Forum Diskusi
Apabila ada pertanyaan dari materi yang belum dipahami, silahkan bertanya dan saling memberi pendapat pada forum ini!
Nama : Shabrina Azzahra
NPM : 2113033042
Izin bertanya,
Dari pemaparan tentang masuknya Islam ke Indonesia, teori manakah yang paling kuat? Berikan penjelasannya!
NPM : 2113033042
Izin bertanya,
Dari pemaparan tentang masuknya Islam ke Indonesia, teori manakah yang paling kuat? Berikan penjelasannya!
Assalamu’alaikum Bapak
Nama : Anindya Prameswari
NPM : 2113033067
Kelas : C
Izin menjawab pertanyaan Shabrina Azzahra Bapak, menurut saya teori yang paling kuat yaitu teori Mekah atau teori Arab, dimana teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia, datang dari sumbernya langsung, yaitu bangsa Arab. Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya Islam di Indonesia berlangsung saat abad ke-7 Masehi, dimana agama Islam dibawa oleh para musafir Arab (Mesir) yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh belahan dunia. Tokoh yang mendukung teori ini adalah Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, Buya Hamka, Naquib al-Attas, Keyzer, M. Yunus Jamil, dan Crawfurd.
Teori Arab ini didukung oleh beberapa bukti utama, yaitu:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab), dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekah.
c. Adanya penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, maka masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke-7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya yaitu bangsa Arab sendiri.
Oleh karena itu hingga kini, teori Arab dianggap sebagai teori yang paling kuat dalam teori masuknya Islam ke Indonesia.
Sekian jawaban dari saya, maaf apabila ada yang salah, saya ucapkan terimakasih Pak
Nama : Anindya Prameswari
NPM : 2113033067
Kelas : C
Izin menjawab pertanyaan Shabrina Azzahra Bapak, menurut saya teori yang paling kuat yaitu teori Mekah atau teori Arab, dimana teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia, datang dari sumbernya langsung, yaitu bangsa Arab. Teori ini menyatakan bahwa proses masuknya Islam di Indonesia berlangsung saat abad ke-7 Masehi, dimana agama Islam dibawa oleh para musafir Arab (Mesir) yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh belahan dunia. Tokoh yang mendukung teori ini adalah Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, Buya Hamka, Naquib al-Attas, Keyzer, M. Yunus Jamil, dan Crawfurd.
Teori Arab ini didukung oleh beberapa bukti utama, yaitu:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab), dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekah.
c. Adanya penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, maka masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke-7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya yaitu bangsa Arab sendiri.
Oleh karena itu hingga kini, teori Arab dianggap sebagai teori yang paling kuat dalam teori masuknya Islam ke Indonesia.
Sekian jawaban dari saya, maaf apabila ada yang salah, saya ucapkan terimakasih Pak
nama:dzaky julianzah arief
npm:2153033004
Ada beberapa teori terkait sejarah masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Agama Islam masuk ke Nusantara Indonesia melewati perjalanan panjang dan dibawa oleh kaum muslim dari berbagai belahan bumi. Kini, Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Merunut beberapa teori yang ada, ajaran Islam masuk ke Indonesia melalui orang-orang dari berbagai bangsa. Sebagian dari mereka ada yang datang ke Nusantara untuk berdagang sembari berdakwah. Ada pula kaum ulama atau ahli agama yang memang datang ke Nusantara untuk mensyiarkan ajaran Islam. Terlepas dari perdebatan dan diskusi yang kemudian muncul, ke-4 teori terkait masuknya Islam di Indonesia tersebut antara lain Teori India (Gujarat), Teori Arab (Mekah), Teori Persia (Iran), dan Teori Cina. Teori India (Gujarat) Teori yang dicetuskan oleh G.W.J. Drewes yang lantas dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi. Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Salah satu bukti yang mendukung teori ini adalah ditemukannya makam Malik As-Saleh dengan angka 1297. Nama asli Malik As-Saleh sebelum masuk Islam adalah Marah Silu. Ia merupakan pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh. Dikutip dari buku Arkeologi Islam Nusantara (2009) karya Uka Tjandrasasmita, corak batu nisan Sultan Malik As-Saleh memiliki kemiripan dengan corak batu nisan di Gujarat. Selain itu, hubungan dagang antara Nusantara dengan India telah lama terjalin Ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Teori India (Gujarat) Teori yang dicetuskan oleh G.W.J. Drewes yang lantas dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi. Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Salah satu bukti yang mendukung teori ini adalah ditemukannya makam Malik As-Saleh dengan angka 1297. Nama asli Malik As-Saleh sebelum masuk Islam adalah Marah Silu. Ia merupakan pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh. Dikutip dari buku Arkeologi Islam Nusantara (2009) karya Uka Tjandrasasmita, corak batu nisan Sultan Malik As-Saleh memiliki kemiripan dengan corak batu nisan di Gujarat. Selain itu, hubungan dagang antara Nusantara dengan India telah lama terjalin Ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Teori Arab (Mekah) Teori selanjutnya tentang masuknya Islam di Indonesia diperkirakan berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab. Teori Arab (Mekah) ini didukung oleh J.C. van Leur, Anthony H. Johns, T.W. Arnold, hingga Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Menurut Buya Hamka, Islam sudah menyebar di Nusantara sejak abad 7 M. Hamka dalam bukunya berjudul Sejarah Umat Islam (1997) menjelaskan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dari orang-orang Arab. Bukti yang diajukan Hamka adalah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan bahwa sekelompok bangsa Arab telah bermukim di kawasan Pantai Barat Sumatera pada 625 M. Di kawasan yang pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya itu juga ditemukan nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin, wafat tahun 672 M. Teori dan bukti yang dipaparkan Hamka tersebut didukung oleh T.W. Arnold yang menyatakan bahwa kaum saudagar dari Arab cukup dominan dalam aktivitas perdagangan ke wilayah Nusantara. Sebagian dari pedagang Arab tersebut kemudian menikah dengan warga lokal dan membentuk komunitas muslim. Mereka bersama-sama kemudian melakukan kegiatan dakwah Islam di berbagai wilayah di Nusantara.
npm:2153033004
Ada beberapa teori terkait sejarah masuknya ajaran Islam ke Indonesia. Agama Islam masuk ke Nusantara Indonesia melewati perjalanan panjang dan dibawa oleh kaum muslim dari berbagai belahan bumi. Kini, Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Merunut beberapa teori yang ada, ajaran Islam masuk ke Indonesia melalui orang-orang dari berbagai bangsa. Sebagian dari mereka ada yang datang ke Nusantara untuk berdagang sembari berdakwah. Ada pula kaum ulama atau ahli agama yang memang datang ke Nusantara untuk mensyiarkan ajaran Islam. Terlepas dari perdebatan dan diskusi yang kemudian muncul, ke-4 teori terkait masuknya Islam di Indonesia tersebut antara lain Teori India (Gujarat), Teori Arab (Mekah), Teori Persia (Iran), dan Teori Cina. Teori India (Gujarat) Teori yang dicetuskan oleh G.W.J. Drewes yang lantas dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi. Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Salah satu bukti yang mendukung teori ini adalah ditemukannya makam Malik As-Saleh dengan angka 1297. Nama asli Malik As-Saleh sebelum masuk Islam adalah Marah Silu. Ia merupakan pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh. Dikutip dari buku Arkeologi Islam Nusantara (2009) karya Uka Tjandrasasmita, corak batu nisan Sultan Malik As-Saleh memiliki kemiripan dengan corak batu nisan di Gujarat. Selain itu, hubungan dagang antara Nusantara dengan India telah lama terjalin Ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Teori India (Gujarat) Teori yang dicetuskan oleh G.W.J. Drewes yang lantas dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi. Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Salah satu bukti yang mendukung teori ini adalah ditemukannya makam Malik As-Saleh dengan angka 1297. Nama asli Malik As-Saleh sebelum masuk Islam adalah Marah Silu. Ia merupakan pendiri Kesultanan Samudera Pasai di Aceh. Dikutip dari buku Arkeologi Islam Nusantara (2009) karya Uka Tjandrasasmita, corak batu nisan Sultan Malik As-Saleh memiliki kemiripan dengan corak batu nisan di Gujarat. Selain itu, hubungan dagang antara Nusantara dengan India telah lama terjalin Ditemukan pula batu nisan lain di pesisir utara Sumatera bertanggal 17 Dzulhijjah 831 H atau 27 September 1428 M. Makam ini memiliki batu nisan serupa dari Cambay, Gujarat, dan menjadi nisan pula untuk makam Maulana Malik Ibrahim, salah satu Walisongo, yang wafat tahun 1419.
