Weekly outline

  • General

  • BENUA AFRIKA

    Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Selamat pagi rekan mahasiswa... Tabik Puun.

    Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang konsep Benua Afrika. Pertemuan kali ini juga membahas RPS Mata Kuliah Sejarah Afrika


  • SEJARAH AFRIKA

    Pada pertemuan kedua  kita membahas perkembangan awal kehidupan penduduk afrika. Setelah perkuliahan selesai mahasiswa diharapkan mampu menganalisis   Perkembangan awal kehidupan penduduk di Afrika, persebaran penduduk, bahasa, dan pusat-pusat peradaban.


  • PUSAT-PUSAT PERADABAN AFRIKA

    Pada pertemuan kedua kita telah membahas Perkembangan Awal Kehidupan Penduduk Afrika. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas Pusat-pusat peradaban, kebudayaan kuno di Afrika meliputi Kartago, Aksum, Kush serta kerajaan-kerajaan dagang di Afrika barat. Afrika barat adalah salah satu wilayah tertua dan paling kompleks di dunia. Orang-orang Afrika barat telah tinggal disana selama kurang lebih 300.000 tahun. Sisa-sisa manusia paling awal di Afrika barat berusia sekitar lebih dari satu juta tahun. Beberapa pemukim manusia paling awal di wilahay ini adalah orang San. Mereka adalah satu-satunya orang yang diketahui menggunakan bijih besi untuk pembuatan perkakas. Selama berabad-abad, banyak kelompok lain yang bermigrasi dan pindah ke wilayah tersebut. Termasuk populasi besar Austronesia dan kemudian suku Bantu dan masyarakat Afrika barat lainnya. Berbagai suku dan kelompok etnik selalu hidup berdekatan di Afrika barat, dan telah terjadi perkawinan campuran serta perdagangan di antara kelompok-kelompok ini. Hal ini telah menciptakan budaya yang beragam dan penuh warna di Afrika barat.

    Setelah penyelesaian materi perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu menganalisis   Pusat-pusat peradaban ,kebudayaan kuno di afrika meliputi, Kartago, Aksum, Kush, serta kerajaan-kerajaan dagang di Afrika barat.


  • Islam di Afrika, masuknya mubalig dalam menyebarkan Islam di Afrika dan dampaknya

    Perkembangan Islam yang dipimpin oleh Rasulullah sejak awal kemunculannya menuai banyak reaksi karena mendorong adat istiadat yang telah dilakukan oleh bangsa arab khususnya kafir quraish di mekah yang notabene sebagai penyembah berhala. Namun perlahan tapi pasti Islam mulai diterima oleh hati masyarakat apalagi ketika umar bin khattab terislamkan lewat senandung surat thaha yang dibacakan oleh adiknya sendiri, sehingga semakin kuatlah pondasi agama Islam. Islam sendiri merupakan agama pembebas bagi kalangan tertindas dan hegemoni penguasa yang non Islam seperti Persia dan Romawi, acap kali dianggap agama yang identik dengan darah dan pedang. Anggapan tersebut sama sekali tidaklah terbukti karena Islam merupakan agama pembela bagi kalangan tertindas, tidak terkecuali di wilayah Afrika, khususnya subSahara (Mahmud, 1997).

    Di Afrika juga terdapat dinasti-dinasti/kerajaan-kerajaan yang ikut terlibat dan mewarnai Islamisasi di wilayah tersebut. Secara umum dunia Islam Afrika mewakili salah satu keragaman budaya Islam yang mengagumkan sesuai dengan struktur kesukuan bangsa di benua tersebut. Para sufi telah membawa Islamisasi yang damai dan memberi citra pada pengukuhan akan kesan kedamaian, Benua Afrika juga memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari benua-benua lain di dunia, yaitu adanya negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim tapi dipimpin oleh non muslim (Prothero, 2015). Berkaitan dengan hal diatas, makalah ini disusun untuk membahas bagaimana proses masuknya agama Islam di afrika, bagaimana para mubaligh menyebarkan agama Islam, dan dinasti/kerajaan yang telah berkuasa dalam sejarah perjalanan Islam di Afrika, serta pengaruh yang Islamisasi di benua Afrika sendiri.
  • Perkembangan awal kedatangan orang-orang eropa di Afrika

