FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Number of replies: 32

https://vclass.unila.ac.id/pluginfile.php/854453/mod_forum/post/1058439/Jurnal%20Integrasi%20Nasional.pdf

In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Annisya Rianta Raudatuljannah གིས-
Nama : Annisya Rianta Raudatuljannah
NPM : 2115061008
Kelas : PSTI D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Patut disyukuri bahwa hubungan antarsuku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja. Karena itu semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu, perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.

Sekian dari saya, Terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

NOURMA LAYYINNA WIJAYA གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelumnya izin memperkenalkan diri.

Nama : Nourma Layyinna Wijaya
NPM : 2115061081
Kelas : PSTI D

Mohon izin memberikan analisis jurnal kedua.

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Identitas masa dan ruang punya makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Proses terbentuknya kebudayaan yang beragam di Indonesia dikarenakan latar belakang dan posisi yang strategis di Indonesia. Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia, dan di antara dua buah samudera yaitu Pasifik dan Hindia. Hal ini membuat Indonesia menjadi jalur perdagangan dan membuat banyak pedagang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda datang ke Indonesia. Hal ini juga yang membuat Indonesia memiliki banyak perbedaan kebudayaan maupun etnis antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Bukan tidak mungkin bahwa hal ini dapat menimbulkan persoalan baru. Kebudayaan tradisional menjadi kebudayaan yang arif, menjadikannya sesuatu hal yang dilestarikan. Namun, dengan adanya globalisasi, modernisasi, kapitalisme, dan perihal lainnya, konflik antar budaya ini tidak dapat terhindarkan. Apalagi dengan perbedaan unsur modern dan tradisional, menyebabkan perbedaan ini menjadi suatu fakta kultural yang tidak terbantahkan. Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah: 1) mampu bertahan terhadap budaya luar; 2) memiliki kemampuan mengakomodasi unsurunsur budaya luar; 3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli; 4) mampu mengendalikan; dan 5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa arti kearifan lokal adalah kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, dan cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional dalam mengelola sumber daya alam, sumber daya hayati, SDM, dan sumber daya budaya demi kelestarian dalam kehidupan berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara yang multikultural harus menghadapi banyak masalah internal yang berkaitan dengan kebudayaan serta kearifan lokal. Contohnya saja dengan kurangnya keadilan, kesenjangan pemerataan pembangunan, terutama pada daerah minoritas di wilayah Indonesia bagian timur. Hal inilah yang mempelopori adanya pemberontakan serta konflik antar etnis di dalam negara sendiri. Kenyataan yang terjadi adalah ancaman yang terjadi baik dalam skala mikro maupun makro dikarenakan kultural ini dan tentunya dapat mengamcam keutuhan negara Indonesia. Ada hal yang harus diketahui sebagai sebuah negara yang memiliki perbedaan kebudayaan yang luas, hal-hal tersebut adalah: 1) Sumber-sumber konflik; 2) Potensi untuk toleransi; 3) Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau golongan terhadap sesama suku bangsa atau golongan; 4) Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsa atau golongan tadi berlangsung. Dalam hal ini, diperlukannya wawasan kesatuan jiwa yaitu Bhinneka Tunggal Ika (semboyan negara Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu). Makna yang dalam dapat diambil dari semboyan ini dikarenakan memuat kesatuan dalam keragaman, kesadaran gotong royong dengan istilah berbeda-beda pada setiap daerah, seperti sambatan/gugur gunung (Jawa), metetulung (Bali), pelagandong (Maluku), halawo sato (Nias), mapalus (Minahasa), dan lain-lain dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila hal ini ditelusuri lebih lanjut, maka akan mengarah kepada suatu usaha agar kebudayaan dapat meningkatkan kemajuan adab, budaya, dan persatuan bangsa, dengan tidak menolak hal-hal yang baru dikarenakan perkembangan zaman dan dari kebudayan asing. Nantinya dari usaha kebudayaan ini akan memberikan manfaat yaitu mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

FANI PEBRIANTO གིས-
Assalamualaikum, sebelumnya izin memperkenalkan diri

Nama : Fani Pebrianto
NPM : 2115061061
Kelas : PSTI D

izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia.

ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu:
1. Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
2. Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain.
3. Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama.
4. Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis.
5. Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.

Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan. Franz Magnis Suseno (2005:216) secara tegas mengatakan bahwa Indonesia hanya dapat bersatu jika pluralitas yang menjadi kenyataan sosialnya dihormati. Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga Negara Indonesia tanpa merasa terasing. Sikap saling menghormati dalam identitas masing-masing, tidak memaksakan kehendak atas kelompok yang lain merupakan syarat dasar membangun masa depan bangsa Indonesia.

Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Reginia Putri Maharani གིས-
Nama : Reginia Putri Maharani
NPM : 2115061004
Kelas : PSTI D


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis
Multikulturalisme dapat didefinisikan sebagai sebuah kepercayaan yang menyat,akan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. kearifan lokal yang dimiliki indonesia secara keseluruan terdiri atas lingkup lingkup yang luar biasa banyak dan menunjukan keberagaman jenisnya, kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat
diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa.kearifan lokal dapat menjadi sebuah penanda adanya identitas budaya, penanda-penanda identitas budaya misalnya bisa berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat pada budaya yang bersangkutan.

Dalam rangka menganalisis hubungan antara suku bangsa, modal budaya juga perlu diketahui sebagai bentuk penting bagi basis kehodupan bebangsa dan bernegara. Modal budaya Indonesia terdiri dari kebudayaan-kebudayaan asli yang tersebar dalam kehidupan masyarakat daerah di Indonesia yang mencerminkan keberagaman, termasuk puncak-puncak kebudayaan daerah yang terhitung sebagai kebudayaan bangsa, sesuai dengan isi pasal 32 UUD 1945. Oleh karena itu “kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya”. Istilah “rakyat Indonesia seluruhnya” sesungguhnya di dalamnya terimplisit suatu pernyataan bahwa kebudayaan salah satu suku bangsa belum dapat dikatakan kebudayaan nasional.

Maka Penting untuk kita sadari bahwa Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia.Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga negara Indonesia tanpa merasa terasing dengan menunjukan Sikap saling menghormati dan menjadikan kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Elika Dwi Utami གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Elika Dwi Utami
NPM: 2115061024
Kelas: PSTI D
Izin memberikan analisis jurnal pembelajaran tentang “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa”

Dalam era global isu-isu kebudayaan, agama, etnik, gender, dan cara hidup akan lebih penting daripada isu tentang konflik ekonomi yang terjadi pada masa industri. Penguatan jati diri suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi begitu penting di era globalisasi. Di tengah munculnya kecenderungan kehidupan dunia yang makin bergerak ke arah bebas sekat, maka wawasan lokal makin terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global. Pada masyarakat Indonesia wawasan kesatuan jiwa “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Modal budaya Indonesia terdiri dari kebudayaan-kebudayaan asli yang tersebar dalam kehidupan masyarakat daerah di Indonesia yang mencerminkan keberagaman, termasuk puncak-puncak kebudayaan daerah yang terhitung sebagai kebudayaan bangsa, sesuai dengan isi pasal 32 UUD 1945.

Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas Indonesia. Bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah NKRI sangat beragaman jenisnya. Banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai aset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

Sekian analisis dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

ADILAH AFIFAH གིས-

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri

Nama : Adilah Afifah 

NPM : 2115061053

Kelas : PSTI D 

Izin menjawab tugas yang bapak berikan, analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

    Kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Indonesia memiliki ciri khas keragaman kearifan lokal yang menjadikan kehidupan dalam cinta damai. Pengetahuan kearifan lokal tumbuh menyejarah dan membadan dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengkonstruksi nilai, norma, dan pengetahuan kearifan lokal guna mencipta sejarah. Kearifan lokal menjadi salah satu identitas budaya bangsa, yang menjadikan suatu bangsa Indonesia memiliki jati diri juga berpengaruh pada watak serta karakter masyarakat. Kearifan lokal dipahami dari segi kata terdiri dari kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan juga lokal (local) atau setempat. Secara sederhana kearifan lokal dapat kita dipahami sebagai gagasan setempat yang bersifat original atau asli, bijaksana, dan penuh kearifan, serta memiliki nilai kebaikan, yang tertanam dan juga diikuti oleh anggota masyarakat lainnya.

    Mencermati sejarah bangsa ini terlihat liku-liku proses yang dilalui menuju satu komunitas yang diidealkan. Bermodal pada suasana awal hubungan antar kelompok etnis yang tersebar di seluruh kawasan nusantara ini, kendatipun dalam kenyataannya sering diwarnai ketegangan-ketegangan namun cukup kondusif bagi terbangunnya satu komunitas terbayang (Anderson, 1991). Kenyataan ini juga diperkuat oleh aktivitas  yang saling mendekatkan di antara berbagai kelompok etnis tersebut, berkat pengaruh persebaran budaya-budaya serta agama - agama besar yang datang ke Indonesia.

    Indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruangruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi. Sedangkan Multietnis di maknai dengan aneka suku. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Dayak, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak, Serawai dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. 

Ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu: 

1) Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.

2) Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain.

3) Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama.

 4) Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis.

5) Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat. 

Rencana tentang upaya untuk merevisi dan mewujudkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik. Sehingga di satu pihak perlu adanya upaya memulihkan dan membangkitkan kembali ingatan dan kesadaran kolektif masyarakat lokal dengan ciri dan identitas budayanya masing-masing, sementara di pihak lain perlu adanya komitmen untuk meningkatkan kesasdaran kolektif bersama sehingga semakin kuat tumbuhnya kesadaran identitas nasional yang memang telah ada sejalan dengan perkembangan historis bangsa ini.

Sekian Terimakasih, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Melinda Sari Sumadyo Putri གིས-
Nama : Melinda Sari Sumadyo Putri
NPM : 2115061016
Kelas : PSTI D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang

"KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

Identitas bangsa merupakan salah satu poin penting dalam kesatuan bangsa. Dalam identitas bangsa terdapat banyak informasi mengenai Indonesia. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mendefinisikan identitas bangsa Indonesia dikarenakan kultural yang begitu beragam. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam etnis dan suku, hal tersebut berasal dari latar belakang Indonesia yang terletak di posisi strategis dalam jalur perdagangan dunia. Biasanya para pedagang akan singgah dan ada dari mereka yang menetap dan menikah dengan pribumi. Sehingga hal inilah yang menyebabkan kultural menjadi berkembang menjadi beragam macam. Ada yang mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa (Hildred Geerts, 1981; Poerwanto, 2003), bahkan ada yang menyebutkan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Melalatoa (1997) mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia dengan berbagai kebudayaannya.

Identitas seseorang ditentukan berdasarkan latar belakang sejak ia kecil. Contohnya apabila ia berasal dari suku Bugis maka ia terkenal oleh kebudayaan Bugis, begitu juga dengan suku-suku lainnya. Dalam hal ini, setiap kebudayaan yang beragam itu disatukan dengan satu semboyan yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal ini memiliki makna yang mendalam dan harus diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Tentunya juga bagi negara yang memiliki multikulturalisme yang tinggi, persatuan dan kesatuan amatlah penting agar tidak terjadi perpecahan di dalam masyarakat sendiri. Namun, bukan tidak mungkin hal ini juga dapat mengancam persatuan dikarenakan perbedaan yang sangat banyak jumlahnya.

Indonesia sebagaimana negara yang luas juga punya masalah internal dalam hal persatuan. Hal ini terlihat dari ketidakadilan, kesenjangan, serta kurangnya pemerataan pembangunan bagi masyarakat pelosok. Hal ini menimbulkan pemberontakan yang mengakibatkan perpecahan antar etnis dalam negara. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara horizontal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa karakteristik yang dapat dikenali sebagai sifat dasar dari suatu masyarakat majemuk sebagaimana yang telah dikemukakan oleh van den Berghe yakni: (1) terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan atau lebih tepat sub kebudayaan, yang berbeda satu sama lainnya; (2) memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer; (3) kurang mengembangkan konsesus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar; (4) secara relatif seringkali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya; (5) secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi; serta (6) adanya dimensi politik oleh suatu kelompok di atas kelompok-kelompok yang lain. Kearifan lokal yang dimiliki daerah daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

Sekian dari saya, Terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Murti Sari Dewi གིས-
Assalamualaikum Wr.Wb.
Nama : MURTI SARI DEWI
NPM : 2115061124
Kelas : PSTI D
Izin memberikan analisis jurnal pembelajaran 2 mengenai “KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA”

Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis. Namun secara realitas di tengah-tengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan

Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai. Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas bangsa.

Sekian analisis dari saya, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Faiz Ridho Utomo གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri
Nama : Faiz Ridho Utomo
NPM : 2115061037
Kelas : PSTI D

izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".
Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal . Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilainilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
Sekian Terimakasih, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Elisabeth Pakpahan གིས-
Selamat Malam Pak
Nama : Elisabeth Pakpahan
NPM : 2115061093
Kelas : PSTI D
izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Identitas bangsa merupakan salah satu poin penting dalam kesatuan bangsa. Dalam identitas bangsa terdapat banyak informasi mengenai Indonesia. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mendefinisikan identitas bangsa Indonesia dikarenakan kultural yang begitu beragam. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam etnis dan suku, hal tersebut berasal dari latar belakang Indonesia yang terletak di posisi strategis dalam jalur perdagangan dunia. Biasanya para pedagang akan singgah dan ada dari mereka yang menetap dan menikah dengan pribumi. Sehingga hal inilah yang menyebabkan kultural menjadi berkembang menjadi beragam macam. Ada yang mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa (Hildred Geerts, 1981; Poerwanto, 2003), bahkan ada yang menyebutkan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Melalatoa (1997) mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia dengan berbagai kebudayaannya.
Indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruangruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi. Sedangkan Multietnis di maknai dengan aneka suku. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Dayak, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak, Serawai dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Ada 5 sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu:
1. Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
2. Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain.
3. Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama.
4. Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis.
5. Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.

