Diskusi Pertemuan 1

Diskusi Pertemuan 1

Number of replies: 30

Panduan Diskusi:

1. Baca kontrak perkuliahan dengan benar

2. silahkan simak video pengantar Toksikologi

3. Masing2 mahasiswa dapat saling berkomentar minimal 1 kali dalam pertemuan ini

In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Silvia Julianti 2013024014 -

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Nama : Silvia Julianti

NPM : 2013024014

Izin berkomentar bu mengenai vidio tentang toksikologi yang telah ibu berikan.

Jadi, toksikologi adalah studi tentang efek racun atau bidang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan. Toksikologi merupakan disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktekkan toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang.

Sumber racun salah satunya yaitu tanaman. Contohnya yaitu Poison Ivy. Ia merupakan tanaman yang sangat indah di musim gugur, namun jika terkena tangan bisa membuat tangan tidak bisa menekuk, karena tanaman tersebut memiliki racun. Lalu sumber lainnya yaitu hewan katak kecil. Untuk itu hewan lain seperti burung tidak akan menjilat atau bahkan memakan katak tersebut karena mereka tahu kalau katak tersebut memiliki racun di kulitnya. 

Dalam toksikologi, dipelajari mengenai gejala, mekanisme, cara detoksifikasi serta deteksi keracunan pada sistim biologis makhluk hidup. Toksikologi sangat bermanfaat untuk memprediksi atau mengkaji akibat yang berkaitan dengan bahaya toksik dari suatu zat terhadap manusia dan lingkungannya.

In reply to Silvia Julianti 2013024014

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Nurul Hidayah 2013024022 -
Nama : Nurul Hidayah
Npm : 2013024022

Izin bertannya dari tanggapan yang telah di paparkan oleh silpi, dalam tanggapan silpi toksikologi mempelajari juga tentang cara detoksifikasi racun, lalu pertanyaanya bagaimana cara mendetoksifikasi racun tersebut sesuai ilmu toksikologi?
In reply to Nurul Hidayah 2013024022

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Silvia Julianti 2013024014 -
Nama : Silvia Julianti
NPM : 2013024014

Izin menjawab pertanyaan Nurul Hidayah, Bu.

Menurut ilmu toksikologi, pemberian karbon aktif secara oral dapat mengikat banyak racun di dalam saluran pencernaan, dengan demikian dapat mengurangi penyerapan racun dalam tubuh. Lebih awal karbon aktif diberikan, lebih efektif hasilnya, namun karbon aktif masih efektif hingga 1 jam setelah racun tertelan dan bisa lebih lama lagi pada keracunan sediaan lepas-lambat atau keracunan obat yang bersifat antimus- karinik (antikolinergik). Karbon aktif relatif aman dan khususnya berguna untuk mencegah penyerapan racun yang toksik dalam dosis kecil, misalnya antidepresan.
Dosis lazim karbon aktif untuk dewasa mula-mula adalah 50 g kemudian 50 g setiap 4 jam. Muntah sebaiknya diterapi (misal dengan obat antiemetik) karena muntah dapat mengurangi efikasi dari terapi karbon aktif. Pada kasus intoleransi, dosis dapat dikurangi dan frekuensi ditingkatkan (misal 25 gram tiap 2 jam atau 12,5 gram tiap jam), namun hal ini juga dapat mempengaruhi efikasi.
Teknik lain yang dimaksudkan untuk meningkatkan eliminasi racun setelah penyerapan hanya dapat dilakukan di rumah sakit dan hanya cocok untuk sejumlah kecil pasien yang terkena keracunan berat. Selain itu, teknik ini hanya berguna untuk beberapa jenis racun saja.
Contohnya:
Hemodialisis untuk keracunan salisilat, fenobarbital, metilalkohol (metanol), etilen glikol, dan litium.
Alkalinisasi urin untuk keracunan salisilat dan herbisida fenoksiasetat (misal 2,4 asam dikloro-fenoksiasetat).

Cara mendetoksi racun juga bisa dilakukan oleh hati.
Setiap zat makanan, minuman, atau obat yang masuk melalui saluran pencernaan pada awalnya akan melawati proses pencernaan dalam lambung dan usus. Setelah dicerna, zat-zat tersebut akan diserap oleh usus dan masuk ke dalam pembuluh darah usus. Selanjutnya, zat tersebut akan dibawa oleh darah masuk ke dalam hati. Sebelum zat tersebut disirkulasikan ke seluruh tubuh, zat tersebut terlebih dahulu melalui proses detoksifikasi di dalam hati.
Hati mengandung jenis sel khusus yang mampu memakan zat racun. Sel ini disebut sebagai sel kupfer. Sel kupfer akan mendetoksifikasi racun dalam darah dengan bantuan enzim dan zat kimia khusus yang disebut xenobiotik. Melalui beberapa tahap, enzim dan zat kimia dalam sel hati akan mengurai atau mengubah sifat dari zat racun sehingga dapat dikeluarkan melalui urine. Berbagai zat yang dapat didetoksifikasi oleh hati selain dari zat makanan adalah amonia, sisa metabolisme tubuh, obat-obatan, alkohol, dan zat kimia lainnya.
Sangat penting untuk menjaga pola makan yang sehat, membersihkan makanan sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan zat pestisida pada makanan, menghindari penggunaan zat kimia yang berbahaya seperti pewarna tekstil atau penggunaan pengawet secara berlebihan, menghindari konsumsi narkoba serta suplemen dan obat-obatan yang tidak jelas keamanannya. Jika perlu, minumlah suplemen khusus untuk kesehatan hati. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan hati sehingga hati dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Terimakasih.
In reply to Silvia Julianti 2013024014

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Fariska Salma Fadhila 2053024002 -
Nama : Fariska Salma Fadhila
Npm : 2053024002

Izin bertanya dari tanggapan yang telah di paparkan oleh Silvia Julianti. Menurut tanggapan yang telah di paparkan bahwa toksikologi mengkaji akibat yang berkaitan dengan bahaya toksik, Pertanyaan saya efek toksik sendiri di klasifikasikan menjadi 3 yaitu akut, kronik, dan jangka panjang. Bagaimana cara mendeteksi toksik jangka panjang dan apa saja contohnya?
In reply to Fariska Salma Fadhila 2053024002

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Silvia Julianti 2013024014 -
Nama : Silvia Julianti
NPM : 2013024014

Izin menjawab pertanyaan Fariska Salma, Bu.

Efek dari toksik pada manusia dapat diklasifikasikan sebagai efek akut dan efek kronis. Jika ada respon yang cepat dan serius dengan dosis tinggi tetapi berumur pendek dari racun kimia maka disebut efek akut. Racun akut akan mengganggu proses fisiologis, yang menyebabkan berbagai gejala gangguan, dan bahkan menyebabkan kematian jika gangguan tersebut cukup parah. Efek kronis cenderung menghasilkan racun dengan dosis rendah selama periode yang relatif lama.
Efek akut adalah efek yang segera muncul pada saat terpapar atau terkena bahan toksit, dan akan hilang setelah paparan bahan kimia beracun tersebut dihilangkan. Contoh bahan kimia yang dapat menimbulkan efek akut adalah Ammonia, apabila terhirup uap ammonia maka kita akan merasa mual dan pusing, akan tetapi pada konsentrasi tinggi dapat merusak paru-paru. Bahan kimia yang bersifat kronik misalnya adalah asbestos, paparan terhadap debu asbes tidak segera menyebabkan kerusakan pada paru-paru, akan tetapi apabila terpapar dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kanker paru-paru. Karbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan efek akut dan kronis, apabila terhirup gas CO maka kepala akan pusing dan terasa mual, namun dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakkan pada paru-paru. Efek toksik juga bisa bersifat reversible atau ireversibel. Efek reversible artinya efek yang dapat hilang dengan sendirinya. Efek irreversible adalah efek yang akan menetap atau bertambah. Efek irreversible diantaranya adalah karsinoma, mutasi, kerusakan syaraf dan sirosis hati. Efek reversible terjadi apabila terpapar dengan konsentrasi yang rendah atau jangka waktu tidak lama, efek ireversibel bisa terjadi apabila terpapar dengan konsentrasi yang tinggi dan waktu yang lama.

