatikan panduan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk Kementerian Pendidikan. Beberapa langkah yang dapat diambil dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan SD adalah:
a. Memahami standar kurikulum nasional dan pedoman yang berlaku.
b. Menyesuaikan tujuan pembelajaran dengan karakteristik siswa SD.
c. Pemilihan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum nasional.
d. Pengembangan bahan ajar yang cocok dengan tingkat perkembangan siswa.
e. Penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan metode pengajaran yang digunakan.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Komponen Kurikulum Pembelajaran dan Pengembangan: Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen utama, termasuk:
a. Tujuan Pembelajaran: Pernyataan jelas tentang apa yang ingin dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
b. Materi Pelajaran: Konten yang akan diajarkan kepada siswa, termasuk konsep, fakta, dan keterampilan yang relevan.
c. Metode Pembelajaran: Pendekatan dan teknik yang digunakan untuk mengajar materi kepada siswa.
d. Evaluasi Pembelajaran: Metode dan instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan kemajuan siswa.
e. Bahan Ajar: Sumber daya seperti buku teks, materi presentasi, dan perangkat pembelajaran lainnya yang mendukung proses pembelajaran.
f. Rencana Pembelajaran: Rincian tentang bagaimana materi akan diajarkan dalam periode waktu tertentu, termasuk rencana pelajaran harian atau mingguan.
Pengembangan kurikulum yang baik memperhitungkan komponen-komponen ini dengan cermat untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Sekolah Dasar.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ANI NURYANI -
Nama : Ani Nueyani
NPM : 2113053126
Kelas : 5G

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab: Pengembangan model pembelajaran untuk peserta didik sekolah dasar merupakan pengembangan model pembelajaran yang dapat meningkatkan soft skill, hardskill, kemampuan sosial dan kemampuan pemecahan permasalahan dalam kehidupan sehari-sehari. Kemampuan-kemampuan diatas sangat dibutuhkan oleh peserta didik untuk menghadapi perubahan zaman yang akan terus terjadi. Salah satu contoh pengembangan model pembelajaran yang memberikan peserta didik kemampuan-kemampuan tersebut ialah model pembelajaran kolaboratif dengan berbasis masalah. Menurut Ted Panitz kolaborasi merupakan interaksi yang menjadikan kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang untukmemudahkan usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama. Pengembangan pembelajaran kolaboratif ini memiliki keunggulan bagi siswa yaitu meningkatkan prestasi, pemahaman lebih dalam, belajar menyenangkan, mengembangkan keterampilan dan kepemimpinan. Meningkatkan sikap positif, meningkatkan harga diri, saling menghargai, serta mengembangkan keterampilan masa depan.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab peserta didik sekolah dasar memiliki karakteristik pembelajaran dari hal konkret ke hal abstrak, belajar dan bermain, belajar kelompok sebaya, belajar keterampilan dasar, pembelajaran karakter dan sebagainya. Berdasarkan karakteristik tersebut maka perlu model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik sekolah dasar. Model pengembangan yang dapat sesuai dengan karakteristik tersebut ialah model pembelajaran kolaboratif. Pembejaran dengan model kolaboratif menitikan pada menanamkan kebiasaan untuk memahami hal yang dipelajari, sikap ingin melakukan sesuatu, serta keterampilan melakukan sesuai. Covey, dalam Medsker & Holdsworth, 2001 yang menyatakan bahwa sikap mencakup tiga hal pokok, yaitu: 1) pengetahuan atau knowledge (the what, where, when, dan why), 2) sikap atau attitudes (the want to), dan 3) keterampilan atau skills (the how to). Dengan pembelajaran kolaboratif siswa dapat belajar kerjasama, belajar saling menghargai, belajar karakter baik, serta belajar mengenai softskill dan hardskill.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawaban:
Pengembangan pembelajaran sekolah dasar yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah dapat dilakukan oleh sekolah dengan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekolah. Serta untuk pembelajaran pengembangan kurikulum dikelas dapat dilakukan oleh guru dengan membuat modul pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik serta ketersediaan sarana yang ada pada sekolah. Guru juga dapat berkreasi seinovatif mungkin dalam mengembangakan indikator, media, strategi dan sebagainya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawaban:
Komponen kurikulum
• komponen tujuan, komponen yang dijadikan arah atau acuan dalam kegiatan pendidikan yang dilakukan.
• Komponen isi atau materi, komponen yang merupakan segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik dalam kegitan pembelajaran dalam rangkai mencapai tujuan.
• Komponen media (sarana prasarana), sarana perantara dalam pengajaran untuk menjelasakan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami.
• Komponen strategi pembelajaran, komponen yang terkait dengan pendekatan dan metode yang digunakan dalam pembelajaran.
• Komponen proses belajar mengajar
• Komponen evaluasi, komponen untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan melalui kurikulum terkait.

Referensi : Suryani, N. (2010). Implementasi model pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan ketrampilan sosial siswa. Majalah Ilmiah Pembelajaran8(2).
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Niken Larasati -
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab:
Untuk mengembangkan materi atau proses pembelajaran pastinya dibutuhkan model pembelajaran sebagai dasar langkah-langkah belajar. Model pembelajaran pada dasarnya menyesuaikan dengan materi ataupun mata pelajaran yang akan di tempuh. Model pembelajaran yang tepat diberikan pada peserta didik sekolah dasar adalah model pembelajaran yang mampu membuat peserta didik menjadi aktif dan semangat belajar, model pembelajaran seperti menggunakan project ataupun model yang dapat digunakan diluar kelas agar proses belajar tidak membosankan. Dengan adanya model pembelajaran yang tepat akan membuat peserta didik SD mengikuti pelajaran dengan baik dan bersungguh-sungguh.

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab:
Pada mata pelajaran PKn di SD maka model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) akan sesuai diimplementasikan dikarenakan bermuatan nilai karakter. Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) pada pembelajaran PKn SD dapat dikombinasikan dengan cerita rakyat Nusantara yang memiliki kaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam PKn SD. Dikarenakan peserta didik SD pada dasarnya menyukai sesuatu yang baru dan menyenangkan, jadi Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) ini dapat digunakan pada jenjang Sekolah Dasar.

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawab:
Pengembangan kurikulum harus disesuaikan oleh pembelajaran SD sesuai dengan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan pasal 6 ayat (1) dinyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar memperhatikan kerangka dasar kurikulum meliputi kelompok mata pelajaran, prinsip pengembangan kurikulum, prinsip pelaksanaan kurikulum. Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawab:
Subandiyah, mengemukakan ada lima komponen kurikulum:
a) Komponen tujuan. Komponen tujuan merupakan suatu program yang di maksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan kurikulum ada 5 yaitu tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional ,tujuan kurikuler, tujuan instruksional, tujuan pembelajaran.
b) Komponen isi/materi. Materi dalam kurikulum ruang lingkupnya meliputi banyak hal ada yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
c) Komponen media (sarana dan prasarana). Komponen ini dimaksudkan aspek pendukung dalam pembelajaran mengenai benda atupun hal lain yang dapet membantu proses pelajaran menjadi lebih mudah.
d) Komponen strategi. Strategi pembelajaran akan menentukan output dan outcome peserta didik dalam memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari.
e) Komponen proses belajar mengajar. Komponen ini adalah menyesuaikan peserta didik dan pendidik agar sama-sama membangun pembelajaran yang baik.

Referensi:
Nisa, K., Prima, E., & Suastika, I. N. (2021). Pengembangan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Berbasis Cerita Rakyat dalam Pembelajaran PPKN di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 780-788.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 -
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Dalam pengembangan model pembelajaran yang tepat, perlu diingat bahwa model pembelajaran harus dapat memfasilitasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, serta memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran juga harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat
Referensi:
Fathurrohman, M. 2015. Model-model pembelajaran. Jogjakarta: Ar-ruzz media.
Safitri, D., Muawanah, M., & Ningsih, Y. A. 2020. Model Pembelajaran yang Efektif di Sekolah Dasar. PANDAWA, 2(1), 128-133.

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
a. Model Pembelajaran Kooperatif
Model ini menekankan pada kerja sama antar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil dan saling membantu dalam memahami materi pembelajaran. Model ini dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kerja sama antar peserta didik
b. Model Pembelajaran Kooperatif
Model ini menekankan pada kerja sama antar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil dan saling membantu dalam memahami materi pembelajaran. Model ini dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kerja sama antar peserta didik
c. Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Model ini menekankan pada pembelajaran melalui pengalaman praktis dalam menyelesaikan proyek atau tugas tertentu. Peserta didik diberikan tugas untuk membuat produk atau solusi dari masalah yang diberikan. Model ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta keterampilan kerja sama dan pemecahan masalah
d. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Model ini menekankan pada pemecahan masalah sebagai cara untuk memahami materi pembelajaran. Peserta didik diberikan masalah atau situasi yang harus mereka selesaikan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari. Model ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta keterampilan pemecahan masalah
Referensi:
Safitri, D., Muawanah, M., & Ningsih, Y. A. 2020. Model Pembelajaran yang Efektif di Sekolah Dasar. PANDAWA, 2(1), 128-133.
Hendracipta, N. 2021. Buku Ajar Model Model Pembelajaran SD.

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekitar, serta memperhatikan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Model-model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah dasar antara lain Model Pembelajaran Kooperatif, Model Pembelajaran Inkuiri, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, dan Model Pembelajaran Berbasis Proyek.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam penyusunannya. Berikut adalah beberapa komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan:
a. Komponen Tujuan
Komponen ini berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, dan sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan.
b. Komponen Isi atau Materi Pembelajaran
Komponen ini menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
c. Komponen Strategi Pembelajaran
Komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum. Strategi pembelajaran harus efektif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
d. Komponen Evaluasi
Komponen ini ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses implementasi kurikulum secara keseluruhan. Hasil dari evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan kurikulum
Referensi:
Bisri, M. 2020. Komponen-komponen dan model pengembangan kurikulum. Prosiding Nasional, 3, 99-110.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Lia Nanda Agustina -
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang tepat untuk siswa Sekolah Dasar (SD) harus mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak-anak pada usia tersebut serta tujuan pendidikan PKn yang mencakup pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam aspek kewarganegaraan. Pengembangan model pembelajaran yang tepat membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang tujuan pembelajaran, konteks sekolah, dan karakteristik peserta didik. Dengan pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dan perancangan rencana pembelajaran yang efektif, proses pembelajaran di sekolah dapat menjadi lebih menarik, relevan, dan bermakna bagi peserta didik. Pengembangan model pembelajaran yang tepat untuk siswa SD adalah proses yang dinamis dan terus beradaptasi. Yang terpenting adalah menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan siswa, memotivasi mereka untuk belajar, dan membantu mereka mencapai tujuan pembelajaran.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Ada banyak berbagai model pembelajaran yang tepat yang bisa digunakan pada peserta didik sekolah dasar salah satunya yaitu Model pembelajaran Role Playing (bermain peran) karena sesuai dengan kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran Role Playing ini bisa digunakan untuk membantu siswa dalam memahami pembelajaran PKN di SD sesuai dengan kehidupan nyata nya. Siswa dapat berpartisipasi dalam permainan peran yang mensimulasikan situasi-situasi sosial atau pemerintahan, seperti pemilihan umum, sidang sekolah, atau pertemuan masyarakat. Melalui permainan peran ini, mereka dapat belajar tentang proses demokratis, pengambilan keputusan, dan hak dan kewajiban warga negara
Model pembelajaran role-playing seperti ini dapat membantu siswa memahami konsep-konsep PKn dengan cara yang interaktif dan memotivasi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, model ini memberikan pengalaman langsung dan menggali pemahaman mereka tentang pentingnya partisipasi dalam demokrasi.
Penting untuk diingat bahwa model pembelajaran yang efektif di SD harus menyesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan kognitif siswa, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Guru perlu fleksibel dalam merancang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa di SD.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pengembangan kurikulum yang disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah proses yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengajar, siswa, dan orang tua. Dengan mengacu pada ketetapan pemerintah, kurikulum sekolah dasar dapat dirancang untuk memberikan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan efektif bagi peserta didik.
Pengembangan kurikulum sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah pengembangan kurikulum satuan pendidikan yang mengacu pada Kurikulum 2013 dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar secara utuh. Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah terdiri atas kerangka dasar kurikulum, struktur kurikulum, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan juga harus memperhatikan kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang memberikan kebebasan dan kewenangan kepada sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan potensi peserta didik, lingkungan, dan sumber daya. Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan di beberapa sekolah yang mengikuti Program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan sebagai bagian dari pembelajaran dengan paradigma baru.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan adalah unsur-unsur yang membentuk dan mengatur penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Berdasarkan pendapat para ahli, komponen kurikulum dapat bervariasi, tetapi secara umum meliputi:
-Tujuan, yaitu hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran
-Isi/materi, yaitu bahan ajar yang relevan dengan tujuan dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
-Media (sarana dan prasarana), yaitu alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan isi/materi secara efektif dan menarik
-Strategi, yaitu cara atau metode yang dipilih untuk melaksanakan pembelajaran
-Evaluasi atau penilaian, yaitu proses untuk mengukur pencapaian tujuan dan memberikan umpan balik.
Komponen kurikulum juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Misalnya, Kurikulum 2013 mengedepankan kompetensi inti dan kompetensi dasar, serta pengembangan karakter peserta didik. Kurikulum Merdeka Belajar mengutamakan kebebasan dan kewenangan sekolah untuk menentukan isi/materi, media, strategi, dan evaluasi sesuai dengan konteks lokal.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ARIS PURNAMA PUTRA -

Nama: Aris Purnama Putra

NPM: 2113053112

Kelas: 5G

 

1.      bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Jawab: Pengembangan model pembelajaran yang tepat di berikan kepada peserta didik seklah dasar harus melihat kebutuhan peserta didik, kemudian memahami standar pendidikan, kemudian merancang tujuan pembelajaran, kemudian barulah memilih model yang tepat. Penting untuk model pembelajaran yang berhasil di Sekolah Dasar (SD) untuk memperhatikan keragaman peserta didik, menciptakan suasana pembelajaran yang positif dan inklusif, serta mendorong pembelajaran yang aktif dan bermakna. Fleksibilitas dalam pendekatan pembelajaran juga merupakan kunci dalam memungkinkan guru untuk mengadaptasi model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan individual siswa.