Sekian analisis dari saya, Terimakasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Bill Valentinov Bill Valentinov གིས-
Nama: Bill Valentinov
NPM: 2115061073
Kelas: PSTI D

Assalamualaikum wr.wb. Izin memberikan analisis dari jurnal pembelajaran 2.
Yang berjudul "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Perlu disadari bahwa bangsa Indonesia telah mewarisi berbagai sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman sosial budaya yang kaya. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk menyejahterakan rakyat. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu mengembangkan Identitas Indonesia untuk menjadi acuan dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas bangsa Indonesia, kejayaan martabat bangsa yang terpancar ke dalam keadaban warga negara, dan di luar dalam membangun citra pergaulan antar negara dalam bingkai diplomasi budaya.

Sepertinya bangsa indonesia sudah memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultural, atas dasar itu semua komponen dalam bangsa ini wajib memelihara dan mendidik masyarakat untuk bisa hidup bersama di dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budayanya masing-masing dan mampu memberi menjamin kehidupan bagi budaya orang/suku lain. Oleh karena itu perlunya pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan terkikis dengan budaya yang damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

M Zahid Hidayat གིས-
Nama : M Zahid Hidayat
NPM : 2115061097
Kelas : PSTI D

Assalamualaikum. Izin memberikan analisis dari jurnal pembelajaran 2.

Harus diketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan keanekaragaman sosial budaya yang melimpah. Kekayaan ini menjadi modal dasar yang harus dikelola untuk mensejahterakan rakyat. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu mengembangkan Identitas Indonesia untuk menjadi acuan dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, dan bobot kualitas bangsa Indonesia,

Oleh karena itu perlunya pembelajaran yang tepat agar kekayaan alam dan aneka budaya tidak hilang serta menciptakan masyarakat yang damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Ajeng Praditha གིས-
Assalamualaikum wr.wb
izin memperkenalkan diri

Nama : Ajeng Ayu Hiemas Praditha
NPM : 2115061077
Kelas : PSTI D

Izin memberikan hasil analisis jurnal yang berjudul "Kearifan Lokal Perekat Identitas Bangsa"

Identitas ialah hal yang penting bagi negara.indonesia merupakan bangsa yang multikultural dalam arti budaya budaya dapat hidup berdampingan . di dalam indoensia terdapat berbagai macam kebudayaan yang menyatukan bangsa indonesia ,multikultural menyatukan bangsa bangsa itu . saat ini terjadi modernisasi , namun akibat modernisasi budaya tradisional dilupakan dan tertinggal .sifat dasar suatu masyarakat itu majemuk . 

Di negara lain hubungan antar budaya dan suku sudah meluntur , beruntungnya indonesia belum separah luar negeri dan jangan sampai.kita bisa menghindari dengan cara mempelajari apa saja konflik yang membuat negara lain hancur dan jangan sampai terjadi di indonesia.masyaakat harus menjunjung Bhineka tunggal ika yaitu berbeda beda tetapi tetap satu juga.indonesia negara yang kaya kita harus menjaga nya dan dikelola dengan baik.semua warga negara harus memelihara dan menjaga keanekaragaman tanpa menghilangkan identitas budaya .

Sekian hasil analisis saya
wassalamualaikum wr.wb
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Tyas Nafara Andini Tyas Nafara Andini གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelumnya izin memperkenalkan diri.
Nama : Tyas Nafara Andini
NPM : 2115061028
Kelas : PSTI D

Mohon izin memberikan analisis jurnal kedua.

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu: Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama, Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain, Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama, Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis, Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.

Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Sekian analisis dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Vania Yolanda གིས-
Assalamualaikum Wr.Wb
NAMA : Vania Yolanda
NPM : 2115061033
KELAS : PSTI D
Izin memberikan tanggapan mengenai analisis jurnal pembelajaran 2

“KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA”

Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan. Patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan tampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa, harus ikut serta menjaga dan melestarikan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia ini.