Untuk mendetoksi toksik jangka panjang dapat dilakukan dengan cara berikut :
1. Detoksifikasi logam berat
Untuk membantu tubuh menyingkirkan racun, dapat melakukan detoksifikasi logam berat dengan cara meningkatkan asupan makanan vitamin C, sayuran berdaun hijau, dan ketumbar. Ketumbar adalah salah satu pilihan ramuan terbaik untuk melakukan detoksifikasi logam berat.
2. Terapi khelasi
Terapi khelasi merupakan salah satu bentuk metode lain untuk megatasi keracunan logam berat. Terapi khelasi melibatkan larutan kimia yang disebut EDTA, yang diberikan ke dalam tubuh – biasanya langsung disuntikkan ke dalam aliran darah sehingga bisa mengikat mineral berlebih.
3. Milk thistle
Herbal bernama milk thistle telah terbukti efektif dalam mendukung detoksifikasi tubuh dari logam berat. Bahan aktif di dalamnya yang disebut silymarin, yang mana memiliki efek pembersihan yang luar biasa pada hati dan kantong empedu. Sehingga membantu tubuh lebih efektif menyembuhkan dari keracunan
6. Konsumsi probiotik
Menurut penelitian, spesies bakteri baik yang dikenal sebagai Lactobacillus, yang bisa ditemui di mulut manusia, usus, serta makanan fermentasi, memiliki kemampuan untuk mengikat dan mendetoksifikasi beberapa logam berat. Kita bisa mengonsumsi yoghurt, kefir, dan sayuran seperti kimchi. Dengan mengonsumsi minuman probiotik secara rutin, dapat memperbaiki kesehatan usus dan membantu mengobati tubuh dari keracunan.
In reply to Silvia Julianti 2013024014

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Bella Selvi Lestari 2013024008 -
Nama : Bella Selvi Lestari
NPM : 2013024008

Izin bertanya atas tanggapan silvia bu,
Disitu ditulis bahwa " Toksikologi merupakan disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktekkan toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang"

Pertanyaan saya : Lalu bagaimana dengan orang orang zaman dahulu yang asal memakan makanan atau tumbuhan yang mereka temukan, tetapi justru mereka tetap sehat bahkan lebih sehat daripada manusia zaman now, mengapa mereka tidak terkena toksik?
Terima kasih
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Fara Dila Puteri 2013024048 -
Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Nama : Fara Dila Puteri
NPM : 2013024048 (Kelas B)

Izin berkomentar bu, menganai pertemuan 1 dan video yang telah diberikan membahas toksikologi.
Toksikologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari dan bersangkutan dengan penggunaan berbagai bahan kimiawi yang dapat menyebabkan efek toksik atau racun dan deteksi racun terhadap tubuh. Toksikologi merupakan ilmu yang sangat luas yang mencakup berbagai disiplin ilmu yang sudah ada seperti ilmu kimia, Farmakologi, Biokimia, Forensik Medicine dan lain-lain. Toksikologi memiliki cabang ilmu lainnya seperti toksikologi obat, toksikologi zat yang menimbulkan ketergantungan, toksikologi pestisida, toksikologi lingkungan, toksikologi industri, aksidental, toksikologi perang, toksikologi sinar, toksikologi forensik, toksikologi reglator, toksikologi klinik, toksikologi ekonomi, toksikologi mekanistik, toksikologi analitik dan toksikologi dekriptif.

Salah satu unsur toksikologi adalah agen-agen kimia atau fisika yang mampu menimbulkan respon pada sistem biologi. Terdapat tanaman yang bisa dimakan dan tanaman mana yang beracun jika di konsumsi yang perlu untuk diketahui dan dipraktikkan seperti contohnya tanaman poison ivy yang dibahas di dalam video yang terlihat indah di musim gugur yang mengandung racun toksin. Ada juga hewan katak kecil yang juga beracun bahkan burng tahu untuk tidak memakan katak kecil tersebut agar tidak terkena racunnya yang terdapat di kulitnya dan bakteri di katak kecil tersebut. Racun toksin xenobiotik itu nama lain untuk bahan kimia beracun yang ada di masing-masing sumber yang berbeda dan bisa menerima paparan racun toksin tersebut dari makanan yang kita makan makanan nabati.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by shelly windi sari 2013024016 -
Assalamu'alaikum Ibu.
Nama : Shelly Windi Sari
NPM : 2013024016
Izin memberikan tanggapan terkait video yang telah diberikan.
Berdasarkan video diatas dijelaskan terkait Toksikologi.
Pada Ilmu toksikologi akan dipelajari terkait efek bahaya yabg ditimbulkan dari paparan berlebih oleh obat-obatan, kontaminasi lingkungan dan zat alami yang dijumpai pada makanan, air, udara ataupun tanah.

Perkembangan toksikologi telah ada sejak 2700 SM sampai 1200 AD. Paul Ehrlich menjadi salah satu ilmuan pada abad ke-20 yang mempelajari tentang reaksi racun dengan organisme. Tujuan ilmu toksikologi yakni untuk menetapkan dosis yang aman dan dapat menjadi cara dalam ketetapan dosis yang aman bagi tubuh. Jenjang karir pada toksikologi akan melibatkan pengevuasian akan efek bahaya serta proses aksi bahan kimia pada hewan, manusia ataupun makhluk hidup lainnya.

Ahli toksikologi akan menggunakan banyak alat modern untum membantu kegiatan mereka seperti simulasi komputer, chip, biologi molekuler, sel kultur, dan rekayasa genetika.

Lingkungan sekitar kita dapat memberikan dampak bagi kesehatan bila terdapat kandungan yang berlebih. Kandungan ini akan masuk kejaringan dan menyebabkan beberapa organ tidak mampu berjalan degan baik. Salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh lingkungan yang berbahaya yaitu kanker.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Shinta Aulia Adesta 2013024032 -
Assalamulaiakum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nama: Shinta Aulia Adesta
NPM: 2013024032

Izin menyampaikan kesimpulan yang saya dapat melalui video Introduction to Toxicology yang Ibu berikan.

