Kiriman dibuat oleh RICKY EFENDY PURBA

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh RICKY EFENDY PURBA -
Nama : Ricky Efendy purba
NPM : 2115011059
izin menanggapi tentang pembelajaran diatas
Paradigma sosialisme memandang masyarakat sebagai komunitas organisme sosial yang di dalamnya terdapat etika sosial yang berfungsi sebagai sarana terbaik untuk menyelesaikan segala masalah yang muncul. dalam konteks proses industrialisasi. Paradigma Pancasila memandang tidak tepat memisahkan perilaku sosial dari inti kepribadian manusia, yaitu kesadaran dan kebebasan. Pancasila dalam melihat aspek individualitas dan sosialitas manusia tampaknya mengakomodasi kedua sisi ini dalam perspektif baru, yaitu bahwa individualitas dan sosialitas tidak mungkin saling meniadakan, namun justru dalam pertemuan antara individualitas dan sosialitas inilah manusia menemukan kepenuhannya. . Pancasila memandang bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi atau individualitas dan sosialitasnya. Keseimbangan baik dalam aspek individualitas maupun sosialitas mampu mendinamisasikan situasi ketika manusia harus aktif ketika manusia menciptakan sesuatu untuk mengembangkan diri dan orang lain. Pancasila sebagai sebuah ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan ideologi-ideologi lainnya. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

1. Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
2. Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama.
3. Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial.

S1 Teknik Sipil C -> Forum komentar

oleh RICKY EFENDY PURBA -
Nama : Ricky Efendy Purba
Npm : 2115011059
Prodi : S1 Teknik Sipil

Sistem filsafat terjadi pada 3 era, yaitu :
- Pada Era Soekarno
Pada era ini Pancasila sebagai system filsafat dikenal dengan “Philosofische Grondslag” gagasan tersebut merupakan perumusan filosofi soekarno atas berdirinya Indonesia merdeka.Pada Era ini Pancasila sebagai system filsafat dipakai sebagai pedoman hidup sehari-hari.
- Pada Era Reformasi
Pada era ini Pancasila kurang terdengar orasinya, kemudian mulai bergema pada saat pidato Habibie dalam pidatonya tanggal 1 Juni 2011.
Selain itu terdapat Tantangan Pancasila sebagai sistem Filsafat antara lain:

-Kapitalisme
Yaitu, kebebasan individual pemilik modal untuk mengembangkan usahanya dalam rangka upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Tantangan kapitalisme terhadap Pancasila ialah meletakkan kebebasan individual secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak negative seperti:
1. Monopoli, dan
2. Gaya Hidup Konsumerisme

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh RICKY EFENDY PURBA -
tanggapan mengenai artikel/video pemeblajaran
Masa kini masih banyak sekali warga yang tidak berasaskan Pancasila. Tujuan Pancasila sebagai sistem Etika dengan melihat nilai apa saja yang tercantum pada isi Pancasila, maka dari itu Pancasila bisa menjadi sistem etika yang kokoh.
Menurut Putranto (2007) Etika Pancasila berperan menjadi prinsip, panduan dan kriteria
perilaku manusia Indonesia pada segala aspek kehidupan termasuk pada administrasi negara
Indonesia. Dengan begitu, manusia dapat meningkatkanbudi pekerti yang Pancasilais melalui beragam keperibadian yang positif,
misalnya disiplin, jujur, mandiri dan tanggung jawab.

Dinamika Pancasila sebagai sistem etika akan mengalami ancaman diantaranya:
1 Berubahnya tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
2. Lunturnya wibawa pemerintahan.
3. Munculnya konsep ekonomi liberal dan kapitalisme.
4. Penegakan hukum yang tidak menjungjung tinggi nilai-nilai keadilan.
5. Pemanfaatan perkembangan Ilmu

Urgensi Pancasila sebagai Sistem Etika
1) berubahnya tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat,
2) lunturnya wibawa pemerintahan,
3) munculnya konsep ekonomi liberal dan kapitalisme,
4) penegakan hukum yang tidak menjungjung tinggi nilai-nilai keadilan, dan
5) pamanfaatan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk hal-hal negative.