Macam-macam model pembelajaran di SD:

  1. Model Pembelajaran Discovery
  2. Model Pembelajaran Berbasis Projek
  3. Model Pembelajaran Berbasis Permasalahan
  4. Model Pembelajaran Kooperatif

 

2.      jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

a)       Model Pembelajaran Discovery

adalah suatu tahapan dalam kegiatan belajar dengan melibatkan semaksimal

mungkin kemampuan siswa agar mencari dengan cara sistematis, kritis agar dengan sendirinya siswa bisa merumuskan hasil penemuannya dengan rasa percaya diri.

Langkah-langkah model pembelajaran Inquiry meliputi:

a. Pengajuan suatu masalah dan pertanyaan

b. Rumuskan hipotesis

c. Pengumpulan data

d. Analisis data

e. Menarik kesimpulan

b)      Model Pembelajaran Berbasis Projek

Discovery learning merupakan metode memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Melalui model ini siswa diajak untuk menemukan sendiri apa yang dipelajari kemudian mengkonstruk pengetahuan itu dengan memahami maknanya. Dalam model ini guru hanya sebagai fasilitator.

Langkah-langkah pembelajaranya

a.       Stimulus

b.       Identifikasi masalah

c.       Pengumpulan data

d.       Mengolah data

e.       Memferifikasi

f.        Menyimpulkan

c)       Model Pembelajaran Berbasis Permasalahan

Model pembelajaran yang memperluas jenis pengetahuan dan keterampilan siswa dengan cara pembuatan hasil karya yang sesuai dengan bahan ajar serta kompetensi yang akan dipelajari. Siswa bekerja sama dengan kelompoknya masing- masing dnegan menghaslkan karya yang berbeda dengan kelompok lain.

Langkah-langkah pembelajaran

a.      Memberi gambaran tentang topik masalah

b.      Pengorganisasian siswa untuk meneliti

c.      Memberi bantuan investigasi mandiri maupun kelompok

d.      Dipaparkan dan dikembangkan

e.      Analisis dan evaluasi

d). Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri atas empat sampai enam orang yang bersifat heterogen.

3.      jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Jawab: Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah proses yang kompleks dan berkelanjutan. Pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah untuk sekolah dasar melibatkan proses perancangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum yang sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional dan regional.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Jawab:

Kurikulum pembelajaran dan pengembangan adalah rencana sistematis yang dirancang untuk mengatur proses pendidikan dan pengembangan individu. Komponen-komponen utama dari kurikulum ini meliputi:

a)       Tujuan Pembelajaran adalah Tujuan ini menggambarkan apa yang ingin dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan program atau mata pelajaran tertentu. Tujuan dapat berfokus pada pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang ingin ditanamkan pada siswa.

b)      Materi Pembelajaran adalah Materi ini mencakup semua bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, seperti buku teks, materi online, sumber daya visual, dan lain sebagainya.

c)       Metode Pembelajaran adalah Ini adalah pendekatan atau strategi yang digunakan untuk mengajar siswa. Metode pembelajaran dapat beragam, seperti ceramah, diskusi kelompok, proyek berbasis masalah, simulasi, dan lain sebagainya.

d)      Evaluasi dan Penilaian adalah Ini mencakup cara mengukur pemahaman dan pencapaian siswa. Hal ini termasuk jenis-jenis tes, tugas, proyek, atau kriteria lain yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja siswa.

 

 

 

Referensi

Jumesam, J., & Hariadi, N. (2020). Pengembangan Model Pembelajaran Motorik Untuk Anak Sekolah Dasar. Jurnal Porkes3(2), 119-126.

Rokhimawan, M. A., Badawi, J. A., & Aisyah, S. (2022). Model-Model Pembelajaran Kurikulum 2013 pada Tingkat SD/MI. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan4(2), 2077-2086.


In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Angelia Agustin -
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Cara mengembangkan model-model pembelajaran dan perangkat pembelajarannya, sehingga diharapkan guru-guru terbantu untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik. Banyak model pengembangan pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di antaranya adalah Model Kemp, Model Dick-Carey, Model Four-D, Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional). Untuk pengembangannya sangat tergantung dari guru dalam memilih mana yang tepat dengan situasi pembelajarannya serta pemahaman dari guru. Untuk setiap model pembelajaran yang akan dikembangkan diperlukan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, buku, media pembelajaran, dan lainnya. Disarankan kepada pendidik untuk selalu menambah ilmu pengetahuannya terutama dalam hal model pengembangan pembelajaran yang akan digunakannya dan diharapkan kepada pendidik untuk menyusun perangkat pembelajaran dengan baik sehingga pembelajaran lebih bermakna.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Banyak model pengembangan pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di antaranya adalah Model Kemp, Model Dick-Carey, Model Four-D, Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional). Untuk pengembangannya sangat tergantung dari guru dalam memilih mana yang tepat dengan situasi pembelajarannya serta pemahaman dari guru. Tentunya untuk dapat mengembangkan model ini perlu adanya pemahaman yang mendalam dari guru sehingga dalam mengimplementasikannya dapat dilakukan dengan baik. Untuk setiap model pembelajaran yang akan dikembangkan diperlukan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, buku, media pembelajaran, dan sebagainya. Dengan adanya perangkat pembelajaran yang tersusun dengan baik, maka guru akan dapat mengajar dengan baik.


3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut 1) Berpusat pada potensi, 2) Beragam dan terpadu, 3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu, pengetahuan, dan seni, 4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan, 5) Menyeluruh dan berkesinambungan, 6) Belajar sepanjang hayat, 7) Seimbang antara kepentingan nasional dan kpentingan daerah.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Adapun komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan antara lain 1) merumuskan tujuan kurikulum, 2) menentukan isi/ materi kurikulum, 3) proses pelaksanaan kurikulum 4) evaluasi kurikulum

Referensi :
Kosassy, S. O. (2019). Mengulas Model-Model Pengembangan Pembelajaran dan Perangkat Pembelajaran. Pelita Bangsa Pelestari Pancasila, 14(1).
Nazri, E., Azmar, A., & Neliwati, N. (2022). Komponen-komponen Kurikulum Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1289-1298.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by INDAH NUR SAPITRI -
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di sekolah dasar harus memperhatikan berbagai aspek, seperti perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak-anak. penggunaan Model Problem Based Learning kepada peserta didik di sekolah dasar sebagai solusi karena dapat mengembangkan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta (Maqbullah, 2018) sehingga pembelajaran yang dilakukan di sekolah akan menghasilkan pengetahuan yang benarbenar bermakna. PBL merupkan metode intruksional yang menantang peserta didik agar belajar untuk belajar bekerjasama dalam kelompok untuk mencari solusi bagi masalah yang nyata. Masalah digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan, kemampuan analisis, dan inisiatif peserta didik terhadap materi pelajaran. PBL mempersiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis, dan menggunakan sumber belajar yang sesuai. Gunantara dalam (Wijayanti, 2018) menyatakan bahwa, model PBL melatih peserta didik untuk memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya. untuk itu bagi guru sekolah dasar yang memilih menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning perlu terlebih dahulu metode pembelajaran Problem Based Learning merupakan salah satu metode yang efektif yang dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah dasar karena memiliki beberapa kelebihan yang dapat meningkakan kemampuan berfikir peserta didik, namun selain kelebihan tersebut, metode pembelajaran Problem Based Learning juga memiliki beberapa kelemahan terutama pada peserta didik yang memiliki minat atau motivasi belajar yang rendah, maka metode pembelajaran Problem Based Learning akan kurang efektif, untuk itu bagi guru sekolah dasar yang memilih menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning perlu terlebih dahulu.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Model pembelajaran adalah suatu kerangka atau pendekatan sistematis yang digunakan oleh pendidik atau instruktur untuk merancang, mengelola, dan mengimplementasikan proses pembelajaran. Model-model ini membantu dalam merencanakan dan mengarahkan aktivitas pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Model-model pembelajaran dapat beragam dalam pendekatannya dan dapat disesuaikan dengan berbagai konteks pembelajaran, seperti kelas, pelatihan, atau pengajaran online. Ada beberapa model yang sesuai dengan sekolah dasar yaitu PBL, PJBL, Discovery Learning, Contextual Learning dan lain-lain. 
  1. PBL, atau Project-Based Learning, adalah metode pembelajaran yang berfokus pada proyek atau tugas yang melibatkan siswa dalam menjelajahi dan memahami konsep-konsep tertentu. Metode ini dapat diadaptasi untuk digunakan dalam sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  2. PJBL adalah singkatan dari Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Luar (PJBL), juga dikenal sebagai PBL (Project-Based Learning) dalam konteks pendidikan. PJBL adalah pendekatan pembelajaran yang mengutamakan proyek atau tugas berbasis proyek sebagai metode utama untuk mengajar dan belajar. Meskipun lebih umum digunakan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi, konsep PJBL dapat dimodifikasi untuk cocok dengan tingkat sekolah dasar. PJBL di sekolah dasar dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengambil inisiatif. Ini juga dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa.
  3. Discovery learning, atau pembelajaran penemuan, adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif mencari pengetahuan dan pemahaman melalui eksplorasi, eksperimen, dan investigasi. Pendekatan ini menekankan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, yang berbeda dari pembelajaran yang lebih tradisional di mana guru memberikan informasi secara langsung kepada siswa. Discovery learning cocok untuk berbagai tingkat pendidikan, termasuk sekolah dasar.
  4. Pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan konsep-konsep dan pengetahuan dalam konteks yang relevan dan nyata, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan menerapkan materi pembelajaran. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk melihat bagaimana pengetahuan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kontekstual sangat sesuai untuk diterapkan di sekolah dasar, karena membantu siswa memahami makna dan relevansi pelajaran dalam kehidupan mereka.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dasar biasanya mengikuti ketetapan dan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah. Proses ini melibatkan berbagai tahap dan pihak yang berperan, termasuk guru, kepala sekolah, ahli pendidikan, dan badan pendidikan daerah. Penting untuk dicatat bahwa pengembangan kurikulum harus melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan komunitas sekolah. Tujuannya adalah menciptakan kurikulum yang relevan, efektif, dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional serta kebutuhan lokal. Secara idel (teoritis) perubahan kurikulum dimungkinkan terjadi setelah dilaksanakan selama sepuluh tahun, itupun harus didasari oleh hasil pengkajian dan penilaian secara mendalam. Di samping itu, kurikulum harus dinamis dan adaptif terhadap segala perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang terus berkembang. Dinamis berarti terus berkembang menuju arah yang lebih baik dan menjawab tantangan zaman, adaptif berarti mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan serta diperlukan oleh masyarakat. Tampaknya pihak Depdiknas menilai bahwa kurikulum 1994 sudah ketinggalan zaman (out of date) yang sudah tidak mampu lagi menjawab tantangan dunia yang semakin kompetitif, tidak mampu lagi menjawab kebutuhan masyarakat (Kwartolo, 2002: 79).