Mendefinisikan kata toksikologi adalah kata benda tentang toksikan atau toksin beracun adalah toksikan toksikologi merupakan cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat efek dan deteksi racun itulah yang toksikologi dengan kata lain toksikologi adalah studi tentang efek racun sekarang mungkin toksikologi adalah disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktekannya melalui toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang. Orang Romawi menggunakan racun untuk eksekusi dan pembunuhan dan sebenarnya filsuf socrates sendiri dibunuh oleh hemlock karena mengajar radikal seperti menggunakan komputer atau apapun yang tidak ada komputer pada masa itu tetapi beberapa ide radikal yang tidak disukai orang juga otoritas Islam berbicara tentang racun dan penanggulangannya. Seorang dokter Swiss dan dia datang dengan ide revolusioner toksikologi adalah semua zat adalah racun tidak ada yang bukan racun dosis yang tepat membedakan racun dari obat jadi kami mempraktekkan bahwa untuk mengatakan dosis akses racun mungkin bisa dikatakan bahwa dosis membuat racun itu 5 kata yang paling penting yang kita bicarakan hari ini dosis membuat racun bahan kimia tidak beracun yang jelas bisa beracun basah pada dosis yang cukup tinggi bisa lihat ada beberapa obat pereda nyeri kita semua minum beberapa obat pereda nyeri sebelum dan dibelakangnya memberitahu ada jumlah yang harus diambil dosis jadi meskipun obat-obatan adalah racun dan dikatakan jauhkan dari jangkauan anak-anak juga memberitahu anda apa dosis yang harus diambil individu berdasarkan berat badan mereka sehingga dosis dapat menjadi terapi atau obat untuk masalah yang mungkin dimiliki individu.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Salsa Noraliza 2013024002 -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nama : Salsa Noraliza
NPM : 2013024002

Izin menjawab pertanyaan dan berkomentar mengenai video yang telah diberikan, Bu.
Toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan.
Dalam video dijelaskan mengenai cabang ilmu yang mempelajari tentang alam,efek, dan deteksi racun (toxicants). Dengan kata lain, toksikologi adalah studi tentang efek racun. Sumber racun ini bisa berasal dari tumbuhan, hewan, bakteri dan tanaman pangan yang kita makan.
Lalu di dalam video tersebut dijelaskan mengenai toksikan kerja dan lingkungan. Racun lingkungan meliputi polutan udara dan air adalah zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Pada toksikan kerja biasanya terdapat pekerjaan pekerjaan yang beresiko tinggi terkena suatu penyakit seperti kanker.Lalu dijelaskan juga mengenai Istilah Toksikologi meliputi: Toksisitas - Efek merugikan yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia. Dosis - Jumlah bahan kimia yang mendapatkan akses ke tubuh. Paparan - Kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun. Bahaya - Kemungkinan bahwa toksisitas akan diungkapkan.Dan terdapat juga Aturan dan Konsep Eksposur Aturan Dasar: Paparan harus terjadi terlebih dahulu agar bahan kimia tersebut dapat menimbulkan risiko. Besarnya risiko sebanding dengan potensi kimia dan tingkat paparan.
"Dosis membuat racun" (jumlah bahan kimia di situs target menentukan toksisitas). Konsep Paparan: Respons toksik yang berbeda mungkin timbul dari: Rute paparan, yaitu tertelan (air dan makanan), Penyerapan (melalui kulit, mata), Injeksi (gigitan, tusukan, atau luka), dan Penghirupan (udara). Frekuensi paparan dan Durasi paparan (akut vs kronis). Mekanisme yang dimiliki tubuh untuk menangkal efek dari racun, Yaitu redistribusi, menyimpan racun dalam tubuh jaringan untuk mengencerkan racun dan mengurangi efeknya contoh tulang. ekskresi, mengeluarkan dari tubuh melalui ginjal. metabolisme, secara kimiawi mengubah toksikan agar lebih mudah diekskresikan di hati, ginjal, paru-paru dan lainnya
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Naura Aya Tsabita 2013024038 -
Nama : Naura Aya Tsabita
NPM : 2013024038

Izin menjawab pertanyaan dan berkomentar mengenai video yang telah diberikan, Bu.
Definisi Toksikologi, Toksikologi adalah studi mengenai efek yang tidak diinginkan dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup. Klasifikasi bahan toksik dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari minat dan tujuan pengelompokkannya. ilmu toksikologi lingkungan adalah menyangkut masalah: (1) sumber racun—termasuk jenis, jumlah dan sifatnya; (2) distribusi di dalam media udara, tanah dan air; (3) dan efek toksisitasnya terhadap flora, fauna (liar), tanaman, hewan ternak, dan manusia
Toksikologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun (toxicants). Dengan kata lain toksikologi merupakan studi tentang efek racun, toksikologi merupakan ilmu tertua bahkan manusia paling awal pun harus mengenali tanaman yang aman untuk dimakan.
92% dari semua keracunan terjadi di rumah. Produk yang terlibat dalam Sebagian besar keracunan adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat obatan, lem, kosmetik, dan lain lain. Hewan tertentu mengeluarkan racun disebut racun atau mentransfer bakteri menular.
Adapula pekerjaan dan lingkungan, racun lingkungan (pencemar udara dan air) adalah zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Racun lingkungan bersifat alami dan buatan, Persepsi public bahwa yang buatan manusia lebih serius daripada yang alami, 5.000 kematian setiap tahun diseluruh dunia karena racyn bakteri (Salmonella, E.coli). Penyakit yang terkait dengan pekerjaan tertentu dicatat tetapi tidak dianggap serius karena Kesehatan pekerja bukan merupakan perhatian masyarakat. Pekerjaan dengan resiko tinggi kanker :
- Petugas Kesehatan
- Pekerja farmasi dan laboratorium
- Pekerja kilang dan pekerja karet
- Pembutan furniture dan pekerja pestisida
Isitilah toksikologi merupakan efek merugikan yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia, paparan kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun. Beberapa racun menyebabkan toksisitas dengan menganggu fungsi sel normal:
- Mengikat dan merusak protein
- Mengikat dan merusak DNA
- Mengikat dan merusak lipid
- Bereaksi dalam sel dengan oksigen untuk membentuk “radikal bebas” yang merusak lipid, protein, dan DNA.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Anisa Febrianti 2013024036 -
Nama: Anisa Febrianti
NPM: 2013024036

Izin menanggapi, Bu. Berikut catatan-catatan saya setelah menonton video pengantar toksikologi yang telah ibu berikan.

Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari efek berbahaya dari paparan berlebihan terhadap obat-obatan, kontaminan lingkungan, dan zat alami yang ditemukan dalam makanan, air, udara, dan tanah.
Tujuan utama adalah untuk menetapkan dosis yang aman dan menentukan mekanisme aksi biologis zat kimia.
Toksikologi adalah Cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun (toxicants).

Sumber racun bisa berasal dari tumbuhan, hewan, dan bakteri.

Sejarah toksikologi, yaitu 2700 SM di Cina: terdapat racun tanaman dan ikan1900-1200 SM, Dokumen Mesir memiliki lebih dari 800 resep obat dan beracun, 800 SM ada Pengobatan Hindu termasuk catatan tentang racun dan penawarnya, 50-100 M Dokter Yunani mengklasifikasikan lebih dari 600 racun tumbuhan, hewan, dan mineral.

Dokter Italia Ramazzini (1713) menerbitkan "De Morbis Artificum" (Penyakit Pekerja). Dokter Spanyol Orfila (1815) menetapkan toksikologi sebagai disiplin ilmu yang berbeda. Pada abad ke-20 Paul Ehrlich - memelopori pemahaman tentang bagaimana racun bereaksi dengan organisme hidup; Rachel Carson - membuat publik khawatir tentang bahaya pestisida di lingkungan.

Dokter Swiss Paracelsus (1493-1541) dianggap sebagai bapak toksikologi modern.
"Semua zat adalah racun: tidak ada yang bukan racun. Dosis yang tepat membedakan racun dari obat."

Istilah Pada Toksikologi:
>Toksisitas : Efek merugikan yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia.
>Dosis : Jumlah bahan kimia yang mendapatkan akses ke tubuh.
>Paparan : Kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun.
>Bahaya : Kemungkinan bahwa toksisitas akan diekspresikan.

