Diskusi Sesi 1

Diskusi Sesi 1

Number of replies: 11

Sampaiakan Pertanyaan, Jawaban, dan Sanggahan disni

In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by ICHA KURNIA PUTRI -
Nama : Icha Kurnia Putri
NPM : 2113053052
Menurut kelompok anda seperti apa faktor pendukung dan penghambat dalam menyusun langkah-langkah pembelajaran?
In reply to ICHA KURNIA PUTRI

Re: Diskusi Sesi 1

by NEGI TITIN WIDYANINGTIUS -
nama : negi titin widyaningtius
npm: 2113053167

izin menjawab pertanyaan icha kurnia putri
Faktor Pendukung dalam menyusun langkah – langkah Pembelajaran.
a. Adanya fasilitas pendukung dalam proses pelaksanaan pelajaran yang akan di ajarkan. Misalnya tersedianya computer untuk mata pelajaran TIK
b. Tingkat kompetensi guru pada satu mata pelajaran haruslah tinggi. Satu guru mengajarkan satu mata pelajaran. Agar konsentrasi siswa dan guru tidak bercabang.
c. Situasi dalam proses pembelajaran. Menyusun langkah – langkah pembelajaran akan sulit dibuat jika keadaan suatu kelas tidak bisa kondusif.
Faktor penghambat dalam meyusun langkah – langkah Pembelajaran
a. Belum adanya rumusan tujuan dari suatu pembelajaran. Hal ini harus dilakukan terlebih dulu setelah itu seorang guru dapat menyusun langkah – langkah pembelajaran.
b. Tingkat kompetensi guru yang masih rendah.
c. Seorang guru mengampu lebih dari satu mata pelajaran sehingga dalam proses penyusunannya kurang maksimal.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by SHERLITA NUR AZIZAH -
Nama : Sherlita Nur Azizah
NPM : 2113053232

Izin bertanya,
Salah satu langkah pembelajaran pada pendahuluan yaitu motivasi. Bagaimana cara memberi motivasi yang baik agar dapat membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar?
In reply to SHERLITA NUR AZIZAH

Re: Diskusi Sesi 1

by Diah Widianingsih -
Nama: Diah Widianingsih
NPM: 2113053171
Kelas: 2C

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Sherlita Nur Azizah

Cara membangkitkan motivasi peserta didik dalam belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

1. Pilih Metode Pembelajaran yang Tepat
Menggunakan metode pembelajaran yang tepat bisa menjadi cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode ini bisa dilakukan dengan memberikan ragam metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat dan beragam membantu siswa supaya tidak merasa bosan saat KBM.
Jika siswa sudah merasa mulai bosan saat pelajaran, guru bisa mengubah metode belajar lain selain dari guru hanya memberi penjelasan. Metode lain yang bisa dilakukan misalnya diskusi kelompok, praktik, sesi tanya jawab,dan demonstrasi.

2. Kompetisi Antar Siswa
Kompetisi atau pertandingan adalah hal yang bagus bagi siswa saat pembelajaran karena bisa menumbuhkan motivasi siswa. Perlu diingat, kompetisi akan berjalan baik jika terjadi secara sehat. Kompetisi yang sehat artinya tidak ada yang saling menyakiti dan dilakukan hanya untuk sama-sama menjadi termotivasi. Dengan kompetisi, siswa akan berlomba membuktikan potensinya dan terus belajar. Kondisi ini nantinya akan meningkatkan motivasi belajar siswa.

