Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031
Izin menjawab, Ibu.
1. Jelaskan macam-macam hidrokarbon
Jawab :
Senyawa Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen.
Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. hidrokarbon alifatik yang mengandung ikatan tunggal disebut hidrokarbon jenuh contohnya alkana. Alkana merupakan Bahan bakar yang kita gunakan dalam keperluan sehari-hari termasuk golongan alkana, contohnya minyak tanah, bensin, dan LPG
2. hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon tak jenuh contohnya alkena dan alkuna. Bahan-bahan pembuat plastik merupakan senyawa kimia yang termasuk golongan alkena. Gas berbau khas yang biasa digunakan oleh tukang las adalah senyawa dari alkuna yang disebut etuna atau asetilena yang sehari-hari disebut gas karbit.
berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi 3,yaitu:
1. Hidrokarbon alifatik yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh). Contoh: butana
2. Hidrokarbon alisiklik yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar. Contoh: siklobutana
3. Hidrokarbon aromatik yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling. Contoh : benzena
2. Analisislah potensi racun hidrokarbon bagi kehidupan
Jawab :
Menelan hidrokarbon, dalam bentuk sulingan minyak bumi (misalnya bensin, parafin, minyak mineral, minyak lampu, pengencer, dll.), menyebabkan keracuana, salah satu gangguan kesehatan yang disebakan karena terpajan hidrokarbon adalah pneumonia aspirasi yang parah. Potensi racun tergantung pada viskositas, diukur dalam detik universal Saybolt.
Hidrokarbon cair dengan viskositas rendah (SSU < 60), seperti bensin dan minyak mineral,dapat menyebabkan pneumonitis inhalasi daripada hidrokarbon dengan detik Saybolt universal > 60, seperti tar.
Jika tertelan dalam jumlah besar, hidrokarbon dengan berat molekul rendah dapat diserap secara sistemik dan menyebabkan efek toksik pada sistem saraf pusat atau hati, yang lebih mungkin terjadi pada hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida, trikloroetilena).
Sedangkan menghirup hidrokarbon terhalogenasi misalnya, lem, cat, pelarut, semprotan pembersih, dapat menyebabkan euforia dan perubahan kondisi mental dan membuat jantung peka terhadap katekolamin endogen.