Respons toksik yang berbeda mungkin timbul dari Rute paparan; Frekuensi paparan; Durasi paparan (akut vs kronis). Rute paparannya, Tertelan (air dan makanan), kemudian terjadi Penyerapan (melalui kulit, mata), lalu Injeksi (menggigit, menusuk, atau memotong), Inhalasi (udara)

Paparan bahan kimia dapat berasal dari berbagai sumber, seperti Lingkungan, Pekerjaan, Terapeutik, Diet, Tidak disengaja, Sengaja.

Proses (mekanisme) yang dimiliki tubuh untuk menangkal efek merugikan dari toxicants:
1) Redistribusi, yaitu menyimpan racun dalam jaringan tubuh untuk mengencerkan racun dan mengurangi efeknya (misalnya, tulang)
2) Ekskresi, yaitu proses pengeluaran dari tubuh melalui ginjal
3) Metabolisme, yaitu mengubah toksikan secara kimiawi agar lebih mudah diekskresikan di hati, ginjal, paru-paru, Gl, lainnya.

Toksikokinetik adalah deskripsi kecepatan bahan kimia yang akan masuk ke dalam tubuh dan apa yang terjadi untuk memetabolisme dan mengeluarkan senyawa begitu berada di dalam tubuh.

Beberapa racun menyebabkan toksisitas dengan mengganggu fungsi sel normal:
- Mengikat dan merusak protein (struktural, enzim)
- Mengikat dan merusak DNA (mutasi)
- Mengikat dan merusak lipid
- Bereaksi dalam sel dengan oksigen untuk membentuk "radikal bebas" yang merusak lipid, protein, dan DNA

Toksisitas dapat menyerang Sistem Saraf Pusat, Hati, Saluran Pernapasan, Sistem Kekebalan Tubuh, Mata, Ginjal, Kulit, Sistem Reproduksi.

Pada toksikologi, ada Mechanistic toxicologists; Descriptive toxicologists; Clinical toxicologists; Forensic toxicologists; Environmental toxicologists; Regulatory toxicologists;
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Nurul Hidayah 2013024022 -
Nama : Nurul Hidayah
Npm : 2013024022
Izin menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan dari vidio tersebut
Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari efek atau dampak dari zat-zat yang merugikan organisme hidup dan sistem biologisnya. Toksikologi telah ada sejak zaman dahulu pada masa awal kehidupan manusia toksikologi atau racun pada zaman dahulu meliputi racun dari hewan dan ekstrak tanaman yang digunakan untuk berburu perang atau pembunuhan. Dapat dikatakan bahwa manusia prasejarah telah memahami racun dan dampaknya. Toksikologi merupakan disiplin ilmu tertua karena orang-orang pada zaman dahulu sudah mengetahui bagaimana cara membedakan antara makanan yang dapat dimakan dan makanan yang mengandung racun, sehingga orang zaman dahulu sudah mempraktekkan tak psikologi jauh sebelum peradaban manusia sekarang.
Sumber racun salah satunya yaitu berasal dari tanaman yaitu salah satunya daun ivy yg terlihat indah dimusim gugur, namun racunnya dapat membuat penderita menjadi di mengalami alergi. Lalu racun yang selanjutnya dapat berasal dari hewan salah satunya yaitu berasal dari kata kulitnya dan selanjutnya dapat berasal dari bakteri dan dapat pula berasal dari makanan sehari-hari kita dan di lingkungan kita.
Untuk efek dari racun yang yang terkena oleh organisme lain efeknya akan disesuaikan berdasarkan berapa banyak jumlah racun yang mengenai organisme tersebut dan seberapa cepat organisme tersebut untuk menangani racun yang mengenainya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by OSY NADYA CRISTI 2013024010 -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, bu

Nama : Osy Nadya Cristi
NPM : 2013024010

Izin menanggapi mengenai vidio tentang toksikologi yang telah ibu berikan.
Toksikologi adalah cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat dan mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan.

Perkembangan toksikologi telah ada sejak 2700 SM sampai 1200 AD.Kita tahu bahwa unsur toksikologi sendiri adalah agen kimia atau fisika yang menimbulkan respon pada suatu sistem biologi. Didalam video tersebut dijelaskan bahwa terdapat salah satu sumber racun yang berasal dari tumbuhan bernama Poison Ivy yang terlihat di musim gugur yang mengandung racun toksin. Selain itu terdapat hewan kecil seperti katak katak kecil yang memiliki racun dikulitnya.

Selanjutnya di dalam video menjelaskan bahwa produk yang mungkin akan menjadi masalah (terlibat dalam sebagian besar keracunan) adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat obatan, kosmetik, dan lain lain. Adapun racun lingkungan(pencemaran udara dan air) dan toksikan kerja, biasanya orang orang yang memiliki pekerjaan di lingkungan berbahaya akan beresiko tinggi terkena suatu penyakit seperti kanker. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa toksikologi sangat bermanfaat untuk memprediksi akibat atau dampak dari bahaya toksik suatu zat terhadap manusia dan lingkungannya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Frinsma Liszia 2013024024 -
Assalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Nama : Frinsma Liszia
NPM : 2013024024

Izin berkomentar Ibu, mengenai vidio Pengantar Toksikologi yang telah ibu berikan.

Berdasarkan video tersebut telah dijelaskan mengenai toksikologi yang merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, atau pendeteksian racun (toxicants). Atau, dengan kata lain, Toksikologi adalah ilmu mengenai pengaruh dan mekanisme kerja yang merugikan dari senyawa kimia pada organisme hidup seperti binatang dan manusia. Toksikologi juga merupakan salah satu ilmu yang penting karena dengan ilmu toksikologi kita akan mengetahui tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun. Sebagai salah satu contoh yaitu tanaman Poison Ivy yang terlihat sangat indah namun ternyata memiliki sumber racun.
Selanjutnya, dalam video juga diterangkan mengenai Pekerjaan dan Lingkungan, dimana racun lingkungan seperti udara dan air merupakan zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Racun lingkungan ada yang bersifat alami dan buatan. Banyak masyarakat berpikir bahwa racun lingkungan yang buatan lebih berbahya dari pada yang alami padahal realitanya keduanya sama sama tingkat berbahaya yang sama. Banyak kematian yang di sebabkan racun bakteri (Salmonella E.coli) kurang lebih 5.000.000 kematian setiap tahunnya.
Adapun proses mekanisme yang dimiliki tubuh untuk menangkal efek merugikan dari racun sebagai berikut, yang pertama redistribusi yaitu menyimpan racun dalam jaringan tubuh untuk mengencerkan racun dan mengurangi efeknya misalnya pada tulang. Kedua, yaitu ekskresi dengan cara mengeluarkan racun dari tubuh dengan organ ginjal. Dan yang ketiga metabolisme dengan mengubah toksikan secara kimiawi agar lebih mudah diekskresikan di hati, ginjal, paru-paru, GI,dan lainnya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by elvira sesie ibirilia 2013024042 -
Nama : Elvira Sesie Ibirilia
NPM : 2013024042

Izin menjawab dan menanggapi video bu,
Toksikologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai efek berbahaya yang disebabkan oleh bahan kimia atau zat – zat yang ada didalam tubuh manusia, hewan maupun lingkungan. Toksikologi juga dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang berkaitan dengan sifat, efek, dan deteksi racun. Dalam toksikologi terdapat beberapa unsur yang saling berinteraksi dengan suatu cara tertentu untuk menimbulkan respon yang dapat menimbulkan kerusakan.

Adapun yang dapat menimbulkan racun diantarnya yaitu tumbuhan, hewan dan bakteri. Hewan tertentu dapat mengeluarkan racun dan dapat mentransfer bakteri menular. Akan tetapi, 92% dari semua racun terdapat dirumah seperti larutan pembersih, bahan bakar, obat – obatan, lem dan kosmetik.