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen utama yang mendefinisikan rancangan dan pelaksanaannya. Berikut adalah komponen-komponen utama dalam kurikulum pembelajaran dan pengembangan:

  1. Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives/Outcomes)
  2. Materi Pembelajaran (Learning Materials)
  3. Metode Pembelajaran (Teaching Methods)
  4. Evaluasi Pembelajaran (Assessment of Learning)
  5. Penilaian dan Feedback (Assessment and Feedback)
  6. Kurikulum Inti (Core Curriculum)
  7. Ekstrakurikuler (Extracurricular Activities)
  8. Konteks dan Budaya (Context and Culture)
  9. Teknologi Pendidikan (Educational Technology)
  10. Pengembangan Profesional Guru (Teacher Professional Development)
  11. Kebijakan dan Standar Pendidikan (Education Policies and Standards)
  12. Keterlibatan Stakeholder (Stakeholder Involvement)

Afni, N. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Di Sekolah Dasar. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series (Vol. 3, No. 4, pp. 1000-1004).

Mubarak, R. (2013). Pengembangan kurikulum sekolah dasar. Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar5(2), 24.

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA -
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
NPM : 2113053251
1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang sesuai untuk siswa di sekolah dasar melibatkan sejumlah faktor penting. Pertama, penting untuk memahami dengan baik kebutuhan individual siswa, seperti kemampuan dan minat mereka. Selanjutnya, perlu ditetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan sesuai dengan kurikulum. Dalam pengajaran, variasi dalam strategi pembelajaran sangat dianjurkan, seperti penggunaan beragam metode seperti ceramah, diskusi, proyek, dan eksperimen. Siswa harus aktif terlibat dalam pembelajaran dan diberikan umpan balik secara teratur untuk meningkatkan kemajuan mereka. Kolaborasi dengan orang tua juga penting, dan pembelajaran berbasis masalah dapat memperkuat pemahaman siswa. Keamanan dan kesejahteraan siswa harus selalu menjadi prioritas, dan model pembelajaran perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala. Guru juga harus terus mengembangkan keterampilan mereka dan berpartisipasi dalam pelatihan profesional. Keseluruhan, pendekatan pembelajaran harus fleksibel untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Model pengembangan pembelajaran yang cocok untuk sekolah dasar adalah pendekatan yang khusus dirancang untuk memenuhi keperluan dan perkembangan anak-anak di tingkat ini. Berikut adalah beberapa elemen penting dari model pengembangan pembelajaran yang sesuai untuk sekolah dasar:

  • Kurikulum yang Relevan: Kurikulum harus disusun dengan mempertimbangkan tahap perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional siswa di sekolah dasar. Ini harus mencakup berbagai mata pelajaran seperti matematika, ilmu pengetahuan, bahasa, seni, olahraga, dan keterampilan sosial.
  • Pembelajaran Berdasarkan Kompetensi: Model ini perlu berfokus pada perkembangan kompetensi dasar yang diperlukan dalam berbagai bidang. Ini berarti siswa harus memahami dan menguasai keterampilan dasar yang diperlukan untuk menjadi pembaca yang baik, pemecah masalah yang handal, dan individu yang kreatif.
  • Pembelajaran yang Aktif: Diperlukan dorongan agar siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dicapai melalui beragam metode, termasuk proyek, eksperimen, permainan edukatif, diskusi, dan aktivitas praktis yang relevan dengan materi pembelajaran.
  • Pembelajaran Kolaboratif: Mendorong kolaborasi antara siswa adalah bagian penting dari pendekatan ini. Ini membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah bersama.
  • Partisipasi Siswa yang Aktif: Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih proyek atau topik yang mereka minati, memberikan mereka lebih banyak kendali atas proses pembelajaran mereka. Ini bisa meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
  • Evaluasi Formatif: Guru harus secara berkala mengevaluasi kemajuan siswa untuk memantau perkembangan mereka. Evaluasi ini harus melibatkan berbagai metode, seperti ujian, tugas, proyek, dan penilaian kinerja. Siswa juga perlu mendapatkan umpan balik agar mereka dapat memahami di mana mereka berada dan bagaimana mereka bisa memperbaiki diri.
  • Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran: Model ini dapat mengintegrasikan teknologi pendidikan yang sesuai untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran, seperti perangkat lunak pendidikan, materi video, atau platform pembelajaran online.
  • Dukungan Khusus: Siswa yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus atau kesulitan belajar harus mendapatkan dukungan tambahan yang sesuai. Ini bisa termasuk bimbingan individu, program remedial, atau penyesuaian dalam metode pengajaran.
  • Keterlibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam pendidikan anak-anak di sekolah dasar sangat penting. Orang tua harus terlibat dalam penyusunan kurikulum, mendukung proses pembelajaran di rumah, dan menjalin komunikasi teratur dengan guru.
  • Lingkungan Belajar yang Aman dan Mendukung: Sekolah harus menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung yang memungkinkan setiap siswa merasa diterima dan berkembang.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar
  • Pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan dengan ketetapan pemerintah di sekolah dasar adalah proses yang melibatkan beberapa langkah penting:
  • Pemahaman Pedoman Pemerintah: Pahami dengan cermat pedoman, standar, dan kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ini mencakup pemahaman terhadap tujuan pendidikan nasional.
  • Identifikasi Kebutuhan Lokal: Pertimbangkan kebutuhan, budaya, dan kondisi lokal siswa serta komunitas sekolah. Ini akan membantu dalam menyesuaikan kurikulum dengan konteks setempat.
  • Pembentukan Tim Pengembangan: Bentuk tim khusus yang terdiri dari guru, ahli pendidikan, administrator, dan mungkin juga orang tua siswa. Tim ini akan bekerja sama dalam merancang kurikulum yang sesuai.
  • Penentuan Mata Pelajaran dan Tujuan Pembelajaran: Pilih mata pelajaran yang akan diajarkan dan tetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur yang sesuai dengan standar kompetensi nasional.
  • Metode Pengajaran yang Tepat: Kembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan gaya belajar siswa, termasuk pendekatan berbasis proyek, diskusi kelompok, eksperimen, atau teknologi pendidikan.
  • Evaluasi Formatif: Rancang alat evaluasi formatif untuk mengukur pemahaman siswa secara berkala dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
  • Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat: Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pengembangan kurikulum untuk mendapatkan masukan, dukungan, dan perspektif yang beragam.

Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah upaya untuk memastikan bahwa siswa di sekolah dasar mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional dan memenuhi kebutuhan lokal mereka. Hal ini juga dapat memastikan kualitas pendidikan yang konsisten di seluruh negara.
Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah upaya untuk memastikan bahwa siswa di sekolah dasar mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional dan memenuhi kebutuhan lokal mereka. Hal ini juga dapat memastikan kualitas pendidikan yang konsisten di seluruh negara.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
  1. Komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan dapat disusun dengan memperhatikan beberapa hal berikut:
  2. Komponen tujuan: Berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dari pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus jelas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  3. Komponen isi kurikulum atau materi pembelajaran: Berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
  4. Komponen metode atau strategi pencapaian: Berhubungan dengan implementasi kurikulum. Komponen strategi berhubungan dengan langkah-langkah yang dilakukan pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran.
  5. Komponen evaluasi: Berhubungan dengan penilaian hasil pembelajaran secara berkala dan memberikan umpan balik yang tepat dan konstruktif.
Dalam pengembangan kurikulum, perlu diperhatikan bahwa kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta lingkungan sekitar. Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang tepat dan penerapan prinsip-prinsip PAIKEM dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik di Sekolah Dasar.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

1. Ada berbagai metode pembelajaran yang efektif, diantaranya yaitu ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperimen, demonstrasi, tanya jawab, dan lainnya. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat, yaitu:
a. Sesuaikan dengan Materi Pelajaran dan Tujuannya.
Terdapat materi pelajaran yang dapat dijelaskan lebih efektif dan efisien menggunakan satu atau dua metode pembelajaran.
b. Memahami Karakter dan Kemampuan Siswa.
Memahami karakter dan kemampuan siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengamatan, pendekatan, uji potensi diri, dan lain sebagainya. Jika siswa memang cenderung aktif, maka metode pembelajaran yang cocok dapat berupa diskusi atau eksperimen.
c. Pertimbangkan Ketersediaan Sarana Belajar.
Cara menentukan metode pembelajaran yang tepat bagi anak-anak juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana belajar di ruang kelas
Metode demonstrasi atau eksperimen langsung biasanya dilakukan ketika sarana pendukung tersedia lengkap di sekolah. Namun, jika tidak ada sarana atau perlengkapan pendukung, maka dua metode pembelajaran ini sulit dilakukan.
d. Perhatikan Alokasi Waktu Belajar yang Dimiliki.
Pertimbangan dalam memilih model pembelajaran lainnya adalah alokasi waktu belajar.

2.Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: (1) model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning), (2) model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL), (3) model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning/PJBL).

Selain 3 model yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang lain, seperti Cooperative Learning yang mempunyai berbagai metode seperti: Jigsaw, Numbered Head Together (NHT), Make a Match, Think-Pair-Share (TPS), Example not Example, Picture and Picture, dan lainnya.

3. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum dan kegiatan yang dilakukan di dalamnya, dengan tujuan untuk menghasilkan dan menyesuaikan perkembangan pembelajaran sehingga memberikan kondisi belajar mengajar yang lebih baik. Pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan konsep yang akan ditempuh atau dipilih oleh suatu lembaga pendidikan agar pengembangan kurikulum menjadi lebih terarah dan terukur.
Pengembangan kurikulum merupakan inti dalam penyelenggaraan pendidikan. Ada beberapa landasan
utama dalam pengembangan suatu kurikulum, yaitu landasan filosofis, psikologis, sosial-budaya, serta
perkembangan ilmu dan teknologi. Landasan tersebut dihasilkan melalui pemikiran dan penelitian yang
bersifat mendalam dan komprehensif, yang pada hakikatnya berupa bahan pertimbangan terhadap faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh para
pengembang kurikulum dalam mengembangkan kurikulum pada lembaga pendidikan, baik secara makro maupun mikro.
Pengembangan kurikulum dapat tergolong sukses jika Implementasi kurikulum di sekolah berjalan baik
dan salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum adalah
kepemimpinan kepala sekolah, terutama dalam mengordinasikan, menggerakan, dan menyelaraskan
semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu
faktor penetu yang dapat menggerakan semua sumber
daya sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan
dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.

4. Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu (a) tujuan; (b) materi;
(c) strategi pembelajaran; (d) organisasi kurikulum, dan (e) evaluasi. Kelima
komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
Berikut ini adalah uraian mengenai tiap-tiap komponen kurikulum tersebut.
a). Komponen tujuan
Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan
segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atautidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut.
b) Komponen isi/materi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak
didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi
kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program
tiap-tiap bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan
dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
c). Komponen media (sarana dan prasarana)
Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh
peserta didik.
d). Komponen strategi pembelajaran
Strategi/metode/model pembelajaran sangat ditentukan oleh karakteristik
substansi yang akan diajarkan dan karakteristik siswanya. Tidak ada satu pun strategi/metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajarkan
semua substansi pelajaran secara sama baiknya.
e). Komponen proses belajar mengajar
Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan-
perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan
proses belajar mengajar merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan
kurikulum.
f). Komponen evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian
terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat
ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by PUTRI ADELIA RIZALDY -
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pembelajaran berpusat pada siswa yang dikemabangkan dewasa ini, belum menyentuh ranah karakter. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan karakter siswa. Ada banyak model pembelajaran yang tepat diberikan pada peserta didik, yaitu:
-Problem Based Learning (PBL)
-Project Based Learning (PjBL)
-Discovery Learning,
-Inquiry Learning.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar
a. Model Pembelajaran Discovery/Inquiry
Model pembelajaran Discovery/Inquiry merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan tingkah laku (Hanafiah dan Suhana, 2009: 77)
b. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Dalam model ini, siswa mengerjakan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inquiry dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri
c. Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang dilakukan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan cara membuat karya atau proyek terkait dengan materi ajar dan kompetensi.
d. Model Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dengan cara mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antar pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah
Secara idel (teoritis) perubahan kurikulum dimungkinkan terjadi setelah dilaksanakan selama sepuluh tahun, itupun harus didasari oleh hasil pengkajian dan penilaian secara mendalam. Di samping itu, kurikulum harus dinamis dan adaptif terhadap segala perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang terus berkembang. Dinamis berarti terus berkembang menuju arah yang lebih baik dan menjawab tantangan zaman, adaptif berarti mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan serta diperlukan oleh masyarakat.
a. Memahami standar kurikulum nasional dan pedoman yang berlaku.
b. Menyesuaikan tujuan pembelajaran dengan karakteristik siswa SD.
c. Pemilihan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum nasional.
d. Pengembangan bahan ajar yang cocok dengan tingkat perkembangan siswa.
e. Penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan metode pengajaran yang digunakan.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan
Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu (a) tujuan; (b) materi; (c) strategi pembelajaran; (d) organisasi kurikulum, dan (e) evaluasi. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
a. Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk
mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum lembaga pendidikan, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.
b. Isi
kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program tiap-tiap bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada
c. Komponen media (sarana dan prasarana)
Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
d. Komponen strategi pembelajaran
Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran, tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan, baik yang secara umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran.
e. Komponen proses belajar mengajar
Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan-perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by FADHILA OCTAVIANA -
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Kelas : 5G

Izin menjawab pertanyaan dari bapak,

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab :

Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Tujuan penggunaan model pembelajaran sebagai strategi bagaimana pembelajaran yang dilaksanakan dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih, bijaksana dan membangun keterampilan sosial serta komitmen (Joice& Wells). 

