གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fathan Naufal Ahsan

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

Fathan Naufal Ahsan གིས-
Nama : Fathan Naufal Ahsan
Npm : 2115011108
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
2. Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama.
3. Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

KESIMPULAN, Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

Fathan Naufal Ahsan གིས-
Nama : Fathan Naufal Ahsan
NPM : 2115011108
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mohon Izin Menanggapi Artikel.
kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani “Philosophia” terdiri dari kata Phile artinya Cinta dan Sophia artinya Kebijaksanaan. Filsafat berarti Cinta Kebijaksanaan, cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya Kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati.
Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

Manfaat mempelajari filsafat
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh
keselarasan hidup
6. Menghasilkan tindakan yang bijaksana.

Filsafat Pancasila meliputi bidang ontologi epistemologi dan aksiologi. 
Dalam bidang ontologis, membahas mengenai hakikat atau nilai dasar dari sila-sila Pancasila, di mana kelima sila tersebut memiliki suatu asas yang tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus menjadi satu kesatuan
Dalam bidang epistemologis, Pancasila mengkaji suatu sistem pengetahuan sehingga Pancasila harus memiliki unsur rasional. Dalam hal ini berkaitan dengan pola pikir kehidupan masyarakat sehingga manusia mampu meresapkan pengetahuan dan mentransformasikan pengetahuan dalam suatu imajinasi, asosiasi, analogi, refleksi, intuisi, dan lain sebagainya.
Dalam bidang analogi berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila.
 
Ada pula tiga tingkatan nilai dalam filsafat pancasila yaitu :
1. Nilai dasar = asas mutlak sebagai landasan sesuatu yang benar.
2. Nilai instrumental = nilai norma sosial dan hukum.
3. Nilai praktis = nilai yang dipraktikan dalam keseharian.

Mungkin Itu saja yang bisa saya sampaikan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

S1 Teknik Sipil C -> Komentar

Fathan Naufal Ahsan གིས-
Nama : Fathan Naufal Ahsan
NPM : 2115011108
Prodi :S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin Menanggapi video pembelajaran hari ini.

Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan nilai dan pemikiran secara substansi dan isi yang mencakup pembentukan ideologi pancasila. Dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan realitas suatu budaya bangsa yang bertujuan untuk mendapatkan pokok pokok makna yang mendasar dan menyeluruh.

Adapun Tiga landasaan filsafat Pancasila Yaitu :
• Ontologis : Penyelidikan Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
• Epistemologis : upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
• Aksiologi : mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.

Mungkin Itu saja yang bisa sampaikan.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.