forum diskusi

forum diskusi

Number of replies: 19

berikan pendapat terkait artikel pada pertemuan hari ini dan berikan solusi tentang isi artikel terkait evaluasi perfektif global dalam pembelajaran IPS SD.

In reply to First post

Re: forum diskusi

Intan Bestika Putri 2053053026 གིས-
Nama :Intan Bestika Putri
NPM : 2053053026

Izin menanggapi artikel terkait Perspektif Global dalam Pendidikan. Pendidikan global mempersiapkan masa depan peserta didik dengan memberikan keterampilan analisis dan evaluasi yang luas (Santika, 2020). Keterampilan ini akan membekali peserta didik untuk memahami dan memberi reaksi terhadap isu internasional dan antarbudaya. Pendidikan global juga mengenalkan peserta didik dengan berbagai strategi untuk berperan serta secara lokal, nasional dan internasional. Berkaitan dengan persfektif global dalam pembelajaran IPS SD, tentunya kita melakukan suatu kegiatan untuk mengetahui bagaimana hasilnya. Berarti kita melakukan evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan. Dalam proses pendidikan dan pengajaran, evaluasi ini menentukan peringkat serta kelulusan peserta didik dari proses dan program yang dijalaninya. Dalam pembelajaran perspektif global, evaluasi ini bertujuan untuk menilai dan mengukur prestasi peserta didik pada pembelajaran perspektif global, mendapatkan umpan balik dari prestasi belajar peserta didik terhadap kerja dan kinerja pendidik pada pembelajaran perspektif global, menemukan faktor-faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pembelajaran perspektif global, dan meningkatkan rangsangan kegiatan belajar peserta didik pada pembelajaran perspektif global.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Ira nursanti 2053053024 གིས-
Nama : Ira Nursanti
NPM : 2053053024

Izin menanggapi terkait artikel di atas yang berjudul "Perspektif Global dalam Pendidikan"

Solusi problema pendidikan dalam perspektif global adalah sebuah pemikiran yang bersifat multidimensional artinya pemikiran komprehensif melihat dari berbagai sudut pandang, namun yang ditulis di sini hanya sebagian kecil saja. Maksudnya adalah untuk sekedar merangsang berpikir saat ini dalam rangka memprediksi dan menatap masa depan. Masa depan adalah bukan milik kita tapi milik generasi berikutnya namun kita mempunyai kewajiban dan tanggung jawab normatif untuk memikirkan mulai sekarang. Kewajiban saat ini berupa kontribusi pemikiran komprehensif yang dibutuhkan untuk masa depan. Sedangkan kewajiban normatif adalah secara kemanusiaan ikut andil memikirkan dan memberikan suatu konsep-konsep kemanusian yang dapat bermanfaaat bagi pendidikan. Karena pendidikan saat ini tampaknya sudah mulai melepaskan dari rohnya, artinya sudah mulai meninggalkan orientasi dan tujuan kemanusiaan. Mulai menjauh dan melenceng dari akar-akar hakekat manusia, karena pada hakekatnya pendidikan adalah proses perkembangan yang teleologis bertujuan. Tujuan proses perkembangan secara alamiah berupa kedewasan, kematangan potensi-potensi dan kepribadian. Melenceng dari akarnya bahwa aksiologi pendidikan sudah berorientasi kepada orientasi bisnis. Perlu diakui dan disadari bahwa zaman sekarang adalah zaman materi, zaman yang memfokuskan dirinya pada materi. Kita merasakan bahwa pada saat ini eksistensi manusia mulai mengalami keruntuhan, tersisih dan terancam secara psikologis. Banyak permasalahan dan pertimbangan tentang nilai yang terkait dengan pencitraan manusia, seolah-olah tidak ada harganya. Pencitraan dirasakan semakin kuat untuk menjatuhkan komunitas serta golongan maupun kelompok manusia di kawasan dunia ini. Kalaupun ada penghargaan tampaknya hanya terbatas pada nilai-nilai yang berdemensi bisnis dengan ukuran menguntungkan apa tidak. Inilah salah satu indikator masyarakat modern yang disebut globalisasi dimana masyarakat bangsa dan negara sudah menyatu mendunia yang berdampak pada pemikiran dan pola hidup yang terus berubah. Pola perkembangan manusia semakin unik karena pemikiran dan perilakunya harus bisa diselaraskan dengan norma yang fluktuatif yang terjadi dimasyarakat atau bangsanya. Dari sisi lain akan berkembangannya nilai-nilai yang bertentangan dengan identitas diri dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hal ini akan menjadi ancaman besar baik secara individual maupun sosial, maka sudah saatnya perlu ada perenungan dan pemikiran yang komprehensif. Persoalan inilah yang menjadi pokok pembicaraan dalam tulisan ini dari sisi lain semoga dapat memotivasi dan merangsang pemikiran agar tidak mengalami future shock atau sudah terlanjur present shock.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Komang Cittan Larasati Suradnya 2053053005 གིས-
Nama: Komang Cittan Larasati Suradnya
NPM: 2053053005

Izin menanggapi articel di atas, pak
Saya setuju dengan pernyataan bahwa hal yang dapat mempengaruhi dunia ini bukan saja yang berkaitan dengan kehidupan politik dan kenegaraan, akan tetapi juga yang bersifat gangguan lingkungan, seperti penebangan hutan secara liar, polusi udara karena industri dan sebagainya. Sebagai pendidik, kita memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong peserta didik untuk mengarahkannya kehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pendidikan global. Hoopes mengatakan bahwa pendidikan global mempersiapkan siswa untuk memahami dan mengatasi adanya ketergantungan global dan keragaman budaya, yang mencakup hubungan, kejadian dan kekuatan yang tidak dapat diisikan ke dalam batas-batas negara dan budaya Pendidikan global memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai warga suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan. Berdasarkan hal tersebut maka sistem pembelajaran interdisiplin ilmu sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi globalisasi yang demikian cepat tersebut. IPS merupakan bidang ilmu antardisiplin, sehingga melalui IPS perspektif global dapat ditumbuhkembangkan. Contoh bidang IPS yang berkaitan dengan masalah global, antara lain ekonomi, sejarah dan budaya, PPKn, dan geografi.

Beberapa solusi terkait evaluasi perfektif global dalam pembelajaran IPS SD yaitu pada tiap awal pembelajaran perspektif global, mengajukan pertanyaan atau bertanya-jawab dengan peserta didik tentang hal-hal yang berkenaan dengan perpektif global, baik yang belum dibahas maupun yang telah dibahas, pada proses pembelajaran selalu dilakukan tanya-jawab dan diskusi. Dua metode ini selain untuk mengembangkan strategi kemampuan bertanya jawab dan keberanian mengemukakan pendapat, terutama untuk evaluasi apakah materi perpektif global itu ditangkap serta dipahami ataukah tidak, penerapan metode tugas ini selain untuk mengembangkan dan memupuk keterampilan bekerja sama, disiplin, serta berkomunikasi dengan pihak lain, terutama untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas tersebut. Hasil tugas dapat dinilai dengan memberikan angka sesuai dengan kualitasnya, dan sebagainya.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Destiana Puanda Ashari གིས-
Destiana Puanda Ashari
2053053021
Izin menanggapi,
Berdasarkan artikel yang berjudul “PERSPEKTIF GLOBAL DALAM PENDIDIKAN” menurut saya isi artikel tersebut adalah mengenai pengertian dari apa itu perspektif global. Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Sebagai pendidik, kita memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong siswa untuk mengarahkannya kehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan. Pendekatan yang baik akan membantu siswa mempelajari dan memahami isu lingkungan, hak asasi manusia, keadilan, studi tentang dunia, dan pengembangan pendidikan yang berfungsi untuk mengarahkan pemikiran siswa ke yang lebih luas.
Perspektif global erat kaitannya dengan perkembangan globalisasi dimana didunia yang semakin maju ini maka teknologi juga semakin berkembang hal ini berpengaruh kepada meluasnya pengaruh globalisasi. Oleh karena itu, mempelajari tentang dunia atau global sangat penting misalnya Pendidikan global. Pendidikan global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif para siswa, karena melalui Pendidikan Global para siswa dibekali materi yang bersifat utuh dan menyeluruh yang berkaitan dengan masalah global (Santika & Suastika, 2022). Selain itu,Hoopes juga mengatakan bahwa pendidikan global mempersiapkan siswa untuk memahami dan mengatasi adanya ketergantungan global dan keragaman budaya, yang mencakup hubungan, kejadian dan kekuatan yang tidak dapat diisikan kedalam batas-batas negara dan budaya (Santika, Kartika, et al., 2021). Selanjutnya Hoopes menjelaskan bahwa Pendidikan Global memiliki 3 tujuan yaitu:
a) Pendidikan Global memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan. Tujuan ini dapat dicapai melalui mengajarkan bahan dan menggunakan metode yang memberikan relativisme budaya.
b) Pendidikan Global memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman global. Kegunaan dari tujuan ini adalah untuk mendiskusikan tentang relativisme budaya dan keutamaan etika.
c) Pendidikan global memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai warga suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan (global citizen).
Salah satu pelajaran yang di diajarkan guru yang berkaitan dengan globalisasi dan pendidikan global ada pelajaran IPS, karena didalamnya telah mencakup beberapa hal seperti masalah bidang ekonomi, geografi, ppkn, sejarah dan budaya. Materi yang dipelajari siswa tentu akan saling berkaitan dengan materi lainnnya yang mendukung pemahaman tentang dunia dan seisinya.
Mengingat pentingnya pelajaran IPS dan urgensinya pendidikan global guna bekal siswa dimasa yang akan datang maka guru harus memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan pelajaran tersebut seperti pendekatan, model, dan metode apakah yang tepat untuk menyampaikan materi kepada siswa, dengan pemilihan model, metode yang tepat maka siswa akan memiliki bekal pengetahuan yang baik bukan hanya mengetahui saja namun harapannya dapat merealisasikan apa yang ada di sekitarnya.

Terimakasih
In reply to First post

Re: forum diskusi

FUJI BESTARI 2053053019 གིས-
Nama : Fuji Bestari
NPM : 2053053019
Kelas : 6A

Artikel tersebut membahas mengenai perspektif dalam dunia pendidikan dimana jika membahas mengenai perspektif maka akan berkaitan dengan dunia global atau globalisasi.
Globalisasi dalam dunia pendidikan tentu sangat membantu dunia pendidikan untuk berkembang dan maju. Namun selain membantu, globalisasi juga memiliki dampak negatif, untuk itu sebelum terpengaruh oleh dampak negatif dari globalisasi, maka baik pendidik ataupun orang tua harus mampu memberikan pemahaman mengenai globalisasi agar anak atau peserta didik mengetahui dampak negatif dari globalisasi serta mampu mencegah dari adanya dampak negatif globalisasi tersebut.
In reply to FUJI BESTARI 2053053019

Re: forum diskusi

Regita Aprilia 2053053022 གིས-
Nama : Regita Aprilia
Npm : 2053053022

Izin menanggapi artikel di atas pak

Dari artikel yang sudah saya baca isi penting dari artikel di atas yaitu membahas tentang persepektif global . Persepektif global juga dapat di artikan sebagai sudut pandang yang di lihat sampai ke internasional. Dalam globalisasi ini pasti adanya sisi baik dan buruk, sisi baik dari globalisasi ini yaitu kita dengan mudah dapat memajukan kualitas pendidikan secara cepat dengan baik, sedangkan sisi negatif nya yaitu adanya pengaruh gaya hidup bebas dari negara luar.
Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Sebagai seorang pendidik, kita harus mampu memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong peserta didik untuk mengarahkannya kehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Aditya Mahendra 2053053012 གིས-
Izin memberikan pendapat pak,
Persepektif global dalam pendidikan merupakan suatu pendekatan yang mengakui dan mengintegrasikan pemahaman tentang perbedaan budaya, nilai-nilai, dan perspektif dunia yang ada di seluruh dunia ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk menjadi warga global yang terbuka, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global. Persepektif global membantu siswa memahami perbedaan budaya, bahasa, agama, dan tradisi di berbagai negara. Dengan mempelajari tentang budaya-budaya yang berbeda, siswa dapat mengembangkan rasa empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman manusia. Meskipun pendekatan persepektif global dalam pendidikan memiliki banyak manfaat, implementasinya juga bisa menantang. Memastikan integrasi kurikulum yang relevan, pelatihan guru yang memadai, dan penggunaan teknologi yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam memperluas pengaruh persepektif global dalam sistem pendidikan.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Laras Putria གིས-
Nama : Laras Putria
NPM : 2053053007
Izin menanggapi
Perspektif global adalah suatu pandangan, di mana guru dan murid secara bersama-sama
mengembangkan perspektif dan keterampilan untuk menyelidiki suatu yang berkaitan dengan isu
global. Yang dimaksud dengan isu global antara lain isu lingkungan, hak asasi manusia, keadilan,
studi tentang dunia, dan pengembangan pendidikan. Peserta didik harus belajar tentang dirinya
dan dunia. Untuk dapat memiliki pandangan global seperti itu, maka Anda sekarang akan kami
ajak untuk memahami terlebih dahulu tentang istilah lain yang berkaitan dengan global yaitu
globalisasi. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan globalisasi tersebut? Dari istilahnya saja kita
sebenarnya dapat memahami bahwa globalisasi mengandung pengertian proses. Istilah lainnya
yang senada adanya strukturisasi yaitu proses perstrukturan, reformasi proses pembentukan ulang
atau pembaharuan, industrialisasi yaitu proses pengindustrialisasian. Istilah globalisasi saat ini
menjadi sangat populer karena berkaitan dengan gerak pembangunan Indonesia, terutama
berkaitan dengan sistem ekonomi terbuka, dan perdagangan bebas. Era globalisasi ditandai dengan
adanya persaingan yang semakin tajam, padatnya informasi, kuatnya komunikasi, dan
keterbukaan. Tanpa memiliki kemampuan ini maka Indonesia akan tertinggal jauh dan terseret
oleh arus globalisasi yang demikian dahsyat. Ada beberapa penjelasan yang dikemukakan oleh
para ahli di antaranya adalah John Huckle yang menyatakan bahwa globalisasi adalah ”suatu
proses dengan mana kejadian, keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu
konsekuensi, yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh”.
Ahli lainnya adalah Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah ”.. keseluruhan
proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia
tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, maka kita pun memandang
globalisasi di dalam kemajemukan”. Pendapat tersebut menunjukkan kepada kita bahwa
globalisasi mengandung unsur proses, proses atau kegiatan yang berpengaruh terhadap seluruh
dunia, dan melibatkan orang yang heterogen, tetapi memiliki ebutuhan yang sama. Arus
Globalisasi di Indonesia pada mulanya sangat terasa pada aspek ekonomi. Hal ini ditandai dengan
adanya APEC, dan AFTA yang semuanya menjurus pada perdagangan bebas. Namun, semakin ke
depan aspek politik, budaya dan hukum mulai terasa terutama dengan adanya LSM (Lembaga
Swadaya Masyarakat) yang bekerja dalam lingkup internasional. Selain itu dalam bidang politik,
gaung reformasi sangat cepat merambat ke seluruh dunia, di mana komentar dan opini
internasional sangat deras masuk keIndonesia. Ini didukung oleh kemajuan teknologi komputer
yang sangat canggih.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Regita Tri Astuti 2053053016 གིས-
Nama : Regita tri astuti
Npm : 2053053016

