Diskusi Pertemuan 12

keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd. -
Number of replies: 7

1. .  Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) di seluruh ruang kelas yang berpusat pada tema bersama, meskipun dengan berbagai tingkat kompleksitas (misalnya: poster kreatif versus sistem penyaringan air). Melakukan analisis untuk menentukan signifikansi diferensiasi ini dalam tingkat kompleksitas untuk mempromosikan pemikiran kreatif di kelas PKR. Implikasi apa yang akan muncul jika pendidik menugaskan tugas dengan tingkat kesulitan yang identik kepada siswa kelas bawah dan kelas atas di bawah tema terpadu?

2. Menganalisis bagaimana aspek “keterbatasan” yang melekat dalam struktur PKR dapat diubah menjadi keunggulan pedagogis (manfaat untuk pembelajaran) dibandingkan dengan kelas tunggal tradisional di mana pengawasan guru yang konstan hadir. Selain itu, gabungkan analisis potensi risiko yang mungkin muncul jika kemandirian tersebut tidak dibudidayakan dalam lingkungan kelas yang kondusif.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Allya Septia Faradina -
Nama: Allya Septia Faradina
NPM: 2313053181
Kelas: 6F

1. Ketika setiap kelompok ditantang pada batas kemampuannya sendiri, mereka berada di zona yang cukup menantang untuk merangsang kreativitas, namun tidak terlalu. Sebaliknya, jika semua tingkatan kelas diberi tugas identik, dampak negatifnya akan terasa di kedua sisi. Siswa kelas rendah akan kewalahan dan kehilangan kepercayaan diri, sementara siswa kelas tinggi justru bosan karena tidak ada tantangan berarti. Akibatnya, tema terpadu yang seharusnya menjadi jembatan malah menjadi penghalang.

2. Keterbatasan waktu pendampingan guru dalam PKR justru dapat menjadi keunggulan pedagogis. Berbeda dengan kelas tunggal yang membuat siswa terbiasa menunggu arahan, PKR mendorong siswa untuk berinisiatif, mencari ide secara mandiri, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Proses ini secara alami melatih kreativitas dan keberanian mencoba hal baru. Namun, keunggulan ini hanya terwujud jika kemandirian dibangun dalam lingkungan yang kondusif. Tanpa itu, beberapa risiko dapat muncul, yaitu waktu mandiri berubah menjadi kekacauan tanpa arah dan kesenjangan kemampuan antar siswa semakin melebar.
In reply to Allya Septia Faradina

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Me Sa -
Nama : Mesa
NPM : 2313053174
Kelas : 6F

izin menjawab pertanyaan diskusi pak.
1. Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) pada kelas pembelajaran kelas rangkap (PKR), penggunaan tema yang sama dengan tingkat kompleksitas tugas yang berbeda sangat penting untuk mengembangkan kreativitas siswa sesuai tahap perkembangan mereka, misalnya siswa kelas rendah membuat poster kreatif tentang lingkungan sementara siswa kelas tinggi merancang alat penyaringan air sederhana; perbedaan ini memungkinkan setiap siswa memperoleh tantangan yang sesuai dengan kemampuan berpikirnya sehingga kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir kritis dapat berkembang secara optimal. Jika guru memberikan tingkat kesulitan tugas yang sama kepada seluruh siswa, maka siswa kelas rendah berisiko mengalami kebingungan, kehilangan motivasi, dan terlalu bergantung pada bantuan guru karena tugas terlalu sulit, sedangkan siswa kelas tinggi dapat merasa bosan dan kurang tertantang karena tugas terlalu mudah, sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif dan tujuan utama PKR yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan serta kemampuan siswa tidak tercapai secara maksimal.

2. Keterbatasan dalam struktur PKR, seperti terbatasnya perhatian guru karena harus mengajar beberapa tingkat kelas sekaligus, sebenarnya dapat menjadi keunggulan pedagogis karena mendorong siswa untuk belajar lebih mandiri, aktif mencari informasi, bekerja sama dengan teman, mengatur waktu, serta memecahkan masalah tanpa selalu bergantung pada guru, sehingga keterampilan abad ke-21 seperti kemandirian, kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab dapat berkembang lebih baik dibandingkan kelas tradisional yang selalu berada dalam pengawasan penuh guru; selain itu, interaksi antarkelas juga memungkinkan terjadinya pembelajaran teman sebaya di mana siswa yang lebih tinggi membantu siswa yang lebih rendah. Namun, jika kemandirian tersebut tidak dibangun dalam lingkungan belajar yang disiplin dan kondusif, maka dapat muncul risiko seperti siswa kehilangan fokus, menggunakan waktu belajar secara tidak produktif, kesenjangan kemampuan belajar semakin besar, hingga terjadinya kesalahpahaman materi karena kurangnya arahan, sehingga guru tetap perlu menyediakan aturan, instruksi, dan dukungan belajar yang jelas agar keterbatasan PKR benar-benar berubah menjadi keuntungan dalam proses pembelajaran.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Bela Indri Yani -
Nama : Bela Indri Yani
NPM : 2313053183
Kelas : 6/ F