Sekian tanggapan dari saya, saya ucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Pinka Ananda གིས-
Nama: Pinka Ananda
NPM: 2115061089
Kelas: PSTI D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Izin memberikan analisis mengenai jurnal identitas nasional yang membahas Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa

Identitas seseorang ditentukan oleh
keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial. Seseorang adalah berasal dari sukuBugis dengan kebudayaan Bugisnya, sehingga dapat dikatakan ia mempunyai identitas Bugis, dan demikian seterusnyaterhadap suku Dani, Amukme, Tugutil, Jawa,Bali, Manggarai dan lain-lain.

Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Dengan berpegang pada prinsip bahwa tiada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis, maka
dalam perspektif kultural, secara garis besar masyarakat dan kebudayaan lokal telah bergerak secara dinamis. Namun hadirnya Four T Revolution (Telecommunication, Transformation, Trade, Tourism) telah memunculkan kecenderungan baru di era globalisasi, seperti terjadinya kesamaan atau homogenitas budaya antara daerah atau negara, akibatnya sekat antar negara menjadi kabur. Dalam kaitan ini setiap individu atau masyarakat tentu tidak ingin kehilangan jati dirinya atau tercerabut dari akar budaya yang dimilikinya. Berbicara
tentang jatidiri bangsa atau identitas suatu
kelompok etnik tertentu tampaknya dapat
ditelusuri dari tradisi yang dimiliki oleh kelompok etnik bersangkutan (Giddens,
2003). Sehubungan dengan itu, maka
pemahaman terhadap kebudayaan etnik yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan
pembahasan terhadap persoalan kesadaran
kolektif lokal yang merefleksikan identitas
suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi
sangat relevan diangkat kepermukaan seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam menghadapi perubahan-perubahan yang berlangsung begitu cepat dalam masyarakat perlu diketahui apakah nilai-nilai budaya cukup relevan direvitalisasikan dalam menghadapi berbagai krisis konflik yang berdimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, dan termasukpersoalan. Upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik.

Pada era globalisasi dewasa ini
muncul upaya-upaya untuk membangkitkan
kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai-nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.

Maka Penting untuk disadari bahwa bangsa
Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan
keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini
merupakan modal dasar yang harus dikelola
untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan.

Sekian
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

HILDA MUTIARA VANI གིས-
Assalamualaikum wr. wb.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Hilda Mutiara Vani
NPM : 2115061069
Kelas : PSTI D

Izin memberikan analisis jurnal mengenai “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa”
Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi (nilai) kebudayaan ini. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan untuk dibangunnya ruang-ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan untuk sebuah integrasi.

Kebudayaan tradisional menjadi mitos sebagai sosok kebudayaan yang arif. Namun secara realitas di tengah-tengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan. Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Struktur masyarakat Indonesia yang multi dimensional merupakan suatu kendala bagi terwujudnya konsep integrasi secara horizontal. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan, serta dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.

Sekian analisis dari saya. Terima Kasih
Wassalamualaikum wr. wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Marselinus Heris Adyatma Marselinus Heris Adyatma གིས-
Nama : Marselinus Heris Adyatma
NPM : 2155061014
Kelas : PSTI D

Selamat Pagi Pak, Izin memberikan analisis jurnal "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Mencermati sejarah bangsa ini terlihat liku-liku proses yang dilalui menuju satu komunitas yang diidealkan. Bermodal pada suasana awal hubungan antar kelompok etnis yang tersebar di seluruh kawasan nusantara ini, kendatipun dalam kenyataannya sering diwarnai ketegangan-ketegangan namun cukup kondusif bagi terbangunnya satu komunitas terbayang. Kenyataan ini juga diperkuat oleh aktivitas silang yang saling mendekatkan di antara berbagai kelompok etnis tersebut, berkat pengaruh persebaran budaya-budaya (agama) besar yang datang ke Indonesia.

Kebudayaan tradisional menjadi mitos sebagai sosok kebudayaan yang arif. Mitos itu sesungguhnya mengusung kelestarian dan jagadhita. Namun secara realitas di tengah-tengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan. Sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah:
1. Mampu bertahan terhadap budaya luar
2. Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
3. Mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli
4. Mampu mengendalikan
5. Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.
Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata. Sifat dasar dari suatu masyarakat majemuk yakni:
1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan atau lebih tepat sub kebudayaan, yang berbeda satu sama lainnya
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer
3. Kurang mengembangkan konsesus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar
4. Secara relatif seringkali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya
5. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi
6. Adanya dimensi politik oleh suatu kelompok di atas kelompok-kelompok yang lain.

Tampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai. Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

ADINDA AYU PUSPITANINGRUM ADINDA AYU PUSPITANINGRUM གིས-
Nama : ADINDA AYU PUSPITANINGRUM
NPM : 2115061109
Kelas : PSTI D

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Mencermati sejarah bangsa ini terlihat liku-liku proses yang dilalui menuju satu komunitas yang diidealkan. Bermodal pada suasana awal hubungan antar kelompok etnis yang tersebar di seluruh kawasan nusantara ini, kendatipun dalam kenyataannya sering diwarnai ketegangan-ketegangan namun cukup kondusif bagi terbangunnya satu komunitas terbayang (Anderson, 1991).

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Panca Rulian Effendi གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri

Nama : Panca Rulian Effendi
NPM : 2115061117
Kelas : PSTI D

disini saya akan menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibangunnya ruang-ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi. Paham multikulturalisme ini muncul sebagai reaksi dari semakin kuatnya cengkeraman globalisasi yang cenderung menyatukan dunia (budaya) menjadi satu di bawah pengaruh ideologi kapitalisme atau modernisme. Sedangkan Multietnis di maknai dengan aneka suku. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Dayak, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak, Serawai dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Ilham Ramadhan Ilham Ramadhan གིས-
Assalamualaikum wr. wb.
izin memperkenalkan diri

Nama : Ilham Ramadhan
NPM : 2115061049
Kelas : PSTI D

Izin memberikan analisis jurnal mengenai “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa”

Faktor primordial adalah salah satu faktor yang berperan penting didalam identitas negara yang mana didalamnya meliputi ikatan kekerabatan, kesamaan suku bangsa, daerah asal, bahasa, kebudayaan dan adat istiadat. Dan yang mana dalam unsur kebudayaan memiliki peranan penting dalam menciptakan identitas suatu negara.

Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi (nilai) kebudayaan ini. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan untuk dibangunnya ruang-ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan untuk sebuah integrasi.

Kebudayaan tradisional menjadi mitos sebagai sosok kebudayaan yang arif. Namun secara realitas di tengah-tengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan. Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan. Oleh sebab itu, perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Farhat Febrianto Farhat Febrianto གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelumnya izin memperkenalkan diri.

Nama : Farhat Febrianto
NPM : 2115061012
Kelas : PSTI D

Mohon izin memberikan analisis jurnal kedua.

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Secara konsepsual kearifan local merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal (local genius) yang dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam Astra,2004:112) adalah “....the sum of cultural characteristic which the vast majority of people have in common as a result of their experiences in early life” (keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau).

Bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai. Kearifan lokal yang dimiliki daerahdaerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Muhammad Rifqi Aziz Muhammad Rifqi Aziz གིས-
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri

Nama : Muhammad Rifqi Aziz

NPM : 2115061113

Kelas : PSTI D

Izin menjawab tugas yang bapak berikan, analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang perlu digali, dikaji, dan dibangkitkan kembali karena secara inheren cukup penting untuk memperkuat fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Untuk negara modern seperti Indonesia, ini bukan hanya entitas geopolitik, tetapi pada kenyataannya, selalu mencakup banyak kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang memanifestasikan dirinya dalam keragaman budaya masyarakat. Sebagai negara yang memiliki sejarah panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia harus mengalami kehidupan dengan budaya yang berbeda. Menurut prinsip bahwa masyarakat dan budaya tidak statis, secara budaya, masyarakat dan budaya lokal secara keseluruhan bergerak secara dinamis. Namun pada kenyataannya, di tengah gelombang perubahan kapitalisme, modernisme dan globalisasi, tidak dapat dielakkan bahwa benturan antara budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindari, meskipun keharmonisan, sinergi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta budaya yang tidak dapat disangkal.

Sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural, Indonesia memang memiliki masalah dengan legitimasi budaya sejak awal. Sifat masyarakat Indonesia yang multidimensi menjadi kendala untuk diadopsinya konsep integrasi horizontal. Budaya ende sekaligus meningkatkan rasa kemanusiaan bangsa Indonesia. Penting untuk dipahami bahwa masyarakat Indonesia dikaruniai banyak sumber daya alam, sumber daya hayati, dan keanekaragaman sosial budaya yang kaya. Kekayaan ini merupakan modal yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat banyak. Sebagai modal budaya Indonesia, kearifan lokal diharapkan dapat mengembangkan jati diri bangsa Indonesia, memberikan warisan bagi pembangunan wawasan kebangsaan, membangun karakter bangsa Indonesia dalam berbangsa, menjunjung tinggi harkat dan martabat batin bangsa. membuat bangsa bersinar karena budaya bangsa. serta membangun citra dan reputasi negara di mata dunia luar.

