FORUM DISKUSI

Kurikulum Terpadu

Kurikulum Terpadu

by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd. -
Number of replies: 23

1.      Kesiapan SDM:

Apakah guru-guru kita saat ini sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu?

2.      Efektivitas Ujian:

Bagaimana cara melakukan ujian nasional atau asesmen standar jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda-beda?

3.      Implementasi di Indonesia:

Sejauh mana Kurikulum Merdeka saat ini sudah mencerminkan prinsip Kurikulum Terpadu melalui P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)?


In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Tina Selviani -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Tina Selviani
NPM : 2313053052
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaan diskusimengenai Kurikulum Terpadu.

  • Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum terpadu masih perlu ditingkatkan. Secara mental, sebagian guru sudah mulai terbuka terhadap pembelajaran lintas disiplin, terutama sejak adanya Kurikulum Merdeka. Namun, dari sisi kompetensi, masih diperlukan pelatihan berkelanjutan agar guru mampu merancang pembelajaran yang benar-benar mengintegrasikan berbagai mata pelajaran secara utuh, bukan sekadar menggabungkan materi. Guru juga dituntut kreatif dan kolaboratif agar integrasi berjalan efektif.

  • Efektivitas Ujian
Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, maka standar asesmen tetap dapat dilakukan dengan mengacu pada pencapaian pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan secara nasional. Artinya, yang diukur bukan temanya, tetapi kompetensi dan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, asesmen perlu dirancang berbasis kompetensi dan literasi, bukan sekedar hafalan materi. Dengan demikian, meskipun pendekatan temanya berbeda, standar kemampuan siswa tetap dapat diukur secara objektif.

  • Implementasi di Indonesia (P5)
Menurut saya, Kurikulum Merdeka melalui P5 sudah mencerminkan prinsip kurikulum terpadu karena pembelajaran dilakukan secara kontekstual, berbasis proyek, dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu kegiatan. P5 juga mendorong kolaborasi, kreativitas, dan penguatan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. Namun dalam praktiknya, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan pemahaman yang belum merata. Oleh karena itu diperlukan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar pelaksanaannya semakin optimal.

Demikian pendapat saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Paska Deswita Manalu -
Selamat siang, Bapak.
Perkenalkan, saya
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Kelas : 6B
Izin menjawab diskusi, Bapak.
1. Kesiapan SDM
Menurut saya kesiapan guru saat ini masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu terutama yang aktif mengikuti pelatihan dan terbiasa menggunakan model pembelajaran kreatif. Namun, masih ada juga guru yang merasa lebih nyaman mengajar secara terpisah per mata pelajaran karena sudah terbiasa dengan sistem lama. Kesiapan itu sebenarnya ada, tetapi tetap perlu didukung dengan pelatihan yang berkelanjutan, pendampingan, dan kemauan guru untuk terus belajar.
2. Efektivitas Ujian
Walaupun setiap sekolah bisa menggunakan tema integrasi yang berbeda, asesmen tetap bisa dilakukan berdasarkan capaian kompetensi, bukan berdasarkan temanya. Yang diukur adalah kemampuan siswa, seperti literasi, numerasi, dan pemahaman konsep dasar.
Jadi meskipun tema berbeda standar kompetensinya tetap sama. Asesmen bisa dirancang berbasis kemampuan berpikir, bukan sekadar hafalan materi tertentu.
3. Implementasi di Indonesia
Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dalam P5, siswa belajar melalui proyek yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu sekaligus, seperti sains, sosial, dan keterampilan. Melalui proyek tersebut, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik, kerja sama, dan pemecahan masalah. Ini menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran terpadu sudah mulai diterapkan meskipun pelaksanaannya di setiap sekolah bisa berbeda-beda tergantung kesiapan dan fasilitas yang ada.

Sekian, terima kasih Bapak.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Nia Cahyani -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Izin memperkenalkan diri, Bapak.
Nama : Nia Cahyani
NPM : 2313053060
Kelas : 6B

Izin menjawab diskusi, Bapak.
1. Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru sekolah dasar, dalam mengajar lintas disiplin ilmu masih berada pada tahap berkembang. Sebagian guru sudah memiliki kesiapan mental dan pemahaman pedagogis yang baik untuk melaksanakan pembelajaran terpadu, terutama guru yang aktif mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional. Namun, masih terdapat guru yang terbiasa dengan pendekatan mata pelajaran terpisah sehingga mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan berbagai konsep lintas disiplin secara utuh. Tantangan ini bukan hanya terkait kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan mental untuk berubah, berinovasi, dan berkolaborasi. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan, pelatihan yang kontekstual, serta komunitas belajar guru menjadi sangat penting agar implementasi pembelajaran terpadu dapat berjalan optimal.

2. Efektivitas Ujian
Menurut saya, efektivitas ujian nasional atau asesmen standar tetap dapat dijaga meskipun setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilakukan dengan memfokuskan asesmen pada capaian kompetensi inti dan kemampuan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, dan penalaran, bukan pada tema pembelajaran yang digunakan. Tema dalam pembelajaran terpadu berfungsi sebagai konteks, sedangkan standar kompetensi tetap mengacu pada capaian yang sama secara nasional. Dengan demikian, perbedaan tema tidak menjadi hambatan dalam asesmen, selama instrumen penilaian dirancang untuk mengukur kemampuan esensial siswa secara objektif dan setara.

