Diskusi Pertemuan 14

memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd. -
Number of replies: 9

Pertanyaan 1: Dalam kerangka kerja PKR, keterlibatan guru didistribusikan di antara beberapa kelompok kelas. Melakukan analisis tentang bagaimana penggabungan Sumber Daya Pembelajaran Lingkungan (SBL), seperti taman sekolah atau bahan sekitarnya, dapat secara efektif mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh keterbatasan kehadiran fisik guru di dalam kelas. Dengan cara apa interaksi dengan sumber daya nyata ini dapat meningkatkan dinamika pembelajaran siswa dibandingkan dengan keterlibatan pasif yang biasanya terkait dengan pemanfaatan buku teks?

Pertanyaan 2: Teks ini menyoroti pentingnya “sudut membaca” atau pusat sumber belajar yang menyediakan instruksi penggunaan eksplisit. Menilai alasan di balik kejelasan bimbingan tertulis di dalam pusat sumber daya pembelajaran sebagai faktor penting yang mempengaruhi efektivitas manajemen kelas di PKR. Apa manfaat psikologis dan kognitif yang dapat dialami siswa jika mereka diberdayakan untuk mencari informasi secara mandiri tanpa perlu menunggu instruksi langsung dari pendidik?

Pertanyaan 3: Pemanfaatan berbagai referensi (peta, bola dunia, modul, perangkat digital) dimaksudkan untuk menyempurnakan keterampilan penelitian mendasar dan meningkatkan ketajaman dalam memilih informasi. Kembangkan skema aktivitas kelas PKR yang menggabungkan penggunaan media cetak secara bersamaan (peta/modul) bersama media digital. Jelaskan bagaimana integrasi sumber daya pembelajaran ini dapat menumbuhkan kapasitas siswa untuk menyaring informasi terkait dalam mengejar kemandirian belajar di masa depan!

In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Nia Sartika ningsih -

Nama: Nia Sartika Ningsih
NPM: 2313053193

  1. Penggabungan Sumber Belajar Lingkungan (SBL) seperti kebun sekolah atau benda sekitar mampu mengatasi keterbatasan kehadiran guru dengan mengalihkan peran instruksional sebagian kepada realitas konkret yang dapat dieksplorasi siswa secara mandiri. Saat guru fokus pada satu kelompok kelas, kelompok lain dapat mengamati, membandingkan, atau memanipulasi objek nyata misalnya mengukur pertumbuhan tanaman atau mengidentifikasi bentuk geometri pada bangunan sekitar sehingga pembelajaran tetap aktif dan kontekstual. Berbeda dengan buku teks yang cenderung mendorong keterlibatan pasif (membaca dan menghafal), SBL merangsang pengamatan langsung, hipotesis sederhana, dan penemuan berbasis pengalaman, yang pada gilirannya meningkatkan rasa ingin tahu serta retensi materi tanpa ketergantungan terus-menerus pada arahan guru.
  2. Kejelasan bimbingan tertulis di pusat sumber belajar (misalnya pojok baca) sangat penting dalam PKR karena ia berfungsi sebagai “pengganti instruksi guru” yang tidak bisa hadir simultan di semua kelas. Secara psikologis, panduan eksplisit memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan siswa saat harus bekerja mandiri; mereka tahu langkah konkret yang harus dilakukan. Secara kognitif, instruksi tertulis melatih kemampuan membaca pemahaman prosedural, mengikuti urutan logis, serta mengevaluasi sendiri hasil penelusuran informasi. Ketika siswa diberdayakan mencari jawaban tanpa menunggu guru, mereka mengembangkan efikasi diri, inisiatif, dan kebiasaan bertanggung jawab atas belajarnya modal psikologis yang mendasar bagi kemandirian belajar di PKR.
  3. Skema aktivitas PKR yang memadukan media cetak (peta, modul) dan media digital (misalnya tablet berisi video atau ensiklopedia daring) dapat dirancang sebagai “stasiun eksplorasi berpasangan”: satu kelompok kelas menggunakan peta dan globe untuk mengidentifikasi wilayah rawan bencana, lalu mencatat temuan di lembar kerja; sementara kelompok lain menonton video singkat tentang fenomena serupa dari perangkat digital, kemudian membandingkan informasi dari kedua sumber. Integrasi ini menumbuhkan kapasitas menyaring informasi relevan karena siswa dipaksa mengonfirmasi silang data misalnya ketika modul cetak menyebut data tahun 2010 sementara digital menampilkan data terbaru sehingga mereka belajar menilai kredibilitas, memperbarui pengetahuan, dan menyimpulkan secara seimbang. Kebiasaan tersebut melatih kecerdasan selektif yang esensial dalam kemandirian belajar di masa depan, karena siswa tidak hanya menerima informasi mentah, tetapi juga mampu membedakan fakta, opini, dan konteks penggunaannya.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Wilda Tajkia -
Nama: Wilda Tajkia
NPM: 2313053163