Izin menjawab pertanyaan diskusi pertemuan 12 bapak,
1. Dalam PJBL pada kelas PKR, perbedaan tingkat kompleksitas tugas penting untuk mengembangkan kreativitas siswa sesuai usia dan kemampuan mereka. Siswa kelas bawah dapat mengerjakan proyek sederhana seperti poster, sedangkan siswa kelas atas dapat menyelesaikan proyek yang lebih kompleks seperti sistem penyaringan air. Diferensiasi tugas membuat seluruh siswa tetap aktif dan tertantang dalam tema pembelajaran yang sama. Jika tingkat kesulitan disamakan, siswa kelas bawah akan kesulitan memahami tugas, sedangkan siswa kelas atas merasa kurang tertantang. Oleh karena itu, penyesuaian kompleksitas tugas sangat penting agar pembelajaran lebih efektif dan adil bagi semua siswa.

2. Keterbatasan dalam PKR dapat menjadi keunggulan pedagogis karena mendorong siswa belajar mandiri, bertanggung jawab, dan aktif memecahkan masalah. Berbeda dengan kelas tradisional yang selalu bergantung pada guru, PKR melatih siswa mengatur proses belajar mereka sendiri. Kondisi ini membantu mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kerja sama, kemandirian, dan berpikir kritis. Namun, jika lingkungan kelas tidak kondusif, siswa dapat kehilangan fokus dan kurang disiplin dalam belajar. Oleh sebab itu, guru tetap perlu membimbing dan menciptakan suasana belajar yang terarah agar kemandirian siswa berkembang secara positif.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Nia Sartika ningsih -

Nama: Nia Sartika Ningsih
NPM: 231305319
3

  1. Signifikansi diferensiasi kompleksitas tugas dalam PJBL di PKR: Diferensiasi tingkat kompleksitas tugas dalam proyek berbasis tema bersama sangat signifikan untuk memicu berpikir kreatif di PKR karena menghormati zona perkembangan proksimal (ZPD) masing-masing tingkatan. Siswa kelas rendah yang membuat poster dari daur ulang dilatih mengekspresikan ide secara visual dan taktil, sementara kelas tinggi yang merancang sistem penyaringan air didorong untuk berpikir kausal dan teknis. Jika pendidik memberikan tugas dengan tingkat kesulitan identik, misalnya kedua tingkatan diminta membuat sistem penyaringan air, maka kelas bawah akan mengalami frustrasi dan kehilangan rasa ingin tahu, sedangkan kelas atas merasa bosan dan tidak tertantang. Akibatnya, potensi kolaborasi lintas kelas justru memudar karena tidak ada jembatan kognitif yang sesuai. Selain itu, kreativitas tidak akan berkembang karena siswa tidak mendapatkan ruang aman untuk bereksperimen sesuai kapasitasnya.
  2. Keterbatasan PKR sebagai keunggulan pedagogis dan risiko minimnya kemandirian: Keterbatasan PKR yaitu guru tidak bisa mendampingi semua kelas secara simultan justru menjadi keunggulan karena memaksa siswa mengembangkan kemandirian, inisiatif, dan kecerdasan kolektif dalam mencari solusi atas kebuntuan belajar. Berbeda dengan kelas tunggal yang cenderung membuat siswa pasif karena pengawasan konstan, PKR menciptakan laboratorium alami bagi tumbuhnya kemampuan memecahkan masalah tanpa instruksi rinci. Namun, risiko besar muncul jika kemandirian tersebut tidak dibudidayakan dalam lingkungan yang kondusif: siswa akan terjebak dalam kebingungan, konflik antartingkatan, atau sekadar bermain karena tidak ada struktur eksplorasi yang jelas. Akibatnya, kreativitas berubah menjadi kekacauan, dan kesenjangan pemahaman antar kelas semakin lebar. Karena itu, guru harus merancang rutinitas eksploratif dan kontrak belajar yang mendorong tanggung jawab, agar keterbatasan berubah menjadi panggung inovasi, bukan ruang hampa.