Izin menanggapi artikel berjudul “ PERSPEKTIF GLOBAL DALAM PENDIDIKAN “

Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Sebagai pendidik, kita memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong siswa untuk mengarahkannya kehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan.

Sesuai dengan hakikat prespektif global , pendekatan dan evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dimulai dari awal pembelajaran , selama pembelajaran , dan akhir pembelajaran . Pendekatan yang dilakukan mulai dari tingkat lokal , regional sampai dengan global . Sedangkan evaluasinya mulai dari evaluasi dalam tanya jawab dan diskusi sampai dengan pelaksanaan tugas dengan hasilnya sampai pada tes formatif dan sumatif.

Sekian , terimakasih
In reply to First post

Re: forum diskusi

Tedi Kurniawan2053053040 གིས-
Nama : Tedi Kurniawan
Npm : 2053053040

Izin menanggapi artikel terkait "Perspektif Global dalam Pendidikan"

Sistem pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan social
budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak
mempunyai arti apa-apa jika tidak singkron dengan pembanguan nasional. Kaitan yang
erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya sebagai
suprasistem tersebut di mana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan
kondisi sedemikian rupa sehingga permasalahakn intern sistem kondisi pendidikan itu
menjadi sanggat kompleks, artinya suatu permasalahan intern dalam sistem pendidikan
selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri.
Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat di lepaskan dari
kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sekitarnya, dari mana murid-murid
sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya di luar sistem
persekolahan yang berkaitan dengan mutu hasil belajar tersebut.
Berdasarkan kenyataan tersebut maka penanggulangan masalah pendidikan
juga sanggat kompleks, menyangkut banyak komponen dan melibatkan banyak pihak.
Pada dasarnya ada dua masalah pokok yang di hadapi oleh dunia pendidikan
di tanah air kita yaitu :
a) Bagaimana semua warga Negara dapat menikmati kesempatan pendidikan
b) Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan
kerja yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan
bermasyarakat.
Dari kedua masalah pokok tersebut, maka permasalahan pokok yang pertama
yaitu mengenai masalah pemerataan pendidikan dan masalah pokok yang ke kedua
menyangkut masalah mutu, efisiensi dan relevansi pendidikan.
1) Solusi Masalah Pemerataan Pendidikan
Hal dasar yang sangat dibutuhkan dalam upaya pemerataan pendidikan
Indonesia adalah dana serta birokrasi yang jelas dan mudah. Dana dibutuhkan oleh
pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasana sekolah yang ada di daerah,
membiayai guru yang berkualitas, membangun atau menciptakan sumber daya manusia
di daerah, dan pemberian subsidi supaya seluruh golongan masyarakat dapat
menjangkau biaya pendidikan. Jelas dan mudahnya birokrasi sangat membantu
kelancaran pemeratan pendidikan di setiap pelosok negeri Indonesia.
Demi mewujudkan generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berguna bagi
pembangunan, maka pemerintah tentu berfikir keras guna memecahkan permasalahan
pemerataan pendidikan di Indonesia. Untuk itu ada dua cara yang diupayakan yaitu
cara konvensional dan cara inovatif