  1. Penggunaan Sumber Belajar Lingkungan (SBL) dalam pembelajaran PKR sangat membantu karena guru harus membagi perhatian ke beberapa kelompok kelas sekaligus. Saat guru sedang menjelaskan kepada satu kelompok, kelompok lain tetap dapat belajar secara mandiri melalui lingkungan sekitar, seperti taman sekolah, halaman, atau benda-benda yang ada di sekitar kelas. Dengan begitu, proses belajar tidak hanya bergantung pada kehadiran guru di depan kelas. Contohnya, pada pembelajaran IPA tentang tumbuhan, siswa dapat langsung mengamati tanaman di taman sekolah untuk mengenali bagian akar, batang, dan daun. Kegiatan seperti ini membuat siswa lebih aktif karena mereka belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya membaca penjelasan di buku. Interaksi dengan sumber belajar nyata juga membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Siswa dapat melihat, menyentuh, dan mencoba secara langsung sehingga materi lebih mudah diingat. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan bekerja sama dengan teman. Hal ini berbeda dengan penggunaan buku teks saja yang sering membuat siswa hanya membaca dan menerima informasi secara pasif. Pembelajaran berbasis lingkungan juga membantu siswa menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa tetap dapat belajar secara produktif meskipun guru tidak selalu mendampingi setiap kelompok secara terus-menerus.
  2. Keberadaan petunjuk yang jelas di sudut membaca atau pusat sumber belajar sangat penting dalam pembelajaran PKR. Karena guru harus menangani beberapa kelompok dalam waktu yang sama, siswa perlu dibiasakan untuk belajar mandiri tanpa selalu menunggu instruksi langsung dari guru. Jika petunjuk penggunaan tersedia dengan jelas, siswa dapat memahami langkah-langkah kegiatan secara mandiri. Petunjuk tertulis juga membantu menciptakan manajemen kelas yang lebih tertib dan teratur. Siswa tidak perlu terus-menerus bertanya kepada guru sehingga suasana belajar menjadi lebih kondusif. Guru pun dapat lebih fokus mendampingi kelompok yang membutuhkan bantuan khusus. Dari sisi psikologis, siswa akan merasa lebih percaya diri karena mampu mencari dan menemukan informasi sendiri. Mereka juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap proses belajarnya sehingga motivasi belajar meningkat. Dari sisi kognitif, siswa dapat melatih kemampuan memahami instruksi, mencari informasi, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Kebiasaan ini membantu siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar dan lebih siap menghadapi pembelajaran pada jenjang berikutnya.
  3. Contoh aktivitas PKR yang menggabungkan media cetak dan media digital dapat dilakukan pada materi tentang keberagaman wilayah Indonesia. Langkah kegiatan dapat dilakukan sebagai berikut: 
  • Kelompok pertama menggunakan peta dan modul cetak untuk mencari informasi tentang letak provinsi, kondisi geografis, dan sumber daya alam suatu daerah.
  • Kelompok kedua menggunakan perangkat digital, seperti tablet atau komputer, untuk mencari gambar, video, atau informasi tambahan dari internet.
  • Setelah itu, kedua kelompok bertukar informasi dan menyusun hasil temuan dalam bentuk poster atau presentasi sederhana.
  • Di akhir kegiatan, siswa menyimpulkan informasi yang paling penting dan sesuai dengan topik pembelajaran.
  • Penggabungan media cetak dan media digital membantu siswa memahami bahwa informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Media cetak melatih siswa membaca dan memahami informasi secara teliti, sedangkan media digital membantu siswa memperoleh informasi yang lebih luas dan terbaru. Selain itu, siswa juga belajar memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Mereka dapat membedakan informasi penting dan informasi yang tidak berkaitan dengan tugas. Kemampuan menyaring informasi ini sangat penting karena siswa akan menghadapi banyak sumber informasi di kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, siswa terbiasa mencari, membandingkan, dan menyimpulkan informasi secara mandiri sehingga kemampuan belajar mandiri dapat berkembang dengan lebih baik.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Putri Ayu Bestari -
Nama:Putri Ayu Bestari
NPM:2313053177
Kelas:6F

