Diskusi SESI 2

Diskusi SESI 2

Diskusi SESI 2

Number of replies: 6

Sampaiakan pertanyaan, tanggapan dan sanggahan disni

In reply to First post

Re: Diskusi SESI 2

by REZA ISMELDA21 -
Nama : Reza Ismelda
NPM : 2113053119

Izin bertanya kepada kelompok pemateri, sebagai calon pendidik tolong jelaskan upaya apa sajaa yang dapat kalian dilakukan agar langkah pembelajaran dimasa pandemi seperti sekarang ini berjalan dengan baik? Dan adakah kendala dalam menerapkan langkah pembelajaran dimasa pandemi seperti saat ini?

Terimakasih.
In reply to REZA ISMELDA21

Re: Diskusi SESI 2

by Maya Marisa -
Nama : Maya Marisa
NPM : 2113053258

Izin menjawab pertanyaan saudari Reza Ismelda.
Di masa pandemi seperti saat ini, pendidik tentunya harus beradaptasi agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Untuk itu, terdapat beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh pendidik agar langkah pembelajaran di masa pandemi ini dapat berjalan dengan baik. Upaya tersebut antara lain;
1. Harus dapat memanfaatkan media teknologi Karena diharuskan untuk melakukan pembelajaran secara online, pendidik harus dapat memanfaatkan media teknologi dengan baik agar langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan nantinya dapat berjalan dengan baik.
2. Membuat sebuah pembelajaran online yang terencana
Dalam melakukan pembelajaran online pendidik pun harus merencanakan dengan efektif keterbatasan waktu yang dimilikinya dalam menyampaikan materi. Dalam hal ini, pendidik dapat mempersiapkan rencana pembelajaran yang berkualitas dan mengatur beberapa langkah pembelajaran yang lebih spesifik.
3. Membuat anak didik tetap berkonsentrasi
Salah satu kendala yang dihadapi dalam sistem pembelajaran online yaitu konsentrasi para anak didik yang akan berkurang, jika dibandingkan ketika proses pembelajaran dengan tatap muka. Maka dari itu, pendidik juga harus mampu membuat anak didik dapat berkonsentrasi ketika penyampaian materi, walaupun dalam keadaan yang berjauhan. Untuk melakukan hal ini, seorang pendidik harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu membuat anak didik memiliki semangat belajar yang tinggi.
4. Merangkum materi ajar
Pembelajaran online sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka, karena durasi waktunya pun berbeda. Jika melakukan pembelajaran tatap muka, guru memiliki cukup banyak waktu untuk menjelaskan pelajaran kepada anak didiknya. Namun sebaliknya, pembelajaran online tidak memiliki banyak waktu, bahkan waktu yang digunakan sangatlah terbatas. Hal ini tentu akan mempersulit guru maupun anak didik dalam pembelajaran, karena materi ajar tidak terserap dengan baik secara keseluruhan. Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus merangkum materi ajar dengan ringkas, agar anak didik mudah dalam mencerna pelajaran. Meskipun ringkas, materi ajar yang pendidik sampaikan dapat diserap oleh anak didik, daripada materi yang dijabarkan terlalu luas pada pembelajaran online ini.
5. Menggunakan metode pembelajaran yang interaktif
Dalam proses pembelajaran, pendidik harus berupaya untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan materi secara interaktif. Contohnya saja, Anda bisa menggunakan berbagai macam situs kuis interaktif yang bisa membuat anak didik menjadi aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, langkah pembelajaran yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.
6. Menyediakan provider internet yang baik
Dalam melakukan pembelajaran online, hal yang terpenting untuk guru persiapkan adalah jaringan internet yang memadai. Tentunya guru dapat menyiapkan provider internet terbaik agar ketika proses pembelajaran online berlangsung materi yang disampaikan dapat diterima siswa dengan baik.

