Reni dwi yulianti 2053053013
Posts made by Reni Dwi yulianti 2053053013
Izin menjawab
Nama : Reni Dwi Yulianti
Npm : 2053053013
Pendekatan analysis nilai adalah suatu pendekatan yang menekankan pada pemikiran logis untuk memecahkan suatu masalah.
Pendekatan Klarifikasi nilai adalah pendekatan untuk membantu siswa mengidentifikasi nilai nilai yang mereka miliki dan orang lain miliki.
Contoh pendekatan klarifikasi nilai yaitu pendidik menyajikan materi dengan berupa gambar / video.
Action learning adalah pendekatan untuk mendorong peserta didik agar memandang diri mereka sendiri sebagai makhluk hidup yang bertindak secara otonom interaktif dalam hubungan sosial personal.
Contohnya : pembelajaran menggunakan kelompok belajar.
Inculcation adalah suatu pendekatan penanaman nilai sosial dalam diri peserta didik.
Contohnya : digunakan dalam penanaman nilai agama.
Moral development yaitu pendekatan untuk mengembangkan pola pola penalaran moral yang lebih kompleks.
Contohnya: berdiskusi dengan kelompok belajar.
Nama : Reni Dwi Yulianti
Npm : 2053053013
Pendekatan analysis nilai adalah suatu pendekatan yang menekankan pada pemikiran logis untuk memecahkan suatu masalah.
Pendekatan Klarifikasi nilai adalah pendekatan untuk membantu siswa mengidentifikasi nilai nilai yang mereka miliki dan orang lain miliki.
Contoh pendekatan klarifikasi nilai yaitu pendidik menyajikan materi dengan berupa gambar / video.
Action learning adalah pendekatan untuk mendorong peserta didik agar memandang diri mereka sendiri sebagai makhluk hidup yang bertindak secara otonom interaktif dalam hubungan sosial personal.
Contohnya : pembelajaran menggunakan kelompok belajar.
Inculcation adalah suatu pendekatan penanaman nilai sosial dalam diri peserta didik.
Contohnya : digunakan dalam penanaman nilai agama.
Moral development yaitu pendekatan untuk mengembangkan pola pola penalaran moral yang lebih kompleks.
Contohnya: berdiskusi dengan kelompok belajar.
Nama : Reni Dwi Yulianti
Npm : 2053053013
Jawaban UTS
1. Menurut saya benar, contohnya pada saat kita berada di lingkungan yang suka membolos maka kita akan terpengaruh untuk membolos pula. Dan apabila kita berada pada lingkungan yang rajin maka kita akan termotivasi untuk rajin pula.
2. Pendidikan nilai merupakan suatu usaha yang terencana dalam proses pembelajaran yang membentuk etika, moral, dan budi pekerti peserta didik sebagai manusia yang mempunyai keterampilan untuk diaplikasikan dalam dunia masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan moral adalah proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu memahami diri mereka sendiri, dan disekitarnya.
3. Karena pada usia dini merupakan usia yang kritis, mampu menerima dengan baik, ditanamkan sejak dini agar anak mampu menerima dengan baik dan selalu diingat. Contoh penyimpangan nilai dan moral yaitu berbicara tidak sopan, bahkan kerap terjadi pula pada anak usia dini. Menurut saya yang mempengaruhi itu adalah lingkungan, sehingga orangtua harus lebih menyaring lingkungan bermain anaknya, dan orang dewasa harus mampu menyaring lingkungan bergaul yang baik.
4. Heteronomous Morality (usia 5 - 10 tahun) Pada tahap perkembangan moral ini, anak memandang aturan-aturan sebagai otoritas yang dimiliki oleh Tuhan, orang tua dan guru yang tidak dapat dirubah, dan harus dipatuhi dengan sebaik-baiknya. Sedangkan Autonomous Morality atau Morality of Cooperation (usia 10 tahun keatas) Moral tumbuh melalui kesadaran, bahwa orang dapat memilih pandangan yang berbeda terhadap tindakan moral. Pengalaman ini akan tumbuh menjadi dasar penilaian anak terhadap suatu tingkah laku. Dalam perkembangan selanjutnya, anak berusaha mengatasi konflik dengan cara-cara yang paling menguntungkan, dan mulai menggunakan standar keadilan terhadap orang lain.
5. alasan pentingnya pendidikan moral di lingkungan sekolah diantaranya:
perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia yang meliputi pikiran yang kuat, hati dan kemauan yang berkualitas seperti memiliki rasa empati , toleransi, kejujuran, perhatian, disiplin diri, ketekunan, dan dorongan moral yang kuat untuk bisa bekerja sama dengan rasa cinta sebagai ciri kematangan hidup manusia, sekolah merupakan tempat yang lebih efisien dan kondusif untuk melaksanakan proses belajar mengajar, pendidikan moral sangat esensial untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan membangun masyarakat yang bermoral.(Lickona, 1996, P 1993).
Npm : 2053053013
Jawaban UTS
1. Menurut saya benar, contohnya pada saat kita berada di lingkungan yang suka membolos maka kita akan terpengaruh untuk membolos pula. Dan apabila kita berada pada lingkungan yang rajin maka kita akan termotivasi untuk rajin pula.
2. Pendidikan nilai merupakan suatu usaha yang terencana dalam proses pembelajaran yang membentuk etika, moral, dan budi pekerti peserta didik sebagai manusia yang mempunyai keterampilan untuk diaplikasikan dalam dunia masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan moral adalah proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu memahami diri mereka sendiri, dan disekitarnya.
3. Karena pada usia dini merupakan usia yang kritis, mampu menerima dengan baik, ditanamkan sejak dini agar anak mampu menerima dengan baik dan selalu diingat. Contoh penyimpangan nilai dan moral yaitu berbicara tidak sopan, bahkan kerap terjadi pula pada anak usia dini. Menurut saya yang mempengaruhi itu adalah lingkungan, sehingga orangtua harus lebih menyaring lingkungan bermain anaknya, dan orang dewasa harus mampu menyaring lingkungan bergaul yang baik.
4. Heteronomous Morality (usia 5 - 10 tahun) Pada tahap perkembangan moral ini, anak memandang aturan-aturan sebagai otoritas yang dimiliki oleh Tuhan, orang tua dan guru yang tidak dapat dirubah, dan harus dipatuhi dengan sebaik-baiknya. Sedangkan Autonomous Morality atau Morality of Cooperation (usia 10 tahun keatas) Moral tumbuh melalui kesadaran, bahwa orang dapat memilih pandangan yang berbeda terhadap tindakan moral. Pengalaman ini akan tumbuh menjadi dasar penilaian anak terhadap suatu tingkah laku. Dalam perkembangan selanjutnya, anak berusaha mengatasi konflik dengan cara-cara yang paling menguntungkan, dan mulai menggunakan standar keadilan terhadap orang lain.
5. alasan pentingnya pendidikan moral di lingkungan sekolah diantaranya:
perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia yang meliputi pikiran yang kuat, hati dan kemauan yang berkualitas seperti memiliki rasa empati , toleransi, kejujuran, perhatian, disiplin diri, ketekunan, dan dorongan moral yang kuat untuk bisa bekerja sama dengan rasa cinta sebagai ciri kematangan hidup manusia, sekolah merupakan tempat yang lebih efisien dan kondusif untuk melaksanakan proses belajar mengajar, pendidikan moral sangat esensial untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan membangun masyarakat yang bermoral.(Lickona, 1996, P 1993).