FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

Number of replies: 30
Silahkan analisis dan jawablah menggunakan bahasa anda sendiri, terlebih dahulu tulislah nama, npm, kelas dan prodi. Terima kasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Khusnul Khotimah -
Nama : Khusnul Khotimah
NPM : 2113053122
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan analisis soal kasus 2 tentang " Awan gelap untuk HAM di Indonesia
".
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Menurut analisis saya, artikel kasus 2 diatas membahas mengenai HAM yang ada di Indonesia. HAM di Indonesia bisa dibilang masih sangat lemah, dengan perwujudan sila ke lima yang masih sangat minim. Banyak kasus kasus pelanggaran HAM yang ada di Indonesia dan pihak berwenang masih sangat sulit untuk mengendalikan berbagai kasus tersebut. Contohnya seperti kasus di papua, yang mana HAM mereka telah dilanggar. Padahal mereka sama-sama merupakan warga negara Indonesia, tetapi masih lemah nya penegakan HAM di Indonesia membuat hak-hak mereka terabaikan.
Selanjutnya untuk hal positif yang bisa didapatkan dari kasus tersebut adalah saya dapat memahami bahwa ham itu perlu ditegakkan, dan kita sebagai masyarakat Indonesia lebih belajar untuk saling menghormati hal orang lain demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban :
Menurut saya demokrasi yang diambil dari nilai - nilai adat istiadat/budaya asli Indonesia sangat baik, karena mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang beragam. Dengan berbagai macam adat dan budaya bangsa Indonesia membawa kedaulatan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Demokrasi yang dimaksud yaitu demokrasi Pancasila, yang merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa di nusantara dan memiliki nilai dasar kehidupan manusia yang diakui secara universal dan berlaku sepanjang zaman. Pancasila sarat dengan nilai-nilai luhur bangsa yang berintikan semangat gotong royong di atas keberagaman yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Selanjutnya mengenai prinsip demokrasi yang ber ketuhanan yang maha Esa menurut saya memberikan sebuah pemahaman bagi masyarakat bahwa setiap tindakan yang kita lakukan tidak terlepas dari rencana tuhan, kita sebagai masyarakat Indonesia harus menanamkan nilai-nilai ketuhanan dalam diri kita. Artinya kita tidak lupa siapa sang Pencipta yang telah memberikan kita kehidupan, sehingga dalam menjalani kehidupan kita tidak lalai terhadap tugas dan tanggung jawab kita kepada sang Pencipta.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban :
Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung nilai HAM. Akan tetapi, dalam pelaksanaan nya terdapat beberapa hambatan yang menjadikan demokrasi tersebut tidak bisa berjalan dengan baik. Walaupun HAM di Indonesia sudah ditegakkan, tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan haknya. Hal ini disebabkan oleh Banyaknya peraturan yang tidak diimbangi dengan penguatan kebijakan perlindungan HAM dan sosial, lemahnya kemampuan institusi negara dalam hal penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM, rendahnya kepatuhan hukum dan budaya aparat dalam penghormatan dan perlindungan HAM, serta minimnya pemahaman aparat negara pada pendekatan dan prinsip hak asasi manusia. Ini merupakan sebuah PR bagi pemerintah Indonesia dalam mengatasi dan memenuhi HAM dari setiap masyarakat nya.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban :
Menurut saya anggota parlemen yang seperti itu harusnya tidak dipilih oleh masyarakat sebagai wakil rakyat, karena dengan keegoisan mereka malah akan menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat. Mereka hanya memikirkan dirinya sendiri dan tida memenuhi kewajiban nya sebagai wakil rakyat. Contohnya seperti seseorang yang akan mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, mereka memberi segudang janji yang hanya omong kosong belaka. Mereka tidak menepati nya sama sekali dan bahkan melupakan masyarakat yang telah percaya kepada nya. Ini adalah salah satu penyebab diindonesia terdapat banyak kasus korupsi, karena para wakil rakyat hanya mementingkan diri sendiri dan tidak bertanggung jawab atas semua yang mereka janjikan.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat iini
Jawaban :
Menurut saya pihak pihak yang seperti itu mereka memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka menggunakan politik untuk melakukan segala sesuatu yang menimbulkan ketimpangan dimasyarakat. Mereka memanfaatkan orang-orang yang berpengaruh untuk membantu tujuan mereka. Dengan adanya perilaku tersebut, hak hak masyarakat yang harusnya terpenuhi malah terabaikan karena mereka malah sibuk untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Hal ini sudah tidak sejalan dengan demokrasi di Indonesia yang menerapkan prinsip pemerintah dari rakyat untuk rakyat, karena banyak hak hak masyarakat yang dicabut dan terabaikan oleh orang orang yang berkepentingan.

Sekian terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by ADELLA SHALSABILA -
Nama : Adella Shalsabila
NPM : 2113053259
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin menjawab bu

1. Dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia, beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM pada tahun 2019 masih belum cukup baik. Hal ini dikarenakan Komisi Nasional HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam. Namun, ada beberapa perkembangan baik dan bisa menjadi harapan ke depannya. Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel tersebut yaitu pentingnya memahami HAM agar dapat saling menghargai sesama dan tidak berlaku seenaknya bahkan terhadap orang yang tidak memikiki kedudukan karena pada hakikatnya semua orang memiliki HAM.

2. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam Pancasila. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun bangsa dan negara merupakan kekuatan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri, namun saat ini budaya Indonesia telah terpengaruh oleh westernisasi. Hal ini akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa, budaya, norma, adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa berarti terus menerus menyuntikkan dan menanamkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam demokrasi. Dalam penerapannya sejalan atau tidak bertentangan dengan norma agama. Di Indonesia, tidak semua wakil nasional yang dipilih bertanggung jawab untuk menjalankan misi nasionalnya. Namun pada Hari Penghakiman, segala perbuatannya juga merupakan tanggung jawabnya kepada Tuhan YME. Demikian pula sebagai pemegang otoritas tertinggi, manusia juga harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan atas apa yang dilakukannya. Oleh karena itu, ketika melaksanakan demokrasi antara pemerintah dan rakyat, kita harus mengakui bahwa hukum yang berlaku bukan hanya hukum buatan tetapi juga hukum Tuhan. Oleh karena itu, semua tujuan adalah untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan, bukan untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan. Berkah. Melakukan tindakan buruk seperti korupsi dan suap.

3. Baik atau tidaknya pelaksanaan demokrasi dapat dilihat dari pelaksanaan pemilihan umum yang dijalankan untuk memilih para pemimpin bangsa dan negara. Namun, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme menunjukkan bahwa sebagian pemerintah masih mementingkan kepentingannya dirinya sendiri dan kelompoknya dibandingkan dengan rakyat secara luas. Ditambah lagi tindakan pelaksanaan kebebasan berpendapat belum mampu dilaksanakan secara baik dan bertanggung jawab. Berbagai hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia saat ini belum lah berjalan dengan baik.

4. Apabila terdapat kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat maka telah menyalahi aturan. Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka seharusnya bisa lebih diwaspadai karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

5. Berbagai pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas karena mereka ingin memainkan politik agar dapat menguasai negeri ini. Antara Hak Asasi Manusia dan demokrasi memiliki hubungan yang sangat erat. HAM tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat tidak demokratis, namun negara yang demokratis pasti menjamin eksistensi HAM. Suatu negara dapat dikatakan demokratis apabila menghormati dan melindungi HAM.

Sekian, terima kasih bu
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Niki Sasi Kirani -
Nama: Niki Sasi Kirani
NPM: 2113053027
Kelas: 2E
Prodi: PGSD

Izin menjawab soal pada kasus berjudul “Awan gelap untuk HAM di Indonesia” bu,
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=> Beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Komisi Nasional (Komnas) HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA). Dengan banyaknya agenda HAM yang mengalami kemacetan dan kemunduran pada tahun 2019, namun, masih ada kabar baik yang muncul. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Seperti yang kita ketahui prinsip HAM itu sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif.
Hal positif yang dapat saya ambil darii artikel diatas yaitu, kita sebagai manusia memiliki kepentingan untuk memahami HAM, karena dengan begitu kita bisa menghormati sesama dan tidak memandang kedudukan yang tinggi dan rendah karena kita semua itu sama-sama memiliki hak asasi manusia yang patut untuk dijunjung tinggi.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
=> Demokrasi memang harus diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat, karena dengan begitu Indonesia memiliki demokrasi yang sesuai dengan kesetaraan antara budaya asli dan masyarakatnya. Masyarakat akan lebih mudah menyetarakan hidup dan sikap demokrasi Indonesia jika diambil dari budaya asli masyarakat. Demokrasi Pancasila itu sangat penting bagi negara Indonesia sebab dengan adanya sistem demokrasi tersebut dapat menjamin setiap warga negara untuk terlibat secara setara dalam kehidupan bernegara melalui hak yang dijamin. Dengan berkeTuhanan Yang Maha Esa, maka demokrasi akan selalu berpatokan dan mengingat Tuhan. Artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
=> Menurut saya sudah sesuai, karena sudah telaksananya kegiatan seperti memberikan hak pilih saat musyawarah berlangsung dan menghormati perbedaan pendapat orang lain dengan menjamin kebebasan seorang manusia untuk berpendapat dan menentukan hak pilihnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
=> Sikap saya mungkin lebih mewaspadai hal itu, karena jika sering kali berbeda dengan kepentingan rakyat mungkin terdapat penyalahgunaan, namun sebenarnya tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Anggota parlemen dapat mengatasnamakan rakyat, karena negara Indonesia merupakan negara demokrasi yang kedaulatannya berada di tangan rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
=> Sangat tidak terpuji, karena dengan mengandalkan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas sama saja menyia-nyiakan sesuatu. Dengan kekuasaan kharismatik, mereka memang memiliki tujuan dan kekuasaan politik, namun tidak untuk menguasai negeri ini. Masalah tersebut tentu melanggar HAM dan sangat tidak boleh untuk dilakukan. Negara Indonesia adalah negara hukum yang berdemokrasi, maka pemerintah harus dapat melindungi HAM warga negara Indonesia agar tidak terancamnya hak asasi manusia.

Sekian, terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Valentina Setiyawati 2113053024 -
Nama : Valentina Setiyawati
NPM : 2113053024
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Analisis kasus 2
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut saya, penegakan HAM di Indonesia sudah cukup baik. Pemerintah juga sudah melakukan beberapa upaya untuk menegakkan HAM untuk warga negara Indonesia. Memang ada beberapa kasus yang masih melanggar HAM, namun itu sudah menjadi tugas masing - masing orang untuk menyadari bagaimana pentingnya saling menghargai hak yang dimiliki pribadi masing-masing.
Pemerintah juga bisa melakukan upaya supaya masyarakat menyadari bahwa HAM yang mereka miliki dibatasi oleh HAK yang dimiliki orang lain, yang artinya kita memiliki hak namun kita harus menghargai/menghormati hak orang lain juga. Pemerintah bisa melakukan beberapa sosialisasi mengenai HAM kepada masyarakat, siswa siswi yang sudah di beri materi mengenai HAM sejak dini, supaya terbentuk karakter karakter yang baik ketika mereka dewasa sehingga terjadi keseimbangan antara HAM yang kita miliki dan HAM orang lain.
Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel di atas yaitu, saya menyadari bahwa HAM yang kita miliki dibatasi oleh HAM orang lain. Masih banyak pelanggaran HAM yang terjadi di negara kita, maka dari itu sebagai warga negara, mahasiswa khususnya harus menyadari betapa pentingnya menghargai HAM orang lain supaya tidak ada pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Menurut saya, demokrasi Indonesia memang seharusnya terikat dengan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia karena dengan begitu maka demokrasi Indonesia akan berjalan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri, sehingga akan selaras dengan kepribadian bangsa dan meminimalisir terjadinya penyimpangan yang tidak diinginkan. Mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa, ini juga baik karena selaras dengan nilai sila pada Pancasila. Demokrasi harus sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan setiap sila Pancasila seperti, Demokrasi di Indonesia harus berketuhanan sesuai dengan sila pertama, artinya segala hal sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia pada saat ini masih belum sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal tersebut telah dibuktikan seperti maraknya aksi suap-menyuap uang untuk mendapatkan suara saat pemilu, aksi intoleran, dan tidak berdayaan rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Menurut pendapat saya mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat, itu sangat disayangkan dimana masyarakat sudah percaya penuh namun pihak terkait melakukan sesuka hatinya demi kepentingannya sendiri, dalam hal ini kita perlu bersikap yang waspada, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat dan jangan sampai kita tertipu. Selain itu, jadikanlah hal seperti ini untuk pembelajaran. Jika tindakan seperti ini salah maka kedepannya kita tidak boleh melakukannya bukan malah mencontohkan karena ini sangat menguntungkan secara pribadi.

5. Bagaimakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusiapada era demokrasi dewasa saat ini?
Seperti yang kita ketahui saat ini masih banyak masyarakat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam memang kita ketahuai bahwa seseorang memiliki hak nya tersendiri dalam hal beragama dan mereka mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai yang belum tentu benar. Ditambah lagi kurangnya pemahaman mengenai ideologi sehingga hal tersebut akan dimanfaatkan oleh para pelaku politik untuk mendapatkan suara sehingga menjadi tokoh politik dengan cara menyuap. Hal ini termasuk hak untuk memilih semua orang bebas menentukan pilihannya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Dan hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini tentu sangat erat dan keduanya saling berkaitan karena HAM hanya akan terealisasi dalam pemerintahan yang demokratis yang menghormati dan melindungi terhadap HAM setiap warga negaranya. Dan HAM tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat tidak demokratis.

Terima kasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Irma Tri Susanti -
Nama : Irma Tri Susanti
Npm : 2113053069
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan analisis mengenai soal kasus diatas, Bu.

