1. Bagaimana bumi kita ini dapat berputar?
Jawab:
Saat masa awal pembentukan tata surya, bumi terbentuk dari cakram berisi gas dan debu kosmik di sekitar Matahari. Bumi terbentuk ketika debu kosmik dan gas bertabrakan. Gravitasi benda langit lainnya yang berukuran besar dapat menarik benda langit yang kecil ke orbitnya. Dalam proses puing-puing antariksa yang saling tarik menarik itu, gravitasi membuat puing-puing mendekat dengan gerakan berputar. Inilah awal mulanya benda langit
berputar pada porosnya. Kemudian, semakin padat benda langit yang terbentuk itu, putarannya semakin cepat. Berdasarkan hukum I Newton yang menjelaskan bahwa benda yang bergerak pada laju tertentu akan cenderung tetap bergerak. Oleh karena itu, ketika berwujud padat pun, putaran Bumi akibat proses tersebut tidak hilang. Setelah bumi menjadi lebih dingin dan atmosfer serta air terbentuk, bumi tetap berputar pada porosnya. Selain itu, rotasi Bumi bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti efek pasang surut Bulan dan Matahari serta distribusi massa keseluruhan di Bumi.
2. Bagaimana bumi bisa berotasi dan berevulusi, berapa kecepatan masing-masing? Jawab:
Bumi dapat berotasu akibat efek samping pembentukan tata surya yang semula berbentuk awan raksasa gas dan debu kira-kira 4,6 milyar tahun yang lalu. Awan itu mulai berotasi ketika ditarik oleh gravitasinya sendiri. Sedangkan revolusi Bumi terjadi akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi Bumi. Kecepatan rotasi bumi sebesar 1.670 km/jam, namun kecepatan perputarannya berbeda-beda di setiap tempat, tergantung pada garis lintang tempat tersebut berada (kecepatan terbesar di daerah khatulistiwa). Sedangkan kecepatan revolusi Bumi adalah sebesar 108.000 kilometer/jam.
3.Bagaimana struktur lapisan bumi. unsur-unsur apa saja yang terdapat pada setiap lapisan?
Jawab:
Berikut ini adalah struktur lapisan bumi,
a) Crust (Kerak Bumi)
Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5–10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20–70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak Bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 1.100 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Crust merupakan bagian terluar dari lapisan Bumi yang lebih tipis dibandingkan dengan lapisan lainnya. Pada lapisan ini, terdapat unsur-unsur kimia utama seperti Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%).
b) Mantle (Mantel Bumi)
Mantel bumi merupakan lapisan yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar 83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi. Terdiri dari material yang berfasa cair, sering pula selubung bumi disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan- pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi.
c) Inti
Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar dan inti bumi bagian dalam. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis material penyusun inti bumi dan perubahan sifat materialnya dari yang bersifat padat menjadi bersifat cair.
1)Outer Core (Inti Luar)
Lapisan Bumi ini merupakan lapisan cair dengan ketebalan sekitar 2266 km. Suhu inti luar berkisar dari 4.300 derajat Kelvin di bagian luar hingga 5.000 derajat Kelvin di dekat inti dalam. Material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam Fe.
2) Inner Core / Inti Dalam
Lapisan ini merupakan lapisan terpanas dari Bumi dengan kedalaman 5.150 sampai 6.370 km dengan suhu 5.500 derajat Kelvin. Material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan material logam yang bersifat padat, sebagian besar tersusun dari besi. disertai juga belerang, karbon, oksigen, silikon, dan kalium dalam persentase kecil. Selain itu, komposisi penyusun inti bumi juga diketahui dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang dijumpai mengandung logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%. Sehingga diperkirakan material logam penyusun inti bumi adalah unsur besi dan nikel.