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


  1. Perbedaan tingkat kesulitan tugas dalam PKR sangat penting karena kemampuan siswa di setiap jenjang berbeda. Siswa kelas bawah membutuhkan tugas yang lebih sederhana, sedangkan siswa kelas atas memerlukan tantangan yang lebih kompleks agar kemampuan berpikir mereka berkembang. Melalui perbedaan tingkat tugas tersebut, semua siswa tetap dapat berpikir kreatif sesuai tahap perkembangannya. Siswa kelas bawah dapat belajar menuangkan ide sederhana, seperti membuat poster kreatif, sementara siswa kelas atas belajar mencari solusi dan membuat karya yang lebih rumit, seperti merancang alat sederhana. Selain itu, siswa juga dapat saling melihat ide dari teman atau kakak kelas sehingga muncul inspirasi baru dalam belajar. Jika guru memberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang sama kepada semua siswa, maka pembelajaran bisa menjadi kurang efektif. Siswa kelas bawah mungkin merasa kesulitan dan kehilangan semangat belajar karena tugas terlalu berat. Sebaliknya, siswa kelas atas dapat merasa bosan karena tugas terlalu mudah. Akibatnya, kreativitas siswa tidak berkembang secara maksimal karena tugas tidak sesuai dengan kemampuan mereka.
  2. Keterbatasan dalam PKR, seperti perhatian guru yang harus terbagi ke beberapa kelompok, dapat menjadi keuntungan dalam pembelajaran. Kondisi ini membuat siswa belajar lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada guru. Saat guru sedang membantu kelompok lain, siswa belajar mencari informasi sendiri, berdiskusi dengan teman, dan mencoba menyelesaikan masalah secara mandiri. Keadaan tersebut membantu siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan terbiasa menemukan solusi ketika menghadapi kesulitan. Selain itu, siswa juga belajar bertanggung jawab terhadap tugas dan proses belajarnya sendiri. Dibandingkan kelas tunggal yang selalu mendapat pengawasan langsung dari guru, PKR lebih banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih inisiatif dan kemampuan berpikir kreatif. Namun, jika kemandirian tersebut tidak dibangun dalam suasana kelas yang baik, dapat muncul beberapa risiko. Siswa bisa merasa bingung, kurang fokus, atau salah memahami materi karena kurang arahan. Ada juga kemungkinan siswa menjadi pasif jika tidak memiliki motivasi belajar yang cukup. Oleh karena itu, guru tetap perlu memberikan petunjuk dan pendampingan yang jelas agar kemandirian siswa berkembang dengan baik dan proses belajar tetap terarah.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
NPM:2313053177
Kelas:6F

1. Implikasi yang muncul jika pendidik memberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang identik kepada siswa kelas bawah dan kelas atas dalam tema terpadu adalah siswa kelas bawah akan mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan tugas karena kemampuan berpikir mereka belum sesuai dengan tuntutan kegiatan yang diberikan. Hal tersebut dapat menurunkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan partisipasi siswa. Di sisi lain, siswa kelas atas akan merasa kurang tertantang apabila tugas disederhanakan agar dapat dikerjakan semua jenjang, sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah mereka tidak berkembang secara optimal. Selain itu, pembelajaran menjadi kurang efektif karena kebutuhan dan karakteristik perkembangan setiap jenjang kelas tidak terpenuhi dengan baik.

2. Keterbatasan dalam struktur PKR dapat diubah menjadi keunggulan pedagogis karena kondisi tersebut melatih siswa untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, aktif berdiskusi, dan mampu bekerja sama dengan teman tanpa selalu bergantung pada guru. Siswa juga terbiasa mengatur proses belajar sendiri dan belajar melalui tutor sebaya antar tingkat kelas. Dibandingkan kelas tunggal tradisional, PKR lebih mendorong perkembangan kemandirian, komunikasi, dan kemampuan sosial peserta didik. Namun, jika kemandirian tidak dibudayakan dalam lingkungan kelas yang kondusif, maka dapat muncul risiko seperti siswa kehilangan fokus belajar, kurang disiplin, pasif dalam kegiatan, saling mengganggu, serta mengalami kesulitan memahami materi karena kurangnya arahan yang jelas dari guru.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: keterampilan berpikir kreatif dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Sisnadia Rahmawati -
Nama : Sisnadia Rahmawati
NPM : 2313053168
Kelas : 6F

1. Dalam PJBL di kelas PKR, perbedaan tingkat kesulitan tugas penting agar pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa. Siswa kelas bawah dapat membuat tugas sederhana seperti poster, sedangkan siswa kelas atas mengerjakan proyek yang lebih rumit seperti membuat alat sederhana. Hal ini membantu semua siswa tetap kreatif dan aktif belajar sesuai tingkat perkembangannya. Jika tugas yang diberikan sama tingkat kesulitannya, siswa kelas bawah bisa kesulitan dan kurang percaya diri, sedangkan siswa kelas atas bisa merasa bosan karena tugas terlalu mudah.

2. Keterbatasan dalam PKR, seperti guru yang harus membagi perhatian ke beberapa kelas, dapat melatih siswa menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Siswa juga belajar bekerja sama dan saling membantu dengan teman. Dibandingkan kelas biasa, PKR dapat membuat siswa lebih aktif dalam belajar. Namun, jika kemandirian tidak dibimbing dengan baik, siswa bisa menjadi tidak fokus, bermain sendiri, atau tertinggal dalam pembelajaran.