Jawaban:
1. sesuai aspek perkembangannya. Media pembelajaran untuk balita sesuai dengan aspek perkembangannya yaitu sebagai berikut. Aspek Kognitif, pada aspek kognitif ketika anak berusia 18-24 bulan anak mampu mempergunakan alat permainan dengan cara memainkannya dipukul-pukul tidak beraturan, seperti balok yang dipukul-pukul kemudian mampu menyusun balok dari kecil sampai besar atau sbaliknya, ketika diberikan media gambar dengan berbagai ekspresi wajah sudah mampu membedakan, juga sudah mampu menyebutkan makanan sesuai dengan rasanya, sudah mampu merangkai puzzle yang sederhana dan dalam hitungan sudah mampu menghitung 1-5 menggunakan jarinya. Media yang digunakan harus jelas kegunannya, diberikan media yang unik/menantang anak atau dengan pemberian media yang unik tersebut anak bisa bereksperimen, dengan anak berumur 3-5 tahun mampu menghitung 1-10.
Aspek Bahasa, pada aspek bahasa ketika anak berusia 18-24 bulan anak lebih menyukai media yang bergambar karena anak mampu menceritakan suatu hal dari gambaran meskipun antara cerita anak dengan kata-kata digambar tidak sama tetapi memiliki maksut yang sama, menggunakan media yang tugasnya memerintah anak misalnya anak menirukan suara binatang, menirukan ibunya yang marah-marah.
Aspek Fisik Motorik, pada aspek bahasa ketika anak berusia 18-24 bulan yaitu media yang sifatnya bisa melompat, naik turun tangga, melempar dan menendang walau belum sesuai sasaran, medianya bertekstur halus yang bisa disobek sobel, dicoret-coret, seperti kertas. Media yang memiliki perintah untuk menirukan misal menirukan gerakan hewan, menggunakan media yang memiliki ciri-ciri bisa menuang air, atau biji-bijian contoh menanam, kemudian media yang bisa meronce, dan menggunting sesuai pola.
Aspek Sosial Emosional, pada aspek bahasa ketika anak berusia 18-24 bulan yaitu senang bermain menggunakan benda yang sama dengan teman mainnya, senang dengan media yang bergambar ekspresi wajah, lebih senang bermain menirukan orang dewasa berarti anak menyukai peran yang sesuai dengan karakter yang disukainya bisa dilakukan dengan menggunakan media boneka-bonekanan karena pada bisa digunakan anak untuk bermain peran.
Aspek Moral Agama, pada aspek bahasa ketika anak berusia 18-24 bulan yaitu diberikan stimulus dengan menggunakan media dengan tema beribadah misalnya bentuk masjid, didalam masjid dihuni oleh umat muslim yang memiliki karakter rajin beribadah, mengucapkan salam, berkata yang baik, karena pada usia tersebut anak sudah mampu menirukan orang yang sedang beribadah guru memutarkan media elektronik yang memperlihatkan tata cara mau sholat dimasjid sampai selesai sholat.
2. sesuai dengan aspek perkembangannya yaitu sebagai berikut. Aspek Kognitif, pada aspek kognitif usia 2-4 tahun anak sudah mampu mengenal perbedaan berdasarkan ukuran, bentuk, mengklasifikasikan bentuk berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran, mengenal pola ABCD, mengurutkan benda berdasarkn ukuran, menyebutkan lambang 1-10, menggunakan lambang untuk menghitung. Media yang baik untuk aspek kognitif dan usia 2-4 tahun yaitu media yang menarik perhatian dan menantang anak untuk berfikir.
Aspek Bahasa, pada aspek bahasa usia 4-5 anak tahun sudah mampu mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan dalam permainan, menjawab
pertanyaan, menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama, berkomunikasi secara lisan, memiliki lebih banyak kata-kata, menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal, mengenal suara huruf awal dari nama benda.
Aspek Fisik Motorik, anak usia 2-4 tahun pada aspek fisik motorik dibedakan menjadi dua yakni aspek motorik halus dan motorik kasar, pada aspek motorik halus anak sudah menggambar sesuai gagasan, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan media, mengunting sesuai pola, menempel gambar. Media yang cocok seperti menebali pola gambar lalu digunting dan ditempel. Sedangkan motorik kasar anak sudah mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi, mampu melakukan permainan fisik dengan aturan, sehingga media yang harus digunakan yaitu media yang mengasah motorik kasar anak menendang bola, lompat tali, berlari dipapan titian.
