responsi sesi 1

responsi sesi 1

responsi sesi 1

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 32

Jawablah pertanyaan pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Dimas Maulana 2411011113 -
Nama: Dimas Maulana
NPM: 2411011113

1. Konsep Budaya dan Peran Norma serta Nilai

Budaya adalah sekumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dimiliki dan dipelajari bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Nilai menentukan apa yang dianggap baik, penting, dan benar, sedangkan norma merupakan aturan atau standar perilaku yang mengarahkan bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Dengan demikian, nilai menjadi dasar terbentuknya norma, sementara norma mengarahkan perilaku anggota kelompok dan membentuk karakter budaya.

2. Hubungan Budaya, Organisasi, dan Manajemen

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang erat. Budaya memengaruhi cara organisasi dijalankan, termasuk komunikasi, pengambilan keputusan, kepemimpinan, dan hubungan antaranggota. Sebaliknya, organisasi juga dapat membentuk dan mengembangkan budaya melalui kebijakan, aturan, serta kebiasaan kerja. Manajemen berperan dalam mengelola dan mempertahankan budaya organisasi agar sesuai dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu, keberhasilan manajemen sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara budaya dan cara organisasi dikelola.

3. Budaya pada Berbagai Tingkatan

Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan. Pada tingkat nasional, budaya mencerminkan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat suatu negara, seperti tingkat penerimaan terhadap hierarki, individualisme, atau kolektivisme. Pada tingkat organisasi, budaya tercermin melalui nilai, aturan, kebiasaan, simbol, dan cara kerja yang berkembang dalam organisasi. Selain itu, terdapat budaya pada tingkat kelompok atau individu, seperti budaya profesi, departemen, atau kelompok kerja. Setiap tingkatan dapat saling memengaruhi dan membentuk perilaku individu dalam organisasi.

4. Peran Etnografi dalam Penelitian Organisasi

Etnografi merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami budaya dan perilaku suatu kelompok secara mendalam melalui pengamatan langsung terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami kebiasaan kerja, interaksi antaranggota, norma tidak tertulis, nilai, serta cara anggota organisasi memberikan makna terhadap pekerjaannya. Dengan demikian, etnografi dapat mengungkap aspek budaya organisasi yang sering tidak terlihat melalui survei atau wawancara formal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Khalissa Haliya -
Nama: Khalissa Haliya Aprindra
NPM: 2451011011

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai

Budaya adalah kumpulan nilai, norma, kepercayaan, kebiasaan, dan pola perilaku yang dimiliki dan dipelajari oleh suatu kelompok masyarakat. Nilai menentukan apa yang dianggap baik, benar, dan penting, sedangkan norma menjadi aturan atau pedoman mengenai bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Dengan demikian, nilai menjadi dasar terbentuknya norma, dan norma mengarahkan perilaku anggota masyarakat sehingga membentuk karakter budaya tertentu.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang erat. Budaya organisasi memengaruhi cara anggota organisasi berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bekerja. Sementara itu, manajemen berperan dalam membentuk, mempertahankan, serta mengubah budaya melalui kebijakan, kepemimpinan, sistem penghargaan, dan aturan kerja. Budaya yang sesuai dengan tujuan organisasi dapat meningkatkan kerja sama, motivasi, dan kinerja anggota organisasi.

3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan

Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan. Pada tingkat nasional, budaya mencerminkan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara, seperti cara berkomunikasi, hubungan dengan kekuasaan, dan cara mengambil keputusan. Pada tingkat organisasi, budaya terlihat melalui nilai, aturan, kebiasaan, simbol, dan cara kerja yang menjadi ciri khas suatu organisasi. Selain itu, terdapat budaya pada tingkat kelompok atau individu yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dan menjalankan pekerjaannya.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi

Etnografi merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami perilaku, kebiasaan, nilai, dan interaksi suatu kelompok secara mendalam melalui pengamatan langsung dan keterlibatan peneliti dalam lingkungan yang diteliti. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami bagaimana pekerjaan sebenarnya dilakukan, bagaimana hubungan antaranggota terbentuk, serta bagaimana budaya organisasi muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, etnografi dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai budaya dan perilaku dalam organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Aditya Ramadhan_2451011012 -
Nama: Aditya Ramadhan
NPM: 2451011012

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ma’am. Izin menjawab responsi.

1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang dimiliki dan dipelajari bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya memengaruhi bagaimana seseorang melihat sesuatu, berperilaku, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Norma dan nilai memiliki peran penting dalam membentuk budaya. Nilai merupakan sesuatu yang dianggap penting, baik, atau benar oleh suatu kelompok, sedangkan norma merupakan aturan atau pedoman mengenai bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Nilai dan norma tersebut kemudian menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk kebiasaan yang berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Jadi, budaya pada dasarnya terbentuk dan terus berkembang melalui nilai dan norma yang dianut serta diterapkan oleh masyarakat.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang erat karena organisasi berada di tengah lingkungan budaya masyarakat. Budaya dapat memengaruhi cara orang bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta berhubungan dengan atasan maupun rekan kerja. Hal tersebut kemudian berpengaruh terhadap bagaimana organisasi dijalankan.

Manajemen juga harus menyesuaikan cara mengelola organisasi dengan budaya yang ada. Misalnya, dalam budaya yang menghargai hierarki, bawahan mungkin lebih terbiasa mengikuti arahan dari atasan. Sementara itu, dalam budaya yang lebih egaliter, komunikasi antara atasan dan bawahan cenderung lebih terbuka. Oleh karena itu, manajemen yang memahami budaya akan lebih mudah menentukan gaya kepemimpinan, cara berkomunikasi, dan kebijakan yang sesuai dengan anggota organisasi.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan. Pada tingkat nasional, budaya mencerminkan nilai, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang berkembang dalam suatu negara. Budaya nasional dapat memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, memandang kekuasaan, serta mengambil keputusan.

Pada tingkat organisasi, budaya merupakan nilai, kebiasaan, aturan tidak tertulis, dan cara kerja yang berkembang di dalam suatu organisasi. Setiap organisasi dapat memiliki budaya yang berbeda walaupun berada dalam negara yang sama. Misalnya, ada organisasi yang menekankan kedisiplinan dan formalitas, sedangkan organisasi lain lebih menekankan kreativitas dan kebebasan dalam bekerja.

Selain itu, budaya juga dapat ditemukan pada tingkat kelompok atau individu. Artinya, seseorang dapat membawa nilai dan kebiasaan dari budaya nasionalnya ke dalam organisasi, kemudian berinteraksi dengan budaya organisasi yang ada. Karena itu, budaya nasional dan budaya organisasi dapat saling memengaruhi dalam membentuk perilaku anggota organisasi.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Etnografi merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami kehidupan, perilaku, kebiasaan, dan budaya suatu kelompok secara lebih mendalam. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti melihat bagaimana anggota organisasi benar-benar bekerja dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan jawaban dari kuesioner atau wawancara.

Peneliti biasanya melakukan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas dan interaksi anggota organisasi dalam lingkungan kerjanya. Dengan cara tersebut, peneliti dapat memahami norma, kebiasaan, hubungan antaranggota, pola komunikasi, serta budaya yang mungkin tidak tertulis secara resmi tetapi sebenarnya memengaruhi perilaku organisasi.

Jadi, peran etnografi dalam penelitian organisasi adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya dan kehidupan nyata di dalam organisasi sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana suatu organisasi benar-benar berjalan dari sudut pandang orang-orang yang ada di dalamnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Nayla Cahaya Putri -
‎Nama: Nayla Cahaya Putri
‎NPM: 2411011007

‎Assalamu'alaikum selamat siang mam. Izin menjawab atas responsi yang telah diberikan.

‎1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

‎Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dipelajari serta dimiliki bersama oleh suatu kelompok. Budaya menjadi pedoman bagi seseorang dalam berpikir, berperilaku, berkomunikasi, menentukan sesuatu yang dianggap benar atau salah, serta mengambil keputusan. Budaya tidak dibawa sejak lahir, tetapi dipelajari dari lingkungan dan pengalaman, kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya juga bisa berubah mengikuti perkembangan zaman.

‎Dalam budaya, norma dan nilai memiliki peran yang penting. Norma merupakan aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang menentukan perilaku mana yang dianggap sesuai atau tidak sesuai dalam suatu masyarakat. Sementara itu, nilai merupakan sesuatu yang dianggap penting, baik, atau benar dan sudah diyakini oleh seseorang. Jadi, sederhananya, nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma mengatur bagaimana seseorang seharusnya bertindak berdasarkan nilai tersebut. Keduanya kemudian memengaruhi kebiasaan dan perilaku masyarakat sehingga ikut membentuk karakter suatu budaya.

‎2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

‎Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang sangat dekat karena budaya memengaruhi cara orang bekerja dan berinteraksi di dalam organisasi. Orang yang masuk ke dalam organisasi membawa nilai, kebiasaan, dan pengalaman dari lingkungan atau budaya asalnya. Nilai tersebut kemudian bertemu dengan nilai yang berlaku di organisasi dan bersama-sama memengaruhi terbentuknya budaya organisasi. Sebaliknya, budaya organisasi juga dapat memengaruhi cara anggota organisasi berpikir dan berperilaku.

‎Dalam manajemen, budaya dapat memengaruhi cara seorang manajer memimpin, mengambil keputusan, berkomunikasi, membangun kerja sama, dan menyelesaikan konflik. Misalnya, dalam budaya yang lebih mengutamakan kelompok, keputusan bisa lebih sering dibuat melalui diskusi bersama. Sedangkan dalam budaya yang lebih mengutamakan individu, seseorang mungkin lebih terbiasa mengambil keputusan sendiri. Jadi, manajemen tidak hanya berkaitan dengan aturan dan struktur organisasi, tetapi juga harus memahami budaya orang-orang yang ada di dalamnya.

‎3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

‎Budaya tidak hanya ada pada tingkat masyarakat atau negara, tetapi juga terdapat dalam organisasi, kelompok, dan individu. Pada tingkat nasional, budaya merupakan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu masyarakat atau negara. Budaya nasional kemudian dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku. Ketika seseorang masuk ke organisasi, ia membawa nilai dan kebiasaan dari budaya nasionalnya. Di dalam organisasi, orang tersebut kemudian berinteraksi dengan orang lain dan ikut membentuk budaya organisasi. Selain itu, ada juga budaya kelompok atau tim yang terbentuk dari kebiasaan dan cara kerja anggota kelompok, serta budaya individu yang berasal dari nilai dan kebiasaan masing-masing orang.

‎Hubungan antarbudaya tersebut saling memengaruhi. Jadi, budaya nasional tidak berhenti pada kehidupan masyarakat saja, tetapi bisa terbawa sampai ke tempat kerja. Contohnya, karyawan dari latar belakang budaya yang berbeda mungkin memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, atau berhubungan dengan atasan. Perbedaan tersebut bisa menimbulkan salah paham, tetapi juga bisa memberikan keuntungan karena organisasi mendapatkan lebih banyak sudut pandang dan ide. Karena itu, organisasi perlu memahami dan menghargai perbedaan budaya agar kerja sama bisa berjalan dengan baik.

‎4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

‎Etnografi berperan untuk membantu peneliti memahami budaya yang benar-benar terjadi di dalam organisasi. Etnografi dilakukan dengan mempelajari kehidupan, perilaku, interaksi, dan pengalaman suatu kelompok secara langsung dan mendalam. Jadi, peneliti tidak hanya melihat aturan atau nilai yang tertulis secara resmi, tetapi juga melihat bagaimana aturan dan nilai tersebut benar-benar dijalankan oleh anggota organisasi dalam kehidupan sehari-hari.

‎Dalam penelitian organisasi, etnografi dapat digunakan untuk melihat bagaimana karyawan berkomunikasi, bagaimana mereka bekerja sama, kebiasaan atau ritual apa yang muncul, bagaimana mereka memahami nilai organisasi, serta bagaimana mereka menyelesaikan masalah dan konflik. Dengan begitu, etnografi membantu peneliti melihat budaya organisasi dari kehidupan nyata, bukan hanya dari apa yang tertulis dalam aturan perusahaan. Jadi, peran utamanya adalah menggali dan memahami budaya organisasi secara lebih mendalam berdasarkan perilaku nyata anggotanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by M. Ridho Arya Wardana -
Nama: M. Ridho Arya Wardana
NPM: 2411011096

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai

Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma menjadi aturan tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Jadi, nilai menjadi dasar terbentuknya norma, dan keduanya memengaruhi perilaku masyarakat sehingga membentuk karakter suatu budaya.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen

Budaya memengaruhi cara organisasi bekerja dan cara manajer mengelola anggotanya. Organisasi memiliki budaya yang tercermin dalam nilai, aturan, komunikasi, dan kebiasaan kerja. Sementara itu, manajemen berperan dalam mengarahkan, mempertahankan, atau mengubah budaya organisasi agar sesuai dengan tujuan organisasi.

3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan

Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan, terutama budaya nasional dan budaya organisasi. Budaya nasional memengaruhi nilai dan perilaku masyarakat dalam suatu negara, sedangkan budaya organisasi merupakan nilai, norma, dan kebiasaan yang berkembang di dalam suatu organisasi. Budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi, tetapi organisasi juga dapat membentuk budaya kerja yang berbeda sesuai tujuan dan karakteristiknya.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi

Etnografi merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami budaya dan perilaku suatu kelompok secara langsung. Dalam organisasi, etnografi membantu peneliti memahami kebiasaan kerja, hubungan antaranggota, nilai, norma, serta cara orang berinteraksi dalam lingkungan kerja. Dengan begitu, peneliti dapat memahami budaya organisasi secara lebih mendalam berdasarkan kondisi nyata, bukan hanya dari teori atau dokumen.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by ASYFA DAFANTY FITRIARNI -
Nama: Asyfa Dafanty Fitriarni
NPM: 2411011082

1. Budaya adalah kumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dianut bersama oleh suatu kelompok. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma menjadi aturan tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Keduanya membentuk perilaku dan menjadi dasar munculnya budaya dalam masyarakat maupun organisasi.

2. Budaya memengaruhi bagaimana organisasi bekerja dan bagaimana manajer mengambil keputusan. Misalnya, budaya yang menghargai hierarki membuat hubungan atasan dan bawahan lebih formal. Sebaliknya, budaya yang terbuka mendorong komunikasi dan partisipasi. Namun, organisasi dan manajemen juga dapat membentuk atau mengubah budaya melalui kebijakan, kepemimpinan, dan kebiasaan kerja.

3. Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan:
- Nasional: nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara/masyarakat.
- Masyarakat/kelompok: budaya berdasarkan daerah, komunitas, atau kelompok tertentu.
- Organisasi: nilai dan norma yang menjadi ciri suatu organisasi.
- individu: kebiasaan dan nilai yang dimiliki setiap individu

4. Etnografi adalah metode penelitian yang mempelajari perilaku dan budaya suatu kelompok secara langsung, biasanya melalui observasi dan keterlibatan dalam lingkungan mereka. Dalam organisasi, etnografi membantu peneliti memahami hal-hal yang sering tidak terlihat secara formal, seperti kebiasaan, hubungan antarpegawai, cara berkomunikasi, dan aturan tidak tertulis. Jadi, etnografi memberikan gambaran budaya organisasi yang lebih nyata, bukan hanya berdasarkan aturan atau pendapat yang tertulis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Herdi Ferdiansyah Bahtiar -
Nama : Herdi Ferdiansyah Bahtiar
Npm : 2411011117

Soal 1:
Menjelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Jawaban:
Budaya adalah kumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok. Nilai menentukan apa yang dianggap penting dan benar, sedangkan norma menjadi aturan yang mengarahkan perilaku anggota masyarakat. Keduanya membentuk karakter dan pola perilaku suatu budaya.

Soal 2:
Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Jawaban:
Budaya memengaruhi cara organisasi menjalankan kegiatan dan cara manajer mengelola anggotanya. Budaya dapat memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kerja sama. Sebaliknya, manajemen juga dapat membentuk budaya organisasi melalui aturan, kebijakan, dan kebiasaan kerja.

Soal 3:
Menjelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Jawaban:
Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan, seperti nasional, organisasi, kelompok, dan individu. Budaya nasional menggambarkan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara, sedangkan budaya organisasi menggambarkan nilai, aturan, dan kebiasaan yang dianut oleh anggota organisasi. Keduanya dapat saling memengaruhi dalam membentuk perilaku seseorang.

Soal 4:
Menjelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Jawaban:
Etnografi merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengamati kehidupan dan perilaku suatu kelompok secara langsung. Dalam penelitian organisasi, etnografi digunakan untuk memahami budaya kerja, kebiasaan, hubungan antaranggota, serta pola komunikasi yang terjadi sehari-hari. Metode ini membantu peneliti memperoleh gambaran budaya organisasi secara lebih mendalam.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Natalia Sant Artika -
Nama: Natalia Sant Artika
NPM: 2451011024

1. Konsep budaya, norma, dan nilai
Budaya merupakan sistem yang terbentuk dari nilai, keyakinan, norma, dan kebiasaan yang dipelajari serta dibagikan oleh anggota masyarakat. Nilai menjadi dasar dalam menentukan apa yang dianggap penting atau benar, sedangkan norma mengarahkan bagaimana seseorang seharusnya berperilaku. Keduanya kemudian membentuk pola perilaku dan karakter suatu budaya.

2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen
Budaya masyarakat memengaruhi cara organisasi bekerja dan cara manajer mengelola karyawan. Nilai dan norma budaya dapat memengaruhi komunikasi, pengambilan keputusan, kepemimpinan, serta hubungan antaranggota organisasi.

3. Budaya pada berbagai tingkatan
Budaya terdapat pada beberapa tingkatan, seperti nasional dan organisasi. Budaya nasional memengaruhi nilai dan perilaku masyarakat secara umum, sedangkan budaya organisasi membentuk cara kerja, aturan, kebiasaan, dan perilaku anggota organisasi.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi membantu peneliti memahami budaya organisasi secara mendalam dengan mengamati dan berinteraksi langsung dengan anggota organisasi. Dengan cara ini, peneliti dapat melihat norma, kebiasaan, hubungan sosial, dan perilaku yang terjadi dalam kehidupan organisasi sehari-hari.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Pebiola Putri Muallah 2411011100 -
Nama : Pebiola Putri Muallah
NPM : 2411011100