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh RICKY EFENDY PURBA -
Berikut tanggapan mengenai video pembelajaran
Implementasi Pancasila sebagai sistem etika mampu terbentuk jika pemerintah serta masyarakat bisa melaksanakan nilai serta sila yang terdapat pada Pancasila dengan mementingkan asas kesamarataan warga negara.
Peran dan kedudukan Pancasila sebagai sistem etika yaitu sebagai arahan atau prinsip utama bagi warga negara untuk beraktivitas serasi dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dimana kelima nilai tersebut dapat menciptakan budi pekerti pada diri warga negara, yang kemudian dapat diaplikasikan/direalisasikan dalam berbagai aspek kehidupannya.
Jika nilai-nilai sila Pancasila benar-benar dipahami, tentu dapat menghancurkan tingkat ketimpangan dan kejahatan moral dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, oleh karena itu Pancasila dapat menjadi sistem etika yang sangat kuat.
Pancasila dan etika ialah dua gambaran yang tidak boleh disisihkan antara isinya ialah suatu sistem yang menciptakan suatu kepaduan yang utuh serta bertautan
antara dengan lainnya yang dijadikan panduan dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasi Pancasila sebagai sistem etika mampu terbentuk jika pemerintah serta masyarakat bisa melaksanakan nilai serta sila yang terdapat pada Pancasila dengan mementingkan asas kesamarataan warga negara.
Etika Pancasila ini sangat diharapkan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara karena tuntunan nilai-nilai moral yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika dilihat masyarakat Indonesia diharapkan melakukan kajian kritis rasional terhadap nilai-nilai moral pada kebiasaan sehari-hari agar tidak
terjebak kepada pandangan yang bersifat mitos. Contohnya dapat dilihat dari orang korupsi terjadi lantaran seorang pejabat diberi hadiah oleh seseorang yang memerlukan bantuan atau jasa dari pejabat ini agar urusannya lancar. Oleh karena itu pejabat yang membantu menerima hibah tanpa memikirkan alasan orang tadi menaruh memberikan pemberian.

Dinamika Pancasila sebagai sistem etika akan mengalami ancaman diantaranya:
1) berubahnya tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat,
2) lunturnya wibawa pemerintahan,
3) munculnya konsep ekonomi liberal dan kapitalisme,
4) penegakan hukum yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, dan
5) pemanfaatan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk hal-hal negatif

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

oleh RICKY EFENDY PURBA -
izin memberikan tanggapan mengenani video pemebelajaran serta artikel berupa kesimpulan
Dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu diawali dengan ulasan mengenai sumber historis politis dan sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu.Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pada zaman orde lama belum secara eksplisit dikemukakan, tetapi oleh Soekarno berkaitan langsung dengan dimensi kemanusiaan dan hubungan antara ilmu dan amal.Pada Orde Baru meskipun Pancasila diterapkan sebagai satu-satunya asas organisasi politik dan kemasyarakatan tetapi penegasan tentang Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu belum diungkap secara tegas penekannya hanya ada pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus diabdikan kepada manusia dan kemanusiaan sehingga dapat memberi peningkatan martabat manusia dan kemanusiaan
Adapun sumber-sumber dalam pancasila sebagai berikut :
A. Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat ditelusuri dalam dokumen negara yaitu dalam pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945. Pada alinea ke-4 pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 kata "mencerdaskan kehidupan bangsa" mengacu pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus berdasar pada nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila telah mengabaikan amanat pembukaan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 yang merupakan dokumen sejarah bangsa Indonesia
B. Sumber politis Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu dapat dirunut ke dalam berbagai kebijakan yang dilakukan oleh penyelenggara negara. Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pada zaman Orde lama belum secara eksplisit dikemukakan tetapi oleh Ir Soekarno dikaitkan langsung dengan dimensi kemanusiaan dan hubungan antara ilmu dan amal. Pada Orde Baru meskipun Pancasila diterapkan sebagai satu-satunya asas organisasi politik dan kemasyarakatan tetapi penegasan tentang Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu belum diungkap secara tegas penekannya hanya ada pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus diabdikan kepada manusia dan kemanusiaan sehingga dapat memberi peningkatan martabat manusia dan kemanusiaan. Pada masa reformasi Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu lebih bersifat apologis karena hanya memberikan dorongan kepada kaum intelektual untuk menjabarkan nilai-nilai Pancasila lebih lanjut.
C. Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu ditemukan pada sikap masyarakat yang sangat memperhatikan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan sehingga manakala ilmu pengetahuan dan teknologi tidak sejalan dengan nilai ketuhanan dan kemanusiaan biasanya terjadi penolakan. Secara realita Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu belum dibicarakan secara eksplisit oleh para penyelenggara negara perlu mendapat perhatian yang lebih khusus oleh kaum intelektual.

Terdapat beberapa tantangan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu :
1. Kapitalisme yang menguasai perekonomian dunia akibatnya ruang bagi penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu menjadi terbatas.
2. Globalisasi yang menyebabkan lemahnya daya saing bangsa Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga Indonesia lebih berkedudukan sebagai konsumen daripada produksen dibanding dengan negara-negara yang lain.
3. Konsumerisme menyebabkan negara Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju tentunya.Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu baru pada taraf wacana yang belum berada pada tingkat aplikasi kebijakan negara.
4. Pragmatisme yang berorientasi pada tiga ciri, yaitu: workability (keberhasilan), satisfaction (kepuasan), dan result (hasil) mewarnai perilaku kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia.