Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.
Forum Analisis Jurnal 2
Nama: Farhan Iqbal Pratama
NPM: 2113053196
Kelas: 3C
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat Pagi Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal 2 yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol. 3, No. 3 Th 2021. Oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana.”
Tidak pernah habisnya kita membahas moral yang merupakan perilaku yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang dapat dilihat dari cara berfikir, bertindak dan merespon suatu keadaan ke arah sikap yang baik. Di dalam kehidupan bermasyarakat, etika, nilai dan moral dibutuhkan untuk bersosialisasi sehingga menciptakan suasana nyaman dan aman di masyarakat. Meskipun sudah menjadi hal yang melekat di diri setiap orang, nyatanya pengaplikasian nilai dan moral yang baik di masyarakat masih saja tidak maksimal dan terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat sehingga menghilagkan citra dari karakter bangsa.
Berdasarkan jurnal, di kampung Cijambe Girang Sukaresmi, penulis menemukan suatu permasalahan, yaitu kurangnya pemahaman terhadap kewajiban dalam beretika sehingga menimbulkan kasus, seperti pelecehean seksual yang menghilangkan kesadaran dalam bermoral. Perubahan zaman dengan kemajuan teknologi dan ketebukaan informasi menjadi faktor terbesar yang mampu mengubah konsepsi masyarakat dalam beretika dn bermoral. Masyarakat cenderung mengikuti tren tanpa memperhatikan baik buruk dari tren yang mereka lakukan. Namun, orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika. Hal ini disebabkan karena kerusakan moral dan etika seseorang akan mengganggu keamanan dan ketentraman orang lain.
Sistem tata nilai di kampung Cijambe Girang Sukaresmi yang mendudukan perempuan sebagai makhluk lemah dibandingkan laki-laki mendorong pelanggaran moral yakni pelecehan seksual terhadap perempuan. Perempuan masih diterapkan dalam posisi subornasi, dieksploitasi dan diperbudak laki-laki. Hal inilah yang menunjukkan bahwa etika dan moral laki-laki di kampung tersebut masih rendah karena melakukan diskriminasi terhadap hak-haka perempuan.
Krisisnya mentalitas, moralitas dan etika pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional. Penanaman nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran sehingga menyebabkan konflik dan permasalahan. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
Berdasarkan penjelasan dalam jurnal bahwasannya upaya hukum untuk membentuk moral bangsa saat ini adalah pelaksanaan hukum secara tegas, meningkatkan peran keluarga untuk membentuk moral sedari dini, menciptakan lingkungan masyarakat yang baik, membatasi teknologi yang ada dengan memperhatikan dampak positif dan negatif, mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, mengikuti sosialisasi dan seminar akan kesadaran hukum, menegakkan HAM, menempuh pendidikan selama 12 tahun.
Sebagai generasi muda saat ini, kita harus membentuk moral kita sedari dini. Jangan sampai kita terbelenggu dan terperangkap dalam kemajuan zaman yang tidak membawa dampak positif pada diri kita.
Sekian analisis jurnal 2 dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu.
NPM: 2113053196
Kelas: 3C
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat Pagi Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal 2 yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol. 3, No. 3 Th 2021. Oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana.”
Tidak pernah habisnya kita membahas moral yang merupakan perilaku yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang dapat dilihat dari cara berfikir, bertindak dan merespon suatu keadaan ke arah sikap yang baik. Di dalam kehidupan bermasyarakat, etika, nilai dan moral dibutuhkan untuk bersosialisasi sehingga menciptakan suasana nyaman dan aman di masyarakat. Meskipun sudah menjadi hal yang melekat di diri setiap orang, nyatanya pengaplikasian nilai dan moral yang baik di masyarakat masih saja tidak maksimal dan terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat sehingga menghilagkan citra dari karakter bangsa.
Berdasarkan jurnal, di kampung Cijambe Girang Sukaresmi, penulis menemukan suatu permasalahan, yaitu kurangnya pemahaman terhadap kewajiban dalam beretika sehingga menimbulkan kasus, seperti pelecehean seksual yang menghilangkan kesadaran dalam bermoral. Perubahan zaman dengan kemajuan teknologi dan ketebukaan informasi menjadi faktor terbesar yang mampu mengubah konsepsi masyarakat dalam beretika dn bermoral. Masyarakat cenderung mengikuti tren tanpa memperhatikan baik buruk dari tren yang mereka lakukan. Namun, orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika. Hal ini disebabkan karena kerusakan moral dan etika seseorang akan mengganggu keamanan dan ketentraman orang lain.
Sistem tata nilai di kampung Cijambe Girang Sukaresmi yang mendudukan perempuan sebagai makhluk lemah dibandingkan laki-laki mendorong pelanggaran moral yakni pelecehan seksual terhadap perempuan. Perempuan masih diterapkan dalam posisi subornasi, dieksploitasi dan diperbudak laki-laki. Hal inilah yang menunjukkan bahwa etika dan moral laki-laki di kampung tersebut masih rendah karena melakukan diskriminasi terhadap hak-haka perempuan.
Krisisnya mentalitas, moralitas dan etika pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional. Penanaman nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran sehingga menyebabkan konflik dan permasalahan. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
Berdasarkan penjelasan dalam jurnal bahwasannya upaya hukum untuk membentuk moral bangsa saat ini adalah pelaksanaan hukum secara tegas, meningkatkan peran keluarga untuk membentuk moral sedari dini, menciptakan lingkungan masyarakat yang baik, membatasi teknologi yang ada dengan memperhatikan dampak positif dan negatif, mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, mengikuti sosialisasi dan seminar akan kesadaran hukum, menegakkan HAM, menempuh pendidikan selama 12 tahun.
Sebagai generasi muda saat ini, kita harus membentuk moral kita sedari dini. Jangan sampai kita terbelenggu dan terperangkap dalam kemajuan zaman yang tidak membawa dampak positif pada diri kita.
Sekian analisis jurnal 2 dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu.
Yuninda Putri
2113053045
Analisis jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Namun belakangan ini sering terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. Seperti dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, kehidupan mereka banyak dipengaruhi oleh banyaknya faktor sehingga dapat mengubah sedikitdemi sedikit etika dan moral, kebiasaan hidup dan gaya hidup. Sekiranya hal ini terlihat tidak penting dikalangan masyarakat bahkan setiap daerah tanpa menyadari hal ini terjadi secara bertahap merubah etika masyarakat terutama pada generasi muda.
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
2113053045
Analisis jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Namun belakangan ini sering terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. Seperti dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, kehidupan mereka banyak dipengaruhi oleh banyaknya faktor sehingga dapat mengubah sedikitdemi sedikit etika dan moral, kebiasaan hidup dan gaya hidup. Sekiranya hal ini terlihat tidak penting dikalangan masyarakat bahkan setiap daerah tanpa menyadari hal ini terjadi secara bertahap merubah etika masyarakat terutama pada generasi muda.
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Nama: Mutia Rahma Aulia
NPM: 2113053136
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat. Etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya. Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Apabila terjadi pelanggaran tentunya pasti ada sanksi yang didapatkan baik sanksi hukum maupun sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut.
Pelaksanaan hukum di dalam masyarakat selain bergantung kepada kesadaran hukum masyarakat juga ditentukan oleh para aparat penegak hukum. Hukum Indonesia bertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila.
Ada 3 upaya internal yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yaitu:
1. Meningkarkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi:
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
NPM: 2113053136
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat. Etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya. Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Apabila terjadi pelanggaran tentunya pasti ada sanksi yang didapatkan baik sanksi hukum maupun sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut.
Pelaksanaan hukum di dalam masyarakat selain bergantung kepada kesadaran hukum masyarakat juga ditentukan oleh para aparat penegak hukum. Hukum Indonesia bertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila.