1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!
Budaya adalah sekumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dimiliki dan dipelajari oleh sekelompok orang. Budaya menjadi pedoman bagi seseorang dalam memahami lingkungan, menentukan apa yang dianggap benar atau salah, serta bagaimana seharusnya bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai (values) merupakan prinsip atau keyakinan yang dianggap penting oleh suatu kelompok, misalnya kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, atau rasa hormat. Sementara itu, norma (norms) adalah aturan atau harapan mengenai perilaku yang dianggap pantas dalam suatu kelompok. Nilai menjadi dasar terbentuknya norma, sedangkan norma mengarahkan bagaimana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku. Oleh karena itu, nilai dan norma memiliki peran penting dalam membentuk dan mempertahankan budaya suatu kelompok.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!
Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang sangat erat. Organisasi merupakan tempat sekelompok orang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan budaya organisasi menjadi pedoman mengenai bagaimana anggota organisasi berpikir, berperilaku, berkomunikasi, dan bekerja.
Manajemen berperan dalam mengarahkan dan mengelola anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai. Dalam prosesnya, manajemen tidak hanya mengatur pekerjaan, tetapi juga membentuk dan mempertahankan budaya organisasi melalui kepemimpinan, kebijakan, sistem penghargaan, komunikasi, serta pengambilan keputusan. Sebaliknya, budaya yang sudah berkembang dalam organisasi juga dapat memengaruhi cara manajer memimpin dan mengambil keputusan. Dengan demikian, budaya memengaruhi perilaku organisasi, sementara manajemen berperan penting dalam menciptakan dan mengembangkan budaya tersebut.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!
Budaya dapat dipahami dalam beberapa tingkatan. Pada tingkat paling luas terdapat budaya nasional, yaitu nilai, norma, kepercayaan, dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara atau masyarakat. Budaya nasional dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, bekerja, memandang kekuasaan, mengambil keputusan, dan berhubungan dengan orang lain.
Di bawah budaya nasional terdapat budaya kelompok atau masyarakat, seperti budaya berdasarkan daerah, komunitas, atau kelompok sosial tertentu. Selanjutnya, dalam organisasi terdapat budaya organisasi, yaitu nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang berkembang di dalam suatu organisasi dan menjadi ciri khas organisasi tersebut.
Dalam organisasi sendiri juga dapat muncul subbudaya (subculture), misalnya budaya yang berbeda antara bagian pemasaran, keuangan, produksi, atau sumber daya manusia. Jadi, budaya tidak hanya berada pada tingkat nasional, tetapi juga dapat berkembang pada tingkat masyarakat, organisasi, kelompok kerja, hingga individu. Berbagai tingkatan budaya tersebut dapat saling memengaruhi.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!
Etnografi merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami budaya dan kehidupan suatu kelompok secara mendalam dengan mengamati perilaku, interaksi, kebiasaan, serta pengalaman anggota kelompok dalam lingkungan alaminya.
Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami bagaimana budaya organisasi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan aturan atau pernyataan resmi organisasi. Peneliti dapat mengamati bagaimana karyawan berkomunikasi, bagaimana keputusan dibuat, bagaimana hubungan antara atasan dan bawahan berlangsung, serta norma tidak tertulis yang memengaruhi perilaku karyawan.
Dengan demikian, etnografi penting karena dapat mengungkap nilai, norma, kebiasaan, dan makna yang tersembunyi dalam organisasi. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya organisasi dan bagaimana budaya tersebut memengaruhi perilaku serta hubungan antaranggota organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Farrel Pratama_2411011081 -
Nama: Farrel Pratama
NPM: 2411011081

1. Konsep budaya serta peran norma dan nilai

Budaya adalah kumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma menjadi aturan tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Keduanya membentuk perilaku dan karakter suatu budaya.

2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen

Budaya memengaruhi cara organisasi bekerja dan cara manajer mengelola karyawan. Budaya organisasi menentukan pola komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan hubungan kerja. Manajemen yang sesuai dengan budaya dapat meningkatkan kerja sama dan efektivitas organisasi.

3. Budaya pada berbagai tingkatan

Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan:

Nasional: nilai dan kebiasaan yang dimiliki masyarakat suatu negara.
Organisasi: nilai dan aturan yang berkembang dalam suatu perusahaan.
Kelompok: kebiasaan yang dimiliki departemen atau tim tertentu.
Individu: nilai dan keyakinan yang dimiliki seseorang.

Setiap tingkatan dapat saling memengaruhi dan membentuk perilaku seseorang dalam organisasi.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi

Etnografi adalah metode penelitian yang mempelajari budaya dan perilaku suatu kelompok melalui pengamatan langsung dan interaksi dengan anggotanya. Dalam organisasi, etnografi membantu peneliti memahami kebiasaan kerja, hubungan antarpegawai, norma, nilai, dan budaya organisasi secara lebih mendalam.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Fita Nahdia Azizah -
Nama: Fita Nahdia Azizah
NPM: 2411011018

1. Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, dan kebiasaan yang dimiliki serta dipelajari oleh suatu kelompok masyarakat. Nilai menentukan apa yang dianggap baik, benar, dan penting, sedangkan norma menjadi aturan atau pedoman perilaku. Keduanya membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga menjadi ciri khas suatu budaya.

2. Budaya memengaruhi cara organisasi bekerja dan bagaimana anggota organisasi berperilaku. Organisasi memiliki budaya sendiri yang tercermin dalam aturan, kebiasaan, cara berkomunikasi, dan cara mengambil keputusan. Sementara itu, manajemen berperan mengarahkan dan menyesuaikan budaya organisasi agar mendukung tujuan, kinerja, dan efektivitas organisasi.

3. Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan, terutama budaya nasional dan budaya organisasi. Budaya nasional mencerminkan nilai dan norma yang berkembang dalam suatu negara dan memengaruhi cara masyarakat bekerja serta berinteraksi. Sedangkan budaya organisasi merupakan nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu organisasi. Budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi, tetapi setiap organisasi dapat mengembangkan budaya yang berbeda sesuai dengan tujuan dan karakteristiknya.

4. Etnografi merupakan metode penelitian yang mempelajari budaya dan perilaku suatu kelompok melalui pengamatan langsung dan keterlibatan dalam lingkungan mereka. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami bagaimana karyawan bekerja, berinteraksi, berkomunikasi, serta menjalankan norma dan kebiasaan organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Sindy Apriani -
Nama: Sindy Apriani
NPM: 2411011110

Assalamualaikum Ma'am selamat pagi izin menjawab responsi.

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai
Budaya adalah sekumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dimiliki dan diterapkan oleh suatu kelompok masyarakat atau organisasi. Budaya menjadi pedoman dalam menentukan bagaimana seseorang berpikir, bersikap, dan bertindak.
Nilai (values) → menentukan apa yang dianggap penting, baik, atau benar.
Norma (norms) → aturan atau standar perilaku yang mengatur bagaimana seseorang seharusnya bertindak.
Jadi, nilai menjadi dasar budaya, sedangkan norma menerjemahkan nilai tersebut ke dalam perilaku nyata. Contohnya, nilai organisasi adalah kejujuran, maka normanya adalah tidak memanipulasi laporan kerja.
2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen
Budaya, organisasi, dan manajemen saling berkaitan. Organisasi adalah tempat orang bekerja sama untuk mencapai tujuan, sedangkan manajemen mengatur sumber daya dan manusia agar tujuan tersebut tercapai. Budaya memengaruhi cara orang dalam organisasi bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memimpin.
Manajemen juga dapat membentuk dan memperkuat budaya organisasi melalui aturan, kepemimpinan, sistem penghargaan, serta kebiasaan kerja. Jadi, budaya yang sesuai dengan tujuan organisasi dapat meningkatkan kerja sama dan efektivitas organisasi.
3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan
Budaya dapat dipahami dalam beberapa tingkatan, mulai dari yang paling luas hingga yang paling kecil:
Societal/National culture → budaya suatu negara atau masyarakat, seperti nilai, norma, bahasa, dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat.
Organizational culture → nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu organisasi dan menjadi pedoman bagi anggotanya.
Group/Team culture → kebiasaan dan norma yang berkembang dalam kelompok atau tim tertentu.
Individual culture → nilai, keyakinan, dan pengalaman pribadi yang memengaruhi perilaku seseorang.
Tingkatan tersebut saling memengaruhi. Misalnya, seseorang membawa nilai dari budaya nasionalnya ke tempat kerja, kemudian menyesuaikannya dengan budaya organisasi.
4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi adalah metode penelitian yang mempelajari budaya dan perilaku suatu kelompok dengan cara mengamati dan berinteraksi langsung dengan anggota kelompok tersebut.
Dalam penelitian organisasi, etnografi digunakan untuk memahami bagaimana orang benar-benar bekerja, berkomunikasi, membuat keputusan, dan menjalankan norma, bukan hanya berdasarkan aturan tertulis. Misalnya, peneliti mengamati kehidupan karyawan di kantor untuk mengetahui budaya kerja, hubungan antarpegawai, dan kebiasaan yang sebenarnya terjadi.

Wassalamu'alaikum
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Izzati Muthmainnah Al Anshoriah -
nama: Izzati Muthmainnah Al Anshoriah
npm: 2411011124

1. Konsep Budaya, Norma, dan Nilai
Budaya adalah kumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dianut oleh suatu kelompok. Nilai menjadi dasar dalam menentukan apa yang dianggap penting, sedangkan norma menjadi pedoman perilaku yang sesuai dalam kelompok tersebut.

2. Hubungan Budaya, Organisasi, dan Manajemen
Budaya memengaruhi cara organisasi menjalankan aktivitasnya, termasuk pola komunikasi, pengambilan keputusan, dan hubungan kerja. Manajemen berperan dalam mengelola dan membentuk budaya agar mendukung pencapaian tujuan organisasi.

3. Budaya pada Tingkat Nasional dan Organisasi
Budaya nasional mencerminkan nilai dan kebiasaan yang dianut oleh masyarakat suatu negara, sedangkan budaya organisasi merupakan nilai, norma, dan cara kerja yang berkembang dalam suatu organisasi. Budaya nasional dapat memengaruhi pembentukan budaya organisasi.

4. Peran Etnografi dalam Penelitian Organisasi
Etnografi berperan dalam memahami budaya organisasi melalui pengamatan langsung terhadap perilaku, interaksi, dan kebiasaan anggota organisasi. Metode ini membantu peneliti memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan dan dinamika organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Echy Aurellia Puteri -
Nama: Echy Aurellia Puteri
NPM: 2411011133

1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Budaya adalah pola nilai, keyakinan, norma, dan cara berpikir yang dimiliki dan dibagikan oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya memengaruhi bagaimana seseorang memahami lingkungan, berperilaku, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.

Nilai (values) menunjukkan apa yang dianggap penting, baik, atau benar oleh suatu kelompok. Sementara itu, norma (norms) merupakan aturan atau harapan mengenai bagaimana anggota kelompok seharusnya berperilaku. Dengan demikian, nilai menjadi dasar terbentuknya norma, sedangkan norma membantu mengarahkan perilaku anggota masyarakat. Perbedaan nilai dan norma inilah yang kemudian membuat budaya antar masyarakat dapat berbeda.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang erat. Organisasi merupakan bagian dari masyarakat, sehingga nilai dan norma yang berkembang dalam suatu masyarakat dapat memengaruhi budaya organisasi. Budaya tersebut kemudian memengaruhi cara anggota organisasi berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menjalankan pekerjaan.