Racun lingkungan yang disebabkan oleh udara ataupun polusi merupakan sesuatu yang berbahaya bagi lingkungan dan bagi kesehatan. Racun lingkungan terbagi menjadi dua, yaitu racun alami dan buatan. Kebanyakan orang berfikir bahwa racun buatan yang dibuat oleh manusia lebih berbahaya dibandingkan racun alami. Tetapi kenyatannya keduai racun tersebut sama – sama berbahaya. Hal tersebut terbukti karena 5 juta kematian tahunan yang terjadi diseluruh dunia disebabkan oleh salmonella dan E-coli.

Adapun istilah – istilah dalam toksikologi yaitu:
1. Toksisitas adalah efek samping yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia
2. Dosis adalah jumlah bahan kimia untuk mendapatkan akses ke tubuh
3. Paparan adalah kontak yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis

Beberapa efek dari racun diantaranya sebagai berikut.
1. Kematian, disebabkan oleh arsenic dan sianida
2. Kerusakan organ, disebabkan oleh ozon
3. Mutasi, disebabkan oleh sinar uv
4. Karsinogenesis, disebabkan oleh benzene

Organ yang manusia mudah terserang oleh racun adalah sebagai berikut.
1. System saraf
2. System imun
3. Hati
4. Organ pernapasa
5. Mata
6. Ginjal
7. Kulit
8. System reproduksi

Terimakasih bu, mohon maaf apabila ada kesalahan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Reny Septina Dewi 2013024004 -
Nama : Reny Septina Dewi
NPM : 2013024004

Izin menanggapi, Bu.

Toksikologi merupakan suatu cabang ilmu yang membahas seputar efek merugikan berbagai efek samping yang merugikan dari berbagai agen kimiawi terhadap semua sistem makhluk hidup. Pada bidang biomedis, ahli toksikologi akan menangani efek samping yang timbul pada manusia akibat pajanan obat dan zat kimiawi lainnya, serta pembuktian keamanan atau bahaya potensial yang terkait penggunaannya. Toksikologi telah ada sejak jaman dahulu pada masa awal kehidupan manusia. toksik atau racun pada jaman dahulu meliputi racun hewan dan esktra tanaman yang digunakan untuk berburu, perang ataupun pembunuhan. dengan hal itu dapat disimpulkan bahwa manusia prasejarah sudah memahami mengenai racun dengan baik.

Dalam video dijelaskan bahwa 92 % zat beracun terjadi di rumah dimana anak-anak harus aman di rumah, produk yang biasanya menjadi masalah adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, dan sebagainya. Hewan tertentu mengeluarkan racun seperti racun bisa ular, sengat, dan juga terdapat di dalam tanaman. Sejarah Toksikologi dilihat pada tahun 2700 SM, jurnal Cina berbicara tentang tanaman dan racun ikan, mereka menggunakan beberapa hal untuk menghindari dan kemudian orang mesir kembali pada tahun 1900 SM mereka memiliki 800 obat dan resep beracun, lalu di pengobatan hindu tidak hanya mencakup racun tetapi juga penangkalnya, kemudian orang Yunani pada tahun 100 M, mereka mengklasifikasikan 600 tanaman untuk untuk hewan, tanaman dan racun mineral, orang yang melakukannya memakan tanaman ini karena tidak ada cara untuk mendeteksi racunnya, lalu orang romawi menggunakan racun untuk eksekusi dan pembunuhan, lalu otoritas islam tahun 980 berbicara tentang racun dan penangkalnya,dan orang dari spanyol rabbi maimonides membuat buku untuk pertolongan pertama tentang racun dan penangkalnya. Perkembangan toksikologi diperkirakan sudah ada sejak 2700 sebelum masehi.

Toksin tinggi seperti racun dapat menjadi terapi atau memperbaiki masalah pada dosis yang sesuai untuk membuat racun. Polusi adalah sesuatu yang berbahaya bagi lingkungan dan juga bagi kita, racun lingkungan dapat menjadi alami dan bisa menjadi buatan manusia, masyarakat dulu berpikir yang buatan manusia lebih berbahaya tetapi kenyataannya dua-duanya sama sama berbahaya. Toksisitas adalah efek samping yang dihasilkan oleh bahan kimia, dosisnya adalah sejumlah bahan kimia untuk mendapatkan akses ke tubuh sehingga dosis dosisnya berbeda dari paparan. Paparan adalah kontak yang memberikan kesempatan untuk dosis racun, Paparan bahan kimia dapat terjadi dari banyak sumber bisa jadi di lingkungan tempat kita berada,peternakan lebah jika kita disengat oleh lebah,dan penghilang rasa sakit yang mengakibatkan kecanduan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Yessica Solafide Siregar 2013024050 -
Nama : Yessica Solafide Siregar
NPM : 2013024050

Izin menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan mengenai video pengantar Toksikologi yang telah ibu berikan.

Definisi Toksikologi.
Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang efek berbahaya atau dampak dari zat-zat yang ditimbulkan oleh bahan kimia dan dapat merugikan organisme hidup serta sistem biologisnya. Toksikologi sangat bermanfaat untuk memprediksi atau mengkaji akibat yang berkaitan dengan bahaya toksik dari suatu zat terhadap manusia dan lingkungannya.

Berdasarkan video dijelaskan bahwa toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun dengan kata lain toksikologi adalah studi tentang toksikan atau toksin beracun. Toksikologi atau studi tentang efek racun adalah disiplin ilmiah tertua karena manusia pada zaman dahulu harus mengetahui tanaman mana yang baik untuk dimakan dan tanaman mana yang beracun sehingga mereka dapat mempraktekkan kata toksikologi ini.

Sejarah Toksikologi.
Sejarah toksikologi dimulai pada tahun 2700 SM dengan adanya jurnal Cina yang berbicara tentang tanaman dan racun ikan. Kemudian orang Mesir kembali pada tahun 1900-1200 SM dimana mereka memiliki lebih dari 800 resep obat dan beracun selanjutnya tahun 800 SM pengobatan Hindu yang mencakup racun dan bagaimana penawarnya. Pada tahun 50-100 M, dokter Yunani mengklasifikasikan lebih dari 600 racun tumbuhan, hewan dan mineral. Orang Romawi juga menggunakan racun untuk eksekusi dan pembunuhan serta filsuf, Socrates dieksekusi menggunakan hemlock untuk mengajarkan ide radikal. Kemudian Otoritas Islam berbicara tentang racun dan penangkalnya dan seorang rabi Spanyol menghasilkan sebuah buku racun. Buku ini adalah buku yang dapat digunakan semua orang sebagai buku pertolongan pertama tentang racun dan penangkalnya.

Salah satu racun berbahaya adalah tanaman poison ivy, jika kita memegang tanaman ini dapat mengakibatkan tangan tidak bisa menekuk hal itu disebabkan adanya racun toksin pada tanaman tersebut. Jenis efek beracun diantaranya yaitu kematian - arsenik, sianida, kerusakan organ - Ozon, timbal dan mutagenesis - Sinar UV, karsinogenesis - bezena, asbes dan teratogenesis - thalidomide.