3. Implementasi di Indonesia
Menurut saya, implementasi di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip Kurikulum Terpadu, terutama melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui proyek lintas disiplin yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya belajar konsep akademik, tetapi juga mengembangkan sikap gotong royong, kreativitas, dan kepedulian sosial. Meskipun pelaksanaannya di setiap sekolah masih beragam, secara prinsip P5 sudah menunjukkan arah pembelajaran terpadu yang menekankan pengalaman belajar nyata dan bermakna sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik.

Sekian, Terima Kasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Intania Alda -
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
izin memperkenalkan diri

Nama : Intania Alda
NPM : 2313053040

Izin menjawab pak

1. Kesiapan SDM
menurut saya, belum semua guru benar-benar siap mengajar secara lintas mata pelajaran. Ada guru yang sudah terbuka dan mau belajar hal baru, tetapi ada juga yang masih terbiasa mengajar sesuai bidangnya saja. Mengajar terpadu butuh kerja sama, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar. Jadi, kesiapan ini masih perlu ditingkatkan lewat pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

2. Efektivitas Ujian
Jika setiap sekolah memakai tema yang berbeda, tentu penilaiannya tidak bisa hanya melihat isi materinya saja. Ujian atau asesmen bisa difokuskan pada kemampuan dasarnya, seperti berpikir kritis, memahami bacaan, memecahkan masalah, dan bekerja sama. Jadi yang diukur bukan temanya, tetapi keterampilan yang dikembangkan dari proses belajar tersebut.

3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka dan P5)
Dalam Kurikulum Merdeka sudah mulai mengarah ke pembelajaran terpadu, terutama lewat kegiatan P5. Melalui proyek ini, peserta didik belajar dari berbagai sudut pandang dalam satu tema, misalnya tentang lingkungan atau kewirausahaan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan kegiatan nyata. Walaupun begitu, pelaksanaannya di tiap sekolah masih berbeda-beda, tergantung kesiapan guru dan dukungan sekolah masing-masing.

sekian terimakasih bapak
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Desta Dwi Pertiwi -
Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Desta Dwi Pertiwi
NPM : 2313053046
Kelas : 6B

Izin menjawab diskusi diatas bapak,

1. Kesiapan SDM:
Menurut saya, kesiapan guru untuk mengajar lintas disiplin ilmu masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompetensi karena terbiasa menggunakan pembelajaran tematik dan terus mengikuti pelatihan. Namun, masih ada juga guru yang merasa kesulitan karena terbiasa mengajar per mata pelajaran secara terpisah. Mengajar lintas disiplin membutuhkan kreativitas, pemahaman materi yang luas, serta kemampuan mengaitkan beberapa konsep sekaligus. Jadi, menurut saya, kesiapan itu sudah ada, tetapi tetap perlu peningkatan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

2. Efektivitas Ujian:
Pelaksanaan ujian atau asesmen standar tetap bisa dilakukan meskipun setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda. Hal yang dinilai sebenarnya bukan temanya, tetapi kompetensi atau capaian pembelajarannya. Selama standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah tetap sama, asesmen bisa disusun berdasarkan kemampuan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, dan pemahaman konsep. Jadi, meskipun pendekatan pembelajarannya berbeda, tujuan akhirnya tetap mengacu pada standar yang sama.

3. Implementasi di Indonesia:
Menurut saya, Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dalam P5, siswa belajar melalui projek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema besar, seperti kewirausahaan, gaya hidup berkelanjutan, atau kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada materi akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan. Walaupun pelaksanaannya di setiap sekolah berbeda-beda, secara konsep Kurikulum Merdeka sudah mengarah pada pembelajaran terpadu yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa.

Sekian, Terima Kasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Fitri Gautari -
Assalamu'alaikum wr.wb
Izin mengenalkan diri Pak,

Nama : Fitri Gautari
NPM : 2313053041
Kelas : 6B

izin menjawab diskusi di atas Pak,

1. Kesiapan SDM
>>>Kalau melihat kondisi sekarang, kesiapan guru belum sepenuhnya merata. Melalui Kurikulum Merdeka, guru memang mulai diarahkan untuk lebih fleksibel dan kreatif. Namun, karena selama ini terbiasa mengajar berdasarkan mata pelajaran masing-masing, tidak semua guru langsung siap mengajar lintas disiplin. Masih dibutuhkan pelatihan dan kebiasaan kolaborasi antar guru agar pendekatan terpadu bisa berjalan maksimal.

2. Efektivitas Ujian
>>>Saat ini sistem penilaian sudah berubah melalui Asesmen Nasional. Penilaian tidak lagi berfokus pada kesamaan materi di setiap sekolah, tetapi pada kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi. Jadi walaupun tema pembelajaran berbeda, kompetensi yang diukur tetap sama. Dengan cara ini, perbedaan tema tidak menjadi masalah dalam asesmen standar.

3. Implementasi di Indonesia
>>>Dalam praktiknya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu. Melalui proyek, siswa belajar dari berbagai sudut pandang mata pelajaran dalam satu tema yang sama. Namun, di beberapa sekolah pelaksanaannya masih belum optimal, karena ada yang menjalankannya sekadar memenuhi program, belum sepenuhnya terintegrasi dengan pembelajaran di kelas.