Sementara itu, manajemen berperan dalam mengarahkan dan mengelola anggota organisasi. Oleh karena itu, manajer perlu memahami budaya yang ada agar dapat menerapkan gaya kepemimpinan, komunikasi, dan praktik manajemen yang sesuai. Dalam konteks lintas budaya, perbedaan budaya dapat menyebabkan perbedaan dalam cara orang memahami dan menjalankan aktivitas manajerial.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan. Pada tingkat nasional, budaya menggambarkan nilai, norma, dan pola perilaku yang relatif dimiliki oleh masyarakat suatu negara. Budaya nasional dapat memengaruhi cara individu bekerja, berkomunikasi, melihat kekuasaan, serta berhubungan dengan orang lain.

Pada tingkat organisasi, budaya merupakan nilai, norma, dan kebiasaan yang berkembang di dalam suatu organisasi dan menjadi pedoman bagi anggotanya. Walaupun organisasi berada dalam suatu budaya nasional, setiap organisasi dapat memiliki budaya yang berbeda karena dipengaruhi oleh sejarah, kepemimpinan, tujuan, serta praktik organisasi. Oleh karena itu, budaya nasional dan budaya organisasi dapat saling berhubungan tetapi tidak selalu sama.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Etnografi merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami suatu kelompok dengan mengamati kehidupan, perilaku, nilai, dan norma mereka secara mendalam. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami bagaimana anggota organisasi benar-benar bekerja dan berinteraksi, bukan hanya berdasarkan aturan formal atau pernyataan mereka.

Melalui pengamatan langsung, peneliti dapat melihat kebiasaan, hubungan sosial, pola komunikasi, serta nilai yang berkembang dalam organisasi. Dengan demikian, etnografi berperan dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya organisasi dari perspektif orang-orang yang berada di dalamnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Ade Candra Fachruddin -
Nama: Ade Candra Fachruddin
NPM: 2411011104

1. Konsep serta peran norma dan nilai:
Budaya adalah pola hidup dan keyakinan bersama suatu kelompok. Nilai adalah prinsip dasar tentang apa yang dianggap baik/buruk (fondasi budaya), sedangkan norma adalah aturan tak tertulis yang mengatur perilaku sehari-hari agar sejalan dengan nilai tersebut.

2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen: Budaya lingkungan memengaruhi cara organisasi terbentuk dan beroperasi. Manajemen berperan menyelaraskan praktik bisnis dan gaya kepemimpinan organisasi dengan budaya tersebut agar tujuan operasional tercapai secara efektif.

3. Budaya Nasional berakar pada nilai dan sejarah suatu negara yang membentuk karakter dasar masyarakatnya sejak lahir. Budaya Organisasi adalah seperangkat nilai dan praktik spesifik yang diciptakan dan dipelajari di tempat kerja untuk mengatur cara karyawan berinteraksi dan bekerja.

4. Peran etnografi: Etnografi berperan mengungkap budaya, perilaku, dan dinamika sosial organisasi secara mendalam dengan terjun ke lapangan. Metode ini membantu peneliti memahami makna tak tertulis di balik rutinitas dan interaksi karyawan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Ligar Awali Rajabia -
Ligar Awali Rajabia
2411011051

1. Budaya merupakan kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dipelajari serta dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Konsep budaya ini diibaratkan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran manusia yang membedakan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Budaya tidak dibawa sejak lahir, melainkan dipelajari secara bertahap lewat proses sosialisasi, diwariskan antar-generasi, serta bersifat dinamis. Nilai berperan sebagai landasan utama yang dihayati secara internal tentang apa yang dianggap penting, baik, atau buruk. Sementara itu, norma bertindak sebagai aturan main nyata (baik tertulis maupun tidak) yang menuntun bagaimana seseorang harus bersikap di kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya tersebut.


2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen sangat erat karena organisasi diisi oleh manusia yang membawa latar belakang budaya masing-masing. Budaya organisasi terbentuk dari pola asumsi dan norma bersama yang menentukan cara para anggota berinteraksi dan menyelesaikan tugas. Budaya ini kemudian memengaruhi seluruh praktik manajemen secara langsung, mulai dari gaya kepemimpinan, proses pengambilan keputusan, pola komunikasi, hingga cara mengelola konflik. Manajer tidak bisa memimpin secara efektif tanpa memahami budaya tempat kerja, karena asumsi budaya tak terucap inilah yang menggerakkan perilaku karyawan sehari-hari.


3. Budaya juga bekerja pada berbagai tingkatan yang saling berinteraksi, mulai dari skala nasional hingga individu. Budaya nasional merupakan tingkatan paling luas yang dibentuk oleh sejarah, geografi, agama, dan sistem politik suatu bangsa. Di bawahnya terdapat budaya organisasi yang khas pada suatu perusahaan, serta budaya kelompok atau profesional yang terbentuk di lingkungan kerja atau divisi tertentu. Semua tingkatan ini bermuara pada budaya individu (individual culture). Dalam praktiknya, individu menyerap budaya negaranya, lalu membawa kebiasaan tersebut ke dalam perusahaan dan membentuk budaya tempat kerja bersama.


4. Untuk memahami budaya yang kompleks dalam perusahaan, etnografi memainkan peran yang sangat penting. Etnografi adalah pendekatan penelitian yang dilakukan dengan mengamati dan terlibat langsung dalam aktivitas harian suatu kelompok. Metode ini membantu peneliti melihat budaya secara nyata, bukan sekadar membaca aturan tertulis di atas kertas. Melalui etnografi, peneliti dapat mengidentifikasi aturan tidak tertulis, simbol, ritual, hingga cara menyelesaikan masalah yang benar-benar "dihidupkan" oleh para anggota organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Riris Surya Putri -
Nama: Riris Surya Putri
NPM: 2411011021

1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Budaya adalah pola pikir, kepercayaan, kebiasaan, dan cara hidup yang dianut bersama oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya ini terbentuk dari dua unsur penting, yaitu norma dan nilai.
Nilai adalah keyakinan dasar tentang apa yang dianggap baik, benar, atau penting dalam suatu masyarakat, sedangkan norma adalah aturan tidak tertulis yang mengatur bagaimana seseorang harus bersikap sesuai dengan nilai tersebut.
Jadi, nilai menjadi dasar atau pedoman, sementara norma adalah bentuk nyata dari nilai itu dalam perilaku sehari-hari. Keduanya saling berkaitan dan menentukan bagaimana suatu masyarakat berpikir, bertindak, dan berinteraksi satu sama lain.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Budaya, organisasi, dan manajemen saling memengaruhi satu sama lain. Budaya masyarakat tempat organisasi berada akan membentuk nilai-nilai yang dianut organisasi tersebut, seperti cara berkomunikasi, gaya kepemimpinan, dan cara mengambil keputusan. Manajemen kemudian menerjemahkan nilai-nilai budaya itu ke dalam kebijakan dan praktik kerja sehari-hari, misalnya cara memberi instruksi, cara memotivasi karyawan, atau cara menyelesaikan konflik. Karena itu, organisasi yang beroperasi di negara berbeda biasanya perlu menyesuaikan gaya manajemennya dengan budaya setempat, karena apa yang dianggap efektif di satu budaya belum tentu cocok diterapkan di budaya lain.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Budaya bisa dilihat dari beberapa tingkatan yang berbeda. Pada tingkat nasional, budaya mencakup nilai, bahasa, agama, dan kebiasaan yang dianut oleh masyarakat suatu negara secara luas, misalnya budaya Indonesia yang menekankan kebersamaan dan gotong royong. Sementara itu, pada tingkat organisasi, budaya lebih spesifik dan terbentuk dari kebiasaan kerja, aturan, serta nilai yang dibangun oleh perusahaan itu sendiri, meskipun tetap dipengaruhi oleh budaya nasional tempatnya berada. Selain itu, ada juga budaya pada tingkat yang lebih kecil seperti divisi, tim, atau kelompok kerja, yang bisa memiliki kebiasaan dan cara kerja unik meskipun masih berada dalam satu organisasi atau negara yang sama.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Etnografi adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati dan terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari suatu kelompok atau organisasi dalam jangka waktu tertentu. Dalam penelitian organisasi, etnografi berperan penting untuk memahami budaya organisasi secara mendalam, bukan hanya dari kebijakan tertulis, tetapi juga dari perilaku, kebiasaan, dan interaksi nyata antar anggota organisasi. Dengan etnografi, peneliti bisa menangkap hal-hal yang tidak terlihat lewat survei atau wawancara singkat, seperti kebiasaan tidak resmi, hubungan sosial antar karyawan, atau cara mereka memahami pekerjaan mereka sendiri. Ini membuat etnografi menjadi metode yang sangat berguna untuk memahami budaya organisasi secara utuh dan realistis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Julio Rangga Balista 2411011087 -
Nama: Julio Rangga Balista
NPM: 2411011087

1. Budaya itu seperangkat nilai, keyakinan, dan pola perilaku yang dianut bersama oleh sekelompok orang. Norma dan nilai berperan penting: nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma mengatur perilaku yang diharapkan. Keduanya membentuk “aturan tidak tertulis” yang membedakan satu budaya dengan budaya lain.

2. Budaya memengaruhi cara orang berpikir dan bertindak di dalam organisasi. Budaya organisasi terbentuk dari nilai-nilai bersama, lalu memengaruhi gaya manajemen, komunikasi, pengambilan keputusan, dan cara memotivasi karyawan. Jadi budaya, organisasi, dan manajemen saling terkait erat.

3. Budaya ada di beberapa tingkatan:
- Budaya nasional, nilai dan norma yang berlaku di suatu negara.
- Budaya organisasi, nilai, kebiasaan, dan cara kerja yang khas di dalam perusahaan.
- Ada juga budaya kelompok atau subkultur di dalam organisasi.

Ketiganya saling memengaruhi.

