FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Number of replies: 12


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.


In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ni Kadek Vina Suwastini -
In reply to Ni Kadek Vina Suwastini

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Anastasia Ratna Kezia Listyani -
Nama : Anastasia Ratna Kezia Listyani
NPM : 2413053016
Izin bertanya kepada kelompok 1
Pertanyaan saya adalah jika model Banathy memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang utuh atau seperti yang tertera di ppt yaitu pembelajaran yang bersistem dan terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Bagaimana kalian menjelaskan kemungkinan kegagalan peningkatan kemampuan membaca ketika semua komponen (input, proses, lingkungan, output, feedback) telah dirancang secara sistematis?
In reply to Anastasia Ratna Kezia Listyani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by YULIA CITRA -
izin menjawab:
Model sistem pembelajaran dari Bela H. Banathy memandang pembelajaran sebagai satu kesatuan yang terdiri dari input, proses, lingkungan, output, dan feedback yang saling berkaitan. Secara teori, jika semua komponen telah dirancang secara sistematis, maka pembelajaran seharusnya berjalan efektif dan efisien. Namun, dalam praktiknya, peningkatan kemampuan membaca tetap bisa gagal meskipun sistem sudah dirancang dengan baik.

Kemungkinan kegagalan tersebut dapat dijelaskan dari beberapa sisi yaitu :

1. ketidaktepatan analisis kebutuhan pada tahap input. Sistem mungkin sudah tersusun rapi, tetapi jika data awal tentang kemampuan siswa kurang akurat, maka strategi yang dirancang tidak benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Misalnya, siswa ternyata memiliki gangguan spesifik membaca, tetapi dianggap hanya kurang latihan.

2. proses implementasi tidak berjalan sesuai rancangan. Sebuah sistem yang baik di atas kertas belum tentu terlaksana secara konsisten di kelas. Faktor seperti keterbatasan waktu, beban administrasi guru, atau kurangnya kompetensi dalam menerapkan strategi membaca dapat mengurangi efektivitas proses pembelajaran.

3. faktor individual siswa yang sangat beragam. Dalam sistem, siswa sering diposisikan sebagai satu kelompok, padahal setiap anak memiliki kesiapan kognitif, motivasi, dan latar belakang yang berbeda. Jika diferensiasi pembelajaran kurang optimal, maka sebagian siswa tetap tertinggal meskipun sistemnya sudah baik.

4. lingkungan eksternal yang tidak sepenuhnya terkendali. Dukungan keluarga, kebiasaan membaca di rumah, kondisi sosial-emosional anak, hingga penggunaan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi hasil belajar. Meskipun lingkungan sekolah sudah dirancang kondusif, lingkungan luar sekolah tetap memiliki pengaruh besar.

5.feedback yang kurang dimanfaatkan secara reflektif. Dalam sistem Banathy, umpan balik seharusnya digunakan untuk memperbaiki komponen sebelumnya. Jika feedback hanya menjadi formalitas tanpa tindak lanjut nyata, maka sistem tidak berkembang dan perbaikan tidak terjadi secara optimal.

Dengan demikian, kegagalan peningkatan kemampuan membaca bukan berarti model sistem tidak efektif, tetapi menunjukkan bahwa sistem pembelajaran bersifat dinamis dan kompleks. Keberhasilan tidak hanya bergantung pada perancangan yang sistematis, tetapi juga pada ketepatan analisis, kualitas pelaksanaan, konsistensi evaluasi, serta kemampuan menyesuaikan sistem dengan kondisi nyata siswa.
In reply to Anastasia Ratna Kezia Listyani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ni Kadek Vina Suwastini -
terimakasih atas pertanyaannya Anastasia, saya izin menjawab ya.
perkenalkan, saya:
Ni Kadek Vina Suwastini (2453053012)