Demikian Pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Dina Diya Atikah -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Dina Diya Atikah
NPM: 2313053043
Kelas: 6B

Izin menjawab pertanyaan diatas bapak,

1. Kesiapan SDM
Menurut saya, tantangan utama bukan hanya kemampuan akademik guru, tetapi pola pikir. Pembelajaran lintas disiplin menuntut guru berani keluar dari zona nyaman dan tidak terlalu terpaku pada buku teks. Banyak guru sebenarnya kompeten, namun masih ragu mencoba metode baru karena takut materi tidak selesai atau penilaian menjadi rumit. Jadi, yang perlu diperkuat adalah kepercayaan diri, budaya kolaborasi antar guru, dan dukungan sekolah, bukan sekadar pelatihan teknis.

2. Efektivitas Ujian
Asesmen tidak harus seragam bentuknya, tetapi seragam pada standar hasil belajar. Sekolah bisa menggunakan konteks atau tema berbeda, sementara pemerintah cukup menetapkan capaian kompetensi yang sama. Dengan begitu, penilaian bisa lebih fleksibel, misalnya melalui tugas proyek, portofolio, atau asesmen berbasis kinerja, bukan hanya tes tertulis. Cara ini justru lebih sesuai dengan pembelajaran terpadu.

3. Implementasi di Indonesia
Dalam praktik Kurikulum Merdeka, integrasi terlihat dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengajak siswa menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar. Menurut saya, program ini sudah mencerminkan kurikulum terpadu karena menggabungkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sekaligus. Meski pelaksanaannya belum merata, arahnya sudah tepat untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual.

Sekian Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Adinda Mutiara Cantika -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Adinda Mutiara Cantika
Npm : 2313053063
Kelas : 6 B

Izin menjawab Diskusi pak,

* Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan guru di Indonesia masih beragam. Secara mental, banyak guru sudah mulai terbuka terhadap pembelajaran lintas disiplin dan pendekatan yang lebih fleksibel. Namun, dari segi kompetensi, tidak semua guru benar-benar siap mengajar secara terpadu karena masih terbiasa dengan sistem pembelajaran yang terpisah per mata pelajaran. Mengajar lintas disiplin membutuhkan pemahaman konsep yang luas, kemampuan merancang pembelajaran terintegrasi, serta kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan masih sangat diperlukan agar guru lebih percaya diri dan profesional dalam menerapkan pembelajaran terpadu.

* Efektivitas Ujian

Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, asesmen standar tetap bisa dilakukan dengan berfokus pada capaian kompetensi, bukan pada tema yang digunakan. Artinya, yang diukur adalah kemampuan dasar siswa seperti literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Tema hanya sebagai wadah pembelajaran, sedangkan kompetensi inti tetap mengacu pada standar nasional. Dengan demikian, asesmen tetap bisa seragam meskipun pendekatan pembelajarannya bervariasi.

* Implementasi di Indonesia

Menurut saya, dalam Kurikulum Merdeka prinsip kurikulum terpadu sudah mulai terlihat, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Kegiatan ini mengajak siswa belajar melalui proyek dengan menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Jadi, pembelajaran tidak lagi terpisah-pisah, tetapi saling berkaitan dan berhubungan dengan kehidupan nyata.

Sekian, Terima Kasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Latifah irsyadiyatul jannah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perkenalkan bapak
Nama : Latifah Irsyadiyatul Jannah
NPM : 2313053042
Kelas : 6B

Izin menjawab pak,
1. Kesiapan SDM (Guru)
Kesiapan guru di Indonesia masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompeten untuk mengajar lintas disiplin ilmu, terutama yang terbiasa dengan pembelajaran tematik. Namun, masih ada juga yang merasa kesulitan karena terbiasa mengajar satu mata pelajaran saja.

Mengajar lintas disiplin butuh kreativitas, kemampuan mengaitkan materi, dan kemauan untuk terus belajar. Jadi, agar benar-benar siap, guru perlu pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan dari sekolah.



2. Menurut saya, meskipun setiap sekolah bisa menggunakan tema yang berbeda, standar kompetensi dasarnya tetap sama secara nasional. Yang diukur dalam asesmen bukan temanya, tetapi kemampuan siswa, seperti membaca, memahami konsep, atau bernalar.
Jadi, asesmen tetap bisa dilakukan dengan soal yang mengukur kompetensi inti, bukan berdasarkan tema tertentu. Dengan begitu, walaupun pendekatannya berbeda, hasil belajarnya tetap bisa dibandingkan secara adil.



3. Saat ini, Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dalam P5, siswa belajar melalui proyek yang menggabungkan berbagai mata pelajaran dalam satu kegiatan nyata, misalnya tentang lingkungan, kewirausahaan, atau kebhinekaan. Di situ siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bekerja sama, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Menurut saya, ini sudah menunjukkan arah pembelajaran terpadu. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan guru dan dukungan sekolah dalam melaksanakannya.
Terimakasih bapak atas perhatiannya
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Eva Revalina -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam bapak

