Diskusi 2

Diskusi 2

Jumlah balasan: 8
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi 2

oleh Annisa Salsabina Rahmadhani -
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014

Izin Bertanya kepada kelompok 6,

Bagaimana cara kita sebagai tenaga pendidik membuat media pembelajaran yang tepat untuk peserta didik pada anak kelas rendah? serta bagaimana mengembangkan media tersebut? lalu jika terdapat hambatan dalam pengembangan media belajar tersebut bagaimana cara mengatasinya?

sekian, terima kasih
Sebagai balasan Annisa Salsabina Rahmadhani

Re: Diskusi 2

oleh miftahu rahman -
Nama : Miftahu Rahman
Npm : 2113053092
Kelas : 2C
Izin menjawab pertanyaan Annisa Salsabina yaitu Sedikitnya ada lima aspek yang perlu dipenuhi oleh media pembelajaran yang baik, yaitu:
1.Memenuhi harapan kurikulum – tematik.
2.Sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Kenali gaya belajar mereka (dominan audial, visual, atau kinestetik). Pilih media yang sesuai dengan gaya belajar mereka.
3.Otentik. Media pembelajaran bersifat konkret, tidak abstrak. Menggunakan kursi dalam bentuk aslinya lebih baik daripada menunjukkan gambar kursi di kelas 1 sampai 3 SD.
4.Praktis dan Fungsional. Prinsip utama penggunaan media adalah untuk mengefektifkan pembelajaran dalam menggunakan waktu sehingga dalam waktu yang singkat murid dapat belajar banyak hal. Penggunaan media yang malah menghabiskan waktu, sebaiknya dihindari.
5.Menarik minat. Guru perlu mengenali minat murid mereka pada bacaan jenis apa, makanan apa, mainan apa, dan semacamnya. Dengan mengenali minat mereka, guru dapat memilih media yang menarik minat itu.
Media-media tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber sebagai berikut: (1) lingkungan kelas/sekolah, (2) lingkungan rumah siswa, (3) internet (gambar, video, audio), (4) buku, dan (5) tubuh guru/siswa.
Sebagai balasan Annisa Salsabina Rahmadhani

Re: Diskusi 2

oleh WAHANA TRI ADHASARI -
Nama : Wahana Tri Adhasari
NPM : 2113053209

Izin menambahkan jawaban Mifta dari pertanyaan Annisa Salsabina

bagaimana cara mengembangkan media tersebut, lalu apabila terdapat hambatan dalam pengembangan media tersebut bagaimnaa cara mengatasinya


Jawaban
Arif S. Sadiman (1990: 100), mengutarakan langkah-
langkah dalam pengembangan program media pembelajaran yaitu: (1) menganalisis kebutuhan dan karakteritik siswa,
(2) merumuskan tujuan instruksional, (3) merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan,
(4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan,
(5) menulis naskah media,
(6) mengadakan tes dan revisi.


Cara mengatasi kendala atau hambatannya yaitu
- dengan mencarikan banyak referensi sebagai bahan bandingan. Contoh: jangan menggunakan 1 (satu) buku atau 1 (satu) sumber untuk memberikan sumber pada proses belajar mengajar. Diharapkan adanya sumber pembanding sebagai “penguat” dari informasi yang akan disampaikan.
- Sebelum dilakukan presentasi, sebaiknya ricek ulang informasi yang akan disampaikan. Apakah informasi tersebut sudah sesuai dengan target yang diinginkan.
Kecanggihan suatu media pembelajaran akan sirna bila konten dari informasi yang akan disampaikan jauh dari target yang diinginkan.
- Ajaklah si belajar untuk memberikan komentar terhadap hasil yang dilihatnya. Sehingga peserta lainnya dapat memberikan informasi lain yang relevan dengan yang akan dibahas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi 2

oleh Niken Azzahra -
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
izin bertanya moderator
Nama : niken azzahra
Npm : 2153053032
Pada ppt anda terdapat beberapa alokasi waktu seperti tahunan, semesteran,harian dan mingguan.

Pertanyaannya : nah jika pendidik merancang dan melaksanakan alokasi waktu tahunan, semesteran,harian serta mingguan. bagaimana cara mengembangkan alokasi waktu tersebut agar menjadi lebih baik, setelah dilakukannya evaluasi?

