analisis video

analisis video

Number of replies: 4

berikan argumen kalian mengenai tantangan pancasila sebagai sistem filsafat di era milenial saat ini

In reply to First post

Re: analisis video

by ANANDA EMELIA YUSUF -
Generasi milenial merupakan generasi yang berada di usia produktif, generasi yang memiliki peran penting atas keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada generasi ini memiliki kreativitas tinggi, penuh percaya diri, serta dapat terhubung antara satu dengan yang lainnya. Namum, karena hidup diera yang serba otomatis, generasi ini cenderung menginginkan segala sesuatu yang instan dan sangat mudah dipengaruhi. Hal inilah yang menjadi titik kritis bagi masa depan negara kita. Disini nilai-nilai filsafat yang terkandung di dalam Pancasila menjadi pedoman dan pegangan sehari-hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, agar bisa hidup dengan rukun, aman, tentram, dan damai. Sebab hakikatnya, generasi milenial harus berada di depan, memegang obor untuk memecah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila tidak masuk ke dalam masyarakat ataupun kampus sehingga masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa untuk ke depannya tidak berada di jalan yang salah.
In reply to First post

Re: analisis video

by DD.DESNARIA.MARCELIA21 DD.DESNARIA.MARCELIA21 -
Pancasila harus dijadikan acuan bagaimana generasi milenial juga dalam menjalani hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam relevansinya.Di mana kaum milenial Indonesia harus dengan bijaksana, harus selalu adil dalam pikiran dan perilaku etis pada sesama, tidak menggampangkan segala sesuatu dan terus berbuat kebaikan yang mementingkan kepentingan umum demi cita-cita kebaikan bersama.Generasi milenial harus sadar diri untuk selalu bersinergi menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui sikap toleransi akan perbedaan dan memegang teguh pendirian yang tidak bisa diacak oleh bangsa luar.Sesama bangsa Indonesia, generasi milenial harus bergotong royong mengangkat derajat bangsa Indonesia lebih tinggi darpada negara lain untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara lemah yang gampang terjajah, tapi negara yang kuat karena generasi penerusnya mampu bersatu memajukan Indonesia lebih baik di tengah tantangan global masa kini.Generasi muda milenial juga harus bersikap demokratis dengan mementingkan aspek musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan.Keputusan tidak boleh diambil secara otoriter namun hasil kesepakatan dan musyawarah bersama.Perlu mengkritik struktur social, ideologi, politik dalam negara dan masyarakat yang menciptakan ketidakadilan social bagi rakyat Indonesia.pada hakikatnya generasi milenial harus terus memelihara dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan nyata sehari-hari. Melalui pendidikan, generasi milenial harus sadar bahwa nilai-nilai Pancasila yang ditanam, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, keadilan sosial, patriotisme, nasionalisme, menghormati perbedaan bukan hanya untuk dihafal, namun terlebih dan paling penting adalah untuk diterapkan pada diri sendiri dan menebarkannya kepada generasi milenial lain yang sama-sama berperan penting dalam menciptakan Indonesia yang damai, aman dan tentram.
In reply to First post

Re: analisis video

by PUTRI ARYANTI FADILLAH Dilla -
Di Indonesia populasi generasi milenial mencapai 90 juta jiwa. Itu menandakan kelompok milenial mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan dan kemajuan Indonesia. Ditambah dengan jumlah aktivitas warga negara di dunia maya didominasi oleh anak muda milenial. Generasi milenial menjadi penyokong utama peredaran informasi di dunia virtual.

Pada waktu yang sama ancaman bangsa terus menerus berkembang di setiap bidang. Bidang ideologi (ancaman ekstremisme, paham radikal), bidang politik (permasalahan pemilu, pejabat negara yang terjerat korupsi), bidang ekonomi (kesenjangan yang masih tinggi), bidang sosial budaya (pengangguran, kekerasan dalam rumah tangga), bidang pertahanan dan keamanan (terorisme, konflik SARA, ilegal fishing). Revolusi industri 4.0 juga membawa disruption and bridging generations. Terdapat gap antargenerasi dalam sebuah pola komunikasi sehingga terjadilah disrupsi atau perubahan mendasar terhadap suatu realitas.