Ada 3 upaya internal yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yaitu:
1. Meningkarkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi:
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Nama : Dhea Ajeng Pradana
NPM : 2113053277
Izin memberikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Moral adalah sebuah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat, sedangkan etika adalah adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Banyaknya pelanggaran yang terjadi disebabkan karena kurang tegasnya sanksi yang diberikan, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk serta lingkungan yang tidak etis. Masalah moral dan etika menjadi pusat perhatian bagi segelinicir orang. Hal ini diakrenakan permasalahan moral dan etika dapat terjadi dimana saja tanpa memandang apapun. Contohnya seperti terjadi pelecehan seksual terhadap perempuan yang terjadi di kampung Cijamber Girang. Tindakan ini merupakan salah satu tindakan yang sangat tidak manusiawi. Hal ini membuktikan bahwasanya moral serta etika laki-laki di daeerah Kampung Cijambe Girang masoh terbilang rendah. Apabila hal ini tidak ditindak lanjuti, maka akan banyak lagi korban-korban lainnya. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya para pemuda di era globalisasi saat ini yaitu karena tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga cenderung bebas melakukan apa saja yang diinginkannya.
Beberapa factor lainnya seperikurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya penanaman etika dan moral kepada anak, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir saat ini menjadi serba instan, pengaruh dari lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang menjadi tidak baik, serta kurangnya penanaman jiwa religious dalam diri sehingga pemahaman akan agama masih sedikit. Oleh karena itu, perlu diadakan upaya dalam meningkatkan mora bangs akita, yaitu dengan :
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masayarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
4. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
5. Seminar tentang kesadaran hukum
6. Menegakkan HAM di masayarakat
7. Pemerintah harus bertindak
NPM : 2113053277
Izin memberikan analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Moral adalah sebuah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat, sedangkan etika adalah adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Banyaknya pelanggaran yang terjadi disebabkan karena kurang tegasnya sanksi yang diberikan, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk serta lingkungan yang tidak etis. Masalah moral dan etika menjadi pusat perhatian bagi segelinicir orang. Hal ini diakrenakan permasalahan moral dan etika dapat terjadi dimana saja tanpa memandang apapun. Contohnya seperti terjadi pelecehan seksual terhadap perempuan yang terjadi di kampung Cijamber Girang. Tindakan ini merupakan salah satu tindakan yang sangat tidak manusiawi. Hal ini membuktikan bahwasanya moral serta etika laki-laki di daeerah Kampung Cijambe Girang masoh terbilang rendah. Apabila hal ini tidak ditindak lanjuti, maka akan banyak lagi korban-korban lainnya. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya para pemuda di era globalisasi saat ini yaitu karena tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga cenderung bebas melakukan apa saja yang diinginkannya.
Beberapa factor lainnya seperikurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya penanaman etika dan moral kepada anak, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir saat ini menjadi serba instan, pengaruh dari lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang menjadi tidak baik, serta kurangnya penanaman jiwa religious dalam diri sehingga pemahaman akan agama masih sedikit. Oleh karena itu, perlu diadakan upaya dalam meningkatkan mora bangs akita, yaitu dengan :
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masayarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
4. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
5. Seminar tentang kesadaran hukum
6. Menegakkan HAM di masayarakat
7. Pemerintah harus bertindak
nama : winda eriska
npm : 2113053079
analisis jurnal ll " Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
hal yang melatar belakangin banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi. sebagaimana yang kita ketahui bahwa Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila.
Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. akibat adanya perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga adanya perlu adanya sebuah bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat.
terdapat beberapa upaya internal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan moral yakni :
1. meningkatkan peran keluarga
2. menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. batasan dalam penggunaan teknologi .
upaya eksternal untuk meningkatkan moral yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter disekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan
dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
npm : 2113053079
analisis jurnal ll " Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
hal yang melatar belakangin banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi. sebagaimana yang kita ketahui bahwa Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila.
Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. akibat adanya perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga adanya perlu adanya sebuah bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat.
terdapat beberapa upaya internal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan moral yakni :
1. meningkatkan peran keluarga
2. menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. batasan dalam penggunaan teknologi .
upaya eksternal untuk meningkatkan moral yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter disekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan
dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Nama : Resti Umi Melinda
Npm : 211305305
Kelas : 3C
Analiss jurnal 2 dengan judul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Seperti yang kita ketahui dalam jurnal bahwasanya Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Seperti yang terjadi di kampung Cijambe Girang Sukaresmi yang Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Terjadinya pelecehan seksual ini tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral. Karena belum ada Undang-undang yang mengatur tentang moral dan etika masyarakat.
Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yangt bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral, pertumbuhan moral seseorang sangat tergantung pada pendidikan atau pengajaran dalam keluarga, baik dirumah maupun dalam masyarakat.
Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat, Lingkungan sangat berpengaruh penting dalam membangun moral seseorang, karena dalam lingkunganlah manusia berkembang dan bertumbuh serta berinteraksi dengan manusia lainnya.
Membatasi teknologi yang ada, Teknologi ini digunakan untuk mempermudah setiap pekerjaan manusia, dan keperluannya. Akan tetapi, terkadang manusia salah dalam mempergunakan fasilitas yang sudah ada ini untuk hal-hal yang negative
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
Seminar tentang kesadaran hukum
Menegakan HAM dimasyarakat
Pemerintah harus bertindak
Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan norma moral. Di sisi lain, moral juga membutuhkan hukum. Moral akan mengawang
Npm : 211305305
Kelas : 3C
Analiss jurnal 2 dengan judul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Seperti yang kita ketahui dalam jurnal bahwasanya Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Seperti yang terjadi di kampung Cijambe Girang Sukaresmi yang Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Terjadinya pelecehan seksual ini tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral. Karena belum ada Undang-undang yang mengatur tentang moral dan etika masyarakat.
Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yangt bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral, pertumbuhan moral seseorang sangat tergantung pada pendidikan atau pengajaran dalam keluarga, baik dirumah maupun dalam masyarakat.
Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat, Lingkungan sangat berpengaruh penting dalam membangun moral seseorang, karena dalam lingkunganlah manusia berkembang dan bertumbuh serta berinteraksi dengan manusia lainnya.
Membatasi teknologi yang ada, Teknologi ini digunakan untuk mempermudah setiap pekerjaan manusia, dan keperluannya. Akan tetapi, terkadang manusia salah dalam mempergunakan fasilitas yang sudah ada ini untuk hal-hal yang negative
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
Seminar tentang kesadaran hukum
Menegakan HAM dimasyarakat
Pemerintah harus bertindak
Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan norma moral. Di sisi lain, moral juga membutuhkan hukum. Moral akan mengawang
Nama: Diah Widianingsih
NPM: 2113053171
Analisis jurnal 2 yang berjudul “ Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Moral dan etika sangat berkaitan satu sama lain dimana terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah. Masyarakat Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan agama yang berbeda-beda dan pada hal tersebut pasti memili etika dan moral masing-masing yang saling berbeda. Maka untuk itu moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Namun dalam realitanya banyak sekali masyarakat yang banyak melanggar etika dan moral hal tersebut sangat berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain. Apalagi pada zaman sekarang yang sudah sangat canggih akan teknologi yang menyebabbkan krisis moral bagi bangsa Indonesia.
Dari hal tersebut maka perlu adanya penegakan hukum yang bertujuan menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Oleh sebab itu dalam hidup bermasyarakat manusia tidak boleh bertindak sebebas-bebasnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat. Dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Krisi moral di era globalisasi saat ini salah satunya yaitu teknologi yang semakin berkembang.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan moral bangsa Indonesia yaitu:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
4. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
5. Mengadakan seminar tentang kesadaran hukum
6. Menegakan HAM dimasyarakat
NPM: 2113053171
Analisis jurnal 2 yang berjudul “ Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Moral dan etika sangat berkaitan satu sama lain dimana terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah. Masyarakat Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan agama yang berbeda-beda dan pada hal tersebut pasti memili etika dan moral masing-masing yang saling berbeda. Maka untuk itu moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Namun dalam realitanya banyak sekali masyarakat yang banyak melanggar etika dan moral hal tersebut sangat berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain. Apalagi pada zaman sekarang yang sudah sangat canggih akan teknologi yang menyebabbkan krisis moral bagi bangsa Indonesia.