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Penegakan HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia harus selalu ditegakkan, hal tersebut sejalan dengan Indonesia yang disebut dengan negara hukum. Namun dalam pelaksanaannya masih ada beberapa permasalahan yang terjadi, seperti halnya yang telah disebutkan dalam penjelasan artikel. Misalnya pada tahun 2019 yang disebut dengan tahun kelam, pada tahun itu HAM mengalami masalah dalam pelaksanaan nya seperti,
1. Tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan.
2. Menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan.
3. Diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
4. Kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu.
5. Pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua.
6. Berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat misalnya.
Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut, Indonesia telah melakukan beberapa reformasi guna untuk perlindungan HAM. Ada beberapa upaya yang dilakukan Indonesia untuk melindungi HAM, tetapi peran warga negara dalam penerapan juga penting. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia hendaknya untuk selalu melindungi HAM.

Hal positif yang saya dapat dari artikel tersebut yaitu perlindungan HAM itu penting dilakukan di Indonesia. Kita sebagai manusia dalam menjalani kehidupan disegala lingkungan yang kita hadapi, harus mampu menerapkan HAM yang ada. Dengan demikian tidak ada lagi terjadi pelanggan HAM, sifat egois dari beberapa kelompok maupun individu, dan lain sebagainya.


B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Analisis saya mengenai demokrasi yang diambil dari nilai nilai adat istiadat atau budaya adalah seperti yang kita tahu bahwa pengertian demokrasi adalahh bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara ikut serta—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Jadi jika demokrasi diambil dari nilai nilai adat istiadat maka masyarakat Indonesia dapat menjalankan haknya untuk melestarikan kebudayaan kebudayaan yang mereka punya. Dengan demikian, kebudayaan kebudayaan yang ada di Indonesia tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Dan hal tersebut dapat menjaga segala kearifan lokal yang ada di Indonesia. Semua warga Indonesia memiliki haknya untuk menjalankan kebudayaan yang mereka punya, namun juga harus disesuaikan dengan segala aturan yang ada di Indonesia.

Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa yaitu, saya setuju dengan pemberlakuan itu. Hal tersebut dikarenakan supaya setiap manusia memiliki agama, yang dimana didalam agama itulah mereka memiliki aturan aturan ataupun batasan batasan dalam menjalani hidupnya sebagai seorang manusia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Menurut saya, praktik demokrasi Indonesia saat ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan Pancasila dan UUD serta menjunjung tinggi HAM. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil peringkat global, indeks demokrasi Indonesia bertengger di posisi 52, naik 12 tingkat dari 2020. Sejak 2006, indeks demokrasi Indonesia bergerak di kisaran 6,30–7,03. Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi di sepanjang 2021. Selain itu, Indonesia juga termasuk negara hukum yang mana selalu menjunjung tinggi HAM.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Menurut saya anggota perlemen melakukan hal tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan politik dalam dirinya saja tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Jika aksi anggota parlemen tersebut selalu dilaksanakan maka tindakan tersebut dapat dinilai menyalahgunakan suatu kuasa.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Pendapat saya mengenai hal tersebut yaitu seharusnya hal tersebut tidak untuk dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang terkenal dengan negara hukum yang melindungi HAM. Hal tersebut menurut saya telah melanggar HAM, yang mana kelompok tersebut hanya mementingkan ego semata tanpa memperhatikan hak hak masyarakat lainya.

Pada era demokrasi di era globalisasi saat ini, hal tersebut kerap terjadi dikalangan masyarakat karena perkembangan teknologi yang canggih sehingga memudahkan segala aktivitas yang diinginkan nya. Selain itu, pada era globalisasi dengan perkembangan teknologi saat ini juga dapat mempengaruhi kepribadian khas Indonesia luntur terhadap kebudayaan asing. Sehingga nilai nilai yang tertanam pada Indonesia lama kelamaan asing di kalangan masyarakat nya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, konsep Hak Asasi Manusia dan demokrasi pada era saat ini sangat saling berkaitan dalam pelaksanaan nya.

Sekian, terima kasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Aminata Zuhriyah -
Nama: Aminata Zuhriyah
NPM: 2113053067

Izin memberikan jawaban dari analisis soal yang diberikan.

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang Anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Kinerja Hak Asasi Manusia atau HAM di Indonesia masih buruk bahkan sebelum peringatan HAM sedunia. Kinerjanya pun masih dianggap buruk dibandingkan dengan negara lain. Namun dari tahun 2019 ada perkembangan dan dirasa cukup baik. Sebagai awan yang gelap, HAM di Indonesia masih kurang menenangkan dimana hak manusia diluar sana masih saja belum sepenuhnya diberikan.

Dikatakan bahwa tahun 2019 sebagai tahun yang kelam, karena pada saat itu HAM mengalami kemunduran dari segi mutu, serangannya pun begitu banyak kepada para pembela hukum. Kenapa bisa dikatakan sebagai tahun yang kelam pada tahun 2019, karena para penegak hukum atau aparat yang bertugas dan berwenang didalamnya. Intinya tidak ada proses keadilan untuk mereka-mereka yang melanggar HAM yang dilakukan aparat keamanan. Lalu menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan. Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara. Dan praktik diskriminasi di Indonesia banyak sekali ditemukan.

Keempat, kegagalan pada upaya pemerintah pada saat menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan terhadap pelanggaran HAM. Kelima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan semakin tinggi bisa dikatakan menindas dan tajam pada masyarakat Papua. Serta keenam, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan eksekusi kejam baik melalui vonis dan juga tindakan-tindakan atau prilaku, hukumannya pun diluar aturan pengadilan dan mengunakan cara tembak atau bisa dikatakan hukum mati. Dan tevonis mangkat juga pula tindakan-tindakan hukuman aturan di luar pengadilan, menggunakan cara tembak di kawasanmisalnya.


Mengapa dikatakan bhinneka tapi bercanda karena banyak masyarakat Indonesia yang memang belum menerapkan apa arti bhinneka tunggal ika itu sendiri. Mereka masih mengucilkan atau mendiskriminasi orang orang minoritas, meraka masih memilih. Misalkan dalam tolong menolong mereka masih memilih mana yang satu suku dengannya, mana yang satu agama, mana yang warna kulitnya sama dan sebagainya. Padahal sikap ini jelas berbanding terbalik dengan arti dari bhinneka tunggal ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Hal positif yang bisa saya ambil adalah masih adanya Amnesty International, dimana Amnesty Internasional mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara.

Lalu dari segi bhinneka yang dianggap bercanda, kita bisa mengambil positif dari sini, ketika kita sebagai warga negara Indonesia mampu menetapkan bhinneka tunggal ika maka, Indonesia tidak mengalami perpecahan, tidak mengalami diskriminasi karena mereka menghargai sebuah perbedaan, karena memang Indonesia adalah negara yang beragam sudah sepatutnya kita memiliki jiwa toleransi tinggi agar bhinneka tunggal ika bisa diterapkan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia misalnya gotong-royong. Gotong-royong tidak hanya terjadi antar tetangga, desa atau lingkungan, tetapi juga dalam suatu negara. Ini merupakan suatu bentuk gotong-royong asal negara Indonesia yang membuat pun rakyat Indonesia. Dan bisa diterapkan sebagai penghalang sekaligus filter untuk membatasi dampak asal westernisasi yg ketika ini sedang dihadapi warga Indonesia.
Tetapi sekarang ini tampaknya Presiden Joko Widodo lupa bahwa seharusnya yang dia ajak bergotong royong itu adalah rakyat Indonesia, bukan elite partai politik yang sering dikritik oleh para pengamat sebagai oligarki. Presiden Joko Widodo ingin menegakkan demokrasi gotong royong melalui kerja sama dengan para pendukung oligarki. Nilai kerakyatan yang dianut oleh demokrasi kita, yang juga mensyaratkan adanya hak, prosedur, dan partisipasi rakyat, akan terdistorsi. Situasi yang demikian akan digantikan dengan permusyaratan/perwakilan para oligarki.

Demokrasi yang berketuhanan menurut pendapat saya sulit untuk ditetapkan terlebih lagi Indonesia menganut banyak sekali agama, seperti Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Konghucu dan kepercayaan-kepercayaan lainnya. Hal ini tentu tidak bisa disamakan antara yang satu agama dengan agama lainnya. Dan kurang efektif juga jika prinsip ini diterapkan di Indonesia. Prinsip Demokrasi gotong royong pun masih kurang efektif, yang paling efektif adalah prinsip demokrasi pancasila seperti yang diterapkan saat ini.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? Sebagai salah satu negara kepulauan yang besar dan multikultur, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menerapkan demokrasi dalam kehidupan bernegara masyarakatnya. Demokrasi Pancasila merupakan representasi dari realitas masyarakat Indonesia yang memiliki ciri beragam atau multikultural, namun tetap menempatkan budaya gotong royong dan persatuan di atas segala perbedaan. Penerapan konsep musyawarah untuk mencapai suatu mufakat yang selama ini kita kenal di masyarakat juga merupakan bukti bahwa Demokrasi Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurut pendapat saya selama ini Demokrasi di Indonesia sudah sesuai pancasila dan undang-undang Dasar 1945, bahkan sudah menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia, Indonesia selalu mengupayakan bahwa Indonesia bisa untuk mengupayakan hak asasi manusia, walaupun diluar sana masih banyak warga masyarakat Indonesia yang belum terpenuhi hak asasi manusianya. Bisa kita soroti dari banyaknya tindakan pelanggaran HAM, minimnya pelibatan aspirasi publik terhadap Rancangan berbagai Undang-Undang seperti Revisi UU KPK, RKUHP, keberadaan UU ITE yang menyulitkan pejuang HAM, beberapa penerbitan Perpu yang tidak dilandaskan pada kajian yang objektif dan masih banyak lagi. Hal tersebut sangat ironis karena kedaulatan ada di tangan rakyat dan partisipasi rakyat adalah hal yang mutlak sekaligus kunci dari demokrasi itu sendiri.

Oleh karena itu, sebagai upaya menjalankan demokrasi yang bebas, adil, dan jujur, penentuan pemimpin harus dilakukan melalui pemilihan umum yang melibatkan penuh aspirasi rakyat, atau kata kuncinya adalah legitimasi. Dengan kata lain, legitimasi merupakan salah satu tolok ukur apakah prinsip demokrasi dijalankan dengan sebaik-baiknya atau tidak karena legitimasi merupakan representasi dari suara rakyat yang seharusnya dijadikan referensi utama oleh negara dalam menentukan pemimpin.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Saya tidak setuju jika anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tersebut, tetapi tidak melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat. Dengan fakta seperti ini namanya kebohongan publik. Bisa dikatakan anggota parlemen lepas tangan akan tanggungjawab dan tugasnya. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi padahal kepentingan masyarakat yang nyata itu banyak. Kita bisa memberikan surat kepada Presiden untuk mengkritik anggota parlemen yang seperti itu agar nanti kedepannya tidak ada lagi anggota parlemen yang otoriter atau bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Ketika kita sudah mengkritik anggota parlemen tersebut melalui surat dan dibaca oleh Presiden otomatis kritikan tersebut akan sampai kepada anggota parlemen itu. Tetapi ingat mengkritik boleh tetapi harus baik dan tidak boleh menjatuhkan.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pendapat saya mengenai pertanyaan diatas adalah pemimpin atau pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atau kharismatik dianggap sebagai pahlawan. Tetapi untuk saya tidak karena pemimpin yang seperti ini kejam dan tega menggerakan loyalitas emosinya juga, pemimpin yang seperti ini menindas orang lemah, yang tidak mampu untuk mengemukakan apa keluh kesahnya. Menurut saya pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat merupakan pemimpin yang otoriter.Otoriter adalah berkuasa sendiri atau bertindak sewenang-wenang. Gaya kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan oleh seorang individu yang memiliki kekuatan penuh dalam pengambilan keputusan dan kontrol mutlak atas bawahannya.

Dengan konsep hak asasi manusia seperti yang telah dijalankan, menurut saya sangat menyimpang, dimana hak asasi manusia kan sebuah kebebasan warga negaranya, tetapi jika mendapati pihak-pihak yang otoriter atau pemimpin yang otoriter maka hak tersebut tidak didapatkan. Hak asasi manusia adalah hak yang didapatkan seseorang sejak lahir. Hak asasi manusia tidak dapat diambil atau diserahkan kepada orang lain.

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki setiap manusia di seluruh dunia, tanpa memandang suku, bangsa, ras, agama, dan status sosial. HAM berkaitan dengan hak umat manusia sejak lahir. Salah satu ciri-ciri HAM yaitu tidak dapat dicabut dan dibagi. Setiap orang berhak mendapatkan hak seperti hak sipil, politik, ekonomi, dan sosial budaya. HAM juga tidak bisa diserahkan kepada orang lain. Jika pihak-pihak yang memiliki kekuasan tradisional, atau agama itu menjadi sebuah pemimpin otomatis kita akan tertindas, tetapi belum tentu semuanya pihak-pihak seperti ini.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Friska Aprilya Saputri -
Nama: Friska Aprilya Saputri
Npm: 2113053072
Kelas: 2E
Prodi : PGSD

Izin menjawab pertanyaan dari Bu Dayu mengenai kasus Awan Gelap Untuk HAM di Indonesia.