1. Dalam pembelajaran kelas rangkap (PKR), keterbatasan kehadiran fisik guru dapat diatasi melalui pemanfaatan Sumber Belajar Lingkungan (SBL) seperti taman sekolah, benda di sekitar kelas, atau lingkungan alam sekitar. Penggunaan sumber belajar nyata memungkinkan siswa tetap aktif belajar meskipun guru sedang fokus membimbing kelompok lain. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan, siswa dapat melakukan pengamatan, eksplorasi, dan praktik secara mandiri sehingga proses belajar tidak hanya bergantung pada penjelasan guru. Dibandingkan pembelajaran yang hanya menggunakan buku teks, SBL membuat siswa lebih terlibat secara aktif karena mereka mengalami sendiri objek yang dipelajari, bukan sekadar membaca teori. Kondisi tersebut membantu meningkatkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep yang lebih nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dinamis.

2. Kejelasan petunjuk tertulis pada sudut membaca atau pusat sumber belajar sangat penting dalam manajemen kelas PKR karena membantu siswa memahami langkah penggunaan sumber belajar tanpa harus selalu menunggu arahan langsung dari guru. Dalam situasi PKR, guru tidak dapat mendampingi seluruh kelompok secara bersamaan sehingga petunjuk yang jelas membantu menjaga keteraturan dan kelancaran proses belajar. Selain mendukung efektivitas manajemen kelas, kondisi ini juga memberikan manfaat psikologis dan kognitif bagi siswa. Secara psikologis, siswa menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri. Secara kognitif, siswa terbiasa mengambil keputusan, mencari informasi secara aktif, memahami instruksi, dan mengembangkan kemampuan berpikir mandiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan guru.

3. Salah satu skema aktivitas kelas PKR yang dapat diterapkan adalah pembelajaran bertema “Keragaman Wilayah Indonesia.” Siswa kelas bawah menggunakan peta dan modul cetak untuk mengenali letak daerah, jenis lingkungan, dan ciri-ciri wilayah tertentu, sedangkan siswa kelas atas memanfaatkan perangkat digital untuk mencari informasi tambahan seperti budaya daerah, kondisi geografis, atau data pendukung lainnya. Setelah itu, seluruh siswa bekerja dalam kelompok untuk membandingkan informasi dari media cetak dan media digital, kemudian menyusun hasil temuan dalam bentuk laporan atau presentasi sederhana. Integrasi media cetak dan digital tersebut membantu siswa belajar menyaring informasi yang relevan karena mereka harus memilih data yang sesuai dari berbagai sumber. Selain meningkatkan keterampilan penelitian dasar, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, membandingkan informasi, mengevaluasi keakuratan sumber, dan membangun kemandirian belajar yang penting untuk menghadapi kebutuhan pembelajaran di masa depan.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Bela Indri Yani -
Nama : Bela Indri Yani
NPM : 2313053183
Kelas : 6 F

