Bagi yang ingin bertanya dan menjawab rekannya dipersilahkan
Kelompok 4
1. Amira Nur Lestari (2115041010)
2. Gadis Aisha Chairani (2115041062)
3. Raisha Hapsari Dewi (2115041074)
4. Kana Julya Salma (2115041114)
Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Thia Rahma Elfariyani dengan NPM 2115041066 izin bertanya, berdasarkan keasliannya, hadist dibagi dalam beberapa tingkatan. Nah, maksud dari tingkatan-tingkatan ini apa, dan bagaimana atau adakah efek yang serius diantara keempatnya jika ada diantara kita yang mengamalkan hadist dengan tingkatan paling bawah, yaitu hadist maudu? terimakasih.
Waalaikumsalam wr wb, terimaksih thia rahma atas pertanyaannya, izin menjawab pertanyaan thia
Maksud tingkatan nya itu, berdasarkan keaslian, misal hadis shahih berarti sudah terjamin asli untuk diamalkan sedangkan tingkatan dibawahnya itu ada beberapa cacat. Kalau kita mengenai amalannya, hadis maudu kan dicurigai hadis palsu, atau dalam rantai sanadnya ada penutur yang dusta, maka lebih baik tidak diamalkan karena sumbernya tidak jelas, kita tidak tahu amalan tersebut sah atau tidak takutnya malah berdosa jika diamalkan.
Maksud tingkatan nya itu, berdasarkan keaslian, misal hadis shahih berarti sudah terjamin asli untuk diamalkan sedangkan tingkatan dibawahnya itu ada beberapa cacat. Kalau kita mengenai amalannya, hadis maudu kan dicurigai hadis palsu, atau dalam rantai sanadnya ada penutur yang dusta, maka lebih baik tidak diamalkan karena sumbernya tidak jelas, kita tidak tahu amalan tersebut sah atau tidak takutnya malah berdosa jika diamalkan.
Assalamualaikum wr. wb.
Perkenalkan nama saya Hayatun Nufus dengan NPM 2155041002.
Saya ingin bertanya, apa hubungan antara AlQur’an dengan As-Sunnah? Dan seperti yang kita ketahui alquran itu membahas segala aspek kehidupan, tetapi mengapa As-Sunnah dijadikan dasar hukum islam?
Terimakasih
Perkenalkan nama saya Hayatun Nufus dengan NPM 2155041002.
Saya ingin bertanya, apa hubungan antara AlQur’an dengan As-Sunnah? Dan seperti yang kita ketahui alquran itu membahas segala aspek kehidupan, tetapi mengapa As-Sunnah dijadikan dasar hukum islam?
Terimakasih
Menurut saya memang As-sunnah menjadi dasar hukum bagi umat muslim, namun bukan yang paling utama, karena sumber hukum yang pertama itu tetap al-quran. Untuk hubungan antaraAl-quran dengan As-sunnah adalah as sunnah sebagai penjelas dan penguat bagi al-quran sendiri
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh, Perkenalkan nama saya Roro Wilis Alfida dengan NPM 2115041070 izin bertanya mengenai apa yang dimaksud dengan hadis qudsi serta hadis nabawi beserta contohnya?Dan bagaimana kedudukan hadis Qudsi dengan hadis nabawi?Terimakasih.
Waalaikumsalam, terimakasih Roro Wilis atas pertanyaannya, izin menjawab
1. Hadits qudsi adalah firman atau perkataan Allah SWT, namun jenis firman Allah SWT yang tidak termasuk Al-Quran. Hadits qudsi tetap sebuah hadits, hanya saja Nabi Muhammad SAW menyandarkan hadits qudsi kepada Allah SWT. Maksudnya, perkataan Allah SWT itu diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan redaksi dari diri beliau sendiri.
Contoh hadits qudsi antara lain:
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah SAW yang meriwayatkan dari Allah azza wajalla: Tangan Allah penuh, tidak dikurangi lantaran memberi nafkah, baik di waktu siang maupun malam.
