Panduan Diskusi:
1. Baca kontrak perkuliahan dengan benar
2. silahkan simak video pengantar Toksikologi
3. Masing2 mahasiswa dapat saling berkomentar minimal 1 kali dalam pertemuan ini
Panduan Diskusi:
1. Baca kontrak perkuliahan dengan benar
2. silahkan simak video pengantar Toksikologi
3. Masing2 mahasiswa dapat saling berkomentar minimal 1 kali dalam pertemuan ini
Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Nama : Silvia Julianti
NPM : 2013024014
Izin berkomentar bu mengenai vidio tentang toksikologi yang telah ibu berikan.
Jadi, toksikologi adalah studi tentang efek racun atau bidang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan. Toksikologi merupakan disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktekkan toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang.
Sumber racun salah satunya yaitu tanaman. Contohnya yaitu Poison Ivy. Ia merupakan tanaman yang sangat indah di musim gugur, namun jika terkena tangan bisa membuat tangan tidak bisa menekuk, karena tanaman tersebut memiliki racun. Lalu sumber lainnya yaitu hewan katak kecil. Untuk itu hewan lain seperti burung tidak akan menjilat atau bahkan memakan katak tersebut karena mereka tahu kalau katak tersebut memiliki racun di kulitnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Wulan Rahma Prastiwi
NPM : 2013024034
Kelas : B
Izin menanggapi video Toksikologi tersebut Ibu,
Toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun (toxicants). Dengan kata lain, toksikologi adalah studi tentang efek racun. Sumber racun bisa berasal dari tanaman, hewan, bakteri, bahan kimia beracun, seperti toksin atau xenobiotik. Selain itu, paparan terbesar kita terjadi secara alami dari tanaman pangan yang kita makan. Paparan dapat terjadi secara tidak sengaja dan sengaja 92% dari semua keracunan terjadi di rumah. Produk yang terlibat dalam sebagian besar keracunan adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, lem, kosmetik, dan lainnya.
Toksikologi terhadap pekerjaan dan lingkungan seperti racun lingkungan (polutan udara dan air) adalah zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia baik bersifat alami maupun buatan. Penyakit yang terkait dengan pekerjaan tertentu dicatat, tetapi tidak dianggap serius karena kesehatan pekerja tidak menjadi perhatian masyarakat. Pekerjaan dengan resiko tinggi kanker sebagai berikut petugas kesehatan, pekerja farmasi dan laboratorium, pekerja kilang dan pekerja karet, pembuat furnitur dan pekerja pestisida.
Racun masuk ke dalam tubuh dapat berupa tertelan (air dan makanan), penyerapan (melalui kulit, mata), injeksi (menggigit, menusuk, atau memotong), inhalasi (udara). Selain itu, paparan bahan kimia dapat berasal dari berbagai sumber seperti lngkungan, pekerjaan, terapeutik, diet, dan terjadi secara tidak disengaja maupun disengaja.
Proses (mekanisme) yang dimiliki tubuh untuk menangkal efek merugikan dari racun dapat dilakukan seperti :
1) Redistribusi dengan cara menyimpan racun dalam jaringan tubuh untuk mengencerkan racun dan mengurangi efeknya (misalnya, tulang)
2) Ekskresi dengan cara keluarkan dari tubuh melalui ginjal
3) Metabolisme dengan cara mengubah toksikan secara kimiawi agar lebih dapat diekskresikan di hati, ginjal, paru-paru, dan lainnya
Toksikokinetik adalah deskripsi kecepatan bahan kimia yang akan masuk ke dalam tubuh dan apa yang terjadi untuk metabolisme dan mengeluarkan senyawa begitu berada di dalam tubuh. Beberapa racun menyebabkan toksisitas dengan mengganggu dan kerusakan fungsi sel normal seperti mengikat dan merusak protein (struktural, enzim), mengikat dan merusak DNA (mutasi), mengikat dan merusak lipid, bereaksi dalam sel dengan oksigen untuk membentuk "radikal bebas" yang merusak lipid, protein, dan DNA.
Adapun jenis efek beracun yang ditimbulkannya seperti kematian (arsenik, sianida), kerusakan organ ( ozon, timbal), mutagenesis (sinar UV), karsinogenesis (benzena, asbes), teratogenesis (thalidomide). Selain itu terjadi toksisitas pada organ sasaran seperti sistem saraf pusat ( timah), sistem kekebalan tubuh (isosianat), hati (etanol, asetaminofen), saluran pernapasan (asap tembakau, asbes, ozon), mata (sinar UV (sinar matahari)), ginjal (logam), kulit ( sinar UV, emas, nikel) dan sistem reproduksi (dibromokloropropana).
Kesimpulan : Toksikologi adalah bidang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan yang menyebabkan kerusakan sel, jaringan, organ, sistem organ, bahkan kematian pada individu.
Terima kasih.