Walaikumsalam Wr. Wb. Terima kasih Saudara Tulus atas pertanyaannya. Perkenalkan saya Ayattulloh Bhakti Nugroho dengan NPM 2115012030 izin menjawab pertanyaan Saudara.
Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rosul yang membawa wahyu terakhir sebagai penutup dan penyempurna sebelum-sebelumnya. Maka dari itu jika ada orang di luar islam yang menyatakan hal tersebut, itu adalah sebuah ujian untuk diri kita.
Allah berfirman dalam surat al Kafirun,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS Al Kafirun: 6)
Dan Allah berfirman dalam surah Al-Kahfi:
فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ
Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir (QS Al Kahfi: 29).
Dan Nabi Shallalalhu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن حَدَّثَ عني بحديثٍ وهو يرى أنه كذبٌ فهو أحدُ الكاذبين
“Barangsiapa menyampaikan hadits dariku, dan ia menyangka hadits tersebut dusta, maka ia salah satu dari dua pendusta.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim, At Tirmidzi no. 2662).
Terima Kasih, mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaiannya. Semoga dapat membantu.
Kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rosul yang membawa wahyu terakhir sebagai penutup dan penyempurna sebelum-sebelumnya. Maka dari itu jika ada orang di luar islam yang menyatakan hal tersebut, itu adalah sebuah ujian untuk diri kita.
Allah berfirman dalam surat al Kafirun,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS Al Kafirun: 6)
Dan Allah berfirman dalam surah Al-Kahfi:
فَمَن شَاء فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاء فَلْيَكْفُرْ
Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir (QS Al Kahfi: 29).
Dan Nabi Shallalalhu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن حَدَّثَ عني بحديثٍ وهو يرى أنه كذبٌ فهو أحدُ الكاذبين
“Barangsiapa menyampaikan hadits dariku, dan ia menyangka hadits tersebut dusta, maka ia salah satu dari dua pendusta.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim, At Tirmidzi no. 2662).
Terima Kasih, mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaiannya. Semoga dapat membantu.