Diskusi Kelompok 5

Diskusi Kelompok 5

Diskusi Kelompok 5

Jumlah balasan: 9

Pertanyaan, Jawaban, Sanggahan

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh ADEILLA NAJWA SALSABILA -
Nama: Adeilla Najwa Salsabila
Npm: 2113053288

Izin bertanya. Berdasarkan penjelasan pemateri mengenai ciri media menurut Gerlach & Ely, ada tiga ciri media yaitu fiksatif, manipulatif, dan didtributif. Tolong berikan contoh implimentasi di dalam pembelajaran dari ketiga ciri media tersebut!
Sebagai balasan ADEILLA NAJWA SALSABILA

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh Putri Karlinda -
Nama : Putri Karlinda
NPM : 2113053261

izin menjawab pertanyaan dari Adeila Najwa Salsabila

a. Ciri fiksatif yaitu menggambarkan kemampuan merekam, menyimpulkan, melestarikan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau objek. Cara ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat.

Implementasi yang dapat diterapkan dari media ini seperti photography, video tape, audio tape, disket komputer, dan film.

b. Ciri manipulatif yaitu transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif.

Implementasi yang dapat diterapkan adalah misalnya, kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu 2 (dua) menit sampai 15 (lima belas) menit dengan teknik pengambilan gambar atau time - lapse recording

c. Ciri distributif yaitu dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditranspormasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada peserta didik dengan stimulas pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian ini. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat.

Implementasi yang dapat diterapkan misalnya seperti kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut didistribusikan. Konsistensi informasi yang terdapat didalamnya akan selalu terjaga sebagaimana aslinya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh Yessi Desmatala Sari 2113053101 -
Nama : Yessi Desmatala Sari
NPM : 2113053101

Izin bertanya, dalam materi pembelajaran perlu mengurut berdasarkan 2 pendekatan yaitu pendekatan prosedural dan hierarki, yang ingin saya tanyakan apa pengaruh dari 2 pendekatan ini terhadap materi pembelajaran dan apakah hal ini wajib diterapkan dalam mengurutkan materi pembelajaran, kemudian jika tidak berjalan dengan semestinya apakah pengurutan ini dapat diubah dengan prosedur lain?
Sebagai balasan Yessi Desmatala Sari 2113053101

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh Bunga Adelia P.F 2113053025 -
Nama : Bunga Adelia PF
NPM : 2113053025

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Yessi

Pengaruh dari kedua pendekatan ini dalam Urutan penyajian berguna untuk menentukan urutan proses pembelajaran. jadi kedua pendekatan ini berfungsi untuk mengurutkan langkah langkah suatu materi dalam pembelajaran. dengan adanya urutan materi pelajaran ini akan memudahkan guru dan juga siswa dalam memahami materi pembelajaran tersebut.

Tanpa urutan yang tepat, maka akan menyulitkan penyampaian materi pelajaran secara efektif. misalnya jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya dan memahami materi yang akan dipelajari. contohnya yaitu semisal dalam materi operasi bilangan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik akan mengalami kesulitan mempelajari pengurangan jika materi penjumlahan belum dipelajari. Peserta didik akan mengalami kesulitan melakukan pembagian jika materi perkalian belum dipelajari.

Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan hierarkis.

1. Pendekatan prosedural.
Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas.

2. Pendekatan hierarkis
Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

lalu pertanyaan selanjutnya mengenai jika dalam pengurutan materi pembelajaran tidak berjalan dengan baik apalah bisa menggunakan prosedur lain? menurut saya sebenarnya kan untuk mengurutkan materi pembelajaran hanya melalui 2 pendekatan ini yaitu pendekatan hierarki dan prosedural maka, jika dalam penggunaan urutan materi dipendekatan hierarki kurang cocok, maka pengurutan materi dapat menggunakan pendekatan prosedural. perlu kita tahu jika kedua pendekatan ini memiliki dua pengertian yang berbeda yang berati dalam penggunaan nya juga memiliki pengaturan peruturan materi yang juga berbeda.
Sebagai balasan Yessi Desmatala Sari 2113053101