Sekian dari saya, Terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Sandi Aditya Saputra Sandi Aditya Saputra གིས-
Izin memperkenalkan diri,

NAMA : SANDI ADITYA SAPUTRA
NPM : 2155061002
KELAS : PSTI D

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang Keariafan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa

Indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis, multikulturalisme dapat didefinisikan sebagai sebuah kepercayaan yang menyat,akan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. kearifan lokal yang dimiliki indonesia secara keseluruan terdiri atas lingkup lingkup yang luar biasa banyak dan menunjukan keberagaman jenisnya, kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat
diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa.kearifan lokal dapat menjadi sebuah penanda adanya identitas budaya, penanda-penanda identitas budaya misalnya bisa berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat pada budaya yang bersangkutan.

Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan. Franz Magnis Suseno (2005:216) secara tegas mengatakan bahwa Indonesia hanya dapat bersatu jika pluralitas yang menjadi kenyataan sosialnya dihormati. Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga Negara Indonesia tanpa merasa terasing. Sikap saling menghormati dalam identitas masing-masing, tidak memaksakan kehendak atas kelompok yang lain merupakan syarat dasar membangun masa depan bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Chandrika Gita Permata གིས-
Assalamualaikum wr. wb., izin memperkenalkan diri

Nama : Chandrika Gita Permata
NPM : 2155061010
Kelas : PSTI D

Izin memberikan analisis dari jurnal pembelajaran 2 tentang "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa"

Kolektif lokal dan identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan diwacanakan. Dalam kenyataan, perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan yang demikian sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.

Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Menanamkan bilamana citra yang baik belum ada, mengembangkannya di mana telah ada usaha untuk menumbuhkan citra tersebut, dan memeliharanya apabila di suatu tempat telah lahir suatu citra yang baik mengenai kebudayaan Indonesia.

Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai aset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.

Sekian analisis saya, Terima Kasih.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

M Dava Syahputra Dava གིས-
Assalamualaikum wr. wb., izin memperkenalkan diri

NAMA : M Dava Syahputra
NPM : 2115061101
KELAS : PSTI D

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang Keariafan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia
Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co- existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain.
Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan
Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah:
1) mampu bertahan terhadap budaya luar;
2) memiliki kemampuan mengakomodasi unsur- unsur budaya luar;
3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli;
4) mampu mengendalikan dan mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.
Huntington (2003:5-11) meramalkan bahwa masa depan politik dunia akan semakin mengarah kepada benturan antar kebudayaan, bahkan antar peradaban. Para ahli meramalkan bahwa dalam era global isu- isu kebudayaan, agama, etnik, gender, dan cara hidup akan lebih penting daripada isu tentang konflik ekonomi yang terjadi pada masa industri (Toffler and Toffler, 1996)

Patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja
Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan
Franz Magnis Suseno (2005:216) secara tegas mengatakan bahwa Indonesia hanya dapat bersatu jika pluralitas yang menjadi kenyataan sosialnya dihormati. Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga Negara Indonesia tanpa merasa terasing, Sikap saling menghormati dalam identitas masing-masing, tidak memaksakan kehendak atas kelompok yang lain merupakan syarat dasar membangun masa depan bangsa Indonesia.
Kearifan lokal yang dimiliki daerah- daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

HAIKAL REIHAN MAULIDAN HAIKAL REIHAN MAULIDAN གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb., sebelumnya izin memperkenalkan diri.
Nama: Haikal Reihan Maulidan
NPM: 2115061085
Kelas: PSTI D

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "Keariafan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa."
Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk budaya. Merujuk uraian yang telah dikemukakan tampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

NABILA FIRZARIANI གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb., sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Nabila Firzariani
NPM : 2115061065
Kelas : PSTI - D

izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa"

Dapat diketahui bahwa Bangsa Indonesia sudah ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultur. Oleh karena itu, semua bangsa sejak kecil sudah diajarkan untuk menjaga kelestarian serta kearifan bangsa, agar saat mereka sudah besar atau menginjak dewasa mereka bisa tetap menjaga serta memelihara keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan damai.

Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa. Di tengah munculnya kecenderungan kehidupan dunia yang makin bergerak ke arah bebas sekat, maka wawasan lokal makin terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global. Pada masyarakat Indonesia wawasan kesatuan jiwa “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong dengan istilah berbeda-beda pada setiap daerah, seperti sambatan/gugur gunung (Jawa), metetulung (Bali), pelagandong (Maluku), halawo sato (Nias), mapalus (Minahasa), dan lain-lain dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara. Modal budaya Indonesia terdiri dari kebudayaan-kebudayaan asli yang tersebar dalam kehidupan masyarakat daerah di Indonesia yang mencerminkan keberagaman, termasuk puncak-puncak kebudayaan daerah yang terhitung sebagai kebudayaan bangsa, sesuai dengan isi pasal 32 UUD 1945. Oleh karena itu “kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya”. Istilah “rakyat Indonesia seluruhnya” sesungguhnya di dalamnya terimplisit suatu pernyataan bahwa kebudayaan salah satu suku bangsa belum dapat dikatakan kebudayaan nasional.

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus menyadari bahwa kita mewarasi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, serta keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan yang dimiliki tersebut merupakan modal dasar yang harus dikelola oleh bangsa indonesia untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra serta pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus menjaga identitas nasional dan jati diri bangsa Indonesia.

Sekian dari saya, Terima Kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

SYIFA AMELIA གིས-
Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Syifa Amelia
NPM : 2115061020
Kelas : PSTI D

izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa."

Dengan melewati perjalanan sejarah, berbagai proses kehidupan manusia telah melahirkan ciri ciri keanekaragaman bentuk budaya, penjelasan untuk merumuskan identitas bangsa Indonesia yang tepat bukanlah hal mudah. Diakui realitas sosial bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaannya masing-masing. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman. Pantaslah motto “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi bingkai dalam memahami isi (nilai) kebudayaan ini. Berkaitan dengan tujuan inilah sangat penting dipupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia.

Pentingnya untuk kita sebagai warga negara menyadari ,bahwa bangsa Indonesia banyak mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Kekayaan yang dimiliki ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

NUR AINUN . གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb. Sebelumnya izin memperkenalkan diri.

Nama : NUR AINUN
NPM : 2115061041
Kelas : PSTI D

Mohon izin memberikan analisis jurnal kedua.

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan ernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Istilah kearifan lokal dapat ditemui dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam undang-undang tersebut, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. Menurut Robert Sibarani dalam Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan, kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau pengetahuan asli suatu masyarakat yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang menjadi pedoman untuk bersikap dan bertindak. Melalui kearifan lokal, masyarakat akan mampu mengembangkan budaya secara terarah.

Sekian dari saya, Terimakasih. Wassalamualaikum wr.wb.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

Ganang Hilmi Fa'iq གིས-
Assalamualaikum pak.

Nama : Ganang Hilmi Fa'iq
Npm : 2115061045
Kelas : PSTI - D

izin menyampaikan hasil analisis jurnal tentang "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA".

Identitas bangsa merupakan salah satu poin penting dalam kesatuan bangsa. Dalam identitas bangsa terdapat banyak informasi mengenai Indonesia. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk mendefinisikan identitas bangsa Indonesia dikarenakan kultural yang begitu beragam. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam etnis dan suku, hal tersebut berasal dari latar belakang Indonesia yang terletak di posisi strategis dalam jalur perdagangan dunia. Biasanya para pedagang akan singgah dan ada dari mereka yang menetap dan menikah dengan pribumi. Sehingga hal inilah yang menyebabkan kultural menjadi berkembang menjadi beragam macam. Ada yang mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa (Hildred Geerts, 1981; Poerwanto, 2003), bahkan ada yang menyebutkan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Melalatoa (1997) mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia dengan berbagai kebudayaannya.
Indonesia merupakan salah satu negara bangsa multikultural dan multietnis. Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruangruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi. Sedangkan Multietnis di maknai dengan aneka suku. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, sehingga tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia berada dalam kehidupan dengan beraneka budaya di dalamnya, seperti: budaya Dayak, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makasar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak, Serawai dan lain-lain yang hidup berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Ada 5 sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu:
1. Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
2. Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain.
3. Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama.
4. Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis.
5. Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
In reply to First post

Re: FORUM JAWABAN ANALISIS JURNAL

INAS SAFITRI གིས-
Assalamualaikum Wr. Wb. Izin memperkenalkan diri,

Nama: Inas Safitri
NPM: 2115061121
Kelas: PSTI D

Izin memberikan analisis terkait jurnal pada pertemuan ini.

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia, cenderung menjadi luka sejarah yang sulit dilupakan. Namun sering dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata.

Patut disyukuri bahwa hubungan antarsuku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja. Karena itu semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain. Oleh sebab itu, perlu pembelajaran yang tepat agar budaya kekerasan yang banyak terjadi dikikis dengan budaya damai.

Sekian dari saya, terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.