Dari hal tersebut maka perlu adanya penegakan hukum yang bertujuan menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Oleh sebab itu dalam hidup bermasyarakat manusia tidak boleh bertindak sebebas-bebasnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Orang yang melakukan pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum tetapi orang yang melanggar hukum pasti melanggar etika.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat. Dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Krisi moral di era globalisasi saat ini salah satunya yaitu teknologi yang semakin berkembang.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan moral bangsa Indonesia yaitu:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
4. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
5. Mengadakan seminar tentang kesadaran hukum
6. Menegakan HAM dimasyarakat
Nama : Miftahu Rahman
NPM : 2113053092
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2 berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat” Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama, Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain, Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur. dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi", Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
NPM : 2113053092
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2 berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat” Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama, Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain, Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur. dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi", Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi bapak roy kembar habibie, M.Pd.
Izin menyampaikan analisis terkait jurnal 2 mengenai "PROBLEMATIKA MORAL BANGSA TERHADAP ETIKA MASYARAKAT."
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 3C
Kehidupan masyarakat Indonesia terdapat berbagai agama, budaya,suku dan Bahasa. Masing- masing mempunyai etika kebiasaan yang berbeda, tetapi mengedapankan nilai integritas. Agar masyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.
Sebagai contoh pada jurnal ini yakni, Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika di kampung Cijambe Girang Sukaresmi,sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Tentunya hal ini harus diperhatikan dan diberikan upaya agar moral bangsa tetap terjaga. Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri. Terutama dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi.
Etika dan moral merupakan satu kesatuan yang wajib kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang dimana bagaimana kita bersikap, kita memiliki rasa tanggung jawab, tenggang rasa, sopan santun, dan lain sebagainya. Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yakni
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membentuk teknologi yang ada
Kemudian terdapat pula upaya eksternal, yakni
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakkan HAM di masyarakat
4. Pemerintah harus bertindak.
Izin menyampaikan analisis terkait jurnal 2 mengenai "PROBLEMATIKA MORAL BANGSA TERHADAP ETIKA MASYARAKAT."
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 3C
Kehidupan masyarakat Indonesia terdapat berbagai agama, budaya,suku dan Bahasa. Masing- masing mempunyai etika kebiasaan yang berbeda, tetapi mengedapankan nilai integritas. Agar masyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.
Sebagai contoh pada jurnal ini yakni, Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika di kampung Cijambe Girang Sukaresmi,sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Tentunya hal ini harus diperhatikan dan diberikan upaya agar moral bangsa tetap terjaga. Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri. Terutama dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi.
Etika dan moral merupakan satu kesatuan yang wajib kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang dimana bagaimana kita bersikap, kita memiliki rasa tanggung jawab, tenggang rasa, sopan santun, dan lain sebagainya. Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yakni
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membentuk teknologi yang ada
Kemudian terdapat pula upaya eksternal, yakni
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakkan HAM di masyarakat
4. Pemerintah harus bertindak.
Nama: Erma Titis Nikmah
Npm: 2153053014
Kelas: 3C
Hasil analisis dari jurnal yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah.
Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Seperti yang terjadi di kampung Cijambe Girang yaitu sering terjadi pelanggaran etika, salah satunya adalah pelecehan seksual terhadap perempuan. Terjadinya pelecehan seksual ini tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Kurangnya beretika bisa juga disebabkan karena minimnya pemahaman tentang hak asasi manusia yang berada di Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, sehingga mengakibatkan warga disana mengabaikan nilai dan norma masyarakat.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika.
1. kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2. berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di
zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3. lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya.
4. kurangnya penanaman jiwa
religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya
tuntutan untuk selalu berperilaku etis.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Npm: 2153053014
Kelas: 3C
Hasil analisis dari jurnal yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah.
Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Seperti yang terjadi di kampung Cijambe Girang yaitu sering terjadi pelanggaran etika, salah satunya adalah pelecehan seksual terhadap perempuan. Terjadinya pelecehan seksual ini tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Kurangnya beretika bisa juga disebabkan karena minimnya pemahaman tentang hak asasi manusia yang berada di Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, sehingga mengakibatkan warga disana mengabaikan nilai dan norma masyarakat.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika.
1. kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2. berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di
zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3. lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya.
4. kurangnya penanaman jiwa
religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya
tuntutan untuk selalu berperilaku etis.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Nama : Farida Julia Saputri
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2
Berdasarkan hasil analisis jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat” bahwa moral merupakan prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
Terjadinya pelecehan seksual yang marak tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral. Karena belum ada Undang-undang yang mengatur tentang moral dan etika masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi.
Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi. Dan yang tak kalah penting, agar kehidupan berlangsung hingga tujuan akhir, maka manusia harus mampu menyediakan segala kebutuhan hidup. Sadar atas segala kekurangan dan keterbatasannya, seseorang lalu menjalin hubungan dengan orang lain sesamanya.
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2
Berdasarkan hasil analisis jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat” bahwa moral merupakan prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
Terjadinya pelecehan seksual yang marak tentunya berawal dari etika dan moral yang buruk. Pendidikan moral dan etika hendaknya difokuskan pada kaitan antara pemikiran moral dan tindakan etika bermoral. Karena belum ada Undang-undang yang mengatur tentang moral dan etika masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi.
Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi. Dan yang tak kalah penting, agar kehidupan berlangsung hingga tujuan akhir, maka manusia harus mampu menyediakan segala kebutuhan hidup. Sadar atas segala kekurangan dan keterbatasannya, seseorang lalu menjalin hubungan dengan orang lain sesamanya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Wiranto Oktavian
NPM 2153053012
Berikut hasil analisis saya dari jurnal diatas pak, terkait tentang Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat.
Moral merupakan salah satu perilaku yang baik dan menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika :
1). kurangnya kepedulian orang tua terhadap
pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2). Berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3). Lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih
kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orang tuanya.
4). Kurangnya penanaman jiwa
religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini. Untuk membangun etika yang baik di dalam masyakat diperlukan upaya internal dan eksternal.
Upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1). Meningkatkan peran keluarga dalam
mora membentuk moral
2). Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3). Membatasi teknologi yang ada
Upaya eksternal (dari luar) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1). Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2). Seminar tentang kesadaran hukum
3). Menegakan HAM dimasyarakat
4). Pemerintah harus bertindak.
Sekian terimakasih.
Nama : Wiranto Oktavian
NPM 2153053012
Berikut hasil analisis saya dari jurnal diatas pak, terkait tentang Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat.
Moral merupakan salah satu perilaku yang baik dan menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika :
1). kurangnya kepedulian orang tua terhadap
pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak.
2). Berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3). Lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih
kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orang tuanya.
4). Kurangnya penanaman jiwa
religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini. Untuk membangun etika yang baik di dalam masyakat diperlukan upaya internal dan eksternal.
Upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1). Meningkatkan peran keluarga dalam
mora membentuk moral
2). Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3). Membatasi teknologi yang ada
Upaya eksternal (dari luar) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1). Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2). Seminar tentang kesadaran hukum
3). Menegakan HAM dimasyarakat
4). Pemerintah harus bertindak.
Sekian terimakasih.
Nama: Adelbertus Gading Ananta Putra
Npm: 2113053023
Izin memberikan analisis jurnal mengenai “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Di zaman modern ini, semakin canggih teknologi, semakin banyak orang di masyarakat yang memiliki sedikit etika atau moralitas. Banyak kasus kejahatan seperti pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga bisa dikatakan, seiring berjalannya waktu, moralitas generasi penerus bangsa berangsur-angsur memudar tergerus pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Perubahan zaman yang sedang dialami saat ini seolah baik-baik saja tanpa disadari dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, moral dan etika. Tidak akan ada revolusi, tetapi perubahan akan terasa seiring berjalannya waktu di masyarakat.
