Forum Diskusi

Forum Diskusi

Number of replies: 7

Mahasiswa silahkan tuliskan pendapatkan tentang analisis masing-masing kurikulum pendidikan Sejarah yang pernah berlaku pada masa Orde Baru

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Rizky Pahlevi གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri nama saya Rizky Pahlevi dengan NPM 2013033023. Izin menjawab ibu

Kurikulum memiliki kedudukan yang strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan karena merupakan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Salah satu kurikulum yang penting untuk diperhatikan adalah kurikulum mata pelajaran sejarah yang berfungsi dalam membentuk kepribadian nasional serta identitas suatu bangsa. Hal ini dapat kita lihat pada masa Orde Baru yang disepanjang pemerintahannya, kurikulum Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan (1968, 1975, 1984 dan 1994) dan di dalam setiap perubahan kurikulum tersebut, mata pelajaran sejarah selalu tercantum sebagai bagian dari mata pelajaran yang ditekankan dalam upaya mempersiapkan generasi muda untuk menjalankan tugasnya di masa mendatang.

1. Kurikulum 1968 dan Mata Pelajaran Sejarah
Kurikulum 1968 merupakan kurikulum pertama pada masa Orde Baru, maka kurikulum inilah yang menjadi sasaran pemerintah dalam membentuk citra baik dan menyatukan rakyat di bawah kepemimpinannya. Terbukti jika kita menganalisis landasan kurikulum 1968, yaitu TAP MPRS No. XXVII/MPRS/1966 yang menghendaki pembentukan manusia yang Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan seperti yang dikehendaki oleh pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi Undang-Undang Dasar 1945.
Kalimat pembentukan “manusia Pancasila sejati” ini bukan tanpa alasan, melainkan ada tujuan politik yang harus disebarkan dalam pendidikan berdasarkan kurikulum 1968. Oleh karena itu, digunakanlah mata pelajaran sejarah yang saat itu masih terintegrasi dalam Kewargaan negara dalam kurikulum 1968 menjadi salah satu wahananya. Sejarah menjadi salah satu mata pelajaran yang menjadi misi, karena tentunya pemerintah melihat pentingnya mata pelajaran ini dalam membentuk pemikiran siswa tentang tragedi nasional Gerakan 30 September 1965 yang merupakan ancaman terhadap Dasar Negara Pancasila, dan menjadi tema sentral pada saat itu untuk menunjukkan peran pemerintah Orde Baru dalam keberhasilannya menumpas dengan gemilang gerakan tersebut di mata sejarah Indonesia. Disini jelas tujuan Orde Baru dalam mata pelajaran sejarah, yaitu menanamkan pandangan atas peristiwa sejarah nasional G30S dilakukan oleh PKI dan juga meyakinkan peserta didik bahwa ada hubungan antara dirinya dengan Pancasila, yaitu sebagai penyelamat dan pelindung Pancasila. Jadi hegemoni awal pemerintah Orde Baru melalui mata pelajaran sejarah pada kurikulum 1968 masih dalam taraf pembentukan watak dan pemikiran generasi muda dengan jalan mengidentifikasi dirinya dengan Pancasila, serta untuk memutus pengaruh PKI dan Soekarno dengan tuduhan pengkhianat dan penyimpangan Pancasila. Begitulah tujuan pemerintah Orde Baru yang sebenarnya dalam kurikulum 1968, yaitu memiliki tujuan tersembunyi (hidden curriculum). Dengan begitu juga dapat diketahui bahwa mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 1968 adalah sebagai salah satu alat hegemoni pemerintah Orde Baru yang pertama dalam pendidikan. Hal ini terutama untuk membentuk watak dan menyeragamkan pola pikir generasi muda agar sejalan dengan pandangan pemerintah yang baru berjalan saat itu.