Teori Arab (Mekah) Teori selanjutnya tentang masuknya Islam di Indonesia diperkirakan berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab. Teori Arab (Mekah) ini didukung oleh J.C. van Leur, Anthony H. Johns, T.W. Arnold, hingga Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Menurut Buya Hamka, Islam sudah menyebar di Nusantara sejak abad 7 M. Hamka dalam bukunya berjudul Sejarah Umat Islam (1997) menjelaskan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dari orang-orang Arab. Bukti yang diajukan Hamka adalah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan bahwa sekelompok bangsa Arab telah bermukim di kawasan Pantai Barat Sumatera pada 625 M. Di kawasan yang pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya itu juga ditemukan nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin, wafat tahun 672 M. Teori dan bukti yang dipaparkan Hamka tersebut didukung oleh T.W. Arnold yang menyatakan bahwa kaum saudagar dari Arab cukup dominan dalam aktivitas perdagangan ke wilayah Nusantara. Sebagian dari pedagang Arab tersebut kemudian menikah dengan warga lokal dan membentuk komunitas muslim. Mereka bersama-sama kemudian melakukan kegiatan dakwah Islam di berbagai wilayah di Nusantara.
Nama : Vilia Ariana
Npm : 2113033046
Izin bertanya bapak
Berbicara tentang macam-macam agama di Indonesia. Mengapa Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia? Dan mengapa agama Islam di indonesia sendiri sangat pesat perkembangan jika dibandingkan dengan agama lain?
Npm : 2113033046
Izin bertanya bapak
Berbicara tentang macam-macam agama di Indonesia. Mengapa Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia? Dan mengapa agama Islam di indonesia sendiri sangat pesat perkembangan jika dibandingkan dengan agama lain?
Nama: Ulfa Novitasari
NPM : 2113033040
Izin menjawab pertanyaan saudari villa ariana
Mengapa islam menjadi agama mayoritas di indonesia karena syarat masuk islam sangat mudah,
Tata cara ibadah umat islam mudah, tidak ada sistem kasta dalam islam atau pelapisan sosial serta
Dalam islam upacara upacara nya dilakukan dengan sederhana dan penyebaran islam sangat pesat karena dilakukan
Sesuai adat dan tradisi masyarakat yg ada, selain itu penyebaran islam juga dilakukan dengan cara damai tidak ada perbandingan
Antar suku, kelompok ataupun individu.
NPM : 2113033040
Izin menjawab pertanyaan saudari villa ariana
Mengapa islam menjadi agama mayoritas di indonesia karena syarat masuk islam sangat mudah,
Tata cara ibadah umat islam mudah, tidak ada sistem kasta dalam islam atau pelapisan sosial serta
Dalam islam upacara upacara nya dilakukan dengan sederhana dan penyebaran islam sangat pesat karena dilakukan
Sesuai adat dan tradisi masyarakat yg ada, selain itu penyebaran islam juga dilakukan dengan cara damai tidak ada perbandingan
Antar suku, kelompok ataupun individu.
In reply to vilia ariana 2113033046
Re: Forum Diskusi
Nama : Muhammad Ridho Saputra
Npm : 2153033002
Izin menjawab pertanyaan dari saudari villia,
Menurut saya mengapa Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia, karena ada tiga alasan yaitu :
1.Islam dipandang sebagai ajaran agama yang ideal karena tidak mengenal sistem kasta sehingga setiap pemeluknya memiliki egalitarianisme, yakni kesamaan atau kesetaraan hak tanpa adanya diskriminasi
2.Ajaran Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai dan tidak bersifat memaksa, sehingga penduduk bisa menerima Islam dengan baik pula
3.Nilai-nilai Islam dianggap cocok dan sesuai dengan pandangan hidup mayoritas penduduk Indonesia, misalnya saja dari segi etos dagangnya, sehingga proses islamisasi lebih mudah berlangsung lewat kegiatan perdagangan
Dan kenapa agama Islam berkembang pesat dibanding agama lain , menurut saya karena Bangsa Indonesia memiliki jiwa terbuka
Sebelum masuknya pengaruh Islam, Indonesia telah memiliki kebudayaan sendiri yang kemudian terjadi proses akulturasi dengan budaya Hindu-Buddha. Oleh karena itu, dapat dimengerti ketika kebudayaan Islam masuk, masyarakat Indonesia tidak menganggapnya sebagai hal yang asing. Masyarakat tidak menentangnya dan justru berusaha untuk mempelajari karena memiliki jiwa terbuka.
