གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Trio Arya Duta

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Trio Arya Duta གིས-
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Berdasarkan video tersebut Pancasila yang termasuk dalam salah satu dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bentuk modal sosial. Modal sosial ini merujuk pada kelompok individu atau grup yang digunakan untuk mewujudkan kepentingan manusia. Ketika kita berbicara tentang kaitan antara Pancasila dan era Revolusi Industri 4.0, serta konsep modal sosial, jelas terlihat bahwa Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan keragaman budaya dan nilai-nilai yang sesuai dengan modal sosial. Pancasila sebagai ideologi bersifat inklusif dan mampu menangkap perubahan internal yang mendorong dan menginspirasi perkembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menghasilkan ide-ide baru tanpa kehilangan identitasnya. Oleh karena itu, Pancasila dianggap sebagai landasan yang sangat penting dalam persiapan menghadapi Era Industri 4.0. Menyusun diri untuk menghadapi tantangan Era Industri 4.0 harus memperhatikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan agar individu-individu tidak tersesat atau mengambil langkah yang salah dalam menghadapi revolusi industri yang sedang berlangsung.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Diskusi Kisah Inspiratif

Trio Arya Duta གིས-
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Berdasarkan kisah Bung Hatta tersebut dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa jika kita mendapatkan amanah menjadi seorang pemimpin, sudah selayaknya kita harus bersifat jujur dan tidak mendahulukan kepentingan pribadi, kita harus mendahulukan kepentingan bangsa terlebih dahulu diatas kepentingan pribadi, meskipun kebijakan tersebut dapat merugikan kita sendiri.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Trio Arya Duta གིས-
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Jurnal yang berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" menurut saya terdapat beberapa hal yang dapat diambil

• Membangun Karakter Bangsa Indonesia
Membangun karakter bangsa sebenarnya sudah menjadi perhatian bangsa Indonesia sejak masa pra-kemerdekaan, terutama oleh para founding father-nya. Bung Karno secara konsisten mengedepankan pentingnya pembentukan karakter bangsa (nation character building). Namun, dalam kurikulum Pendidikan Nasional dan bahkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional, terlihat bahwa meskipun para pendiri bangsa telah menekankan arti penting pembangunan karakter bangsa, fokusnya justru lebih kepada pengembangan aspek fisik dan materi.

• Definisi dan Konsep Membangun Karakter Bangsa
Menurut Furqon (2010:12-13), dalam bukunya tentang Pendidikan Karakter yang berfokus pada membangun peradaban bangsa, karakter merujuk pada kualitas mental atau moral, kekuatan moral, reputasi, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari orang lain, termasuk watak, tabiat, dan kepribadian. Dalam konteks karakter bangsa, ini berarti bahwa kualitas mental atau moral dan kekuatan moral individu sebagai warga negara harus tercermin dalam perilaku yang berlandaskan pada nilai-nilai dasar bangsa, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam interaksi sosial di berbagai aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

• Eksplorasi Pancasila dan Penerapannya
Menguraikan Pancasila dalam konteks implementasinya untuk membentuk karakter bangsa merupakan bagian dari upaya merevitalisasi Pancasila sebagai landasan utama pembentukan karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain, tujuan utamanya adalah menjadikan Pancasila sebagai pandangan dunia yang membentuk karakter bangsa.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

Trio Arya Duta གིས-
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Pada video tersebut dapat disimpulkan bahwa, Pancasila berperan sebagai fondasi dasar negara Indonesia. Konsep Pancasila, menurut pandangan dari para pendiri bangsa Indonesia, meliputi kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan. Pada awalnya, pembahasan mengenai dasar negara dimulai dalam rapat BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Soekarno mengusulkan rumusan dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945, yang terdiri dari lima prinsip,
1. Kebangsaan
2. Internasionalisme
3. Mufakat
4. Kesejahteraan
5. Ketuhananan
Kelima prinsip ini dapat disingkat sebagai TRISILA, dan kemudian digabungkan menjadi satu prinsip, yaitu gotong royong. Pada Piagam Jakarta, Sila Pertama yang sebelumnya mencantumkan kewajiban menegakkan syariat Islam bagi pengikutnya dihapus, dan digantikan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, hal ini dilakukan untuk mencegah potensi perpecahan di Indonesia yang disebabkan oleh kontroversi terkait Sila Pertama.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video-2

Trio Arya Duta གིས-
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

1. Sebagai seorang mahasiswa, saya merasa bahwa terjadinya bom Bali di tahun 2002 adalah peristiwa yang sangat tragis dan kejam. Hal ini tidak hanya merenggut banyak korban jiwa dan melukai banyak orang, tetapi juga merusak citra Indonesia di mata dunia. Tindakan semacam ini tidak sejalan dengan nilai-nilai agama, seperti kasih sayang, perdamaian, dan keadilan, yang diajarkan dalam beragam agama di Indonesia. Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita yang menghargai persatuan, keragaman, dan gotong royong. Solusinya adalah terus mempromosikan pendidikan dan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama dan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Selain itu, perlu meningkatkan keamanan dan penegakan hukum untuk mencegah tindakan terorisme dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai agama dan luhur bangsa kita tetap dijunjung tinggi, dan kejadian seperti bom Bali tidak akan terulang di masa depan.

2. Para pelaku peristiwa Bom Bali 2002 secara nyata melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama sila-sila yang mencerminkan prinsip-prinsip keadilan, perdamaian, dan persatuan. Pelanggaran yang paling mencolok adalah pelanggaran terhadap Sila Ketiga, yang menekankan pentingnya menjaga kesatuan dan kerukunan antar-etnis, agama, dan budaya. Serangan tersebut juga melanggar Sila Kelima, karena tindakan terorisme tersebut merugikan banyak orang dan menciptakan ketidakadilan sosial. Sanksi yang pantas diberikan adalah hukuman yang sesuai dengan hukum yang berlaku, termasuk pengadilan adil dan berdasarkan bukti-bukti yang sah. Hal ini juga melibatkan kerjasama internasional dalam mengejar dan mengadili pelaku terorisme, serta penguatan sistem keamanan dan intelijen untuk mencegah tindakan serupa di masa depan. Selain itu, pendekatan yang seimbang antara tindakan hukum dan upaya rehabilitasi serta deradikalisasi juga penting untuk menghindari penyebaran ideologi ekstremisme dan terorisme. Upaya pendidikan dan penyadaran tentang bahaya terorisme juga perlu terus ditingkatkan di masyarakat.