Memilih atau menentukan model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi Kompetensi Dasar (KD), tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran, sifat dari materi yang akan diajarkan, dan tingkat kemampuan peserta didik.

Dan perlu kita ketahui, bahwa tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu.Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab :

Sekolah Dasar atau SD merupakan jenjang pendidikan awal bagi anak. Maka dari itu, sistem pembelajaran di SD harus menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Guru yang mengajar di sekolah dasar harus mengetahui metode pembelajaran yang tepat.

Oleh karena itu, model pembelajaran yang cocok dalam kurikulum 2013 ini yaitu model pembelajaran yang diketengahkan meliputi model Pembelajaran discovery atau inquiry, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran kontekstual, dan model pembelajaran kooperatif.


3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawab :

Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang esensial dari progam pendidikan. Sasaran yang ingin dicapai bukanlah semata-mata memproduksi bahan pelajaran melainkan lebih untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Perkembangan kurikulum menyangkut banyak faktor, misalnya mempertimbangkan isu-isu mengenai kurikulum, siapa yang terlibat, bagaimana proses, tujuan, kepada siapa kurikulum itu ditujukan. Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan untuk menyempurnakan atau mengubah kurikulum dari waktu ke waktu. Kurikulum sekolah dasar di Indonesia telah mengalami banyak perubahan.
Sejak era kemerdekaan, rangkaian perubahan kurikulum SD terus berkembang berawal dari Kurikulum pada awal kemerdekaan, hingga K13 dan sekarang yang sedang diterapkan baru baru ini yaitu Kurikulum Merdeka.


4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawab :

Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan memiliki komponen pokok yang saling berkaitan, berinteraksi dalam rangka mendukung tercapainya tujuan.

Terdapat beberapa komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan, yaitu :
A. Komponen tujuan
Kurikulum merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyaknya pencapaian tujuan-tujuan tersebut.
B. Komponen isi/materi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program tiap-tiap bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
C. Komponen media (sarana dan prasarana) Media merupakan sarana perantara dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pemakaian media dalam pengajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan pada peserta didik akan mempermudah peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran.
D. Komponen strategi pembelajaran Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran. Strategi/metode/model pembelajaran sangat ditentukan oleh karakteristik substansi yang akan diajarkan dan karakteristik siswanya.
E. Komponen proses belajar mengajar Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran, sebab diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan- perubahan tingkah laku pada diri peserta didik.
F. Komponen evaluasi Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Erina Prihatmi -
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 5G/PGSD

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat bagi siswa sekolah dasar dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan siswa ditinjau dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berdasarkan materi yang diajarkan.
Pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
a. Memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih.
b. Menyesuaikan model pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik. Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik (mengajar pada tingkat yang tepat) adalah pendekatan pengajaran yang berpusat pada keterampilan peserta didik sehingga peserta didik dapat memahami materi dengan baik.
c. Menggunakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik. Pembelajaran inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dengan aliran konstruktivisme, menurut berbagai penelitian mampu mengembangkan keterampilan berpikir.
d. Mengungkapkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai karakter peserta didik.
Dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat, guru perlu memperhatikan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir dan nilai karakter yang penting untuk kehidupan di masa depan.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Model pengembangan pembelajaran PKN di SD yang sesuai dengan sekolah dasar dapat disesuaikan karakteristik dengan peserta didik dan tujuan pembelajaran. Berikut adalah beberapa model pembelajaran PKN di SD yang sesuai dengan sekolah dasar :
a. Model pembelajaran kontekstual Model pembelajaran kontekstual materi pembelajaran dengan situasi atau konteks kehidupan nyata peserta didik. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat membantu peserta didik untuk memahami bagaimana konsep-konsep PKN dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Model pembelajaran kooperatif Model pembelajaran kooperatif melibatkan peserta didik dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama-sama. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat membantu peserta didik untuk memahami pentingnya kerjasama dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Model pembelajaran portofolio Model pembelajaran portofolio melibatkan peserta didik dalam membuat kumpulan hasil kerja atau portofolio yang mencakup berbagai aspek pembelajaran. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
d. Problem Based Learning (PBL), model ini dikembangkan untuk siswa agar dapat menganalisis berbagai permasalahan dunia nyata yang ada. Hal ini cocok diterapkan pada sekolah dasar karena pemikiran siswa masih belum kompleks.
e. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL), model ini mengarahkan siswa untuk belajar melalui proyek yang berhubungan dengan dunia nyata. Pada tingkat sekolah dasar, dapat dipastikan siswa akan menikmati pembelajaran jika model ini dikembangkan.
Dalam memilih model pembelajaran PKN di SD yang sesuai dengan sekolah dasar, pendidik perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Selain itu, pendidik juga dapat mengkombinasikan beberapa model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pengembangan kurikulum di sekolah dasar dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar yang diacu dalam kurikulum pengembangan adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait kurikulum di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk memulihkan pembelajaran dan menciptakan transformasi pendidikan yang lebih baik. Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan tertentu, seperti pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter. Selama proses pembelajaran, guru akan melakukan asesmen formatif secara berkala untuk mengetahui kemajuan pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran jika diperlukan.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen penting yang harus dipahami oleh guru sebagai perancang dan pengembang kurikulum pada satuan pendidikan/sekolahnya. Berikut adalah beberapa komponen utama kurikulum dan pengembangan :
a. Tujuan: Komponen ini berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran. Tujuan kurikulum yang baik memiliki kesesuaian dengan falsafah negara dan mewarnai keseluruhan komponen-komponen lainnya.
b. Isi/Materi: Komponen ini berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum mencakup semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada setiap isi mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
c. Strategi Pembelajaran: Komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum. Strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan isi/materi yang diajarkan.
d. Evaluasi: Komponen ini ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses penerapan kurikulum secara keseluruhan. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan.
e. Organisasi Kurikulum: Komponen ini berhubungan dengan pengaturan dan penyusunan kurikulum secara sistematis dan terstruktur. Organisasi kurikulum meliputi pengaturan waktu, pengaturan materi, dan pengaturan strategi pembelajaran.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Ernawati.21 Ernawati.21 -

Nama : Ernawati 

NPM : 2113053203

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar

Dalam memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai harus memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas dan media yang tersedia, serta kondisi guru itu sendiri. Model pembelajaran tidak akan berjalan efektif tanpa didukung oleh kurikulum dan penerapan yang tepat oleh pendidik. Oleh karena itu model pembelajaran harus dikembangkan, diperbaharui dan memilih konsep sesuai dengan minat dan efektivitas siswa agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat terlaksana dengan maksimal. Saat ini ada beberapa macam model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Contextual Teaching and Learning (TCL), Discovery Learning, Cooperative Learning.


2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

Saat ini banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar terutama di sekolah dasar. Tentunya dalam penerapan model pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, materi yang diajarkan, kesiapan guru dan siswa serta kurikulum yang digunakan. Dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai siswa dapat lebih aktif dan memahami materi yang dipelajari sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Model pembelajaran yang sesuai dengan siswa sekolah dasar saat ini yaitu model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Laearning). Pembelajaran kontekstual dapat mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila siswa diberikan kebebasan untuk menemukan serta mempelajari muatan materi dan menghubungkannya dengan konteks keseharian siswa, maka siswa dapat termotivasi dan terpacu untuk belajar. Kelebihan dari model pembelajaran kontekstual ini dapat menekankan aktivitas berpikir siswa secara penuh baik fisik maupun mental, dapat menjadikan siswa belajar bukan dengan menghafal melainkan proses berpengalaman dalam kehidupan nyata, materi pelajaran ditentukan oleh siswa sendiri bukan hasil pemberian orang lain. Selain model pembelajaran kontekstual ada pula model inkuiri yang sesuai untuk siswa sekolah dasar karena menuntut siswa aktif terlibat didalamnya.


3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Pengembangan kurikulum di sekolah dasar mencakup tiga kegiatan pokok yaitu merumuskan tujuan sekolah atau standar kompetensi lulusan di sekolah tersebut, penetapan isi dan struktur program, penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 38 ayat 2 disebutkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen Agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Di Indonesia, kurikulum terus menerus mengalami pengembangan. Saat ini di jenjang sekolah dasar terdapat dua kurikulum yang masih digunakan yaitu kurikulum 2013 revisi dan yang terbaru kurikulum merdeka. Kebijakan pengembangan kurikulum 2013 revisi ke kurikulum merdeka didasarkan pada keputusan Kemendikbudristek RI Nomor 56/M/2022 dalam rangkah pemulihan pembelajaran. Pada kurikulum merdeka ini sekolah mengutamakan pada pembelajaran berbasis proyek untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.


4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

a. Komponen tujuan, komponen ini dimaksudkan bahwa kurikulum adalah suatu program untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan tersebut yang dijadikan arah atau acuan dalam segala kegiatan pendidikan yang dilaksanakan.

b. Komponen isi/materi, isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program tiap-tiap bidang studi yang disesuaikan dengan jenis, jenjang, dan jalur pendidikan.

c. Komponen media (sarana prasarana), komponen ini dijadikan sebagai perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

d. Komponen strategi pembelajaran, strategi pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik secara umum maupun yang khusus dalam pengajaran.

e. Komponen proses belajar mengajar, komponen ini cukup penting dalam sistem pembelajaran karena melalui proses belajar mengajar diharapkan akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan komponen ini adalah indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum.

f. Komponen evaluasi, komponen ini dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum tersebut.


In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by INDIKA SALSABILA -
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas : 5G/PGSD

1.      Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Cara memilih pengembangan model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik adalah dengan cara menyesuaikan dengan kondisi peserta didik, mencari tahu apa yang mereka butuhkan, dan materi apa yang akan diajarkan. Dengan begitu guru akan tahu model apa yang tepat untuk digunakan dan peserta didik juga akan lebih mudah dalam proses pembelajaran. Apalagi jika guru menggunakan model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk aktif dan mencoba, hal tersebut akan membuat peserta didik lebih senang dan semangat dalam belajar.


2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

Untuk model pengembangan pembelajaran PKn sendiri untuk sekolah dasar memiliki beberapa model, yaitu :

a.       Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

model pembelajaran Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat tim ahli dan tim awal.

Langkah-langkah pembelajaran model jigsaw pada pelajaran PKn berbasis multikultural sebagai berikut: 1) Siswa membaca materi ajar tentang keragaman budaya di Indonesia dari modul atau bahan ajar yang sudah disiapkan guru 2) Membentuk kelompok dan pembagian tugas kelompok serta dibimbing oleh oleh guru, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa (kelompok asal). Setiap siswa dalam kelompok diberi tugas mempelajari materi yang berbeda - beda. 3) Siswa berkumpul dengan anggota kelompok lain yang sama dengan materi atau tugasnya, berdiskusi dan memahami bersama anggota kelompok ahli sesuai dengan tugasnya. 4) Siswa kembali ke kelompok asal untuk melaporkan tugasnya masing-masing hasil diskusi di kelompok ahli kepada teman-temannya di kelompok asal. 5) Kelompok asal berdiskusi untuk menyimpulkan hasil pembelajaran, guru meluruskan pendapat siswa yang menyimpang.

b.      Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning

Model pembelajaran ini juga cocok untuk diterapkan di pelajaran PKn SD, dikarenakan siswa dengan model ini harus bisa menghubungkan wawasan dan juga pengalaman kehidupan pribadi masing – masing. 

