Nama : Nur Anisa
NPM : 2153053018
Izin memberikan analisis Video You Tube “Memahami Model Bisnis Marketplace”
Alibaba berada ke-dua Marketplace terbesar di Indonesia.Perusahaan tersebut menjadi acuan untuk menentukan arah Marketplace kita. Marketplace penting karena berjualan di Marketplace mirip dengan berjualan di Mall, agar bisa bertahan dalam jangka panjang,seorang penjual harus mengetahui kemana tujuan Marketplace tempat ia berjualan.Dan prinsipnya sama seperti seseorang “menyewa” tempat jualan atau membuka toko di properti orang lain.Sebaiknya kita mengetahui kepentingan pemilik properti tersebut.Taobao merespon peluang pada tahun 2003.Awalnya Jack Ma sebagai pendiri Alibaba melihat sebuah trand meningkatnya kelas menengah dan perkembangan internet yang menjadikan kesempatan baginya,kemuadian ia membuat Taobao.Saat itu outcomenya jelas,yaitu membangun kepercayaan dan melengkapi infrastruktur yang belum ada.Jadi target pasar pertama Taobao terdapat dua sisi,yaitu pembeli dan penjual.Pembeli ingin dapat dengan mudah menemukan barang yang diinginkan (dibanding belanja online),bisa melakukan semua dengan cepat,naun hambatannya adalah kekurangan kepercayaan kepada penjual dan banyaknya barang-barang berkualitas rendah saat itu (KW,Aspal,refurbish mengaku baru,dll).Sedangkan penjual ingin cepat dibayar,bisa berhubungan langsung dengan pembeli,ingin bisa jualan lebih banyak,namun memiliki hambatan tidak menerima pembayaran online,infrastruktur yang belum mumpuni,dan akses ke pembeli yang sulit.Nah penawarannya pada model bisnis tahap pertama adalah teknologi pembayaran online yang mudah,review 2 arah (untuk meningkatkan kepercayaan) , dan logistik dan pengiriman.Kesimpulannya,outcome : membangun kepercayaan penjual dan pembeli serta melengkapi infrastruktur yang belum ada.Penawaran : Teknologi jualan online (pembayaran ,infrastruktur ecommerce,logistik,review 2 arah,dll).Dan target pasar : ada 2 ,yaitu penjual dan pembeli.
Terget pasar berubah menjadi trend “Micro-Enterpreneurs” (2006) dimana kondisi pada saat itu bergesernya kebutuhan dari “ hanya “penjual online menjadi “mencari penghidupan secara online”.Semakin banyak yang tadinya hanya penjual,kini membesarkan bisnisnya di Marketplace.Outcome berubah menjadi memfasilitasi penjual yang ingin ‘naik kelas’ menjadi Micro-Enterpreneurs”.Perubahan target pasar Micro-Enterpreneurs yaitu,melakukan apa yang menjadi “passion” nya penjual,yang tadinya “hanya” untuk channel jualan,sekarang untuk sumber memenuhi kebutuhan hidup.Mnjual produk,membangun brand,namun memiliki hambatan tidak mempunyai pengalaman bisnis dan pengalaman membangun pelanggan.Penawaran berubah menjadi edukasi bisnis,kebutuhan bisnis seperti mobile apps dan iklan agar produk mudah ditemukan di Marketplace serta traffic/pembeli yang terus datang.Kesimpulan tahap kedua,outcome mendidik penjual menjadi Micro-Enterpreneurs.Penawaran : iklan,pembeli,edukasi,bisnis.Dan target pasar : penjual yang ingin “naik kelas”.
Tahap ketiga Growing Auduience is Basis to New Business (2008) .Outcome tahap ketiga,yaitu memanfaatkan aset sebagai daya ungkit untuk membesarkan Taobao.Yang dimaksud dengan aset adalah data jutaan pembeli di Tiongkok.Target pasar Growing Auduience is Basis to New Business adalah bisnis skala besar.Merek besar kini bisa penetrasi ke pasar tiongkok dengan cepat melalui asetnya Taobao.Bisa dengan cepat mendatangkan traffic dan akuissi pembeli melalui Taobao.Dan pembeli menerima tawaran khusus hanya melalui Taobao.Penawaran tahap ketiga berupa aset database pembeli,mendesain penawaran khusus yang menarik ke database pembel Taobao,dan akuisisi Marketplace serta pembeli instan memancing di tambak.Kesimpulan,outcome membantu pembisnis raksasa penetrasi mempenetrasi pasar.Penawaran : database pembeli.Target pasar : bisnis skala raksasa.
Prediksi model bisnis tahap ke-empat titik beratnya di Ultron (uang elektronik),memberikan modal kepada penjual yang membutuhkan,memberikan microlending kepada pembeli yang membutuhkan,dan memanfaatkan insight produk yang laris.Jadi kita sebagai enterpreneur menjadikan Marketplace sebagai sumber traffic,bukan sumber pemasukan.Bangun kemelekatan dengan pelanggan,membangun merek adalah salah satu cara terbaik.Dan benyak berdoa dan bersabar,sesuangguhnya pertolongan Allah ada pada sholat dan sabar. Salah satu solusi adalah Fitur Voucher yang bisa mendapatkan database pembeli diri sendiri dari Marketplace.
Sekian,terima kasih.