2. Kurikulum 1975 dan Mata Pelajaran Sejarah
Mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 1975 berstatus terintegrasi dalam IPS dan termasuk dalam mata pelajaran yang menanamkan pendidika Pancasila. Namun jika mencermati isi kurikulum IPS khususnya pada mata pelajaran sejarah di tingkat SMP dan SMA, maka kurikulum mata pelajaran sejarah pada masa ini bukan hanya sekedar untuk penanamankan ideologi Negara, melainkan juga untuk pewarisan nilai-nilai 1945 dan sebagai alat untuk mendukung kebijakan pembangunan oleh pemerintah Orde Baru kepada peserta didik.

3. Kurikulum 1984 dan Mata Pelajaran Sejarah
Pada kurikulum 1984, terdapat penambahan konten mata pelajaran sejarah, yaitu PSPB, padahal sudah ada mata pelajaran yang fokus pembahasannya tidak jauh berbeda yaitu Sejarah Dunia dan Nasional. Tujuan mata pelajaran PSPB pun jelas-jelas dalam rangka pendidikan Pancasila dan penanaman nilai-nilai 1945 yang semakin menunjukkan suatu proses perkembangan hegemoni. Pembahasan di bawah ini akan menguraikan bagaimana pada kurikulum 1984, pemerintah Orde Baru secara terang-terangan melakukan politisasi pendidikan menggunakan mata pelajaran PSPB dan Sejarah untuk mengarahkan dan membentuk pola pikir generasi muda.

4. Kurikulum 1994 dan Mata Pelajaran Sejarah
Pada kurikulum 1994, mata pelajaran PSPB dihilangkan dan diintergrasikan ke dalam PPKN. Suatu hal yang menarik, bahwa ketika materi dalam PSPB yang sangat menguntungkan pemerintah karena segala pandangan, ideologi dan kebijakan politik disalurkan dalam mata pelajaran PSPB tersebut kepada siswa. Namun dengan hilangnya PSPB, hal ini bukan berarti hegemoni pemerintah Orde baru telah usai. Jadi, mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 1994 masih dijadikan pemerintah untuk tujuan hegemoni, walaupun terdapat perbedaan dengan kurikulum 1984 yang dimana hegemoni dilakukan bersifat terang-terangan (manifest), terutama dengan adanya PSPB, sedangkan pada kurikulum 1994 penanaman pandangan Orde Baru kembali dilakukan hanya pada beberapa materi dalam mata pelajaran sejarah Nasional dan sejarah Umum.

Sekian jawaban dari saya, mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Destania Melina Putri གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri :
Nama : Destania Melina Putri
NPM : 2013033013
Salah satu penerapan sistem kurikulum 1968 ada pada mata pelajaran sejarah yang penting untuk membentuk sebuah pemikiran siswa tentang terjadinya tragedi nasional Gerakan 30 September 1965 yang merupakan ancaman terhadap Dasar Negara Pancasila, serta menjadi tema sentral saat itu. Juga menunjukkan peran dari pemerintah orde baru dalam keberhasilannya menumpas dengan gemilang gerakan tersebut ada di mata pelajaran sejarah Indonesia. Oleh karena itu, melalui mata pelajaran sejarah pada kurikulum 1968 masih dalam taraf pembentukan watak dan pemikiran generasi muda dengan jalan yang mengidentifikasi dirinya dengan Pancasila, serta untuk memutus pengaruh dari PKI dan Soekarno dengan tuduhan pengkhianatan serata penyimpangan Pancasila. Selain itu kurikulum 1968 pada mata pelajaran sejarah digunakan sebagai salah satu alat hegemoni dari pemerintahan orde baru yang pertama dalam bidang pendidikan.

Mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 1975 yang berstatus terintegrasi dalam bidang IPS serata termasuk dalam mata pelajaran yang menanamkan pendidikan Pancasila. Kurikulum mata pelajaran sejarah pada masa ini bukan sekedar sebagai penanaman ideologi Negara, juga digunakan sebagai pewarisan nilai-nilai 1945, sebagai alat untuk mendukung kebijakan pembangunan oleh pemerintah orde baru kepada peserta didik, sebagai penanaman ideologi Pancasila.