2. Sedangkan hadits nabawi adalah segala yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir atau sifat.
Contoh Hadis Nabawi antara lain :
Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.
Kedudukan Hadis Qudsi berada di antara Al-Qur'an dan Hadis Nabawi. Perbedaannya terdapat pada penisbatan lafal dan makna. Lafal dan makna Al-Qur'an Al-Karim dinisbatkan langsung kepada Allah. Sedangkan Hadis Nabawi, lafal dan maknanya dinisbatkan kepada Nabi.
1. Hadits qudsi adalah firman atau perkataan Allah SWT, namun jenis firman Allah SWT yang tidak termasuk Al-Quran. Hadits qudsi tetap sebuah hadits, hanya saja Nabi Muhammad SAW menyandarkan hadits qudsi kepada Allah SWT. Maksudnya, perkataan Allah SWT itu diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan redaksi dari diri beliau sendiri.
Contoh hadits qudsi antara lain:
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah SAW yang meriwayatkan dari Allah azza wajalla: Tangan Allah penuh, tidak dikurangi lantaran memberi nafkah, baik di waktu siang maupun malam.
2. Sedangkan hadits nabawi adalah segala yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir atau sifat.
Contoh Hadis Nabawi antara lain :
Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.
Kedudukan Hadis Qudsi berada di antara Al-Qur'an dan Hadis Nabawi. Perbedaannya terdapat pada penisbatan lafal dan makna. Lafal dan makna Al-Qur'an Al-Karim dinisbatkan langsung kepada Allah. Sedangkan Hadis Nabawi, lafal dan maknanya dinisbatkan kepada Nabi.
Assalamualaikum wr. wb. Pernalkan nama saya An'nisa Nada Shabirah dengan NPM 2115041108 izin bertanya, Apakah ada perbedaan dalam menjalankan ibadah sunnah taqriyyah, sunnah fi'liyyah, dan sunnah qauliyyah? Terimakasih
Waalaikumusalam wr wb, untuk pertanyaan ini menurut saya tidak ada perbedaan dalam menjalankan ibadahnya. Pelaksanaan ibdah sesuai dengan perintah yang ada didalam sunna tersebut. Terima kasih
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
atas Nama: Kusumawati
NPM: 2115041032
Izin bertanya dengan Kelompok 4..
Dalam fungsi Al-Qur'an yaitu membahas segala aspek kehidupan, lalu untuk apa As-sunnah dijadikan dasar hukum Islam? dan mengapa kita harus mempelajari ilmu hadits tersebut. Terimakasih
atas Nama: Kusumawati
NPM: 2115041032
Izin bertanya dengan Kelompok 4..
Dalam fungsi Al-Qur'an yaitu membahas segala aspek kehidupan, lalu untuk apa As-sunnah dijadikan dasar hukum Islam? dan mengapa kita harus mempelajari ilmu hadits tersebut. Terimakasih
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, terima kasih Kusumawati atas pertanyaannya, izin menjawab
Al-quran memang membahas segala aspek kehidupan, namun ada beberapa amalan ibadah yang tidak dijelaskan secara mendetail di dalam al-quran, maka dari itu fungsi as sunnah adalah sebagai penjelas dan penguat bagi al-quran sendiri. Untuk as sunnah, memang menjadi dasar hukum bagi umat muslim, namun bukan yang paling utama, karena sumber hukum yang pertama itu tetap al-quran. Kita harus mempelajari ilmu hadis untuk mengetahui (memilah) hadis-hadis yang shahih dari yang selainnya dan mengetahui keadaan dari suatu hadis, apakah hadis tersebut shahih, hasan, atau bahkan dha'if (lemah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pegangan).
Terima kasih, mudah-mudahan bisa diterima
Al-quran memang membahas segala aspek kehidupan, namun ada beberapa amalan ibadah yang tidak dijelaskan secara mendetail di dalam al-quran, maka dari itu fungsi as sunnah adalah sebagai penjelas dan penguat bagi al-quran sendiri. Untuk as sunnah, memang menjadi dasar hukum bagi umat muslim, namun bukan yang paling utama, karena sumber hukum yang pertama itu tetap al-quran. Kita harus mempelajari ilmu hadis untuk mengetahui (memilah) hadis-hadis yang shahih dari yang selainnya dan mengetahui keadaan dari suatu hadis, apakah hadis tersebut shahih, hasan, atau bahkan dha'if (lemah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pegangan).