Istilah Toksikologi.
Toksisitas : Efek merugikan yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia
Dosis : Jumlah bahan kimia yang mendapatkan akses ke tubuh
Paparan : Kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun
Bahaya : Kemungkinan bahwa toksisitas akan diekspresikan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Sisilia Dela Anggraini 2013024040 -
Nama : Sisilia Dela Anggraini
NPM : 2013024040

Izin menjawab pertanyaan dan menanggapi video

Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari pengaruh merugikan suatu zat/bahan kimia pada organisme hidup atau ilmu tentang racun. Bahan toksik atau racun adalah bahan kimia yang dalam jumlah relatif berbahaya bagi makhluk hidup. Toksisitas atau derajat racun merupakan kemampuan suatu bahan toksik untuk menimbulkan kerusakan pada organisme hidup.

Berdasarkan Video, Toksikologi adalah cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat efek dan deteksi racun. Toksikologi merupakan disiplin ilmiah tertua dalam sejarah peradaban manusia ketika manusia dapat membedakan tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tumbuhan yang beracun. Sumber racun salah satunya adalah tanaman poison ivy yang menyebabkan tangan susah menekuk, dan hewan seperti katak.

Toksikologi diperkirakan muncul sejak Tahun 2700 SM. Sejarah toksikologi dapat dilihat pada Jurnal Cina yang berbicara tentang tanaman dan racun ikan, mereka menggunakan beberapa hal untuk menghindari dan kemudian orang Mesir kembali pada tahun 1900 SM mereka memiliki 800 resep obat, kemudian pengobatan Hindu tidak hanya mencakup racun tetapi juga penangkal racun, kemudian orang Yunani pada tahun 100 M mereka mengklasifikasikan 600 tanaman untuk hewan dan racun mineral, juga 600 tanaman dan orang yang melakukannya memakan tanaman ini karena tidak memiliki cara untuk mendeteksi racun. Lalu orang Romawi menggunakan racun untuk eksekusi dan pembunuhan. Otoritas Islam berbicara tentang racun dan penangkalnya dan seorang rabi Spanyol menghasilkan sebuah buku racun yang berisi pertolongan pertama tentang racun dan penangkalnya.
Dalam toksikologi terdapat beberapa istilah seperti :
-Toksisitas, efek samping yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia
- Dosis, jumlah bahan kimia untuk mendapatkan akses ke tubuh
- Paparan, kontak yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Wulan Rahma Prastiwi 2013024034 -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Nama : Wulan Rahma Prastiwi 

NPM : 2013024034

Kelas : B

Izin menanggapi video Toksikologi tersebut Ibu, 

Toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun (toxicants). Dengan kata lain, toksikologi adalah studi tentang efek racun. Sumber racun bisa berasal dari tanaman, hewan, bakteri, bahan kimia beracun, seperti toksin atau xenobiotik. Selain itu, paparan terbesar kita terjadi secara alami dari tanaman pangan yang kita makan. Paparan dapat terjadi secara tidak sengaja dan sengaja 92% dari semua keracunan terjadi di rumah. Produk yang terlibat dalam sebagian besar keracunan adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, lem, kosmetik, dan lainnya. 

Toksikologi terhadap pekerjaan dan lingkungan seperti racun lingkungan (polutan udara dan air) adalah zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia baik bersifat alami maupun buatan.  Penyakit yang terkait dengan pekerjaan tertentu dicatat, tetapi tidak dianggap serius karena kesehatan pekerja tidak menjadi perhatian masyarakat. Pekerjaan dengan resiko tinggi kanker sebagai berikut petugas kesehatan, pekerja farmasi dan laboratorium,  pekerja kilang dan pekerja karet, pembuat furnitur dan pekerja pestisida. 

Racun masuk ke dalam tubuh dapat berupa tertelan (air dan makanan), penyerapan (melalui kulit, mata), injeksi (menggigit, menusuk, atau memotong), inhalasi (udara). Selain itu,  paparan bahan kimia dapat berasal dari berbagai sumber seperti lngkungan, pekerjaan, terapeutik, diet, dan terjadi secara tidak disengaja maupun disengaja.

Proses (mekanisme) yang dimiliki tubuh untuk menangkal efek merugikan dari racun dapat dilakukan seperti : 

1) Redistribusi dengan cara menyimpan racun dalam jaringan tubuh untuk mengencerkan racun dan mengurangi efeknya (misalnya, tulang)

2) Ekskresi dengan cara  keluarkan dari tubuh melalui ginjal

3) Metabolisme dengan cara mengubah toksikan secara kimiawi agar lebih dapat diekskresikan di hati, ginjal, paru-paru, dan lainnya

Toksikokinetik adalah deskripsi kecepatan bahan kimia yang akan masuk ke dalam tubuh dan apa yang terjadi untuk metabolisme dan mengeluarkan senyawa begitu berada di dalam tubuh. Beberapa racun menyebabkan toksisitas dengan mengganggu dan kerusakan fungsi sel normal seperti mengikat dan merusak protein (struktural, enzim), mengikat dan merusak DNA (mutasi), mengikat dan merusak lipid, bereaksi dalam sel dengan oksigen untuk membentuk "radikal bebas" yang merusak lipid, protein, dan DNA.

Adapun jenis efek beracun yang ditimbulkannya seperti kematian (arsenik, sianida), kerusakan organ ( ozon, timbal), mutagenesis (sinar UV), karsinogenesis (benzena, asbes), teratogenesis (thalidomide). Selain itu terjadi toksisitas pada organ sasaran seperti sistem saraf pusat ( timah), sistem kekebalan tubuh (isosianat), hati (etanol, asetaminofen), saluran pernapasan (asap tembakau, asbes, ozon), mata (sinar UV (sinar matahari)), ginjal (logam), kulit ( sinar UV, emas, nikel) dan sistem reproduksi (dibromokloropropana).

Kesimpulan : Toksikologi adalah bidang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan yang  menyebabkan kerusakan sel, jaringan, organ, sistem organ, bahkan kematian pada individu. 

Terima kasih.

In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Sasi Rahmawati 2013024020 -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Nama : Sasi Rahmawati
Npm : 2013024020

Izin memberikan tanggapan dari vidio tentang toksikologi

Jadi, toksikologi sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari dan bersangkutan dengan sifat, efek dan deteksi racun. Sumber racun bisa berasal dari mana saja terutama bisa pada tanaman, hewan, bakteri (antraks), bahan kimia beracun seperti toksin atau xenobiotik. Selain itu, paparan terbesar yang bisa terjadi pada kita juga disebabkan dari makanan yang kita makan 92% dari semua racun itu terjadi di rumah di antaranya produk yang termasuk adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, kosmetik dan masih banyak lagi. oleh sebab itu agar lebih baik dan tepat harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Sejarah toksikologi
Dimulai pada tahun 2700 SM terdapat jurnal Cina yang menjelaskan tentang tanaman dan racun ikan. Mereka menggunakan beberapa racun tersebut untuk menghindari. Kemudian pada tahun 1200 - 1900 SM mereka memiliki 800 resep obat yang beracun. Dan kemudian pada tahun 800 SM pengobatan Hindu tidak hanya mencakup racun tetapi juga ada penawar atau penangkalnya. Kemudian pada tahun 50 sampai 100 M orang Yunani mereka mengklasifikasikan 600 racun tanaman, hewan dan mineral, Orang Romawi juga menggunakan racun untuk mengeksekusi dan pembunuhan. lalu otoritas islam tahun 980 berbicara tentang racun dan penangkalnya,dan orang dari spanyol rabbi maimonides membuat buku untuk pertolongan pertama tentang racun dan penangkalnya.

Ada beberapa istilah dalam ilmu toksikologi
1. Toksisitas
Merupakan efek samping yang dihasilkan oleh bahan kimia yang kita pakai
2. Dosis
kadar dari sesuatu yang dapat mempengaruhi suatu organisme
3. Paparan
Merupakan kontak yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis racun .