3. Beri Siswa Pujian
Memberi pujian di sini maksudnya memberi apresiasi dan sentuhan positif secara verbal. Memberi pujian bukan hanya dilakukan atas keberhasilan siswa, tetapi juga saat siswa sudah berani mencoba walaupun gagal. Lewat pujian dan apresiasi, siswa akan merasa dihargai karena kerja kerasnya. Siswa akan semakin termotivasi untuk melakukan yang terbaik dan belajar lebih giat.
In reply to Diah Widianingsih

Re: Diskusi Sesi 1

by WAHYU RINGGIT KUNCORO -
Nama : Wahyu Ringgit Kuncoro
Npm : 2113053254

Izin menambahkan jawaban dari sodari Diah untuk pertanyaan Sherlita.
Bagi guru mengetahui motivasi belajar siswa sangat diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa.
Ada beberapa cara untuk menumbuhkan dan membangkitkan motivasi dalam kegiatan belajar siswa.diantaranya yaitu:

1. Memberi angka sebagai simbol dari nilai kegiatan belajar siswa.
banyak siswa belajar untuk mencapai angka atau nilai yang baik.sehingga siswa biasanya yang dikejar adalah nilai ulangan atau nila-nilai pada rapor angkanya yang baik-baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat.
2.memberikan Hadiah,Hadiah juga dapat di katakana sebagai motivasi,tetapi tidak selalu demikian.karena hadiah untuk suatu pekerjaan,mungkin tidak akan menarik bagi siswa yang tidak senang atau tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut. sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik bagi seseorang siswa yang tidak memiliki bakat menggambar.
3.Menguji persaingan/kompetisi. Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa.baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa,dan siswa pun akan lebih termotivasi.
4. Menumbuhkan kesadaran pada siswa (Ego-involvement) tujuannya agar siswa merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras, mempertaruhkan harga diri sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting siswa akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya.
5. Mengetahui hasil, Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat,maka akan ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat.
6.Memberikan Pujian, Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian,pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.

Terima kasih.
In reply to Diah Widianingsih

Re: Diskusi Sesi 1

by Farida Julia Saputri -
Nama: Farida Julia Saputri
NPM: 2113053073
Kelas: 2C

Izin menambahkan pertanyaan dari sherlita mengenai Bagaimana cara memberi motivasi yang baik agar dapat membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar?
Ada beberapa macam cara untuk membangkitkan motivasi peserta didik yaitu antara lain:
1.) Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik, khususnya bagi mereka yang secara prestasi tertinggal oleh siswa lainnya. Di sini guru dituntut untuk bisa lebih jeli terhadap kondisi anak didiknya.

2.) Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Ajarkan kepada siswa cara belajar yang baik, entah itu ketika siswa belajar sendiri maupun secara kelompok. Dengan cara ini siswa diharapkan untuk lebih termotivasi dalam mengulan- ulang pelajaran ataupun menambah pemahaman dengan buku-buku yang mendukung.

3.) Menciptakan suasana kelas yang kondusif
Kelas yang kondusif disini adalah kelas yang aman, nyaman dan selalu mendukung siswa untuk bisa belajar dengan suasana yang tenang dan mendukung proses pembelajaran dengan tata ruang sesuai yang diharapkan.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by HASNI SEPTIANI -
Nama :Hasni Septiani
Npm :2112053097
Izin bertanya,
Tolong jelaskan apa yang akan terjadi apabila unsur adaptabilitas dalam nilai perencanaan yang dapat di jadikan kriteria penyusunan pembelajaran tidak ada? Apakah penyusunan dapat di lanjutkan?
In reply to HASNI SEPTIANI

Re: Diskusi Sesi 1

by Farhan Iqbal Pratama -
Nama : Farhan Iqbal Pratama
NPM : 2113053196

Izin menjawab.
Adaptabilitas adalah perencanaan pembelajaran hendaknya disusun secara lentur atau tidak kaku. Artinya, perencanaan pembelajaran disusun untuk dapat diimplementasikan dalam berbagai keadaan dan berbagai kondisi.

Jadi, adaptabilitas perencanaan pembelajaran dapat digunakan oleh siapa saja bagi yang ingin menggunakan perencanaan tersebut dalam pembelajarannya. Adaptabilitas memudahkan guru dalam menyusun pembelajaran sehingga dapat digunakan di pembelajaran di kemudian hari dalam ruang yang berbeda. Penyusunan mungkin tetap bisa dilanjutkan namun nilai keefisiensinya jadi berkurang sehingga guru tersebut harus merencanakan kembali penyusunan pembelajaran yang sama.

