izin menjawab:
Model sistem pembelajaran dari Bela H. Banathy memandang pembelajaran sebagai satu kesatuan yang terdiri dari input, proses, lingkungan, output, dan feedback yang saling berkaitan. Secara teori, jika semua komponen telah dirancang secara sistematis, maka pembelajaran seharusnya berjalan efektif dan efisien. Namun, dalam praktiknya, peningkatan kemampuan membaca tetap bisa gagal meskipun sistem sudah dirancang dengan baik.
Kemungkinan kegagalan tersebut dapat dijelaskan dari beberapa sisi yaitu :
1. ketidaktepatan analisis kebutuhan pada tahap input. Sistem mungkin sudah tersusun rapi, tetapi jika data awal tentang kemampuan siswa kurang akurat, maka strategi yang dirancang tidak benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Misalnya, siswa ternyata memiliki gangguan spesifik membaca, tetapi dianggap hanya kurang latihan.
2. proses implementasi tidak berjalan sesuai rancangan. Sebuah sistem yang baik di atas kertas belum tentu terlaksana secara konsisten di kelas. Faktor seperti keterbatasan waktu, beban administrasi guru, atau kurangnya kompetensi dalam menerapkan strategi membaca dapat mengurangi efektivitas proses pembelajaran.
3. faktor individual siswa yang sangat beragam. Dalam sistem, siswa sering diposisikan sebagai satu kelompok, padahal setiap anak memiliki kesiapan kognitif, motivasi, dan latar belakang yang berbeda. Jika diferensiasi pembelajaran kurang optimal, maka sebagian siswa tetap tertinggal meskipun sistemnya sudah baik.
4. lingkungan eksternal yang tidak sepenuhnya terkendali. Dukungan keluarga, kebiasaan membaca di rumah, kondisi sosial-emosional anak, hingga penggunaan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi hasil belajar. Meskipun lingkungan sekolah sudah dirancang kondusif, lingkungan luar sekolah tetap memiliki pengaruh besar.
5.feedback yang kurang dimanfaatkan secara reflektif. Dalam sistem Banathy, umpan balik seharusnya digunakan untuk memperbaiki komponen sebelumnya. Jika feedback hanya menjadi formalitas tanpa tindak lanjut nyata, maka sistem tidak berkembang dan perbaikan tidak terjadi secara optimal.
Dengan demikian, kegagalan peningkatan kemampuan membaca bukan berarti model sistem tidak efektif, tetapi menunjukkan bahwa sistem pembelajaran bersifat dinamis dan kompleks. Keberhasilan tidak hanya bergantung pada perancangan yang sistematis, tetapi juga pada ketepatan analisis, kualitas pelaksanaan, konsistensi evaluasi, serta kemampuan menyesuaikan sistem dengan kondisi nyata siswa.