Terima kasih, mudah-mudahan bisa diterima
Assalamu'alaikum wr.wb, sebelumnya izin memperkenalkan diri saya Alicia Yashinta ingin bertanya
sanad ittishalul isnad itu hadis tdk terputus disampaikan dengan perawi nah setau saya pewari itu kyk org yg meriwatakan hadis kyk muslim, bukhori dll berati sekarang tu udh terputus dong ya? soalnya kan jaman sekarang klau tidak salah perawi udh ga ada lagi atau itu tetap tersambung dan tidak akan terputus karena pada zaman dahulu perawi sudah meriwatakan hadisnya?
Terimakasih sebelumnya
sanad ittishalul isnad itu hadis tdk terputus disampaikan dengan perawi nah setau saya pewari itu kyk org yg meriwatakan hadis kyk muslim, bukhori dll berati sekarang tu udh terputus dong ya? soalnya kan jaman sekarang klau tidak salah perawi udh ga ada lagi atau itu tetap tersambung dan tidak akan terputus karena pada zaman dahulu perawi sudah meriwatakan hadisnya?
Terimakasih sebelumnya
waalaikumsalam, terima kasih Alicia atas pertanyaannya, izin menjawab,
maksud dari pernyataan sanad ittishalul tersebut adalah sanadnya yang tidak terputus. Perawi yang meriwayatkan hadis, setiap perawi mendengar hadis tersebut dari orang sebelumnya dengan nyata, sedang sebelumnya mendengar dari orang sebelumnya lagi, dan begitulah seterusnya sampai akhir sanad yaitu Rasulullah SAW. Jadi, yang dimaksud disini tidak terputus adalah sanadnya bukan perawinya.
terima kasih, mudah-mudahan bisa diterima
maksud dari pernyataan sanad ittishalul tersebut adalah sanadnya yang tidak terputus. Perawi yang meriwayatkan hadis, setiap perawi mendengar hadis tersebut dari orang sebelumnya dengan nyata, sedang sebelumnya mendengar dari orang sebelumnya lagi, dan begitulah seterusnya sampai akhir sanad yaitu Rasulullah SAW. Jadi, yang dimaksud disini tidak terputus adalah sanadnya bukan perawinya.
terima kasih, mudah-mudahan bisa diterima
Assalamualaikum wr wb, izin memperkenalkan diri nama saya Dilla Mareta.
Izin bertanya, bagaimana contoh pemalsuan hadist yang selama ini pernah terjadi pada ketiga golongan (politik, tukang cerita, zindik)?
Izin bertanya, bagaimana contoh pemalsuan hadist yang selama ini pernah terjadi pada ketiga golongan (politik, tukang cerita, zindik)?
Waalaikumsalam wr wb, terimakasih dilla mareta atas pertanyaannya, izinkan saya menjawab
Salah satu contoh hadis maudhu diantaranya
1. Artinya: “Seutama-utama hari adalah hari wukuf di Arafah, apabila (hari wukuf di arafah) bertepatan dengan hari jum’at, maka hari itu lebih utama daripada tujuh puluh haji yang tidak bertepatan dengan hari jum’at.”
2. Artinya: “Yang menerima wasiatku, dan yang menjadi tempat rahasiaku dan penggantiku dari keluargaku adalah Ali.
Salah satu contoh hadis maudhu diantaranya
1. Artinya: “Seutama-utama hari adalah hari wukuf di Arafah, apabila (hari wukuf di arafah) bertepatan dengan hari jum’at, maka hari itu lebih utama daripada tujuh puluh haji yang tidak bertepatan dengan hari jum’at.”
2. Artinya: “Yang menerima wasiatku, dan yang menjadi tempat rahasiaku dan penggantiku dari keluargaku adalah Ali.