Aspek Sosial Emosional, pada aspek sosial emosional usia 2-4 tahun anak sudah mampu memperlihatkan kehati-hatian kepada yang belum dikenal, mengenal perasaannya sendiri dan mengelolanya secara wajar, tahu akan haknya, mentaati aturan kelas, bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sendiri, bermain dengan teman sebaya, mengetahui perasaan temannya, berbagi dengan teman sebaya, menghargai hak, menunjukkan sikap toleran. Media yang baik digunakan pada aspek ini yaitu media yang menuntut anak untuk bekerja dan menyelesaikan
tugas secara berkelompok.
Aspek Moral Agama, pada aspek moral agama usia 2-4 tahun anak sudah mampu mengenal agama yang dianut, berperilaku jujur, sopan, mengetahui hari besar agama, toleransi dengan agama lain. Media yang sesuai aspek ini dengan mengenalan huruf-huruf hijaiyah menggunakan gambar, video-video praktek wudhu dan ditirukan anak, dan sebagainya.
3. Pemilihan Media untuk Anak Usia 5-6
Tahun
Untuk memberikan media
pembelajaran yang tepat pada anak usia
dini tentunya harus mengetahui ciri
media yang sesui dengan tahap
perkembangan anak, sebagimana
dibawah ini pemilihan Media Untuk
Anak Usia 5-6 Tahun yaitu:
1. Alat permainan yang tidak
bahaya untuk anak. Misalnya
tidak menggunakan bahan yang
tajam, media tidak memiliki
sudut yang dapat
membahayakan anak.
2. Mengandung unsur pendidikan. Maksudnya disini adalah media pembelajaran yang
disampaikan memiliki unsur
pengetahuan bagi anak usia dini
yaitu mengandung 6 apek
perkembangan anak seperti
aspek perkembangan nilai
moral dan agama, bahasa, sosial
emosional, fisik motorik,
kognitif dan seni.
3. Alat permainan yang beraneka
macam, sehingga anak dapat
bereksplorasi dengan berbagai
macam alat permainannya yang
menjadi sumber belajar anak.
Maksudnya adalah media bagi
anak usia 5-6 tahun harus
beragam atau banyak sehinga
anak mampu mengembangkan
ide dan ilmu pengetahunanya
melalui berbagai media
pembelajaran tersebut.
4. Memiliki tingkat kesulitan yang
sesuai dengan kemampuan anak
usia 5 tahun. Media yang
digunakan tidak terlalu mudah
sehingga anak termotivasi
untuk menggunakannya namun
Juga dan tidak terlalu sulit
sehingga anak masih mampu
atau tidak putus asa dalam
menggunakan media
pembelajarannya.
5. Menggunakan alat permainan
yang sederhana, dan ada
disekitar anak. Media
pembelajaran tidak selalu harus
mahal karena media bisa dibuat
sendiri oleh guru untuk
menghemat biaya karena
banyak seklai media yang ada
dilingkungan sekitar yang
mampu dimodivikasi oleh guru
sehingga menjadi media yang menarik dan menyenangkan
bagi anak usia dini.
Media pembelajaran adalah alat
permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak karena media
sengaja didesain untuk media
pembelajaran anak usia dini yang
mampu mengembangkan semua aspek
perkembangan anak, namun
penggunaanya harus disesuaikan
dengan usia anak dan tingkat
perkembangannya, media
pembelajaran berguna untuk beberapa
hal, seperti dibawah ini:
1. Menstimulasi perkembangana
fisik motorik, yaitu kegiatan- kegiatan yang dapat menunjang
atau merangsang gerakan
motorik halus dan motorik
kasar contohnya bola kecil
sampai bola besar.
2. Menstimulasi perkembangana
bahasa, perkembangan bahasa
dapat di stimuasi melalui
kegiatan latihan berbicara,
mendengarkan dongeng,
bermain peran dan membaca
cerita bergambar atau berseri.
Contohnya buku bergambar,buku cerita, dan alat bermain
peran.
3. Menstimulasi perkembangana
kognitif, yaitu dengan
pengenalan ukuran, bentuk,
Warna, dll. Contoh alat
permainan : Puzzle.
4. Menstimulasi perkembangana
sosial emosional, khususnya
hubungannya antara ibu dan
anak, keluarga dan masyarakat
5. Menstimulasi perkembangana
seni, menumbuhkan minat anak
dalam bidang seni baik yang
bethubungan dengan tari,
menggambar, melukis dan
mewarnai.
6. Menstimulasi perkembangana
nilai moral dan agama.
Mengajarkan anak untuk
disiplin, saling menghargai dan
menghormati orang yang lebih
tua.