menurut model pembelajaran dari Bela H. Banathy ada beberapa komponen yaitu input - Proses - lingkungan - output - feedback yang saling terhubung. dari beberapa jurnal yang saya baca, memang bisa terjadi ke gagalan di dalam nya, walaupun semuanya dirancang secara efektif masih akan ada kegagalan. contohnya kualitas implementasi yang tidak sesuai dengan rancangan: dimana pelaksanaan dikelas sering tidak konsisten, di dalam penelitian reading instructions research, menunjukkan bahwa efektivitas program bergantung krpada guru yang benar benar menjalankan strategi sesuai desain. selain itu kiga menurut penelitian oleh Linnea C. Ehri, perbedaan karakter individu siswa juga mempengaruhi, marena perkembangan membaca dipengaruhi oleh kemampuan fonologis dan kesadaran huruf. yang ketiga ada faktor kognitif dan motivasinya, di dalam jurnal Keith E. Stanovich tentang Matthew Effect in Reading, anak ya lemah dalam membawa akan cenderung makin tertinggal. selain itu, lingkungan sosial dan dukungan dari rumah (khusunya orang tua) juga berpengaruh.
In reply to Ni Kadek Vina Suwastini

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ihsan Ghani Alifi -

Nama :  Ihsan Ghani Alifu

NPM : 2453053044

Izin bertanya kepada kelompok 1

Pertanyaan saya adalah Bagaimana dampak jangka panjang terhadap perkembangan akademik dan psikologis siswa jika kesulitan membaca tidak segera diintervensi???

In reply to Ihsan Ghani Alifi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by YULIA CITRA -
izin menjawab pertanyaan ihsan ghani alifu

Kesulitan membaca yang tidak segera diintervensi dapat berdampak serius terhadap perkembangan akademik dan psikologis siswa. Secara akademik, membaca adalah dasar untuk memahami semua mata pelajaran. Jika siswa tidak lancar membaca, mereka akan kesulitan memahami soal, menangkap isi buku, dan menyelesaikan tugas. Akibatnya, prestasi belajar menurun dan siswa semakin tertinggal dari teman sebayanya. Ketertinggalan ini bisa terus berlanjut hingga jenjang berikutnya apabila tidak segera ditangani.
Dari sisi psikologis, dampaknya juga cukup besar. Menurut teori perkembangan dari Erik Erikson, anak usia sekolah dasar sedang berada pada tahap ingin menunjukkan kemampuan dan merasa berhasil. Jika mereka terus mengalami kesulitan membaca, rasa percaya diri dapat menurun dan muncul perasaan rendah diri. Anak juga bisa menjadi cemas, takut membaca di depan kelas, atau juga kehilangan semangat belajar.
jadi dapat disimpulkan kesulitan membaca yang dibiarkan bukan hanya menghambat prestasi akademik, tetapi juga memengaruhi kepercayaan diri, motivasi, dan perkembangan emosional siswa. Oleh karena itu, penanganan sejak dini sangat penting agar anak dapat berkembang secara optimal.
In reply to Ihsan Ghani Alifi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ni Kadek Vina Suwastini -
terimakasih atas pertanyaannya Ihsan, saya izin menjawab ya.
perkenalkan, saya:
Ni Kadek Vina Suwastini (2453053012)

di dalam jurnal Keith E. Stanovich tentang Matthew Effect in Reading, anak ya lemah dalam membawa akan cenderung makin tertinggal. selain itu, lingkungan sosial dan dukungan dari rumah (khusunya orang tua) juga berpengaruh. sedangkan dampak psikologis dari kesulitan membaca menurut hasil penelitian Jack M. Fletcher, ini berpengaruh kepada rendahnya kepercayaan diri, kecemasan karena tertinggal, motivasi belajar menurun.
In reply to Ni Kadek Vina Suwastini

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tri Ajeng Pratiwi -
Nama: Tri Ajeng Pratiwi
Npm: 2413053212
izin bertanya kepada kelompok 1, Dari faktor internal dan eksternal yang dijelaskan, menurut kalian mana yang paling dominan memengaruhi kesulitan membaca? dan Mengapa?
In reply to Tri Ajeng Pratiwi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by YULIA CITRA -
Menurut pendapat kami, faktor internal cenderung lebih dominan dalam memengaruhi kesulitan membaca, terutama pada siswa sekolah dasar.karna faktor ini berasal dari dalam diri siswa itu sendiri.
Faktor internal seperti kemampuan kognitif, penguasaan kosakata, kesiapan perkembangan, konsentrasi, serta motivasi belajar memiliki peran langsung dalam proses membaca. Membaca bukan hanya mengenali huruf, tetapi juga memahami makna, menghubungkan informasi, dan menarik kesimpulan. Jika kemampuan berpikir dan bahasa siswa belum berkembang optimal, maka proses membaca akan terhambat meskipun lingkungan belajarnya cukup baik. Dalam teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget, kemampuan memahami simbol dan makna berkembang sesuai tahap usia. Jika kesiapan kognitif belum matang, siswa akan lebih sulit memahami bacaan.
tetapi faktor eksternal seperti dukungan keluarga, metode mengajar guru, dan lingkungan literasi tetap berpengaruh besar. Faktor eksternal sering kali memperkuat atau memperlemah faktor internal. Misalnya, siswa dengan kemampuan dasar yang cukup bisa tetap mengalami kesulitan membaca jika tidak mendapat bimbingan atau latihan yang memadai.