Sekian pertannyaan dari saya untuk kelompok 6,wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Niken Azzahra

Re: Diskusi 2

oleh Winda.l eriska -
Nama : Winda eriska
Npm : 2113053079
Izin menjawab pertanyaan dari Niken

Program Tahunan

Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru matapelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan

Program tahunan memuat penjabaran alokasi waktu tiap-tiap standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tiap semester dan tiap kelas selama satu tahun pelajaran. Program tahunan selanjutnya dijabarkan secara rinci pada program semester. Program tahunan dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya. Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, rang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan (Mulyana, 2004 : 95).

Program Semester

Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendal dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.
Program Mingguan dan Harian

Program mingguan dan harian merupakan penjabaran dari program semester dan program modul yang dimaksudhkan untuk mengetahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang bagi setiap peserta didik dan juga untuk mengidentifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik sehingga dapat diketahui peserta didik yang mendapatkan kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan dan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata kelas.

Alokasi Waktu

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi 2

oleh ANNISA NATHANIA -
Annisa Nathania
2153053040

Izin bertanya: Bagaimana manfaat dan pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap kemajuan siswa dan suasana belajar? Serta sebutkan contoh pengimplementasiannya pada daerah 3T!
Sebagai balasan ANNISA NATHANIA

Re: Diskusi 2

oleh miftahu rahman -
Nama : Miftahu Rahman
Npm : 2113053092
Kelas : 2 c
Izin menjawab pertanyaan Annisa Nathania yaitu Akbar, dkk (2016 : 148) mengemukakan bahwa manfaat multimedia
interaktif diantaranya (1) meningkatkan efisiensi; (2) meningkatkan motivasi; (3)
memfasilitasi belajar aktif; (4) memudahkan siswa untuk memahami konsep,
konsisten dengan belajar yang berpusat kepada siswa; dan (5) memandu siswa
untuk belajar.Philips (1997 : 12) menyatakan bahwa manfaat multimedia interaktif ialah
mempunyai potensi mengakomodasi cara belajar yang berbeda-beda dan
multimedia pembelajaran interaktif memiliki lingkungan multisensory untuk
mendukung cara belajar tertentu.disimpulkan bahwa multimedia interaktif merupakan media
pembelajaran yang dapat mendukung guru dan siswa dalam proses pembelajaran
secara aktif sebagai salah satu sumber belajar. Penggunaan multimedia juga dapat
dimanfaatkan bagi guru dan siswa untuk belajar dalam hal penguasaan penggunaan
teknologi yang semakin berkembang.
Kebermanfaatn multimedia interaktif dalam pembelajaran tentunya juga
harus diimbangi dengan fasilitas teknologi yang mempuni. Sehingga ada beberapa
hal yang perlu disediakan atau disiapkan dalam menggunakan multimedia interaktif
dalam pembelajaran tematik
Sebagai balasan ANNISA NATHANIA

Re: Diskusi 2

oleh IKA SAEFITRI -
Nama: Ika Saefitri
Npm: 2113053099

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Annisa Nathania, Saya ambil contoh program e-Sabak yaitu proses pembelajaran menggunakan tablet. Program ini bakal mampu mengurangi biaya kebutuhan para siswa akan buku. Sabak yang sudah di gagasan di Kota Depok pada 2015. Program ini merupakan pelopor pembelajaran berbasis teknologi pertama di Indonesia.(Mendikbud) Anies Baswedan menuturkan, pihaknya akan memprioritaskan program e-sabak di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) terlebih dahulu. Ini sesuai dengan arahan Presiden RI yang disampaikan dalam rapat kabinet yang digelar di Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Khusus untuk program ini, prioritas pertama adalah wilayah perbatasan dan daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah. Mendikbud mengatakan, prioritas tersebut diberikan kepada beberapa wilayah di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara. “Namun, prioritas utama adalah di daerah perbatasan.Alasan lain memprioritaskan daerah 3T adalah karena wilayah tersebut selama ini sulit terjangkau oleh pengiriman logistik buku-buku pelajaran.
Mendikbud berharap, melalui e-sabak ini ketimpangan akses pendidikan berkualitas dapat dikurangi. Itu karena mereka yang berada di daerah 3T bisa mendapat kualitas pengetahuan dan informasi yang sama dengan siswa yang berada di kota-kota besar.

Penggunaan tablet untuk pembelajaran ini juga sudah dilakukan oleh sekitar 1.200 siswa SMA Terbuka yang dimulai tahun lalu. Mendikbud mengatakan, ini menjadi salah satu bahan yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana implementasi penggunaan tablet dalam pembelajaran di lapangan.