Diskusi Sesi 1

Diskusi Sesi 1

Diskusi Sesi 1

Number of replies: 7

Pertanyaan, jawaban, dan sanggahan

In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by Annisa Salsabina Rahmadhani -
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014

Izin Bertanya,
apa saja langkah – langkah dalam penyusunan instrumen penilain serta berikan contoh dalam penilaian diagnostik?
In reply to Annisa Salsabina Rahmadhani

Re: Diskusi Sesi 1

by ERMA TITIS NIKMAH -
Nama: Erma Titis Nikmah
Npm: 2153053014

Izin menjawab pertanyaan dari Anisa Salsabina

Langkah-langkah dalam proses penyusunan instrumen penilaian yaitu;

1. Menetapkan pencapaian indikator dari setiap SK dan KD

Langkah pertama yang perlu kita lakukan dalam menyusun instrumen penilaian adalah menetapkan pencapaian indikator dari setiap Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).

Indikator adalah ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang memberikan kontribusi atau menunjukkan ketercapaian suatu SK. Pencapaian indikator dari suatu SK atau KD menentukan pencapaian indikator dari setiap SK atau KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang bisa diukur.

Contoh untuk instrumen penilaian ini. Misalnya saja;

Mengidentifikasi
Menyimpulkan
Menyebutkan
Menjabarkan
Mengkonstruksi dan
Mengasumsikan


Setiap pencapaian indikator yang dikembangkan oleh seorang guru harus memperhatikan perkembangan dan kemampuan (intake) dari setiap siswa. SK dapat dijabarkan menjadi beberapa KD, dan setiap KD dapat dijabarkan menjadi beberapa pencapaian indikator.

Setiap penjabaran disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman tiap-tiap SK dan KD. Pencapaian indikator menjadi bagian dari pengembangan silabus, dan RPP menjadi acuan dalam merancang format penilaian (penentuan metode/teknik penilaian) yang tepat.

2. Melakukan pemetaan SK, KD, dan Pencapaian Indikator

Langkah selanjutnya dalam proses penyusunan instrumen penilaian adalah melakukan pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Pencapaian Indikator. Proses pemetaan yang dilakukan dalam hal ini disebut dengan istilah pengembangan silabus. Selanjutnya hasil pengembangan silabus tersebut dijabarkan lagu secara lagi rinci dalam format RPP.

RPP dibuat untuk setiap pertemuan dengan durasi waktu yang disesuaikan dengan program semester yang telah ditetapkan. Pengembangan silabus dan RPP dirancang dan dibuat oleh setiap guru mata pelajaran dengan mengikuti bimbingan dan arahan dari kepala sekolah dan tim kurikulum.


Contoh penilaian diagnostik
Tes diagnostik non kognitif dilakukan diawal pembelajaran. Tes diagnostik kognitif dilakukan secara berkala pada awal pembelajaran, diakhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik atau waktu lainnya bisa berupa tes formatif maupun tes sumatif. Tes formatif disusun untuk mengukur ketuntasan belajar atau KKM, jika dari tes formatif diketahui ada siswa yang belum tuntas, maka guru melakukan tes untuk mendiagnosis kemungkinan kemungkinan sumber masalah hal ini disebut tes diagnostik tipe A, sedangkan tes diagnostik tipe B adalah tes diagnosis yang dilakukan tanpa didahului tes formatif.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by IRMANDA FRAHANI -
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 2C

Didalam ppt terdapat jenis jenis penilaian. Salah satunya yaitu penilaian portofolio.
Apakah terdapat kendala yang dialami guru dalam melakukan penilaian portofolio? Serta bagaimana meminimalisir kendala tersebut? Berikan penjelasan
In reply to IRMANDA FRAHANI

Re: Diskusi Sesi 1

by ICHA KURNIA PUTRI -
Nama : Icha Kurnia Putri
NPM : 2113053052
Kelas : 2C

Izin menjawab pertanyaan Irmanda
Mengalami kendala dalam melaksanakan penilaian portofolio pada kurikulum 2013 yaitu kesulitan dalam melaksanakan penilaian proses,karena pelaksaan penilaian proses menuntut perhatian yang lebih kepada siswa. Kemudian waktu yang disediakan terbatas, karena penilaian portofolio membutuhkan waktu ekstra dibanding dengan penilaian lain yang digunakan oleh guru. Kemudian guru belum sepenuhnya memahami tentang konsep penilaian autentik, sehingga akan kesulitan dalam membuat perencanaan portofolio dengan baik.