Mata pelajaran sejarah kurikulum 1984, terdapat penambahan konten mata pelajaran sejarah, yakni PSPB, padahal sudah ada mata pelajaran yang fokus pada pembahasannya tidak jauh berbeda yaitu sejarah dunia dan nasional. Tujuan utama pelajaran PSPB pun jelas-jelas dalam rangka pendidikan Pancasila dan penanaman nilai-nilai 1945 yang semakin menunjukkan suatu proses perkembangan hegemoni. Pada kurikulum 1984, pemerintahan orde baru secara terang-terangan melakukan pollitisasi pendidikan menggunakan mata pelajaran PSPB dan Sejarah untuk mengarahkan dan membentuk pola pikir generasi muda.
Sekian dari saya apabila ada kesalahan dan kekurangan mohon diperbaiki. Terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Lussy Safitri གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri nama saya Lussy Safitri dengan NPM 2013033009, izin menjawab ibu terkait pertanyaan diatas.

Pada Orde Baru pendidikan mengalami peningkatan yang sangat baik dan perubahan itu terlihat mulai dari perubahan kurikulumnya, sistem pendidikannya dan bahkan untuk menentukan kelulusannya pun berubah bukan berdasarkan nilai Ujian Nasional bahkan pada masa Orde Baru ini pemerintah mewajibkan anak-anak berusia 7-12 tahun untuk mengenyam pendidikan Sekolah Dasar biasa disebut sebagai wajib belajar 6 tahun.  
Pengembangan Kurikulum Sejarah pada Masa Orde Baru 
a. Kurikulum 1968 
Kurikulum 1968 dilahirkan oleh pemerintah dengan harapan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan karena kurikulum yang berlangsung sebelumnya terkesan masih diwarnai oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang cenderung mengkomodir sistem-sistem yang belum sejalan dengan jiwa UUD 1945. Dalam penerapannya, kurikulum 1968 diserahkan pada masing-masing sekolah atau guru, kurikulum 1968 secara nasional hanya memuat tujuan materi, metodik dan evaluasi (Asri, 2017). Pada garis-garis besar program pengajaran Kurikulum 1968, setiap bidang studi diawali dengan: tujuan-tujuan kurikuler, didaktik-metodik (termasuk kriteria pemilihan bahanbahan yang akan diajarkan), kegiatan belajar-mengajar, serta alat-alat yang diperlukan.

b. Kurikulum 1975 
Kurikulum 1975 diyakini pengembangnya sebagai suatu perubahan yang fundamental. Hal itu disebabkan bukan saja terjadi perubahan posisi mata pelajaran sejarah, tetapi yang lebih mendasar model pengembangan yang digunakan berdasarkan pada pemikiran tersebut kurikulum 1975 disusun dan dikembangkan. Tujuan kurikuler pendidikan sejarah SMA ditetapkan sebagai berikut:
1. Siswa memiliki pengetahuan lanjutan tentang hubungan perkembangan Sejarah Nasional sehingga dapat menghargai perjuangan daerah lain.
2. Siswa memiliki pengetahuan lanjutan tentang Sejarah Indonesia dalam hubungannya dengan negara tetangga, sehingga dapat melihat kedudukan Indonesia dalam kehidupan antar bangsa.
3. Siswa mengetahui, menyadari, dan menghargai keanekaragaman kebudayaan daerah dalam rangka kesatuan kebudayaan Indonesia.
4. Siswa memahami dan menghargai kerjasama Indonesia dengan negara-negara tetangga dan negara-negara lainnya dalam bidang sosial dan kebudayaan, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia (Umasih, 2011).

