Nama: Aditya Ramadhan
NPM: 2451011012
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ma’am. Izin menjawab responsi
sesi 2.
1. Jelaskan cara mengembangkan wawasan tentang hubungan antara nilai dan praktik kemasyarakatan dan budaya organisasi yang bekerja dalam masyarakat!
Untuk mengembangkan wawasan mengenai hubungan antara nilai dan praktik kemasyarakatan dengan budaya organisasi, kita perlu memahami bahwa budaya masyarakat dapat memengaruhi cara suatu organisasi bekerja. Nilai, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang berkembang di masyarakat biasanya juga tercermin dalam perilaku anggota organisasi.
Caranya dapat dilakukan dengan mempelajari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, mengamati kebiasaan dan perilaku orang dalam lingkungan kerja, serta memahami bagaimana masyarakat berinteraksi dan berkomunikasi. Selain itu, kita juga dapat membandingkan budaya organisasi dengan budaya masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, kita dapat melihat bagaimana nilai masyarakat memengaruhi kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, kerja sama, dan hubungan antaranggota organisasi.
2. Jelaskan model lima dimensi yang dikembangkan oleh Hofstede serta membangun definisi budaya dari penelitian lebih baru oleh proyek GLOBE!
Hofstede menjelaskan budaya melalui lima dimensi utama, yaitu:
1. Power Distance, yaitu sejauh mana masyarakat menerima adanya perbedaan kekuasaan dan status.
2. Individualism vs Collectivism, yaitu apakah seseorang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok.
3. Uncertainty Avoidance, yaitu sejauh mana masyarakat merasa nyaman atau tidak nyaman terhadap ketidakpastian dan situasi yang tidak jelas.
4. Masculinity vs Femininity, yaitu sejauh mana masyarakat menekankan persaingan, prestasi, dan keberhasilan dibandingkan hubungan sosial dan kepedulian.
5. Long-Term vs Short-Term Orientation, yaitu bagaimana masyarakat memandang masa depan, tradisi, dan pencapaian tujuan jangka panjang.
Sementara itu, proyek GLOBE (Global Leadership and Organizational Behavior Effectiveness) melakukan penelitian yang lebih baru mengenai budaya. GLOBE melihat budaya sebagai nilai, keyakinan, norma, dan praktik bersama yang berkembang dalam suatu masyarakat dan memengaruhi perilaku anggota masyarakat maupun organisasi. GLOBE juga membedakan antara nilai budaya yang diharapkan dengan praktik budaya yang benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Jelaskan gagasan tentang Clustering budaya yang dirancang oleh proyek GLOBE sesuai dengan kesamaan antara negara menyusun budaya masing-masing cluster!
Gagasan cultural clustering dari proyek GLOBE adalah mengelompokkan negara-negara berdasarkan kesamaan karakteristik budaya yang mereka miliki. Negara yang memiliki nilai dan praktik budaya yang mirip akan ditempatkan dalam satu kelompok atau cluster.
GLOBE mengidentifikasi beberapa kelompok budaya, seperti Anglo, Germanic Europe, Nordic Europe, Latin Europe, Latin America, Eastern Europe, Confucian Asia, Southern Asia, Sub-Saharan Africa, dan Middle East.
Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan perbandingan antarnegara dan membantu memahami bagaimana perbedaan budaya dapat memengaruhi perilaku organisasi, kepemimpinan, komunikasi, serta cara seseorang bekerja. Jadi, negara dalam satu cluster dianggap memiliki beberapa kesamaan budaya, meskipun tetap memiliki karakteristik masing-masing.