Izin memperkenalkan diri,
Nama: Eva Revalina
NPM: 2313053048
Kelas: 6/B

Izin menjawab diskusi,
1. Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan guru untuk mengajar secara lintas disiplin masih beragam. Ada guru yang sudah terbuka, kreatif, dan mau terus belajar sehingga mampu mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan. Namun, tidak sedikit juga yang masih merasa nyaman dengan pola mengajar per mata pelajaran secara terpisah. Mengajar secara terpadu memang membutuhkan kesiapan mental, kemauan untuk berkolaborasi, serta kemampuan merancang pembelajaran yang lebih kompleks. Jadi, menurut saya, kesiapan itu ada, tetapi belum merata. Masih perlu pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan agar guru benar-benar percaya diri menerapkannya.
2. Efektivitas Ujian
Menurut saya, tantangan terbesar dari pembelajaran terpadu memang terletak pada sistem asesmennya. Jika setiap sekolah mengembangkan tema integrasi yang berbeda, tentu akan sulit jika penilaiannya diseragamkan seperti ujian nasional model lama. Namun sebenarnya, yang dinilai bukan temanya, melainkan kompetensinya. Selama standar kompetensi yang harus dicapai tetap sama, asesmen masih bisa dilakukan dengan mengukur kemampuan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, dan berpikir kritis. Jadi, penilaiannya lebih fokus pada capaian kemampuan, bukan pada kesamaan materi atau tema yang digunakan di setiap sekolah.
3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka dan P5)
Menurut saya, Kurikulum Merdeka sudah mulai mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dalam P5, siswa tidak belajar satu mata pelajaran secara terpisah, tetapi mengerjakan proyek yang menggabungkan berbagai bidang pengetahuan sekaligus menanamkan nilai karakter. Misalnya, ketika siswa membuat proyek tentang lingkungan, di dalamnya bisa ada unsur IPA, Bahasa Indonesia, IPS, bahkan seni.
Namun, dalam pelaksanaannya masih ada sekolah yang menjalankan P5 sebatas memenuhi administrasi saja, belum sepenuhnya menjadi pengalaman belajar yang benar-benar mendalam. Jadi, secara konsep sudah mengarah pada kurikulum terpadu, tetapi kualitas implementasinya masih perlu ditingkatkan agar tujuannya benar-benar tercapai.

Sekian, Terimakasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by SITI AANISAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
selamat malam bapak.
Nama : Siti Aanisah
NPM : 2353053025
Kelas : 6B

Izin menjawab bapak,
1. Kesiapan SDM
Menurut saya, kesiapan guru masih beragam. Sebagian sudah siap mengajar lintas disiplin, tetapi banyak yang masih terbiasa dengan metode konvensional. Tantangan utamanya adalah perubahan pola pikir dari berfokus pada materi ke pengembangan kompetensi, sehingga pelatihan dan kolaborasi sangat diperlukan.

2. Efektivitas Ujian
Asesmen tetap bisa efektif jika yang diukur adalah kompetensi dasar seperti literasi, numerasi, dan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan materi. Dengan asesmen berbasis kompetensi, perbedaan tema antar sekolah tidak menjadi masalah utama.

3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka & P5)
Kurikulum Merdeka melalui P5 sudah mencerminkan prinsip kurikulum terpadu karena berbasis proyek dan kontekstual. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan guru dalam pelaksanaannya.

Sekian, Terima Kasih Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Dwi Rahayu Sekarningrum -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat malam bapak, izin memperkenalkan diri

Nama: Dwi Rahayu Sekarningrum
Npm: 2313053044
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi,
  1. Kesiapan SDM: 

    Menurut pendapat saya, kesiapan guru untuk mengajar lintas disiplin ilmu saat ini masih beragam. Ada guru yang sudah cukup siap dan terbuka terhadap perubahan, terutama setelah diberlakukannya Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran lebih fleksibel dan kontekstual. Namun, masih ada juga guru yang belum sepenuhnya percaya diri dalam mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sekaligus karena pendekatan ini menuntut pemahaman materi yang luas serta kemampuan merancang pembelajaran dan penilaian yang terpadu. Oleh karena itu, menurut saya, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan kerja sama antar guru sangat diperlukan agar pembelajaran lintas disiplin dapat diterapkan secara lebih optimal di sekolah.

  2. Efektivitas Ujian: 

    Menurut pendapat saya, ujian nasional atau asesmen standar tetap bisa dilaksanakan dengan cara menyusun soal berdasarkan kompetensi yang sudah ditetapkan secara nasional, bukan berdasarkan tema yang digunakan di masing-masing sekolah. Jadi, meskipun sekolah memakai tema integrasi yang berbeda-beda, yang diuji tetap kemampuan dasar peserta didik seperti literasi, numerasi, dan pemahaman konsep. Soal dapat dibuat dengan konteks yang umum dan tidak terikat pada tema tertentu, sehingga semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memahami dan menjawabnya. Dengan cara ini, perbedaan tema dalam pembelajaran tidak akan mengganggu objektivitas dan keseragaman standar penilaian.

  3. Implementasi di Indonesia:

    Menurut pendapat saya, penerapan Kurikulum Merdeka saat ini sudah cukup menunjukkan prinsip Kurikulum Terpadu, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dalam kegiatan ini, peserta didik belajar melalui proyek dengan tema tertentu yang melibatkan berbagai mata pelajaran sekaligus, sehingga pembelajaran tidak lagi terpisah-pisah. Siswa belajar memahami suatu permasalahan secara menyeluruh dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih berbeda-beda, tergantung pada kesiapan guru dan sekolah dalam merancang serta menjalankan proyek tersebut secara maksimal.

Terima kasih pak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Risty Najwa Syahbanu -

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri pak...