Adapun permasalahan dalam penerapan langkah pembelajaran yang biasa terjadi di masa pandemi ini yaitu siswa kurang semangat belajar. Hal ini karena dalam pembelajaran online, siswa kerap merasa bosan dan seringkali tidak memahami apa yang pendidik sampaikan. Kemudian, permasalahan lain yaitu berkaitan dengan jaringan internet, dimana tidak semua daerah memiliki jaringan internet yang baik sehingga hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi anak yang berada di daerah dengan jaringan internet yang tidak baik. Untuk itu, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pendidik bagaimana caranya agar membuat siswa tetap dapat belajar meski dalam keadaan demikian.
Sekian, terima kasih.
In reply to First post

Re: Diskusi SESI 2

by HAFID TRIAWAN -
Nama: Hafid Triawan
Npm: 2113053236

Izin bertanya
Belajar bukan hanya sekedar mencatat dan menghafal, akan tetapi proses
berpengalaman, Ada
kalanya proses pembelajaran juga dilakukan dengan simulasi dan
dramatisasi. Pertanyaan saya bagaimana cara menjalan kan proses belajar tersebut jika sarana/fasilitas disekolah belum memadahi? dan apa solusi nya?
In reply to First post

Re: Diskusi SESI 2

by Annisa Salsabila 2113053074 -
Nama : Annisa Salsabila
NPM : 2113053074

Izin bertanya kelompok presenter, dalam langkah-langkah pembelajaran akhir (penutup) guru melakukan suatu refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam hal ini, siswa dapat mengungkapkan apa saja hal positif dan negatif dari aktivitas pembelajaran agar guru dapat melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Pertanyaan saya, bagaimana jika seorang siswa tidak dapat mengungkapkan apa saja hal positif dan negatif dari kegiatan pembelajaran atau dengan kata lain malu karena belum memahami materi yang diberikan oleh guru? Lalu, upaya apakah yang dapat dilakukan guru dalam melakukan refleksi tersebut?
In reply to Annisa Salsabila 2113053074

Re: Diskusi SESI 2

by Ifnur Fadhilla Legthonia -
Izin menanggapi pertanyaan dari saudari Annisa Salsabila
Nama : Ifnur Fadhilla Legthonia
NPM : 2113053146

Guru melakukan tahap evaluasi atau pengembangan ini untuk mengukur sampai/sejauh mana tingkat penguasaan dan pembelajaran yang dilakukan oleh anak selama mengikuti proses pembelajaran setelah melakukan penilaian. Guru melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap proses pembelajaran tersebut, dan mengenai hasil dari penilaian pembelajaran tersebut akan dievaluasi apakah sudah sesuai dengan tujuan dari pembelajaran tersebut ataukah belum.Hal ini dinamakan dengan refleksi yaitu kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian tertulis dan lisan oleh guru untuk siswa dan oleh siswa untuk guru dalam mengekspresikan kesan konstruksif, pesan, harapan, dan kritik terhadap proses pembelajaran.

sebagian anak terkadang mereka malu untuk mengungkapkan apa saja yang dia paham atau tidaknya terhadap materi yang telah diajarkan.Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :
1.Ketidak percayaan dirinya
Sebagian anak merasa minder dan kurang percaya diri,mungkin adanya kekurangan fisik terhadap dirinya,seperti anak yang sumbing dan malu untuk berbicara sehingga anak malu untuk mengungkapkan perasaannya.

2.Kurangnya interaksi anak
Anak yang kurang berinteraksi cenderung menutup diri dan menyendiri.Sehingga dia pendam dan tidak mengungkapkan perasaan paham atau tidaknya materi yang diberikan.

3.Takut dimarahi jika ada yang tidak paham
Bukan hanya faktor dari dalam diri anak,guru pun terkadang menjadi penyebab kenapa anak malu untuk mengungkapkan paham atau tidaknya materi yang dipelajari.Seperti pengalaman pribadi saya di SD dulu,ketika guru menanyakan paham atau tidaknya materi saya menjawab tidak paham,guru saya pun marah dan kesal kenapa saya tidak paham dengan materi yang beliau ajarkan,sehingga guru saya pun emosi dan ngomel2 marah atas kekesalannya karena saya dan sebagian murid lainnya tidak memahami materi tersebut.Beliau hanya ngomel atas kekesalannya kepada murid dan tidak menerangkan kembali materi yang tidak paham oleh sebagian murid termasuk saya.Alhasil ketika jadwal pelajaran dihari berikutnya saya hanya diam ketika ditanyakan paham atau tidaknya materi yang beliau terangkan,karena takut akan dimarahi lagi.