  

3.  Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

pengembangan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa. Untuk pengembangan kurikulum sekolah dasar harus disesuaikan dengan peraturan pemerintah, yang dimana untuk tingkat sekolah dasar harus sesuai dengan peserta didik sekolah dasar. Artinya dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum guru harus bisa melakukan inovasi atau kreatifitas tertentu untuk memaksimalkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan peserta didik .Misalnya dalam kurikulum merdeka, pemerintah memperbolehkan untuk sekolah untuk mendesain proses pembelajaran sendiri, yang dimana dari hal tersebut guru harus bisa mengembangkan pelajarannya sendiri sesuai dengan aturan dalam kurikulum merdeka.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

a.       Komponen tujuan

Ialah sasaran yang harus dicapai dari pelaksanaan kurikulum.

b.      Komponen Isi/Materi

Isi dari kurikulum harus memiliki tiga komponen, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan nilai ( moral atau etika).

c.       Komponen Media ( sarana dan prasarana)

Komponen ini memiliki maksud untuk mempermudah dan mendukung proses pembelajaran.

d.      Komponen Proses atau Strategi Pembelajaran

Strategi yang tepat akan mempermudah untuk mencapai tujuan pembelajaran

e.       Evaluasi

Evaluasi dilihat untuk menilai keberhasilan atau tidaknya suatu kurikulum.


Referensi :

Ardiawan, I. K. N., Kristina, P. D., & Swarjana, I. G. T. (2020). Model pembelajaran jigsaw

sebagai salah satu strategi pembelajaran pkn di sekolah dasar. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar1(1), 57-64.

 

Soleha, F., Akhwani, A., Nafiah, N., & Rahayu, D. W. (2021). Model Pembelajaran

Contextual Teaching And Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu5(5), 3117-3124.


In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Lisa Ariyanti -
Nama: Lisa Ariyanti
NPM: 2113053083
izin menjawab;
1. model pembelajaran inkuiri yang mana model ini menekankan pada proses berpikir, mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis. sehingga model ini cocok untuk mengembangkan pembelajaran PKN di Sd, sebab dengan model ini kita dapat melatih siswa untuk dapat berpikir kritis dan tentunya juga mampu membuat siswa memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia yang baik maupun hak dan kewajibannya di sekolah atau rumah.

2. model pengembangan yang sesuai dengan Sekolah Dasar ini bisa menggunakan model inkuiri, ceramah, pjbl, atau discovery learning dll. model-model ini bisa dikembangkan sesuai dengan sekolah dasar atau tingkatan di dalamnya. seperti di kelas rendah dapat menggunakan model pembelajaran pjbl, dimana peserta didik diminta untuk mencocokkan gambar lambang sila 1-5 beserta dengan bunyi sila tersebut. kemudian, di kelas tinggi bisa untuk peserta didik disediakan suatu permasalahan dan peserta didik diminta untuk memberikan tanggapannya.

3. pengembangann kurikulum ini merupakan perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa. pengembangan kurikulum ini tentu melalui beberapa tahapan yaitu, perumusan tujuan, menentukan isi, memilih kegiatan dan merumuskan evaluasi. tentunya tahap perumusan ini perlu dirumuskan terlebih dahulu akan apa tujuan pengembangan ini dan dianalisis atau dikaji terlebih dahulu, dilanjut dengan menentukan isi pengembangan ini, memilih kegiatan apa yang akan ditinjau atau dikembangkan dan terakhir adalah tahap evaluasi dari pengembangan kurikulum ini. setelah semua tahapan ini dilakukan, pada tahap evaluasi ini akan melihat apakah ini cocok untuk diterapkan atau perlu ditinjau kembali untuk bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai.

4. kurikulum pembelajaran adalah seperangkat atau suatu sistem rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang dapat dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar. intinya kurikulum ini adalah rencana pembelajaran.
komponen kurikulum antara lain; tujuan, materi, strategi pembelajaran, organisasi kurikulum, dan evaluasi. kelimanya memiliki kaitan erat satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan, kurikulum ialah rancangan pengalaman yang akan dihayati oleh siswa.
-Tujuan ini adalah hal yang ingin dicapai.
-Materi ini berisi materi pelajaran, materi ajar, kegiatan belajar atau pengalaman belajar.
-Strategi ini adalah langkah atau cara yang akan ditempuh untuk mencapai indikator yang telah dirumuskan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
-Organisasi kurikulum ini atau bisa disebut dengan susunan mata pelajaran, materi ajar dan kegiatan belajar
-Evaluasi.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by VINKA VRISILIA -
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Dalam pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik tentunya memperhatikan beberapa faktor seperti: kebutuhan, perkembangan dan tujuan tapi hal yang paling utama yaitu kita sebagai calon pendidik harus mengenali terlebih dahulu peserta didik seperti minat dan tingkat pemahaman mereka. Tetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik kemudian gunakan pendekatan dengan hal yang menarik seperti cerita, permainan dan proyek.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar harus dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik karena setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang berbeda. Seperti contoh model pembelajaran aktif kita berharap sebagai guru peserta didik aktif dalam semisal berdiskusi berkelompok tetapi terkadang ada beberapa peserta didik yang masih belom aktif


3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Pengembangan kurikulum sekolah dasar yang telah disesuaikan dengan ketetapan pemerintah melibatkan serangkaian langkah dan proses untuk memastikan bahwa kurikulum tersebut memenuhi standar pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
1. Analisis standar Pemerintahan
2.konsultasi dan partisipasi
3. Identifikasi Tujuan Pembelajaran
4.Penentuan materi
5. Pengembangan Rencana
6.Penyusunan bahan ajar
Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan ketetapan pemerintah adalah proses yang berkelanjutan dan harus selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan dalam pendidikan dan tuntutan pemerintah. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa di sekolah dasar mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan standar nasional.
4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Kurikulum pembelajaran dan pengembangan terdiri dari beberapa komponen utama yang membentuk rencana pendidikan di suatu lembaga atau sistem pendidikan. Berikut komponen nya yaitu:
Tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode,evaluasi dan penilaian,aktivitas, struktur kurikulum.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by FRENIKA SUPIYATI -
Nama : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
Kelas : 5 G


1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar? setiap anak itu mempunyai keunikannya masing-masing, baik dalam hal kecerdasan, bakat, kecakapan-kecakapan hasil belajarnya, sikap, minat, emosi-perasaan, motif serta penghayatannya akan nilai-nilai, keterampilan fisik dan sosial serta perbedaan gaya belajarnya. Pengembangan perbedaan individual siswa dapat dikembangkan guru melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi. Dalam proses pembelajaran guru memilki peran yang sangat penting dalam mengakomodasi perbedaan yang dibawa oleh masing masing anak, dalam hal ini adalah gaya belajarnya. Akomodasi gaya belajar siswa dapat dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran yang efektif yang berpusat pada keaktifan siswa dan kekreatifan guru dalam mengajar.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Model pembelajaran PPKn dalam mengembangkan karakter siswa di kelas dengan menggunakan metode daring dengan menggunakan : (1) Model Pembelajaran Kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama
saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan atau inkuiri (Purnamasari, 2014); (2) Metode Problem Solving. Model Pembelajaran problem solving adalah sala satu pendekatan yang dalam sebuah pembelajaran kelompok dan membutuhkan kemampuan yang sederhana serta bisa dilakukan oleh semua peserta didik dalam mengemukakan pertanyaan tersebut sesuai dengan materi yang dipelajarinya (Putra, 2018); (3) Metode Pemecahan Masalah. Metode pemecahaman masalah atau Problem Solving sendiri adalah penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa. Di sisi lain, pemecahan masalah juga diartikan sebagai model pembelajaran yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara nalar (Anwar, 2017);

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Sekolah dapat mengembangkan pendidikan dasar yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah, dengan menyelenggarakan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekolah. Dan untuk pembelajaran, pengembangan kurikulum di kelas dapat dilakukan oleh guru dengan membuat modul pembelajaran, dengan memperhatikan kebutuhan siswa dan ketersediaan fasilitas di sekolah. Guru juga bisa sekreatif mungkin dalam mengembangkan indikator, media, strategi, dan lain-lain untuk menciptakan pembelajaranlebih efektif.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
 komponen tujuan, komponen yang dijadikan arahan atau acuan dalam kegiatan pendidikan yang dilaksanakan.
 Komponen isi atau materi, komponen yaitu segala sesuatu yang diterima siswa dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan.
 Komponen media (prasarana), merupakan alat perantara dalam pengajaran untuk menjelaskan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami.
 Komponen strategi pembelajaran, komponen yang berkaitan dengan pendekatan dan metode yang digunakan dalam pembelajaran.
 Komponen proses belajar mengajar
 Komponen evaluasi, yaitu komponen untuk memantau tingkat pencapaian tujuan pendidikan melalui kurikulum terkait.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Alifah Puji Astuti -
Nama: Alifah Puji Astuti
Npm: 2113053173

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Dalam mengajarkan suatu konsep atau materi tertentu tidak ada satu model pembelajaran yang lebih baik daripada model pembelajaran lainnya. Berarti untuk setiap model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang lebih cocok dan dapat dipadukan dengan model pembelajaran yang lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan seperti materi pelajaran, jam pelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa, ling- kungan belajar, dan fasilitas penunjang yang tersedia. Dalam pengembangan model pembelajaran yang tepat, perlu diingat bahwa model pembelajaran harus dapat memfasilitasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, serta memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran juga harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar
banyak jenis model pembelajaran yang cocok untuk peserta didik SD tetapi tidak semua model bisa diterapkan dalam semua pembelajaran, harus disesuaikan kembali dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, Dalam memilih model pembelajaran PKN di SD yang sesuai dengan sekolah dasar, pendidik perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Selain itu, pendidik juga dapat mengkombinasikan beberapa model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Dalam implementasinya, perencanaan dalam pengembangan kurikulum meliputi tiga perencanaan, yakni perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Perencanaan kurikulum jangka panjang merupakan kurikulum yang dikembangkan secara nasional dengan istilah “Standar Muatan Nasional”. Standar tersebut berbentuk kerangka kerja yang memberikan informasi umum mengenai keseluruhan mata pelajaran yang harus dipelajari (muatan), apa yang perlu diketahui pada setiap mata pelajaran (topik atau aspek), maupun apa yang perlu dilakukan pada setiap mata pelajaran (kompetensi). Perencanaan kurikulum jangka menengah atau sering disebut kurikulum mikro berkaitan dengan kerangka kerja tentang program-program belajar untuk setiap semester dan kelas, termasuk penetapan jumlah mata pelajaran yang akan diajarkan. Perencanaan kurikulum jangka menengah ini sering disebut silabus (pengembangannya akan dibahas bersamaan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP). Silabus harus memperlihatkan rincian apa yang akan dilakukan peserta didik selama satu periode tertentu sepanjang satu semester pada setiap pelajaran. Adapun perencanaan kurikulum jangka pendek sering disebut rencana pelaksanaan pembelajaran/lesson plan dan disingkat dengan RPP. RPP disusun oleh guru secara individu atau kelompok yang berkaitan dengan pertanyaan apa tujuan/kompetensi yang harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, dan bagaimana cara mengetahui pencapainya?

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
a. Tujuan Langkah awal dalam pengembangan kurikulum adalah menentukan tujuan. Dengan kata lain, kurikulum merupakan program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan. Tujuan tersebut akan menjadi acuan dan dasar kegiatan pendidikan.
b. Isi program kurikulum adalah segala materi yang akan diberikan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan (Dit. PSMP, 2009:12-13).
c. Organisasi kurikulum merupakan struktur program kurikulum yang berupa kerangka program pengajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik (Dit. PSMP, 2009:13).
d. Strategi dalam hal ini merujuk pada strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah, yang berkaitan dengan cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode pengajaran, dan pemanfaatan media pembelajaran.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ALIF KURNIADI HILABY21 -
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. Memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih.
2. Menyesuaikan model pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik. Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik (teaching at the right level) adalah pendekatan pengajaran yang berpusat pada kemampuan peserta didik sehingga peserta didik dapat memahami materi dengan baik.
3. Menggunakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik. Pembelajaran inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dengan aliran konstruktivisme, menurut berbagai penelitian mampu mengembangkan keterampilan berpikir.
4. Mengembangkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai karakter peserta didik. Salah satu contoh pengembangan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai karakter peserta didik adalah model SCAPBERMAS pada pembelajaran tematik muatan IPS.
Dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat, guru perlu memperhatikan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir dan nilai karakter yang penting untuk kehidupan di masa depan.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

