Posts made by Trio Arya Duta

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Trio Arya Duta -
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Analisis jurnal dengan judul "URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK"

Berdasarkan jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam kehidupan kita memberikan kemudahan dan solusi untuk berbagai tantangan manusia. Beberapa peristiwa dunia, seperti dampak negatif bom atom di Hirosima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, menciptakan dampak traumatis pada masyarakat Jepang dan menimbulkan efek yang merambah pada nilai kemanusiaan secara universal.

Dalam konteks ini, Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memiliki relevansi yang dapat dijelaskan melalui beberapa aspek:
Pluralisme nilai yang berkembang di masyarakat Indonesia, seiring dengan kemajuan iptek, mengharuskan refleksi agar bangsa tidak kehilangan identitas nilai-nilai yang sesuai dengan karakternya.
Kemajuan iptek saat ini telah menciptakan dampak negatif dan bahkan potensial membahayakan eksistensi manusia di masa depan.
Perkembangan iptek yang dipimpin oleh negara-negara barat dapat mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga perlu adanya penyaringan dan penolakan terhadap pengaruh global yang tidak selaras dengan nilai-nilai karakteristik bangsa Indonesia.
Dengan demikian, urgensi Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat dirangkum sebagai berikut:

Setiap perkembangan iptek harus mencakup nilai-nilai Pancasila sebagai bagian integral dari pengembangan iptek di Indonesia.
Pancasila harus dijadikan pedoman normatif dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Pancasila menjadi dasar yang penting untuk memastikan bahwa pengembangan iptek selaras dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga tidak melenceng dari identitas dan karakteristik nilai-nilai Indonesia.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Trio Arya Duta -
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Berdasarkan jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam era globalisasi, banyak aspek kehidupan mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam bidang teknologi. Kemajuan teknologi, yang begitu cepat, memungkinkan penyebaran informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan ke seluruh dunia. Saat ini, seluruh aspek kehidupan dapat berkembang pesat, termasuk sektor pendidikan yang mengalami transformasi dari tradisional ke modern. Perkembangan ini secara otomatis mendorong masyarakat untuk mengarah ke globalisasi. Meskipun kemajuan teknologi membawa dampak positif, namun juga memudahkan masuknya berbagai pengaruh dari luar yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Pertumbuhan teknologi informasi yang pesat dapat menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk peradaban dan kebudayaannya. Namun, penting untuk diwaspadai bahwa masuknya berbagai pengaruh dari luar dapat bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jika hal ini tidak diatasi, kemungkinan nilai-nilai luhur Pancasila dalam masyarakat akan terkikis bahkan habis tersaingi oleh budaya barat yang berkembang.

Pancasila sebagai warisan luar biasa dari pendiri bangsa mencerminkan nilai-nilai luhur. Mayoritas bangsa Indonesia meyakini bahwa Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural, tidak dapat tergantikan. Pancasila yang mengakomodasi keberagaman agama menjadi sebuah kekuatan yang tidak dapat digantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Oleh karena itu, diperlukan pemulihan kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila, terutama di kalangan mahasiswa, melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

by Trio Arya Duta -
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

IPTEK merupakan hasil karya manusia yang pada dasarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Pemanfaatan IPTEK dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan, baik yang bersifat positif maupun negatif. Dalam kerangka Pancasila, sebagai rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang berlangsung dengan sangat cepat.

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengkomplementasikan ilmu pengetahuan dengan mencipta keseimbangan antara rasional dan irasional, serta antara akal dan kehendak. Sesuai dengan sila ini, pengembangan IPTEK tidak hanya memperhitungkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya terhadap kesejahteraan manusia di sekitarnya.

Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab. IPTEK dianggap sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme dalam sila-sila lainnya. Pengembangan IPTEK diharapkan dapat membentuk rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Ini berarti setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, sambil tetap menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan perbandingan dengan penemuan lainnya.

Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengkomplemen tasikan pengembangan IPTEK yang harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. Ini mencakup keseimbangan keadilan dalam hubungan individu dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan masyarakat bangsa dan negara, serta dengan alam lingkungannya.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Video

by Trio Arya Duta -
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Berdasarkan video tersebut Etika merupakan komponen penting dalam mengemban kewarganegaraan dan melaksanakan tugas-tugas negara, dan dengan menerapkan etika, kita dapat memajukan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara secara positif, sehingga dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

Nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila;
1.Sila ketuhanan : dimensi moral berupa nilai spritualitas yang menakankan diri kepada sang pencipta.
2.Sila kemanusian : dimensi humanus yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi
3.Sila persatuan : dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan,dan cinta tanah air.
4.Sila kerakyatan : nilai berupa sikap menghargai atau ingin mendengar pendapat orang lain.
5.Sila keadilan : dimensi nilai mau peduli antara nasib rang lain,dan membantu orang lain.

Urgensi pancasila dalam sistem etika
1.Meletakan sila sila pancasila sebagai etika yang berarti menetapkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi.
2.Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas baik local, nasional,regional dan internasional
3.Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara ke bangsaan yang berjiwa pancasila.

manajemen A MKU pancasila -> Forum Analisis Jurnal

by Trio Arya Duta -
Nama : Trio Arya Duta
NPM : 2011011054

Analisis jurnal yang berjudul "Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia"

Hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia mengandung dimensi yang beragam. Etika, sebagai ajaran moral, memberikan panduan untuk perilaku manusia dalam masyarakat. Sementara itu, hukum adalah peraturan formal yang mengatur perilaku dan konsekuensi jika aturan tersebut dilanggar. Dimensi pertama adalah bahwa hukum adalah bungkus yang mengatur perilaku, sedangkan etika adalah substansi atau isi yang mencakup norma moral yang membimbing perilaku. Hukum mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sementara etika memberikan dasar moral mengapa itu seharusnya dilakukan atau dihindari.

Dimensi kedua adalah cakupan luasan. Etika memiliki cakupan yang lebih luas daripada hukum. Setiap pelanggaran hukum pasti juga merupakan pelanggaran etika, tetapi sebaliknya tidak selalu berlaku. Itu berarti tindakan yang melanggar etika belum tentu melanggar hukum. Dalam analogi, etika adalah samudera yang mencakup hukum sebagai kapal di dalamnya.

Dimensi ketiga adalah alasannya. Orang dapat mematuhi hukum karena takut akan sanksi hukum, tetapi mereka juga dapat mematuhi hukum karena kesadaran diri bahwa hukum tersebut baik dan perlu. Ini menunjukkan bahwa etika berfungsi sebagai pagar preventif yang mendorong perilaku yang baik sebelum masuk dalam mekanisme hukum yang berfungsi sebagai pagar perilaku yang mengatur apa yang benar dan salah.

Dalam konteks politik hukum di Indonesia, etika berperan dalam membentuk kesadaran diri individu untuk mematuhi peraturan dan kewajiban secara sadar, bukan hanya karena ancaman sanksi hukum. Oleh karena itu, etika memiliki peran yang signifikan dalam memahami dan mematuhi hukum, dan dalam mengarahkan perilaku individu untuk mencegah pelanggaran hukum sebelum melibatkan mekanisme hukum dalam penyelesaiannya. Pasal 102 UUD 1945 mengatur dasar politik hukum Indonesia, yang menekankan pentingnya undang-undang dalam mengatur berbagai aspek hukum, mencakup hukum perdata, hukum dagang, hukum pidana sipil, dan lain-lain.