Cara konvensional antara lain:

- Membangun gedung sekolah seperti SD Inpres dan atau ruangan belajar.
- Menggunakan gedung sekolah untuk double shift (sistem bergantian pagi dan
sore)
Cara inovatif antara lain:
a. Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua, dan guru) atau Inpacts
system (Instructionar Management by parent, community and, teacher). sistem
tersebut dirintis di solo dan didiseminasikan ke beberapa provinsi.
b. SD kecil pada daerah terpencil.
c. Sistem Guru Kunjung.
d. SMP Terbuka (ISOSA _ In School Out off School Approach),
e. Kejar Paket A dan B.
f. Belajar Jarak Jauh, seperti Universitas Terbuka.
2) Solusi Masalah Mutu Pendidikan
Meskipun untuk tiap-tiap jenis dan jenjang pendidikan masing-masing memiliki
kekhususan, namun pada dasarnya pemecahan masalah mutu pendiidkan bersasaran
pada perbaikkan kualitas komponen pendidikan serta mobilitas komponen-komponen
tersebut. Upaya tersebut pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas
proses pendidikan dan pengalaman belajar peserta didik, dan menghasilkan hasil
pendidikan.
Upaya pemecahan masalah masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya
meliputi hal-hal yang bersifat sebagai fisik dan lunak, personalia, dan manajemen.
Sebagai berikut:
- Seleksi yanglebih rasional terhadap masukan mentah, khususnay untuk Slta dan
PT.
- Pengembanagn kemanpuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut.
- Penyempurnaaan kurikulum
- Pengembanagan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk
belajar
- Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran
- Peniungkatan adminisrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran
- Kegiatan pengendalian mutu.
Dari keempat macam masalah pendidikan tersebut masing-masing dikatakan
teratasi jika pendidikan:
- Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar, artinya semua warga
Negara yang butuh pendidikan dapat ditampung daalm suatu satuan
pendidikan.
- Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya: perencanaan, pemprosesan
pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
- Dapat terlaksana secara efisien artinya: pemrosesan pendidikan sesuai dengan
rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.
- Produknya yang bermutu tersebut relevan, artinya: hasil pendiidkan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
3) Solusi Masalah Aktual Pendidikan di Indonesia
Menurut Tirta rahardja pada (2010:249) beberapa upaya yang perlu dilakukan
untuk menanggulangi masalah-masalah actual pendidikan, antara lain sebagai berikut:
a. Pendidikan afektif perlu ditingkatkan secara terprogram tidak cukup
berlangsung hanya secara incidental, pendekatan keterempilan proses yang
sudah disebarluaskan konsepnya perlu ditinjaklanjuti dengan penyebaran buku
penduannya kepada sekolah-sekolah. Dalam hubungan ini pelaksanaan
pendidikan kesenian perlu diperhatikan khusus sehingga tidak menjadi pelajran
yang dikesamingkan.
b. Pelaksanaan KO dan ekstrakulikurel dikerjakan dengan penuh kesungguhan
dan hasilnya diperhitungkan dalam menetapkan nilai akhir ataupun pelulusan,
untuk itu perlu dikaitkan dengan pemberian intensif bagi guru.
c. Pemilihan siswa atas kelompok yang akan melanjutkan belajar keperguruan
tinggi dengan yang akan terjun ke masyarakat, merupakan hal yang prinsip
karena pada dasarnya tidak semua siswa secara potensial mampu belajar
diperguruan tinggi. Oleh karena itu perlu disusun rancangan yang mantap untuk
itu. Misalnya antara lain sekolah menengah kejuruan tingkat atas diperbanyak
dengan berbagai jenisnya. Disegi lain pendirian perguruan tinggi swasta
dibatasi dan akreditasi terhadap PTS diperketat.
d. Pendidikan tenaga kependidiakn (pejabat dan dalam jabatan) perlu diberi
perhatian khusus, oleh karena tenaga kependidikan khususnya guru menjadi
penyebab utama lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas untuk
pembangunan. PKG (pusat kegiatan guru),MGBS (musyawara guru bidang
studi) dan MGMP
(musyawara guru mata pelajaran) perlu
ditumbuhkembangkan terus sebagai model pengembangan kemampuan guru
(self sustaining competencies). Pendayagunaan dumber belajar yang beraneka
ragam perlu ditingkatkan, upaya ini menjadi tanggung jawab kepala sekolah,
guru dan teknisi sumber belajar.
e. Untuk pelaksanaan pendidikan dasar 9 tahun, apalagi jika dikaitkan dengan
gerakan wajib belajar, perlu diadakan penelitian secara meluas pada masyarakat
untuk menemukan faktor penunjang utamanya,faktor penghambatnya.
Kepada masyarakat luar perlu diberikan informasi yang sifatnya memperjalas dan
persuasif tentang makna dari pendidikan dasar. Realisasi dari pelaksanaan pendidikan
dasar ini dilakukan secara bertahap.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Diva syafira rahmadani 2053053001 གིས-
Nama : Diva Syafira Rahmadani
NPM : 2053053001

Izin memberikan pendapat mengenai artikel di atas pak. Jadi, artikel tersebut membahas mengenai "PERSPEKTIF GLOBAL DALAM PENDIDIKAN"
Sebagaimana kita ketahui bahwa Perspektif global adalah suatu pandangan, di mana guru dan murid secara bersama-sama mengembangkan perspektif dan keterampilan untuk menyelidiki suatu yang berkaitan dengan isu global. Yang dimaksud dengan isu global antara lain isu lingkungan, hak asasi manusia, keadilan, studi tentang dunia, dan pengembangan pendidikan. Peserta didik harus belajar tentang dirinya dan dunia.
Pada intinya, pendidikan merupakan bagian dari globalisasi. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaruan dan inovasi dalam struktur, isi dan metode pendidikan dan pengajaran sudah lama terjadi yang menunjukkan globalisasi. Globalisasi adalah proses penduniaan, artinya segala aktivitas diperhitungkan untuk kepentingan dunia. Pendidikan global menawarkan suatu makna bahwa kita hidup di dalam masyarakat manusia, suatu perkampungan global di dalam mana manusia dihubungkan; baik suku, maupun bangsa, dan batas negara tidak menjadi penghalang, dan merupakan komunalitas dari perbedaan di antara orang-orang yang berbeda bangsa.

Lalu, solusi yang dapat diberikan yaitu perlu adanya evaluasi terkait perfektif global dalam pembelajaran IPS SD., diantaranya :
1. Pada tiap awal pembelajaran perspektif global
(Guru dapat mereview atau pengenalan masalah baru mengenai permasalahan isu global)
2. Pada proses pembelajaran selalu dilakukan tanya jawab dan diskusi
(Pada tahap ini guru dan murid saling membahas mengenai masalah yang terjadi di lingkungan mereka mengenai perspektif global)
3. Pada proses pembelajaran perspektif global diterapkan juga metode tugas.

Sekian tanggapan dari saya, terimakasih
In reply to Diva syafira rahmadani 2053053001

Re: forum diskusi

Cindy Ardila Putri 2053053043 གིས-
Nama:Cindy Ardila Putri
NPM:2053053043

Izin menanggapi terkait artikel "Perspektif Global Dalam Pendidikan"
Dijelaskan dalam artikel tersebut jika Perspektif global merupakan suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Oleh karena itu, sikap dan perbuatan kita juga diarahkan untuk kepentingan global. Sebagai pendidik, kita memerlukan suatu pendekatan yang akan menolong peserta didik untuk mengarahkannya kehidupan yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang ruang, ras, agama, suku, sejarah dan kebudayaan.

Solusi yang dapat diberikan terkait perspektif global dalam pembelajaran IPD SD Pada tiap awal pembelajaran perspektif global, dapat mengajukan pertanyaan atau bertanya jawab dengan peserta didik dengan hal-hal yang berkenaan dengan perspektif global,lalu saat proses pembelajaran berlangsung pendidik dapat melakukan tanya jawab dan diskusi dan juga dapat menerapkan metode tugas.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Rafiq Nur Fadillah 2053053004 གིས-
“Berikan pendapat terkait artikel pada pertemuan hari ini dan berikan solusi tentang isi artikel terkait evaluasi perfektif global dalam pembelajaran IPS SD.”

Mohon izin bapak.
Nama : Rafiq Nur Fadillah
NPM : 2053053004
Kelas : 6A

Pendapat saya terkait artikel pada pertemuan hari ini.
Artikel yang berjudul “Perspektif Global Dalam Pendidikan” menurut saya sangat baik dan mudah dipahami dalam menjelaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan perspektif global yaitu istilah global, globalisasi, dan pendidikan global. Dalam artikel tersebut menjelaskan arti sesungguhnya perspektif global itu seperi apa beserta contohnya. Kemudian dalam dunia pendidikan dijelaskan beta pentingnya pemahaman yang berkaitan tentang perspektif global, yang dimana pendidik sebagai komunikator atau penghubung dengan dunia luar, dan untuk peserta didik secara bersama-sama mengembangkan perspektif serta keterampilan untuk menyelidiki suatu yang berkaitan dengan isu global. Selain itu, dalam artikel ini menjelaskan kaitan perspektif global dengan sistem pembelajaran interdisiplin ilmu yaitu dalam bidang IPS, ekonomi, geografi, ppkn, sejarah dan budaya.