Jadi, faktor internal dapat dikatakan lebih dominan karena berhubungan langsung dengan kesiapan dan kemampuan individu dalam membaca.
In reply to Tri Ajeng Pratiwi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Ni Kadek Vina Suwastini -
terimakasih atas pertanyaannya Ajeng, saya izin menjawab ya.
perkenalkan, saya:
Ni Kadek Vina Suwastini (2453053012)

Menurut saya yang paling dominan adalah faktor internal, dimana siswa ini biasanya tidak memiliki minat dan motivasi untuk dirinya sendiri dan untuk belajar. karena mau bagaimana pun kerasnya orang tua dan guru berusaha mengajarkan kepada seorang anak yang malas membaca, belajar, akan sulit bagi anak tersebut untuk cepat paham dan cepat bisa. ini pun di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Linnea C. Ehri yang menunjuk bahwa kemampuan mengenali hubungan huruf dan bunyi sangat menentukan keberhasilan membaca permulaan. anak yang lemah kesadaran fonologis cenderung mengalami kesulitan.
In reply to Ni Kadek Vina Suwastini

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Dian Nurmala Sari -
Nama: Dian Nurmala Sari
NPM: 2413053195

Izin bertanya kepada kelompok 1
Di makalah bagian materi dampak implementasi trend pembelajaran di SD itu disebutkan salah satunya yaitu perubahan peran guru dalam proses pembelajaran. Yang pada awalnya dari teacher centered learning menjadi student centered learning. Menurut kelompok kalian bagaimana peran guru berubah dalam paradigma tersebut dan apa saja keterampilan utama atau 4C yang harus peserta didik kembangkan?

Terimakasih
In reply to Dian Nurmala Sari

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by YULIA CITRA -
Izin Menjawab

implementasi trend pembelajaran meberikan dampak salah satunya yaitu perubahan pada peran guru ,pada Perubahan paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa membawa dampak besar terhadap peran guru di sekolah dasar. Jika sebelumnya guru menjadi sumber utama informasi dan lebih banyak menjelaskan materi di depan kelas, kini guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan siswa dalam proses belajar. Guru tidak lagi mendominasi pembelajaran, tetapi memberi ruang kepada siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, mencoba, dan menemukan pemahamannya sendiri.

Dalam paradigma ini, guru lebih fokus merancang pengalaman belajar yang bermakna. Guru menyiapkan kegiatan yang mendorong siswa berpikir, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator yang memberikan dukungan emosional serta umpan balik yang membangun agar siswa percaya diri dan tidak takut melakukan kesalahan. Perubahan ini sejalan dengan pandangan konstruktivisme yang dikemukakan oleh Jean Piaget bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh peserta didik, serta teori sosial dari Lev Vygotsky yang menekankan pentingnya interaksi dalam proses belajar.

Seiring dengan perubahan peran guru, peserta didik juga dituntut mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang dikenal dengan 4C. Pertama, kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan menganalisis informasi dan memecahkan masalah secara logis. Kedua, kreativitas, yaitu kemampuan menghasilkan ide baru dan menemukan berbagai cara dalam menyelesaikan tugas. Ketiga, kolaborasi, yaitu kemampuan bekerja sama dengan teman dan menghargai pendapat orang lain. Keempat, komunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas, baik secara lisan maupun tulisan.

Dengan demikian, dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru menjadi pembimbing dan pengarah proses belajar, sementara siswa menjadi subjek aktif yang mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja sama, dan berkomunikasi. Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.