Forum Diskusi

Forum Diskusi

Number of replies: 7

Apabila ada pertanyaan dari materi yang belum dipahami, silahkan bertanya dan saling memberi pendapat pada forum ini!

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DZAKY Julianzah -
nama:dzaky julianzah arief
npm:2153033004
ada abad ke-14 di wilayah Jawa, dikenal sembilan penyebar agama Islam yang kondang dengan sebutan Wali Songo. Sembilan wali itu tinggal di beberapa daerah penting di sekitar pantai utara Jawa.
Strategi dakwah yang digunakan Wali Songo amat bervariasi, tergantung wilayah dan kondisi masyarakatnya. Sebagian besar dari para penyebar Islam ini beradaptasi dengan luwes agar penyampaian Islamnya diterima masyarakat. Penamaan Wali Songo sering kali dilekatkan dengan wilayah dakwahnya. Akibatnya, sebagian besar masyarakat tidak mengenal nama asli dari masing-masing wali. Nama-nama Wali Songo Berikut adalah sembilan tokoh Wali Songo, nama asli, strategi, dan wilayah persebaran dakwahnya, sebagaimana dituliskan Agus Sunyoto di buku Atlas Wali Songo (2016): 1. Sunan Gresik Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim dianggap sebagai orang pertama yang menyebarkan Islam di Jawa. Ia pertama kali datang ke desa Sembolo, sekarang Desa Laren di kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik. Strategi dakwahnya dimulai dari perdagangan, yang dilanjutkan dengan pendekatan politik. Sunan Gresik kemudian menjalin hubungan dengan penguasa saat itu. Sunan Grasik juga mendirikan pesantren dan masjid untuk menyebarkan Islam. Keberadaan Sunan Gresik ini menjadi kontroversi. Selama ini, ada perbedaan antara pandangan masyarakat dan fakta sejarah. Sebagaimana dilansir dari NU Online, keberadaan Sunan Gresik tidak diakui secara akademis, namun tetap berkembang sebagai kepercayaan masyarakat. 2. Sunan Ampel Nama asli Sunan Ampel ialah Raden Rahmat. Sunan Ampel lahir pada tahun 1401. Wilayah dakwahnya berada di sekitar Surabaya. Ia juga memiliki pesantren Ampeldenta yang terletak di daerah Denta, Surabaya. Strategi dakwahnya yang terkenal adalah dengan mendidik para dai atau juru dakwah. Kemudian, ia menikahkan banyak juru dakwah dengan putra-putri penguasa bawahan Majapahit. 3. Sunan Kudus Sunan Kudus bernama asli Ja'far Shadiq, ia lahir pada tahun 1400. Wilayah dakwahnya adalah di Kudus, Jawa Tengah. Sunan Kudus terkenal tegas dalam menegakkan ajaran syariat Islam. Di masanya, ia dikenal sebagai eksekutor Ki Ageng Pengging dan Syaikh Siti Jenar. Strategi dakwah yang digunakan Sunan Kudus untuk menyebarkan Islam adalah dengan mendekati masyarakat melalui kebutuhan mereka. Ia mengajarkan alat-alat pertukangan, kerajinan emas, membuat keris pusaka, dan lain sebagainya.
4. Sunan Giri Sunan Giri bernama asli Muhammad Ainul Yakin, ia lahir pada tahun 1442. Orang tuanya adalah Syaikh Maulana Ishaq bersama Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu yang merupakan seorang penguasa wilayah Balambangan di ujung kerajaan Majapahit. Sunan Giri dikenal sebagai raja sekaligus guru suci. Ia berperan penting dalam pengembangan dakwah di Nusantara. Strategi dakwahnya yang terkenal adalah dengan memanfaatkan kekuasaan, perniagaan, dan pendidikan. Dengan cara dakwah tersebut, pengaruh Sunan Giri mencapai wilayah Banjar, Martapura, Pasir, Kutai, hingga Nusa Tenggara dan Maluku.
5. Sunan Gunung Jati Sunan Gunung Jati mempunyai sebuah nama asli Syarif Hidayatullah. Ia lahir pada tahun 1448 di Kairo, Mesir. Di Mesir, ia adalah putra Sultan Hud dan pernah menjadi pangeran untuk penerus raja Mesir, menggantikan ayahnya, tetapi ia menolak dan memutuskan untuk menyebarkan ajaran Islam dengan ibunya di wilayah Jawa. Strategi dakwah yang dilakukan Sunan Gunung Jati adalah dengan menguatkan kedudukan politik. Ia menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Cirebon, Banten, dan Demak untuk memuluskan dakwahnya. 6. Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga atau Raden Said lahir pada tahun 1450 di Tuban. Ayahnya adalah Tumenggung Wilatikta Bupati Tuban. Strategi dakwah Sunan Kalijaga amat terkenal melalui seni dan budaya. Ia piawai mendalang, menciptakan bentuk-bentuk wayang, dan lakon-lakon carangan. 7. Sunan Muria Sebagai putra Sunan Kalijaga, Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said atau Raden Said mewarisi darah seni ayahnya. Ia lahir pada tahun 1450 dan dianggap sebagai sunan termuda di antara para Wali Songo lainnya. Dalam menyebarkan Islam, Sunan Muria melestarikan seni gamelan dan boneka sebagai sarana dakwah. Dia menciptakan beberapa lagu dan tembang untuk mempraktikkan ajaran Islam. 8. Sunan Bonang Sunan Bonang lahir ada tahun 1465 serta nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Julukan Sunan Bonang berasal dari salah nama desa di kabupaten Rembang, yaitu desa Bonang. Sunan Bonang dikenal amat pandai dengan ilmu fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur, dan lain sebagainya. Wilayah dakwahnya adalah daerah Kediri. Di sana, Ia mengajarkan Islam melalui wayang, tembang, dan sastra sufistik. Karya sastra terkenal yang digubah Sunan Bonang adalah Suluk Wujil. 9. Sunan Drajat Sunan Drajat memiliki nama asli Raden Qasim atau Syarifuddin. Ia lahir pada tahun 1470 dan merupakan putra bungsu Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Wilayah dakwahnya berada di Paciran, Lamongan. Strategi dakwahnya terkenal dengan pendidikan akhlak kepada masyarakat. Di Paciran, Sunan Drajat mendidik masyarakat untuk memperhatikan kaum fakir miskin. Ia menjunjung tinggi kesejahteraan umat. Selain itu, Sunan Drajat juga dikenal dengan pengajaran teknik membuat rumah dan tandu.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by vilia ariana 2113033046 -
Nama : Vilia Ariana
Npm : 2113033046