4. Etnografi adalah metode penelitian dengan cara mengamati dan ikut serta dalam kehidupan sehari-hari anggota organisasi. Perannya membantu peneliti memahami budaya organisasi secara mendalam, melihat bagaimana nilai dan norma benar-benar dipraktikkan, bukan hanya dari teori atau kuesioner.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Ukhti Lu'lu'ul Jannah -
Nama: Ukhti Lu'lu'ul Jannah
NPM: 2411011095


1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Budaya merupakan suatu sistem yang memberikan kerangka bagi perilaku dan hubungan antarindividu dalam suatu kelompok masyarakat. Budaya terbentuk dari pengalaman bersama dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam budaya terdapat norma dan nilai yang menjadi pedoman mengenai bagaimana seseorang seharusnya berpikir, bersikap, dan berperilaku. Nilai berkaitan dengan apa yang dianggap penting, baik, atau benar oleh suatu kelompok, sedangkan norma merupakan aturan atau harapan mengenai perilaku yang sesuai dengan nilai tersebut. Oleh karena itu, norma dan nilai berperan dalam menentukan karakter suatu budaya karena keduanya menjadi pedoman bagi anggota masyarakat dalam menjalankan kehidupan dan berinteraksi dengan orang lain.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Budaya memberikan nilai, norma, dan cara berpikir yang dapat memengaruhi bagaimana organisasi dijalankan serta bagaimana individu berperilaku di dalam organisasi. Organisasi sendiri merupakan tempat di mana individu dengan latar belakang budaya yang berbeda dapat berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, manajemen berperan dalam mengarahkan dan mengelola individu serta sumber daya organisasi dengan mempertimbangkan nilai dan budaya yang berlaku. Dalam konteks cross-cultural management, perbedaan budaya dapat memengaruhi cara komunikasi, pengambilan keputusan, hubungan kerja, dan pengelolaan karyawan. Oleh karena itu, manajer perlu memahami budaya agar dapat mengelola organisasi secara efektif, terutama ketika berhadapan dengan individu atau kelompok dari budaya yang berbeda.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan, mulai dari budaya nasional hingga budaya organisasi dan subculture. Pada tingkat nasional, budaya mencerminkan nilai, norma, bahasa, institusi, sejarah, serta karakteristik yang secara umum dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa. Namun, dalam suatu negara juga dapat terdapat subculture, yaitu kelompok yang memiliki karakteristik budaya tertentu berdasarkan kondisi sosial, ekonomi, sejarah, atau geografis. Pada tingkat organisasi, budaya berkaitan dengan nilai dan kebiasaan yang berkembang di dalam suatu organisasi dan memengaruhi cara anggota organisasi bekerja serta berinteraksi. Bahkan dalam satu organisasi dapat muncul professional culture atau budaya berdasarkan profesi, karena orang-orang yang bekerja dalam bidang tertentu dapat memiliki nilai dan cara berpikir yang sama. Dengan demikian, seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa lapisan budaya sekaligus, seperti budaya nasional, budaya kelompok, budaya organisasi, dan budaya profesi.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Etnografi berperan sebagai pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami makna, perilaku, dan sistem budaya dalam organisasi dari sudut pandang orang-orang yang berada di dalamnya. Dalam pendekatan ini, peneliti dapat mengamati kehidupan organisasi secara langsung dan memahami bagaimana anggota organisasi memberikan makna terhadap tindakan, hubungan, serta lingkungan kerja mereka. Buku menjelaskan bahwa pendekatan metafora terhadap organisasi dapat menggunakan etnografi, karena penelitian dilakukan di dalam organisasi dengan posisi peneliti sebagai participant observer. Dengan cara tersebut, peneliti dapat memperoleh akses terhadap meaning systems atau sistem makna yang dimiliki anggota organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Ni Made Krisnanda Satyawati -
Nama: Ni Made Krisnanda Satyawati
NPM: 2451011014

1. Budaya itu cara hidup yang dipelajari dan dipakai bersama oleh suatu kelompok. Nilai adalah hal yang dianggap penting dan baik, sedangkan norma adalah aturan tentang bagaimana orang harus bertindak. Jadi, nilai memberi arah, norma mengatur perilaku, dan keduanya membentuk budaya.

2. ⁠Budaya memengaruhi cara organisasi berjalan. Organisasi adalah tempat orang bekerja bersama, sedangkan manajemen mengatur orang dan pekerjaan. Jika budayanya baik, manajemen lebih mudah mencapai tujuan. Jika budayanya buruk, kinerja organisasi bisa terganggu.

3. Budaya nasional: budaya yang dimiliki masyarakat suatu negara, seperti bahasa, adat, dan cara berpikir.
- Budaya organisasi: budaya yang berkembang di dalam tempat kerja, seperti kebiasaan, aturan, dan nilai perusahaan.
- Budaya nasional memengaruhi budaya organisasi, tetapi setiap organisasi tetap bisa punya budaya yang berbeda.

4. Etnografi adalah cara meneliti dengan mengamati langsung kehidupan dan perilaku orang dalam organisasi. Metode ini membantu peneliti memahami budaya kerja yang nyata, bukan hanya dari teori atau jawaban kuesioner. Jadi, hasilnya lebih mendalam dan sesuai kondisi sebenarnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Dellya Fairuz Syasya Mandala -
Nama: Dellya Fairuz Syasya Mandala
NPM: 2411011078

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai dalam menentukan budaya

• Budaya merupakan sekumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang dipelajari serta dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya memengaruhi cara seseorang berpikir, bersikap, berinteraksi, mengambil keputusan, dan menentukan perilaku yang dianggap sesuai atau tidak sesuai. Budaya tidak hanya terlihat dari tradisi atau kebiasaan, tetapi juga dari pola pikir dan keyakinan yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
• Nilai merupakan keyakinan mengenai sesuatu yang dianggap penting, baik, benar, atau diinginkan oleh suatu kelompok, seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama.
• Sementara itu, norma merupakan aturan atau standar perilaku yang terbentuk berdasarkan nilai tersebut. Nilai menjadi dasar dalam menentukan apa yang dianggap baik dan benar, sedangkan norma mengatur bagaimana seseorang harus bertindak berdasarkan nilai tersebut. Misalnya, jika suatu kelompok menjunjung nilai kedisiplinan, maka dapat terbentuk norma untuk datang tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu. Oleh karena itu, nilai dan norma menjadi dasar penting dalam membentuk serta mempertahankan budaya suatu kelompok.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen sangat erat karena ketiganya saling memengaruhi. Organisasi merupakan tempat sekelompok orang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan budaya memberikan pedoman mengenai bagaimana anggota organisasi berpikir, bersikap, dan berinteraksi. Budaya organisasi dapat terlihat melalui kebiasaan kerja, pola komunikasi, hubungan antara atasan dan bawahan, cara mengambil keputusan, serta cara menyelesaikan masalah.

Manajemen berperan dalam mengarahkan dan mengelola anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai. Dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, manajer perlu memahami budaya yang berlaku dalam organisasi. Budaya yang sesuai dengan tujuan organisasi dapat meningkatkan kerja sama, motivasi, loyalitas, dan kinerja karyawan. Sebaliknya, budaya yang tidak sesuai dapat menimbulkan konflik, menghambat komunikasi, dan menurunkan efektivitas organisasi. Oleh karena itu, manajemen perlu memahami dan mengelola budaya agar dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.

3. Konsep budaya di berbagai tingkatan dapat dilihat mulai dari tingkat nasional, organisasi, kelompok, hingga individu. Pada tingkat nasional, budaya mencerminkan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara. Budaya nasional dapat memengaruhi cara masyarakat memandang kekuasaan, hubungan sosial, pekerjaan, waktu, risiko, serta hubungan antara individu dan kelompok. Perbedaan budaya nasional dapat menyebabkan perbedaan cara seseorang berkomunikasi dan bekerja dengan orang dari negara lain.

Pada tingkat organisasi, budaya merupakan nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang dianut bersama oleh anggota organisasi. Budaya organisasi dapat terlihat dari gaya kepemimpinan, cara berkomunikasi, aturan kerja, sistem penghargaan, cara mengambil keputusan, dan cara menghadapi masalah. Di dalam organisasi juga dapat terbentuk budaya kelompok atau departemen yang memiliki kebiasaan dan pola kerja tertentu. Dengan demikian, budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi, sementara budaya organisasi dapat memengaruhi perilaku kelompok dan individu di dalamnya. Memahami berbagai tingkatan budaya penting agar organisasi mampu mengelola perbedaan dan menciptakan lingkungan kerja yang efektif.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi adalah untuk memahami budaya, perilaku, kebiasaan, dan kehidupan anggota organisasi secara mendalam melalui pengamatan langsung. Etnografi membantu peneliti melihat bagaimana budaya organisasi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan aturan atau kebijakan yang tertulis.

Peneliti dapat mengamati aktivitas karyawan, cara mereka berkomunikasi, hubungan antara atasan dan bawahan, kebiasaan dalam bekerja, cara menyelesaikan masalah, serta norma-norma yang berkembang secara informal. Etnografi juga dapat mengungkap budaya yang tidak tertulis, seperti kebiasaan tertentu, nilai yang sebenarnya dianut karyawan, dan pola hubungan sosial di dalam organisasi. Metode ini penting karena dapat memberikan gambaran yang lebih nyata dan mendalam dibandingkan hanya menggunakan survei atau wawancara. Hasil penelitian etnografi dapat membantu manajemen memahami kondisi budaya organisasi, menemukan masalah yang terjadi, serta menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Aril Azhima Rosa -
Nama: Aril Azhima Rosa
NPM: 2411011097


1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!
Jawab:
Budaya adalah kumpulan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang dimiliki serta dijalankan bersama oleh suatu kelompok. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau benar, sedangkan norma menjadi aturan atau pedoman tentang bagaimana seseorang seharusnya berperilaku. Keduanya membentuk pola perilaku yang menjadi ciri khas suatu masyarakat maupun organisasi.