Ada banyak konsep paparan dari bahan kimia yang dapat terjadi seperti lingkungan, kemudian pekerjaan seperti contoh misalnya peternak lebah jika mungkin pekerja tersengat oleh lebah kemudian pekerjaan mengambil penghilang rasa sakit dan mereka menjadi kecanduan obat itulah paparan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Anisa Khusnul Hotimah 2053024004 -
Nama: Anisa Khusnul Hotimah
NPM: 2053024004

Izin memberi tanggapan dari video yang telah Ibu berikan.

Toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sifat, akibat, dan pendeteksian racun (toxicants). Toksikologi adalah studi tentang efek racun.

Toksikologi mungkin merupakan ilmu yang sudah lama ada, bahkan manusia paling awal pun harus mengenali tanaman mana yang aman untuk dimakan. Sumber racun bisa berasal dari tumbuhan, hewan, dan bakteri. Paparan terbesar yang terjadi pada kita secara alami dari tanaman pangan kita makan.Produk yang terlibat dalam sebagian besar keracunan adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, lem, kosmetik, dll. Hewan tertentu mengeluarkan racun yang disebut racun atau mentransfer bakteri menular.

Sejarah toksikologi dimulai pada tahun 2700 SM dengan adanya jurnal Cina yang berbicara tentang tanaman dan racun ikan. Kemudian orang Mesir kembali pada tahun 1900-1200 SM dimana mereka memiliki lebih dari 800 resep obat dan beracun selanjutnya tahun 800 SM pengobatan Hindu yang mencakup racun dan bagaimana penawarnya. Pada tahun 50-100 M, dokter Yunani mengklasifikasikan lebih dari 600 racun tumbuhan, hewan dan mineral. Orang Romawi juga menggunakan racun untuk mengeksekusi dan pembunuhan. lalu otoritas islam tahun 980 berbicara tentang racun dan penangkalnya,dan orang dari spanyol rabbi maimonides membuat buku untuk pertolongan pertama tentang racun dan penangkalnya.

Istilah Toksikologi

Toxicity - Efek merugikan yang dapat dihasilkan oleh bahan kimia.

Dose - Jumlah bahan kimia yang mendapatkan akses ke tubuh.

Exposure - Kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun.

Hazard - Kemungkinan bahwa toksisitas akan diungkapkan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by redhita maharani a.kodir 2013024012 -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Nama: Redhita Maharani A.Kodir
NPM: 2013024012

Izin menjawab dan menanggapi video yang telah diberikan ibu,

Toksikologi didefinisikan sebagai studi yang mempelajari tentang toksin atau racun. Toksikologi ini merupakan cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat efek dan deteksi beracun.

Dalam video tersebut menjelaskan, toksikologi ini sudah ada sejak 2700 SM-1200 AD. Toksikologi juga merupakan salah satu ilmu tertua, karena orang-orang di zaman dahulu sudah bisa membedakan antara makanan yang dapat dimakan dan makanan yang mengandung racun.

Sumber racun salah satunya bisa berasal dari tanaman, contohnya tanaman poison ivy. Tanaman ini sangat indah saat musim gugur, namun efek yang timbul jika terkena tangan akan susah untuk menekuk, lalu racun yang berasal dari hewan contohnya katak dan selanjutnya juga berasal dari bakteri dan lingkungan kita.

Lalu ada beberapa istilah-istilah dalam toksikologi, diantaranya:
1.Toxicity yang artinya efek merugikan yang dihasilkan oleh bahan kimia.
2. Dose yang artinya kadar dari sesuatu yang mempengaruhi suatu organisme.
3. Exposure yang artinya kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun.
4. Hazard yang artinya kemungkinan bahwa toksitas akan di ekspresikan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Nofyana Safitri 2013024006 -
Nama : Nofyana Safitri

NPM : 2013024006

Izin berkomentar bu mengenai vidio tentang toksikologi yang telah dipaparkan.
Toksokologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang efek racun. Tumbuhan, hewan, dan bakteri merupakan beberapa sumber racun yang bisa menjangkit kesehatan manusia maupun ynag berdampak bagi lingkungan. Bagi pengalaman saya sendiri toksikologi juga tidak memandang bulu dalam menjangkit korbannya. Seperti yang pernah terjadi pada penyakit uban. Ada sebagaian orang yang beranggapan bahwa uban yang datang di usia masih muda salah satu faktornya karena kebanyakan ketergantungan pada obat (pil). Orang tua saya sendiri sangat mewanti-wanti kepada saya jika sakit untuk tidak dulu mengnsumsi obat melainkan dengan cara alternatif yaitu bisa dikerik jika masuk angin, minum air hangat campur garam jika sakit gigi, minum perasan jeruk nipis dan kecap jika batuk. Keduanya selalu mengingatkan jangan ketergantungan pada obat.

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Khomsatun Nikmah 2013024026 -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Khomsatun Nikmah
Npm : 2013024026

izin memberikan kesimpulan dari vidio yang telah di tonton bu.
Tosikologi merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang efek efek berbahaya yang dapat di timbulkan oleh bahan kimia untuk lingkungan sekitar. Bahan kimia yang tampknya tidak beracun dapat menjadi racun pada dosis tinggi. Adapun beberapa racun yang menyebabkan toksisitas yang mengganggu fungsi sel normal, yaitu seperti : 
- mengikat dan merusak protein
- mengikat dan merusak DNA
- mengikat dan merusak lipid
- bereaksi dalam sel dengan oksigen untuk membentuk 'bebas radikal' yang merusak lipid, protein dan DNA.

Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by fitriya lukita permata sari -
Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh
Nama : Fitriya Lukita Permata Sari
NPM : 1813024022

Izin berkomentar ibu dan teman teman, mengenai video yang telah diberikan membahas toksikologi. Sebelum nya membahas mengenai pengertian toksikologi, toksikologi merupakan bidang Ilmu yang mempelajari senyawa kimia yang merugikan terhadap organisme hidup/kerusakan biologic→ toksik menimbulkan ketergantungan, sakit, mati (langsung/tak langsung), jangka panjang / pendek.

Didalam video Penyaji akan menjelaskan mengenai pengantar toksikologi yaitu zat-zat yang berpotensi beracun di sekitar kita yang mungkin tidak membahayakan dr. Johnson akan menyoroti orang-orang sepanjang sejarah yang telah menemukan efek dan penggunaan racun dia akan menjelaskan rute paparan racun serta respon tubuh kita terhadap bahan toksik dan akhirnya kita akan belajar tentang bidang toksikologi. Toksikologi adalah disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktikkan toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang. Contohnya pestisida yang banyak sehingga mereka membunuh hama tentu saja tetapi mereka juga masuk ke air dan jadi kami meminumnya dan jika terkena itu dan kelompok usia tertentu yang akan melihat memiliki individu sangat bervariasi pada seberapa rentan mereka terhadap individu. toksikologi pekerjaan dan lingkungan sehingga racun lingkungan baik di udara maupun polusi adalah sesuatu yang berbahaya bagi lingkungan dan juga bagi manusia juga racun lingkungan dapat menjadi alami dan mereka bisa menjadi buatan manusia baik-baik saja masyarakat dulu berpikir yang buatan manusia lebih berbahaya tetapi dalam kenyataannya keduanya berbahaya lima juta kematian tahunan di seluruh dunia karena Salmonella dan e-coli daripada memiliki apa pun untuk lakukan dengan manusia. Jika Anda menelannya, menelan racun dan kemudian muntah atau menyebabkan dirawat di rumah sakit, berapa lama sebelum racun mulai bekerja dengan muntah akan menjadi cara untuk mengeluarkannya segera dan jadi itu semua tergantung berdasarkan jumlah yang dikonsumsi dan potensinya seberapa cepat itu akan bekerja di sana banyak hal yang tidak diserap oleh perut dan jadi jika tertelan disarankan meminum banyak air untuk mengeluarkan zat beracun yang tertelan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Nurul Afifah Luthfiani 2013024028 -
Nama : Nurul Afifah Luthfiani
NPM : 2013024028

Izin memberikan tanggapan terkait video yang telah diberikan bu,

Toksikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia atau zat pada manusia, hewan, dan lingkungan atau juga merupakan perpaduan antara ilmu biologi dan ilmu kimia dan dapat digunakan untuk memahami konsep aksi dan keberadaan zat toksik serta penerapan konsep tersebut dalam permasalahan lingkungan.

Sejarah toksikologi dimulai pada tahun 2700 SM dengan adanya jurnal Cina yang berbicara tentang tanaman dan racun ikan. Kemudian orang Mesir kembali pada tahun 1900-1200 SM dimana mereka memiliki lebih dari 800 resep obat dan beracun selanjutnya tahun 800 SM pengobatan Hindu yang mencakup racun dan bagaimana penawarnya. Pada tahun 50-100 M, dokter Yunani mengklasifikasikan lebih dari 600 racun tumbuhan, hewan dan mineral.

Dalam video dijelaskan mengenai cabang ilmu yang mempelajari tentang alam,efek, dan deteksi racun (toxicants).
Pada Video juga dijelaskan bahwa 92 % zat beracun terjadi di rumah, produk yang biasanya menjadi masalah adalah larutan pembersih, bahan bakar, obat-obatan, kosmetik dan lainnya.

Ada beberapa istilah-istilah dalam toksikologi, diantaranya:
1.Toxicity yang artinya efek merugikan yang dihasilkan oleh bahan kimia.
2. Dose yang artinya kadar dari sesuatu yang mempengaruhi suatu organisme.
3. Exposure yang artinya kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun.
4. Hazard yang artinya kemungkinan bahwa toksitas akan di ekspresikan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Bella Selvi Lestari 2013024008 -
Nama : Bella Selvi Lestari
NPM : 2013024008

Izin memberikan tanggapan Bu,

Toksikologi adalah cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat efek dan deteksi racun. Dengan kata lain toksikologi adalah studi tentang Efek racun, sekarang mungkin toksikologi adalah disiplin ilmiah tertua karena bahkan manusia paling awal pun harus tahu tanaman mana yang baik untuk dimakan dan mana yang beracun sehingga mereka mempraktikkan toksikologi jauh sebelum kata toksikologi diucapkan sekarang. sumber racun salah satunya adalah tanaman.

Sumber racun salah satunya bisa berasal dari tanaman, contohnya tanaman poison ivy. Tanaman ini sangat indah saat musim gugur, namun efek yang timbul jika terkena tangan akan susah untuk menekuk, lalu racun yang berasal dari hewan contohnya katak dan selanjutnya juga berasal dari bakteri dan lingkungan kita.

Salah satu unsur toksikologi adalah agen-agen kimia atau fisika yang mampu menimbulkan respon pada sistem biologi.

Ahli toksikologi akan menggunakan banyak alat modern untuk membantu kegiatan mereka seperti sel kultur, dan rekayasa genetika.

Racun lingkungan meliputi polutan udara dan air adalah zat yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia.

ilmu toksikologi lingkungan adalah menyangkut masalah: 
A. Sumber racun—termasuk jenis, jumlah dan sifatnya
B. Distribusi di dalam media udara, tanah dan air;
C. Efek toksisitasnya terhadap flora, fauna (liar), tanaman, hewan ternak, dan manusia.
Sumber racun bisa berasal dari tumbuhan, hewan, dan bakteri.

Jadi Toksikologi sangat bermanfaat untuk memprediksi akibat atau dampak dari bahaya toksik suatu zat yang terhadap pada manusia dan lingkungannya.
Terima kasih bu.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Alzha Aldhiesta Putri 2013024060 -
Nama: Alzha Aldhiesta Putri
NPM: 2013024060

Izin memberi tanggapan bu

Toksikologi didefinisikan sebagai studi yang mempelajari tentang toksin atau racun. Toksikologi ini merupakan cabang ilmu yang bersangkutan dengan sifat efek dan deteksi beracun.

Dalam video tersebut menjelaskan, toksikologi ini sudah ada sejak 2700 SM-1200 AD. Toksikologi juga merupakan salah satu ilmu tertua, karena orang-orang di zaman dahulu sudah bisa membedakan antara makanan yang dapat dimakan dan makanan yang mengandung racun.

Sumber racun salah satunya bisa berasal dari tanaman, contohnya tanaman poison ivy. Tanaman ini sangat indah saat musim gugur, namun efek yang timbul jika terkena tangan akan susah untuk menekuk, lalu racun yang berasal dari hewan contohnya katak dan selanjutnya juga berasal dari bakteri dan lingkungan kita.

Lalu ada beberapa istilah-istilah dalam toksikologi, diantaranya:
1.Toxicity yang artinya efek merugikan yang dihasilkan oleh bahan kimia.
2. Dose yang artinya kadar dari sesuatu yang mempengaruhi suatu organisme.
3. Exposure yang artinya kontak memberikan kesempatan untuk mendapatkan dosis beracun.
4. Hazard yang artinya kemungkinan bahwa toksitas akan di ekspresikan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pertemuan 1

by Richo Armayoga 2013034058 -
Nama : Richo Armayoga
NPM : 2013024058

Izin memberikan komentar bu,.
Toksikologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari dan bersangkutan dengan penggunaan berbagai bahan kimiawi yang dapat menyebabkan efek toksik atau racun dan deteksi racun terhadap tubuh. Toksikologi merupakan ilmu yang sangat luas yang mencakup berbagai disiplin ilmu yang sudah ada seperti ilmu kimia, Farmakologi, Biokimia, Forensik Medicine dan lain-lain. Toksikologi memiliki cabang ilmu lainnya seperti toksikologi obat, toksikologi zat yang menimbulkan ketergantungan, toksikologi pestisida, toksikologi lingkungan, toksikologi industri, aksidental, toksikologi perang, toksikologi sinar, toksikologi forensik, toksikologi reglator, toksikologi klinik, toksikologi ekonomi, toksikologi mekanistik, toksikologi analitik dan toksikologi dekriptif. Perkembangan toksikologi telah ada sejak 2700 SM sampai 1200 AD. Paul Ehrlich menjadi salah satu ilmuan pada abad ke-20 yang mempelajari tentang reaksi racun dengan organisme. Tujuan ilmu toksikologi yakni untuk menetapkan dosis yang aman dan dapat menjadi cara dalam ketetapan dosis yang aman bagi tubuh. Jenjang karir pada toksikologi akan melibatkan pengevuasian akan efek bahaya serta proses aksi bahan kimia pada hewan, manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Ahli toksikologi akan menggunakan banyak alat modern untum membantu kegiatan mereka seperti simulasi komputer, chip, biologi molekuler, sel kultur, dan rekayasa genetika. Lingkungan sekitar kita dapat memberikan dampak bagi kesehatan bila terdapat kandungan yang berlebih. Kandungan ini akan masuk kejaringan dan menyebabkan beberapa organ tidak mampu berjalan degan baik. Salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh lingkungan yang berbahaya yaitu kanker.