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh Rara Satriana -
Nama : Rara Satriana
NPM : 2153053005

Izin menanggapi dari pertanyaan saudari Yessi,

Dari pertanyaan tersebut terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan prosedural dan hierarki. Pertanyaannya yaitu apa pengaruh dari dua pendekatan ini terhadap materi pembelajaran, Pengaruh dalam pembelajaran itu sangat penting karena untuk melakukan penekatan oleh tenaga pendidik kepada para peserta didiknya. Dan apakah antara dua pendekatan ini wajib diterapkan dan jika tidak berjalan dengan semestinya apakah dapat diubah. Dalam hal ini antara dua pendekatan tersebut memang harus di terapkan salah satunya dalam proses pembelajaran.

Dimana pendekatan prosedural ini merupakan pendekatan dengan urutan materi pembelajaran secara prosedural yang menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Contohnya yaitu seperti dalam mengoperasikan sepeda motor atau mengoperasikan komputer di mana kita harus melakukan dengan urutan secara prosedural. Sedangkan pendekatan hierarki di mana pendekatan ini urut dari bawah ke atas atau atas ke bawah. Contohnya yaitu pada saat mempelajari sauatu materi yang sebelumnya harus dipelajari sebelum materi yang selanjutnya akan dipelajari.

Menurut artikel yang pernah saya baca, sampai sekarang ini dalam proses pembelajaran belum ada tidak berjalan dengan semestinya, karena memang dua pendekatan ini sudah di tetapkan dalam melakukan penekatan dalam pembelajaran. dan selanjutnya belum ada pendekatan lain selain dua pendekatan tersebut. Jadi sampai sekarang ini juga belum ada pembelajaran yang tidak berjalan dengan semestinya dengan dua pendekatan ini.

Sekian, terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh SASKIA DITA AYU NINGTIAS 2113053227 -
Nama: Saskia Dita Ayu Ningtias
NPM: 2113053227

Di masa pandemi seperti sekarang ini tentunya mengharuskan kita untuk melakukan pembelajaran secara daring yang mana terdapat berbagai macam kendala atau masalah dalam proses pembelajaran tak terkecuali dalam penggunaan media pembelajaran. Menurut kalian apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya keterbatasan akses media pembelajaran tersebut dimasa pandemi, terutama sewaktu pembelajaran daring?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh MELLYZA AZZARA 2153053035 -
Nama : Mellyza Azzara
NPM : 2153053035

Saya izin menjawab pertanyaan dari saudari Adeilla Najwa Salsabila.
Saudari Adeilla tadi bertanya bagaiamana contoh pengimplimentasikan dalam pembelajaran dari ketiga ciri media tersbut?
1. Fiksatif (fixative property).
Ciri fiksatif ini yakni menggambarkan kemampuan merekam, menyimpulkan, melestarikan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau objek. Dalam ciri fiksatif ini biasa nya menggunakan media, yang mana media tersebut dapat dikembangkan seperti photography, video tape, audio tape, disket komputer, dan film.

Untuk mengiplimentasikan nya misalnya seperti peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di suatu negara ini peserta didik dapat mepelajari bagaimana peristiwa atau kejadian-kejadian itu melalui rekaman video dokumentasi, dan foto-foto. Nah objek-objek biotik ataupun abiotik yang unik dan harus dipelajari oleh peserta didik, agar dapat dihadirkan dengan gampang diruang kelas dengan rekaman video ataupun foto. Maka dari itu media ini menampilkan suatu rekaman kejadian yang terjadi pada satu waktu tertentu.

2. anipulatif (manipulatif property).
Untuk ciri manipulatif yaitu Transpormasi suatu kejadian atau objek yang dimungkinkan karena media ini memiliki ciri manipulatif. Kejadiannya juga memakan waktu berhari-hari, yang mana dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu 2 (dua) menit sampai 15 (lima belas) menit dengan teknik pengambilan gambar atau time - lapse recording.