2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!
Jawab:
Budaya, organisasi, dan manajemen saling berkaitan. Budaya memengaruhi cara orang bekerja dan berinteraksi dalam organisasi, sedangkan manajemen berperan mengarahkan dan membentuk budaya tersebut melalui kebijakan, kepemimpinan, dan sistem kerja. Budaya yang sesuai dengan tujuan organisasi dapat meningkatkan kerja sama, motivasi, dan kinerja karyawan.


3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!
Jawab:
Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan. Budaya nasional mencerminkan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara, sedangkan budaya organisasi merupakan nilai, norma, dan kebiasaan yang berkembang di dalam suatu perusahaan. Selain itu, terdapat budaya pada tingkat kelompok atau departemen. Setiap tingkatan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, berkomunikasi, dan bekerja.


4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!
Jawab:
Etnografi merupakan metode penelitian yang mempelajari budaya dan perilaku suatu kelompok secara langsung melalui observasi dan interaksi dengan anggotanya. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami kebiasaan, nilai, hubungan antarpegawai, serta cara kerja yang terjadi dalam kehidupan organisasi sehari-hari. Dengan demikian, peneliti dapat memahami kondisi organisasi secara lebih mendalam, bukan hanya berdasarkan data formal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Evania Nurresya Arsana -
Nama: Evania Nurresya Arsana
NPM: 2451011044

1. Jelaskan konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya!

Budaya adalah sekumpulan nilai, kepercayaan, kebiasaan, aturan, dan cara berpikir yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya terbentuk melalui proses yang cukup panjang dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya juga memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, bersikap, dan berinteraksi dengan orang lain.

Dalam menentukan budaya, terdapat dua hal yang sangat penting, yaitu nilai dan norma.

- Nilai adalah sesuatu yang dianggap penting, baik, benar, dan berharga oleh suatu masyarakat. Contohnya adalah nilai kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, dan menghormati orang lain.

- Norma adalah aturan atau pedoman mengenai bagaimana seseorang seharusnya berperilaku dalam masyarakat. Norma biasanya terbentuk berdasarkan nilai yang dianut masyarakat.

Jadi, nilai menjadi dasar atau pedoman, sedangkan norma menjadi aturan perilaku yang menunjukkan bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, masyarakat menganggap kejujuran sebagai nilai yang penting. Dari nilai tersebut muncul norma untuk tidak berbohong atau melakukan kecurangan.

2. Deskripsikan hubungan antara budaya, organisasi dan manajemen!

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang sangat erat. Organisasi merupakan tempat sekelompok orang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan manajemen merupakan proses mengatur sumber daya dan orang-orang dalam organisasi agar tujuan tersebut dapat tercapai.

Budaya memengaruhi bagaimana anggota organisasi bekerja dan berinteraksi. Misalnya, organisasi yang memiliki budaya kerja sama akan mendorong karyawannya untuk saling membantu dan bekerja dalam tim. Sebaliknya, organisasi yang memiliki budaya kompetitif mungkin lebih menekankan pencapaian individu.

Manajemen juga memiliki peran dalam membentuk dan mempertahankan budaya organisasi. Cara pemimpin mengambil keputusan, memberikan penghargaan, berkomunikasi, dan memperlakukan anggota organisasi dapat membentuk kebiasaan dan nilai yang kemudian menjadi budaya organisasi.

Dengan demikian, budaya memengaruhi cara organisasi dan manajemen berjalan, sementara manajemen juga dapat membentuk dan mengubah budaya organisasi. Ketiganya saling berhubungan dan dapat memengaruhi keberhasilan suatu organisasi.

3. Jelaskan konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi!

Budaya dapat dipahami dalam beberapa tingkatan, mulai dari tingkat nasional, masyarakat atau kelompok, sampai organisasi.

a. Budaya nasional

Budaya nasional merupakan nilai, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang berkembang dalam suatu negara. Misalnya, setiap negara dapat memiliki cara yang berbeda dalam melihat hubungan antara atasan dan bawahan, cara berkomunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan.

b. Budaya kelompok atau masyarakat

Dalam satu negara juga terdapat berbagai kelompok yang memiliki budaya masing-masing. Misalnya, budaya suatu daerah, suku, komunitas, atau kelompok sosial tertentu dapat memiliki kebiasaan dan nilai yang berbeda dari kelompok lainnya.

c. Budaya organisasi

Budaya organisasi adalah nilai, norma, kebiasaan, dan cara kerja yang berkembang dan dianut bersama oleh anggota suatu organisasi. Contohnya adalah budaya disiplin, kerja sama, inovasi, pelayanan, atau keterbukaan dalam menyampaikan pendapat.

Hubungan antarlevel tersebut adalah bahwa budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi, terutama karena anggota organisasi membawa nilai dan kebiasaan dari lingkungan masyarakatnya. Namun, organisasi juga dapat memiliki budaya sendiri yang berbeda dari budaya nasional secara umum.

Contohnya, seseorang berasal dari masyarakat yang memiliki budaya tertentu, tetapi ketika bekerja di perusahaan, ia harus mengikuti aturan, nilai, dan kebiasaan yang berlaku di perusahaan tersebut.

4. Jelaskan peran etnografi dalam penelitian organisasi!

Etnografi adalah metode penelitian yang digunakan untuk memahami kehidupan, perilaku, kebiasaan, dan budaya suatu kelompok dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan mendalam.

Dalam penelitian organisasi, etnografi digunakan untuk memahami bagaimana orang-orang sebenarnya bekerja dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan aturan tertulis atau hasil wawancara.

Peneliti dapat mengamati bagaimana karyawan berkomunikasi dengan rekan kerja, bagaimana hubungan antara bawahan dan atasan, bagaimana keputusan dibuat, serta kebiasaan apa yang muncul dalam lingkungan kerja.

Etnografi penting karena terkadang terdapat perbedaan antara aturan formal dengan praktik yang sebenarnya terjadi dalam organisasi. Misalnya, sebuah perusahaan memiliki aturan bahwa semua karyawan boleh memberikan pendapat, tetapi dalam praktiknya karyawan mungkin masih merasa sungkan untuk menyampaikan pendapat kepada atasannya. Hal seperti ini dapat diketahui melalui penelitian etnografi.

Jadi, peran etnografi dalam penelitian organisasi adalah membantu peneliti memahami budaya organisasi secara lebih mendalam berdasarkan perilaku dan pengalaman nyata para anggotanya. Dengan metode ini, peneliti dapat melihat hal-hal yang mungkin tidak terlihat jika hanya menggunakan data formal atau kuesioner.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Beginda Sae Winsang -
Nama : Beginda Sae Winsang
NPM : 2411011136

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai dalam menentukan budaya
Budaya adalah kumpulan nilai, kepercayaan, kebiasaan, dan aturan yang menjadi pedoman perilaku suatu kelompok. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma menentukan bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Contohnya, jika suatu organisasi memiliki nilai kedisiplinan, maka normanya dapat berupa datang tepat waktu dan mengikuti aturan kerja.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen
Budaya memengaruhi bagaimana anggota organisasi bekerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan berhubungan dengan pemimpin. Organisasi membentuk budaya melalui aturan, kebiasaan, dan cara kerja, sedangkan manajemen berperan menjaga dan mengarahkan budaya tersebut agar sesuai dengan tujuan organisasi. Jadi, budaya yang baik dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang produktif.

3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan, nasional maupun organisasi
Budaya terdapat pada beberapa tingkatan. Budaya nasional mencerminkan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara, misalnya cara masyarakat memandang hierarki atau kerja sama. Budaya organisasi merupakan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu organisasi, seperti kedisiplinan, inovasi, atau kerja sama. Budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi karena anggota organisasi membawa nilai dari lingkungan masyarakatnya.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi merupakan metode penelitian yang mempelajari budaya suatu kelompok dengan mengamati kehidupan dan perilaku anggotanya secara langsung. Dalam organisasi, etnografi dapat digunakan untuk memahami kebiasaan kerja, pola komunikasi, hubungan antaranggota, norma, dan nilai yang tidak selalu tertulis. Dengan begitu, peneliti dapat melihat bagaimana budaya organisasi benar-benar berjalan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berdasarkan aturan tertulis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Firdaos Hasa -
Name: Firdaos Hasa
NPM: 2411011154

1. Konsep budaya serta peran norma dan nilai
Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan cara hidup yang dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat. Nilai menentukan apa yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma menjadi aturan tentang bagaimana seseorang seharusnya bertindak. Keduanya membentuk perilaku dan karakter suatu budaya.

2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen
Budaya memengaruhi organisasi melalui cara orang berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah. Manajemen harus memahami budaya agar dapat mengatur dan memimpin anggota organisasi dengan tepat. Sebaliknya, organisasi dan manajemen juga dapat membentuk budaya melalui aturan, kebiasaan, dan gaya kepemimpinan.

3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan
Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan:
  • Budaya nasional: nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara.
  • Budaya kelompok/masyarakat: budaya yang dimiliki kelompok tertentu berdasarkan lingkungan atau latar belakangnya.
  • Budaya organisasi: nilai, norma, dan kebiasaan yang dianut bersama oleh anggota organisasi.
Budaya nasional dapat memengaruhi budaya organisasi, karena anggota organisasi membawa nilai dan kebiasaan dari lingkungan masyarakatnya.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi adalah metode penelitian dengan mengamati dan memahami kehidupan serta perilaku suatu kelompok secara langsung. Dalam penelitian organisasi, etnografi digunakan untuk mengetahui budaya kerja, kebiasaan, hubungan antaranggota, cara berkomunikasi, dan praktik yang terjadi sehari-hari. Dengan demikian, peneliti dapat memahami organisasi secara lebih mendalam berdasarkan kondisi nyata.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Rafa Adya Sunanda -
Nama: Rafa Adya Sunanda
NPM: 2411011027

1. Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dipelajari dan dimiliki bersama oleh suatu kelompok. Budaya bersifat learned (dipelajari, bukan bawaan), shared (dimiliki bersama), dynamic (bisa berubah), dan meaningful (memberi makna dan pedoman perilaku).