Salah satu penyebab hilangnya akhlak dan moralitas khususnya di kalangan anak muda di era globalisasi saat ini adalah belum adanya hukum dan sanksi untuk mengatur moralitas dalam masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas bertindak sesuai dengan yang diinginkan dan tidak, ada acuan untuk tidak melakukan pelanggaran etik di masyarakat. Untuk mencegah agar tidak terjadi perubahan moral dan etika yang buruk di masyarakat, setidaknya harus ada tindakan pencegahan dan peraturan yang dapat memastikan bahwa moral dan etika masyarakat Indonesia, khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tergerus zaman. Moral dan etika yang baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan oleh nenek moyangnya sehingga menjadi identitas bangsa dan terus dipertahankan.
Npm: 2113053023
Izin memberikan analisis jurnal mengenai “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Di zaman modern ini, semakin canggih teknologi, semakin banyak orang di masyarakat yang memiliki sedikit etika atau moralitas. Banyak kasus kejahatan seperti pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga bisa dikatakan, seiring berjalannya waktu, moralitas generasi penerus bangsa berangsur-angsur memudar tergerus pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Perubahan zaman yang sedang dialami saat ini seolah baik-baik saja tanpa disadari dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, moral dan etika. Tidak akan ada revolusi, tetapi perubahan akan terasa seiring berjalannya waktu di masyarakat.
Salah satu penyebab hilangnya akhlak dan moralitas khususnya di kalangan anak muda di era globalisasi saat ini adalah belum adanya hukum dan sanksi untuk mengatur moralitas dalam masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas bertindak sesuai dengan yang diinginkan dan tidak, ada acuan untuk tidak melakukan pelanggaran etik di masyarakat. Untuk mencegah agar tidak terjadi perubahan moral dan etika yang buruk di masyarakat, setidaknya harus ada tindakan pencegahan dan peraturan yang dapat memastikan bahwa moral dan etika masyarakat Indonesia, khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tergerus zaman. Moral dan etika yang baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan oleh nenek moyangnya sehingga menjadi identitas bangsa dan terus dipertahankan.
Nama: Laela nur vazriyah
NPM: 2113053186
Kelas: 3C
Analisis jurnal dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
NPM: 2113053186
Kelas: 3C
Analisis jurnal dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggaran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Dan mengakibatkan sering terjadi ketidak sesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa.
Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yang bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga dapat dikatakan seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur. Dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan
kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Beberapa faktor yang menyebabkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama,
kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya tuntutan untuk selalu berperilaku etis. Banyaknya polemik yang terjadi sehingga membuat hilangnya bersikap etis dalam diri seseorang membuat Indonesia menjadi di ambang kekritisan etika. Penanaman jiwa yang beretika dalam diri seseorang seharusnya dilakukan sejak dini di dalam masyarakat, karena dimasa-masa itulah yang akan menjadi modal menuju pembiasaan untuk masa depan. Seharusnya hal ini perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dan terlebih khususnya adalah peran orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter seorang anak yang nantinya akan tumbuh dan berinteraksi dengan masyarakat lain.
Dari beberapa faktor yang menyebabkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika, maka Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini adalah sebagai berikut.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga
dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada.
Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak.
kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya tuntutan untuk selalu berperilaku etis. Banyaknya polemik yang terjadi sehingga membuat hilangnya bersikap etis dalam diri seseorang membuat Indonesia menjadi di ambang kekritisan etika. Penanaman jiwa yang beretika dalam diri seseorang seharusnya dilakukan sejak dini di dalam masyarakat, karena dimasa-masa itulah yang akan menjadi modal menuju pembiasaan untuk masa depan. Seharusnya hal ini perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dan terlebih khususnya adalah peran orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter seorang anak yang nantinya akan tumbuh dan berinteraksi dengan masyarakat lain.
Dari beberapa faktor yang menyebabkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika, maka Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini adalah sebagai berikut.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga
dalam membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada.
Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak.
Nama: Dwi Oktavianingsih
NPM: 2113053208
Kelas: 3C
Analisis Jurnal 2 "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang kemudian menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa dilihat dari cara berpikir bersikap dan bertindak dalam suatu keadaan. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat. Pada era globalisasi saat ini banyak sekali pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa Indonesia menjadi rendah. Kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehingga menyebabkan menurunnya etika dan moral generasi bangsa. Untuk menumbuhkan etika dan moral serta mencegah pelanggaran etika dalam lingkungan masyarakat diperlukannya penegak dan upaya hukum.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini yang merupakan bagian dari krisis multidimensional yang merupakan masalah yang dialami oleh negara di mana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat. Penanaman nilai dan moral di lingkungan masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja namun hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut. Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini seperti kerjasama antar masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu sedangkan penegakan hukum bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika dan moral masyarakat.
Adapun tiga upaya internal yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa yaitu meningkatkan peran keluarga dalam pembentukan moral, menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat, serta membatasi teknologi yang ada.
Untuk upaya eksternal yaitu mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, mengadakan seminar tentang kesadaran hukum, menegakkan HAM di masyarakat yang sesuai dengan undang-undang pada pasal 28j ayat 1 tentang hak asasi manusia, pemerintah harus bertindak seperti memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sederhana (empati, hormat, santun tanpa pamrih dan tanpa unsur pemaksaan, serta memberikan pelayanan secara cepat tepat terbuka dan adil dan tidak diskriminatif)
NPM: 2113053208
Kelas: 3C
Analisis Jurnal 2 "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang kemudian menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa dilihat dari cara berpikir bersikap dan bertindak dalam suatu keadaan. Moral mencerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat. Pada era globalisasi saat ini banyak sekali pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa Indonesia menjadi rendah. Kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehingga menyebabkan menurunnya etika dan moral generasi bangsa. Untuk menumbuhkan etika dan moral serta mencegah pelanggaran etika dalam lingkungan masyarakat diperlukannya penegak dan upaya hukum.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini yang merupakan bagian dari krisis multidimensional yang merupakan masalah yang dialami oleh negara di mana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat. Penanaman nilai dan moral di lingkungan masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja namun hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut. Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini seperti kerjasama antar masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu sedangkan penegakan hukum bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika dan moral masyarakat.
Adapun tiga upaya internal yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa yaitu meningkatkan peran keluarga dalam pembentukan moral, menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat, serta membatasi teknologi yang ada.
Untuk upaya eksternal yaitu mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, mengadakan seminar tentang kesadaran hukum, menegakkan HAM di masyarakat yang sesuai dengan undang-undang pada pasal 28j ayat 1 tentang hak asasi manusia, pemerintah harus bertindak seperti memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk mewujudkan pola hidup sederhana (empati, hormat, santun tanpa pamrih dan tanpa unsur pemaksaan, serta memberikan pelayanan secara cepat tepat terbuka dan adil dan tidak diskriminatif)
Nama : Wahana Tri Adhasari
NPM : 2113053209
Kelas : 3C
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yang bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi
terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis. Oleh sebab itu untuk membentuk moral dan etika yang baik perlu adanya kontribusi antara hukum, orang tua, lingkungan atau masyarakat, pendidikan, dan agama, yang dimana memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan moral suatu suatu bangsa. Apabila tidak ada kontribusinya maka sudah dapat dipastikan bahwa moral suatu bangsa akan terus merosot bahkan hancur.
NPM : 2113053209
Kelas : 3C
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yang bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi
terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu zaman sekarang kurang dalam beretika. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika (moral) terhadap anak. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus orangtuanya. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis. Oleh sebab itu untuk membentuk moral dan etika yang baik perlu adanya kontribusi antara hukum, orang tua, lingkungan atau masyarakat, pendidikan, dan agama, yang dimana memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan moral suatu suatu bangsa. Apabila tidak ada kontribusinya maka sudah dapat dipastikan bahwa moral suatu bangsa akan terus merosot bahkan hancur.
