Materi

1. Konsep Dasar Analisis Spasial dalam Studi Transmigrasi

Analisis spasial adalah metode untuk mengkaji fenomena berdasarkan lokasi, keterkaitan ruang, dan pola persebaran.
Dalam kajian transmigrasi, analisis spasial digunakan untuk memahami:

  1. Pola lokasi permukiman transmigrasi

  2. Kesesuaian lahan

  3. Perubahan penggunaan lahan

  4. Dampak lingkungan dan sosial-ekonomi

  5. Interaksi penduduk lokal–pendatang

  6. Perkembangan wilayah baru (growth center)

Transmigrasi adalah fenomena yang spatially dependent: keberhasilannya sangat ditentukan oleh kondisi keruangan.


2. Aspek Spasial yang Dianalisis dalam Program Transmigrasi

a. Lokasi dan Pola Persebaran

Meliputi:

  • Sebaran kawasan transmigrasi (statik & dinamik)

  • Pola permukiman: linear, memusat, grid, dan cluster

  • Aksesibilitas terhadap jalan, pasar, dan fasilitas publik

  • Kedekatan dengan pusat pertumbuhan

Metode analisis:

  • Peta tematik persebaran

  • Kernel Density Estimation (KDE)

  • Analisis pola titik (Nearest Neighbor Index)

b. Kesesuaian Lahan (Land Suitability Analysis)

Faktor yang biasanya dipetakan:

  • Jenis tanah (PMK, aluvial, gambut, ultisol)

  • Topografi (kemiringan)

  • Ketersediaan air

  • Drainase

  • Curah hujan dan iklim

  • Akses transportasi

Metode:

  • Overlay SIG

  • Weighted Overlay / Multi Criteria Decision Making (MCDM)

  • Analisis kesesuaian lahan FAO

c. Perubahan Penggunaan Lahan (Land Use/Land Cover Change)

Transmigrasi sering menyebabkan perubahan besar pada:

  • Hutan → Permukiman

  • Hutan → Pertanian/perkebunan

  • Semak → Sawah & kebun

Metode:

  • Citra satelit (Landsat, Sentinel)

  • NDVI & EVI

  • Change detection (post-classification comparison)

d. Dampak Lingkungan Spasial

Dapat dilihat melalui:

  • Deforestasi

  • Fragmentasi habitat

  • Penurunan tutupan vegetasi

  • Degradasi tanah

  • Kebakaran lahan gambut (di Kalimantan/Sumatra)

Metode:

  • Analisis hotspot (MODIS/VIIRS)

  • Fragmentation analysis (Fragstats)

  • Buffering terhadap kawasan konservasi

e. Dampak Sosial-Ekonomi Berbasis Ruang

Analisis meliputi:

  • Perubahan aksesibilitas ke pusat layanan

  • Perubahan harga tanah

  • Pertumbuhan pasar dan pusat ekonomi

  • Mobilitas penduduk

  • Pola interaksi sosial lokal–transmigran

Metode:

  • Analisis jaringan (network analysis)

  • Spatial autocorrelation (Moran’s I) terhadap indikator ekonomi

  • Pemetaan indeks kesejahteraan dan kemiskinan