Norma dan nilai adalah inti dari budaya itu sendiri:
- Norma adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang menentukan benar-salahnya perilaku, namun masih menyisakan ruang pilihan bagi individu.
- Nilai adalah sesuatu yang dihayati secara internal sebagai kebenaran yang tidak lagi dipertanyakan menyangkut apa yang dianggap penting, baik, atau buruk.
Keduanya berfungsi sebagai "pedoman tak tertulis" yang mengarahkan bagaimana anggota kelompok berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Hubungan antara Budaya, Organisasi, dan Manajemen
Budaya membentuk cara berpikir dan berperilaku anggota organisasi, yang kemudian melahirkan budaya organisasi, nilai, norma, dan asumsi bersama yang menjadi pedoman kerja dan interaksi di dalamnya.
Budaya memengaruhi manajemen dalam banyak aspek: cara berkomunikasi, gaya kepemimpinan, cara mengambil keputusan, cara bekerja sama, hingga cara menyelesaikan konflik. Manajemen pun tidak bisa lepas dari budaya karena setiap kebijakan dan praktik manajerial pada dasarnya adalah cerminan dari nilai dan asumsi budaya yang dianut organisasi maupun individu di dalamnya.
Singkatnya: budaya membentuk organisasi, dan organisasi membentuk cara manajemen dijalankan.

3. Budaya berlaku di beberapa level yang saling memengaruhi:
- Societal/National Culture, budaya yang berkembang dalam suatu masyarakat atau negara, menjadi fondasi nilai dan cara pandang yang dibawa individu ke mana pun ia berada.
- Organisational Culture, budaya yang berkembang di dalam organisasi, terbentuk dari nilai bersama yang disepakati anggota untuk bekerja dan berinteraksi.
- Group/Team Culture, budaya yang muncul dalam kelompok atau tim kerja tertentu.
- Individual Culture, nilai dan kebiasaan yang dimiliki tiap individu, hasil dari pengalaman pribadinya.
Keempat level ini saling berinteraksi: budaya nasional memengaruhi nilai individu, individu membawa nilainya ke organisasi, dan sebaliknya budaya organisasi juga bisa membentuk kembali perilaku individu.

4. Peran Etnografi dalam Penelitian Organisasi
Etnografi adalah pendekatan untuk memahami suatu budaya dengan mempelajari kehidupan, perilaku, interaksi, dan pengalaman suatu kelompok secara langsung dan mendalam.
Dalam penelitian organisasi, etnografi berperan untuk melihat bagaimana budaya benar-benar dijalankan dalam praktik sehari-hari, bukan hanya apa yang tertulis dalam aturan formal. Etnografi membantu peneliti memahami bagaimana anggota organisasi berinteraksi, berkomunikasi, membentuk kebiasaan dan ritual, menyelesaikan konflik, serta membangun identitas kelompok.

Dengan kata lain, etnografi memungkinkan budaya organisasi dipahami secara nyata dan hidup, bukan sekadar sebagai konsep di atas kertas.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by PASYA AULIA RAMADANI -
Nama: Pasya Aulia Ramadani
Npm: 2411011044

1. Konsep budaya dan peran norma serta nilai dalam menentukan budaya
Budaya adalah sekumpulan cara berpikir, bertindak, dan kebiasaan yang dianut bersama oleh suatu kelompok. Nilai menjadi dasar tentang sesuatu yang dianggap penting atau baik, sedangkan norma merupakan aturan atau pedoman perilaku yang terbentuk dari nilai tersebut. Keduanya menentukan bagaimana anggota kelompok bersikap dan berinteraksi, sehingga membentuk karakter budaya.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen
Budaya memengaruhi cara organisasi bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Organisasi menjadi tempat budaya diterapkan melalui kebiasaan dan aturan kerja, sedangkan manajemen berperan mengarahkan serta mempertahankan budaya agar sesuai dengan tujuan organisasi. Dengan demikian, ketiganya saling berkaitan dalam membentuk perilaku dan kinerja anggota organisasi.

3. Konsep budaya pada berbagai tingkatan nasional dan organisasi
Budaya dapat dilihat pada beberapa tingkatan. Budaya nasional mencerminkan nilai, norma, dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara dan memengaruhi cara masyarakat bekerja serta berinteraksi. Budaya organisasi merupakan nilai dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu organisasi dan menjadi pedoman perilaku anggotanya. Budaya juga dapat muncul pada tingkat kelompok atau individu sesuai lingkungan sosialnya.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memahami budaya dan perilaku suatu kelompok secara mendalam melalui pengamatan langsung dan interaksi dengan anggotanya. Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu mengungkap kebiasaan, nilai, norma, hubungan kerja, serta praktik informal yang mungkin tidak terlihat melalui penelitian biasa.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Aris Krisna Setiawan 2411011125 -
Nama: Aris Krisna Setiawan
NPM: 2411011125

1. Konsep budaya serta peran norma dan nilai
Budaya adalah pemrograman kolektif pikiran yang membedakan satu kelompok manusia dari kelompok lain, begitu Hofstede (1980) mendefinisikannya. Sifatnya dipelajari lewat sosialisasi, bukan bawaan lahir, diwariskan lintas generasi, dan bersifat relatif, tidak ada budaya yang lebih unggul secara absolut dari budaya lain.

Norma dan nilai adalah lapisan tengah pembentuk budaya. Norma adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis soal baik-buruknya perilaku, dan masih menyisakan ruang pilihan bagi individu. Nilai adalah preferensi yang dihayati secara internal soal benar-salah, sifatnya taken for granted dan jarang dipertanyakan. Keduanya bersama membentuk karakteristik nasional suatu budaya.

2. Hubungan budaya, organisasi, dan manajemen
Schein (2004) mendefinisikan budaya sebagai solusi bersama atas dua masalah: adaptasi eksternal (bertahan hidup) dan integrasi internal (tetap bersatu). Definisi ini berlaku juga untuk organisasi, karena organisasi pun harus beradaptasi dengan lingkungan bisnis sekaligus menjaga kekompakan internalnya.

Budaya menentukan cara manajemen merumuskan strategi, menetapkan tujuan, dan menjalankan organisasi sehari-hari. Sebaliknya, para pengambil keputusan itu sendiri sudah lebih dulu dibentuk oleh latar belakang budayanya. Jadi hubungan ketiganya bersifat dua arah, budaya membentuk manajemen, manajemen turut membentuk budaya organisasi.

3. Konsep budaya di tingkat nasional dan organisasi
Menurut Schein (1999), budaya terbentuk ketika sekelompok orang punya pengalaman bersama yang cukup lama, disebut sufficient shared history. Prinsip ini berlaku dari skala kecil seperti keluarga sampai skala besar seperti bangsa. Perlu dicatat, "budaya" dan "bangsa" tidak selalu sama, contohnya etnis Kurdi yang punya satu identitas budaya tapi tersebar di tiga negara berbeda.

Di level nasional, budaya memengaruhi organisasi lewat hukum dan kebijakan negara (level makro) serta relasi atasan-bawahan dan perilaku antarkaryawan (level mikro). Di level organisasi, Schein (1990) mendefinisikan budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar yang terbentuk saat kelompok belajar mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, lalu diajarkan pada anggota baru sebagai cara yang benar dalam berpikir dan bertindak.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi
Etnografi berakar dari antropologi budaya awal abad ke-20, yang menuntut pengamatan berkelanjutan terhadap suatu kelompok agar peneliti bisa memahami budayanya dari dalam. Metode ini membantu menjelaskan norma, nilai, dan perilaku suatu kelompok, meski tantangan terbesarnya tetap pada proses interpretasi.

Watson (2012) menyebut etnografi lebih tepat dipandang sebagai genre ilmu sosial ketimbang sekadar metode, sehingga bisa dipadukan dengan survei atau statistik. Ia juga mengingatkan pentingnya melihat organisasi sebagai bagian dari kebudayaan yang lebih besar, bukan entitas terisolasi, agar peneliti tidak keliru menganggap sesuatu yang lazim di suatu sektor sebagai keunikan satu organisasi saja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Zhara Aulia Putri -
Nama: Zhara Aulia Putri
NPM: 2411011075

1. Budaya adalah pedoman tidak tertulis (norma, nilai, keyakinan, kebiasaan) yang mempengaruhi cara seseorang berperilaku. Norma berfungsi sebagai aturan tidak tertulis yg menjadi pedoman baik atau buruk. Sedangkan nilai menunjukkan apa yang dianggap penting, baik, dan benar.

2.Budaya memengaruhi cara masyarakat berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengambil keputusan. Pada saat masuk ke organisasi, nilai dan kebiasaan tersebut ikut memengaruhi budaya organisasi. Akibatnya, budaya juga memengaruhi cara manajer memimpin, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah.

3. Budaya dapat dilihat dalam beberapa tingkatan, yaitu budaya nasional, budaya organisasi, budaya kelompok/tim, dan budaya individu. Budaya nasional dapat memengaruhi nilai seseorang, lalu nilai tersebut dibawa ke dalam organisasi. Di dalam organisasi, orang-orang dengan latar belakang berbeda kemudian saling berinteraksi dan membentuk budaya organisasi.

4. Etnografi digunakan untuk memahami budaya organisasi secara langsung dan mendalam. Peneliti mengamati bagaimana anggota organisasi berinteraksi, berkomunikasi, bekerja, menjalankan kebiasaan, dan menyelesaikan masalah. Jadi, etnografi tidak hanya melihat aturan tertulis, tetapi juga melihat bagaimana budaya benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Sevilla Uefa Duna -
Nama: Sevilla Uefa Duna
NPM: 2411011050

1. Konsep Budaya: Budaya adalah kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dipelajari (learned) dan dimiliki bersama (shared) oleh suatu kelompok masyarakat. Budaya bersifat dinamis (dynamic) dapat berubah seiring waktu dan bermakna (meaningful), karena memberi pedoman bagi perilaku anggotanya.