Nama : Wahyu Ringgit Kuncoro
Npm : 2113053254
Kelas : 3C
Izin menyampaikan hasil analisis saya terkait jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanya penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.
Terima kasih.
Npm : 2113053254
Kelas : 3C
Izin menyampaikan hasil analisis saya terkait jurnal yang berjudul “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”
Etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanya penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.
Terima kasih.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Hasni Septiani
NPM :2113053097
Kelas:3C
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2
Abstrak Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa.
Alasan yang melatarbelakangi pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah.
Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegakan dan upaya hukum.
Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.
Dalam hal ini pancasila sebagai moral bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan.
Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat etika.Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk mengatur tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggaran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri.Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang melarang nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula generasi penerus moral bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakt di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi" Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya ke lingkungan dsb.Sumber Data Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan masalah yang akan di teliti dalam hal masyarakat ini Kampung Cijambe Girang.Etika yang tersembunyi tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
Sekian dan Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
Nama : Hasni Septiani
NPM :2113053097
Kelas:3C
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2
Abstrak Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa.
Alasan yang melatarbelakangi pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah.
Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegakan dan upaya hukum.
Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.
Dalam hal ini pancasila sebagai moral bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan.
Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat etika.Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk mengatur tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggaran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri.Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang melarang nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula generasi penerus moral bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakt di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi" Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya ke lingkungan dsb.Sumber Data Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan masalah yang akan di teliti dalam hal masyarakat ini Kampung Cijambe Girang.Etika yang tersembunyi tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
Sekian dan Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
NAMA : Putri ristamarin
NPM : 2013053185
Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.
NPM : 2013053185
Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.
Nama : Grace Hanna
Kelas : 3C
Npm : 2113053287
Izin memberikan analisis terkait jurnal 2
Etika dan moral mempunyai hubungan yang sangat erat, karena antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk menentukan baik atau buruk dari suatu perbuatan. Etika dapat diartikan sebagai aturan perilaku yang diakui berkaitan dengan kelas tertentu dari tindakan manusia, atau kelompok, maupun budaya tertentu yang ada di masyarakat. Sementara itu, moral lebih dipahami sebagai suatu prinsip atau kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku benar atau salah. Dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kebanyakan dampaknya yang sering terjadi itu diluar akal sehat.
4 faktor utama penyebab kemerosotan moral adalah :
- Lingkungan baik sekolah maupun tempat anak-anak bermain
- Kemajuan teknologi seperti internet dimana anak-anak dan remaja dengan mudah mengakses pornografi.
- rasa ingin tahu yang dimiliki remaja, dan juga orang tua.
Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi pada generasi penerus bangsa maka solusi untuk menanggapi masalah tersebut adalah :
- Menanamkan pendidikan karakter sejak dini kepada anak.
- Memilih teman bergaul dan lingkungan yang tepat.
- Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan pembelajaran atau hal - hal yang positif. Disini juga anak yang menggunakan teknologi harus tetap dalam pengawasan orang tua, agar anak tetap menggunakan teknologi untuk hal yang positif.
Kelas : 3C
Npm : 2113053287
Izin memberikan analisis terkait jurnal 2
Etika dan moral mempunyai hubungan yang sangat erat, karena antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk menentukan baik atau buruk dari suatu perbuatan. Etika dapat diartikan sebagai aturan perilaku yang diakui berkaitan dengan kelas tertentu dari tindakan manusia, atau kelompok, maupun budaya tertentu yang ada di masyarakat. Sementara itu, moral lebih dipahami sebagai suatu prinsip atau kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku benar atau salah. Dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kebanyakan dampaknya yang sering terjadi itu diluar akal sehat.
4 faktor utama penyebab kemerosotan moral adalah :
- Lingkungan baik sekolah maupun tempat anak-anak bermain
- Kemajuan teknologi seperti internet dimana anak-anak dan remaja dengan mudah mengakses pornografi.
- rasa ingin tahu yang dimiliki remaja, dan juga orang tua.
Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi pada generasi penerus bangsa maka solusi untuk menanggapi masalah tersebut adalah :
- Menanamkan pendidikan karakter sejak dini kepada anak.
- Memilih teman bergaul dan lingkungan yang tepat.
- Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan pembelajaran atau hal - hal yang positif. Disini juga anak yang menggunakan teknologi harus tetap dalam pengawasan orang tua, agar anak tetap menggunakan teknologi untuk hal yang positif.
Nama: Ika Saefitri
Npm: 2113053099
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2
Pendidikan nilai dengan pendekatan
konprehensif dipandang sesuai untuk di
terapkan, karena pada masa sekarang ini
kehidupan sudah semakin komplek dan
perubahan di segala segi kehidupan
berlangsung dengan sangat cepat. Dilihat
dari segi materinya., pendidikan nilai dan
moral Indonesia sudah cukup komprehensif,
karena·nilai-nilai fundamental yang dapat
menuntun kearah pencapaian kebahagiaan
dunia dan akhirat untuk seluruh umat
manusia telah di sampaikan kepada subjek
didik di semua jenjang pendidikan, melalui
Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral
Pancasila. Namun dari segi metode dan
strateginya, Masih banyak kelemahan yang
perlu diatasi. Ada empat macam substansi
pendidikan nilai yang disebut sebagai
gerakan utama pendidikan nilai di Amerika
Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan'
watak, pendidikan kewarganegaraan, dan
pendidikan moral. Keempat jenis substansi
tersebut patut di pertimbangkan dalam
melaksanakan pendidikan nilai dan moral di
Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap
relevan dapat di· integrasikan kedalam
program Pendidikan Agama dan Pendidikan
Moral Pancasila Khususnya mengenai.
pendidikan kewarganegaraan, termasuk
didalamnya pemahaman dan penghargaan
terhadap sistem demokrasi, ketrampilan
berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan
ketrampilan mengatasi konflik. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah~ perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk
melakukan tindakan bermoral. Dengan kata
lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya
dapat mengembangkan subjek didik secara
holistik, yang mencakup pengembangkan
kecerdasan intelektual, emosional, dan
spritual, pendekatan pendidikan nilai dan
moral yang masih bernuansa indoktrinasi
perlu diinovasi dengan pendekatan
komprehensif yang meliputi : inculcting
'menanamkan f niIai dan moralitas~ Melted/ing 'mengadakan ' nilai dan Moralitas~ facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development' pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kehidupan sosial yang .konstruktif, berbagai manifestasi kekuatan iman setiap' warga negara indonesia.
Npm: 2113053099
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2
Pendidikan nilai dengan pendekatan
konprehensif dipandang sesuai untuk di
terapkan, karena pada masa sekarang ini
kehidupan sudah semakin komplek dan
perubahan di segala segi kehidupan
berlangsung dengan sangat cepat. Dilihat
dari segi materinya., pendidikan nilai dan
moral Indonesia sudah cukup komprehensif,
karena·nilai-nilai fundamental yang dapat
menuntun kearah pencapaian kebahagiaan
dunia dan akhirat untuk seluruh umat
manusia telah di sampaikan kepada subjek
didik di semua jenjang pendidikan, melalui
Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral
Pancasila. Namun dari segi metode dan
strateginya, Masih banyak kelemahan yang
perlu diatasi. Ada empat macam substansi
pendidikan nilai yang disebut sebagai
gerakan utama pendidikan nilai di Amerika
Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan'
watak, pendidikan kewarganegaraan, dan
pendidikan moral. Keempat jenis substansi
tersebut patut di pertimbangkan dalam
melaksanakan pendidikan nilai dan moral di
Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap
relevan dapat di· integrasikan kedalam
program Pendidikan Agama dan Pendidikan
Moral Pancasila Khususnya mengenai.
pendidikan kewarganegaraan, termasuk
didalamnya pemahaman dan penghargaan
terhadap sistem demokrasi, ketrampilan
berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan
ketrampilan mengatasi konflik. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah~ perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk
melakukan tindakan bermoral. Dengan kata
lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya
dapat mengembangkan subjek didik secara
holistik, yang mencakup pengembangkan
kecerdasan intelektual, emosional, dan
spritual, pendekatan pendidikan nilai dan
moral yang masih bernuansa indoktrinasi
perlu diinovasi dengan pendekatan
komprehensif yang meliputi : inculcting
'menanamkan f niIai dan moralitas~ Melted/ing 'mengadakan ' nilai dan Moralitas~ facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development' pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kehidupan sosial yang .konstruktif, berbagai manifestasi kekuatan iman setiap' warga negara indonesia.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm:2113053167
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul problematika moral bangsa terhadap etika masyarakat yaitu
Moral merupakan perilaku yang baik yang
menjadi karakter dari individu atau kelompok yang
bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan
merespon suatu keadaan. Hakikatnya manusia adalah makhluk bermoral.