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 6/B

NPM : 2313053053

Izin menjawab diskusi tersebut tentang Kurikulum Terpadu pak.

1. Kesiapan SDM

Saat ini, kesiapan pendidik dalam menerapkan pembelajaran terpadu masih belum sama di setiap sekolah. Ada pendidik yang sudah terbiasa menggunakan metode proyek atau tematik sehingga lebih mudah menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan. Namun, ada juga yang masih merasa kesulitan karena sejak dulu terbiasa mengajar satu mata pelajaran saja. Menggabungkan berbagai materi sekaligus tentu membutuhkan kreativitas, waktu, dan perencanaan yang lebih matang. Karena itu, pelatihan dan kerja sama antarpendidik sangat penting agar semua bisa lebih siap menjalankan pembelajaran terpadu.

2. Efektivitas Ujian 

Karena setiap sekolah bisa menggunakan tema pembelajaran yang berbeda, ujian tidak lagi cocok jika hanya mengandalkan hafalan materi. Sekarang, penilaian sebaiknya lebih melihat kemampuan peserta didik dalam memahami pelajaran, memecahkan masalah, dan bekerja sama. Oleh sebab itu, bentuk penilaian bisa berupa proyek, presentasi, praktik, atau portofolio, bukan hanya tes tertulis. Dengan cara ini, meskipun kegiatan belajar berbeda-beda, kemampuan yang dinilai tetap sama dan lebih mencerminkan kemampuan nyata peserta didik.

3. Implementasi di Indonesia

Di Indonesia, pembelajaran terpadu sudah mulai diterapkan melalui Kurikulum Merdeka, terutama lewat program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam program ini, peserta didik belajar lewat proyek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti menjaga lingkungan, membuat usaha kecil, atau mengenal budaya lokal. Kegiatan ini menggabungkan beberapa mata pelajaran sekaligus sehingga pembelajaran terasa lebih nyata. Walaupun belum semua sekolah melaksanakannya dengan maksimal, langkah ini sudah menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu mulai berjalan dan membawa perubahan yang positif.

Sekian, jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat salah kata.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by DINI FADHILLA PUTRI -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri Bapak,
Nama : Dini Fadhilla Putri
Kelas : 6B
NPM : 2313043054

Izin menjawab Diskusi Pertemuan 2 Bapak,

1. Kesiapan SDM

Kesiapan guru dalam mengajar secara lintas disiplin belum sepenuhnya merata. Dari segi sikap, banyak guru yang mulai menerima perubahan dan memahami pentingnya pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang ilmu. Namun, dalam praktiknya, tidak semua guru telah memiliki keterampilan merancang pembelajaran terpadu yang menyatukan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan atau proyek. Pembelajaran lintas disiplin membutuhkan kemampuan perencanaan yang matang, kreativitas dalam mengaitkan konsep, serta kerja sama antar guru. Tantangan yang sering muncul antara lain keterbatasan pelatihan khusus, pengalaman yang masih terbiasa dengan sistem mata pelajaran terpisah, dan kurangnya waktu untuk kolaborasi. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi melalui forum diskusi guru sangat diperlukan agar kesiapan mental dan profesional semakin berkembang.

2. Efektivitas Ujian

Perbedaan tema integrasi di setiap sekolah memang menimbulkan pertanyaan mengenai standar penilaian. Namun, evaluasi pendidikan pada dasarnya tidak harus menilai keseragaman tema, melainkan ketercapaian kompetensi yang telah ditentukan secara nasional. Selama standar kompetensi tetap sama, variasi pendekatan pembelajaran tidak menjadi hambatan utama. Saat ini sistem penilaian nasional lebih menitikberatkan pada penguasaan literasi, numerasi, serta penguatan karakter. Penilaian semacam ini lebih menekankan kemampuan berpikir dan pemahaman konsep dibandingkan hafalan materi. 

3. Implementasi di Indonesia

Penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia sudah mengarah pada konsep kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam pelaksanaannya, siswa diajak untuk mengerjakan proyek berbasis tema yang menggabungkan berbagai mata pelajaran dan berhubungan dengan kehidupan nyata. Hal ini menunjukkan adanya integrasi antardisiplin ilmu dalam satu kegiatan pembelajaran. Melalui P5, peserta didik tidak hanya memahami materi secara terpisah, tetapi juga belajar menghubungkan berbagai konsep untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Meskipun begitu, tingkat keberhasilan implementasi masih berbeda di setiap sekolah, tergantung pada kesiapan guru, fasilitas, serta dukungan manajemen sekolah. 

Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by INDAH WULANDARI -
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Izin memperkenalkan diri

Nama : Indah Wulndari
NPM : 2353053027
Kelas : 6B

Izin menjawab
Pembahasan kurikulum terpadu dalam konteks pendidikan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari beberapa strategi kunci, yaitu kesiapan sumber daya manusia, efektivitas sistem evaluasi, dan implementasinya dalam kebijakan kurikulum yang berlaku saat ini.

Pertama, dari perspektif kesiapan sumber daya manusia, implementasi kurikulum terpadu membutuhkan guru yang memiliki kompetensi pedagogis dan profesional yang memadai, termasuk kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam satu tema pembelajaran.

Kedua, mengenai efektivitas tes atau penilaian standar, kurikulum terpadu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana melakukan evaluasi yang adil dan terukur ketika setiap sekolah mengembangkan tema integrasi uniknya sendiri.