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=> Setelah saya membaca artikel tersebut penegakkan HAM mengalami masa yang sangat kelam di tahun 2019, dimana pada tahun 2019 ini mutu HAM mengalami kemunduran, kemacetan, dan terdapat banyak serangan terhadap para pembela HAM. Dalam hal ini ditunjukkan dengan beberapa hal, diantaranya adalah:
- Tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan
- Menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan
- Diskriminasi berbasis
gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan
- Kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu
- Pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua
- Berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat misalnya
Dari hal-hal diatas merupakan hal yang dapat menurunkan HAM di tahun 2019. Selain itu, terdapat rasisme yang mengancam HAM. Padahal sudah jelas sesuai dengan UU dari pasal 28a - 28j yang mengatur tentang HAM, selain itu fungsi HAM sendiri adalah tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif.
Lalu, hal positif yang dapat saya ambil setelah membaca artikel tersebut adalah:
- Lebih dapat menghargai HAM setiap orang, mulai dari memberikan kebebasan atas diskriminatif
- Dapat menemukan tentang kebijakan-kebijakan yang menyangkut tentang HAM setiap individu

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
=> Mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki masyarakat multikultural. Demokrasi sendiri merupakan sistem pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat, dimana setiap orang dapat mengambil bagian perihal keputusan yang akan mempengaruhi kehidupannya dalam bernegara. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengizinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. Melihat pengertian demokrasi tersebut bahwa masyarakat Indonesia dapat menanamkan nilai-nilai adat istiadat/ budaya asli masyarakat Indonesia dengan memegang teguh adat istiadat masing-masing dengan mempertahankan haknya dalam memilih budaya dan mempertahankan budaya masing-masing yang dianutnya agar budaya asli Indonesia tidak hilang.
Adapun prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa yang mengacu pada Pancasila. Demokrasi ini menolak adanya liberalisme dan sekularisme. Tetapi demokrasi ini berpegang teguh religius dan menolak adanya ateisme.
Prinsip demokrasi berpegang teguh pada sila keempat Pancasila "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan". Sila ini dijiwai oleh sila pertama, kedua, ketiga, dan kelima di Pancasila. Maka dari itu demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa ini berpegang teguh atas agama yang dianutnya masing-masing agar tidak menyimpang pelanggaran yang telah ditetapkan.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
=> Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945. Dimana Demokrasi ini berasal dari rakyat dan untuk rakyat.
Lalu, apakah praktik demokrasi Indonesia saat ini telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NKRI 1945, serta menjunjung tinggi nilai HAM? Jadi, menurut saya praktik demokrasi di Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia karena masih banyak elemen-elemen pemerintah yang memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyat. Contohnya saja kasus suap menyuap untuk mendapatkan suara pada saat pemilihan umum, adanya aksi intoleran, dan ketidakberdayaan rakyat dam mengawasi jalannya saat pemilu.
Lalu, apakah demokrasi telah menjunjung nilai hak asasi manusia? Menurut saya, demokrasi telah menjunjung nilai HAM. Dimana memberikan kebebasan para warga negara untuk mengajukan hak nya dalam pemilu, dalam hal ini telah diatur di Sila keempat Pancasila tentang adanya kebebasan mengeluarkan suaranya untuk memilih dalam pemilu (pemilihan umum).

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
=> Sikap mengenai kondisi dimana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan masyarakat? Dalam hal ini sikap saya terhadap Parlemen yang mengatas namakan suara rakyat adalah sesuatu yang salah atau adanya penyalahgunaan dalam hal mengatasnamakan suara rakyat. Mengapa? Mengingat bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, dimana negara Indonesia kedaulatan berada di tangan rakyat, tetapi dalam hal ini harus di waspadai bahwa agenda politik tidak semuanya mengatas namakan suara rakyat dan berkaitan dengan kepentingan nyata rakyat sehingga tidak adanya penyalahgunaan suara rakyat.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
=> Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik merupakan seorang pemimpin yang memancarkan aura wibawa yang mampu menarik perhatian bawahannya atau orang-orang yang dipimpinnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini, pemimpin yang memiliki jiwa kharismatik akan lebih mudah menggerakkan rakyat untuk tunduk pada perintahnya sehingga rakyat pun menjalankan segala perintah dari pemimpin yang memiliki jiwa kharismatik itu. Seperti rakyat yang telalu percaya dengan toko agama dan tradisi, rakyat tidak mau pikir panjang atas apa apa yang dilakukan sehingga rakyat akan lebih mudah terjerumus kedalam pemimpin agama dan tradisi entah itu yang dibawa berupa hal positif atau negatif. Dalam hal ini masih rendahnya pemahaman rakyat mengenai Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Lalu, dengan rakyat patuh terhadap perintah pihak-pihak yang kharismatik. Maka pihak-pihak yang kharismatik akan lebih mudah mendalami perannya agar rakyat terus terkesan melihatnya dengan diberikan sebuah hadiah sehingga rakyat menjadi tumbal dalam tercapainya tujuannya.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by EMA NOFITA SARI -
Nama : Ema Nofita Sari
NPM :2113053108
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Berdasarkan artikel yang telah say abaca lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Hal ini ditunjukan dengan beberapa hal seperti tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan. Lalu hal positif yang saya dapatkan sati artikel tersebut adalah kita harus lebih menghargai hak orang lain dan tidak semena-mena terhadap orang yang tidakk memiliki kedudukan serta perlunya pemahaman tentang HAM dalam diri kita.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Demokrasi memiliki prinsip dari rakyat oleh rakyak untuk rakyat, oleh karena itu perlulah demokrasi diambil sesuai dengan nilai-nilai adat istiadat/ budaya asli masyarakat Indonesia agar hal ini selaras dengan kebiasaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
Mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa sangat baik karena demokrasi bersumber pada pancasila sehingga diharapkan dalam kehidupan berbangsa dapat sesuai dengan nilai-nilai pancasila seperti berke-Tuhanan yang Maha Esa

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Jadi menurut saya praktik demokrasi Indonesia belum sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1945 karena saat ini masih banyak kita temui, suap menyuap untuk mmeperoleh suara pemilu terbanyak dan kasus demokrasi lainnya.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Jadi dalam kasus tersebut sangat disayangkan karena rakyat telah memberikan kepercayaan penuh kepada anggota parlemen namun nggota parlemen malah menyalahgunakan kekuasaan mereka dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi bukannya masyarakat sehingga kita harus lebih waspada dalam hal tersebut karena belum tentu anggota parlemen sepenuhnya memikirkan kepentingan rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Dalam hal itu salah karena Indonesia sebagai Negara yang melindungi HAM seharusnya tidak mengorbankan hak orang lain demi kepentingan sendiri maupun kelompok. Dalam hubungannya dengan HAM pada era demokrasi saat ini tentulah sangat berhubungan karena HAM akan terjadi ketita terdapat demikrasi dan perlidungan HAM secara adil kepada setiap warga Negara.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Syifa Azzahra Riyadi -
Nama : Syifa Azzahra Riyadi
Npm : 2113053003
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

A. Menurut saya mengenai artikel yang berjudul "Tahun kelam
Usman Hamid - Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Direktur Amnesty International Indonesia" Kurang tepat untuk menegakkan HAM hak asasi manusia dimana didalamnya masih terdapat hal- hal yang melanggar HAM tersebut seperti: tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan. Kedua, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan. Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
Keempat, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu. Kelima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua. Dan keenam, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat misalnya.

Sedangkan untuk judul yang kedua yaitu "Bhinneka tapi bercanda
Asmin Fransiska - Dekan Fakultas Hukum di Universitas Katolik Atma Jaya" Ini juga dinilai belum cukup kuat untuk menegakkan Hal Asasi Manusia di Indonesia, muncul pada dorongan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu melalui jalur rekonsiliasi. Rekonsiliasi tanp pengungkapan kebenaran akan sia-sia dan justru membuat pelanggaran HAM baru dengan membuka jalur impunitas tanpa pengakuan atas terjadinya kejahatan.Isu kemiskinan, ketidaksetaraan akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan menjadi tertutup dengan isu pemekaran daerah dan usaha kemerdekaan. Prinsip HAM sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif.

Hal positif:
1. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud.

B. Pada saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis akibat globalisasi. Saat ini demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun bangsa dan negara merupakan kekuatan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri, namun saat ini budaya Indonesia telah terpengaruh oleh westernisasi. Hal ini akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa, budaya, norma, adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Demokrasi yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bahwa dalam berdemokrasi selalu dijiwai dan diliputi oleh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam penerapannya sesuai atau tidak dengan norma-norma yang ada. Oleh karena itu, dalam berdemokrasi antara pemerintah dan rakyat juga harus disadari bahwa hukum yang berlaku tidak hanya hukum buatan manusia, tetapi juga hukum tuhan(hukum Islam) sehingga semua tujuan hanya untuk mengaharapkan rahmat tuhan bukan hanya melakukan perilaku buruk saja.

C. Pada saat ini terutama dimasa pandemi seperti ini terjadi dilema demokrasi yang dialami oleh Pemerintah yang dapat kita lihat dari kritik terhadap kebijakan pemerintah yang muncul dalam berbagai lini, salah satunya menggunakan mural sebagai media penyampaian aspirasi yang dikarenakan tidak berjalannya sistem penyampaian aspirasi di pemerintah dengan baik. Indonesia adalah Negara demokrasi. Demokrasi yang saat ini dijangkau di Indonesia merupakan bagian dari pengaruh konsep demokrasi modern. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan dalam suatu negara dimana warga negara memiliki hak, kewajiban, kekuasaan, dan kekuasaan yang dimiliki oleh negara maupun dalam berpartisipasi terhadap negara. Karena rakyat berhak untuk ikut serta dalam menjalankan negara atau mengawasi kekuasaan baik secara langsung misalnya melalui ruang publik ( public sphere .)

Penegakan HAM di Indonesia mengalami kesenjangan, masih banyak HAM yang dilanggar dan tidak memiliki kesadaran akan HAM yang sebenarnya. Hairansyah menyampaikan bahwa komnas HAM duibentuk oleh pemerintah degan tujuan untuk mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia.

D. Sikap saya terhadap kondisi dimana Parlemen mengatas namakan rakyat dan melakukan praktik politik nya sendiriadalah menolak secara tegas karena indonesia adalah negara demokrasi dan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat maka untuk apa jika melakukan agenda politik tetapi kepentingan masyarakat terabaikan. Sebagai lembaga parlemen tidak boleh egois harus mengikutsertakan rakyat dalam melaksanakan agenda politik dan harus mengutamakan kepentingan rakyatnya.

E. Menurut saya peristiwa tersebut telah melanggar HAM dan seharusnya tidak untuk diterapkan oleh masyarakat indonesia karena Indonesia adalah negara hukum yang melindungi HAM. Hak asasi manusia yang dianut Indonesia bersumber dari Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara. Secara konseptual HAM yang terkandung dalam Pancasila mengakomodasi aspek manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Pengakuan tentang HAM secara prinsipial tercermin dalam sila kedua (Pancasila)


Sekian terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Ida Wahyuni -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Ida Wahyuni
Npm : 2113053193
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan analisis kasus II bu,

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Artikel tersebut menjelaskan bahwa pada tahun 2019 kinerja Indonesia terkait HAM sangatlah buruk dimulai dari kemacetan HAM kualitas HAM mengalami kemunduran. Namun Indonesia masih terus melakukan langkah reformasi kunci guna menegakkan perlindungan HAM ke arah yang lebih baik, menegakkan supremasi dan Reformasi sektor keamanan. Hal positif yang saya dapatkan dari artikel tersebut adalah sebagai warga negara harus menjunjung tinggi toleransi serta menyamaratakan hak dan kewajiban agar hak asasi manusia tidak mengalami kemunduran.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Menurut saya demokrasi adalahh bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Dan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat. Maka jika demokrasi diambil dari adat istiadat atau budaya asli indonesia hal tersebut sesuai dengan identitas bangsa indonesia.Mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa, ini juga searah dengan nilai pada Pancasila sila ke 1. Demokrasi harus sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan setiap sila Pancasila seperti, Demokrasi di Indonesia harus berketuhanan sesuai dengan sila pertama, artinya setiap penyelenggaraan harus berlandaskan asas atas dasar ketuhanan yang maha esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Sistem pemerintahannya diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Menurut saya praktek demokrasi di indonesia belum sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1945. Yang mna harus menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Namun,kenyataannya masih banyak lembaga pemerintahan yang mengacuhkan aspirasi dan kebutuhan rakyat. Ditambah lagi banyak pemimpin yang lupa dengan kewajibannya dan lebih memilih kepentingan pribadi dan serakah akhirnya melakukan korupsi. Indonesia ini bisa dikatakan segala sesuatu bisa diukur dengan uang. Pemerintah yang tidak adil dan tegas membuat rakyat seenaknya sendiri. Contohnya pemilu, memilih dengan menggunakan uang. Secara mendalam demokrasi belum berhasil diterapkan secara penuh, karena banyak penjabat tinggi lebih mengedepankan pendapat sendiri ketimbang rakyat.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Sikap saya terhadap kondisi tersebut adalah menolak secara tegas karena indonesia adalah negara demokrasi dan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat maka untuk apa jika melakukan agenda politik tetapi kepentingan masyarakat terabaikan. Sebagai lembaga parlemen tidak boleh egois harus mengikutsertakan rakyat dalam melaksanakan agenda politik dan harus mengutamakan kepentingan rakyatnya.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Menurut saya peristiwa tersebut telah melanggar HAM dan seharusnya tidak untuk diterapkan oleh masyarakat indonesia karena Indonesia adalah negara hukum yang melindungi HAM. Dan hubungan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini tentu sangat berkaitan karena HAM hanya akan terealisasi dalam pemerintahan yang demokratis.

Sekian,terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by ADILLA DWI PUTRI LESTARI -
Nama : Adilla Dwi Putri Lestari
NPM : 2113053255
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan jawaban bu

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab : Isi artikel tersebut membahas mengenai Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia pada tahun 2019. Pada tahun tersebut Indonesia terkait HAM masih terbilang buruk. Dikatakan buruk karena banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Namun Indonesia selalu berusaha agar perlindungan HAM semakin lebih baik.

Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut yaitu saya menjadi tahu mengenai perjuangan bangsa Indonesia demi memperbaiki perlindungan HAM yang ada. Dan HAM itu sangat diperlukan demi terciptanya keadilan bagi setiap makhluk hidup.


B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab : Pada saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis akibat globalisasi. Saat ini demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal ini akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa, budaya, norma, adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa yakni bahwa dalam berdemokrasi selalu dijiwai dan diliputi oleh nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Dalam penerapannya sesuai atau tidak bertentangan dengan norma agama-agama.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab : Praktik demokrasi Indonesia saat ini ada yang telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 dan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia namun ada juga yang tidak sesuai, Yang sesuai yaitu karena rotasi kekuasaan dilaksanakan dari pemerintah pusat sampai pada tingkat desa
ketiga, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka
keempat, sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
Dan praktik demokrasi yang tidak sesuai saat ini di Indonesia karena ada beberapa hak asasi manusia yang belum terpenuhi.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab : Sikap saya yaitu mewaspadai karena dapat diketahui bahwa tidak semua anggota parlemen benar-benar menggunakan suara rakyat dengan baik, karena pasti ada anggota parlemen yang menyalahgunakan suara rakyat demi kepentingan agenda politik mereka sendiri.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab : Menurut saya hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tradisi dan agama, karena jika kita paham akan hal itu kita tidak akan terhasut oleh pihak tersebut yang bahkan masyarakat sampai dijadikan tumbal untuk tujuan yang tidak jelas. Para pemimpin kharismatik memang perilakunya menciptakan kesan diantara para pengikut bahwa mereka sebagai pemimpin yang kompeten dan mereka memiliki keinginan untuk menguasai negeri ini, namun jika kita paham kita tidak dapat dibodohi.

Hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini yaitu memiliki hubungan yang erat.

Sekian, terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by WULAN ERLIANA SAFITRI -
Nama : Wulan Erliana Safitri
NPM : 2113053185
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan hasil analisis dari "Awan gelap untuk HAM di Indonesia"

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Komisi Nasional (Komnas) HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA).
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut tahun ini demokrasi dibawa mundur jauh ke belakang dan kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata yang terlihat dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup.
Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa.
Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi teluk benoa. Di kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel tersebut yaitu kita mengetahui bahwa HAM di Indonesia sedang diambang kegelapan, ini membuat kita sadar akan hal itu yang membuat kita menjunjung tinggi HAM saat ini.


B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Pada saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis akibat globalisasi. Saat ini demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan.
Demokrasi yang berketuhanan yang maha esa yang dimaksud adalah bahwa dalam berdemokrasi selalu dijiwai dan diliputi oleh nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Dalam penerapannya sesuai atau tidak bertentangan dengan norma agama-agama.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Praktik dari demokrasi politik saat ini bisa dikatakan bertentangan dengan demokrasi politik yang dirumuskan dalam Pancasila. Politik identitas yang sangat mencolok dalam demokrasi hari ini, maraknya isu yang dapat menimbulkan perpecahan antar elemen masyarakat, serta partisipasi politik yang didominasi oleh masyarakat kelas atas masih menjadi ironi dalam praktik demokrasi hari ini.
Maka dari itu, perlu untuk digaungkan kembali demokrasi pancasila sebagai jati diri demokrasi politik di Indonesia. Dengan menegakkan kembali demokrasi ekonomi sebagai jalan untuk mengikis ketimpangan ekonomi antara pemilik modal dengan pekerja dan membawa rakyat menuju kesejahteraan sosial, serta menjunjung demokrasi budaya untuk menjaga nafas kebersamaan dan persatuan antar sesama warga negara Indonesia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Yang pastinya kita harus terus meningkatkan partisipasi politik yang seharusnya bukan anggota perlemen yang mengatas namakan suara rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Dapat mengatasnamakan rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat.
Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.
karena mereka punya tujuan dan punya politik untuk menguasai negeri ini dengan mengandalkan sosok yang dianggap tokoh besar.

Sekian Terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Ella septiani 2113053054 -
Nama: Ella Septiani
NPM: 2113053054
Kelas: 2E
Prodi: PGSD
Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut tanggapan saya terkait artikel diatas yaitu merupakan bentuk fakta-fakta yang ada mengenai HAM di Indonesia saat ini dimana HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Prinsip HAM sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif. Melihat hanya pada isu kemerdekaan kelompok dan ketakutan atas runtuhnya wilayah negara, tanpa melihat kewajiban negara atas HAM - yaitu kemerdekaan dari kemiskinan dan pembodohan - sama saja memastikan masalah yang sama sejak awal kemerdekaan terus ada. Masyarakat sipil sebagai pilar penegakan HAM berperan penting. Salah satunya memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi, serta kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu.
Tanggapan positif terkait artikel diatas yaitu mengetahui bahwasanya Hak Asasi Manusia di Indonesia sendiri ini masih banyak kekaprahan yang terjadi dan banyaknya yang justru bertentangan dengan HAM seakan melawan arus,dan justru mengalami banyak kemunduran dan sulit untuk mendapatkan HAM di Indonesia ini,bagaimana tidak,jika pembela HAM saja banyak yang mendapat m penyerangan apakah hal tersebut merupakan penyimpangan yang salah.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!
Pada saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis akibat globalisasi. Saat ini demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun bangsa dan negara merupakan kekuatan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri, namun saat ini budaya Indonesia telah terpengaruh oleh westernisasi. Hal ini akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa, budaya, norma, adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Setiap bangsa memiliki kepribadian atau jati diri bangsa yang berbeda-beda. Namun saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis oleh westernisasi. Generasi bangsa Indonesia banyak yang bersikap kebarat-baratan dan hanya sedikit kelompok masyarakat yang berpegang teguh pada budaya asli bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia kini seakan-akan tidak mengenal dirinya sendiri sehingga budaya atau nilai-nilai yang tidak sesuai dengan karakter bangsa masuk dalam kehidupan. Nilai-nilai luhur bangsa yang telah tertanam sejak lama telah terabaikan, sistem demokrasi yang telah berkembang di Indonesia telah mengarah pada paham liberalisme. Padahal negara Indonesia menganut paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong kekeluargaan, musyawarah, dan mufakat. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai pancasila. Dengan mempertahankan dan mengembangkan kepribadian bangsa, maka budaya demokrasi tidak akan terkikis oleh pengaruh luar.

Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ? Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa Artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia? Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945. Seharusnya saat ini sudah berjalan sesuai dan berjalan dengan baik tetapi masih banyak kekurangan dan penyelewengan yang terjadi yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu seperti pada artikel-artikel diatas.


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat? Dapat mengatasnamakan rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?Karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik mengiming - imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu ( sebagai tumbal ), dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Sekar Tyas Ayu Ningrum -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya izin mempertahankan diri,

Nama : Sekar Tyas Ayu Ningrum
NPM : 2113053011
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin menyampaikan analisis saya mengenai video tersebut yang berjudul “Awan gelap untuk HAM di Indonesia”

Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Dalam artikel tersebut membahsa mengenai HAM di Indonesia. HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA).Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut tahun ini demokrasi dibawa mundur jauh ke belakang dan kembalinya rezim otoritarian menjadi ancaman nyata yang terlihat dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai ditutup. Dan masih bnyaknya yang melanggar HAM, serta terdapat isu-isu terperti, Isu kemiskinan, ketidak setaraan akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan menjadi tertutup dengan isu pemekaran daerah dan usaha kemerdekaan dan isu kemerdekaan kelompok dan ketakutan atas runtuhnya wilayah negara, tanpa melihat kewajiban negara atas HAM - yaitu kemerdekaan dari kemiskinan dan pembodohan - sama saja memastikan masalah yang sama sejak awal kemerdekaan terus ada.

Dan hal positif yang saya dapatkan dari artikel tersebut yaitu bahwa Masyarakat sipil sebagai pilar penegakan HAM berperan penting. Salah satunya memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi, serta kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu. HAM sangat penting bagi Negara yang dikarenakan masih banyaknya orang-orang yang melanggar HAM,seperti membuat pelanggaran HAM baru dengan membuka jalur impunitas tanpa pengakuan atas terjadinya kejahatan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Adat istiadat atau budaya asli yang ada pada masyarakat. Dimana adat istiadat masyarakat tersebut menjadi nilai atau norma yang harus dipatuhi dan dijalani sesuai dengan adat istiadat setiap daerah. Sehingga budaya asli daerah tersebut tidak akan luntur atau pudat jika setiap elemen masyarakat menjalaninya dengan baik dan demokrasi dapat berjalan dengan lancar. Pendapat saya terhadap prinsip demokrasi Indonesia yang berke Tuhanan Yang Maha Esa yaitu norma yang harus dipatuhi dan dijalani sesuai dengan adat istiadat setiap daerah,serta menjunjung tinggi persamaan budaya demokrasi yang mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki persamaan harkat dan martabat sebagai makhluk sosial.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Pada artikel yang saya baca “Demokrasi Sistem Paling Cocok Untuk Indonesia-Kominfo. https://kominfo.go.id/content/detail/21643/mentan-amran-perkenalkan-mekanisasi-pertanian/0/berita_satker.
saat ini Indonesia telah menjadi negara demokratis, bahkan dikenal sebagai Negara Demokrasi Terbesar Ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India, serta Demokrasi Pancasila yang kita anut dalam kehidupan berbangsa menunjukkan semakin matang. demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik karena paling natural dan paling sejalan dengan prinsip kebangsaan.(dikatakan oleh wawan).

Dan dalam artikel yang saya baca yaitu, kemajuan demokrasi indonesia 2021 mengalami kemajuan. https://www.indonesia.go.id/kategori/editorial/4194/kehidupan-demokrasi-indonesia-2021-mengalami-kemajuan.
Dalam peringkat global, indeks demokrasi Indonesia bertengger di posisi 52, naik 12 tingkat dari 2020. Sejak 2006, indeks demokrasi Indonesia bergerak di kisaran 6,30–7,03. Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi di sepanjang 2021. Kemajuan itu ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Demokrasi Indonesia dari 6,30 pada 2020 menjadi 6,71 pada 2021. Peningkatan itu membawa Indonesia kini bertengger pada peringkat 52 dunia, terkerek setinggi 12 anak tangga dibanding posisi ke-64 pada 2020.


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Dari hal mengenai kondisi diatas yaitu dengan menyuarakan pendapat saya dimuka umum bahwasanya agenda yang mereka melaksanakan bukan untuk kepentingan masyarakat melainkan untuk kepentingan pribadi mereka dan tentunya yang dilakukan anggota parlementer tersebut adalah menyalahgunakan jabatannya.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
permasalahan diatas terjadi karena kurang pemahaman masyarakat mengenai agamanya secara tepat dan mendalam. Karena tidak adanya pemahaman tersebut membuat mereka percaya dengan penuh terhadap tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional. Selain itu pendalaman akan mengenai ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kebodohan rakyat yang percaya dengan penuh tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengarahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Menurut saya hal yang dilakukan oleh tokoh agama, tradisi, maupun tokoh politik tidak sesuai dengan Konsep hak asasi manusia karena mereka sudah melakukan hal yang menyimpang dari HAM.

Baik,Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Dina Damayanti -
Nama : Dina Damayanti
NPM : 2113053145
Kelas : 2E
Prodi : pgsd

Izin menjawab Bu.
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk.Komisi Nasional (Komnas) HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA).Di tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun yang kelam; terdapat beberapa agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM.Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yakni seluk beluk sistem perilaku dalam menyelenggarakan NKRI harus taat dengan asas, konsisten, atau nilai dan kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Praktik demokrasi di Indonesia belum sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal ini dibuktikan dari maraknya aksi suap-menyuap uang untuk mendapatkan suara saat pemilu, aksi intoleran, dan ketidakberdayaan rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Karena dengan masuknya kelompok elit di parlemen, artinya mereka telah mempunyai
hak untuk menjadi wakil rakyat dalam penyampaian aspirasi kepada parlemen. Seringkali pendapat pendapat untuk kepentingan kepentingan kelompok kelompok mereka pribadi pribadi susah didengar/ didengar/ diterima diterima oleh
Parlemen , untuk itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan menyiratkan kepentingan mereka sambil mengatasnamakan “kepentingan rakyat” maka pendapat mereka akan jauh lebih mungkin dipertimbangkan / didengar oleh Parlemen ( karena mereka mengatas namakan kepentingan rakyat )

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah.
Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini,dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik mengiming – imingi tokoh agama dan tokoh tradisi tradisi dengan hadiah tertentu tertentu ( sebagai sebagai tumbal ),dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.

Sekian terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by NUR ANISA -
Nama : Nur Anisa
NPM   : 2153053018
Kelas  : 2E
Prodi   : PGSD

Izin menanggapi analisis soal,

A.Berdasarkan beberapa artikel yang membahas penegakan Hak Asasi Manusia pada dasarnya di Indonesia sendiri,negara Indonesia belum bisa menyelesaikan masalah HAM baik berupa pelanggaran HAM dimasa lalu.Indonesia malah menambah kasus pelanggaran HAM di negaranya sendiri. Padahal penegakan HAM dan keadilan merupakan tiang utama dari tegaknya bangunan peradaban bangsa, sehingga bagi negara yang tidak menegakkan HAM dan keadilan akan menanggung konsekuensi logis yaitu teralienasi dari komunitas bangsa beradab dunia Internasional. Lebih dari itu, biasanya harus menanggung sanksi politis atau ekonomis sesuai dengan respon negara yang menilainya.

Hal positif yang didapatkan setelah memebaca beberapa artikel bahwa mengetahui Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara.Serta adanya partisipasi masyarakat sipil dalam memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi dan kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu.