Untuk menjadi makhluk sosial yang memiiki
kepribadian baik serta bermoral tidak berjalan secara
otomatis, perlu suatu usaha yang disebut pendidikan.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki
peran yang sangat penting yaitu untuk
mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan
baik. Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi
suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam
negara hukum yang berdasarkan Pancasila.
Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada
petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh
Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban
dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan
merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang
terdapat noda hitam dalam praktek penegakan
hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga
hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.
Moral adalah prinsip yang membantu individu
dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat
berubah seiring waktu, moral menjadi standar
perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan
salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value)
yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan
mengatur tingkah laku seseorang.
3 upaya internal dalam meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral.
2.menciptakan lingkungan yang baik dalam keluarga
3. Membatasi teknologi yang ada.
Upaya eksternal yaitu:
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah.
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan ham di masyarakat.
4. Pemerintah harus bertindak.
Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas
hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu
moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan
norma moral. Di sisi lain, moral juga
membutuhkan hukum.
Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm:2113053167
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul problematika moral bangsa terhadap etika masyarakat yaitu
Moral merupakan perilaku yang baik yang
menjadi karakter dari individu atau kelompok yang
bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan
merespon suatu keadaan. Hakikatnya manusia adalah makhluk bermoral.
Untuk menjadi makhluk sosial yang memiiki
kepribadian baik serta bermoral tidak berjalan secara
otomatis, perlu suatu usaha yang disebut pendidikan.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki
peran yang sangat penting yaitu untuk
mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan
baik. Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi
suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam
negara hukum yang berdasarkan Pancasila.
Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada
petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh
Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban
dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan
merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang
terdapat noda hitam dalam praktek penegakan
hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga
hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.
Moral adalah prinsip yang membantu individu
dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat
berubah seiring waktu, moral menjadi standar
perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan
salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value)
yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan
mengatur tingkah laku seseorang.
3 upaya internal dalam meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral.
2.menciptakan lingkungan yang baik dalam keluarga
3. Membatasi teknologi yang ada.
Upaya eksternal yaitu:
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah.
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan ham di masyarakat.
4. Pemerintah harus bertindak.
Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas
hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu
moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan
norma moral. Di sisi lain, moral juga
membutuhkan hukum.
Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Kadek Eli
NPM : 2113053117
Kelas: 3C
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat ". Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan atau konflik selalu ada bahkan sampai sekarang yang disebabkan oleh dua hal yaitu kepentingan umum dan kepentingan individu. Namun kesadaran akan kewajiban dalam beretika menjadi salah satu faktor munculnya penyimpangan sosial seperti kasus pelecehan seksual misalnya. Selain itu perkembangan zaman secara tidak sadar juga mampu merubah segala hal terutama etika dan moral. Maka untuk mencegah terjadinya konflik akibat krisis moral diperlukan nya aturan yang dapat menjamin bagaimana moral di Indonesia yang tidak hanya didesa Cijambe saja tetapi seluruh daerah di Indonesia.
NPM : 2113053117
Kelas: 3C
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat ". Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan atau konflik selalu ada bahkan sampai sekarang yang disebabkan oleh dua hal yaitu kepentingan umum dan kepentingan individu. Namun kesadaran akan kewajiban dalam beretika menjadi salah satu faktor munculnya penyimpangan sosial seperti kasus pelecehan seksual misalnya. Selain itu perkembangan zaman secara tidak sadar juga mampu merubah segala hal terutama etika dan moral. Maka untuk mencegah terjadinya konflik akibat krisis moral diperlukan nya aturan yang dapat menjamin bagaimana moral di Indonesia yang tidak hanya didesa Cijambe saja tetapi seluruh daerah di Indonesia.
Nama: Rafitri Prihatini
Npm: 2113053133
Kelas: 3C
Analisis jurnal "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Pada era modern saat ini, kemajuan teknologi semakin canggih dan banyak digunakan oleh masyarakat yang menyebabkan terjadinya minim etika ataupun moral. Banyak terjadi kasus-kasus yang bertentangan dengan moral seperti pembunuhan, narkoba, pelecehan, dan pergaulan bebas. Dikalangan masyarakat saat ini perkembangan moral, etika, ataupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Agar massyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang-undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Masalah moral dan etika bisa menjadi perhatian orang diman saja, baik dalam masyarakat yang belum maju maupun masyarakat yang telah maju. Hal ini disebabkan karena kerusakan moral dan etika seseorang yang akan mengganggu keamanan dan ketentraman orang lain.
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk moral bangsa saat ini yaitu; meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral, menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat, membatasi teknologi yang ada, mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, seminar tentang kesadaran hukum, dan menegakan HAM di masyarakat.
Npm: 2113053133
Kelas: 3C
Analisis jurnal "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Pada era modern saat ini, kemajuan teknologi semakin canggih dan banyak digunakan oleh masyarakat yang menyebabkan terjadinya minim etika ataupun moral. Banyak terjadi kasus-kasus yang bertentangan dengan moral seperti pembunuhan, narkoba, pelecehan, dan pergaulan bebas. Dikalangan masyarakat saat ini perkembangan moral, etika, ataupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Agar massyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang-undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Masalah moral dan etika bisa menjadi perhatian orang diman saja, baik dalam masyarakat yang belum maju maupun masyarakat yang telah maju. Hal ini disebabkan karena kerusakan moral dan etika seseorang yang akan mengganggu keamanan dan ketentraman orang lain.
Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk moral bangsa saat ini yaitu; meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral, menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat, membatasi teknologi yang ada, mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah, seminar tentang kesadaran hukum, dan menegakan HAM di masyarakat.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2,
Jurnal dengan judul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat dibuat untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Adapun latar belakang pengamatan tersebut yaitu banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Akibat dari kurangnya pengetahuan dalam hukum dan rendahnya pendidikan mengenai moral menyebabkan pengaruh burum terhadap perkembangan moral di Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukan penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral bangsa. Kini, etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2,
Jurnal dengan judul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat dibuat untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Adapun latar belakang pengamatan tersebut yaitu banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Akibat dari kurangnya pengetahuan dalam hukum dan rendahnya pendidikan mengenai moral menyebabkan pengaruh burum terhadap perkembangan moral di Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukan penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai dan moral bangsa. Kini, etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Nama: Zahara Ameliani Putri
Npm: 2113053197
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Namun belakangan ini sering terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. Seperti dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, kehidupan mereka banyak dipengaruhi oleh banyaknya faktor sehingga dapat mengubah sedikitdemi sedikit etika dan moral, kebiasaan hidup dan gaya hidup. Sekiranya hal ini terlihat tidak penting dikalangan masyarakat bahkan setiap daerah tanpa menyadari hal ini terjadi secara bertahap merubah etika masyarakat terutama pada generasi muda.