Selain itu, adaptabilitas dalam pembelajaran merupakan hal penting bagi guru. Mengerti dan peka terhadap kondisi dan keadaan kelas yang bagaimana, misal kurang kondusif, seorang guru harus adaptif sehingga mampu mengembalikan suasana pembelajaran ke kondisi yang lebih kondusif, misalnya dengan cara membuat perhatian siswa tertuju lagi kepada materi pembelajaran dengan memberikan ice breaking sebentar dengan menyajikan atau menampilkan video animasi lucu untuk memecah suasana atau dengan bernyanyi bersama yang kemudian dilanjutkan lagi dengan pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi peserta didik sehingga rasa jenuh siswa dapat dihindarkan dan membuat siswa menjadi terkontrol selama pembelajaran.

Sekian jawaban dari saya.
Terima kasih.
In reply to First post

Re: Diskusi Sesi 1

by IRMANDA FRAHANI -
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124

Dalam startegi penyusunan tahapan pembelajaran terdapat kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Mengapa dalam penyusunan terdapat hal tersebut. Dan bagaimana jika pembelajaran tidak mengikuti hal tersebut apakah bisa atau tidak? Berikan penjelasan
In reply to IRMANDA FRAHANI

Re: Diskusi Sesi 1

by Resti Umi Melinda -
hal ini karna untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Guru yang baik akan berusaha sedapat mungkin agar pembelajarannya berhasil. Salah satu faktor yang dapat membawa keberhasilan itu, adalah adanya perencanaan pembelajaran yang dibuat guru sebelumnya. Melalui perencanaan yang maksimal, seorang guru dapat menentukan strategi apa yang digunakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Perencanaan dapat menghindarkan kegagalan pembelajaran.

Perencanaan dapat membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis Proses pembelajaran tidak berlangsung seadanya, akan tetapi berlangsung secara terarah dan terorganisir.

Melalui perencanaan yang baik, setidaknya dapat mengantisipasi atau meminimalisir permasalahan- permasalahan yang nantinya akan muncul, sehingga pembelajaran berjalan normal dan keberhasilan pembelajaran tercapai.

Tanpa perencanaan guru tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik. Guru tidak memiliki gambaran tentang tujuan yang ingin dicapai. Guru juga tidak bisa menentukan arah dan cara yang dipakai dalam mencapai tujuan pembelajaran.
In reply to Resti Umi Melinda

Re: Diskusi Sesi 1

by Farhan Iqbal Pratama -
Nama : Farhan Iqbal Pratama
NPM : 2113053196

Izin menambahkan jawaban.
Apabila pembelajaran tidak mengikuti hal tersebut atau dalam kata lain salah satu kegiatan tidak dapat dilaksanakan sehingga pembelajaran tidak akan berhasil. Contohnya saja, ketika suatu pembelajaran tidak ada kegiatan awal, seorang pendidik tidak akan tahu bagaimana kesiapan peserta didik dalam belajar. Siswa bisa saja belum siap sehingga tidak dapat menerima pembelajaran dengan baik. Terlebih lagi apabila kegiatan inti tidak dilakukan, maka tidak akan ada pembelajaran yang berlangsung. Dan apabila kegitan penutup tidak dilaksanakan, seorang pendidik tidak akan mengetahui sudah sejauh mana pemahaman peserta didik dalam menerima materi pembelajaran. Pendidik tidak akan bisa mengadakan evaluasi sehingga pembelajaran yang berlangsung menjadi tumpul dan berdampak pada keberhasilan siswa-siswanya.

Mungkin sah-sah saja bagi guru yang sudah lebih berpengalaman dalam mengajar, tanpa merumuskan langkah-langkah pun sudah bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik. Karena kita sebagai calon pendidik, kita perlu memahami langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini dikarenakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang sudah kita susun secara sistematis.

Sekian tambahan dari saya.
Terima kasih.