Terdapat beberapa model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar, di antaranya:
1. Model ASSURE
Model ini merupakan model desain pembelajaran yang bersifat praktis dan mudah diimplementasikan dalam mendesain aktivitas pembelajaran yang bersifat individual maupun klasikal. Dalam menganalisis karakteristik siswa sangat memudahkan untuk menentukan metode, media, dan bahan ajar yang akan digunakan, sehingga dapat menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik.
2. Model ADDIE
Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik. Tahap pertama dalam model ini adalah untuk menentukan kompetensi apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
3. Model Kemp
Model ini memungkinkan penggunanya untuk memulai kegiatan desain dari komponen yang mana saja. Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik.
4. Model Four-D
Model ini merupakan model pengembangan pembelajaran yang terdiri dari empat tahap, yaitu Define, Design, Develop, dan Deliver. Model ini dapat membantu guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran yang efektif dan efisien.
5. Model Jerold E. Kamp, dkk
Model ini merupakan model desain sistem pembelajaran yang memungkinkan penggunanya untuk memulai kegiatan desain dari komponen yang mana saja. Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik.
Dari beberapa model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar, guru dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa serta materi yang akan diajarkan.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Pengembangan kurikulum di sekolah dasar dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar yang diacu dalam pengembangan kurikulum adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Kebijakan pemerintah terkait kurikulum di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk memulihkan pembelajaran dan menciptakan transformasi pendidikan yang lebih baik. Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan tertentu, seperti pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter. Selama proses pembelajaran, guru akan melakukan asesmen formatif secara berkala untuk mengetahui progres pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen penting yang harus dipahami oleh guru sebagai perancang dan pengembang kurikulum pada satuan pendidikan/ sekolahnya. Berikut adalah beberapa komponen utama kurikulum pembelajaran dan pengembangan:
1. Tujuan: Komponen ini berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran. Tujuan kurikulum yang baik memiliki kesesuaian dengan falsafah negara dan mewarnai keseluruhan komponen-komponen lainnya.
2. Isi/Materi: Komponen ini berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
3. Strategi Pembelajaran: Komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum. Strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan isi/materi yang diajarkan.
4. Evaluasi: Komponen ini ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses implementasi kurikulum secara keseluruhan. Hasil dari evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan.
5. Organisasi Kurikulum: Komponen ini berhubungan dengan pengaturan dan penyusunan kurikulum secara sistematis dan terstruktur. Organisasi kurikulum meliputi pengaturan waktu, pengaturan materi, dan pengaturan strategi pembelajaran.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Liyana Qayyimah -
Nama : Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 5G/PGSD

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Dalam mengembangkan model pembelajaran untuk peserta didik di sekolah dasar pendidik harus menyesuaikan dengan tujuan dari materi pelajaran yang akan diberikan, kemudian pendidik perlu memahami kompetensi peserta didik dan karakternya. Lalu penting juga untuk mempertimbangkan ketersediaan waktu, sarana dan prasana di sekolah agar model pembelajaran dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Contohnya seperti model kontekstual dengan pendidik yang menghubungkan materi pelajaran sesuai dengan kehidupan sehari-hari, dengan penggunaaan model ini peserta didik akan lebih aktif karena akan menimbulkan pertanyaan berdasarkan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
1. Model collaborative learning dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk emecahkan suatu permalsalahan yang disajikan oleh pendidiknya
2. Model contekstual dengan mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik dapat menimbulkan pertanyaan berdasarkan pengalaman yang pernah dialami, membuat siswa mengevaluasi kegiatan yang dilakukan sehari-hari, dan pelajaran menjadi lebih bermakna.
3. Model problem solving dengan pendidik memberikan permasalahan kehidupan sehari-hari agar peserta didik belajar mengidentifikasi masalah, berusaha memecahkan permasalahan tersebut, dan menerapkan solusi untu permasalahan tersebut.

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan pasal 6 ayat (1) dijelaskan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum,kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah diatur berdasarkan kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
b) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
c) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
d) Kelompok mata pelajaran estetika.
e) Kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan kesehatan.

4. jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
a. komponen sasaran/ tujuan
Kurikulum adalah rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan ini menjadi arah atau acuan dalam melaksanakan seluruh kegiatan pendidikan. Berhasil tidaknya program pengajaran suatu sekolah dapat diukur dari sejauh mana tujuan tersebut tercapai. Dalam kurikulum setiap lembaga pendidikan harus dicantumkan tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh lembaga pendidikan tersebut
b.Komposisi isi/materi
Isi RPP adalah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Isi mata kuliah meliputi jenis bidang studi yang diajarkan dan isi mata kuliah untuk setiap bidang studi. Bidang studi ini menyesuaikan dengan jenis, jenjang dan jalur pendidikan yang ada.
c. Komponen media (sarana dan prasarana)
Media merupakan alat perantara dalam proses belajar mengajar. Media merupakan perantara yang menjelaskan isi mata kuliah sehingga lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Oleh karena itu, penggunaan dan penggunaan media yang tepat dalam pengajaran terhadap topik yang disampaikan kepada siswa akan memudahkan siswa dalam menyikapi dan memahami isi yang disampaikan guru selama mengajar.
d.Komponen strategi pembelajaran
Strategi mengacu pada pendekatan, metode, dan perlengkapan pengajaran yang digunakan dalam pengajaran, namun pada hakikatnya strategi pengajaran tidak sebatas itu saja. Strategi/metode/model pembelajaran sangat bergantung pada karakteristik isi pengajaran dan karakteristik siswa. Tidak ada strategi/metode pembelajaran tunggal yang dapat digunakan untuk mengajarkan seluruh isi kursus secara efektif. Substansi (isi) beberapa mata kuliah mempunyai ciri-ciri tertentu sehingga cocok untuk diajarkan hanya dengan cara-cara tertentu.
e.Komponen proses pengajaran
Komponen ini sangat penting dalam suatu sistem pembelajaran karena diharapkan melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan perilaku siswa. Keberhasilan pelaksanaan proses pengajaran merupakan tanda keberhasilan penerapan kurikulum.
f. Komponen evaluasi
Penilaian merupakan bagian integral dari kurikulum. Dalam arti terbatas, evaluasi kurikulum berupaya untuk mengkaji sejauh mana tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui kurikulum yang bersangkutan tercapai.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by mesy arsita -
Nama : Mesy Arsita
Npm : 2113053300

1. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, meliputi tujuan pengajaran, tahapan kegiatan pembelajaran, lingkungan belajar dan pengelolaan kelas. Tujuan penggunaan model pembelajaran adalah untuk menyusun strategi bagaimana pembelajaran dapat membantu siswa mengembangkan dirinya dalam hal pengetahuan, gagasan, nilai dan cara berpikir untuk meningkatkan kemampuannya berpikir jernih, bijaksana dan mengembangkan keterampilan sosial dan keterlibatan ( Joice dan Wells). Model pembelajaran mempunyai empat fungsi khusus, yaitu:

Logika teoritis rasional yang disusun oleh pencipta atau pengembangnya. Model pembelajaran mempunyai teori berpikir yang kokoh. Artinya penulis atau pengembang membuat teori dengan cara meneliti dan mengembangkan teori tersebut dengan kenyataan yang sebenarnya, bukan fiksi.
Suatu dasar untuk memikirkan tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran). Suatu model pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang ingin dicapai, termasuk apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta bagaimana masalah belajar tersebut diselesaikan.
Mengajarkan perilaku yang diperlukan untuk keberhasilan penerapan model. Model pembelajaran mempunyai perilaku mengajar yang terjadi sedemikian rupa sehingga apa yang menjadi cita-cita pengajaran selama ini dapat berhasil dalam pelaksanaannya. Lingkungan belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman, sehingga suasana belajar dapat menjadi bagian dalam tercapainya tujuan pembelajaran. (Trianto, 2010). Pemilihan atau definisi model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keadaan kompetensi inti (KD), tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran, sifat materi yang diajarkan dan tingkat kemampuan siswa. Sebaliknya setiap model pembelajaran mempunyai tahapan (sintaksis) yang dapat dilalui siswa dengan bimbingan guru. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik menurut kurikulum 2013 harus selaras dengan langkah/langkah kerja (sintaksis) model pembelajaran.

2. Model Scapbermas memungkinkan guru lebih banyak melibatkan siswa secara langsung atau memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi serta mengajak siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan dalam pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model Scapbermas akan meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini karena dengan model Scapbermas pembelajaran menjadi lebih bermakna, siswa akan terangsang untuk membangun pemikirannya sendiri yaitu siswa belajar memecahkan masalah yang ditemukan di kehidupan sehari-hari dengan menggunakan berbagai sumber belajar, media dan teknologi.

Analisis deskripsi hasil belajar siswa kelas IV A SDN Petompon 01 Kota Semarang dengan model Scapbermas pada pembelajaran tematik muatan IPS materi tema 8 “Tempat Tinggalku”, subtema 3 “Aku Bangga dengan Daerah Tempat Tinggalku”. Hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan jumlah 25 siswa untuk pretest memperoleh rata-rata 70,64, rentang 50, dan standar deviasi 13,29. Setelah proses pembelajaran dengan model Scapbermas kemampuan akhir mengalami perbedaan yaitu hasil belajar posttest memperoleh rata-rata 79,52, rentang 45, dan standar deviasi 12,74. Kemudian dianalisis peningkatan nilai hasil belajar siswa pretest dan posttest dengan uji N-Gain, diperoleh peningkatan (gain) 0,32 sehingga dalam kategori sedang.

3. Permendikburistek No. 5/2022:

Persyaratan kelayakan bagi lulusan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Persyaratan kualifikasi sarjana muda merupakan kriteria minimal kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan tercapainya keterampilan peserta didik menurut hasil belajarnya pada akhir jenjang pendidikan. SKL menjadi acuan Kurikulum 2013, Kurikulum Khusus, dan Kurikulum Merdeka.

4. Komponen kurikulum.
a. Komponen tujuan
b. Komponen isi
c. Komponen media
d. Komponen strategi pembelajaran
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan dirinya baik berupa informasi, gagasan, keterampilan nilai dan cara-cara berpikir dalam meningkatkan kapasitas berpikir secara jernih.
- Menyesuaikan model pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik. Pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik (teaching at the right level) adalah pendekatan pengajaran yang berpusat pada kemampuan peserta didik sehingga peserta didik dapat memahami materi dengan baik.
- Menggunakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik. Pembelajaran inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dengan aliran konstruktivisme, menurut berbagai penelitian mampu mengembangkan keterampilan berpikir.
- Mengembangkan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai karakter peserta didik. Salah satu contoh pengembangan model pembelajaran yang dapat menumbuhkan nilai karakter peserta didik adalah model SCAPBERMAS.
Dalam memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang tepat, guru perlu memperhatikan karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, penggunaan model pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir dan nilai karakter yang penting untuk kehidupan di masa depan.

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Terdapat beberapa model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar, di antaranya:

Model ASSURE
Model ini merupakan model desain pembelajaran yang bersifat praktis dan mudah diimplementasikan dalam mendesain aktivitas pembelajaran yang bersifat individual maupun klasikal. Dalam menganalisis karakteristik siswa sangat memudahkan untuk menentukan metode, media, dan bahan ajar yang akan digunakan, sehingga dapat menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik

Model ADDIE
Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik. Tahap pertama dalam model ini adalah untuk menentukan kompetensi apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa setelah menyelesaikan pembelajaran

Model Kemp
Model ini memungkinkan penggunanya untuk memulai kegiatan desain dari komponen yang mana saja. Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik

Model Four-D
Model ini merupakan model pengembangan pembelajaran yang terdiri dari empat tahap, yaitu Define, Design, Develop, dan Deliver. Model ini dapat membantu guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran yang efektif dan efisien

Model Jerold E. Kamp, dkk
Model ini merupakan model desain sistem pembelajaran yang memungkinkan penggunanya untuk memulai kegiatan desain dari komponen yang mana saja. Model ini tergolong dalam taksonomi model yang berorientasi pada kegiatan pembelajaran individual atau klasikal. Model ini dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas secara efektif, efisien, dan menarik

Dari beberapa model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar, guru dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa serta materi yang akan diajarkan.


3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Pengembangan kurikulum di sekolah dasar dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar yang diacu dalam pengembangan kurikulum adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan.
Kebijakan pemerintah terkait kurikulum di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk memulihkan pembelajaran dan menciptakan transformasi pendidikan yang lebih baik. Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan tertentu, seperti pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter . Selama proses pembelajaran, guru akan melakukan asesmen formatif secara berkala untuk mengetahui progres pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.
Pengembangan kurikulum di sekolah dasar dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Standar yang diacu dalam pengembangan kurikulum adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait kurikulum di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk memulihkan pembelajaran dan menciptakan transformasi pendidikan yang lebih baik. Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan tertentu, seperti pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter. Selama proses pembelajaran, guru akan melakukan asesmen formatif secara berkala untuk mengetahui progres pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Kurikulum pembelajaran dan pengembangan memiliki beberapa komponen penting yang harus dipahami oleh guru sebagai perancang dan pengembang kurikulum pada satuan pendidikan/ sekolahnya. Berikut adalah beberapa komponen utama kurikulum pembelajaran dan pengembangan:
1. Tujuan: Komponen ini berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran. Tujuan kurikulum yang baik memiliki kesesuaian dengan falsafah negara dan mewarnai keseluruhan komponen-komponen lainnya.
2. Isi/Materi: Komponen ini berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
3. Strategi Pembelajaran: Komponen ini berhubungan dengan implementasi kurikulum. Strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan isi/materi yang diajarkan.
4. Evaluasi: Komponen ini ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses implementasi kurikulum secara keseluruhan. Hasil dari evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan.
5. Organisasi Kurikulum: Komponen ini berhubungan dengan pengaturan dan penyusunan kurikulum secara sistematis dan terstruktur. Organisasi kurikulum meliputi pengaturan waktu, pengaturan materi, dan pengaturan strategi pembelajaran.

