གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Diana Yosita 2013024031

PSPB_Toksikologi_A_Genap_2021/2022 -> Rangkuman 4

Diana Yosita 2013024031 གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh, Ibu


Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031
Izin mengumpulkan tugas rangkuman toksikologi pada pertemuan ke 4, Bu


Terima kasih bu.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin menjawab,
1. Jelaskan kerja toksik bagi tubuh manusia dengan benar
Jawab :
Kerja toksis adalah kemampuan suatu senyawa atau molekul kimia dalam menimbulkan keracunan atau kerusakan pada suatu bagian yang peka di dalam maupun di luar tubuh organisme.
Polutan masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme:
• Filtrasi : melewati pori-pori membran
• Difusi pasif : melewati pori atau terlarut dlm lipofil membran (akan langsung menimbulkan dampak baik positif maupun negatif pada filtrasi dan difusi pasif)
• Transport khusus (jika larut dalam air tidak larut dalam lemak ) - melalui molekul pembawa yg dapat larut dalam lipofil
Proses yg dilakukan oleh tubuh terhadap polutan - toksokinetika. Terdiri atas:
• Fase Transpor : absorpsi : Jalur utama: saluran pencernaan, paru-paru (insang pada ikan), dan kulit
• Jalur khusus: intraperitoneal, intramuskuler, dan subkutan
• Distribusi. Zat kimia masuk ke darah - didistribusikan ke seluruh tubuh - lewat kapiler & cairan ekstrasel - toksikan diangkut ke tempat kerjanya di dalam sel (cairan intra- sel)
• Ekskresi. Melalui: Urin, Kulit, Empedu, Paru-paru/ insang. polutan jika tidak di ekskresikan dan tidak di detoks akan di simpan di hati
• Fase Metabolisme (biotransformasi) : Toksikan diserap oleh usus- ke sirkulasi - dibawa sistem pembuluh porta (suplai darah utama dr lambung-usus ke hati) ke hati terjadi perubahan kimiawi secara enzimatis metabolit tidak/kurang aktif.

2. Buatlah perincian tentang 3 cara kerja toksik dengan benar
Jawab :
Mekanisme kerja suatu zat terhadap suatu organ sasaran pada umumnya melewati suatu rantai reaksi yang dapat dibedakan menjadi 3 fase utama:
1). Fase Eksposisi : Fase eksposisi merupakan kontak suatu organisme dengan xenobiotika pada umumnya, kecuali radioaktif, hanya dapat terjadi efek toksik/farmakologis setelah xenobiotika terabsorpsi.
2). Fase Toksikokinetik : Toksikokinetik merupakan pendekatan yang mempelajari pergerakan toksikan dalam tubuh meliputi absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi.
3). Fase Toksikodinamik : Fase toksodinamik meliputi interaksi antara molekul zat racun dan tempat kerja spesifik yaitu reseptor. Zat toksik biasanya berada dalam bentuk campuran/kombinasi, untuk interaksi dua zat atau lebih terdapat berbagai kemungkinan. Kedua zat itu dapat diabsorpsi bersama-sama atau dapat pula ada perbedaan waktu antara absorpsi senyawa yang satu dengan absorpsi senyawa yang lain. Kombinasi dapat menyebabkan diperkuatnya efek toksik, atau dua efek toksik yang tak saling mempengaruhi atau reaksi toksik yang diperlemah. Konsentrasi zat aktif pada tempat sasaran menentukan kekuatan efek biologi yang dihasilkan. Jika konsentrasi zat aktif pada jaringan tertentu tinggi, berarti dengan sendirinya berlaku sebagai tempat sasaran yang sebenarnya, tempat zat bekerja. Pada umumnya ditemukan konsentrasi zat aktif yang tinggi dalam hati dan ginjal, karena di sini zat itu dimetabolisme dan diekskresi.

3. Bagaimana cara membedakan kerja toksik secara akut dan kronis
Jawab
• Toksisitas kronis : Tingkat racun yang diterima oleh organisme sehingga baru menimbulkan keracunan se-telah terpapar selama tempo yang panjang. Lamanya waktu uji sangat tergantung pada masa hidup satu generasi dari suatu organisme.

• Toksisitas akut : Tingkat racun yang diterima organisme sehingga menimbulkan keracunan dalam tempo singkat setelah terpapar. Untuk pengujiannya hanya memerlukan waktu yang pendek, dari beberapa menit sampai beberapa hari dengan menggunakan sejenis toksikan.
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin menjawab,
Efek toksin adalah efek yang timbul akibat terpapar zat beracun yang bisa berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Efek yang ditimbulkan oleh toksin bisa berbeda-beda pada setiap manusia, karena setiap manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang berbeda.
Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi yang ditimbulkan oleh toksin bisa berbeda-beda pada setiap manusia antara lain :
1. Kekebalan Tubuh
2. Berat badan
3. Jalur masuk kedalam tubuh. Zat toksik bentuk gas menimbulkan efek maksimal jika masuk tubuh secara inhalasi. Contohnya : Hydrogen Sulfide (H2S)
4. Dosis : Besar kecilnya dosis menentukan berat ringannya efek yang ditimbulkan.
5. Daya racun. Keracunan dapat bersifat akut yaitu efek segera muncul pada saat terpapar atau terkena bahan toksik dalam waktu singkat dan akan hilang setelah paparan bahan kimia beracun tersebut dihilangkan. Contoh : Keracunan akut kadmium (Cd) dapat disebabkan karena pemasukannya baik melalui pernafasan maupun melalui oral. Keracunan kronis timbul setelah pemaparan berulang kali selama tiga bulan atau lebih. Bahan kimia bersifat kronis, contohnya adalah asbestos, paparan terhadap debu asbes tidak segera menyebabkan kerusakan pada paru-paru, akan tetapi apabila terpapar dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Mohon koreksinya ibu, Terima kasih, Bu.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi Ibu dan teman-teman.
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin menjawab,
Menurut saya zat yang berpotensi toksik belum tentu menunjukkan dampak keracunan bagi organisme, karena tingkat toksisitas setiap zat berbeda, dimulai dari U = unknown, 0 = tanpa toksisitas, 1 = toksisitas rendah, 2 = toksisitas sedang, 3 = tokisistas tinggi, Menurut saya zat yang berpotensi toksik belum tentu menunjukkan dampak keracunan adalah tingkat toksisitas 0 = tanpa toksisitas, ditetapkan untuk menggambarkan terhadap material yang tidak menimbulkan gangguan selama digunakan secara normal, atau hanya menimbulkan efek jika dalam kondisi sangat luar biasa (dosis berlebihan). Artinya suatu zat tidak akan menimbulkan gejala keracunan selama jumlah yang diabsorpsi berada di bawah konsentrasi yang toksik. Sebaliknya, bila zat tersebut diabsorpsi dalam jumlah yang besar, maka zat ini dapat menimbulkan gejala keracunan. Kemudian terdapat zat yang berpotensi toksik bila di sentuh tidak menimbulkan gejala keracunan, zat tersebut termasuk dalam tingkat toksisitas 1 = toksisitas rendah, bila material dalam per-sentuhan tunggal dalam waktu singkat sampai lama hanya menimbulkan gangguan ringan dan reversibel dengan luas persentuhan yang sempit ataupun luas. Misalnya detergen dan insektisida rumah tangga  dalam dosis tertentu tidak akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi manusia,

Mohon koreksinya, Ibu. Terima kasih, Ibu.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

PSPB_Toksikologi_A_Genap_2021/2022 -> Tugas 2 -> tugas 2 -> Re: tugas 2

Diana Yosita 2013024031 གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Ibu.

Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin mengirimkan rangkuman tugas toksikologi pertemuan ke 2, Bu. Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.