Assalamualaikum wr.wb
Nama : Diana Yosita
NPM : 20130240
Izin menjawab bu,
1. Toksikologi dapat dipahami sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan multidisiplin. Artinya, ia terbentuk dari berbagai disiplin ilmu, baik itu dari ilmu murni (pure science ) seperti biologi, kimia biokimia maupun ilmu terapan (applied science) seperti kedokteran, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan demikian, layaknya ilmu yang lain, toksikologi bersifat inklusif (terbuka) terhadap kemajuan ilmu-ilmu lain, dalam perkembangannya ke depan.
2. Toksikologi merupakan ilmu muti disiplin karena melibatkan berbagai cabang pengetahuan diluar Biologi yang mendukung. Ruang lingkup toksikologi meliputi :
Toksikologi lingkungan : Menyangkut efek berbahaya zat kimia yang baik secara kebetulan dialami manusia karena zat tersebut tersebar di udara atau air dan terpapar pada waktu bekerja, rekreasi, atau ingesti.
Toksikologi ekonomi :Menyangkut efek berbahaya zat kimia yang dengan sengaja diberikan pada jaringan biologi dengan maksud untuk mencapai efek khusus. Contoh: Pestisida.
Toksikologi kehakiman : Mengkaji aspek medis dan hukum dari efek berbahaya zat kimia pada manusia. Aspek medis menyangkut diagnosis dan penyembuhan dari efek berbahaya zat kimia. Aspek hukum menyangkut perolehan informasi hubungan sebab akibat antara paparan dan efek berbahaya zat tersebut.
Toksikologi obat Mencakup: Kerja samping obat yang tidak diinginkan. Kombinasi pemakaian obat dengan kosmetika. Keracunan akut oleh obat pada dosis berlebih. Pengujian obat yang potensial toksik. Toleransi obat pada fase praklinik.
Toksikologi zat yang menimbulkan ketagihan. Contoh: Kecanduan rokok dengan kanker paru-paru. Dekadensi moral dengan psikotropika. Gangguan jantung dengan peminum alkohol
Toksikologi bahan makanan. Kaitan penggunaan zat tambahan dalam makanan yang menimbulkan efek merugikan. Contoh. Penggunaan aditif. Residu antibiotic. Koregensia rasa bahan penjernih. Bahan pelindung tanaman.
Toksikologi forensic. Meliputi: Penentuan Kadar Alkohol Dalam Nafas Dan Darah. Identifikasi Zat Yang Dicurigai Sebagai Narkoba. Doping Pada Olahragawan. Mayat Korban Pembunuhan.
Toksikologi aksidental : Berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi karena zat beracun dan penyalahgunaan zat beracun serta penggunaannya untuk tujuan kriminal termasuk bunuh diri.
3. Contoh Toksikologi
Toksikologi zat yang menimbulkan ketagihan.
Contoh: Kecanduan rokok dengan kanker paru-paru. Dekadensi moral dengan psikotropika. Gangguan jantung dengan peminum alkohol
Toksikologi bahan makanan.
Contoh : Penggunaan aditif. Residu antibiotic. Koregensia rasa bahan penjernih. Bahan pelindung tanaman.
Toksikologi ekonomi :
Contoh: Penggunaan Pestisida
Nama : Diana Yosita
NPM : 20130240
Izin menjawab bu,
1. Toksikologi dapat dipahami sebagai satu disiplin ilmu yang merupakan multidisiplin. Artinya, ia terbentuk dari berbagai disiplin ilmu, baik itu dari ilmu murni (pure science ) seperti biologi, kimia biokimia maupun ilmu terapan (applied science) seperti kedokteran, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan demikian, layaknya ilmu yang lain, toksikologi bersifat inklusif (terbuka) terhadap kemajuan ilmu-ilmu lain, dalam perkembangannya ke depan.
2. Toksikologi merupakan ilmu muti disiplin karena melibatkan berbagai cabang pengetahuan diluar Biologi yang mendukung. Ruang lingkup toksikologi meliputi :
Toksikologi lingkungan : Menyangkut efek berbahaya zat kimia yang baik secara kebetulan dialami manusia karena zat tersebut tersebar di udara atau air dan terpapar pada waktu bekerja, rekreasi, atau ingesti.
Toksikologi ekonomi :Menyangkut efek berbahaya zat kimia yang dengan sengaja diberikan pada jaringan biologi dengan maksud untuk mencapai efek khusus. Contoh: Pestisida.
Toksikologi kehakiman : Mengkaji aspek medis dan hukum dari efek berbahaya zat kimia pada manusia. Aspek medis menyangkut diagnosis dan penyembuhan dari efek berbahaya zat kimia. Aspek hukum menyangkut perolehan informasi hubungan sebab akibat antara paparan dan efek berbahaya zat tersebut.
Toksikologi obat Mencakup: Kerja samping obat yang tidak diinginkan. Kombinasi pemakaian obat dengan kosmetika. Keracunan akut oleh obat pada dosis berlebih. Pengujian obat yang potensial toksik. Toleransi obat pada fase praklinik.
Toksikologi zat yang menimbulkan ketagihan. Contoh: Kecanduan rokok dengan kanker paru-paru. Dekadensi moral dengan psikotropika. Gangguan jantung dengan peminum alkohol
Toksikologi bahan makanan. Kaitan penggunaan zat tambahan dalam makanan yang menimbulkan efek merugikan. Contoh. Penggunaan aditif. Residu antibiotic. Koregensia rasa bahan penjernih. Bahan pelindung tanaman.
Toksikologi forensic. Meliputi: Penentuan Kadar Alkohol Dalam Nafas Dan Darah. Identifikasi Zat Yang Dicurigai Sebagai Narkoba. Doping Pada Olahragawan. Mayat Korban Pembunuhan.
Toksikologi aksidental : Berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi karena zat beracun dan penyalahgunaan zat beracun serta penggunaannya untuk tujuan kriminal termasuk bunuh diri.
3. Contoh Toksikologi
Toksikologi zat yang menimbulkan ketagihan.
Contoh: Kecanduan rokok dengan kanker paru-paru. Dekadensi moral dengan psikotropika. Gangguan jantung dengan peminum alkohol
Toksikologi bahan makanan.
Contoh : Penggunaan aditif. Residu antibiotic. Koregensia rasa bahan penjernih. Bahan pelindung tanaman.
Toksikologi ekonomi :
Contoh: Penggunaan Pestisida