Solusi tentang isi artikel terkait evaluasi perfektif global dalam pembelajaran IPS SD.
Solusinya yaitu memberikan penjelasan perspektif global dalam pembelajaran IPS SD yang umum dan dapat dirasakan secara langsung. Selain itu dapat menjelaskan menggunakan media audio visual yang berkaitan tentang perspektif global. Tujuannya yaitu tentu untuk mempermudah memahami materi atau pembahasan yang diberikan.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Reni Dwi yulianti 2053053013 གིས-
Nama : Reni Dwi Yulianti
Npm : 2053053013

Izin menanggapi artikel
Dalam proses evaluasi pada pembelajaran perfektif global menentukan peringkat serta kelulusan peserta didik dari proses dan program yang dijalaninya. Dalam pembelajaran perspektif global, evaluasi ini bertujuan untuk menilai dan mengukur prestasi peserta didik pada pembelajaran perspektif global, mendapatkan umpan balik dari prestasi belajar peserta didik terhadap kerja dan kinerja pendidik pada pembelajaran perspektif global, menemukan faktor-faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pembelajaran perspektif global, dan meningkatkan rangsangan kegiatan belajar peserta didik pada pembelajaran perspektif global.
Beberapa solusi terkait evaluasi perfektif global dalam pembelajaran IPS SD yaitu pada tiap awal pembelajaran perspektif global, mengajukan pertanyaan atau bertanya-jawab dengan peserta didik tentang hal-hal yang berkenaan dengan perpektif global, baik yang belum dibahas maupun yang telah dibahas, pada proses pembelajaran selalu dilakukan tanya-jawab dan diskusi
In reply to First post

Re: forum diskusi

MUKTI SETIAWAN 2053053003 གིས-
nama: mukti setiawan
npm: 2053053003
Izin menanggapi terkait artikel "Perspektif Global Dalam Pendidikan"
Dijelaskan dalam artikel tersebut jika Perspektif global merupakan suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. pada Pendidikan global memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai warga suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan.Selain hal ini, dalam artikel ini menjelaskan kaitan perspektif global dengan sistem pembelajaran interdisiplin ilmu yaitu dalam bidang IPS, ekonomi, geografi, ppkn, sejarah dan budaya.

Solusinya yang di berikan yaitu memberikan penjelasan perspektif global dalam pembelajaran IPS SD melewati atau menggunakan media audio visual , atau penggunaan benda konkrit yang menggambarkan dalam menjelaskan persepektif global tetapi yang paling utama yaitu menyangkutkan kejadian langsung yang dialami oleh peserta didik dengan menyangkutkan materi perspektif global adalah cara ampuh dalam mendalami materi tersebut
In reply to First post

Re: forum diskusi

Bella Cornelia 2053053018 གིས-
Nama : Bella Cornelia
NPM : 2053053018

Izin menanggapi artikel pada pertemuan ini pak ,
Solusi problema pendidikan dalam perspektif global adalah sebuah pemikiran yang bersifat multidimensional artinya pemikiran komprehensif melihat dari berbagai sudut pandang, namun yang ditulis di sini hanya sebagian kecil saja. Maksudnya adalah untuk sekedar merangsang berpikir saat ini dalam rangka memprediksi dan menatap masa depan. Masa depan adalah bukan milik kita tapi milik generasi berikutnya namun kita mempunyai kewajiban dan tanggung jawab normatif untuk memikirkan mulai sekarang. Kewajiban saat ini berupa kontribusi pemikiran komprehensif yang dibutuhkan untuk masa depan. Sedangkan kewajiban normatif adalah secara kemanusiaan ikut andil memikirkan dan memberikan suatu konsep-konsep kemanusian yang dapat bermanfaaat bagi pendidikan. Karena pendidikan saat ini tampaknya sudah mulai melepaskan dari rohnya, artinya sudah mulai meninggalkan orientasi dan tujuan kemanusiaan. Mulai menjauh dan melenceng dari akar-akar hakekat manusia, karena pada hakekatnya pendidikan adalah proses perkembangan yang teleologis bertujuan. Tujuan proses perkembangan secara alamiah berupa kedewasan, kematangan potensi-potensi dan kepribadian. Melenceng dari akarnya bahwa aksiologi pendidikan sudah berorientasi kepada orientasi bisnis. Perlu diakui dan disadari bahwa zaman sekarang adalah zaman materi, zaman yang memfokuskan dirinya pada materi. Kita merasakan bahwa pada saat ini eksistensi manusia mulai mengalami keruntuhan, tersisih dan terancam secara psikologis. Banyak permasalahan dan pertimbangan tentang nilai yang terkait dengan pencitraan manusia, seolah-olah tidak ada harganya. Pencitraan dirasakan semakin kuat untuk menjatuhkan komunitas serta golongan maupun kelompok manusia di kawasan dunia ini. Kalaupun ada penghargaan tampaknya hanya terbatas pada nilai-nilai yang berdemensi bisnis dengan ukuran menguntungkan apa tidak. Inilah salah satu indikator masyarakat modern yang disebut globalisasi dimana masyarakat bangsa dan negara sudah menyatu mendunia yang berdampak pada pemikiran dan pola hidup yang terus berubah. Pola perkembangan manusia semakin unik karena pemikiran dan perilakunya harus bisa diselaraskan dengan norma yang fluktuatif yang terjadi dimasyarakat atau bangsanya.
In reply to First post

Re: forum diskusi

resti septika 2013053061 གིས-
Nama : Resti Septika
Npm : 2013053061

Izin menanggapi artikel tentang Solusi dalam masalah pendidikan dalam perspektif global yang mencakup beberapa aspek yang dapat diperhatikan salah satunya yaitu beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan antara lain :

Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran, dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dapat membantu meningkatkan daya tarik dan efektivitas pembelajaran di SD. Penggunaan perangkat lunak pendidikan, aplikasi pembelajaran interaktif, dan sumber daya digital dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi perserta didik .

Pengembangan pendidik yang Berkualitas. Pendidik yang berkualitas dapat memainkan peran penting dalam pendidikan dengan baik yaitu dengan cara Meningkatkan pelatihan, pengembangan profesional, dan kondisi kerja pendidik akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran di kelas. Program pelatihan yang efektif dan berkelanjutan harus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan pedagogis pendidik, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan pendekatan yang inklusif.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Vinsensius Asto Adi Pranata 2053053017 གིས-
Sayaa sependapat dengan artikel yg ada diatas bahwa hal yang dapat mempengaruhi dunia ini bukan saja yang berkaitan dengan kehidupan politik dan kenegaraan, akan tetapi juga yang bersifat gangguan lingkungan, seperti penebangan hutan secara liar, polusi udara karena industri dan sebagainya.
Sebagai seorang pendidik, kita harus mampu memetakan suatu pendekatan yang akan menolong peserta didik untuk dapat mengarahkan kehidupannya yang sangat kompleks dan menjauhi pengertian yang sempit tentang suku, ras, agama, sejarah dan kebudayaan.
Meskipun pendekatan persepektif global dalam pendidikan memiliki banyak manfaat, implementasinya juga bisa menantang. Memastikan integrasi kurikulum yang relevan, pelatihan guru yang memadai, dan penggunaan teknologi yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam memperluas pengaruh persepektif global dalam sistem pendidikan.
In reply to First post

Re: forum diskusi

Herma Handani གིས-
Nama : Herma Handani
NPM : 2053053029

Izin menanggapi artikel terkait evaluasi perfektif global merupakan suatu pendekatan yang mengakui dan mengintegrasikan pemahaman tentang perbedaan budaya, nilai-nilai, dan perspektif dunia yang ada di seluruh dunia ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk menjadi warga global yang terbuka, inklusif, dan siap menghadapi tantangan global. Persepektif global membantu siswa memahami perbedaan budaya, bahasa, agama, dan tradisi di berbagai negara.Sesuai dengan hakikat prespektif global , pendekatan dan evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dimulai dari awal pembelajaran , selama pembelajaran , dan akhir pembelajaran .

Tujuan proses perkembangan secara alamiah berupa kedewasan, kematangan potensi-potensi dan kepribadian. Melenceng dari akarnya bahwa aksiologi pendidikan sudah berorientasi kepada orientasi bisnis. Perlu diakui dan disadari bahwa zaman sekarang adalah zaman materi, zaman yang memfokuskan dirinya pada materi. Kita merasakan bahwa pada saat ini eksistensi manusia mulai mengalami keruntuhan, tersisih dan terancam secara psikologis.Mengingat pentingnya pelajaran IPS dan urgensinya pendidikan global guna bekal siswa dimasa yang akan datang maka guru harus memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan pelajaran tersebut seperti pendekatan, model, dan metode apakah yang tepat untuk menyampaikan materi kepada siswa, dengan pemilihan model, metode yang tepat maka siswa akan memiliki bekal pengetahuan yang baik bukan hanya mengetahui saja namun harapannya dapat merealisasikan apa yang ada di sekitarnya.