c. Kurikulum Sejarah 1984 
Materi kurikulum 1984 pada dasarnya tidak banyak berbeda dengan materi kurikulum 1975, yang berbeda adalah organisasi pelaksanaannya. Perubahan yang diadakan lebih mengarah pada penyederhanaan materi setiap mata pelajaran, sehingga tercakup materi-materi yang penting saja. Ini antara lain yang mendasari mengapa kurikulum 1984 disebut kurikulum 75 yang disempurnakan. Khusus untuk menentukan posisi mata pelajaran sejarah pada kurikulum 1984 ini, kendali Mendikbud Nugroho Notosusanto kelihatan cukup besar, mulai dari penentuan status mata pelajaran dalam kurikulum, jumlah jam per minggu maupun materi yang harus dikembangkan. Nugroho juga mengusulkan agar Sejarah diberikan dalam jumlah jam yang banyak. Akan tetapi setelah melalui diskusi panjang dan tawar menawar, akhirnya sejarah hanya diberikan selama 4 jam per minggu dalam satu semester atau 2 jam per minggu dalam satu tahun.

d. Kurikulum Sejarah 1994
Konsep dasar yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum baru ini adalah esensialisme dan progressif. Bagaimana pengajaran sejarah dapat diajarkan secara rasional pada siswa sebagai alat pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu saja pelajaran sejarah dapat dikemas sedemikian rupa, sehingga menjadi alat pendidikan yang strategis, dengan paradigma pemikiran teoretik, visi, strategi dan pendekatan yang sesuai agar sejarah sebagai alat pendidikan berhasil guna. Pada kurikulum 1994 juga berusaha merombak pendekatan pengajaran sejarah konvensional yang lebih berorientasi pada Sejarah Politik ke Sejarah Sosial. Pada kurikulum 1994 juga berusaha merombak pendekatan pengajaran sejarah konvensional yang lebih berorientasi pada Sejarah Politik ke Sejarah Sosial. Bagaimana pendekatan konsep Sejarah Sosial itu diwujudkan dalam matra-matra pengajaran sejarah, bagaimana materi-materi sejarah itu harus dikemas dalam kerangka pendekatan yang historical sosial history. Visi Sejarah Indonesia harus ditempatkan dalam konteks sejarah regional dan internasional, baik dari internal dan eksternal bangsa Indonesia itu sendiri.
Sekian terima kasih banyak ibu, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Mia Nurlita 2013033011 གིས-
assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ibu,,
sebelumnya izin memperkenalkan diri bu..
Nama: Mia Nurlita
Npm: 2013033011
izin menjawab ibu,,

adapun pembagian kurikulum pada orde baru yaitu:

1) Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 lahir pada zaman orde baru. Tujuan dari penerapan kurikulum ini, yakni pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Oleh sebab itu, muatan materi pelajaran bersifat teoritis, dan tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan.

2) Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 diyakini pengembangnya sebagai suatu perubahan yang fundamental. Hal itu disebabkan bukan saja terjadi perubahan posisi mata pelajaran sejarah, tetapi yang lebih mendasar model pengembangan yang digunakan. Menurut Said Hamid Hasan dan Soediarto, pengembangan kurikulum 1975 merupakan tonggak pertama penerapan model teknologi pendidikan di Indonesia. Kurikulum dirancang berdasarkan asumsi bahwa pendidikan adalah suatu proses yang mengikuti alur berpikir yang teknologis, artinya bahwa dalam proses pendidikan itu antara komponen guru, siswa, kurikulum dan sarana harus saling mendukung. Dalam model ini keterkaitan antara satu komponen pendidikan dengan komponen lainnya juga harus tergambar jelas. Demikian pula hubungan antara tujuan satu dengan tujuan lainnya atau antara tujuan, materi, proses dan evaluasi. Berdasarkan pada pemikiran tersebut kurikulum 1975 disusun dan dikembangkan. Tujuan kurikuler pendidikan sejarah SMA ditetapkan sebagai berikut:

a) Siswa memiliki pengetahuan lanjutan tentang hubungan perkembangan Sejarah Nasional sehingga dapat menghargai perjuangan daerah lain.
b) Siswa memiliki pengetahuan lanjutan tentang Sejarah Indonesia dalam hubungannya dengan negara tetangga, sehingga dapat melihat kedudukan Indonesia dalam kehidupan antar bangsa.
c) Siswa mengetahui, menyadari, dan menghargai keanekaragaman kebudayaan daerah dalam rangka kesatuan kebudayaan Indonesia.
d) Siswa memahami dan menghargai kerjasama Indonesia dengan negara-negara tetangga dan negara-negara lainnya dalam bidang sosial dan kebudayaan,untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia

3) Kurikulum 1984
Salah satu ciri kurikulum 1984 ini adalah adanya keluwesan dalam program kurikulum, seperti :
a) Program kurikulum 1984 SMA dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler baik dalam program inti maupun program khusus (pilihan).
b) Kegiatan intrakurikuler dilakukan di sekolah yang penjatahan waktunya telah ditentukan dalam struktur program.
c) Kegiatan kokurikuler dilakukan di sekolah di luar jam pelajaran biasa secara teratur dan hasilnya ikut menentukan dalam pemberian nilai bagi para siswa untuk setiap mata pelajaran.
d) Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran biasa dalam waktu tertentu dan diberi nilai tersendiri.

Khusus untuk menentukan posisi mata pelajaran sejarah pada kurikulum 1984 ini, kendali Mendikbud Nugroho Notosusanto kelihatan cukup besar, mulai dari penentuan status mata pelajaran dalam kurikulum, jumlah jam per minggu maupun materi yang harus dikembangkan. Bahkan boleh dikatakan menjelang Sidang Umum MPR terutama dalam membahas akan ditetapkannya Garis-garis Besar Haluan Negara Tahun 1983, Nugroho punya andil besar dalam penyusunan rancangan pendidikan dengan berhasilnya PSPB menjadi keputusan formal. Nugroho juga mengusulkan agar Sejarah diberikan dalam jumlah jam yang banyak. Akan tetapi setelah melalui diskusi panjang dan tawar menawar, akhirnya sejarah hanya diberikan selama 4 jam per minggu dalam satu semester atau 2 jam per minggu dalam satu tahun.

3) kurikulum 1994
Pada kurikulum 1994 juga berusaha merombak pendekatan pengajaran sejarah konvensional yang lebih berorientasi pada Sejarah Politik ke Sejarah Sosial. Bagaimana pendekatan konsep Sejarah Sosial itu diwujudkan dalam matra-matra pengajaran sejarah, bagaimana materi-materi sejarah itu harus dikemas dalam kerangka pendekatan yang historical sosial history. Visi Sejarah Indonesia harus ditempatkan dalam konteks sejarah regional dan internasional, baik dari internal dan eksternal bangsa Indonesia itu sendiri. Tujuan kurikuler Sejarah Nasional dan Sejarah Umum adalah untuk menanamkan pemahaman tentang adanya perkembangan masyarakat masa lampau hingga masa kini, menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta bangga sebagai warga bangsa Indonesia, dan memperluas wawasan hubungan masyarakat antar bangsa di dunia.

Selanjutnya dari tujuan kurikuler tersebut dikembangkan dalam tujuan instruksional, untuk kelas II misalnya dalam GBPP Sejarah tertulis sebagai berikut:
a) Siswa memahami perubahan – perubahan baru di Eropa, Amerika, Asia, dan Afrika dari abad ke-16 sampai dengan Perang Dunia II yang berpengaruh bagi perkembangan di Indonesia.
b) Siswa memahami dan menghargai perjuangan Pergerakan Nasional untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
c) Siswa memahami dan menghargai perjuangan untuk memproklamirkan kemerdekaan dan menegakkan kedaulatan Indonesia.

untuk mencapai tiga tujuan tersebut, terdapat minimal 4 kegiatan dan pokok bahasan yang harus direalisasikan di lapangan, satu di antaranya :

o. Perkembangan paham baru di Eropa dan Amerika sampai dengan Perang Dunia II dan pergerakan nasional di Asia dan Afrika serta pengaruhnya terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

o Membahas masuknya faham – faham baru dari Eropa dan Amerika (nasionalisme, liberalisme, sosialisme, dan demokrasi) serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan nasionalisme di Asia dan Afrika.

o Menguraikan pertumbuhan dan perkembangan nasionalisme di Asia dan Afrika (Jepang, Cina, India, Turki. Mesir, dan lain-lain) serta pengaruhnya terhadap perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

sekian ibu dari saya kurang lebihnya saya mohon maaf ibu, wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh ibu,,,
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Octari Tauvita གིས-
Assalamualaikaum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin menjawab bu.