Izin menjawab pertanyaan diskusi pertemuan 14 bapak

1.Dalam pembelajaran kelas rangkap (PKR), penggunaan Sumber Daya Belajar Lingkungan (SBL) seperti taman sekolah, benda di sekitar kelas, atau lingkungan sekitar dapat membantu mengatasi keterbatasan kehadiran guru karena siswa tetap dapat belajar secara aktif melalui pengamatan dan pengalaman langsung. Pemanfaatan sumber belajar nyata membuat siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran, meningkatkan rasa ingin tahu, serta membantu mereka memahami materi secara lebih konkret dibandingkan hanya membaca buku teks. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih interaktif, bermakna, dan mampu mendorong siswa untuk belajar secara mandiri.

2.Kejelasan petunjuk tertulis pada sudut membaca atau pusat sumber belajar sangat penting dalam mendukung efektivitas manajemen kelas PKR karena membantu siswa memahami langkah-langkah belajar tanpa harus selalu menunggu arahan guru. Kondisi ini membuat kegiatan belajar berjalan lebih tertib, terarah, dan efisien meskipun guru membagi perhatian ke beberapa kelompok. Selain itu, siswa memperoleh manfaat psikologis dan kognitif berupa meningkatnya rasa percaya diri, kemandirian, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan mencari dan memahami informasi secara mandiri.