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Kadek Asih Septiyani -

Nama : Kadek Asih Septiyani

NPM : 2113053213

Izin menjawab pertanyaan

1. bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Jawaban:

Pengembangan model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik di sekolah dasar meliputi berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan agar pembelajaran efektif dan berkesan. Model pembelajaran haruslah memenuhi kebutuhan dan karakteristik peserta didik sekolah dasar, pengembangan model pembelajaran juga harus memperhatikan tujuan yang jelas sesuai topik dan kurikulum yang berlaku, memvariasikan model pembelajaran dengan berbagai metode pembelajaran (seperti metode ceramah, diskusi kelompok, dan lain-lain), model pembelajaran juga harus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan jaman yaitu memanfaatkan teknologi dengan mempertimbangkan berbagai hal, dan pengembangan model pembelajaran harus selalu di evaluasi dalam penerapannya agar selalu dapat dilihat sebagaimana maksimal suatu model itu serta dapat diperbarui.

 

2. jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?

Jawaban:

Model pengembangan pembelajaran yang sesuai untuk sekolah dasar harus mempertimbangkan tingkat perkembangan, minat, dan kebutuhan anak-anak dalam usia ini. Ada banyak model pembelajaran yang sesuai digunakan di sekolah yaitu:

a)     Model discovery learning

Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning)adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi.

b)    Model inquary learning

Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

c)     Model problem based learning

Model ini merupakan pembelajaran yang menggunakans berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual.

d)      Model project based learning

Model pembelajaran PJBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerjasama dalam upaya memecahkan masalah.

Sebenarnya masih ada model lain yang bisa digunakan di sekolah dasar, pemilihannya disesuaikan dengan topik pembahasan dan tentunya karakteristik siswa di kelas. Karena siswa tentunya mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda, sebagai guru kita harus bisa menyediakan model yang bisa menyatukan semua peserta didik dalam satu model pembelajaran yang kita pilih. Model itu harus lah bisa membangkitkan semangat belajar siswa kita dan tentunya mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

 

3. jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?

Jawaban:

Kurikulum yang diterapkan di sekolah dasar tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Pemerintah biasanya memberikan pedoman dan kurikulum standar yang harus diikuti oleh sekolah, namun sekolah memiliki fleksibilitas dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa mereka. Kurikulum ini harus diimplementasikan oleh guru-guru dengan bimbingan dari staf sekolah dan dinas pendidikan setempat. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah salah satu bentuk pengembangan kurikulum di tingkat sekolah. RPP adalah dokumen yang disusun oleh guru untuk merinci rencana pembelajaran harian atau mingguan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ini adalah alat penting yang membantu guru merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan menggunakan RPP secara efektif, guru berperan aktif dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum di sekolah. Hal ini memastikan bahwa kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa, sementara juga mematuhi pedoman dan ketetapan pemerintah yang berlaku.

 4.  jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?

Komponen kurikulum yaitu sebagai berikut:

a)    Tujuan

Tujuan  kurikulum  pada  hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang   akan   diberikan kepada   anak   didik.

b)    Materi/Isi

Materi  atau  isi  program kurikulum    adalah    segala    sesuatu    yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajardalam rangka mencapai tujuan.

c)    Strategi/Metode

Strategi/metode merupakan cara dalam menyampaikan materi sehingga tujuan yang telah ada dapat tercapai.

d)    Alat dan sumber

Alat dan sumber merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan pembelajaran.

e)    Evaluasi

Evaluasi     dapat memberikan    informasi    untuk    perbaikan kurikulum     evaluasidapat     memberikan informasi  untuk  perbaikan  kurikulum  yang sedang    berjalan.

 

Referensi:

Rokhimawan, M. A., Badawi, J. A., & Aisyah, S. (2022). Model-Model Pembelajaran Kurikulum 2013 pada Tingkat SD/MI. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan4(2), 2077-2086.

Sukmawati, H. (2021). Komponen-komponen kurikulum dalam sistem pembelajaran. Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam7(1), 62-70.


In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DEVARA TRIAMONICA -
Nama: Devara Triamonica
NPM: 2113053030
Kelas: 5G/ PGSD
1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab:
Dalam pengembangan model pembelajaran yang tepat di berikan kepada peserta didik sekolah dasar harus menyesuaikan dengan masalah yang di hadapi oleh siswa. Guru harus menganalisis terlebih dahulu mengenai keperluan siswa dalam proses pembelajaran. Menurut pendapat saya pengembangan model pembelajaran yang tepat bagi siswa SD adalah, model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran ini mendorong pemikiran kritis, analitis, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ini sangat cocok di terapkan pada siswa SD, secara tidak langsung mereka akan berimajinasi dan mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Dalam Kurikulum Merdeka, model pembelajaran ini menghadapkan peserta didik pada masalah nyata yang relevan dengan konteks belajar. Kemudian, mereka berpartisipasi dalam mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan menerapkan pemahaman konsep untuk memecahkan masalah tersebut.

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab:
Banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dasar seperti PBL, PjBL, Discovery Learning, Contextual Learning dan lain lain. Setiap model pembelajaran pasti memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Dan dalam proses belajar mengajar pendidikan bisa menggunakan lebih dari satu model pembelajaran. Model yang sesuai dengan sekolah dasar yaitu model pembelajaran PjBL merupakan model pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan belajar melalui proyek-proyek nyata yang relevan dengan konteks belajar. Proyek-proyek tersebut dapat berupa penelitian, eksplorasi, penerapan konsep-konsep yang dipelajari, maupun pemecahan masalah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini mendorong keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, dan pemahaman tentang topik yang dipelajari. Guru yang pintar dapat menerapkan pembelajaran berbasis proyek sebagai model belajar. Siswa SD akan semangat jika diberikan pembelajaran proyek, dengan demikian mereka akan enjoy dalam proses pembelajaran.

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawab:
Pembelajaran sekolah dasar mengajarkan anak-anak pada usia produktif. Makan pengembangan kurikulum harus sesuai dangan yang di butuhkan oleh sekolah tersebut. Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar siswa dapat menghadapi masa depan dengan baik.
Pengembangan pembelajaran sekolah dasar yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah dapat dilakukan oleh sekolah dengan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekolah. Penyesuaian pembelajaran harus menyesuaikan keadaan dan lingkungan sekitar, agar kurikulum yang di kembangkan memberi pengaruh yang baik bagi siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Guru sangat berperan dalam pelaksanaan p engembangan kurikulum, guru dapat membuat modul yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta ketersediaan sarana yang ada pada sekolah. Guru juga harus kreatif dalam mengembangkan kurikulum dengan cara mengembangakan indikator, media, strategi dan sebagainya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal dan tujuan pembelajaran dapat tercipta dengan baik.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawab:
Ada beberapa komponen dalam kurikulum pembelajaran da pengembangan.
1. Tujuan: setiap kurikulum pasti memiliki capaian untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang ada. Dan setitik kurikulum memilikimu tujuan yang berbeda2.
2. Materi: ini berisi segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan.
3. Media: alat yang digunakan untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Dengan Media proses belajar mengajar akan semakin asik.
4. Strategi pembelajaran: merupakan pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan oleh pendidik dalam pengajaran.
5. Proses belajar mengajar: melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Proses belajar mengajar di laksanakan di dalam kelass.
6.Evaluasi: merupakan tahap air dari pengembangan kurikulum, ini memeriksa apakah sudah tercapai tujuan kurikulum.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by A. ZAHRA INTAN SUCIA -
Nama : A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020
Kelas : 5G
Izin menjawab pertanyaan yang telah diberikan bapak...

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan pengembangan model pembelajaran oleh karena itu kemampuan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi kepada model-model pembelajaran yang inovatif, kreatif, sesuai karakteristik peserta didik dan pemilihan rancangan model pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pastinya berbeda. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan kemampuan guru supaya apa yang diharapkan oleh tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dengan demikian, untuk dapat mengenali dan mengembangkan potensi siswa tentunya dalam proses pembelajaran perlu bersifat aktif, yaitu dengan cara pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik tentunya pada tingkat sekolah dasar. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator serta pembimbing saja. Belajar aktif sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal sehingga siswa mampu meningkatkan soft skill, hardskill, kemampuan sosial dan kemampuan pemecahan permasalahan dalam kehidupan sehari-sehari. Ketika siswa pasif, atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk melupakan apa yang telah diberikan guru. (Asrifah, S., Solihatin, E., Arif, A., & Iasha, V. 2020)

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Ada banyak model pembelajaran yang tepat, namun ada beberapa menurut saya model pembelajaran yang sangat tepat untuk mata Pelajaran PKn SD, yaitu:
a. Model bermain peran: Bermain peran merupakan usaha untuk memecahkan masalah melalui peragaan tindakan, sehingga dapat mendukung suatu situasi belajar berdasarkan pengalaman. Di samping itu, bermain peran mengasumsikan bahwa proses psikologis yang tersembunyi berupa sikap, nilai-nilai, perasaan-perasaan, dan sistem keyakinan, dapat diangkat ke taraf kesadaran melalui kombinasi pemeranan secara spontan. Model ini dalam aplikasinya pada pembelajaran Pkn adalah bentuk permainan pendidikan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan sikap-sikap, tingkah laku, dan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat dengan cara menghayati perasaan orang lain (membayangkan diri sendiri, seperti keadaan orang lain) dengan strategi pemecahan masalah. (Syam, N. 2011).

b. Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) adalah Pencapaian tujuan tersebut adalah keterlibatan guru dalam menciptakan program pembelajaran dengan menciptakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mendukung tercapainya perubahan perilaku peserta didik tersebut. Nilai karakter dapat ditanamkan pada diri siswa, salah satunya melalui model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT). Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Value Clarification Tehnique (VCT) tipe percontohan dapat dikatakan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa, karena dalam model pembelajaran Value Clarification Tehnique (VCT) Tipe percontohan siswa diarahkan pada tugas untuk mencari dan menganalisis nilai-nilai dalam cerita yang diberikan, sedangkan dalam hal ini ketika peserta didik mencoba menganalisis nilai-nilai tersebut, maka proses dari menganalisis cerita yang diberikan adalah sebagai media dan model pembelajaran bersifat tidak langsung dan melibatkan kemampuan ranah kognitif peserta didik. (Nisa, K., Prima, E., & Suastika, I. N. 2021).

c. Model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran PPKn di SD adalah Problem Based Learning (PBL). PBL yaitu pembelajaran berbasis masalah dimana masalah yang dikaji secara nyata dekat dengan kehidupan keseharian siswa. Model pembelajaran PBL dirancang untuk melatih siswa berpikir kritis. (Asrifah, S., Solihatin, E., Arif, A., & Iasha, V. 2020)

d. Model Kooperatif tujuan dari model ini mendorong kolaborasi antara siswa dan kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, siswa mungkin ditugaskan untuk meneliti topik-topik seperti hak asasi manusia, demokrasi atau nilai-nilai dan organisasi masyarakat. Siswa dapat berdiskusi, melakukan penelitian dan berpartisipasi dalam permainan peran yang melibatkan situasi kehidupan nyata.

e. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) karena model CTL ini memiliki karakteristik, yaitu, keadaan yang mempengaruhi langsung kehidupan peserta didik, kekinian, belajar yang tidak hanya dalam kelas, dan pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan sehingga peserta didik belajar dengan semangat dan tidak merasa bosan. (Yesya, D. P., & Desyandri, D. 2019).


