Bagi yang ingin bertanya dan menjawab pertanyaan rekannya dipersilahkan
ppt klompok 3
Thia Rahma Elfariyani (2115041066)
Andyka Putra (2115041054)
Dwinta Mahran Angraini (2115041022)
Dyta Egia Destiana (2115041064)
Rinaldi Devriannata (2115041098)
Assalamualaikum Warahamtulahi Wabarakatuh,Perkenalkan nama saya Fajar Ariyuda Pratama NPM 2115041016 Izin bertanya mengeanai hukum membaca Alquran tanpa berwudu apakah itu diperbolehkan ataupun tidak terima kasih
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Angga Anggraini dengan NPM 2115041006 izin bertanya Pak apakah kalau membaca Alquran digital harus dalam keadaan suci (berwudhu) Pak? Terima kasih
waalaikumsalam wr.wb, izin menjawab : Seseorang membaca al-Qur’an tanpa wudhu itu di perbolehkan bila bacaannya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah shallallahu ‘alaihii wa sallam membaca al-Qur’an selain kondisi junub (hadas besar). Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. yang tidak boleh yaitu bagi orang yang sedang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar.
waalaikumsalam, Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaannya secara hafalan karena tidak ada yang mencegah Rasulullah shallallahu ‘alaihii wa sallam membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Hal ini juga merupakan kesepakatan para imam kaum muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama saya Wahyu Prayudha dengan NPM 2115041044 izin kertanya kepada kelompok tiga mengenai sejarah pembukuan al-Qur'an.
dikatakan pada ppt bahwa penyusunan Alquran pada masa Nabi saw, keberadaan wahyu terpelihara dengan baik lewat hafalan para sahabat dan manuskrip. sebenarnya manuskrip itu apa, dan bagaimana cara untuk menjaga dan memastikan keaslian dari al-Qur'an, surah, ataupun wahyu itu sendiri jika para sahabat menghafalnya, bukankah jika metode hafalan seperti ini akan lebih rentan untuk diubah isinya baik secara senggaja ataupun tidak sengaja? Terimakasih
walaikumsalam wr.wb
izin menjawab
manuskrip adalah tulisan tangan yang menjadi 1 kajian
Kebenaran Al-Quran adalah sesuatu yang pasti. Karena Al-Quran merupakan perkataan Allah SWT yang Maha Benar. Dan Allah SWT menjamin keaslian Al-Quran :
إِنّا نحْنُ نزّلْنا الذِّكْر وإِنّا لهُ لحافِظُون
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al -Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya .(QS. Al-Hijr : 9)
Tidak ada seorang pun yang bisa memalsukan ayat-ayat Al-Quran, karena jaminan dari Allah SWT yang memang bisa kita lihat buktinya secara langsung.
Dan secara teknis, kemustahilan pemalsuan Al-Quran itu masuk akal, mengingat beberapa hal :
1. Ditulis Sejak Turun
2. Dijilid dalam 1 bundel
3. Di standarisasi penulisannya
4.dihafal berjuta manusia
izin menjawab
manuskrip adalah tulisan tangan yang menjadi 1 kajian
Kebenaran Al-Quran adalah sesuatu yang pasti. Karena Al-Quran merupakan perkataan Allah SWT yang Maha Benar. Dan Allah SWT menjamin keaslian Al-Quran :
إِنّا نحْنُ نزّلْنا الذِّكْر وإِنّا لهُ لحافِظُون
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al -Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya .(QS. Al-Hijr : 9)
Tidak ada seorang pun yang bisa memalsukan ayat-ayat Al-Quran, karena jaminan dari Allah SWT yang memang bisa kita lihat buktinya secara langsung.
Dan secara teknis, kemustahilan pemalsuan Al-Quran itu masuk akal, mengingat beberapa hal :
1. Ditulis Sejak Turun
2. Dijilid dalam 1 bundel
3. Di standarisasi penulisannya
4.dihafal berjuta manusia
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya Almira Alda Eka Pratiwi dengan npm 2115041014 izin bertanya mengapa Al Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur? Terimakasih
waalaikumsalam wr.wb, izin menjawab: karena allah ingin menguji rasullah dan meneguhkan / menguatkan hati Rasullah terutama dalam menghadapi orang-orang kafir Quraisy. ketika menyampaikan dakwah , Nabi kerapkali berhadapan dengan para penentang. maka, turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu merupakan dorongan dakwah. selain itu diturunkan secara berangsur-angsur juga agar mudah dipahami setiap ayatnya dan mudah untuk dihafal , al-Quran juga menjadi solusi umat yang diberikan secara bertahap, dan menunjukkan sebagai bukti bahwa al-Qur'an bukan rekayasa nabi dan manusia biasa.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Perkenalkan, saya Raisha Hapsari Dewi (2115041074)
saya izin bertanya, urutan surat yang ada di dalam Al-Quran saat ini bukan merupakan urutan berdasarkan diturunkannya ayat dan surat tersebut. Lalu bagaimana proses mengurutkan surat dan ayat al-quran saat dibukukan?
saya izin bertanya, urutan surat yang ada di dalam Al-Quran saat ini bukan merupakan urutan berdasarkan diturunkannya ayat dan surat tersebut. Lalu bagaimana proses mengurutkan surat dan ayat al-quran saat dibukukan?
waalalikumsallam warahmatullahi wabarakatuh,
Yaitu Dengan cara mengumpulkan para sahabat yang menghapal ayat alquran dan mengumpulkan lembaran Al-Quran yang tersebar di berbagai tempat dan media dan menyusunnya menjadi satu kitab
Yaitu Dengan cara mengumpulkan para sahabat yang menghapal ayat alquran dan mengumpulkan lembaran Al-Quran yang tersebar di berbagai tempat dan media dan menyusunnya menjadi satu kitab
assalamualaiikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama saya eka septiani harahap NPM: 2115041118 izin bertanya, apakah wanita yang sedang berhadas besar (haid) boleh memegang alquran atau membaca alquran? terimakasih
waalaikumsalam, izin menjawab yaa. jadi kalau ada orang yang berhadats kecil dan wanita haid ingin membaca Al-Quran maka dilarang menyentuh mushhaf atau bagian dari mushhaf, dan ini adalah pendapat empat madzhab, Hanafiyyah (Al-Mabsuth 3/152), Malikiyyah (Mukhtashar Al-Khalil hal: 17-18), Syafi’iyyah (Al-Majmu’ 2/67), Hanabilah (Al-Mughny 1/137). Bagi mereka yang sedang dalam haid juga boleh beralih mendengar Al-Quran melalui CD atau Youtube yang membolehkan mereka mengingat kembali dan mengulang hafalan mereka.
Assalamu'alaikum Warahamtulahi Wabarakatuh. Saya Aninda Syifani NPM 2115041018. Izin bertanya, jika seorang perempuan sedang haid kan tidak diperbolehkan membaca Al-Qur'an. Kalau membacanya lewat hp atau murojaah saja itu bagaimana yaa?
waalaikumsalam, izin membantu menjawab yaa. jadi, hal ini masih menjadi perkara khilafiyah di antara para ulama, tapi mayoritas membolehkannya. Ini karena aplikasi Alquran digital tidak dianggap sebagai mushaf Alquran sungguhan.
Pendapat ini diperkuat oleh cerita Syeikh Hussaimin rahimahullah yang pernah ditanya oleh seseorang tentang kebolehan membawa HP yang didalamnya ada aplikasi Alquran ke kamar mandi. Kemudian Syeikh Hussaimin pun membolehkannya.
Di sisi lain, Ustadz Abdul Somad dalam ceramah singkatnya membagi hukum membaca Alquran di HP saat haid menjadi dua jenis. Pertama, dibolehkan dengan syarat untuk mengulang hafalan atau murojaah. Kedua, diperbolehkan bagi guru tahfidz di pesantren atau sekolah Islam.
Namun, bagi guru tahfidz, hanya diperbolehkan membacanya dengan cara dipotong atau dipangkas. Tidak boleh membaca ayat Alquran secara utuh sama seperti orang yang suci secara zahir (tidak berhadas) yaa..
Pendapat ini diperkuat oleh cerita Syeikh Hussaimin rahimahullah yang pernah ditanya oleh seseorang tentang kebolehan membawa HP yang didalamnya ada aplikasi Alquran ke kamar mandi. Kemudian Syeikh Hussaimin pun membolehkannya.
Di sisi lain, Ustadz Abdul Somad dalam ceramah singkatnya membagi hukum membaca Alquran di HP saat haid menjadi dua jenis. Pertama, dibolehkan dengan syarat untuk mengulang hafalan atau murojaah. Kedua, diperbolehkan bagi guru tahfidz di pesantren atau sekolah Islam.