B.Budaya dan adat istiadat yang terintegrasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat mendukung demokrasi.Demokrasi harus sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan setiap sila negara yang demokrasi, maka perlu sesuai dengan jati diri atau budaya suatu bangsa.Pancasila dirumuskan dari nilai budaya bangsa Indonesia yang terdiri dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, masyarakat dan keadilan sosial.Demokrasi pancasila diharapkan dapat menjadikan sistem pemerintahan Indonesia menjadi suatu harmoni bagi kehidupan masyarakatnya.Bangsa Indonesia sejak dahulu talah mempraktekkan ide tentang demokrasi meskipun masih sederhana dan bukan dalam tingkat kenegaraan.Dikatakan bahwa desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi misalnya dengan pemilihan kepala desa dan dan adanya rembug desa.
Sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.Contoh demokrasi yang berkaitan dengan prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa adalah demokrasi yang menolak liberalisme dan sekularisme. Namun, demokrasi jenis ini menganut paham religius atau menolak atheisme.

C.Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini telah sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung hak tinggi nilai hak asasi manusia.Namun, pada saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis akibat globalisasi. Saat ini demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Sistem demokrasi yang telah berkembang di Indonesia telah mengarah pada paham liberalisme. Padahal negara Indonesia menganut paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong kekeluargaan, musyawarah, dan mufakat. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai pancasila. Dengan mempertahankan dan mengembangkan kepribadian bangsa, maka budaya demokrasi tidak akan terkikis oleh pengaruh luar. Agar budaya demokrasi pancasila tetap tertanam dalam kehidupan bangsa yaitu: Pertama, yaitu menjunjung tinggi persamaan budaya demokrasi yang mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki persamaan harkat dan martabat sebagai mahluk sosial.Kedua, membudayakan sikap adil dan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, membiasakan musyawarah dan mufakat dalam mengambil berbagai keputusan. Keempat, mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

D.Apabila ada anggota perlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik sendiri dan berbeda dengan kepentingan masyarakat nyata,tanpa disadari menghambat negara Indonesia berdemokrasi dengan baik.Banyak tokoh politik yang hanya mengikuti pesta demokrasi untuk kesenangannya sendiri,sehingga sering menyebabkan suatu konflik.Akibat kebodohan-kebodohan tersebut melintas pula demokratis tidak akan tercipta walaupun semestinya sudah dibangun.Sekarang di Indonesia,demokrasi hanyalah sebagai pencintraan saja,dan tidak memiliki isi yang asli.Pemerintah yang sejati adalah pemerintah yang mementingkan kepentingan bersama sebagai titik pijak semua kebijakannya.

E.Mengenai pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar tradisi maupun agama,namun tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat bila perlu menjadi tumbal untuk tujuannya yang tidak jelas telah mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan rakyat.Jadi dia bekerja tidak sepenuhnya sendiri untuk negara dan rakyat,tetapi untuk memperkaya dirinya sendiri.Mereka tidak pernah memikirkan efek-efek aksi demo yang terjadi.Banyak hal yang dirugikan seperti sarana dan prasarana,masyarakat sekitar,media,dan sebagainya.Oleh karena itu sebagai warga negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia di era domkrasi,sepatutnya boleh menyuarakan pendapat,bahkan menjadi hak dan kewajiban dalam hal menyuarakan pendapat ataupun menyuarakan aspirasi kepada pemerintah.Indonesia melakukan hal tersebut sudah jelas diatur secara terperinci dalam Undang-undang yang berlaku atau dengan kata lain sudah ada landasannya.Namun,sebagai warga negara juga harus paham alur hukum,bagaimana tata cara menuarakan pendapat yang baik dan benar.Jangan sampai dibutakan oleh kekuasaan atau ke egoisan bahkan bersifat fanatik.

Sekian,terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Yugi Utami -
Nama: Yugi Utami
NPM: 2113053132
Kelas: 2E
Prodi: PGSD

Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh setiap 10 Desember, beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam (SDA). Kami bertanya ke beberapa pakar tentang pandangan mereka terkait HAM pada 2019. Tahun kelam Usman Hamid - Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dan Direktur Amnesty International IndonesiaTahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Pertama, tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan. Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan. Keempat, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu. Kelima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa.Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Rekonsiliasi tanpa pengungkapan kebenaran akan sia-sia dan justru membuat pelanggaran HAM baru dengan membuka jalur impunitas tanpa pengakuan atas terjadinya kejahatan. Terkait situasi di Papua, terdapat dua kejahatan HAM yang telah diselesaikan penyelidikannya oleh Komnas HAM yaitu. Prinsip HAM sangat jelas, yaitu tiada seorang pun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif.Melihat hanya pada isu kemerdekaan kelompok dan ketakutan atas runtuhnya wilayah negara, tanpa melihat kewajiban negara atas HAM - yaitu kemerdekaan dari kemiskinan dan pembodohan - sama saja memastikan masalah yang sama sejak awal kemerdekaan terus ada. Salah satunya memastikan capaian indikator pemenuhan HAM terjadi, serta kritis terhadap kebijakan yang berdasarkan atas asumsi moralitas dan populisme semata tanpa data dan ilmu.
Hal positif yang saya dapatkan:
1. Pentingnya penegakan HAM dalam suatu negara
2. Lebih faham mengenai HAM yang di peroleh masyarakat
3. Masyarakat memiliki hak dan kewajiban nya masing masing

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Menurut saya ya mengenai demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang mana hal tersebut mencerminkan kepribadian bangsa yang beragam keberagaman masyarakat Indonesia mulai dari adat-istiadat hingga budaya akan menjadikan masyarakat lebih berkedaulatan dan lebih mudah untuk berdemokrasi sesuai dengan adat dan istiadat nya.
Sedangkan untuk prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang maha esa hal ini sesuai dengan Indonesia yang memiliki 5 agama yang beragam maka ketika berdemokrasi mereka akan berdemokrasi sesuai dengan agamanya namun disini juga terdapat kekurangan yang mana ketika berdemokrasi dengan agama maka seseorang yang berdemokrasi tersebut hanya akan berpatok pada agamanya tanpa melihat agama orang lain sebagai negara yang berketuhanan ketika berdemokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa maka rakyat Indonesia harus konsisten adil jujur sesuai agama yang dianut


C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indonesia belum sesuai dengan nilau pancasila dan UUD 1945. hal ini dibuktikan dari maraknya aksi suap-menyuap uang untuk mendapatkan suara saat pemilu, aksi intoleran, dan ketidakberdayaan rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintah.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Apabila saya mengetahui dimana agenda anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat tindakan yang akan saya lakukan yaitu mengingatkan si pelaku bahwa apa yang dia lakukan itu tidak benar pada dasarnya memang benar di Indonesia Kekuasaan sepenuhnya ada ditangan rakyat maka dari itu banyak anggota parlemen yang memprovokasi masyarakat atau mengatasnamakan masyarakat untuk kepentingan politik dan mengatasnamakan kepentingan rakyat namun ketika kepentingan tersebut telah tercapai mereka akan lalai dan lebih mementingkan kepentingan pribadi. hal tersebut tentunya tidak boleh dibiarkan harus diperingatkan agar tidak merugikan rakyat dan negara.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pendapat saya mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan karismatik yang berakar dari tradisi maupun agama tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan hubungan dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi saat ini Ini seharusnya hal tersebut tidak dilakukan oleh masyarakat Indonesia sia Yang mana tentunya Indonesia merupakan negara hukum memiliki hak asasi manusia dan memiliki undang-undang sebagai patokan atau sebagai landasan pada era globalisasi saat ini hal tersebut seringkali terjadi di masyarakat karena perkembangan teknologi yang canggih sehingga memudahkan segala aktivitas yang diinginkannya selain itu hal tersebut juga mempengaruhi kepribadian rakyat Indonesia terhadap kebudayaan asing sehingga nilai yang tertanam pada diri rakyat indonesia akan luntur hal tersebut juga telah melanggar HAM seharusnya tidak diterapkan oleh masyarakat dan tidak dilakukan demokrasi tentunya terikat dengan hak asasi manusia dan hubungan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini sangat berkaitan karena HAM hanya akan terealisasi dan pemerintahan dalam pemerintahan yang demokratis.

terimakasih
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by HANA JANATAN SALSABIELA -
Nama: Hana Janatan Salsabiela
NPM: 2113053120
Kelas: 2E
Prodi: PGSD


Izin memberikan analisis bu terhadap artikel yang berjudul "Awan Gelap untuk HAM di Indonesia"

A. Setelah membaca artikelnya saya menyadari meskipun terdapat beberapa kemajuan, catatan hak asasi manusia Indonesia di banyak isu mengalami kemacetan maupun kemunduran, termasuk berlanjutnya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan; pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang dalam aturan mapun praktik; diskriminasi berbasis gender yang mangakar serta pelanggaran hak-hak perempuan; kegagalan dalam menjamin keadilan, penemuan kebenaran, dan pemulihan untuk kasus pelanggaran HAM masa lalu; pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Papua; serta berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman mati.

Dengan terbentuknya banyak undang-undang yang mengatur HAM seperti pasal 28A dan 28B tentang hak bertahan hidup dan melanjutkan keturunan juga masih banyak lagi, ternyata belum cukup untuk mengatasi pelanggaran hak asasi yang ada.

Dari artikel tersebut saya mendapat hal positif seperti faktor-faktor apa yang menyebabkan pelanggaran HAM terjadi. Dapat terlihat sebagian besar isu terjadi tak lain tak bukan akibat rendahnya kesadaran masyarakat akan HAM, lebih bahaya lagi jika yang kurang pemahamannya ini adalah pejabat negara atau seseorang yang mempunyai kuasa sehingga bisa saja menyelewengkan kuasa dan wewenangnya dengan sembarang. Setelah mengetahui itu, sebagai calon guru saya lebih memahami seberapa penting mengajarkan pendidikan HAM pada generasi muda Indonesia.

B. Analisis saya tentang demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat indonesia. Pancasila sendiri merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa di nusantara dan memiliki nilai dasar kehidupan manusia yang diakui secara universal dan berlaku sepanjang zaman. Nilai-nilai luhur tersebut merupakan hasil kontemplasi dan perenungan panjang Ir. Soekarno yang didasarkan pada pemahaman dinamika geopolitik bumi nusantara secara utuh. Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lalu pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa. Menurut saya Dengan prinsip Demokrasi yang berketuhanan yang maha esa berarti sistem penyelenggaraan negara harus taat, konsisten dan sesuai dengan nilai juga kaidah dasar ketuhanan yang maha esa.

Dengan begitu maka diharapkan masyarakat mempunyai pola pikir dan tindakan yang jauh dari tercela. Sehingga dapat meminimalisir adanya konflik horizontal maupun penyebab pelanggaran HAM vertikal.

C. Antara Hak Asasi Manusia dan demokrasi memiliki hubungan yang sangat erat. HAM tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat totaliter ( tidak demokratis ), namun sebaliknya negara yang demokratis pastilah menjamin eksistensi HAM. Suatu negara dapat dikatakan demokratis apabila menghormati dan melindungi HAM. Kondisi yang dibutuhkan untuk merealisasikan tegaknya HAM adalah adanya nilai demokratis di dalam kerangka negara hukum ( rule of law state ). Konsep negara hukum dapat dianggap mewakili model negara demokrasi. Implementasi dari negara yang demokratis diaktualisasikan melalui sistem pemerintahan yang. berdasarkan atas perwakilan ( representative government) yang merupakan refleksi dari demokrasi tidak langsung. Menurut Julius Stahl dan A.V.Dicey suatu negara hukum haruslah memenuhi beberapa unsur penting, salah satu unsur tersebut antara lain yaitu adanya jaminan atas HAM. Dengan demikian untuk disebut sebagai negara hukum harus terdapat perlindungan dan penghormatan terhadap HAM.

Dalam catatan HAM Indonesia selama tahun 2019 sampai sekarang, dinyatakan bahwa HAM di Indonesia sedang mengalami kemerosotan oleh pemantau HAM dunia, yaitu Human Rights Watch (HRW). Dipaparkan bahwa Indonesia memiliki sembilan isu penegakan HAM yang dirilis pada pertengahan bulan januari 2020, berikut merupakan sembilan isu yang sedang mengalami kemerosotan:

- Hak Atas Kebebasan Berekspresi
- Menetapkan Pertanggungjawaban atas Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu
- Memastikan Akuntabilitas Atas Pelanggaran HAM oleh Aparat Keamanan
- Menjunjung Tinggi Hak Perempuan dan Anak Perempuan
- Menghormati HAM di Papua
- Menghapus Hukuman Mati untuk Semua Kejahatan
- Akhiri Pelecehan, Intimidasi, Serangan dan Diskriminasi LGBTI
- Memastikan Akuntabilitas Pelanggaran HAM di Sektor Bisnis Kelapa Sawit
- Hak Atas Kebebasan Berpikir

D. Anggota parlemen sering mengatasnamakan suara rakyat tetapi berbanding terbalik dengan aksinya yang sama sekali tidak membantu kepentingan rakyat menurut saya hal itu terjadi tidak jauh alasannya karena negara kita yang berbentuk demokrasi, di mana dukungan suara dari rakyat sangat diperlukan karena kedaulatan ada di tangan rakyat. Namun tentu dengan mata tertutup saja kita sudah mengetahui jika misi mereka yang mengatasnamakan rakyat itu hanya kedok belaka agar kepentingan pribadi/golongan mereka bisa tercapai. Jika sering kali berbeda dari apa yang mereka janjikan dan apa aksi yang akhirnya mereka lakukan maka sudah pasti terjadi penyalahgunaan kuasa.

E. Karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah.

Karena kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik mengiming–imingi tokoh agama dan tokoh tradisi tradisi dengan hadiah tertentu tertentu ( sebagai sebagai tumbal ) dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Fauriza Agustina -
Nama : Fauriza Agustina
NPM : 2153053004
Kelas : 2 E
Prodi : PGSD

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban: Menurut pendapat saya terhadap isi dari artikel yang berjudul Awan Gelap Untuk HAM di Indonesia disimpulkan beberapa hal yang penting yaitu:
bahwa kinerja Indonesia terkait HAM pada 2019 bisa dikatakan belum baik. Demokrasi di bawa mundur jauh ke belakang dan kembalinya rezim otoritarian yang menjadi ancaman nyata dari ruang-ruang kebebasan sipil yang mulai tertutup. Tahun 2019 HAM mengalami kemacetan, kemunduran, dan banyak serangan terhadap para pembela HAM sebagai sebab akibat tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang dan diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan. Kegagalan Indonesia memenuhi komitmennya ini diperparah dengan bertambahnya tahan politik yang kini dikatakan Usman Hamid sudah mencapai angka fantastis.

Hal positif yang dapat saya ambil setelah membaca artikel yaitu: Sebagai generasi muda bangsa Indonesia kita harus kritis menyoroti pelanggaran HAM yang masi banyak belum diungkap atau belum adil. Kemudian generasi muda juga harus ikut berperan dalam penegakan HAM. Lalu dari artikel tersebut kita diajarkan untuk tidak boleh melanggar kemerdekaan dan kebebasan orang lain serta diperlakukan diskriminatif yang sesuai dengan prinsip HAM.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban: Menurut pendapat saya bahwa demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia yang tidak terlepas dari Pancasila. Demokrasi dengan prinsip-prinsip dari rakyat untuk rakyat yang bersumber dari Pancasila diharapkan dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila. Demokrasi yang bersumber dari pancasila dan digali berdasarkan kepribadian rakyat Indonesia yang kemudian kita kenal sebagai demokrasi pancasila diartikan sebagai kepercayaan rakyat yang bersumber dari kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan. Demokrasi pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada nilai musyawarah yang mencerminkan kesungguhan dan tekad dari bangsa Indonesia untuk berdiri diatas kebenaran dan partisipasi dalam pemerintahan serta turut menentukan haluan-haluan Negara. Hal-hal tersebut harus disertai dengan tanggung jawab yang bukan hanya ditujukan kepada manusia, melainkan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Demokrasi pancasila tidak hanya demokrasi di bidang pemerintahan atau politik, tetapi juga telah berkembang menjadi demokrasi dalam arti yang luas. Demokrasi dalam arti luas meliputi berbagai sistem dalam masyarakat, seperti sistem politik, ekonomi, dan sosial.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban: Menurut saya praktik demokrasi saat ini sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, namun dalam penerapannya belum sepenuhnya menjungjung tinggi nilai hak asasi manusia atau belum sesuai. Karena sebagian besar para masyarakat atau warga negara Indonesia masih suka dibatasi dalam mengkritik penyelenggaraan negara dan terjadinya kekerasan serta tindakan diskriminatif, selain itu juga masih banyak sekali pelanggaran - pelanggaran yang sering terjadi dan hukum keadilan belum bisa ditegakkan.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban: Sangat disayangkan, seperti yang kita ketahui anggota parlemen dapat mengatas namakan rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda dengan agenda, maka ada penyalahgunaan. Karena nyatanya kepentingan masyarakat itu terkadang semata-mata hanyalah keuntungan bagi mereka. Seharusnya kedepannya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat. Dan sebagai masyarakat Indonesia kita harus mengkritisi terkait agenda politik yang tidak berjalan sesuai.

E. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban: Tanggapan saya terkait itu sangat tidak sesuai. Karena pihak pihak yang memiliki kekuasan kharismatik ini biasanya sangat ingin menguasai rakyat dan negara. Dan rakyat menjadi tumbal terkait dengan tujuan yang tidak jelas pihak pihak tersebut. Tentu hal ini menyimpang dari penerapan hak asasi manusia itu sendiri. Selain itu juga bagi masyarakat atau rakyat yang belum tahu sepenuhnya mengenai pendidikan, atau terbawa agama itu harus diberi tahu untuk mewaspadai hal tersebut.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by I wayan Suberata -
NAMA : I WAYAN SUBERATA
NPM : 2153053007

Analisis Soal!

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Isi artikel membahas tentang Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia pada tahun 2019. Pada tahun itu hubungan Indonesia dengan hak asasi manusia masih tergolong buruk. Dikatakan buruk karena banyak agenda HAM yang mandek, kualitas HAM yang menurun, bahkan banyak terjadi penyerangan terhadap para pembela HAM. Namun, Indonesia selalu mengupayakan perlindungan hak asasi manusia yang lebih baik.

Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut yaitu saya menjadi tahu mengenai perjuangan bangsa Indonesia demi memperbaiki perlindungan HAM yang ada. Mengenai HAM memiliki batasan batasan. Hak asasi manusia sangat diperlukan untuk terciptanya keadilan bagi setiap makhluk hidup.



B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Berdasarkan artikel di atas demokrasi Indonesia memang terikat dengan nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia agar demokrasi Indonesia berjalan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan demikian akan selaras dengan kepribadian bangsa dan meminimalisir terjadinya penyimpangan yang tidak diinginkan. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa, ini juga baik karena selaras dengan nilai sila pada Pancasila. Indonesia memiliki keberagaman dalam beragama oleh sebab itu demokrasi berke-Tuhanan yang maha Esa sangat perlu.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Demokrasi Indonesia sudah cukup baik dengan menerapkan nilai nilai pancasila dan menjungjung tinggi HAM. Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi. Kemajuan itu ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Demokrasi Indonesia dari 6,30 pada 2020 menjadi 6,71 pada 2021. Peningkatan itu membawa Indonesia kini bertengger pada peringkat 52 dunia, terkerek setinggi 12 anak tangga dibanding posisi ke-64 pada 2020.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Mengapa parlemen bisa bertindak atas nama rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan ada di tangan rakyat. Jika sering berbeda, maka ada penyalahgunaan. Kita harus lebih waspada, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Terdapat oknum yang memiliki kekuasaan dan memiliki tujuannya sendiri, mereka tahu bahwa kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Oleh sebab itu, mereka menjadikan emosi rakyat sebagai tumbal untuk kepentingan politik mereka.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Andini Putri Oktaviana -
Nama : Andini Putri Oktaviana
NPM : 2113053016
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin menjawab analisis soal kasus 2 Bu.

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Artikel tersebut menjelaskan tentang kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia sekaligus cara mengatasi serta penegakannya. Masa kelam bagi HAM di Indonesia saat itu. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya keadilan, terbatasnya orang untuk menyampaikan pendapat, perbendaan gender yang menyebabkan diskriminasi, kurang tegasnya hokum dalam pelanggaran HAM sehingga menyebabkan pelanggaran HAM terus terjadi. Dalam penegakan Hak Asasi Manusia, Indonesia berupaya untuk terus membangun Indonesia yang berkeadilan. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa.

Hal positif yang didapatkan yaitu perjuangan Indonesia meskipun pada tahun 2019 tersebut sudah kelam ketentuan HAM nya, namun Indonesia terus berjuang untuk penegakan HAM. Dengan melakukan kerjasama antar negara PBB dalam Amnesty International serta keikutsertaan mahasiswa dalam membela Hak Asasi Manusia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Istilah demokrasi berasal dari kata ‘demos’ yaitu rakyat, masyarakat; dan ‘kratos, kratein’ yaitu pemerintahan, mengatur. Demokrasi diartikan sebagai pemerintahan di tangan rakyat atau mengatur tentang masyarakat. Jadi sudah sepatutnya jika demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya masyarakat Indonesia. Jika dikaitkan dengan kearifan lokal ternyata nilai-nilai demokrasi itu telah menjadi prinsip hidup bagi masyarakat. Nilai-nilai demokrasi (democracy values) adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia. Diantaranya nilai kebebasan, keterbukaan, persamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Suatu negara dipandang demokratis apabila menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai demokrasi tersebut.

Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah lumrah di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara yang sangat beragam terutama pada keagamaan. Demokrasi yang berketuhanan harus dilakukan, karena sebagian nilai-nilai demokrasi berasal dari nilai-nilai agama. Yang kemudian terus berkembang dan menjadi nilai-nilai yang harus terus ditegakkan.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia itu sendiri. Sesuai dengan salah satu prinsip demokrasi Pancasila, yaitu Menjunjung Hak Asasi Manusia. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang menjunjung tinggi HAM. Hal tersebut sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 dan Batang Tubuh UUD 1945 Pasal 26-34, pasal 28J hasil amandemen kedua oleh MPR, dan tercantum dalam Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM. Lalu apakah hal ini sudah sesuai? Ya tentu saja. Praktik demokrasi saat ini sudah sangat menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Misalnya saja bolehnya dilakukan demonstrasi sebagai wujud kebebasan berpendapat di muka umum bagi seluruh elemen masyarakat.


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat untuk kepentingan dirinya sendiri, sebaiknya harus ditindaklanjuti oleh pemerintah. Hal ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan yang meresahkan masyarakat, karena Hak masyarakat yang seharusnya terpenuhi ini tidak sama sekali. Sehingga pelanggaran HAM terjadi. Anggota parlemen yang tidak bertanggung jawab tersebut harus dikenakan sanksi pelanggaran HAM. Ketentuan penyelenggaraan Pemerintahan tersebut salah satunya diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Undang-Undang Administrasi Pemerintahan menjamin hak-hak dasar dan memberikan pelindungan kepada warga masyarakat serta menjamin penyelenggaraan tugas-tugas negara sebagaimana dituntut oleh suatu negara hukum sesuai dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 D ayat (3), Pasal 28 F, dan Pasal 28 I ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan ketentuan tersebut, warga masyarakat tidak menjadi objek, melainkan subjek yang aktif terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Kasus pihak- pihak kharismatik yang tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas. Dengan mengandalkan kekuasaanya, pihak tersebut dapat sewenang wenang dalam berpolitik untuk memenuhi kepentingan diriinya sendiri. Tentu saja ini melanggar Hak Asasi Manusia di Indonesia. Hak rakyat yang seharusnya dapat memantau pemerintahan yang terbuka tidak terjalin baik. Pihak-pihak seperti ini yang seharusnya terus diwaspadai bahkan harus diberi sanksi tegas, karena jika tidak maka akan banyak oknum melakukan hal semacam ini terus dengan mengatasnamakan pemerintah Indonesia, maka rakyat tidak akan percaya lagi kepada pemerintahan serta ini akan merugikan negara Indonesia.

Sekian. Terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Andriyani Merkuri -
NAMA: ANDRIYANI MERKURI
NPM: 2113053247
KELAS: 2E
PRODI: PGSD

Ijin menjawab bu.

A. Setelah saya membaca artikel tersebut saya berpendapat bahwa kinerja HAM di Indonesia masih sangat kurang. Apalagi pada tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam dalam masalah HAM.

Hal positif yang dapaf saya ambil yaitu saya dapat mengetahui pernasalahan HAM apa saja yang terdapat di Indonesia dan bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan HAM tersebut.

B. Pancasila merupakan sumber jiwa masyarakat Indonesia karena di dalamnya terkandung nilai-nillai yang sudah ada sejak zaman dahulu. Oleh karena itu Pancasila juga berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk berdemokrasi. Dalam berdemokarsi yang dilandaskan Pancasila maka kita akan mengutamakan musyawarah mufakat untuk pengambilan keputusan dalam rasa kekeluargaan, mengutamakan keseimbangan hak dan kewajiban antara kepentingan pribadi atau umum, dan selalu mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan golongan/pribadi.

Selanjutnya mengenai prinsip demokrasi yang berke Tuhanan yang Maha Esa, bahwa dalam berdemokrasi selalu dijiwai dan diliputi oleh nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Dalam penerapannya sesuai atau tidak bertentangan dengan norma agama-agama. Artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Menurut saya demokrasi Indonesia sudah mengalami peningkatan , Indonesia mencatat kemajuan dalam kehidupan demokrasi di sepanjang 2021. Kemajuan itu ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Demokrasi Indonesia dari 6,30 pada 2020 menjadi 6,71 pada 2021. Peningkatan itu membawa Indonesia kini bertengger pada peringkat 52 dunia, terkerek setinggi 12 anak tangga dibanding posisi ke-64 pada 2020. Tapi demokrasi di Indonesia menurut saya belum sepenuhnya menjunjung tinggi nilai HAM.

D. Sikap kita harus tegas mengenai persoalan tersebut, karena hal itu dapat diartikan menjadi penyalahgunaan kuasa.

E. Menurut Qori (2013), pemimpin karismatik tidak semuanya selalu bekerja atas kepentingan organisasinya. Banyak diantaranya pemimpin karismatik ini menggunakan
kekuasaan hanya untuk membangun perusahaannya sendiri sesuai citra yang diinginkan.
Karisma pemimpin yang egois ini menjadikan tujuan organisasi dicapai untuk kepentingan
dan tujuan pribadinya sendiri.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by MASITA PUTRI KIRANA -
Nama : Masita Putri Kirana
Npm : 2113053182
Kelas : 2E
Izin memberikan analisis soal yang diberikan.

A. Analisis saya mengenai isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia bahwa penegakan HAM di Indonesia masih perlu diperbaiki. Seperti yang kita ketahui penegakan HAM pada tahun 2019 tersebut terlihat suram, namun ada beberapa perkembangan baik dan bisa menjadi harapan ke depannya. Amnesty International mengakui bahwa Indonesia
terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel tersebut bahwa buat mendukung pemerintah yang sudah melakukan beberapa hal yang memajukan HAM, kita juga harus ikut membantu. Menolak dengan tegas setiap terjadinya pelanggaran HAM adalah cara yang pertama yang bisa kita lakukan.

B. Demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia saat ini tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan saja, melainkan menjadi pola kehidupan berbangsa dan bernegara. namun saat ini budaya Indonesia telah terpengaruh oleh globalisasi. Hal ini akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat multikultural Indonesia yang semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa, budaya, norma, adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Padahal negara Indonesia menganut paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong kekeluargaan, musyawarah, dan mufakat. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai pancasila.

Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa bahwa anta pemerintah dan rakyat juga harus dilandasi bahwa hukum yang berlaku di Indonesia tidak hanya hukum dari manusia saja tetapi juga dilandasi hukum yang Masa Esa. Demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yakni seluk beluk sistem perilaku dalam menyelenggarakan NKRI harus taat dengan asas, konsisten, atau nilai dan kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Praktik demokrasi di Indonesia belum sesuai dengan nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal ini dibuktikan dari maraknya aksi suap-menyuap uang utk mendapatkan suara saat pemilu, aksi intoleran, dan ketidakberdayaan rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Sudah ditulis dalam UUD 1945 pasal 28 I ayat 1 yang mengatakan bahwa setiap warga negara berhak untuk hidup, kemerdekaan pikiran, tidak disiksa, beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui dihadapan hukum, serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. Tetapi nyatanya, pasal inilah yang banyak dilanggar, padahal pasal ini sangat penting dalam membela HAM setiap warga negara. Penerapan HAM di Indonesia masih terabaikan bahkan UU yang dibuat masih sering dilanggar dan sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

D. Sikap yang saya ambil tentu saja tidak akan setuju terkait hal tersebut. Saya sebagai seorang mahasiswa pasti akan ikut serta dalam mengutamakan kepentingan rakyat. Melalui kegiatan demo yang dilakukan mahasiswa yang tentunya kegiatan tersebut benar-benar bertujuan untuk kepentingan rakyat dimana untuk mengatasi suatu keputusan yang telah diambil pemerintah dapat merugikan rakyat.

E. Menurut saya pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik harus lah seseorang yang memiliki tujuan positif karena pihak tersebut mampu memperoleh pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi/diikuti. Sehingga rakyat tidak akan menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas.
Hal tersebut memiliki hubungan terkait HAM pada era demokrasi yaitu pihak-pihak kharismatik Mereka lebih menekankan identifikasi prbadi daripada internalisasi. Yang bertentangan dengan tujuan HAM pada era demokrasi saat ini.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by MIFTAHUL ZANNAH RAHARJO PUTRI -
Nama : Miftahul Zannah Raharjo Putri
NPM : 2113053174
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

Izin memberikan hasil terkait analisis soal kasus tentang Awan gelap untuk HAM di Indonesia, bu.

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Tidak salah jika Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Karena sudah ada bukti nyatanya seperti Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Namun HAM masih pandang bulu, apalagi kepada pejabat-pejabat ataupun aparat keamanan. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu awan gelap untuk HAM di Indonesia. Jika bagian dalamnya saja sudah begini apalagi bagian luarnya, jika aparat dan pejabat-pejabat saja melanggar HAM, apalagi masyarakat yang notabennya mencontoh. Seharusnya pejabat-pejabat serta aparat membarikan contoh yang baik bagi masyarakatnya.
Hal positif yang saya dapat yaitu saya menyadari bahwa ada upaya untuk memperkuat HAM terutama bagi non pejabat ataupun aparat keamanan yaitu memiliki ataupun bergabung dalam komunitas masyarakat agar mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia, menurut saya itu hal yang bagus. Karena nilai adat istiadat/budaya asli adalah salah satu jati diri masyarakat yang dari dulu melekat pada masyarakat dan harus dilestarikan serta dipertahankan seperti gotong-royong, kekeluargaan, musyawarah, dan mufakat. Hal ini juga sesuai dengan pancasila yang sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting.
Lalu pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa, saya sangat setuju dengan hal ini. Karena selain membuat hidup lebih terarah dan mengurangi angka bunuh diri karena adanya pegangan hidup yaitu agama. Dan juga negara Indonesia merupakan bangsa berketuhanan.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Saat ini budaya demokrasi pancasila mulai terkikis oleh westernisasi. Generasi bangsa Indonesia banyak yang bersikap kebarat-baratan dan hanya sedikit kelompok masyarakat yang berpegang teguh pada budaya asli bangsa Indonesia atau budaya yang sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Masyarakat Indonesia kini seakan-akan tidak mengenal dirinya sendiri sehingga budaya atau nilai-nilai yang tidak sesuai dengan karakter bangsa masuk dalam kehidupan. Nilai-nilai luhur bangsa yang telah tertanam sejak lama telah terabaikan, sistem demokrasi yang telah berkembang di Indonesia telah mengarah pada paham liberalisme. Namun untuk HAM juga hanya sebagian kelompok masyarakat yang menjunjung tinggi, hal ini terbukti dengan adanya banyak pelanggaran-pelanggaran HAM.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Hal ini merupakan salah satu tindakan penyalahgunaan kekuasaan. Dan sikap yang dapat saya ambil yaitu dengan melapor kepada pihak yang berwajib seperti pada Komisi Aparatur Sipil Negara yang telah memiliki Whistleblowing System sebagai bagian dari penanganan pelaporan dugaan pelanggaran. Melalui Whistleblowing System yang merupakan sistem pelaporan yang menggunakan aplikasi berbasis website yang dapat dimanfaatkan oleh whistleblower untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran. Pelanggaran seperti pelanggaran perundang-undangan, penyalahgunaan jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dan gratifikasi yang dilakukan oleh pegawai KASN segera laporkan ke KASN. Karena anggota parlemen sudah termasuk dalam pegawai KASN.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Inilah pentingnya agar mencerna baik-baik permasalahan serta mengendalikan emosi bagi individu. Agar tidak menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas. Karena yang rugi juga kita sebagai masyarakat, mungkin untuk pembelajaran orangtua sekarang agar sejak dini dapat mengajari anak agar tidak terburu-buru dalam bertindak serta mencerna dulu jika terjadi suatu kasus dan mengendalikan emosi. Menurut saya hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini adalah tidak terjadinya indikasi pelanggaran karena bagaimanapun dia bisa menolak pengaruh tersebut, jadinya tidak ada unsur paksaan.

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by DAFFA SYIFAA NABIILAH -
Nama ; Daffa Syifaa Nabiilah
Npm : 2153053016
Kelas : 2 E
Prodi : PGSD

Izin memberikan jawaban terkait analisis soal kasus " Awal Gelap Untuk HAM di Indonesia " yang telah diberikan bu.
Analisis Soal!

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Isi artikel dari Awan gelap untuk HAM di Indonesia ialah dimana ada Tahun kelam pada HAM diindonesia yang terjadi pada tahun 2019 yang mengakibatkan banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM sehingga banyak menimbulkan sebuah kecaman salah satunya ialah ke bhinnekan kita sehingga munculnya sebuah catatan penting yang muncul pada dorongan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu melalui jalur rekonsiliasi. Rekonsiliasi tanpa pengungkapan kebenaran akan sia-sia dan justru membuat pelanggaran HAM baru dengan membuka jalur impunitas tanpa pengakuan atas terjadinya kejahatan.
Hal positif yag saya dapatkan yaitu Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab :
Analisis yang dapat saya berikan mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia adalah suatu paham demokrasi yang bersumber dari pandanan hidup atau falsafah hidup bangsa Indonesia yang digali berdasarkan kepribadian rakyat Indonesia sendiri. Dari falsafah hidup bangsa Indonesia, kemdian akan timbul dasar falsafah negara yang disebut dengan Pancasila yang terdapat, tercemin, terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Sehingga Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang berisi dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat indonesia yang konstitusional berdasarkan mekanisme kedaulatan rakyat di setipa penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan menurut konstitusi yaitu UUD 1945. Sebagai demokrasi Pancasila terikat dengan UUD 1945 dan implementasinya (pelaksanaannya) wajib sesuai dengan apa yang terdapat dalam UUD 1945.

Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ? menurut pendapat saya mengenai prindip tersebut ialah Seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
bahwa untuk mewujudkan demokrasi di Indonesia yang sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1945 didalam menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia ialah tidak bisa mengabaikan penegakan Hak Asasi Manusia sebagai bagian yang inheren dalam proses demokrasi, karena penegakkan hak asasi manusia merupakan salah satu indikator tercipatanya negara yang demokratis. Dengan kata lain, jika dalam suatu negara belum mengapresiasi dan menegakkan hak-hak dasar manusia dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka sesungguhnya negara tersebut masih berjalan pada demokrasi yang semu dan belum menapai demokrasi yang sebenarnya.
Maka dari itu Tranisisi menuju demokrasi tentu saja bukan sesuatu hal yang langsung jadi dan terwujud melalui pewarisan dan adopsi an sich (taken for granted), melainkan harus tetap dipelajari, dipraktikkan dan “dikawal”, agar proses demokrasi benar-benar “menapaki rel” yang sesungguhnya. Demokrasi perlu ditegakkan dan terus dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju bangsa Indonesia yang lebih baik yang mengedepankan semangat kebersamaan, toleran dan penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Sikap saya mengenai kondisi tersebut yang dimana dapat mengatas namakan rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Menurut pendapat saya apabila seorang pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan kharismatik ini akan menjadi salah satu senjatanya yaitu berupa daya tariknya yang memang mengikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar tetapi kekuasaan karismatik itu akan hilang apabila ia tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk menjadi tumbal yang tidak jelas yang akan berantakan atau berjalan tidak baik apabila pemimpinnya mempunyai rasa optimisme yang berlebihan, berperilaku impulsif, kurang sadar akan kesalahannya, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.
Kaitannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini ialah Suasana kehidupan yang demokratis merupakan dambaan bagi umat manusia termasuk bangsa Indonesia. Di dalam pembentukan kekuasaan akan sangat menentukan bagaimana kualitas, watak dan pola hubungan yang akan terbangun. Agar kekuasaan bisa melayani kepentingan banyak pihak dan bersikap adil, maka sejak awal proses pembentukannya pun layaknya dilakukan secara terbuka dan tidak terbatas.

Sekian, Terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Zahra Dika Ramadhona -
Izin menganalisis bu
Nama : Zahra Dika Ramadhona
NPM : 2113053156

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut menjelaskan bahwa HAM pada tahun 2019 dikatakan sebagai tahun yang kelam. Karena pada tahun 2019 Mutu HAM memiliki kemacetan atau kemunduran dan mendapatkan serangan dari pembela atau penegak HAM.
Dalam rangka menegakkan kembali kualitas HAM pada saat itu Indonesia terus melakukan Reformasi yang berguna untuk memastikan perlindungan HAM, menegakkan supremasi hukum serta mereformasi sektor keamanan publik. HAM harus terus dilindungi, dihormati dan dijaga karna HAM sudah di kodratkan sejak bayi dan sudah melekat pada setiap individu. Hal positif yang bisa kita ambil yaitu harus menjaga HAM karna manusia merupakan ciptaan tuhan yang harus dilindungi tanpa terkecuali.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Menurut saya apabila demokrasi diambil dari adat istiadat/ budaya asli Indonesia akan lebih mengembangkan adat istiadat / budaya asli yang ada diindonesia, karna seperti yang kita lihat semakin majunya suatu teknologi saat ini. Tidak jarang kita melihat anak muda yang berperilaku meniru bangsa barat dan sedikit atau mungkin kita bisa melihat generasi muda yang masih menggunakan nilai nilai adat istiadat dalam demokrasi diindonesia, pada dasarnya demokrasi memiliki prinsip dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Apabil kita menanamkan nilai nilai budaya Indonesia maka secara tidak langsung kita mengembangkan nilai nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat dengan syarat tetep dalam persatuan dan kesatuan. Mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang ber ketuhanan yang maha esa, menurut pendapat saya hal ini sangat penting untuk dijadikan pegangan karna demokrasi byang berkutahanan maha esa tidak akan berperilaku brutal atau semena mena sesam manusia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Menurut saya praktik demokrasi Indonesia saat ini masih kurang sesuai dengan pancasila dsn UUD NRI 1945 yang menjujung tinggi nilai HAM. Dapat kita lihat secara langsung, berita dalam TV maupun sosmed lainnya masih banyak sekali demokrasi yang berperilaku tidak sesuai dengan pancasila. Contohnya seperti main hakim sendiiri. Tidak hanya kita lihat dari pendemokrasi namun juga kita bisa lihat dari sudut pandang yang menyebabkan demokrasi, demokrasi dapat terjadi pula akibat adanya kurang menjujung tinggi HAM khusus masyarakat kecil. Hal ini harus ditindaklanjuti oleh orang yang berwenang jangan hanya menghargai atau melingkar HAM orang tinggi tersebut tetapi harus adil tanpa memandang status.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Hal ini sering sekali terjadi menurut saya hal ini harus diselidiki dsn tuntas abis supaya tidak ada lagi kasus seperti ini, harus nya mereka yang melakukan hal tersebut memikirkan rakyat yang sudah dijadikan tumbal atau mengatasnamakan rakyat seolah olah membantu namun ternyata untuk kepentingan pribadi. Ini termasuk pelanggaran HAM dan harus di tindaklanjuti secara hukum.

E. Bagaimanah pendapatmu
mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadikannya tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Hal ini hampir sama dengan kasus diatas, dalam kasus ini rakyat wajib mendemonstrasikan pihak - pihak tersebut karna seperti yang sudah saya bilang termasuk dalam pelanggaran HAM.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Siti Nadya Nur Amaliya -
Nama : Siti Nadya Nur Amaliya
NPM : 2113053118
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Dari artikel tersebut dapat kita ketahui Indonesia mesti banyak berbenah terutama terkait permasalahan HAM, kasus pelanggaran HAM masih banyak terjadi, serta masih banyak kasus pelanggaran yang statusnya stagnan atau tidak diselesaikan dengan benar. UUD 1945 pasal 28A-J telah mengatur Hak dan kewajiban warga negara namun masih banyak dari pasal-pasal tersebut yang belum diajalankan dengan benar, terlebih lagi kasus tidak ada kasus keadilan dan akuntabilitas terkait pelanggaran HAM yang dilakukan oleh apparat negara.
Hal positif yang saya dapat dari artikel diatas adalah artikel diatas lebih membuka wawasan saya mengenai tingkat pelanggaran HAM saat ini, tingkat pelanggaran HAM di Indonesia masih sangat tinggi dan belum ada ketegasan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini.

b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia atau yang disebut demokrasi Pancasila. Budaya demokrasi pancasila merupakan paham demokrasi yang berpedoman pada asas-asas yang terkandung dalam pancasila, yaitu asas ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan asas keadilan. Kelima asas tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membangun bangsa dan negara merupakan kekuatan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Namun dalam penerapannya sendiri masih banyak permasalahan tersendiri yang secara potensial ini dapat mencederai hakikat Demokrasi Pancasila. Sebagai contohnya, banyak kita temukan konflik berbasis perbedaan agama dan budaya terjadi di masyarakat, maraknya ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas, serta bermunculannya ideologi intoleran dan kejahatan terorisme. Di level pemerintahan dan politik, kondisi demokrasi di Indonesia, khususnya dari aspek supremasi hukum, juga cukup mengkhawatirkan. Salah satunya banyaknya tindakan pelanggaran HAM.

Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa Artinya segala bentuk Tindakan dalam penyelenggaraan negara harus beralandaskanan nilai- nilai dan kaidah dari ketuhanan yang maha Esa yang artinya bidang agama tidak boleh diabaikan dalam setiap penyelenggaraaan kehidupan kenegaraan di Indonesia.


c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NKRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi di Indoensia masih jauh dari kata ideal, masih banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di bumi pertiwi ini yang mana seharusnya pemerintah dan masyarakat harus menjunjung tinggi HAM. Kasus Pelanggaran HAM di Indoensia masih banyak menemui kendala dalam penyelesaiannya, tidak adanya keterbukaan dalam pemrosesan kasus membuat permasalahan HAM seperti diabaikan, bahakan banyak hukuman tekait pelanggaaran HAM yang tidak sesuai dengan Hukum yang ada, Para aparat yang berlaku kotor sulit dijerat dalam kasus pelanggaran HAM seolah ada benteng perlindungan tersendiri bagi mereka.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Praktik politik yang berkedok kepentingan rakyat tentu sering terjadi di Indoensia, alasan utamanya adalah agar mendapat dukungan dari rakyat yang mana suara rakyat adalah penentu utama dalam pengambilan keputusan, kita selaku rakyat harus memiliki pemikiran kritis untuk mengetahui dampak apa yang terjadi jika seuatu keputusan itu disahkan, jangan sampai kita tutup mata terhadap keputusan para pejabat politik

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Tentu hal ini harus dikeccam dengan keras, memang tokoh agama ataupun adat mampu mengenggam hati masyarakat Indonesia, sudah bukan menjadi hal asing bahwa pengikut tokoh-tokoh tersebut kadang sangat besar dan berasal dari hamper setiap bagian wilayah Indonesia. Literasi Masyarakat yang kurang juga membuat mereka mudah untuk menyetujui apapun yang dikatakan oleh para tokoh tersebut. Memang pada sejatinya Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.
namun kepercayaan tersebut haruslah berlandasakan dengan pemahaman yang mendalam, kepercayaan terhadap tokoh-tokoh yang dianggap sebagai panutan harus tetap diperhatikan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by IRHAN ADITYA -
Nama : Irhan Aditya
NPM : 2113053183
Kelas : 2E PGSD

Analisis kasus 2
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Penegakan HAM di Indonesia sudah sangat baik, terbukti dengan dimanapun seseorang berada ia bebas bekerja, bermain, sekolah atau pun memenuhi kebutuhan nya, selama hal ini tidak melanggar HAM orang lain.
Memang jika di lihat dari berbagai kasus pelanggaran HAM masih banyak sekali HAM yang di langgar oleh warga negara, namun bukan tidak berupaya sudah banyak upaya yang di lakukan mulai dari penyuluhan, Sosialisasi, pendidikan HAM dan sebagainya, tapi kembali lagi ke setiap individu manusia nya, apakah siap dalam menghargai HAM orang lain serta siap dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
Dari artikel tersebut hal positif yang saya dapatkan ialah, setiap manusia memiliki HAM dan HAM ini sendiri harus di hargai oleh setiap orang sebab setiap HAM memiliki dua batasan yaitu yang pertama ialah kewajiban dan yang kedua adalah HAM dari orang lain, maka dari itu setiap manusia harus mampu saling menghargai dan sadar akan kewajiban sehingga tidak ada lagi kasus pelanggaran HAM di Indonesia.


2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Menurut pendapat pribadi saya, demokrasi yang terapkan di negara Indonesia nilai-nilainya berasal dari adat istiadat/budaya Bangsa Indonesia itu sendiri, hal itu sudah memang seharusnya, sebab dengan begitu demokrasi di negara Indonesia akan selaras serta sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri, sehingga akan meminimalisir terjadinya penyimpangan yang tidak diinginkan dalam
penyelenggaraan demokrasi tersebut.

Demokrasi Indonesia berprinsip ketuhanan yang Maha Esa, hal sebenarnya adalah sesuatu yang wajar sebab sedari dulu bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama, dan hingga akhirnya di tuangkan juga dalam pancasila, sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa"
dan hal inilah yang mendasari kuat demokrasi Indonesia bersprinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, prinsip Ketuhanan ini juga akan mendukung terciptanya peraturan dan hasil demokrasi yang adil sebab semuanya berprinsip Ketuhanan Yang dimana semuanya harus adil di hadapan tuhan.


3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Menurut pandangan saya pribadi pengimplementasian demokrasi di Indonesia masih lima banding lima, sebab di satu sudah banyak yang menganggap demokrasi Indonesia telah berjalan dengan baik dan di buktikan dengan kesejahteraan sebagian daerah, tapi sebaliknya juga banyak di daerah lain merasakan kebalikanya, mereka hidup dalam kemiskinan. Hal ini tidak dapat di tutupi sebab memang Indonesia masih darurat korupsi, kasih suap, kriminalitas dan sebagainya, dari hal tersebut dapat dibuktikan bahwa demokrasi Indonesia belumlah berdasarkan Pancasila, UUD 1945 serta sangat jauh dari kata pemenuhan HAM.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Hal ini benar-benar telah membuktikan bahwa Indonesia tidak lah pernah kekurangan manusia yang pintar, melainkan kekurangan manusia yang mampu jujur terhadap amanah dan kekuasaan yang telah di percayakan.
Banyak sekali pejabat yang lupa akan hak dan kewajiban nya, mereka melakukan korupsi tanpa memikirkan nasib rakyat yang kelaparan di luar di sana, membutuhkan pelayanan kesehatan, pekerjaan, sekolah dan sebagainya, bila ini terus di biarkan dapat di pastikan nasib Indonesia akan sama dengan Uni Soviet, yang akhirnya hancur karena negara bagian nya mulai memilih memisahkan diri sebab semakin hancurnya pemerintahan.


5. Bagaimakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusiapada era demokrasi dewasa saat ini?

Bila di hubungkan dengan Agama pasti perhatian warga negara akan sangat terpokus, bahkan terkadang masyarakat lebih peduli dengan isu Agama dari pada masalah nasionalisme dan perpecahan negara, hal ini di dukung karena masyarakat Indonesia adalah bangsa yang taat beragama, namun sayangnya banyak tokoh agama yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyulut perpecahan di antara masyarakat beragama. Oleh sebab itu masyarakat harus selalu, mampu menyeimbangkan kewajiban beragama dengan kewajiban bernegara sehingga tidak ada celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menyulut perpecahan.

Dan hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini tentu sangat erat dan keduanya saling berkaitan karena HAM hanya akan terealisasi dalam pemerintahan yang demokratis yang menghormati dan melindungi terhadap HAM setiap warga negaranya. Dan HAM tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat tidak demokratis.

HAM sangat menjunjung kebebasan selama tidak menyalahi aturan yang ada pada penyelenggaraan nya, di era demokrasi ini yang berarti masyarakat bebas menentukan langkah dan pilihan nya sendiri, hal ini sangat berhubungan dengan HAM sebab demokrasi adalah salah bentuk penyelenggaraan HAM di suatu negara dengan skala umum masyarakat. Oleh sebab itu bila suatu negara bukan tidak menganut demokrasi maka kemungkinan HAM setiap individu di negara tersebut saling bersinggungan dan melanggar satu sama lain

Terima kasih Bu
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Debi Elisa Prasasti -
Nama: Debi Elisa Prasasti
NPM: 2113053158
Kelas: 2E
PGSD

Izin menjawab

Analisis Soal!
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?


Jawab:
A. Dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa tahun 2019 menjadi tahun yang dimana HAM mulai mengalami kemacetan sampai bahkan banyak serangan terhadap para pembela HAM. Artinya pemerintah gagal dalam menghadirkan keadilan dan pengungkapan kebenaran. Banyak kasus-kasus HAM yang belum terselesaikan tanpa ada ujung dari kepastian. Isu kemiskinan, ketidaksetaraan akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan menjadi tertutup dengan isu pemekaran daerah dan usaha kemerdekaan. Namun masih ada hal positf yang dapat diambil dari artikel ini, Amnesty International mengakui bahwa Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Misalnya, Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
B. Pancasila dirumuskan dari nilai budaya bangsa Indonesia yang terdiri dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, masyarakat dan keadilan sosial. Ketuhanan Yang Maha Esa, diwujudkan setiap orang seharusnya memeluk agama sesuai keyakinannya, bertoleransi terhadap orang lain yang berbeda agama. Kemanusiaan yang adil dan beradab, diwujudkan dalam bentuk perilaku saling menghargai harkat dan martabat sesama, kesamaan dalam kemasyarakatan dan hukum, saling mengasihi, dan menyayangi. Persatuan Indonesia, diwujudkan dengan tiadanya diskriminasi individu dan antar golongan, kesediaan bekerja sama untuk kepentingan bersama, bergotong royong, rela berkorban, senantiasa berupaya untuk menciptakan kerukunan. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan diwujudkan ke dalam bentuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah,demokrasi substansial, dan tidak memaksakan kehendak. Sedang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, diwujudkan dalam bentuk perilaku menghargai hak orang lain, karya cipta orang lain, dan mengedepankan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang. Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa, Artinya seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten (sesuai) dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
C. Menurut saya praktik demokrasi saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai pancasila karena belum menjunjung tinggi HAM yang ada di Indonesia secara utuh. Masih banyak HAM yang terbengkalai, tidak dipedulikan, dan menegakkan keadilan dengan uang
D. Saya sangat kurang setuju dan saya rasa ini tidak adil untuk kita sebagai warga negara Indonesia. Mereka berkerja untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan mereka sendiri. Jika ini sering dan terus terjadi, artinya ada yang tidak beres dalam penggunaannya atau adanya penyalahgunaan. Seharusnya hal seperti ini terus diwaspadai, karena tidak semua agenda politik yang mereka bicarakan tersebut berkaitan dengan kepentingan rakyat.
E. Antara Hak Asasi Manusia dan demokrasi memiliki hubungan yang sangat erat. HAM tidak mungkin eksis di suatu negara yang bersifat totaliter ( tidak demokratis ), namun sebaliknya negara yang demokratis pastilah menjamin eksistensi HAM. Suatu negara dapat dikatakan demokratis apabila menghormati dan melindungi HAM

sekian
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALIS KASUS

by Ririn Dwiyanti -
Nama : Ririn Dwiyanti
Npm : 2153053044
Kelas : 2E
Prodi : PGSD

A.Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Setelah saya membaca artikel tersebut penegakan Hak Asasi Manusia, beberapa lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM pada tahun 2019 masih belum cukup baik.
Hal ini dikarenakan Komisi Nasional HAM mencatat masih banyak yang perlu dilakukan pemerintah, terutama soal pelanggaran HAM berat di masa lalu dan penanganan konflik sumber daya alam.
ada beberapa perkembangan baik dan bisa menjadi harapan ke depannya. Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel tersebut yaitu pentingnya memahami HAM agar dapat saling menghargai sesama dan tidak berlaku seenaknya bahkan terhadap orang yang tidak memiki kedudukan.

B.Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Pancasila sendiri merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa di nusantara dan memiliki nilai dasar kehidupan manusia yang diakui secara universal dan berlaku sepanjang zaman. Budaya demokrasi pancasila mengakui adanya sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makluk sosial dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. namun saat ini budaya Indonesia telah terpengaruh oleh westernisasi.

C.Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

praktik demokrasi Indonesia saat ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan Pancasila dan UUD serta menjunjung tinggi HAM. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945.Secara mendalam demokrasi belum berhasil diterapkan secara penuh, karena banyak penjabat tinggi lebih mengedepankan pendapat sendiri daripada rakyatnya.

D.Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Sikap sayaa mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah
melakukan praktik politik nya sendiriadalah menolak secara tegas karena indonesia adalah negara demokrasi dan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat maka untuk apa jika melakukan agenda politik tetapi kepentingan masyarakat terabaikan.


E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Pendapat saya adalah Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.Sehingga rakyat tidak akan menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas.
Hal tersebut memiliki hubungan terkait HAM pada era demokrasi yaitu pihak-pihak kharismatik Mereka lebih menekankan identifikasi prbadi daripada internalisasi.

Sekian terimakasih bu