Terdapat dua syarat agar Pancasila dapat beroperasi secara optimal dalam masyarakat. Pertama, Pancasila harus terpahami dan terinternalisasi pada setiap individu. Kedua, mampu menggunakan Pancasila sebagai alat penyelesaian masalah.

Pancasila sebagai nilai universal masih sangat relevan dengan generasi hari ini. Pancasila hanya perlu terinternalisasi dengan baik ke setiap generasi yang ada khususnya generasi milenial yang akan menjadi salah satu tokoh pergerakan kemajuan negara yang kita cintai ini.

Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan yang harusnya ditumbuhkan dalam setiap diri generasi milenial saat ini sejatinya dapat menjaga keberlangsungan Pancasila itu sendiri.
In reply to First post

Re: analisis video

by Elysia Azhara Hendra -
Generasi milenial cenderung memiliki sifat individualis, cuek, dan tak bisa lepas dari teknologi, sehingga tidak mudah untuk membuat mereka mau belajar atau menjalankan filsafat Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari mereka karena generasi milenial memiliki anggapan bahwa Pancasila merupakan hal yang tidak menarik, kolot atau ketinggalan zaman, sehingga disadari atau tidak mereka lebih memilih menggandrungi ideologi yang lebih bebas dan modern yang dijadikan sebagai lifestyle (gaya hidup). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila secara sempurna kepada generasi muda.

Walaupun pada saat ini teknologi semakin berkembang pesat dan kita seakan terhanyut di dalamnya, tetapi dengan penanaman nilai-nilai dan moral Pancasila di dalam diri kita, maka itu tak akan menggerus jiwa nasionalisme kita. Selain itu merupakan suatu kewajiban bagi setiap generasi bangsa terutama generasi milenial yang segala sesuatunya serba teknologi untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dilakukan untuk menjaga ideologi yang selama ini kita pegang dan dasar negara kita agar tidak rusak oleh ideologi lain yang dibawa oleh arus globalisasi melalui perkembangan teknologi. Sehingga kedamaian dalam hidup bermasyarakat tidak terganggu oleh kemungkinan terjadinya perpecahan. Karena tidak mungkin bagi mereka yang paham makna Pancasila dan falsafahnya untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

Tantangan yang dihadapi masyarakat milenial saat ini ialah perkembangan sosial media (sosmed) yang begitu cepat. Teknologi ibarat pedang bermata dua atau janji yang tidak ada akhirnya. Masyarakat sekarang masuk pada dunia teknologi. Harapannya dengan adanya perkembangan teknologi memberikan kesejahteraan masyarakat bukan kerusakan.

Pada dasarnya, strategi membumikan Pancasila pada generasi milenial dapat dilakukan melalui beberapa contoh seperti Soekarno menekankan jiwa, kemauan, tindakan. Notonagoro melalui pengamalan subjektif dan objektif, dan Kuntowijoyo menekankan pada internalisasi, eksternalisasi, dan objektivasi. Oleh karena itu, untuk membumikan Pancasila harus memahami dengan benar tentang kedudukan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Era globalisasi menuntut adanya berbagai perubahan. Oleh karena itu, perlu adanya reaktualisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi milenial. Melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bangsa Indonesia merupakan suatu imperatif yuridis dan imperatif politis. Karena Pancasila adalah dasar filsafat negara Indonesia dalam segi yuridis dan politis.

Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan dengan beberapa cara, yang pertama adalah dengan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik formal dan informal. Langkah kedua adalah dengan pemberian contoh aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dan juga lingkungan masyarakat. Contohnya adalah aktualisasi melalui keteladanan para pemimpin. Dengan keteladanan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila, diharapkan masyarakat luas akan mengikuti. Langkah ketiga adalah reaktualisasi Pancasila melalui media sosial. Cara pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang berpotensi mengunggah ataupun menayangkan hal-hal yang berkaitan dengan pornografi, pornoaksi, premanisme dan sejenisnya. Tentunya hal ini juga memerlukan dukungan dari pihak keluarga, sekolah, pemerintahan dan juga masyarakat. Kemudian selanjutnya adalah dengan memasukkan konten-konten mengenai Pancasila dan kebangsaan dalam setiap media cetak maupun elektronik. Membumikan kembali nilai-nilai Pancasila melalui media sosial sangat penting untuk dilakukan karena generasi milenial merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi, utamanya adalah media sosial.