Peran Norma dan Nilai: berperan sebagai jembatan antara perilaku yang tampak di permukaan dengan asumsi dasar yang tersembunyi. Norma mengatur "apa yang boleh/tidak boleh dilakukan" secara lebih fleksibel, sedangkan nilai menentukan "apa yang dianggap benar" secara lebih mengakar dan tidak lagi dipertanyakan keduanya bersama-sama membentuk pedoman yang memengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.

2. Hubungan antara Budaya, Organisasi, dan Manajemen: Budaya (nilai & cara berpikir masyarakat) → memengaruhi perilaku dan interaksi anggotanya → membentuk kebiasaan kerja dan budaya organisasional → pada akhirnya memengaruhi cara organisasi berjalan.

organisasi tidak hanya terdiri dari struktur, aturan, dan tujuan formal, organisasi punya budaya yang membentuk cara orang-orang di dalamnya berpikir, berinteraksi, dan bekerja, dan budaya itu sendiri adalah endapan dari budaya masyarakat yang lebih luas yang dibawa masuk oleh anggotanya.

3. Konsep Budaya di Berbagai Tingkatan:
National Culture: budaya yang berkembang dalam masyarakat atau negara secara luas; ini menjadi fondasi nilai-nilai dasar yang dibawa individu.
Organisational Culture: budaya yang berkembang di dalam organisasi tertentu, dibentuk dari nilai, norma, simbol, dan praktik bersama.
Group/Team Culture: budaya yang terbentuk dalam kelompok atau tim kerja yang lebih kecil.
Individual Culture: nilai dan kebiasaan yang dimiliki oleh setiap individu secara personal.

4. Peran Etnografi (Ethnography) dalam Penelitian Organisasi: etnografi memungkinkan peneliti melihat budaya organisasi sebagaimana ia benar-benar "dihidupkan" oleh anggotanya sehari-hari, bukan sekadar versi ideal yang tertulis di dokumen resmi. Ini penting karena — seperti disebutkan di lapisan assumptions and beliefs, bagian budaya yang paling dalam justru paling sulit dijelaskan secara verbal bahkan oleh pemiliknya sendiri, sehingga metode observasi langsung dan mendalam menjadi cara paling efektif untuk mengungkapnya, dibanding sekadar survei atau wawancara terstruktur semata.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Yonada Audylia Putri -
Nama: Yonada Audylia Putri
NPM: 2451011031

1. Konsep budaya dan peran norma dan nilai dalam menentukan budaya

Budaya adalah sekumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan cara berpikir yang dimiliki serta dipelajari oleh sekelompok orang dan menjadi pedoman dalam berperilaku.

- Nilai (values) adalah prinsip atau hal yang dianggap penting dan benar oleh suatu kelompok, misalnya kejujuran, kedisiplinan, atau kerja sama.
- Norma (norms) adalah aturan atau standar perilaku yang mengatur bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam kelompok.

Nilai menjadi dasar atau pedoman, sedangkan norma menerjemahkan nilai tersebut menjadi perilaku yang diharapkan. Misalnya, jika suatu organisasi memiliki nilai kedisiplinan, maka normanya dapat berupa datang tepat waktu dan mengikuti aturan kerja. Dengan demikian, norma dan nilai sangat berperan dalam membentuk karakter dan perilaku suatu budaya.

2. Hubungan antara budaya, organisasi, dan manajemen

Budaya, organisasi, dan manajemen memiliki hubungan yang erat. Budaya memengaruhi cara organisasi bekerja, sedangkan manajemen berperan dalam membentuk dan mempertahankan budaya organisasi.

Budaya memengaruhi berbagai hal dalam organisasi, seperti:

- cara karyawan berkomunikasi,
- cara mengambil keputusan,
- gaya kepemimpinan,
- cara menyelesaikan konflik,
- hubungan antara atasan dan bawahan.

Manajemen kemudian menggunakan budaya tersebut untuk mengarahkan perilaku anggota organisasi agar sesuai dengan tujuan organisasi.

Contohnya, organisasi yang memiliki budaya inovasi akan mendorong manajemen untuk memberikan kebebasan kepada karyawan dalam memberikan ide dan mencoba cara baru.

Jadi, budaya memberikan “cara berpikir dan berperilaku”, organisasi menjadi tempat penerapannya, sedangkan manajemen mengarahkan budaya tersebut untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Konsep budaya di berbagai tingkatan, baik nasional maupun organisasi

Budaya dapat dipahami pada beberapa tingkatan:

a. Budaya nasional
Merupakan nilai, norma, keyakinan, dan kebiasaan yang berkembang dalam suatu negara atau masyarakat. Contohnya, budaya Indonesia cenderung menghargai hubungan sosial, gotong royong, dan keharmonisan.

b. Budaya kelompok atau masyarakat
Dalam satu negara, terdapat berbagai kelompok yang memiliki budaya berbeda berdasarkan daerah, etnis, komunitas, atau lingkungan sosial.

c. Budaya organisasi
Merupakan nilai, norma, kebiasaan, dan cara bekerja yang berkembang dalam suatu organisasi. Misalnya, satu perusahaan memiliki budaya kerja yang formal dan hierarkis, sementara perusahaan lain lebih fleksibel dan terbuka.

d. Subkultur organisasi
Dalam satu organisasi juga dapat terdapat budaya yang berbeda antarbagian, misalnya budaya kerja bagian pemasaran bisa berbeda dengan bagian keuangan karena karakteristik pekerjaan mereka berbeda.

Jadi, budaya tidak hanya berada pada tingkat negara, tetapi juga dapat muncul pada tingkat kelompok dan organisasi, bahkan dalam bagian-bagian organisasi itu sendiri.

4. Peran etnografi dalam penelitian organisasi

Etnografi adalah metode penelitian yang digunakan untuk memahami kehidupan, perilaku, kebiasaan, nilai, dan interaksi suatu kelompok dengan cara mengamati mereka secara langsung dalam lingkungan alaminya.

Dalam penelitian organisasi, etnografi membantu peneliti memahami budaya organisasi yang sebenarnya terjadi, bukan hanya budaya yang tertulis dalam aturan atau yang dikatakan oleh manajemen.

Contohnya, peneliti dapat mengamati:

- bagaimana karyawan berinteraksi,
- bagaimana keputusan sebenarnya dibuat,
- bagaimana hubungan atasan dan bawahan,
- kebiasaan yang dilakukan karyawan,
- bagaimana konflik diselesaikan,
- norma tidak tertulis yang berlaku dalam organisasi.

Dengan demikian, etnografi memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kehidupan dan budaya organisasi sehari-hari, termasuk norma dan kebiasaan yang mungkin tidak terlihat melalui survei atau wawancara saja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi sesi 1

by Balqis Aulia -
Nama: Balqis Aulia
NPM: 2411011038

1. Konsep Budaya serta Peran Norma dan Nilai
a) Budaya (culture) merupakan kumpulan nilai, keyakinan, norma, kebiasaan, dan pola perilaku yang dipelajari, dimiliki bersama, bersifat dinamis, serta memberikan pedoman cara berpikir dan bertindak bagi suatu kelompok masyarakat. Geert Hofstede mengartikan budaya sebagai "the collective programming of the mind" yang membedakan satu kelompok manusia dari kelompok lainnya melalui proses sosialisasi yang dipelajari sejak dini.
b) Norma berperan sebagai aturan tertulis maupun tidak tertulis yang menentukan benar atau salahnya suatu perilaku dalam masyarakat, dengan tetap memberikan ruang pilihan bagi individu.
c) Nilai berperan sebagai landasan internal yang dihayati sebagai kebenaran tanpa dipertanyakan lagi, yang menentukan apa yang dianggap penting, baik, atau buruk dalam memandu standar moral kelompok.

2. Hubungan Antara Budaya, Organisasi, dan Manajemen
a) Budaya membentuk nilai dan cara berpikir masyarakat yang kemudian terbawa ke dalam lingkungan kerja, sehingga secara langsung memengaruhi cara anggota organisasi berinteraksi, berkomunikasi, dan bekerja sama.
b) Dalam pandangan Edgar Schein (2004), budaya organisasi berakar dari asumsi dasar untuk menjawab masalah adaptasi eksternal (pandangan manajemen terhadap lingkungan dan tindakan) serta integrasi internal (pandangan terhadap sifat manusia dan hubungan kerja).
c) Pengaruh budaya ini menjadi landasan penting bagi praktik manajemen internasional karena mengendalikan proses pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, penanganan konflik, serta pengukuran kinerja organisasi secara menyeluruh.

3. Konsep Budaya di Berbagai Tingkatan (Levels of Culture)
a) Budaya Nasional (Societal/National Culture) merupakan tingkatan budaya yang berkembang di tingkat masyarakat atau negara dan menjadi fondasi utama yang membentuk pola pikir serta gaya komunikasi individu.
b) Budaya Organisasi (Organisational Culture) merupakan kumpulan nilai, norma, tradisi, dan asumsi bersama yang dikembangkan secara spesifik di dalam suatu perusahaan sebagai pedoman kerja para anggotanya.
c) Budaya Kelompok dan Profesi (Group & Professional Culture) merupakan norma spesifik yang terbentuk di dalam tim kerja tertentu serta cara kerja yang dipengaruhi oleh latar belakang keahlian atau profesi (seperti manajer, engineer, atau operator).
d) Budaya Individu (Individual Culture) merupakan nilai dan kebiasaan unik yang dibawa oleh setiap orang, di mana seluruh tingkatan budaya ini saling berinteraksi dan membentuk iklim organisasi.

4. Peran Etnografi dalam Penelitian Organisasi
Etnografi (ethnography) berperan sebagai pendekatan penelitian kualitatif secara langsung dan mendalam untuk memahami bagaimana suatu budaya benar-benar dihidupkan dan dijalankan oleh anggota kelompok dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks organisasi, etnografi membantu peneliti melihat realitas praktik kerja melampaui aturan tertulis, seperti mengungkap pola komunikasi nyata, ritual informal, serta dinamika penyelesaian konflik di lapangan.
Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memahami bagaimana anggota organisasi memaknai nilai-nilai perusahaan serta bagaimana identitas dan hubungan antar-kelompok terbentuk secara ilmiah.