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Npm: 2113053197
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Bukan merupakan rahasia umum lagi bahwa kadang terdapat noda hitam dalam praktek penegakan hukum yang perlu untuk dibersihkan sehingga hukum dan keadilan benar- benar dapat ditegakkan.Sebagai salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyelesaian berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh bangsa Indonesia harus diakui tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Namun belakangan ini sering terjadi ketidaksesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. Seperti dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, kehidupan mereka banyak dipengaruhi oleh banyaknya faktor sehingga dapat mengubah sedikitdemi sedikit etika dan moral, kebiasaan hidup dan gaya hidup. Sekiranya hal ini terlihat tidak penting dikalangan masyarakat bahkan setiap daerah tanpa menyadari hal ini terjadi secara bertahap merubah etika masyarakat terutama pada generasi muda.
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Nama : Fitri Cahya Karnain
Npm : 2153053034
Kelas : 3C
Analisis Jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Pada masyarakat terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum. Norma tersebut biasa disebut etika. Etika dalam arti sempit sering dipahami masyarakat sebagai sopan santun. Etika
yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral. Menurut Muchtar Samad (2016) kata moral berasal dari bahsa latin mores dengan asal kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat dan kelakuan demikian kata moral dapat diberikan makna kesusilaan, dengan demikian kata moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada ketentuan yang bersifat sosial (Samad,2016).
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini
Pelaksanaan hukum di dalam masyarakat selain bergantung kepada kesadaran hukum masyarakat juga ditentukan oleh para aparat penegak hukum. Karena masih ada beberapa peraturan hukum yang belum terlaksana, belum dibuat dan masih banyaknya oknum yang melakukan pelanggaran karena masih minimnya pengetahuan dan kesadaran dalam diri individu. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan yang dilakukan oleh penegak hukum itu sendiri yang tidak sesuai dan mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Npm : 2153053034
Kelas : 3C
Analisis Jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat"
Penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Pada masyarakat terdapat nilai-nilai dasar perilaku yang secara umum diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum. Norma tersebut biasa disebut etika. Etika dalam arti sempit sering dipahami masyarakat sebagai sopan santun. Etika
yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral. Menurut Muchtar Samad (2016) kata moral berasal dari bahsa latin mores dengan asal kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat dan kelakuan demikian kata moral dapat diberikan makna kesusilaan, dengan demikian kata moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada ketentuan yang bersifat sosial (Samad,2016).
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini
Pelaksanaan hukum di dalam masyarakat selain bergantung kepada kesadaran hukum masyarakat juga ditentukan oleh para aparat penegak hukum. Karena masih ada beberapa peraturan hukum yang belum terlaksana, belum dibuat dan masih banyaknya oknum yang melakukan pelanggaran karena masih minimnya pengetahuan dan kesadaran dalam diri individu. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan yang dilakukan oleh penegak hukum itu sendiri yang tidak sesuai dan mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Assalamu'alaikum warahmatullahi warahmatullahi
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah
segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan
lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam
mengenai dampak yang akan terjadi pada
masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai
bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat. Peruahan zaman yang dialami pada saat ini terlihat baik-baik saja tanpa disadari kenyataannya dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, etika dan moral. Tidak akan terjadi secara revolusi tetapi perubahan akan terasa seiring dengan waku pada masyarakat.
Norma biasa disebut etika. Etika dalam arti sempit sering dipahami masyarakat sebagai sopan santun. Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral. Menurut Muchtar
Samad (2016) kata moral berasal dari bahsa latin
mores dengan asal kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat dan kelakuan demikian kata moral dapat
diberikan makna kesusilaan, dengan demikian kata
moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada
ketentuan yang bersifat sosial (Samad,2016).
Moral adalah prinsip yang membantu individu
dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom
merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini
merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu
suatu masalah yang dialami oleh negara dimana
banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek
kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan
masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di
masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut. Perkembangan akan moral sendiri ditandai dengan kemampuan seseorang untuk memahami aturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang
mengatur tentang etika dalam bermasyarakat,sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu
zaman sekarang kurang dalam beretika.
1. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika
(moral) terhadap anak.
2. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan
sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus
orangtuanya.
4. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
a. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
b. Keadilan (gerechtigkeit)
c. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam
membentuk moral bangsa saat ini :
Internal:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam
membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam
masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Eksternal
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di
sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah
segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan
lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam
mengenai dampak yang akan terjadi pada
masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai
bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral pada masyarakat. Peruahan zaman yang dialami pada saat ini terlihat baik-baik saja tanpa disadari kenyataannya dapat menghilangkan budaya, kebiasaan, etika dan moral. Tidak akan terjadi secara revolusi tetapi perubahan akan terasa seiring dengan waku pada masyarakat.
Norma biasa disebut etika. Etika dalam arti sempit sering dipahami masyarakat sebagai sopan santun. Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral. Menurut Muchtar
Samad (2016) kata moral berasal dari bahsa latin
mores dengan asal kata mos yang berarti kesusilaan, tabiat dan kelakuan demikian kata moral dapat
diberikan makna kesusilaan, dengan demikian kata
moral, yaitu jiwa yang mendasari perilaku seseorang atau masyarakat yang lebih ditekankan kepada
ketentuan yang bersifat sosial (Samad,2016).
Moral adalah prinsip yang membantu individu
dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom
merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini
merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu
suatu masalah yang dialami oleh negara dimana
banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek
kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan
masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di
masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut. Perkembangan akan moral sendiri ditandai dengan kemampuan seseorang untuk memahami aturan, norma dan etika yang berlaku di masyarakat.
Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang
mengatur tentang etika dalam bermasyarakat,sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak malakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat.
Beberapa faktor yang menyababkan para individu
zaman sekarang kurang dalam beretika.
1. Pertama, kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika
(moral) terhadap anak.
2. Kedua, berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya.
3. Ketiga, lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan membentuk kepribadian seorang pemuda masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan
sama sekali oleh masyarakat sekitar, terkhusus
orangtuanya.
4. Keempat, kurangnya penanaman jiwa religius didalam diri pemuda serta masih kurangnya pengetahuan tentang agama yang menjadikannya turntutan untuk selalu berperilaku etis.
Ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
a. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
b. Keadilan (gerechtigkeit)
c. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)
Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam
membentuk moral bangsa saat ini :
Internal:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam
membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam
masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Eksternal
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di
sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama
Re: Forum Analisis Jurnal 2
jessica amelia putri
2113053029
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis.pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.
2113053029
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Menurut Dian Ibung moral adalah nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan social dan mengatur tingkah laku seseorang. Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal etika yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan\adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Jadi etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis.pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.
Nama : Kiki Lieoni Widodo
NPM : 2113053005
Izin menjawab jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" Agar masyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.
Sebagai contoh pada jurnal ini yakni, Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika di kampung Cijambe Girang Sukaresmi,sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Tentunya hal ini harus diperhatikan dan diberikan upaya agar moral bangsa tetap terjaga. Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri. Terutama dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
NPM : 2113053005
Izin menjawab jurnal 2 yang berjudul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" Agar masyarakat mempunyai etika yang baik untuk mewujudkan moral bangsa yang sesuai dengan karakteristik Indonesia, maka salah satu penerapannya adalah dengan penegakan hukum etika dalam masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat.
Sebagai contoh pada jurnal ini yakni, Kurangnya pemahaman tentang kewajiban beretika di kampung Cijambe Girang Sukaresmi,sehingga timbulnya kasus seperti pelecehan seksual yang menghilangnya kesadaran beretika dalam masyarakat. Tentunya hal ini harus diperhatikan dan diberikan upaya agar moral bangsa tetap terjaga. Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri. Terutama dikalangan pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa terutama di daerah Kampung Cijambe GirangSukaresmi Kabupaten Sukabumi, Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat.
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegakan HAM dimasyarakat
4. Pemerintah harus bertindak
Annisa Nathania
3153053040
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2:
Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral.