Namun, bagi guru tahfidz, hanya diperbolehkan membacanya dengan cara dipotong atau dipangkas. Tidak boleh membaca ayat Alquran secara utuh sama seperti orang yang suci secara zahir (tidak berhadas) yaa..
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, perkenalkan nama saya Yulia Nurhaliza NPM 2115041104. Saya izin bertanya jika Allah menurunkan 4 Kitab untuk setiap agama (Injil, Taurat, Zabur, dan Al-Qur'an), mengapa Allah hanya memasukkan Muslim (Al-Qur'an) ke dalam surga? Padahal Allah sendiri yang menurunkan kitab-kitab tersebut. Terimakasih
walaikumsalam wr.wb. izin menjawab
karena al-qur'an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan kitab-kitab yang diturunkan sebelum al-qur'an. Al-Qur'an diturunkan kepada nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan tidak akan ada nabi lagi yang diutus setelahnya.
karena al-qur'an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan kitab-kitab yang diturunkan sebelum al-qur'an. Al-Qur'an diturunkan kepada nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan tidak akan ada nabi lagi yang diutus setelahnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,Perkenalkan Nama saya Muhammad Hussein NPM:2115041088 izin bertanya Bagaimana kondisi turunkannya al-quran periode madinah selama 10 tahun
walaikumsalam wr.wb. izin menjawab
Periode kedua diturunkannya Al Quran terjadi setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Karena itu, ayat-ayatnya dikenal sebagai ayat-ayat madaniyyah. Periode ini berlangsung sekitar 8-9 tahun.
Ayat-ayat Al Quran yang diturunkan pada masa ini menjelaskan kewajiban penganutnya, yakni umat Muslim, sesuai dengan kondisi dakwah kala itu. Misalnya, dalam Surat An Nahl ayat 125 yang artinya:
“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan tuntunan yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.”
Pada periode ini diturunkan pula ayat-ayat tentang keesaan Tuhan dan kepastian adanya hari kiamat berdasarkan tanda-tanda yang dapat disaksikan masyarakat jahiliyah. Salah satunya termaktub dalam surat Yasin ayat 78-82.
Periode kedua diturunkannya Al Quran terjadi setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Karena itu, ayat-ayatnya dikenal sebagai ayat-ayat madaniyyah. Periode ini berlangsung sekitar 8-9 tahun.
Ayat-ayat Al Quran yang diturunkan pada masa ini menjelaskan kewajiban penganutnya, yakni umat Muslim, sesuai dengan kondisi dakwah kala itu. Misalnya, dalam Surat An Nahl ayat 125 yang artinya:
“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan tuntunan yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang sebaik-baiknya.”
Pada periode ini diturunkan pula ayat-ayat tentang keesaan Tuhan dan kepastian adanya hari kiamat berdasarkan tanda-tanda yang dapat disaksikan masyarakat jahiliyah. Salah satunya termaktub dalam surat Yasin ayat 78-82.
Assalamualaikum wr.wb.
Perkenalkan nama saya Lanny Shandra dengan NPM 2115041050. Izin bertanya bagaimana cara kita dapat memahami isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an?
Terima Kasih..
Perkenalkan nama saya Lanny Shandra dengan NPM 2115041050. Izin bertanya bagaimana cara kita dapat memahami isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an?
Terima Kasih..
walaikumsalam wr.wb, izin menjawab
cara kita dapat memahami isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an contohnya:
1. Memahami Al Quran Melalui Artinya
2. Menggunakan Kitab Tafsir
3.Mempelajari Bahasa Arab
cara kita dapat memahami isi kandungan ayat-ayat Al-Qur'an contohnya:
1. Memahami Al Quran Melalui Artinya
2. Menggunakan Kitab Tafsir
3.Mempelajari Bahasa Arab
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Nadila Aura Fahrani NPM 2115041020, izin bertanya saat kita membaca Alqur'an dalam bahasa Arab, apa hukumnya apabila misalkan kita membaca Alqur'an hanya membaca saja tanpa mengetahui artinya atau maksut dari ayat yang kita baca?
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri pak nama saya Dewi Chandra Kirana dengan NPM 2115041038 izin bertanya tentang priode diturunkannya alquran pada priode Makkah pertama selama 4-5 tahun. Pada massa itu, dakwah islam masih terbatas ruang lingkup yang kecil serta ayat yang diturunkan umumnya membahas tentang kewajiban seorang muslim, keesaan Allah SWT, pembahasan hari kiamat, serta ancaman dan kecaman pada orang musyrik yang mempunyai prilaku buruk. Izin bertanya ruang lingkup kecil yang bagaimana yang dimaksud serta berikan contoh ayat-ayat yang dimaksud.
Terimakasih sebelumnya
Terimakasih sebelumnya
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, izin memperkenalkan diri Nama saya Kusumawati NPM 2115041032
izin bertanya:
Apa bedanya ayat di Alquran 'ya ayyuhannasu atau ya ayyuhalazina amanu' atau 'ya ayyuhannabiy'. Apakah ayat yang menggunakan redaksi 'ya ayyuhan nabiy' itu khusus hanya untuk Nabi, sehingga kita tidak wajib mengamalkannya?
Serta dalam nembaca alquran dalam posisi tidak menghadap kiblat Dan Tidak sambil duduk Dan bersuci, apakah diperbolehkan?
terimakasih
izin bertanya:
Apa bedanya ayat di Alquran 'ya ayyuhannasu atau ya ayyuhalazina amanu' atau 'ya ayyuhannabiy'. Apakah ayat yang menggunakan redaksi 'ya ayyuhan nabiy' itu khusus hanya untuk Nabi, sehingga kita tidak wajib mengamalkannya?
Serta dalam nembaca alquran dalam posisi tidak menghadap kiblat Dan Tidak sambil duduk Dan bersuci, apakah diperbolehkan?
terimakasih
walaikumsalam wr. wb. izin menjawab
"Ya ayyuhannas" ditujukan untuk semua manusia, termasuk orang-orang yang beriman. "Ya ayyuhalladzina amanu" ditujukan hanya kepada orang-orang yang telah beriman, tidak untuk semua manusia. Sedangkan "ya ahhuhannabiy" untuk manusia juga kecuali bila ditegaskan khusus hanya untuk Nabi.Hikmah seruan "ya ayyuhannas" untuk mempermaklumkan Islam kepada umat manusia, "ya ayyuhalladzina amanu" untuk memberitahu bahwa kewajiban hanya untuk orang yang beriman agar keimanan mereka meningkat, dan "ya ayyuhannabiy" agar umat Islam tidak dikenai beban berat seperti Nabi. Demikian, wallahu a'lam.
Sepantasnya untuk menghadap kiblat, karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah, dan ibadah disunnahkan untuk dilakukan dengan menghadap ke arah kiblat. Apabila memungkinkan maka hal itu sebagai penyempurna, jika tidak memungkinkan maka tidak berdosa.
"Ya ayyuhannas" ditujukan untuk semua manusia, termasuk orang-orang yang beriman. "Ya ayyuhalladzina amanu" ditujukan hanya kepada orang-orang yang telah beriman, tidak untuk semua manusia. Sedangkan "ya ahhuhannabiy" untuk manusia juga kecuali bila ditegaskan khusus hanya untuk Nabi.Hikmah seruan "ya ayyuhannas" untuk mempermaklumkan Islam kepada umat manusia, "ya ayyuhalladzina amanu" untuk memberitahu bahwa kewajiban hanya untuk orang yang beriman agar keimanan mereka meningkat, dan "ya ayyuhannabiy" agar umat Islam tidak dikenai beban berat seperti Nabi. Demikian, wallahu a'lam.
Sepantasnya untuk menghadap kiblat, karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah, dan ibadah disunnahkan untuk dilakukan dengan menghadap ke arah kiblat. Apabila memungkinkan maka hal itu sebagai penyempurna, jika tidak memungkinkan maka tidak berdosa.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya puji Lestari npm 2115041040 . Izin bertanya
Dalam pandangan imam Malik. Malik pun sangat menentang jika ada orang yang menafsirkan Al-Quran secara murni tanpa menggunakan atsar. .
Maksud dari hal tersebut itu seperti apa Terima kasih
Perkenalkan nama saya puji Lestari npm 2115041040 . Izin bertanya
Dalam pandangan imam Malik. Malik pun sangat menentang jika ada orang yang menafsirkan Al-Quran secara murni tanpa menggunakan atsar. .
Maksud dari hal tersebut itu seperti apa Terima kasih