Nama: Lutfiatun Nisa
Npm: 2313053175
Dari video praktik pembelajaran yang dilakukan oleh Yugo Mantis Nurcahyo (mahasiswa UT jurusan PGSD), dapat diidentifikasi beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut:
1. Satu Guru Mengelola Dua Kelas Sekaligus
Tampak jelas bahwa satu guru (Bapak Yugo) mengajar kelas 5 dan kelas 6 secara bersamaan dalam satu ruangan. Hal ini terjadi karena guru kelas 5 (Ibu Diah) sedang sakit dan tidak bisa masuk. Kondisi ini merupakan salah satu alasan paling umum diterapkannya pembelajaran kelas rangkap.
2. Satu Ruangan, Dua Materi Berbeda
Meskipun berada dalam ruang yang sama, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai kurikulumnya. Kelas 5 belajar tentang
ketampakan alam (daratan dan perairan), sedangkan kelas 6 belajar tentang gerhana bulan dan gerhana matahari. Ini menunjukkan prinsip dasar kelas rangkap: satu ruang, dua kurikulum tetap berjalan.
3. Guru Berpindah Perhatian Secara Bergantian (Shifting Attention)
Guru tidak bisa memberi perhatian penuh kepada dua kelas sekaligus, sehingga ia bergantian memberikan instruksi. Saat memberikan materi ke kelas 6 tentang diorama gerhana, kelas 5 diberi tugas diskusi kelompok. Sebaliknya, saat guru memandu presentasi kelas 5, kelas 6 diminta mengerjakan kartu informasi di halaman 83. Pola ini adalah ciri khas manajemen kelas rangkap.
4. Penggunaan Tugas Mandiri dan Diskusi Kelompok sebagai Strategi Pengelolaan
Guru memanfaatkan kegiatan kelompok sebagai "penyangga waktu" agar satu kelas tetap aktif belajar sementara ia mengajar kelas lainnya. Kelas 5 berdiskusi tentang kenampakan alam, kelas 6 membaca dan mengamati gambar serta mengisi kartu informasi. Ini merupakan strategi manajemen pembelajaran yang sangat penting dalam kelas rangkap.
5. Kegiatan Pembuka Dilakukan Bersama (Unified Opening)
Kegiatan awal seperti salam, doa, dan absensi dilakukan secara bersama-sama untuk kedua kelas. Ketua kelas 6 memimpin doa untuk seluruh siswa yang hadir. Ini mencerminkan efisiensi waktu sekaligus membangun suasana kelas yang kondusif sejak awal.
6. Tujuan Pembelajaran Disampaikan Terpisah per Kelas
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara terpisah sesuai kelas masing-masing. Kelas 5 diarahkan untuk mendeskripsikan ketampakan alam daratan dan perairan, sementara kelas 6 diarahkan memahami proses terjadinya gerhana. Ini penting agar siswa dari masing-masing kelas tetap fokus pada target belajarnya sendiri.
7. Presentasi dan Evaluasi Dilakukan Bergantian
Di akhir pembelajaran, kedua kelas diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian. Kelas 5 terlebih dahulu mempresentasikan tentang dataran rendah, tinggi, dan gunung, kemudian disusul kelas 6 mempresentasikan tentang gerhana bulan dan matahari. Guru kemudian memberikan penguatan (kesimpulan) untuk masing-masing kelas.
8. Penutup dan Tindak Lanjut Disampaikan per Kelas
Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan rencana materi berikutnya secara terpisah untuk masing-masing kelas. Kelas 6 akan membahas dampak gerhana, sedangkan kelas 5 akan mempelajari lebih jauh jenis-jenis ketampakan alam.
Secara keseluruhan, karakteristik utama pembelajaran kelas rangkap dalam video ini mencakup: satu guru, satu ruang, dua kelas, dua materi, dengan strategi manajemen berbasis tugas mandiri dan diskusi kelompok agar pembelajaran tetap berjalan efektif dan kondusif meski keterbatasan tenaga pengajar. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan guru dalam mengatur waktu, membagi perhatian, dan merancang aktivitas yang membuat siswa tetap produktif secara mandiri.
Npm: 2313053175
Dari video praktik pembelajaran yang dilakukan oleh Yugo Mantis Nurcahyo (mahasiswa UT jurusan PGSD), dapat diidentifikasi beberapa karakteristik pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut:
1. Satu Guru Mengelola Dua Kelas Sekaligus
Tampak jelas bahwa satu guru (Bapak Yugo) mengajar kelas 5 dan kelas 6 secara bersamaan dalam satu ruangan. Hal ini terjadi karena guru kelas 5 (Ibu Diah) sedang sakit dan tidak bisa masuk. Kondisi ini merupakan salah satu alasan paling umum diterapkannya pembelajaran kelas rangkap.
2. Satu Ruangan, Dua Materi Berbeda
Meskipun berada dalam ruang yang sama, masing-masing kelas tetap mempelajari materi sesuai kurikulumnya. Kelas 5 belajar tentang
ketampakan alam (daratan dan perairan), sedangkan kelas 6 belajar tentang gerhana bulan dan gerhana matahari. Ini menunjukkan prinsip dasar kelas rangkap: satu ruang, dua kurikulum tetap berjalan.
3. Guru Berpindah Perhatian Secara Bergantian (Shifting Attention)
Guru tidak bisa memberi perhatian penuh kepada dua kelas sekaligus, sehingga ia bergantian memberikan instruksi. Saat memberikan materi ke kelas 6 tentang diorama gerhana, kelas 5 diberi tugas diskusi kelompok. Sebaliknya, saat guru memandu presentasi kelas 5, kelas 6 diminta mengerjakan kartu informasi di halaman 83. Pola ini adalah ciri khas manajemen kelas rangkap.
4. Penggunaan Tugas Mandiri dan Diskusi Kelompok sebagai Strategi Pengelolaan
Guru memanfaatkan kegiatan kelompok sebagai "penyangga waktu" agar satu kelas tetap aktif belajar sementara ia mengajar kelas lainnya. Kelas 5 berdiskusi tentang kenampakan alam, kelas 6 membaca dan mengamati gambar serta mengisi kartu informasi. Ini merupakan strategi manajemen pembelajaran yang sangat penting dalam kelas rangkap.
5. Kegiatan Pembuka Dilakukan Bersama (Unified Opening)
Kegiatan awal seperti salam, doa, dan absensi dilakukan secara bersama-sama untuk kedua kelas. Ketua kelas 6 memimpin doa untuk seluruh siswa yang hadir. Ini mencerminkan efisiensi waktu sekaligus membangun suasana kelas yang kondusif sejak awal.
6. Tujuan Pembelajaran Disampaikan Terpisah per Kelas
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara terpisah sesuai kelas masing-masing. Kelas 5 diarahkan untuk mendeskripsikan ketampakan alam daratan dan perairan, sementara kelas 6 diarahkan memahami proses terjadinya gerhana. Ini penting agar siswa dari masing-masing kelas tetap fokus pada target belajarnya sendiri.
7. Presentasi dan Evaluasi Dilakukan Bergantian
Di akhir pembelajaran, kedua kelas diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian. Kelas 5 terlebih dahulu mempresentasikan tentang dataran rendah, tinggi, dan gunung, kemudian disusul kelas 6 mempresentasikan tentang gerhana bulan dan matahari. Guru kemudian memberikan penguatan (kesimpulan) untuk masing-masing kelas.
8. Penutup dan Tindak Lanjut Disampaikan per Kelas
Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan rencana materi berikutnya secara terpisah untuk masing-masing kelas. Kelas 6 akan membahas dampak gerhana, sedangkan kelas 5 akan mempelajari lebih jauh jenis-jenis ketampakan alam.
Secara keseluruhan, karakteristik utama pembelajaran kelas rangkap dalam video ini mencakup: satu guru, satu ruang, dua kelas, dua materi, dengan strategi manajemen berbasis tugas mandiri dan diskusi kelompok agar pembelajaran tetap berjalan efektif dan kondusif meski keterbatasan tenaga pengajar. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan guru dalam mengatur waktu, membagi perhatian, dan merancang aktivitas yang membuat siswa tetap produktif secara mandiri.