3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan sekolah yang disediakan adalah suatu program penyelenggaraan pendidikan untuk membantu peserta didik yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Persiapan perangkat mata pelajaran di sesuaikan dengan kondisi dan kapasitas pendidikan dan implementasi kebutuhan lapangan kerja. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat memandu pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran pendidikan secara keseluruhan. Sehingga, pengembangan model pembelajaran yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekitar, serta memperhatikan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, dan Standar Penilaian Pendidikan. Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I - VI. Adapun di Indonesia, dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), Undang-undang tersebut menyatakan bahwa kurikulum adalah suatu sistem perencanaan dan pengorganisasian peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan program pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Rahayu, Y. 2023)

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Mengingat pentingnya peranan dan komponen kurikulum dalam Pendidikan , Maka kurikulum perlu diterapkan dan dilaksanakan dengan baik dalam suatu proses dan tahapan dalam mengimplementasikan kurikulum. Arfah, S., & Hikmah, H. (2023) menjelaskan proses pelaksanaan dan pengembangan kurikulum merupakan suatu proses pembelajaran program melalui hubungan antara guru dan siswa secara nyata yang mencakup tiga unsur utama, yang meliputi:
a.) Tahap Perencanaan, (merupakan tolok ukur serta pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran). Perencanaan pembelajaran dipahami sebagai kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan pembelajaran yang meliputi: mengumpulkan bukti perolehan keterampilan, menentukan isi/materi, menentukan strategi pembelajaran dan menentukan perangkat penilaian pembelajaran yang akan digunakan. Perencanaan merupakan langkah awal dalam proses pelaksanaan atau pelaksanaan oleh guru dan siswa yang menjadi subjek sasaran dari tujuan pembelajaran yang akan berlangsung. Dengan menetapkan tujuan pembelajaran selalu dapat terlaksana berdasarkan kegiatan yang direncanakan.
b.) Tahap Pelaksanaan, (menerapkan kegiatan yang sudah direncanakan dalam kurikulum tertulis). Penyelenggaraan kurikulum direalisasikan dan proses belajar mengajar dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan persyaratan kurikulum yang semula dirancang untuk jenjang pendidikan atau sekolah.
c.) Tahap Evaluasi, (Kegiatan penilaian hasil perencanaan dan pelaksanaan). Evaluasi adalah proses pengumpulan observasi dan komentar secara sistematis untuk mengetahui sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Evaluasi kurikulum juga berupaya mengevaluasi efektivitas program dalam berbagai cara. Indikator kinerja dievaluasi tidak hanya efektivitasnya saja, namun juga relevansi dan efektivitas programnya. Salah satu aspek penting kurikulum yang perlu dievaluasi adalah proses belajar siswa dan hasilnya.

Referennsi
Asrifah, S., Solihatin, E., Arif, A., & Iasha, V. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa Kelas V SDN Pondok Pinang 05. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya, 16(30), 183-193.
Arfah, S., & Hikmah, H. (2023). Proses Implementasi Kurikulum Di Sekolah Sd Negeri 6 Rupat Utara: Bahasa Indoensia. JURNAL MUMTAZ, 3(2), 143-149.
Nisa, K., Prima, E., & Suastika, I. N. (2021). Pengembangan Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Berbasis Cerita Rakyat dalam Pembelajaran PPKN di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 780-788.
Rahayu, Y. (2023). Problematika Kurikulum Di Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 3176-3187.
Syam, N. (2011). Peningkatan Kualitas Pembelajaran PKn Di Sekolah Dasar Melalui Model Pengajaran Bermain Peran. Perspektif Ilmu Pendidikan, 24(XV), 108-112.
Yesya, D. P., & Desyandri, D. (2019). Pengaruh Penggunaan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran Pkn Di Sekolah Dasar. e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar, 6(1), 1-10.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Ummu Darda Azzahra -
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Pertimbangkan dalam memilih menentukan model pembelajaran adalah kesesuaian antara “model pembelajaran”dengan hal-hal berikut:
1. Karakteristik tujuan (kompetensi) yang hendak dicapai.
2. Indikator Pencapaian Kompetensi/ IPK yang dikembangkan.
3. Tujuan pembelajaran yang spesifik dalam mengembangkan potensi dan kompetensi.
4. Kemampuan dosen/guru dalam menggunakan model pembelajaran yang dipilih.
5. Karakteristik dan modalitas peserta didik.
6. Lingkungan belajar dan sarana pendukung belajar lainnya.
7. Kesesuaian dengan pendekatan, metoda, strategi, dan teknik yang digunakan.
8. Tuntutan dimensi tertentu, misalnya untuk menyingkap sesuatu konsep.
9. Jenis penilaian hasil belajar yang akan digunakan.

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Fathurrohman (2012), Model-model pembelajaran yang cocok di PKn SD :
1. Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
2. Model Pembelaran Kooperatif
3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Intoduction)
4. Model Pembelajaran Berbasis Fortofolio

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Terdiri atas diagnosis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, dan pengembangan alat evaluasi.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
1. Komponen Tujuan, Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur,yang kemudian dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi 4, yaitu : a. Tujuan Pendidikan Nasional ( TPN) b. Tujuan Institusional ( TI ) c. Tujuan Kurikuler ( TK ) d. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran ( TP )
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran, Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mta pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
3. Komponen Metode/Strategi, Strategi dan metode merupakan komponenketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Begitu pula dengan pendapat T. Rakjoni yang mengartikan strategi pembelajaran sebagai pla dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
4. Kompnen Evaluasi Tujuan evaluasi yang komprehensif dapat ditinjau dari tiga dimensi, yakni diemnsi I (formatif-sumatif), dimensi II (proses-produk) dan dimensi iii ( operasi keseluruhan proses kurikulum atau hasil belajar siswa). Dengan adanya tiga dimensi itu, maka dapat diga,mbarkan sebagai kubus. Selain itu dapat lagi kurikulum ditinjau dari segi historis, yakni bagaimanakah kurikulum sebelumnya yang dipandang oleh anteseden.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Mutiara Astuti -
Nama: Mutiara Astuti
NPM: 2113053280
Kelas: 5G/ PGSD
1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab:
Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu.Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab:
Banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dasar seperti PBL, PjBL, Discovery Learning, Contextual Learning dan lain lain. Dan dalam proses belajar mengajar pendidikan bisa menggunakan lebih dari satu model pembelajaran. Model pembelajaran dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Menurut saya, model pembelajaran yang sesuai untuk anak sekolah dasar adalah model pembelajaran PjBL. Pembelajaran melalui proyek ini menambah motivasi belajar siswa. Proyek-proyek tersebut dapat berupa penelitian, eksplorasi, penerapan konsep-konsep yang dipelajari, maupun pemecahan masalah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini mendorong keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, dan pemahaman tentang topik yang dipelajari.

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawab:
Pengembangan kurikulum harus sesuai dangan yang di butuhkan oleh sekolah tersebut. Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar siswa dapat menghadapi masa depan dengan baik.
Guru sangat berperan dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum, guru dapat membuat modul yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta ketersediaan sarana yang ada pada sekolah. Guru juga harus kreatif dalam mengembangkan kurikulum dengan cara mengembangakan indikator, media, strategi dan sebagainya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal dan tujuan pembelajaran dapat tercipta dengan baik. Pengembangan pembelajaran sekolah dasar yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah dapat dilakukan oleh sekolah dengan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekolah. Penyesuaian pembelajaran harus menyesuaikan keadaan dan lingkungan sekitar, agar kurikulum yang di kembangkan memberi pengaruh yang baik bagi siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawab:
Ada 6 komponen dalam kurikulum pembelajaran dan pengembangan.
1. Tujuan: setiap kurikulum pasti memiliki capaian untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang ada.
2. Materi: ini berisi segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik.
3. Media: alat yang digunakan untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
4. Strategi pembelajaran: merupakan pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan oleh pendidik dalam pengajaran.
5. Proses belajar mengajar: melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik.
6.Evaluasi: merupakan tahap akhir.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Mutiara Astuti -
Nama: Mutiara Astuti
NPM: 2113053280
Kelas: 5G/ PGSD
1. Bagaimana pengembangan model pembelajaran yang tepat diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?
Jawab:
Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu.Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).

2. Jelaskan model pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan sekolah dasar?
Jawab:
Banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dasar seperti PBL, PjBL, Discovery Learning, Contextual Learning dan lain lain. Dan dalam proses belajar mengajar pendidikan bisa menggunakan lebih dari satu model pembelajaran. Model pembelajaran dapat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Menurut saya, model pembelajaran yang sesuai untuk anak sekolah dasar adalah model pembelajaran PjBL. Pembelajaran melalui proyek ini menambah motivasi belajar siswa. Proyek-proyek tersebut dapat berupa penelitian, eksplorasi, penerapan konsep-konsep yang dipelajari, maupun pemecahan masalah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini mendorong keterampilan pemecahan masalah, kreativitas, dan pemahaman tentang topik yang dipelajari.

3. Jelaskan pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah?
Jawab:
Pengembangan kurikulum harus sesuai dangan yang di butuhkan oleh sekolah tersebut. Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar siswa dapat menghadapi masa depan dengan baik.
Guru sangat berperan dalam pelaksanaan pengembangan kurikulum, guru dapat membuat modul yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta ketersediaan sarana yang ada pada sekolah. Guru juga harus kreatif dalam mengembangkan kurikulum dengan cara mengembangakan indikator, media, strategi dan sebagainya sehingga tercipta pembelajaran yang optimal dan tujuan pembelajaran dapat tercipta dengan baik. Pengembangan pembelajaran sekolah dasar yang disesuaikan dengan ketetapan pemerintah dapat dilakukan oleh sekolah dengan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan sekolah. Penyesuaian pembelajaran harus menyesuaikan keadaan dan lingkungan sekitar, agar kurikulum yang di kembangkan memberi pengaruh yang baik bagi siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.

4. Jelaskan dan sebutkan komponen kurikulum pembelajaran dan pengembangan?
Jawab:
Ada 6 komponen dalam kurikulum pembelajaran dan pengembangan.
1. Tujuan: setiap kurikulum pasti memiliki capaian untuk memenuhi tujuan pembelajaran yang ada.
2. Materi: ini berisi segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik.
3. Media: alat yang digunakan untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
4. Strategi pembelajaran: merupakan pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan oleh pendidik dalam pengajaran.
5. Proses belajar mengajar: melalui proses belajar mengajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik.
6.Evaluasi: merupakan tahap akhir.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by YUSUF BARRULY -
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103

1. Pengembangan model pembelajaran pada peserta didik sekolah dasar memperhatikan beberapa hal yaitu haruslah sesuai dengan kebutuhan peserta didik, model harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan, memvariasikan model pembelajaran, dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengimplementasikan model pemmbelajaran
2. Model pembelajaran yang cocok untuk anak SD
a. Problem based learning
model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang mengarahkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada, sehingga kemampuan berpikir kritis peserta didik akan terasah untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
b. model project based learning
Model ini mengarahkan peserta didik untuk membuat atau mengerjakan suatu projek
3. Pengembangan kurikulum yang telah disesuaikan oleh pembelajaran sekolah dasar sesuai dengan ketetapan pemerintah mencakup berbagai aspek penting untuk memastikan bahwa pendidikan dasar yang diberikan sesuai dengan standar dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum yang sudah dikembangkan dan sesuai ketetapan pemerintah isinya merupakan hasil dari mengikuti struktur dan ketetapan pemerintah yang diubah dan ditambahkan sehingga akan cocok dengan keadaan sekolah tetapi tidak melenceng dari apa yang sudah ditetapkan pemerintah
4. Komponen kurikulum
a. Tujuan Pembelajaran:
Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang diharapkan siswa capai setelah menyelesaikan suatu program atau mata pelajaran. Tujuan ini biasanya terkait dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diinginkan.
b. Materi Pelajaran (Konten):
Materi pelajaran merujuk pada isi kurikulum yang akan diajarkan kepada siswa. Ini mencakup topik, konsep, teori, fakta, prinsip, dan keterampilan yang akan diajarkan.
c. Metode Pembelajaran:
Metode pembelajaran adalah cara atau strategi yang digunakan untuk mengajar materi pelajaran kepada siswa. Ini termasuk metode pengajaran seperti ceramah, diskusi, proyek, simulasi, studi kasus, dan lain-lain.
d. Evaluasi Pembelajaran:
Komponen ini mencakup metode dan alat yang digunakan untuk mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran. Evaluasi dapat berupa tes, tugas, proyek, presentasi, dan penilaian lainnya.
e. Sumber Belajar:
Sumber belajar adalah referensi dan bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Ini mencakup buku teks, materi online, media interaktif, perangkat lunak, perpustakaan, dan sumber daya lainnya.
f. Pengajaran dan Bahan Pendukung:
Ini mencakup pedoman, rencana pembelajaran, presentasi, aktivitas, dan alat bantu lainnya yang digunakan oleh guru atau pengajar untuk melaksanakan pembelajaran
g. Evaluasi Kurikulum:
Proses evaluasi berkala terhadap kurikulum untuk memastikan relevansi, efektivitas, dan pembaruan yang diperlukan agar selaras dengan perkembangan terkini dalam pendidikan.