Ketiga, jika dikaitkan dengan implementasi di Indonesia, khususnya melalui Kurikulum Merdeka, prinsip kurikulum terpadu menjadi terlihat melalui penguatan pembelajaran berbasis proyek melalui Proyek Peningkatan Profil Pelajar Pancasila (P5). P5 mendorong siswa untuk mengkaji isu-isu dunia nyata di berbagai mata pelajaran, seperti keberlanjutan lingkungan, kewirausahaan, dan keragaman global.

Jadi, meskipun implementasi kurikulum terpadu di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama terkait kesiapan guru dan sistem evaluasi, langkah-langkah yang diambil melalui Kurikulum Merdeka dan P5 menunjukkan arah kebijakan yang semakin mendekati prinsip-prinsip integrasi dan pendidikan holistik.

Sekian terimakasih
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Catur Putri Purnaningrum -
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama: Catur Putri P.
NPM: 2313053045
Kelas: 6B
Izin menjawab, Pak

1. Kesiapan SDM
Menurut saya, belum semua guru siap mengajar lintas disiplin ilmu. Ada guru yang sudah mampu menggabungkan beberapa mata pelajaran, tetapi masih ada juga yang terbiasa mengajar per mata pelajaran saja. Karena itu, guru masih perlu pelatihan dan latihan agar lebih siap menerapkan pembelajaran terpadu.

2. Efektivitas Ujian
Ujian atau asesmen tetap bisa dilakukan walaupun tema di setiap sekolah berbeda. Penilaian dapat dibuat berdasarkan kompetensi atau kemampuan yang harus dikuasai siswa, bukan berdasarkan tema pembelajarannya. Jadi, meskipun temanya berbeda, kemampuan yang diukur tetap sama.

3. Implementasi di Indonesia
Menurut saya, Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam P5, siswa belajar menggabungkan berbagai mata pelajaran dalam satu proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih nyata dan bermakna.

Cukup sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Putri Reza Anandita 2313053065 -
Selamat siang, Pak.

Perkenalkan, Saya

Nama : Putri Reza Anandita

NPM : 2313053065

Kelas : 6B

Izin menjawab, Bapak.

1. Kesiapan SDM
Menurut pengamatan saya saat melaksanakan PLP di sekolah dasar, kesiapan guru untuk mengajar lintas disiplin sebenarnya sudah mulai terlihat, tetapi belum merata. Secara mental, banyak guru sudah terbuka dengan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan beberapa mata pelajaran sekaligus. Mereka memahami bahwa pembelajaran tidak lagi harus terkotak-kotak per mata pelajaran. Namun, dari sisi kompetensi masih ada tantangan. Di lapangan saya melihat beberapa guru masih cenderung mengajar per mata pelajaran secara terpisah. Hal ini terjadi karena sebagian guru belum sepenuhnya percaya diri dalam menghubungkan berbagai muatan pelajaran dalam satu kegiatan pembelajaran. Selain itu, beban administrasi dan keterbatasan pelatihan juga memengaruhi kesiapan mereka.
Meski begitu, ada juga guru yang sudah cukup siap. Biasanya guru yang aktif mengikuti pelatihan atau komunitas belajar lebih mampu merancang pembelajaran lintas disiplin yang menarik dan kontekstual. Jadi, kesiapan SDM sudah ada, tetapi masih perlu penguatan melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan praktis.

2. Efektivitas Ujian
Menurut saya, asesmen standar tetap bisa dilakukan meskipun pendekatan pembelajaran di setiap sekolah bisa berbeda. Berdasarkan yang saya lihat di SD saat PLP, perbedaan konteks pembelajaran tidak menjadi masalah selama kompetensi dasar yang diukur tetap sama secara nasional. Kuncinya adalah asesmen mengukur kompetensi, bukan sekadar materi yang diajarkan. Misalnya, kemampuan membaca, numerasi, dan penalaran tetap bisa diuji melalui berbagai konteks soal. Di lapangan, guru juga mulai menggunakan soal berbasis literasi dan numerasi yang menuntut pemahaman, bukan hanya hafalan.
Namun, tantangannya adalah masih ada guru yang terbiasa membuat soal berbasis hafalan dari buku. Jika pola ini tidak berubah, maka pembelajaran yang menekankan keterpaduan dan asesmen standar bisa kurang selaras. Karena itu, perlu peningkatan pemahaman guru dalam menyusun asesmen berbasis kompetensi.

3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka dan P5)

Secara konsep, Kurikulum Merdeka sudah mencerminkan prinsip pembelajaran terpadu, terutama melalui kegiatan P5. Melalui P5, siswa didorong untuk belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek sehingga tidak hanya fokus pada satu mata pelajaran, tetapi pada pengembangan kompetensi secara menyeluruh. Program ini relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini karena menekankan penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, P5 memberi ruang bagi sekolah dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.
Namun, dalam pelaksanaannya masih diperlukan penguatan pemahaman guru terkait perencanaan proyek, pengelolaan waktu, serta teknik asesmen yang sesuai. Dengan pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan, implementasi Kurikulum Merdeka melalui P5 berpotensi semakin optimal dalam mendukung pembelajaran terpadu di sekolah dasar.