Pada masa Orde Baru kurikulum pendidikan nasional tentu disesuaikan dengan yang memerintah masa itu yakni Presiden Soeharto, yang mana masa itu pendidikan beralaskan pada Pancasila dan UUD 45 agar siswa bisa mempunyai sikap dan karakter sesuai Pancasila. Maka dari itu, beberapa kali adanya pergantian kurikulum masa Orde Baru ini terutama pada mata pelajaran sejarah.
1. Kurikulum 1968
Setelah Indonesia dilanda gerakan G30SPKI, dan setelah itu kepemimpinan diambil alih oleh Soeharto, pendidikan masa awal Soeharto terutama untuk pelajaran Sejarah difokuskan agar siswa mempunyai jiwa nasionalisme tinggi, pembentukan watak sesuai Pancasila dan menghindari pemikiran dari Gerakan tersebut yang mengancam dasar negara Pancasila. Juga pelajaran sejarah kurikulum ini sebagai alat hegemoni pada pendidikan masa Soeharto.
2. Kurikulum 1975
Sejarah pada kurikulum ini sebagai wadah pewarisan nilai-nilai 1945, siswa diajarkan mengenao perjuangan dari proklamasi sampai mempertahankan bangsa. Dari situ tentu diharapkan nilai-nilai yang bagus yang diajarkan bisa tersamapikan kepada siswa dan dapat diaplikasikan di dalam kehidupannya. Lalu sejarah untuk mendukung kebijakan pembangunan Orde Baru, disini siswa diaharpkan dapat mengerti pembangunan yang baik bisa meningkatkan kemakmuran rakyat dan Orde Baru bisa mencukupi nya, doktrin bahwa Orde Baru sebagai penyelamat Indonesia saat terjadinya Inflasi.
3. Kurikulum 1984
Ada penambahan materi sejarah yakni PSPB yang membahas sejarah dunia dan sejarah nasional. Kurikulum ini semakin jauh menanamkan hegemoni Orde Baru di dalam pendidikan, di dalam buku pegangan atau materi banyak membahas Orde Baru, dari segi militer atau ekonomi nya. Walaupun tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945. hal-hal seperti itu dilakukan Soeharto untuk membentuk pola pikir generasi muda.
4. Kurikulum 1994
Pada kurikulum 1994 juga berusaha merombak pendekatan pengajaran
sejarah konvensional yang lebih berorientasi pada Sejarah Politik ke Sejarah
Sosial. Bagaimana pendekatan konsep Sejarah Sosial itu diwujudkan dalam
matra-matra pengajaran sejarah, bagaimana materi-materi sejarah itu harus
dikemas dalam kerangka pendekatan yang historical sosial history. Visi Sejarah
Indonesia harus ditempatkan dalam konteks sejarah regional dan internasional,
baik dari internal dan eksternal bangsa Indonesia itu sendiri.

Terima kasih. Mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

RISKI RISMAWATI གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saya Riski Rismawati dengan NPM 2013033029 izin menjawab pertanyaan mengenai kurikulum pendidikan Sejarah yang pernah berlaku pada masa Orde Baru.
1. Kurikulum 1968, pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama, dengan tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Posisi mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 1968 dimasukkan dalam materi kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Ruang lingkup dan isi materi pelajaran sejarah bagian terpenting dalam pemerintahan orde baru sebab, sebagai legitimasi kekuasaan dan menunjukkan keberhasilan orde baru di bawah pemerintahan Soeharto.

2. Kurikulum 1975 adalah kurikulum di Indonesia yang dikembangkan berdasarkan proses dan prosedur pada teori pengembangan kurikulum. Dalam kurikulum 1975, ilmu bumi dan sejarah digabung dan dikenal dengan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Ciri khusus dari kurikulum 1975 yakni menganut pendekatan yang berorientasi kepada tujuan sehingga menuntut guru harus kompeten, menganut pendekatan integratif, menekankan peserta didik agar memiliki moral yang sesuai dengan pancasila. Pembinaan moral Pancasila peserta didik dibebankan juga pada pelajaran ilmu sosial terutama sejarah yang banyak memiliki nilai-nilai moral dalam setiap peristiwa maupun keteladanan tokoh. Tugas-tugas yang diberikan guru kebanyakan bersifat portofolio sehingga kreativitas siswa sangat menetukan.

3. kurikulum 1984, mengusung proses skill appoach. Kurikulum ini juga sering disebut sebagai “kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi mata pelajaran sejarah pada kurikulum ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Sebelum pemberlakuan kurikulum 1984, yaitu pada tahun 1983 mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib.

Sekian jawaban saya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

Murniyati . གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Murniyati dengan NPM 2013033025 izin menjawab pertanyaan yang ibu berikan. 

 Kurikulum mata pelajaran sejarah yang berlaku pada Orde Baru

MATA PELAJARAN SEJARAH DALAM KURIKULUM 1968

Pengimplementasian mata pelajaran sejarah pada kurikulum 1968 membentuk sebuah pemikiran kepada siswa akan terjadinya tragedi Gerakan 30 September 1965 yang merupakan sebuah ancaman terhadap dasar negara Pancasila serta menjadi pusat tema saat itu. Selain itu, dalam kurikulum ini juga menunjukkan peran dari berhasilnya orde baru. Oleh karena itu, mata pelajaran sejarah saat itu masih mengutamakan pembentukan watak dan pemikiran generasi muda dengan mengamalkan sila-sila pancasila.

MATA PELAJARAN SEJARAH DALAM KURIKULUM 1975

Pada kurikulum ini meta pelajaran sejarh digunakan sebagai pewarisan nilai-nilai 1945, yang mana di dalamnya membahas tentang Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai perjuangan mempertahankan bangsa. Hal ini digunakan dengan tujuan agar peserta didik menyadari latar belakang perjuangan bangsa. Selain itu, mata pelajaran sejarah juga digunakan untuk mendukung kebijakan pembangunan pemerintah orde baru yang bertujuan agar siswa mengetahui bahwa pembangunan ekonomi nasional merupkan sebuah peningkatan kemakmurah rakyat serta menyadari tujuan dari pembangunan nasional.

MATA PELAJARAN SEJARAH DALM KURIKULUM 1984

Penerapan mata pelajaran sejarah pada kurikulum ini lebih menekankan pada peristiwa G30S yang mana dalam pelajarannya menekankan bahwa peristiwa tersebut dilakukan oleh PKI. Selain itu juga, kurikulum ini menjadi semacam alat untuk menanamkan pandangan tentang peran militer bagi bangsa Indonesia. Dan hal ini diajarkan dalam mata pelajaran sejarah

MATA PELAJARAH SEJARAH DALAM KURIKULUM 1994

Perbedaan yang cukup mencolok dengan kurikulum sebelumnya adalah model kurikulum keterhubungan yang dinyatakansebagai sesuatu yang penguasaan materi sama pentingnya dengan pencapaian tujuan yang mengembangkan keterampilan dan sikap. Maka dari itu, dalam kurikulum ini terdapat kurikuler sejarah nasional dan sejarah umum untuk menanamkan pemahaman tentang adanya perkembangan masyarakat pada masa lampau hingga masa kini, selain itu menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

MATA PELAJARAH SEJARAH DALAM KURIKULUM 1994

Dalam kurikulum ini berusaha merombak pendekatan pengajaran sejarah konvensional yang berorientasi pada Sejarah Politik ke Sejarah Sosial. Yang mana visi sejarah ditempatkan dalm konteks sejarah regional dan internasional, baik dari internal dan eksternal bangsa. Pendekatan baru yang dilakukan dalam kurikulum ini adalah model pendekatan kurikulum.


Sekian jawaban yang saya berikan, mohon maaf jika terdapat kesalahan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh