Pertanyaan, jawaban, dan sanggahan
Diskusi Sesi 2
nama : winda eriska
npm : 2113053079
izin bertanya
Seperti yang sudah dijelaskan dippt bahwa guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang sudah dilaksanakan melalui salah satu penilaian yakni penilaian sumatif. Namun bila hasil dari penilaian tersebut hasil mencontek dari teman. Apakah pembelajaran tersebut bisa dikatakan berhasil ?
npm : 2113053079
izin bertanya
Seperti yang sudah dijelaskan dippt bahwa guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang sudah dilaksanakan melalui salah satu penilaian yakni penilaian sumatif. Namun bila hasil dari penilaian tersebut hasil mencontek dari teman. Apakah pembelajaran tersebut bisa dikatakan berhasil ?
Annisa Nathania
2153053040
Menurut saya, penilaian sumatif yang hasil penilaian ya didapatkan dari mencontek dapat dijatakan tidak berhasil. Hal ini karena hasil tersebut merupakan hasil curang yang tidak murni berdasarkan pemikiran peserta didik.
Maka, para tenaga pendidik sekarang tidak lagi menjadikan penilaian sumatif berupa ujian akhir sebagai patokan kelulusan siswa. Melainkan lebih melihat kepada keaktifan siswa yang dilihat dari kegiatan berdiskusi, praktek, dll.
2153053040
Menurut saya, penilaian sumatif yang hasil penilaian ya didapatkan dari mencontek dapat dijatakan tidak berhasil. Hal ini karena hasil tersebut merupakan hasil curang yang tidak murni berdasarkan pemikiran peserta didik.
Maka, para tenaga pendidik sekarang tidak lagi menjadikan penilaian sumatif berupa ujian akhir sebagai patokan kelulusan siswa. Melainkan lebih melihat kepada keaktifan siswa yang dilihat dari kegiatan berdiskusi, praktek, dll.
Nama : Wahana Tri Adhasari
NPM : 2113053209
Apakah terdapat keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru agar penilaian yang di lakukan dapat terlaksana dengan baik, dan apakah yang akan terjadi apabila dalam melakukan penilaian guru melakukan sebuah kelalaian.
NPM : 2113053209
Apakah terdapat keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru agar penilaian yang di lakukan dapat terlaksana dengan baik, dan apakah yang akan terjadi apabila dalam melakukan penilaian guru melakukan sebuah kelalaian.
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 2c
Izin menjawab pertanyaan dari saudari wahana tri adhasari
Sebenarnya tidak ada ke ahlian khusus dalam proses penilaian agar penilaian berjalan dengan baik tetapi harus dibarengi dengan guru menguasai kompetensi profesional guru yang meliputi kompetensi paedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Apakah yang akan terjadi apabila dalam melakukan penilaian guru melakukan sebuah kelalaian
A. Tidak dapat membantu siswa dalam Menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi
b. Tidak dapat Mengevaluasi hasil belaajr peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
c. Tidak dapat Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseoorang perlu mengikuti remidial atau pengayaan.
d. Tidak dapat Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pengajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pengajaran berikutnya.
e. Pasti tidak dapat menjadikan dirinya Sebagai kontrol dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.
Sekian jawaban dari saya. Saya akhiri wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 2c
Izin menjawab pertanyaan dari saudari wahana tri adhasari
Sebenarnya tidak ada ke ahlian khusus dalam proses penilaian agar penilaian berjalan dengan baik tetapi harus dibarengi dengan guru menguasai kompetensi profesional guru yang meliputi kompetensi paedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Apakah yang akan terjadi apabila dalam melakukan penilaian guru melakukan sebuah kelalaian
A. Tidak dapat membantu siswa dalam Menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi
b. Tidak dapat Mengevaluasi hasil belaajr peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
c. Tidak dapat Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseoorang perlu mengikuti remidial atau pengayaan.
d. Tidak dapat Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pengajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pengajaran berikutnya.
e. Pasti tidak dapat menjadikan dirinya Sebagai kontrol dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.
Sekian jawaban dari saya. Saya akhiri wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm :2113053167
Izin bertanya Langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penyusunan penilaian autentik dan apakah ada kendala dalam menerapkan penilaian autentik, tolong jelaskan ?
Npm :2113053167
Izin bertanya Langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penyusunan penilaian autentik dan apakah ada kendala dalam menerapkan penilaian autentik, tolong jelaskan ?
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Laela Nur Vazriyah
Npm : 2113053186
Kelas : 2c
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Negi Titin Widyaningtius
Langkah yang harus di lakukan dalam penyusunan penilaian autentik yaitu :
1. Identifikasi dan Penentuan Standar yang akan dicapai. Tentukan kriteria keberhasilan belajar yang harus dikuasai oleh peserta didik secara jelas dan terukur.
2. Penentuan Tugas Otentik. Tentukan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan memperhatikan keterkaitan antara kompetensi belajar dan dunia nyata.
3. Pembuatan Kriteria Tugas Otentik. Kriteria dalam penilaian otentik digunakan untuk menilai seberapa
baik peserta didik menyelesaikan tugas dan seberapa baik mereka telah memenuhi standar. Kemampuan peserta didik pada suatu tugas ditentukan dengan mencocokkan kinerja peserta
didik terhadap seperangkat kriteria untuk menentukan sejauh mana kinerja peserta didik memenuhi kriteria untuk tugas tersebut.
4. Pembuatan Rubrik. Rubrik digunakan sebagai patokan untuk menentukan tingkat pencapaian
peserta didik. Rubrik biasanya dibuat dengan berisi kriteria penting dan tingkat capaian kriteria yang
bertujuan untuk mengukur kinerja peserta didik. Kriteria dirumuskan dengan kata-kata tertentu yang
menunjukkan apa yang harus dicapai peserta didik. Tingkat capaian kinerja ditunjukkan dalam bentuk angka-angka, besar kecilnya angka tersebut
bermakna tinggi rendahnya capaian hasil belajar peserta didik.
5 Pengolahan Skor Penilaian Otentik. Hasil belajar peserta didik pada penilaian otentik berujud sekor.
Sekor ini merupakan jumlah jawaban benar peserta didik yang merupakan hasil koreksi dari pendidik
terhadap pekerjaan peserta didik. Proses penyekoran dapat dilakukan secara langsung, namun demikian lebih baik jika proses penilaian
menggunakan rubrik. Sekor hasil belajar otentik ini selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi nilai. Nilai ini menunjukkan bentuk kualitatif capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran.
Kendala yang dihadapi guru dalam penerapan penilaian autentik itu seperti
1. Pada penilaian kompetensi sikap guru bisa mengalami kesulitan pada teknik penilaian diri, guru akan megalami kesulitan jika ada siswa yang kurang tepat pada saat memberikan jawaban pada penilaian diri, dan jika ada siswa yang tidak jujur dalam memberikan jawaban pada penilaian diri.
Menurut Kunandar (2013: 134) menjelaskan bahwa penilain diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi sikap, baik spiritual maupun sikap sosial. Namun dalam pelaksanaannya terdapat kelemahan yaitu cenderung subjektif, kemungkinan peserta didik menilai dengan skor tinggi, membutuhkan persiapan dan alat ukur yang cermat, peserta didik terkadang tidak konsisten, hasilnya kurang akurat, dan peserta didik kurang memahami kemampuan yang dimiliki.
2. Selanjutnya permasalahan yang dihadapi guru yaitu permasalahan
dalam penilaian kompetensi pengetahuan. Jika teknik penilaian yang digunakan dalam kompetensi pengetahuan ini adalah tes tertulis, tes lisan dan penugasan. Masalah dalam tes tertulis dialami oleh
guru adalah jika terdapat beberapa anak yang tidak bisa mengikuti
pelajaran dengan baik sehingga harus diberikan perhatian yang esktra untuk
anak-anak tersebut.
3. Selanjutnya penilaian keterampilan, guru mengalami kesulitan dalam penilaian unjuk kerja karena dalam proses penilaian unjuk kerja ini semua
alat dan bahan disedikan oleh guru karena guru tidak mau membebankan pada orang tua siswa, kecuali bahan yang memang mudah didapatkan dirumah maka guru akan meminta siswa untuk membawa sendiri dari rumah.
4. Pada penilaian
portofolioguru memiliki keterbatasan waktu saat pelaksanaan penilaian.
Sekian jawaban dari saya. Saya akhiri wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama : Laela Nur Vazriyah
Npm : 2113053186
Kelas : 2c
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Negi Titin Widyaningtius
Langkah yang harus di lakukan dalam penyusunan penilaian autentik yaitu :
1. Identifikasi dan Penentuan Standar yang akan dicapai. Tentukan kriteria keberhasilan belajar yang harus dikuasai oleh peserta didik secara jelas dan terukur.
2. Penentuan Tugas Otentik. Tentukan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan memperhatikan keterkaitan antara kompetensi belajar dan dunia nyata.
3. Pembuatan Kriteria Tugas Otentik. Kriteria dalam penilaian otentik digunakan untuk menilai seberapa
baik peserta didik menyelesaikan tugas dan seberapa baik mereka telah memenuhi standar. Kemampuan peserta didik pada suatu tugas ditentukan dengan mencocokkan kinerja peserta
didik terhadap seperangkat kriteria untuk menentukan sejauh mana kinerja peserta didik memenuhi kriteria untuk tugas tersebut.
