Posts made by Diana Yosita 2013024031

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin menjawab, Ibu.
1. Apabila dijalan raya kota Bandar Lampung memiliki tingkat polusi diambang batas, apakah akan menyebabkan gangguan kesehatan? zat apa saja yang termasuk hidrokarbon dalam polusi tersebut? lalu apa dampaknya bagi kesehatan
Jawab
Salah satu pemicu utama dari kondisi polusi diambang batas adalah jumlah kendaraan bermotor dan meningkatnya kemacetan. Akibat dari ini, maka emisi gas buang meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas udara. Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Sisa hasil pembakaran berupa air (H2O), gas CO atau disebut juga karbon monooksida yang beracun, CO2 atau disebut juga karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca, NOx senyawa nitrogen oksida, HC berupa senyawa Hidrat arang sebagai akibat ketidak sempurnaan proses pembakaran serta partikel lepas. tingkat polusi diambang batas tentu saja akan akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Akibat yang dapat ditimbulkan dari emisi gas buang kendaraan bagi kesehatan:
1. Gangguan pernafasan . Pembakaran bahan bakar kendaraan tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon monoksida (CO), disamping gas karbon dioksida (CO2). Gas karbon monoksida ini berbahaya karena menghalangi pengikatan oksigen oleh hemoglobin, akibatnya, pernafasan menjadi terganggung. Berkurangnya oksigen di dalam darah ini berbahaya, karena dapat mengakibatkan kerusakan sel dan organ dan berujung pada kematian.
2. Kanker paru-paru . Partikel halus yang dikeluarkan knalpot kendaraan bermotor dapat merusak sel di paruparu dan menyebabkan kanker paru-paru.
3. Kerusakan tulang sumsum Kesposur ke benzena (C6H6), yang merupakan salah satu partikel berbahaya di asap kendaraan bermotor, dapat menyebabkan kerusakan pada tulang tulang sumsum. Karena tulang sumsum adalah bagian tubuh yang menghasilkan antibiotik dan sel darah, ini dapat menyebabkan berkurangnya kekebalan.
4. Kanker ginjal. Selain paru-paru, masuknya polutan ke tubuh juga merusak fungsi ginjal. Ini karena ginjal berfungsi untuk menyaring kotoran dari darah. Sehingga kotoran yang berkumpul di ginjal akan mengakibadkan kanker.
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Diana Yosita
NPM : 2013024031

Izin menjawab, Ibu.
1. Jelaskan macam-macam hidrokarbon
Jawab :
Senyawa Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen.
Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. hidrokarbon alifatik yang mengandung ikatan tunggal disebut hidrokarbon jenuh contohnya alkana. Alkana merupakan Bahan bakar yang kita gunakan dalam keperluan sehari-hari termasuk golongan alkana, contohnya minyak tanah, bensin, dan LPG
2. hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap disebut hidrokarbon tak jenuh contohnya alkena dan alkuna. Bahan-bahan pembuat plastik merupakan senyawa kimia yang termasuk golongan alkena. Gas berbau khas yang biasa digunakan oleh tukang las adalah senyawa dari alkuna yang disebut etuna atau asetilena yang sehari-hari disebut gas karbit.

berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi 3,yaitu:
1. Hidrokarbon alifatik yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh). Contoh: butana
2. Hidrokarbon alisiklik yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar. Contoh: siklobutana
3. Hidrokarbon aromatik yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling. Contoh : benzena


2. Analisislah potensi racun hidrokarbon bagi kehidupan
Jawab :
Menelan hidrokarbon, dalam bentuk sulingan minyak bumi (misalnya bensin, parafin, minyak mineral, minyak lampu, pengencer, dll.), menyebabkan keracuana, salah satu gangguan kesehatan yang disebakan karena terpajan hidrokarbon adalah pneumonia aspirasi yang parah. Potensi racun tergantung pada viskositas, diukur dalam detik universal Saybolt.
Hidrokarbon cair dengan viskositas rendah (SSU < 60), seperti bensin dan minyak mineral,dapat menyebabkan pneumonitis inhalasi daripada hidrokarbon dengan detik Saybolt universal > 60, seperti tar.
Jika tertelan dalam jumlah besar, hidrokarbon dengan berat molekul rendah dapat diserap secara sistemik dan menyebabkan efek toksik pada sistem saraf pusat atau hati, yang lebih mungkin terjadi pada hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida, trikloroetilena).
Sedangkan menghirup hidrokarbon terhalogenasi misalnya, lem, cat, pelarut, semprotan pembersih, dapat menyebabkan euforia dan perubahan kondisi mental dan membuat jantung peka terhadap katekolamin endogen.