Izin bertanya bapak
Mengapa Wali Songo lebih banyak berdakwah melalui media kebudayaan.
Dan Bagaimanakah peran Wali Songo dalam bidang sosial kemasyarakatan?
In reply to vilia ariana 2113033046

Re: Forum Diskusi

by ANINDYA PRAMESWARI 2113033067 -
Assalamu’alaikum Bapak
Nama : Anindya Prameswari
NPM : 2113033067
Kelas : C
Izin menjawab pertanyaan Vilia Ariana Bapak, jadi selama perjuangan menyebarkan ajaran Islam, Wali Songo, terutama Sunan Bonang, selalu memasukkan unsur permainan dan kesenian yang tidak membuat masyarakat jenuh, sehingga dengan adanya kesenian tersebuat pesan moral yang diberikan Wali Songo dapat tersampaikan dengan baik kepada semua masyarakatnya.
Untuk peran para wali yang utama yaitu melakukan dakwah. Misi sosial budaya yang dilaksanakan para wali akan terlihat dari hasil penyiaran agama dan budaya Islam. Hal ini tampak pada perubahan tingkah laku dan perubahan budaya masyarakat sesudah menerima ajaran agama Islam, misalnya pada pola makan.

Sekian jawaban dari saya, maaf apabila ada yang salah, saya ucapkan terimakasih Pak
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Shabrina Azzahra -
Nama: Shabrina Azzahra
NPM: 2113033042

Izin bertanya pak,
Apakah dengan adanya wali songo proses islamisasi di indonesia menjadi berkembang pesat? Lalu mengapa masyarakat dapat dengan mudah menerima Islam yang dibawa oleh wali songo?
In reply to Shabrina Azzahra

Re: Forum Diskusi

by MUHAMMAD.RIDHO.SAPUTRA21 MUHAMMAD.RIDHO.SAPUTRA21 -
Nama : Muhammad Ridho Saputra
Npm : 2153033002

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Shabrina Azzahra,
Menurut saya dengan adanya wali songo perkembangan Islam di Indonesia mengalami perkembangan dengan cara proses penyebarannya.
Dalam proses penyebarannya, para Wali menerapkan pendekatan akulturasi, dalam artian para Wali menyadari bahwa sebelum Islam datang ke Jawa, sebelumnya masyarakat Jawa pasti sudah mengenal kebudayaan dan ajaran lain pra Islam. Karenanya, untuk menghindari kontak kebudayaan yang sifatnya konfrontatif dan terjadinya ketegangan, justru secara sadar para Wali menggunakan pendekatan itu yakni Islam-Jawa sebagai pintu masuknya Islam sebagai sesuatu yang baru kepada masyarakat Jawa yang telah mengenal kebudayaan lain pra Islam. Contoh dari akulturasi tersebut adalah digunakannya wayang kulit dan gamelan sebagai media dakwah. Dengan demikian, peranan Wali Songo dalam penyebaran Islam di pulau Jawa sangatlah penting karena berhasil mengakulturasikan kebudayaan Islam dengan kebudayaan Jawa serta menggunakan nilai toleransi dalam proses penyebarannya hingga akhirnya Islam berkembang pesat menjadi agama terbesar di pulau Jawa.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by DESTIANA SAPUTRI 2113033070 -
Nama : Destiana Saputri
NPM : 2113033070

Izin menjawab pertanyaan dari Shabrina Azzahra pak, Apakah dengan adanya wali songo proses islamisasi di indonesia menjadi berkembang pesat?jawabannya iya. Khususnya di pulau Jawa. penyebaran agama Islam yang dilakukan wali Songo adalah melalui seni yang berkembang di masyarakat seperti melalui seni pewayangan. Cara seperti itu membuat masyarakat lebih mudah menerima ajaran Islam yang pada waktu masih menganut agama Hindu dan Buddha.

Selain melalui kesenian wayang para wali pun bergaul dengan masyarakat. Budi pekerti dan ramah tamah selalu diperlihatkan saat pergaulan sehari-hari dengan masyarakat.
Lalu mendirikan masjid dan pesantren untuk tempat menimba ilmu.
Tidak ada paksaan dan kekerasan dalam menyebarkan agama Islam.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by ULFA.NOVITASARI21 ULFA.NOVITASARI21 -
Nama : Ulfa Novitasari
NPM : 2113033040

Izin bertanya pak
Seperti yang kita tahu bahwa wali songo merupakan tokoh tokoh yang menyebarkan agama islam
Di tanah jawa yg sebelumnya mayoritas menganut ajaran hindu budha, lantas mengapa wali songo menjadikan
Pulau jawa pusat dari penyebaran agama islam sedangkan masih banyak pulau lain di indonesia dan bagaimana cara
Mereka beradaptasi dengan cepat di lingkungan yg mayoritas menganut agama hindu budha