Jadi sebagai guru harus sabar juga terhadap anak yang masih belum mampu memahami materi yang diajarkan,jangan memarahi mereka apalagi memarahi murid didepan murid lainnya (temannya) karena itu dapat membuat mentalnya down dan tidak berani untuk mengungkapkan ketidakpahamannya dan ajarkan kembali hingga mereka bener-bener paham dengan materi tersebut. Gunakanlah metode yang sesuai dengan daya tangkap anak.

Menurut pendapat saya yang insyaAllah calon sebagai guru dalam mengatasi ketika ada murid yang malu dalam mengungkapkan perasaanya ketika melakukan refleksi adalah

1.Sebelum memulai pembelajaran ciptakanlah suasa kelas yang aman tenang damai dan enjoy.Berinteraksilah dengan semua murid tanpa membedakannya.Agar anak menikmati dalam proses pembelajaran dengan senang hati dan tidak terpaksa

2.Ketika memberikan materi pembelajaran,sampaikanlah dengan baik,menyenangkan dan tidak monoton. Apalagi dizaman sekarang ini,sebagai guru harus pandai menggunakan strategi dalam proses pembelajaran

3.Ketika dalam tahap penilaian guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk berdiskusi dan mengungkapkan segala bentuk rasa dan kesan setelah pembelajaran dipresentasikan serya mempersilahkan kan siswa mengungkapkan segalanya dengan jujur dan terbuka.

4.Cara mengatasi sifat pemalu anak
(1)Melatih kepercayaan diri anak
misalnya dengan mengajaknya melakukan sesuatu yang anak sukai, dari hal sederhana tersebut anak akan mulai bercerita mengenai kegiatan tersebut dan itu akan membantunya untuk lebih berani berkomunikasi dengan orang  lain.
(2) Jangan memberi label pemalu pada anak, hal tersebut akan semakin megurangi rasa percaya dirinya,  dan ia akan benar-benar meyakini bahwa dirinya memang pemalu.
(3) Bantu anak berinteraksi dengan orang lain.Seperti menjalin interaksi baik anak dengan temannya membuat anak lebih lebih percaya dan mau mengungkapkan perasaanya.
In reply to First post

Re: Diskusi SESI 2

by NI NENGAH MEGA DWIYANTI -
Nama : Ni Nengah Mega Dwiyanti
NPM :2153053011

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Hafid Triawan
Jadi sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam dunia pendidikan selain tenaga pendidik. Pendidikan tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana tidak akan dapat terpenuhi tanpa adanya manajemen yang dijalankan dalam lembaga pendidikan, terkait dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan akan berpengaruh untuk proses pembelajaran.
1. Solusi yang harusnya dilakukan oleh pemerintah pemerintah harus meningkatkan anggaran dana pendidikan dan juga bisa menanggung biaya pendidikan bagi warga yang kurang mampu, baik untuk sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah juga harus memperluas dan memeratakan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, adapun strategi yang dapat dilakukan, yaitu pemantapan prioritas pendidikan dasar sembilan tahun, pemberian beasiswa dengan sasaran yang strategis, pemberian insentif kepada guru yang bertugas di wilayah terpencil, pemantapan sistem pendidikan terpadu untuk anak yang memiliki kelainan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menunjang pendidikan yang berkualitas.
2. Solusi dari Sekolah dan Orangtua Untuk orangtua mungkin bisa memberikan sumbangan-sumbangan yang dapat membantu proses belajar mengajar di sekolah dengan membayar spp dan komite dengan tepat waktu.
3. Solusi dari lembaga pendidikan tlembaga pendidikan disetiap daerah harus mendata sekolah-sekolah yang ada disektitar untuk mengetahui sarana dan prasarana yang kurang dan perlu ditambah atau diperbaiki lagi. Kondisi nyata saat ini, pada umumnya pemerintah hanya mengoptimalkan pendidikan yang ada di kota dan mengabaikan pendidikan yang berada di daerah terpencil. Sehingga di daerah terpencil menimbulkan masalah kurangnya sarana dan prasarana dalam hal pendidikan, contohnya tenaga pengajar yang menumpuk di daerah perkotaan sedangkan di daerah terpencil minim akan tenaga pengajar. Upayaupaya tersebut jika dilakukan dengan baik dan sesegera mungkin pasti pemerataan sarana dan prasarana di sekolah akan terpenuh.