3.Aktivitas PKR dapat dirancang dengan membagi siswa ke beberapa kelompok yang menggunakan media cetak seperti peta dan modul untuk mencari informasi dasar, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan perangkat digital guna memperdalam data atau menemukan informasi tambahan. Misalnya, siswa mempelajari letak wilayah melalui peta lalu mencari informasi budaya atau kondisi geografis daerah tersebut melalui internet. Integrasi media cetak dan digital ini membantu siswa melatih kemampuan memilih informasi yang relevan, membandingkan sumber, serta mengembangkan keterampilan penelitian sederhana sehingga mendukung terbentuknya kemandirian belajar di masa depan.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by FERISKA LISTY -
Nama : Feriska Listy
Npm : 2353053014
Kelas: 6F
1. Penggabungan Sumber Daya Pembelajaran Lingkungan (SBL) seperti taman sekolah atau bahan alam di sekitarnya sangat efektif mengatasi keterbatasan kehadiran fisik pendidik dengan lingkungan nyata berfungsi sebagai laboratorium instruksional yang mandiri. Ketika peserta didik berinteraksi langsung dengan objek konkret, misalnya mengamati pola urat daun atau menghitung keanekaragaman serangga sumber daya alam tersebut mengambil alih peran pendidik dalam memberikan stimulus kognitif, sehingga aktivitas belajar tetap berjalan secara natural meski pendidik sedang mendampingi kelompok kelas lain. Interaksi dengan sumber daya nyata ini meningkatkan dinamika pembelajaran secara signifikan dibandingkan keterlibatan pasif melalui buku teks karena SBL mengaktifkan seluruh indra peserta didik melalui pengalaman empiris (hands-on learning). Proses mengamati, menyentuh, dan menganalisis fenomena riil memicu rasa ingin tahu yang lebih mendalam, mengubah materi yang abstrak menjadi bermakna, serta meminimalkan kejenuhan yang sering kali memicu gangguan perilaku di dalam kelas rangkap.
2. Kejelasan bimbingan tertulis yang eksplisit di dalam sudut membaca atau pusat sumber belajar menjadi faktor krusial dalam manajemen kelas PKR karena berfungsi sebagai pemandu arah otomatis yang menggantikan instruksi lisan pendidik. Ketika instruksi penggunaan media disajikan secara runtut, jelas, dan mudah dipahami, peserta didik dapat langsung beraktivitas tanpa perlu memotong penjelasan pendidik yang sedang berada di kelompok lain hanya untuk menanyakan prosedur kerja. Secara psikologis, pemberdayaan untuk mencari informasi secara mandiri ini menumbuhkan rasa percaya diri, otonomi belajar, dan menurunkan kecemasan akademis karena peserta didik merasa memiliki kendali penuh atas proses belajarnya (self-efficacy). Secara kognitif, kebiasaan menavigasi instruksi tertulis ini memperkuat kemampuan literasi fungsional, melatih pemrosesan informasi secara mendalam, dan membiasakan peserta didik untuk berpikir prosedural dalam memecahkan masalah tanpa ketergantungan konstan pada figur pendidik
3.  Skema aktivitas kelas PKR yang mengintegrasikan media cetak dan digital secara bersamaan dapat diterapkan pada topik "Kekayaan Alam Wilayahku". Pada kelompok kelas bawah, peserta didik ditugaskan menggunakan media cetak berupa peta fisik wilayah untuk mengidentifikasi dan menandai lokasi dataran tinggi dan rendah, sementara pada saat yang sama kelompok kelas lanjutan menggunakan perangkat digital untuk meneliti komoditas ekonomi yang berkembang di zona geografis tersebut melalui modul digital. Setelah itu, kedua kelompok bertukar peran atau berkolaborasi, di mana data digital yang ditemukan disinkronkan ke dalam peta cetak untuk membuat laporan komprehensif. Integrasi lintas media ini menumbuhkan kapasitas peserta didik dalam menyaring informasi karena mereka dilatih untuk melakukan trianggulasi data, yaitu membandingkan, memvalidasi, dan menyelaraskan informasi spasial dari peta cetak dengan informasi tekstual-analitis dari perangkat digital. Proses menyaring dan memilih informasi yang relevan di tengah kelimpahan sumber belajar ini menjadi fondasi utama yang memperkuat kecakapan riset dasar dan kemandirian belajar peserta didik di masa depan.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Lutfiatun Nisa -
Nama: Lutfiatun Nisa
NPM: 2313053175
Kelas: 6F
Izin menjawab pertanyaan diskusi pak,
1. Penggunaan Sumber Belajar Lingkungan (SBL) dalam PKR menjadi solusi yang sangat relevan untuk mengatasi keterbatasan kehadiran guru secara penuh di setiap kelompok kelas. Ketika guru sedang membimbing satu kelompok secara intensif, kelompok lain tidak perlu stagnan menunggu karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar sebagai sumber informasi yang nyata dan konkret. Berbeda dengan buku teks yang sifatnya pasif dan searah, interaksi dengan SBL seperti kebun sekolah atau benda-benda di sekitar kelas mendorong siswa untuk mengamati, bertanya, dan menyimpulkan sendiri sehingga proses belajar menjadi jauh lebih aktif dan bermakna. Pengalaman belajar yang bersifat langsung dan kontekstual seperti ini juga terbukti lebih mudah diingat karena melibatkan pengalaman sensorik siswa secara menyeluruh, bukan sekadar membaca dan menghafal teks.

2. Pojok baca atau pusat sumber belajar yang dilengkapi instruksi penggunaan yang jelas menjadi elemen krusial dalam manajemen kelas PKR karena memungkinkan siswa untuk tetap belajar secara terarah meskipun tanpa pendampingan langsung dari guru. Dari sisi manajemen kelas, kejelasan instruksi tertulis mengurangi potensi kebingungan dan keributan yang bisa mengganggu kelompok kelas lain yang sedang dibimbing guru. Secara psikologis, kemampuan mencari informasi secara mandiri menumbuhkan rasa percaya diri dan otonomi belajar pada diri siswa karena mereka merasa mampu menyelesaikan tantangan tanpa harus selalu bergantung pada orang lain. Secara kognitif, proses mandiri ini melatih siswa untuk berpikir lebih kritis dalam memilah informasi yang relevan, yang merupakan fondasi penting bagi terbentuknya kemampuan belajar sepanjang hayat.

3. Sebuah aktivitas PKR yang mengintegrasikan media cetak dan digital secara bersamaan bisa dirancang dengan tema misalnya "Mengenal Wilayah Nusantara." Siswa kelas rendah dapat menggunakan peta cetak dan modul bergambar untuk mengidentifikasi nama pulau dan provinsi secara visual, sementara siswa kelas atas menggunakan perangkat digital untuk mencari informasi lebih mendalam seperti kepadatan penduduk atau sumber daya alam tiap wilayah, kemudian keduanya saling berbagi temuan dalam sesi diskusi singkat lintas kelas. Integrasi dua jenis media ini melatih siswa untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi, melainkan membiasakan diri untuk membandingkan, memverifikasi, dan menyintesis informasi dari berbagai referensi secara kritis. Dalam jangka panjang, pembiasaan ini akan membentuk kapasitas literasi informasi yang kuat pada diri siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi pelajar mandiri yang mampu menavigasi lautan informasi di era digital dengan bijak dan selektif.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Wulan Zahara Arrum Rizki -
Nama : Wulan Zahara Arrum Rizki
NPM : 2313053188
Kelas : 6F

Izin menjawab pertanyaan Bapak,
1. Memanfaatkan SBL untuk Mengatasi Keterbatasan Ketersediaan Guru
Dalam PKR, SBL—seperti halaman sekolah atau benda-benda di lingkungan sekitar—dapat berfungsi sebagai asal belajar yang membantu siswa tetap terlibat saat guru sedang mengajar kelompok lain. Melalui pengamatan langsung dan eksplorasi, siswa memperoleh pengalaman dunia nyata yang membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Dibandingkan dengan sekadar membaca buku teks, penggunaan SBL mendorong siswa untuk terlibat secara aktif, menemukan informasi sendiri, dan memperluas keterampilan belajar mandiri.

 2. Pentingnya Petunjuk yang Jelas di Pusat Sumber Belajar
Petunjuk yang jelas di sudut baca atau pusat sumber belajar membantu siswa memahami cara memakai sumber belajar tanpa harus selalu bergantung pada guru. Secara psikologis, siswa menjadi lebih percaya diri dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas tahapan belajar mereka sendiri. Secara kognitif, siswa dilatih untuk mencari informasi, mengambil keputusan, dan memecahkan persoalan secara mandiri. Kondisi ini membuat pengelolaan kelas PKR menjadi lebih berdaya guna karena siswa dapat terus belajar secara produktif bahkan saat guru sedang membimbing kelompok lain.

3. Dalam pelajaran PKR, siswa tingkat dasar dapat memanfaatkan peta dan modul untuk menemukan data dasar mengenai suatu daerah, sementara siswa tingkat lanjut memanfaatkan alat digital untuk mengakses informasi yang lebih mendetail. Selanjutnya, para siswa membandingkan dan menyimpulkan informasi yang mereka ambil dari kedua sumber tersebut. Aktivitas ini melatih para siswa untuk mencari, memilih, dan menggunakan informasi yang sesuai dari berbagai sumber. Akibatnya, kemampuan literasi informasi, berpikir kritis, dan keterampilan belajar mandiri siswa dapat berkembang, sehingga mereka lebih siap untuk belajar secara mandiri di masa yang akan datang.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Sisnadia Rahmawati -
Nama : Sisnadia Rahmawati
NPM : 2313053168
Kelas : 6F

1. Dalam kerangka PKR, keterbatasan kehadiran fisik guru dapat diatasi dengan memanfaatkan Sumber Daya Belajar Lingkungan (SBL) seperti taman sekolah, kebun, halaman, atau benda-benda yang ada di sekitar siswa sebagai media pembelajaran. Ketika guru sedang membimbing kelompok lain, siswa tetap dapat melakukan kegiatan observasi, pengamatan, pengukuran, atau pengumpulan data secara mandiri melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Pengalaman belajar seperti ini membuat siswa lebih aktif membangun pengetahuannya berdasarkan pengalaman nyata, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Dibandingkan dengan penggunaan buku teks yang umumnya berfokus pada membaca dan memahami materi, pemanfaatan SBL memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna karena siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan kondisi nyata di sekitarnya. Selain meningkatkan keaktifan belajar, cara ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan masalah meskipun guru tidak selalu berada di dekat mereka.