Upaya-upaya yang harus dilakukan guru untuk meminimalisir kendala dalam melaksanakan peniliana portofolio dalam kurikulum 2013 adalah guru dapat mengatur jumlah siswa agar tidak terlalu banyak dalam satu ruangan supaya penilaian proses dalam segala aktivitas dapat dinilai oleh guru. Kemudian guru melakukan pengkondisian waktu dengan membagi waktu secara tepat. Dan guru diharapkan selalu memberikan bimbingan kepada siswa baik pada waktu pertemuan potofolio maupun menjelang proses pembelajarannya berlangsung. Ini ditujukan kepada siswa agar siswa memahami tentang hakikat potofolio dan aspek yang dinilai pada penilaian portofolio.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by DWI OKTAVIANINGSIH -
Nama : Dwi Oktavianingsih
NPM : 2113053208
Izin bertanya
Prinsip apa saja yang harus diperhatikan Pendidik dalam melakukan penilaian autentik?
In reply to DWI OKTAVIANINGSIH

Re: Diskusi Sesi 1

by RAFITRI PRIHATINI -
Nama: Rafitri Prihatini
Npm: 2113053133

Salah satu penekanan di dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Seperti yang kita ketahui penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang memberikan gambaran mengenai perkembangan siswa setelah siswa mengalami proses pembelajaran. Penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada di Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) (Kunandar,2013:35-36).


Prinsip yang paling penting dari penilaian autentik adalah dalam pembelajaran tidak hanya menilai apa saja yang sudah diketahui oleh siswa, tetapi juga menilai apa yang dapat dilakukan oleh siswa setelah pembelajaran selesai. Sehingga kualitas hasil belajar dan kerja siswa dalam menyelesaikan tugas dapat terukur. Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan dalam melakukan penilaian autentik ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni:
1. Autentik dari instrumen yang digunakan, menggunakan instrumen yang bervariasi yang disesuaikan dengan karakteristik atau tuntutan kompetensi yang ada dikurikulum.
2. Autentik dari aspek yang diukur, menilai aspek-aspek hasil belajar secara komprehensif meliputi kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
3. Autentik dari aspek kondisi siswa, menilai input (kondisi awal siswa), proses (kinerja dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar), dan output (hasil pencapaian kompetensi, baik sikap, keterampilan maupun pengetahuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar).
In reply to RAFITRI PRIHATINI

Re: Diskusi Sesi 1

by SHERLITA NUR AZIZAH -
Nama : Sherlita Nur Azizah
NPM : 2113053132

Izin menambahkan jawaban atas pertanyaan Dwi Oktavianingsih,
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh pendidik pada saat melaksanakan penilaian autentik yaitu:
1. Sahih, maksudnya penilaian didasarkan pada data yang memang mencerminkan kemampuan yang ingin diukur.
2. Objektif, penilaian yang didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas dan tidak boleh dipengaruhi oleh subjektivitas penilai (guru).
3. Adil, suatu penilaian yang tidak menguntungkan atau merugikan siswa hanya karena mereka (bisa jadi) berkebutuhan khusus serta memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. Terpadu, penilaian dikatakan memenuhi prinsip ini apabila guru yang merupakan salah satu komponen tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5. Transparan,  di mana kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang digunakan dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.
6. Menyeluruh dan berkesinambungan, mencakup segala aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dengan demikian akan dapat memantau perkembangan kemampuan siswa.
7. Sistematis, Penilaian yang dilakukan oleh guru harus terencana dan dilakukan secara bertahap dengan mengikuti langkah-langkah yang baku.
8. Akuntabel, penilaian yang proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
9. Edukatif, penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan siswa.