Demikian pendapat dari saya
Sekian, terima kasih Bapak.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Dinda Lailatus Sa'adah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Dinda Lailatus Sa'adah
NPM : 2313053062
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaan diskusi mengenai Kurikulum Terpadu.
Berikut pendapat saya terkait tiga hal tersebut:

1. Kesiapan SDM (Guru Mengajar Lintas Disiplin Ilmu)
Menurut saya, kesiapan guru di Indonesia masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu, terutama yang terbiasa menggunakan pendekatan tematik sejak diberlakukannya Kurikulum 2013. Namun, masih ada juga guru yang merasa lebih nyaman mengajar secara terpisah per mata pelajaran karena latar belakang pendidikan dan kebiasaan mengajar yang sudah lama terbentuk. Mengajar secara terpadu menuntut kreativitas, kemampuan merancang pembelajaran, serta pemahaman konsep yang luas. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar guru, dan dukungan sekolah sangat dibutuhkan agar guru benar-benar siap menerapkan pembelajaran lintas disiplin secara optimal.

2. Efektivitas Ujian atau Asesmen Standar
Menurut saya, tantangan terbesar dari pembelajaran terpadu memang terletak pada sistem evaluasinya. Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, maka asesmen standar harus dirancang berbasis kompetensi, bukan berbasis tema atau materi spesifik. Artinya, yang diukur adalah kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah siswa, bukan sekadar hafalan isi materi. Dalam konteks saat ini, asesmen nasional sudah mulai mengarah pada pengukuran kompetensi dasar tersebut, sehingga meskipun tema pembelajaran berbeda, standar kompetensi yang diukur tetap sama. Jadi, kuncinya ada pada keselarasan antara tujuan pembelajaran dan instrumen asesmen.

3. Implementasi di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka dan P5
Menurut saya, penerapan Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam P5, siswa belajar melalui proyek yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu tema besar, seperti kewirausahaan, gaya hidup berkelanjutan, atau kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga karakter, kolaborasi, dan kreativitas. Walaupun implementasinya di lapangan masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan guru, secara konsep P5 sudah mencerminkan pembelajaran terpadu yang kontekstual dan berpusat pada siswa.

Secara keseluruhan, menurut saya pembelajaran terpadu di Indonesia masih dalam proses penguatan. Arahnya sudah sesuai, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru, sistem asesmen yang selaras, serta dukungan kebijakan dan sarana prasarana di setiap sekolah.
Demikian pendapat saya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Ni putu sinta Prihana dewi -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Ni Putu Sinta Prihana Dewi
NPM: 2353053026
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi bapak,
1. Kesiapan SDM (Guru)
Saat ini, kesiapan guru untuk mengajar lintas disiplin ilmu belum merata. Sebagian guru sudah siap secara mental karena terbiasa dengan perubahan kurikulum, namun secara kompetensi masih membutuhkan pelatihan lebih lanjut. Mengajar lintas disiplin menuntut guru mampu menghubungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema, berpikir kreatif, dan bekerja sama dengan guru lain. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta komunitas belajar agar guru semakin siap menerapkan pembelajaran terpadu.

2. Efektivitas Ujian
Meskipun setiap sekolah dapat menggunakan tema integrasi yang berbeda, asesmen standar tetap bisa dilakukan. Penilaian tidak harus berfokus pada tema, tetapi pada kompetensi inti seperti literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis. Di Indonesia, Asesmen Nasional sudah mengarah pada pengukuran kompetensi dasar tersebut. Dengan cara ini, meskipun pendekatan pembelajaran berbeda-beda, standar kemampuan siswa tetap bisa diukur secara nasional.

3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka dan P5)
Kurikulum Merdeka sudah mulai mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam P5, siswa mengerjakan proyek berbasis tema yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sekaligus. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa belajar melalui pengalaman langsung, kerja kelompok, dan pemecahan masalah nyata. Hal ini menunjukkan bahwa konsep kurikulum terpadu sudah mulai diterapkan, meskipun pelaksanaannya masih terus disempurnakan di berbagai sekolah.

Sekian jawaban dari saya terima Kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Melyanti Hasanah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

saya
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Kelas: 6B

izin menjawab pak,
1. Kesiapan SDM
Kalau ditanya apakah semua guru sudah siap mengajar lintas mata pelajaran, menurut saya belum semuanya. Ada yang sudah terbiasa dan kreatif menggabungkan materi, tapi ada juga yang masih nyaman mengajar per mapel seperti biasa. Mengajar terpadu itu butuh kesiapan mental, mau belajar lagi, dan mau keluar dari zona nyaman. Jadi kuncinya ada di pelatihan dan kemauan guru untuk terus berkembang.

2. Efektivitas Ujian
Soal ujian memang sering jadi pertanyaan. Kalau pembelajarannya terpadu tapi ujiannya tetap per mata pelajaran, kadang terasa kurang sejalan. Tapi sebenarnya yang dinilai kan tetap kompetensinya, seperti kemampuan memahami bacaan, berhitung, atau berpikir logis. Jadi meskipun temanya beda-beda di tiap sekolah, kemampuan dasarnya masih bisa diukur dengan standar yang sama.

3. Implementasi di Indonesia (Kurikulum Merdeka dan P5)
Menurut saya, Kurikulum Merdeka sudah mulai mengarah ke pembelajaran terpadu, terutama lewat P5. Di projek itu, siswa tidak belajar satu pelajaran saja, tapi menggabungkan banyak hal sekaligus, seperti kerja sama, berpikir kritis, dan kepedulian sosial. Memang belum sepenuhnya sama seperti konsep kurikulum terpadu murni, tapi arahnya sudah cukup mendekati karena siswa diajak belajar secara lebih menyeluruh dan kontekstual.

Terima kasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Dina Puspita Sari -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak, saya
Nama : Dina Puspita Sari
NPM : 2313053056

Izin menjawab terkait topik diskusi yang diberikan,

1. Kesiapan SDM
Kesiapan guru untuk mengajar lintas disiplin ilmu belum sepenuhnya merata. Ada guru yang sudah mampu mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu pembelajaran, tetapi masih ada yang terbiasa mengajar secara terpisah. Pembelajaran terpadu menuntut penguasaan materi yang luas, kreativitas dalam merancang kegiatan, serta kesiapan untuk berkolaborasi. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pendampingan masih sangat dibutuhkan.

2. Efektivitas Ujian
Pelaksanaan ujian atau asesmen standar dalam sistem kurikulum terpadu memang menjadi tantangan. Jika setiap sekolah menggunakan tema integrasi yang berbeda, maka penilaian tidak bisa lagi berfokus pada keseragaman materi, melainkan pada capaian pembelajaran (cp). Artinya, yang diukur adalah kemampuan dasar seperti literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan isi pelajaran. Model asesmen nasional yang saat ini diterapkan sudah mulai mengarah pada pengukuran kompetensi tersebut, sehingga tetap memungkinkan adanya standar bersama meskipun pendekatan pembelajaran di sekolah berbeda-beda.

3. Implementasi di Indonesia
Dalam praktiknya, Kurikulum Merdeka telah mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Melalui projek ini, siswa belajar menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam satu tema yang kontekstual, seperti kewirausahaan, gaya hidup berkelanjutan, atau kearifan lokal. Kegiatan tersebut mendorong kolaborasi, kreativitas, serta pemahaman yang lebih utuh terhadap masalah nyata. Meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya merata di semua sekolah, arah kebijakan ini menunjukkan bahwa prinsip kurikulum terpadu mulai diimplementasikan secara bertahap di Indonesia.

Sekian jawaban dari saya, terima kasih pak.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by Nur Hasanah -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri, bapak

Nama: Nur Hasanah
NPM: 23130503061
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi diatas pak,

Kesiapan SDM
Guru-guru saat ini memiliki kesiapan yang berbeda-beda terkait mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu. Ada guru yang sudah siap melakukan pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum saat ini. Namun tidak banyak juga guru yang masih lebih fokus pada mata pelajaran yang sesuai dengan disiplin ilmu nya. Namun, mau bagaimanapun guru harus siap terhadap apapun yang perlu mereka lakukan dalam pembelajaran, terlebih saat ini kurikulum fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman.

Efektivitas Ujian
Walaupun sekolah bisa menggunakan tema integrasi yang berbeda, namun asesmen menilai kemampuan dasar para peserta didiknya. Seperti kemampuan literasi dan numerasi. Jadi, meskipun peserta didik belajar dengan tema yang berbeda-beda, ujian yang dilakukan tetap mengukur kemampuan mereka secara adil.

Implementasi di Indonesia
Jika dilihat, kurikulum merdeka sudah mencerminkan pembelajaran terpadu melalui P5. Karena pada proyek P5, peserta didik belajar melalui proyek yang menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema yang tentunya sesuai dengan pembelajaran terpadu.

Sekian terima kasih bapak,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: Kurikulum Terpadu

by ananda edhies adellia -
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama: Ananda Edhies Adellia
NPM: 2313053036

1. Kesiapan SDM
Kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran lintas disiplin belum sepenuhnya merata. Pendekatan terpadu menuntut guru untuk tidak hanya memahami satu mata pelajaran secara mendalam, tetapi juga mampu menghubungkan berbagai konsep dari bidang yang berbeda dalam satu kesatuan pembelajaran. Selain itu, diperlukan perubahan cara pandang dari pembelajaran yang terpisah-pisah menjadi pembelajaran yang bersifat menyeluruh dan kolaboratif. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan profesionalisme guru menjadi hal yang sangat penting agar pembelajaran terpadu dapat berjalan efektif.
2. Efektivitas Ujian
Penerapan pembelajaran terpadu menimbulkan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan asesmen standar. Apabila setiap sekolah mengembangkan tema yang berbeda, maka keseragaman materi yang diujikan tentu sulit diwujudkan. Dalam kondisi demikian, penilaian sebaiknya lebih diarahkan pada pengukuran kompetensi dasar yang bersifat umum, seperti kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, evaluasi tidak berfokus pada kesamaan isi materi, tetapi pada capaian kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran.
3. Implementasi di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka dan P5
Kurikulum Merdeka menunjukkan adanya upaya untuk menerapkan prinsip kurikulum terpadu, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan proyek dalam P5 dirancang agar peserta didik belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan berbagai bidang ilmu. Meskipun demikian, pelaksanaannya di lapangan belum sepenuhnya seragam. Ada sekolah yang telah mampu mengelola proyek secara optimal, namun ada pula yang masih menyesuaikan diri dengan pendekatan baru tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa secara konsep Kurikulum Merdeka telah mengarah pada pembelajaran terpadu, tetapi dalam praktiknya masih memerlukan penguatan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Sekian, terimakasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh