FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Number of replies: 5


                                                                            

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.



In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

by Aulia Dewi Rachmawati -

Kelompok 3

kesulitan menulis

anggota kelompok:

1.Eka Rizki Auliani (2453053011)

2.Aulia Dewi Rachmawati (2413053156)

In reply to Aulia Dewi Rachmawati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

by Ratu Ayu Aprilia Melga -
Nama: Ratu Ayu Aprilia Melga
NPM: 2413053160

Izin bertanya kepada kelompok 3, Menurut kalian, apakah Kurikulum Merdeka benar-benar mampu meningkatkan literasi dan numerasi siswa SD? Berikan alasannya

Terima kasih.
In reply to Ratu Ayu Aprilia Melga

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

by Eka Rizki Auliani -

Nama : Eka Rizki Auliani 

Npm : 2453053011

izin menjawab Ratu ayu Aprilia Melga

Jawabannya,

Menurut kami, Kurikulum Merdeka berpeluang meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, selama pelaksanaannya dilakukan secara optimal dan konsisten. Hal ini karena kurikulum tersebut menekankan pada penguasaan kompetensi dasar yang esensial, sehingga siswa lebih fokus memahami konsep membaca, menulis, dan berhitung secara mendalam tanpa terbebani terlalu banyak materi.

Selain itu, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan peserta didik. Dengan pendekatan ini, siswa yang mengalami kesulitan dalam literasi dan numerasi dapat memperoleh bimbingan yang lebih tepat.

Pelaksanaannya juga didukung oleh Asesmen Nasional, yang berfungsi mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hasil asesmen tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki strategi pembelajaran.

Namun demikian, keberhasilan kurikulum ini tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesiapan guru, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan numerasi melalui Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kualitas penerapannya di lapangan.

Terimakasih 


In reply to Aulia Dewi Rachmawati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

by Wida yanti -
Assalamu'alaikum wr,wb
Izin memperkenalkan diri, saya
Nama : Widayanti
NPM : 2413053232
Izin bertanya kepada kelomok 3,
Pertanyaan saya :
Bagaimana cara menggabungkan ketiga model analisis pembelajaran agar menghasilkan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa?

Terimakasih
In reply to Wida yanti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

by Aulia Dewi Rachmawati -
Nama : Aulia Dewi Rachmawati
Npm : 2413053156
izin menjawab Widayanti,
Penggabungan model Walter Dick dan Lou Carey, model Paul Gentry, serta model Patricia L. Smith dan Thomas J. Ragan dapat dilakukan dengan memadukan keunggulan masing-masing model dalam satu alur perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang utuh. Integrasi ini memungkinkan strategi pembelajaran menulis dirancang secara sistematis, dilaksanakan secara kontekstual, dan dievaluasi secara berkelanjutan.prosesnya dapat dimulai dengan menggunakan kerangka sistematis dari Dick dan Carey sebagai fondasi perencanaan. Pada tahap ini, guru terlebih dahulu menganalisis kebutuhan siswa, mengidentifikasi kesulitan menulis yang dialami, serta menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur. Analisis ini mencakup keterampilan prasyarat seperti penguasaan kosakata, struktur kalimat, dan pemahaman ejaan. Tahap ini memberikan arah yang jelas sehingga proses peningkatan kemampuan menulis menjadi terstruktur.Setelah perencanaan sistematis dilakukan, pendekatan Gentry dapat diterapkan pada tahap pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran menulis, guru dapat menerapkan pendekatan proses menulis yang meliputi tahap pra-menulis, penyusunan draf, revisi, dan penyuntingan. Selama proses berlangsung, guru memberikan umpan balik secara berkala dan melakukan refleksi terhadap efektivitas strategi yang digunakan. Jika ditemukan kendala, guru dapat segera melakukan penyesuaian. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Selanjutnya, model Smith dan Ragan memperkuat strategi instruksional dan evaluasi formatif. Model ini membantu guru memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik tujuan belajar, misalnya penggunaan diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, atau teknik kolaboratif seperti peer review. Selain itu, evaluasi tidak hanya difokuskan pada hasil akhir tulisan, tetapi juga pada proses perkembangan siswa. Penilaian dilakukan secara bertahap sehingga guru dapat memantau kemajuan kemampuan menulis secara berkelanjutan dan memberikan penguatan yang tepat.Melalui integrasi ketiga model tersebut, Perencanaan yang sistematis memastikan tujuan jelas dan terukur, pelaksanaan yang fleksibel memungkinkan penyesuaian strategi, dan evaluasi berkelanjutan menjamin adanya perbaikan terus-menerus. Dengan demikian, strategi yang dihasilkan menjadi lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.