Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat datang di perkuliahan Teori Kepribadian untuk Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung.
Saya, Ratna Widiastuti, akan membrsamai Anda dalam belajar.
Pada pertemuan 16 kali nanti, kita akan memasuki mata kuliah Teori Kepribadian, sebuah kajian yang akan membantu Anda sebagai calon guru BK memahami bagaimana keunikan setiap individu terbentuk, berkembang, dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Melalui pemahaman berbagai teori kepribadian, Anda diharapkan mampu membaca dinamika diri dan peserta didik secara lebih mendalam; sehingga layanan bimbingan dan konseling yang Anda berikan menjadi lebih tepat, humanis, dan bermakna.
Selama perkuliahan Teori Kepribadian yang dilaksanakan secara hibrid, kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
Tatap muka di kelas untuk pemaparan konsep dasar, diskusi teori, tanya jawab, dan klarifikasi materi yang sulit.
Kuliah sinkron daring (melalui video conference) untuk diskusi artikel, bedah kasus, presentasi kelompok, dan umpan balik langsung.
Aktivitas asinkron di LMS (unggah materi, video penjelasan, forum diskusi, kuis online, dan penugasan reflektif terkait teori kepribadian).
Tugas membaca mandiri buku teks dan jurnal, kemudian menyusun ringkasan kritis atau mind map teori-teori kepribadian.
Analisis studi kasus kepribadian dari tokoh yang terkenal, diri Anda, dan orang di sekitar Anda (yang realistis namun disamarkan identitas) yang dikerjakan secara individu/kelompok dan dipresentasikan baik luring maupun daring.
Proyek kecil: menyusun profil kepribadian hipotetik konseli dan rancangan layanan BK yang sesuai berdasarkan salah satu pendekatan teori kepribadian dan tes kepribadian Anda yaitu tes MBTI.
Kegiatan refleksi diri (melalui jurnal belajar atau vlog singkat) tentang pemahaman diri, nilai-nilai pribadi, dan implikasinya terhadap peran sebagai calon guru BK.
Setelah mengikuti
mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1.
Menjelaskan pengertian, hakikat, dan urgensi
teori kepribadian bagi profesi bimbingan dan konseling.
2.
Menguraikan pokok-pokok pikiran tokoh-tokoh
utama teori kepribadian (Freud, Adler, Jung, Rogers, Maslow, Skinner, Bandura,
dan lainnya) beserta implikasinya dalam setting konseling pendidikan[1].
3.
Membandingkan kelebihan, keterbatasan, dan
asumsi dasar berbagai pendekatan teori kepribadian dalam memahami perilaku
konseli di konteks sekolah.
4.
Menganalisis kasus peserta didik berdasarkan
kerangka teori kepribadian tertentu sebagai dasar perencanaan intervensi
bimbingan dan konseling[1].
Mengembangkan pemahaman diri dan nilai-nilai profesional konselor
yang sejalan dengan pendekatan humanistik dalam praktik BK.