terimakasih
Npm : 2153033002
Izin menjawab pertanyaan dari saudari villia,
Menurut saya mengapa Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia, karena ada tiga alasan yaitu :
1.Islam dipandang sebagai ajaran agama yang ideal karena tidak mengenal sistem kasta sehingga setiap pemeluknya memiliki egalitarianisme, yakni kesamaan atau kesetaraan hak tanpa adanya diskriminasi
2.Ajaran Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai dan tidak bersifat memaksa, sehingga penduduk bisa menerima Islam dengan baik pula
3.Nilai-nilai Islam dianggap cocok dan sesuai dengan pandangan hidup mayoritas penduduk Indonesia, misalnya saja dari segi etos dagangnya, sehingga proses islamisasi lebih mudah berlangsung lewat kegiatan perdagangan
Dan kenapa agama Islam berkembang pesat dibanding agama lain , menurut saya karena Bangsa Indonesia memiliki jiwa terbuka
Sebelum masuknya pengaruh Islam, Indonesia telah memiliki kebudayaan sendiri yang kemudian terjadi proses akulturasi dengan budaya Hindu-Buddha. Oleh karena itu, dapat dimengerti ketika kebudayaan Islam masuk, masyarakat Indonesia tidak menganggapnya sebagai hal yang asing. Masyarakat tidak menentangnya dan justru berusaha untuk mempelajari karena memiliki jiwa terbuka.
terimakasih
Nama : Destiana Saputri
NPM : 2113033070
Izin pertanyaan dari saudari villa, Agama Islam mudah diterima oleh rakyat indonesia sebab untuk menjadi umat Islam caranya sangat mudah, tidak perlu memakai upacara-upacara yang memerlukan biaya besar.
Islam menyebar di Indonesia dengan cara damai, bukan dengan kekerasan.
Islam adalah agama yang demokratis karena tidak mengenal sistem kasta pada penganutnya.
Inilah mengapa agama Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia.
NPM : 2113033070
Izin pertanyaan dari saudari villa, Agama Islam mudah diterima oleh rakyat indonesia sebab untuk menjadi umat Islam caranya sangat mudah, tidak perlu memakai upacara-upacara yang memerlukan biaya besar.
Islam menyebar di Indonesia dengan cara damai, bukan dengan kekerasan.
Islam adalah agama yang demokratis karena tidak mengenal sistem kasta pada penganutnya.
Inilah mengapa agama Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia.
Nama : Hazelita Syaikha Khayyira
Npm : 2113033058
izin menjawab pertanyaan dari saudari shabrina azzahra
Teori yang paling kuat adalah TEORI MEKAH yaitu bahwa Islam datang ke Indonesia dari wilayah Arab. Teori Mekkah dicetuskan Buya Hamka dan diperkuat oleh Anthony H.Johns.
Terdapat bukti-bukti Bawah sebagian besar masyarakat Indonesia sampai saat ini adalah penganut mazhab Syafi’i, dimana kini sejak awal perkembangan Islam, mazhab Syafi’i sudah dianut oleh sebagian masyarakat Mekah.
Selain itu hubungan yang erat antara penduduk semenanjung Arab dengan bangsa Nusantara sudah terjadi sejak lama melalui perdagangan. Hal ini semakin diperkuat juga dengan adanya catatan dari china pada masa Dinasti Tang yang menyebutkan bahwa sekitar abad ke 7 telah ada pemukiman Arab di Barus yaitu wilayah pantai barat Sumatera sekarang ada di Provinsi Sumatera Utara.
Npm : 2113033058
izin menjawab pertanyaan dari saudari shabrina azzahra
Teori yang paling kuat adalah TEORI MEKAH yaitu bahwa Islam datang ke Indonesia dari wilayah Arab. Teori Mekkah dicetuskan Buya Hamka dan diperkuat oleh Anthony H.Johns.
Terdapat bukti-bukti Bawah sebagian besar masyarakat Indonesia sampai saat ini adalah penganut mazhab Syafi’i, dimana kini sejak awal perkembangan Islam, mazhab Syafi’i sudah dianut oleh sebagian masyarakat Mekah.
Selain itu hubungan yang erat antara penduduk semenanjung Arab dengan bangsa Nusantara sudah terjadi sejak lama melalui perdagangan. Hal ini semakin diperkuat juga dengan adanya catatan dari china pada masa Dinasti Tang yang menyebutkan bahwa sekitar abad ke 7 telah ada pemukiman Arab di Barus yaitu wilayah pantai barat Sumatera sekarang ada di Provinsi Sumatera Utara.