4. Pembuatan Rubrik. Rubrik digunakan sebagai patokan untuk menentukan tingkat pencapaian
peserta didik. Rubrik biasanya dibuat dengan berisi kriteria penting dan tingkat capaian kriteria yang
bertujuan untuk mengukur kinerja peserta didik. Kriteria dirumuskan dengan kata-kata tertentu yang
menunjukkan apa yang harus dicapai peserta didik. Tingkat capaian kinerja ditunjukkan dalam bentuk angka-angka, besar kecilnya angka tersebut
bermakna tinggi rendahnya capaian hasil belajar peserta didik.
5 Pengolahan Skor Penilaian Otentik. Hasil belajar peserta didik pada penilaian otentik berujud sekor.
Sekor ini merupakan jumlah jawaban benar peserta didik yang merupakan hasil koreksi dari pendidik
terhadap pekerjaan peserta didik. Proses penyekoran dapat dilakukan secara langsung, namun demikian lebih baik jika proses penilaian
menggunakan rubrik. Sekor hasil belajar otentik ini selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi nilai. Nilai ini menunjukkan bentuk kualitatif capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran.
Kendala yang dihadapi guru dalam penerapan penilaian autentik itu seperti
1. Pada penilaian kompetensi sikap guru bisa mengalami kesulitan pada teknik penilaian diri, guru akan megalami kesulitan jika ada siswa yang kurang tepat pada saat memberikan jawaban pada penilaian diri, dan jika ada siswa yang tidak jujur dalam memberikan jawaban pada penilaian diri.
Menurut Kunandar (2013: 134) menjelaskan bahwa penilain diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi sikap, baik spiritual maupun sikap sosial. Namun dalam pelaksanaannya terdapat kelemahan yaitu cenderung subjektif, kemungkinan peserta didik menilai dengan skor tinggi, membutuhkan persiapan dan alat ukur yang cermat, peserta didik terkadang tidak konsisten, hasilnya kurang akurat, dan peserta didik kurang memahami kemampuan yang dimiliki.
2. Selanjutnya permasalahan yang dihadapi guru yaitu permasalahan
dalam penilaian kompetensi pengetahuan. Jika teknik penilaian yang digunakan dalam kompetensi pengetahuan ini adalah tes tertulis, tes lisan dan penugasan. Masalah dalam tes tertulis dialami oleh
guru adalah jika terdapat beberapa anak yang tidak bisa mengikuti
pelajaran dengan baik sehingga harus diberikan perhatian yang esktra untuk
anak-anak tersebut.
3. Selanjutnya penilaian keterampilan, guru mengalami kesulitan dalam penilaian unjuk kerja karena dalam proses penilaian unjuk kerja ini semua
alat dan bahan disedikan oleh guru karena guru tidak mau membebankan pada orang tua siswa, kecuali bahan yang memang mudah didapatkan dirumah maka guru akan meminta siswa untuk membawa sendiri dari rumah.
4. Pada penilaian
portofolioguru memiliki keterbatasan waktu saat pelaksanaan penilaian.
Sekian jawaban dari saya. Saya akhiri wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin menambahkan pertanyaan dari negi,
apakah ada kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik.
Jawabannya tentu ada beberapa kendala dalam melaksanakan penilaian autentik diantaranya yaitu guru merasa aspek atau ranah yang dinilai terlalu banyak seperti ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik,sehingga menyulitkan dalam mengembangan instrument penilaian. Selain itu terlalu banyaknya teknik yang harus digunakan juga menjadi kesulitan tersendiri bagi guru, juga ketersediaan alokasi waktu yang kurang Sehingga guru kurang maksimal dalam menyusun dan melaksanakan penilaian autentik, karakteristik siswa yang ogah-ogahan dalam penilaian, jumlah siswa yang terlalu banyak, dan keterbatasan kemampuan guru untuk merealisasikan seluruh teknik-teknik penilaian autentik.
Serta Penilaian harus dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.
apakah ada kendala dalam pelaksanaan penilaian autentik.
Jawabannya tentu ada beberapa kendala dalam melaksanakan penilaian autentik diantaranya yaitu guru merasa aspek atau ranah yang dinilai terlalu banyak seperti ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik,sehingga menyulitkan dalam mengembangan instrument penilaian. Selain itu terlalu banyaknya teknik yang harus digunakan juga menjadi kesulitan tersendiri bagi guru, juga ketersediaan alokasi waktu yang kurang Sehingga guru kurang maksimal dalam menyusun dan melaksanakan penilaian autentik, karakteristik siswa yang ogah-ogahan dalam penilaian, jumlah siswa yang terlalu banyak, dan keterbatasan kemampuan guru untuk merealisasikan seluruh teknik-teknik penilaian autentik.
Serta Penilaian harus dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.