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Apabila terjadi pelanggaran tentunya pasti ada sanksi yang didapatkan baik sanksi hukum maupun sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Yang menyebabkan terjadinya sanksi sosial adalah saat informasi atau berita tersebut tersebar dan di dengar oleh masyarakat.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut.
Dalam penegakkan hukum terbadap etika dan moral masyarakat harus melihat dari beberapa hal. Yakni ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
1. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
2. Keadilan (gerechtigkeit)
3. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Terimakasih...
3153053040
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2:
Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Di Indonesia, penegakan hukum selalu menjadi suatu kewajiban yang mutlak harus diadakan dalam negara hukum yang berdasarkan Pancasila. Kewajiban tersebut bukan hanya dibebankan pada petugas resmi yang telah ditunjuk dan diangkat oleh Pemerintah akan tetapi juga merupakan kewajiban dari pada seluruh warga masyarakat. Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral. Hal ini bukan lagi masalah sepele jika kita mengkaji lebih dalam mengenai dampak yang akan terjadi pada masyarakat. Sehingga kita perlu bertindak sebagai bentuk upaya pencegahan, dan mencari tahu apa saja faktor yang dapat memberikan perubahan etika dan moral.
Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. Apabila terjadi pelanggaran tentunya pasti ada sanksi yang didapatkan baik sanksi hukum maupun sanksi sosial dari masyarakat itu sendiri. Yang menyebabkan terjadinya sanksi sosial adalah saat informasi atau berita tersebut tersebar dan di dengar oleh masyarakat.
Krisisnya mentalitas masyarakat pada saat ini merupakan bagian dari krisis multidimensional yaitu suatu masalah yang dialami oleh negara dimana banyak terjadi masalah dalam berbagai aspek kehidupan, yang dihadapi khususnya pada kalangan masyatakat. Penanaman akan nilai-nilai moral di masyarakat mengalami kemunduran, sehingga untuk memiliki moral yang baik dan benar, seseorang tidak cukup sekedar melakukan tindakan yang menurutnya sudah baik saja akan tetapi hendaknya setiap tindakan yang dilakukan disertai dengan keyakinan dan pemahaman akan kebaikan yang tertanam dalam tindakan tersebut.
Dalam penegakkan hukum terbadap etika dan moral masyarakat harus melihat dari beberapa hal. Yakni ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan Hukum yaitu:
1. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
2. Keadilan (gerechtigkeit)
3. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)
Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada
Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Terimakasih...
Nama : Reza Fitriyani Sari
Npm : 2113053094
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2
Berdasar Jurnal di atas dapat di ketahui bahwa, Etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Hal yang paling penting adalah bagaimana peranan etika dan moral tersebut dapat berjalan dengan baik dalam penerapannya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan individu saat ini kurang dalam beretika diantaranya:
1. kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika moral terhadap anak
2. Berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya
3. lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar
4. kurangnya penanaman jiwa religius di dalam diri serta kurangnya pengetahuan tentang agama.
Dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan
masyarakat. Etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman.
ada tiga upaya internal yang bisa diterapkan, yaitu:
1. meningkatkan moral bangsa yaitu suatu meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. membatasi penggunaan teknologi yang ada.
Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang kita sehingga menjadi karakter bangsa yang harus terus dijunjung tinggi.
Terima Kasih
Npm : 2113053094
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2
Berdasar Jurnal di atas dapat di ketahui bahwa, Etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Hal yang paling penting adalah bagaimana peranan etika dan moral tersebut dapat berjalan dengan baik dalam penerapannya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan individu saat ini kurang dalam beretika diantaranya:
1. kurangnya kepedulian orang tua terhadap pentingnya menanamkan serta mengajarkan etika moral terhadap anak
2. Berkembangnya teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir di zaman sekarang menjadi serba instan dan tidak peduli akan lingkungan sekitarnya
3. lingkungan sekitar yang membentuk karakter dan kepribadian masih kurang diperhatikan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali oleh masyarakat sekitar
4. kurangnya penanaman jiwa religius di dalam diri serta kurangnya pengetahuan tentang agama.
Dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan
masyarakat. Etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman.
ada tiga upaya internal yang bisa diterapkan, yaitu:
1. meningkatkan moral bangsa yaitu suatu meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
2. menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. membatasi penggunaan teknologi yang ada.
Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang kita sehingga menjadi karakter bangsa yang harus terus dijunjung tinggi.
Terima Kasih
Nama : Icha Kurnia Putri
NPM : 2113053052
Kelas : 3C
Analisis Jurnal 2
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Namun belakangan ini sering terjadi ketidak sesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. .Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yang bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
NPM : 2113053052
Kelas : 3C
Analisis Jurnal 2
Moral merupakan perilaku yang baik yang menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Namun belakangan ini sering terjadi ketidak sesuaian beretika dalam masyarakat yang menghilangkan citra dari karakter bangsa. .Di era masa modern ini, semakin canggihnya teknologi semakin banyak pula dimasyarakat yang minim etika ataupun moral. Banyak sekali kasus yang bertentangan dengan moral seperti halnya pembunuhan, pergaulan bebas, narkoba. Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk menjegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia khususnya Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, tidak hilang tertimbun zaman. Etika dan moral baik sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia yang diajarkan dari nenek moyang mereka sehingga ini menjadi kalater bangsa yang terus dijunjung tinggi.
Nama : Niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 3C
Izin menganalisis jurnal 2 yang berjudul: “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”. Oleh Kanesa Putri 1, Muhammad Eko Maryana2.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.
Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang.
Salah satu teori yang di populerkan oleh Bentham dalam ilmu hukum itu adalah teori utiliarianis, Bentham menyatakan baik buruknya hukum itu terletak pada baik buruknya isi norma yang dibuat, akan tetapi baik buruknya hukum itu harus diukur dari baik buruknya suatu norma hukum baru dapat dinilai baik, jika akibat yang dihasilkan dari penerapan norma itu adalah kebaikan, sebaliknya norma hukum akan dikatakan tidak baik manakala akibat dari penerapan norma itu sendiri yang mengantarkan kearah ketidak adilan dan penderitaan atau penegakkan hukumnya yang salah sehingga mengakibatkan ketidak adilan dan penderitaan itu.
Adapun upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini.
Hukum Indonesia bertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila. Hukum dan masyarakat saling berkaitan salah satunya adalah hukum ada untuk mencegah konflik dalam masyarakat, hukum menjadi upaya untuk menyelesaikan suatu perkara berdasarkan kebijakan yang didasarkan oleh norma yang berlaku, sehingga tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri.
Npm : 2153053032
Kelas : 3C
Izin menganalisis jurnal 2 yang berjudul: “Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat”. Oleh Kanesa Putri 1, Muhammad Eko Maryana2.
Di dalam kehidupan masyarakat tentunya ada norma hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut karena norma hukum itu memiliki ketegasan bagi siapapun yang melanggarnya.
Dengan diciptakannya hukum bisa menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang.
Salah satu teori yang di populerkan oleh Bentham dalam ilmu hukum itu adalah teori utiliarianis, Bentham menyatakan baik buruknya hukum itu terletak pada baik buruknya isi norma yang dibuat, akan tetapi baik buruknya hukum itu harus diukur dari baik buruknya suatu norma hukum baru dapat dinilai baik, jika akibat yang dihasilkan dari penerapan norma itu adalah kebaikan, sebaliknya norma hukum akan dikatakan tidak baik manakala akibat dari penerapan norma itu sendiri yang mengantarkan kearah ketidak adilan dan penderitaan atau penegakkan hukumnya yang salah sehingga mengakibatkan ketidak adilan dan penderitaan itu.
Adapun upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini.
Hukum Indonesia bertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila. Hukum dan masyarakat saling berkaitan salah satunya adalah hukum ada untuk mencegah konflik dalam masyarakat, hukum menjadi upaya untuk menyelesaikan suatu perkara berdasarkan kebijakan yang didasarkan oleh norma yang berlaku, sehingga tidak ada masyarakat yang main hakim sendiri.