    Penjajahan bangsa Eropa di Afrika dimulai pada abad ke-15, terutama oleh orang-orang Portugis. Mereka mengincar wilayah seperti Tanjung Bojador, Tanjung Verde, Tanjung Palmas, dan pantai-pantai di sepanjang Afrika Barat. Tidak hanya Portugis, Spanyol juga tertarik untuk menguasai Afrika, meskipun hal ini terkendala oleh Perjanjian Tordesillas. Afrika memiliki daya tarik yang besar bagi bangsa Eropa dan penjajah lainnya. Selain kaya akan sumber daya alam, wilayah ini juga melimpah dengan tenaga kerja manusia. Namun, yang paling menonjol adalah keberadaan sumber daya emas yang melimpah di Afrika. Sebagai contoh, Sudan diperkirakan memiliki seperempat dari cadangan emas dunia. Karena itu, tidak mengherankan jika bangsa Eropa berambisi untuk menguasai wilayah Afrika demi kepentingan mereka sendiri. Portugis menjadi salah satu kekuatan dominan di Afrika, bahkan membangun koloni yang besar di sana selama 75 tahun. Namun, pada abad ke-17, mereka terpaksa meninggalkan Afrika karena persaingan dari bangsa Eropa lainnya yang juga ingin menguasai wilayah tersebut, seperti Perancis, Inggris, dan Belanda. Belanda mendominasi kawasan Afrika Selatan, mempekerjakan masyarakat lokal untuk menanam hasil perkebunan seperti buah-buahan dan sayuran.

     



  • Kolonialisme dan imperialism barat di Afrika

    Era pemerintahan kolonial di Afrika datang terlambat dan tidak berlangsung lama. Kekuatan kekaisaran Eropa menaklukkan Afrika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada tahun 1960-an sebagian besar sudah selesai. "Kolonialisme di Afrika" mengkaji bagaimana periode ini membentuk sejarah Afrika. Bagi sebagian orang Afrika, kolonialisme merupakan sebuah ancaman; kesempatan bagi orang lain. Merekonstruksi pola kompleks pada periode tersebut merupakan tantangan besar bagi sejarawan Afrika. Ketertarikan terhadap masa lalu kolonial di Afrika telah meningkat dan menyusut serta muncul kembali belakangan ini. Kolonialisme bukan hanya tentang tindakan orang-orang Eropa, tetapi juga tentang tindakan dan pemikiran orang-orang Afrika (Parker, 2007).

    Setelah penyelesaian materi perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan  kolonialisme dan imprealisme di barat secara kritis.


  • KONFLIK YANG BERKEMBANG DI AFRIKA

    Pada pertemuan kali ini kita akan membahas materi mengenai Konflik-Konflik Yang Berkembang Di Afrika (Krisis Ethiopia, Krisis Fashoda, Krisis Maroko 1, Dan Krisis Maroko 2). Benua Afrika memiliki kekayaan alam yang meimpah dan satwanya yang sangat banyak, sehingga pada awal kemunculan benua afrika, benua ini menjadi salah satu benua yang sering diperebutkan. Selain itu, benua afrika juga merupakan benua yang kaya akan keberagaman ras, suku, budaya dan bahasanya. Bahkan terdapat seperempat bahasa di dunia yang hanya diucapkan di benua Afrika (Faiz, 2020)

    Afrika sebagai negara yang besar dan kaya tentu tidak terlepas dengan adanya konflik dan ketidakstabilan baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Krisis Ethiopia, krisis Fashoda, krisis Maroko 1, dan krisis maroko 2 merupakan beberapa bentuk ketidakstabilan yang terjadi di Benua Afrika. Keempat konflik tersebut tidak hanya mencerminkan dinamika internal negara-negara terkait tetapi juga interaksi antara kepentingan lokal.

    Setelah penyelesaian materi perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu Menganalisis   Konflik -konflik yang berkembang di Afrika diantaranya krisis Ethiopia, krisis Fashoda, krisis maroko 1 dan 2.


  • UJIAN TENGAH SEMESTER

    Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tabik Puun... Selamat pagi rekan mahasiswa pada hari ini kita akan melaksankan UTS untuk Mata Kuliah   Sejarah Afrika

    • Jajahan Belgia di Afrika

      Pada pertemuan kali ini kita akan membahas materi tentang Terbentuknya negara merdeka Zaire (jajahan belgia), kongres Berlin. Leopold berdaulat di Kongo 1885 - 1905, kebijakan  kebojakan pemerintahan Belgia. Wilayah Belgia yang semakin luas. Kasus Rwanda Burundi. Nasionalisme dan pergerakan kemerdekaan Zaire

    • Kekuasaan Inggris Di Mesir, Latar Belakang Terusan Suez Dan Strategy Politik

       Pada pertemuan kali ini kita akan membahas materi Pertumbuhan Dan Perkembangan Jajahan Inggris Dan Terbentuknya Negara-Negara Eropa. Adapun tujuan yang diharapkan setelah melaksanakan perkuliahan pada pertemuan kali ini adalah mahasiswa dapat memahami dan menganalisis terbentuknya negara-negara jajahan Inggris, kekuasaan Inggris di Mesir, latar belakang terusan Suez dan strategi politik.

    • Terbentuknya negara jajahan inggris di afrika selatan, perang boer melawan inggris, masalah apartheid, uni afrika selatan berdiri 1910

      Penjajahan Inggris di Afrika Selatan dimulai pada abad ke-17, ketika Belanda mendirikan pemukiman di Tanjung Harapan dan sekitarnya. Inggris kemudian berebut kendali atas kekuasaan di wilayah ini dengan Belanda. Setelah itu terjadilah perebutan kekuasaan antara Inggris dan belanda bersaing untuk memperoleh kendali atas wilayahwilayah di Afrika Selatan. Perang Boer antara Inggris dan komunitas Afrikaner Boer (orang Belanda keturunan Afrika Selatan) menjadi peristiwa penting dalam proses ini. Perang Boer adalah serangkaian konflik antara Inggris dan Boer di Transvaal dan Oranje antara 1880-1881, serta 1899-1902. Inggris meraih kemenangan dan menegaskan pengaruhnya di wilayah tersebut. Setelah perang boer selesai Inggris menguasai wilayah Transvaal, Oranje, Natal, dan Koloni Tanjung. Penggabungan koloni-koloni tersebut membentuk Uni Afrika Selatan pada tahun 1910 (Ashton, 2008).

    • Negera-negara jajahan Prancis.

      Maroko merupakan negara dengan monarki konstitusional dan parlemen yang dipimpin oleh seorang raja. Dengan letak geografis yang strategis dan menjadi pintu gerbang antara Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, Maroko memiliki perpaduan budaya yang sangat kaya. Selain itu, terdapat banyak sumber daya alam. Maroko memiliki fosfor di wilayahnya dan merupakan produsen fosfor ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 2019). Penghuni Maroko pertama yang diketahui adalah suku Amazigh dan kelompok suku lainnya. Struktur hukum mereka ditentukan oleh sistem informal berdasarkan hukum adat Islam dan non Islam. Awalnya, sebagian besar masyarakat Amazigh menganut agama Kristen, namun melalui pertemuan Arab yang dimulai pada abad ke-7, banyak dari mereka yang masuk Islam, sehingga sistem hukum informal mereka sebagian besar bersumber dari ajaran Islam. Budaya Amazigh berbeda dengan budaya Maroko lainnya terutama dalam hal bahasa, itulah sebabnya banyak anak putus sekolah karena diajar dalam “bahasa asing”, yaitu bahasa Arab. Sekitar dua pertiga penduduk Amazigh Maroko tinggal di daerah pedesaan, dimana budaya mereka sangat mengakar. Sistem politik Amazigh berpusat pada suku dan keluarga. Setiap suku mempunyai kepala suku, dan masyarakat sering kali mempunyai Sharif, sebuah keluarga yang mengaku sebagai keturunan Nabi, yang kemudian diberikan penghormatan dengan penuh rasa hormat.

    • MAROKO SEBAGAI JAJAHAN PRANCIS SERTA KEMERDEKAANNYA

      Pada pertemuan kali ini kita akan membahas materi maroko sebagai jajahan prancis serta kemerdekaannya

      Maroko merupakan negara dengan monarki konstitusional dan parlemen yang dipimpin oleh seorang raja. Dengan letak geografis yang strategis dan menjadi pintu gerbang antara Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, Maroko memiliki perpaduan budaya yang sangat kaya. Selain itu, terdapat banyak sumber daya alam. Maroko memiliki fosfor di wilayahnya dan merupakan produsen fosfor ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Tiongkok (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 2019).

      Penghuni Maroko pertama yang diketahui adalah suku Amazigh dan kelompok suku lainnya. Struktur hukum mereka ditentukan oleh sistem informal berdasarkan hukum adat Islam dan non Islam. Awalnya, sebagian besar masyarakat Amazigh menganut agama Kristen, namun melalui pertemuan Arab yang dimulai pada abad ke-7, banyak dari mereka yang masuk Islam, sehingga sistem hukum informal mereka sebagian besar bersumber dari ajaran Islam. Budaya Amazigh berbeda dengan budaya Maroko lainnya terutama dalam hal bahasa, itulah sebabnya banyak anak putus sekolah karena diajar dalam “bahasa asing”, yaitu bahasa Arab. Sekitar dua pertiga penduduk Amazigh Maroko tinggal di daerah pedesaan, dimana budaya mereka sangat mengakar. Sistem politik Amazigh berpusat pada suku dan keluarga. Setiap suku mempunyai kepala suku, dan masyarakat sering kali mempunyai Sharif, sebuah keluarga yang mengaku sebagai keturunan Nabi, yang kemudian diberikan penghormatan dengan penuh rasa hormat.

      Tujuan dari pembelajaran pada materi ini yaitu mahasiswa mampu Menganalisis  Jajahan negara prancis, maroko, perjanjian Fez 1912, peristiwa bar-bar, dektrit bar-bar tahun 1950, kemerdekaan maroko.

    • KEKUASAAN DAN KOLONISASI ITALIA DAN KRISIS YANG TERJADI PERGERAKAN KEMERDEKAAN

      Pada pertemuan kali ini kita akan membahas materi Kolonisasi Dan Kekuasaan Italia Di Afrika Timur Tahun 1934-1943 yang mana tujuan dari adanya pembahasan materi ini adalah agar mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menganalisis   Kekuasaan italia di Libya, kolonisasi italia. Kekuasaan italia di Eritrea dan Ethiopia, krisis Ethiopia, peristiwa wol-wol.

      Ethiopia adalah sebuah negara yang terletak di Benua Afrika dan mendapatkan julukan sebagai negara Tanduk Afrika. Negara ini seluruhnya terletak di garis lintang tropis dan relatif kompak dengan dimensi utara-selatan dan timur-barat yang serupa. Ibukotanya adalah Addis Ababa “Bunga Baru” yang terletak hampir di tengah negara sebagai pusatnya. Ethiopia adalah negara terbesar dan terpadat di Tanduk Afrika (Kresna et al., 2018). Dengan pemisahan diri Eritrea pada tahun 1993 sebagai bekas provinsi di Laut Merah, Ethiopia menjadi negara yang tidak memiliki daratan. Libya merupakan negara yang terletak di pusat Benua Afrika terutama di bagian wilayah utara (Indrawan, 2013). Sebelah wilayah utara dibatasi oleh laut, di bagian wilayah timur berbatasan dengan wilayah Mesir dan Sudan, di bagian selatan berbatasan dengan Chad dan Nigeria, dan bagian barat berbatasn dengan Aljazair dan Tunisia. Lokasi Libya sangat strategis karena dimasa lalu negara ini telah menjadi sasaran dari para penakluk Eropa. Terdapat beberapa bangsa yang ingin menaklukan Negara Libya, yaitu Polinesia, Yunani, Romawi, dan Italia yang telah berhasil menduduki wilayah Libya terutama sepanjang pantai Timur Tengah. Italia menjadi negara Eropa yang terakhir menyerbu Libya dan datang pada Tahun 1911.



    • perkembangan afrika dan negara-negara koloni pasca Perang Dunia 1 dan 2

      Jerman datang ke Afrika pada abad ke 19. Pada 1871 Jerman mengalami penyatuan, isu koloni mulai menyibukkan masyarakat dan kepemimpinan Jerman, dan berbagai kelompok lobi memberikan tekanan pada pemerintah untuk proaktif dalam akuisisi koloni di Afrika, dengan alasan bahwa Jerman memerlukan koloni untuk mempertahankan wilayahnya termasuk keunggulan ekonomi. Karena dimasa itu, banyak Negara Eropa sudah memiliki koloni di Afrika dan Asia. Sehingga kepemilikan koloni dianggap penting untuk mendaptkan akses ke sumber daya alam dan pasar baru. Kelompok lobi terkemuka, yang dibentuk setelah penyatuan, termasuk Masyarakat Kolonisasi dan Ekspor Jerman Barat pada 1881, kelompok ini didirikan oleh pengrusaha dan pedagang yang ingin memperluas perdagangan Jerman ke luar negeri dan melihat koloni sebagai pasar baru untuk produk Jerman dan sumber bahan baku yang murah, dan Asosiasi Pusat Geografi Komersial dan Promosi Kepentingan Jerman di Luar Negeri pada 1878, kelompok ini didirikan oleh para geographer, ilmuan, dan politisi yang ingin mempromosikan eksplorasi dan perdagangan Jerman di luar negeri dan percaya bahwa koloni akan membantu untuk mencapai statusnya sebagai kekuatan dunia. Nanum, Pemerintah enggan menyetujui pandangan mereka dan menganut gagasan kolonisasi, seperti Kanselir Otto von Bismarck yang khawatir koloni akan menjadi beban keuangan dan militir bagi Jerman dan menyebabkan konflik dengan Negara lain (Smith, 1974).

    • UJIAN AKHIR SEMESTER

      Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tabik Puun...

      Selamat siang rekan mahasiswa pada hari ini kita akan melaksankan UAS untuk Mata Kuliah  Sejarah Afrika.