Pengimplimentasikan nya misalnya seperti, siswa ini dapat mempelajari bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan embrio di dalam kandungan ibu hanya dalam waktu 10 sampai 15 menit. Proses ini juga aslinya berlangsung selama 9 bulan di dalam tubuh ibu. Dengan bantuan teknologi khusus dan proses perekaman yang kemudian dilakukan manipulasi, waktu dapat dipersingkat dengan mempercepat dengan hanya menampilkan kejadian-kejadian penting saja. Selain itu, bahkan proses dapat diputar balik dan diulang-ulang. Kejadian yang berlangsung cepat juga dapat diperlambat.
Contoh lain seperti proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan teknik rekaman fotografer di samping itu juga dapat diperlambat menayangkan kembali hasil rekaman video.

Media dari ciri manipulatif sangat memerlukan perhatian sungguh-sungguh karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau potongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pula kesalahan penafsiran dalam pikiran peserta didik nya.

3. Distributif (distributive property).
Sedangkan untuk ciri distributif ini sendiri yaitu dari media yang memungkinkan untuk suatu objek atau kejadian ditranspormasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada peserta didik dengan stimulas pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian ini.

Misalnya seperti kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh peserta didik dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut didistribusikan. Konsistensi informasi yang terdapat didalamnya akan selalu terjaga sebagaimana aslinya.

Sekian, terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh TATA NURHALIZA 2113053008 -
Nama: Tata Nurhaliza
Npm: 2113053008

Berdasarkan pemaparan materi yang telah dijelaskan bahwa cakupan atau ruang lingkup materi dan urutan penyampaian materi pembelajaran penting diperhatikan. Pertanyaan saya, apa keuntungan dari ketepatan menentukan materi dan urutan penyampaian materi dan jika pendidik tidak tepat dalam menentukannya, apa resiko yang akan timbul?
Sekian, terima kasih
Sebagai balasan TATA NURHALIZA 2113053008

Re: Diskusi Kelompok 5

oleh Natasya Helsi Febiani 2113053187 -
Nama: Natasya Helsi Febiani
NPM: 2113053187

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Tata Nurhalizah.
Jika ditanya mengenai keuntungan dari ketepatan menentukan materi dan urutan penyampaian materi pembelajaran, sesungguhnya terdapat dua pihak yang diuntungkan. Pertama pihak pendidik selaku sosok yang menyampaikan materi kepada peserta didik. Dan yang kedua adalah peserta didik selaku sosok yang menerima materi pembelajaran tersebut.

Mengapa demikian? Karena kita dapat mengutip dari fungsi urutan penyampaian materi itu sendiri. Dan yang paling masuk akal yang nantinya terjadi jika materi yang disampaikan disusun sedemikian rupa, maka peserta didik akan lebih mudah memahami materi pembelajaran. Juga pastinya pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan materi sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Misalkan, dalam materi pembelajaran hewan ruminansia yang merupakan mamalia pemakan tumbuhan (herbivora) yang bisa memamah dan memiliki empat buah perut . Oke, tidak terjadi masalah ketika seorang pendidik mengajarkan materi ini jika sebelumnya sudah membahas mengenai hewan herbivora, karnivora, dan omnivora.

Jika dalam urutan penyampaian pembelajaran tidak tepat, resiko yang ditimbulkan bersifat fatal, tentu tidak bisa disepelekan.Tanpa urutan yang tepat, jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat, akan menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya. Seperti peserta didik susah memahami materi juga terdapat kekeliruan dalam penyampaian dan pemahaman materi.

Kembali lagi, jika peserta didik sulit dalam mempelajari maka juga akan sulit memahami. Jika peserta didik sulit memahami, besar kemungkinan tidak akan tercapai hasil belajar yang diinginkan. Yang nantinya berujung pada timbulnya beberapa masalah karena tidak efektif dan tidak berjalan dengan lancar proses pembelajaran.