2. Kejelasan petunjuk tertulis di sudut membaca atau pusat sumber belajar menjadi faktor penting dalam manajemen kelas PKR karena memungkinkan siswa memahami langkah-langkah kegiatan secara mandiri tanpa harus menunggu arahan langsung dari guru. Dengan adanya instruksi yang jelas, proses belajar tetap berjalan meskipun guru sedang mendampingi kelompok lain, sehingga waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan secara lebih efektif. Dari sisi psikologis, siswa akan merasa lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki tanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Dari sisi kognitif, siswa terdorong untuk membaca, memahami petunjuk, mencari informasi yang diperlukan, dan menentukan langkah penyelesaian tugas secara sistematis. Kebiasaan ini membantu mengembangkan kemampuan belajar mandiri, meningkatkan keterampilan memahami informasi, serta melatih kemampuan mengambil keputusan berdasarkan sumber belajar yang tersedia.

3. Salah satu skema aktivitas PKR yang menggabungkan media cetak dan media digital adalah dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama menggunakan peta dan modul untuk mengidentifikasi letak wilayah, kondisi geografis, atau informasi dasar sesuai materi pelajaran. Kelompok kedua memanfaatkan perangkat digital untuk mencari informasi tambahan, seperti gambar, video, data terbaru, atau artikel yang relevan. Setelah itu, seluruh kelompok berdiskusi untuk membandingkan informasi dari kedua sumber, menyeleksi data yang paling akurat, lalu menyusun laporan atau mempresentasikan hasil temuannya. Kegiatan ini melatih siswa untuk tidak langsung menerima semua informasi yang diperoleh, tetapi membandingkan, memverifikasi, dan memilih informasi yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran. Integrasi media cetak dan digital juga membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi informasi, berpikir kritis, serta kemampuan melakukan penelitian sederhana. Dengan terbiasa menggunakan berbagai sumber belajar secara bijaksana, siswa akan semakin mandiri dalam mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi sebagai bekal menghadapi pembelajaran maupun tantangan di masa depan.
In reply to Yoga Fernando Rizqi.,M.Pd.

Re: memanfaatkan sumber daya pembelajaran dalam Pembelajaran Kelas Ganda (PKR)

by Masra Mita -
Nama: Masramita
NPM: 2313053192

  1. Sumber Daya Belajar Lingkungan (SBL) sebagai Solusi Keterbatasan Kehadiran Guru. Sumber Daya Belajar Lingkungan (SBL) membantu mengatasi keterbatasan pendampingan guru dalam PKR dengan memanfaatkan objek nyata di sekitar, seperti taman sekolah atau pasar. Melalui pengamatan langsung, siswa belajar secara aktif, mengajukan pertanyaan, dan membangun pemahaman berdasarkan pengalaman. Dengan demikian, proses belajar tetap berlangsung efektif meskipun guru sedang mendampingi kelompok lain.
  2. Pentingnya Kejelasan Instruksi di Pusat Sumber Belajar. Instruksi tertulis yang jelas di pusat sumber belajar membantu siswa belajar secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada guru. Hal ini menjaga ketertiban kelas, mengurangi gangguan antar kelompok, serta meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan metakognitif, dan kemandirian siswa dalam mengelola proses belajarnya.
  3. Skema Aktivitas PKR yang Mengintegrasikan Media Cetak dan Digital. Pembelajaran dimulai dengan penggunaan media cetak, seperti peta atau globe, untuk mengenali konsep dasar. Selanjutnya, siswa menggunakan media digital guna memverifikasi dan memperdalam informasi. Setelah membandingkan hasil dari kedua sumber, siswa menyusun kesimpulan dan mempresentasikannya kepada teman. Integrasi ini melatih kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan membangun kemandirian belajar.