Komentar

Komentar

Jumlah balasan: 33

Mahasiswa berikan tanggapan dan argumen terkait isi dari materi video pembeljaran. setiap mahasiswa wajib memberikan tanggapan sebagai nilai aktivitas perkuliahan hari ini. jangan lupa tulis nama npm dan prodi

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nabira.202121 Nabira.202121 -
Nama : Nabira
Npm : 2115011015
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum wr.wb
Izin menanggapi video diatas,

Dari video diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
1.Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2.Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3.Bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4.Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
Pengertian pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
Pengertian kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
Pengertian ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
Pengertian keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut:
Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia.
Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Masih menurut penelitian dari Surajiyo, Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi terlebih yang menyangkut manusia haruslah selalu menghormati martabat manusia, haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia baik sekarang maupun di masa depan, membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal, nasional maupun global, harus terbuka untuk masyarakat lebihlebih yang memiliki dampak langsung kepada kondisi hidup masyarakat, dan ilmu dan teknologi hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Terima Kasih, Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
Nama : Lenny Aditia Putri
NPM: 2115011014
Prodi: S1 Teknik Sipil

Izin memberi tanggapan untuk artikel di atas dengan judul 'URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK'.

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.
Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa . Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu
pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan
yang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari Urgensi Penegasan waktu kewaktu. Agama, filsafat dan
kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana
urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IlmuPengetahuan dan Teknologi.

Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

sekian dari saya,
terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Endang Julianti Tobing 2115011065 -
Nama : Endang Julianti Tobing
NPM: 2115011065
Prodi: S1 Teknik Sipil

Izin memberi tanggapan video tersebut Pak/Bu,saya sangat setuju bahwa Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa .Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuanyang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari Urgensi Penegasan waktu kewaktu. Agama, filsafat dan kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IlmuPengetahuan dan Teknologi.

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.


Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1)pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia terutama generasi muda Indonesia harus bisa teguh dengan Pancasila,karena Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.Kita jangan menjadikan diri kita seperti itu dan harus mau mengamalkan dan menjalankan Pancasila agar perkebangan IPTEK dapat sejalan dengan norma dan cita-cita bangsa kita.

sekian dari saya,
terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
Nama : Lenny Aditia Putri
Npm : 2115011014
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : C

Izin menanggapi video pertemuan 14 "Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu"
Dari video diatas maka dapat daimbil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan
istilah indegenisasi ilmu
Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
Pengertian pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
Pengertian kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila
ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
Pengertian ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
Pengertian keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi
sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil. (Dikti, 2016).

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut;
Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan
iptek di Indonesia.
Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Masih menurut penelitian dari Surajiyo, Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi terlebih yang menyangkut manusia haruslah selalu menghormati martabat manusia, haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia baik sekarang maupun di masa depan, membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal,
nasional maupun global, harus terbuka untuk masyarakat lebihlebih yang memiliki dampak langsung kepada kondisi hidup masyarakat, dan ilmu dan teknologi hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Cahyani Putri Agustin -

Izin memperkenalkan diri
Nama : Cahyani Putri Agustin
NPM : 2115011066
Prodi : S1 Teknik Sipil


Tanggapan saya mengenai video yang diberikan adalah sebagai berikut,
:

Video materi yang bapak berikan dapat saya pahami dengan jelas, ringkasan  materi yang diberikan di video tersebut adalah sebagai berikut, materi pertama disampaikan pengertian tentang kebenaran dan kemajuan lalu dilanjutkan dengan penjelasan relasi iptek dengan nilai budaya dan agama, konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu , urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu itu salah satunya ada renungan dan refleksi yang mendalam, kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak, sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia Itu ada tiga. Salah satunya berupa seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober, Pancasila dalam sistem etika ilmiah, penerapan Pancasila sebagai etika ilmiah, Pancasila sebagai orientasi pengembangan humaniora di Indonesia itu terdiri dari tiga hal yaitu lingkungan sosial lingkungan dan lingkungan simbolik, kedudukan Pancasila sebagai Common Denominator value, Pancasila sebagai orientasi pembangunan bangsa dan pengembangan etika ilmu pengetahuan itu di Deskripsikan Pancasila merupakan landasan dari kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan Pancasila sebagai landasan dari etika ilmu pengembangan pengetahuan dan teknologi, Pancasila dalam pengembangan ilmu ekonomi ada 5 yang pertama roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi sosial dan moral, yang kedua kehendak kuat dari seluruh masyarakat kearah kemerataan sosial, yang ke-3 prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang yang berarti nasionalisme menjiwai setiap kebijakan ekonomi, yang ke-4 koperasi merupakan saka guru perekonomian dan merupakan bentuk paling konkrit dari usaha bersama, yang kelima adanya tangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk menjamin keadilan social, sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai Pengembangan ilmu di Indonesia, sumber politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia ada tiga yaitu era orde lama era orde baru dan era reformasi, tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu ada empat kapitalisme, konsumerisme, pragmatisme, globalisasi lalu dilanjutkan dengan penjelasan tentang esensi Pancasila sebagai dasar nilai Pengembangan ilmu, dan divideo tersebut diakhiri dengan penjelasan tentang urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu .


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
NPM : 2115011026
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait video pembelajaran pada pertemuan ke-14.
Dari video pembelajaran di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada awal video dijeladkan pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
1). Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila;
2). Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri;
3). Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia;
4). Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Dari keempat Pemahaman Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
1. Pemahaman pertama, bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Pemahaman kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
3. Pemahaman ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
4. Pemahaman keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Sumber politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia ada tiga yaitu era orde lama era orde baru dan era reformasi, tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu ada empat kapitalisme, konsumerisme, pragmatisme.

Lalu selanjutnya dijelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut:
1. Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
2. Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia.
3. Perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan saya terkait video pembelajaran pada pertemuan ke-14.
Terimakasih Pak/Bu.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Fatika Balqis Azzahro -
Nama : Fatika Balqis Azzahro
NPM : 2115011054
Prodi : S1 Teknik Sipil B

Tanggapan saya terkait video pembelajaran di atas yang berjudul "Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu" :

Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif seperti pada gambar, yaitu tidak bertambah karena kebenaran itu tidak berkembang dari waktu ke waktu. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
Kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
Keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD RAIHAN AULIA -

Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Izin memperkenalkan diri:

Nama: Muhammad Raihan Aulia

NPM: 2115011016

Prodi: S1 Teknik Sipil

Kelas: Bahasa Indonesia B

Izin untuk memberikan tanggapan mengenai video di atas:

Video di atas membahas tentang Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu.

Macam-macam Pemahaman Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu:

Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Kedua, bahwa setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK itu sendiri.

Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK di Indonesia, artinya mampu mengendalikan IPTEK agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.

Keempat, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan

Masing-masing dari pengertian di atas mempunyai konskekuensi yang berbeda-beda, yaitu:

Pengertian pertama bahwa IPTEK tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa IPTEK itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.

Pengertian kedua bahwa setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan IPTEK sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.

Pengertian ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan IPTEK itu sendiri. Sebab ketika IPTEK terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan IPTEK dan aturan main.

Pengertian keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut:

Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan IPTEK terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.

Ketiga, perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pengembangan ilmu dan teknologi terlebih yang menyangkut manusia haruslah selalu menghormati martabat manusia, haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia baik sekarang maupun di masa depan, membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal, nasional, maupun global harus terbuka dan IPTEK hendaknya dapat membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Sekian tanggapan dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh AMANDA AJENG AZZAHRA -
Nama : Amanda Ajeng Azzahra
NPM : 2115011025
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum wr wb
Izin menanggali video yang tertera Pak /Bu.

Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
Kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
Keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan.
Terimakasih, Wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIZANU AKBAR -
rizanu akbar
2115011064
S1 Teknik Sipil

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
•pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
•iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
•pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
•iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
•iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIDHO SOLIKHIN -
Nama : Ridho Solikhin
NPM : 2115011035
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum wr wb
Izin menanggali video yang tertera Pak /Bu.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.
Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut;
Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan
iptek di Indonesia

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.
Pemahaman Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
Pertama, bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan. Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main. Keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Terima Kasih
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nur Azizah -
Nama : Nur Azizah
Npm : 2115011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuanyang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu.
Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif seperti pada gambar, yaitu tidak bertambah karena kebenaran itu tidak berkembang dari waktu ke waktu. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.
Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
Kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
Keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.
Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987
Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan.
Terimakasih, Wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nur Azizah -
Nama : Nur Azizah
Npm : 2115011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuanyang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu.
Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif seperti pada gambar, yaitu tidak bertambah karena kebenaran itu tidak berkembang dari waktu ke waktu. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.
Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
Kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
Keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.
Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987
Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan.
Terimakasih, Wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Adrian Wicaksono -
Nama : Adrian Wicaksono
NPM : 2115011074
Prodi : S1 Teknik Sipil


Izin menanggapi,video pertemuan diatas,

Setelaj melohat video di atas dapat diketahui bahwa Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia.
Perkembangan iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai nilai budaya dan agama sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektivias tetapi di puahk lain kita perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

kebenaran itu tidak makin berkembang dari waktu kewaktu apapun sifatnya komulatif atau bertambah.
agama, filsafat, kesenian, termasuk kategori non komulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori komulatif.
karna itu iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkalimengundang perdebatan, nilai budaya dan agama sehingga perkembangan iptek harus senantiasa diddasarkan atas sikap relijius, yang memiliki hukum-hukum sendiri yang lepas dan tidak perlu diinvestasikan nilai nilai dari luar , iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya saat diperlukan dalam hal ini ada sebagian ilmuwan yang beranggapan bahwa memiliki hukum tersendiiri yang diperlukan faktor eksternal sosial budaya ideologi dan agama.
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga
Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal yang lain bahwa meletakkna Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datang,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional, maupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek.
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945.

Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut :
Pertama, prulalisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini akan menimbulkan renungan supaya bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam keputisan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang negatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang.
Ketiga, perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai landasan dari etika ilmu pengetahuan dan teknologi:
-Mengembangan iptek terlebih yang menyangkut manusia haruslah selalu menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetic;
-Iptek haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia, baik sekarang maupun di masa depan:
-Mengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal, nasional maupun global;
-Iptek harus terbuka untuk masyarakat; lebih-lebih yang memiliki dampak langsung kepada kondisi hidup masyarakat;
Iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan dari saya,mohon maaf apabila terdapat kesalahan pada penulisan kata, Terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rivaldi Silva Julian -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri :
Nama : Rivaldi Silva Julian
NPM : 2115011114
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin untuk memberikan tanggapan terkait video yang diberikan.
Berdasarkan video yang diberikan dapat dilihat bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Dari video diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
1. Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. Bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
1. Pengertian pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Pengertian kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
3. Pengertian ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
4. Pengertian keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari:
1. kapitalisme
2. globalisasi
3. konsumerisme
4. pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Resa Handayani -
Nama : Resa Handayani
NPM : 2115011024
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum Wr.Wb
Izin menanggapi video diatas,

Kebenaran dan kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan ilmu tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Perkembangan Iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama, sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektivitas. Dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu mengandung konsekuensi yang berbeda-beda pengertian. Pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai landasan kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat, karena dapat saja penemuan ilmu yang tidak sejalan dengan keyakinan religius. Tetapi, tidak harus dipertentangkan karena keduanya mempunyai logika sendiri. Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntun oleh nilai-nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan dan IPTEK merupakan unsur yang menghomogenkan budaya, sehingga merupakan unsur yang mempersatukan dan memungkinkan komunikasi antar masyarakat, membangun penguasaan iptek melalui sistem pendidikan, serta merupakan sarana memperkokoh kesatuan dan membangun identitas nasional.

Sekian tanggapan dari saya. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Allecia Purnama Indah -
Assalamualaikum wr wb
Nama : Allecia Purnama Indah
NPM : 2115011085
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi video Pancasila sebagai nilai dasar pengembangan ilmu, Pak /Bu.

Konsep kebenaran dan kemajuan Pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa pengembangan ilmu tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya.

Pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif seperti pada gambar, yaitu tidak bertambah karena kebenaran itu tidak berkembang dari waktu ke waktu. Kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama:
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
1. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
3. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
4.Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.


Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Adapun tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal pluralitas yaitu nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Juga, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi masyarakat luas dalam pengembangan iptek di Indonesia. Lalu, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamualaikum waramatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Zulfa Afifah -
Assalamualaikum wr.wb.
Nama : Zulfa Afifah
NPM : 2115011104
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap video yang telah dilampirkan,
Tanggapan saya mengenai vidio tersebut, yaitu perkembangan teknologi saat ini memang sudah sangat pesat. Semua orang tidak akan lepas dari perkembangan teknologi karena perkembangan iptek selalu beriringan dengan kehidupan kita, tetapi apakah perkembangan teknologi sudah sesuai dengan nilI-nilai Pancasila? Dan apakah sikap kita sudah menerapkan nilai-nilai pancasila dalam menggunakan teknologi? Pertanyaan- pertanyaan itu muncul karena banyak orang menyalahgunakan perkembangan iptek.

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman
1. Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).

Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan dari saya. Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhamad Zada Empu Razak Kesatria -

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri

Nama : Muhamad Zada Empu Razak Kesatria

NPM : 2155011005

Prodi : S1 Teknik Sipil


Tanggapan saya mengenai video pembelajaran tersebut yaitu Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:

pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila 

kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri 

ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia

keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu. 


Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. 


Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :

  1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
  2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis. 
  3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global


Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme


Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu

  1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi di akhirat nanti. 
  2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme. 
  3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya. 
  4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia.
  5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.


Apabila ada salah kata saya mohon maaf, sekian terima kasih

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Erlinda Puspitasari -
Nama : Erlinda Puspitasari
NPM : 2115011045
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu mengandung konsekuensi yang berbeda-beda pengertian. Pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Dari video diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu: setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Dari Pemahaman Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
Iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Sumber politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia ada tiga yaitu era orde lama era orde baru dan era reformasi, tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu ada empat kapitalisme, konsumerisme, pragmatisme.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut:
1. Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
2. Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia.
3. Perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ahmad Fahrezy -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri :
Nama : Ahmad Fahrezy
NPM : 2115011055
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan pendapat mengenai video pembelajaran tersebut
Teknologi yang terus berkembang ini tidak bisa dipandang selalu memberi dampak negatif atau positif ke masyarakat. Teknologi dapat dipandang positif ketika membawa manfaat besar dan membantu aktivitas manusia.
Namun, teknologi juga dapat dipandang negatif jika memberi dampak buruk ke masyarakat, contohnya perubahan nilai yang mengarah ke hal negatif atau lain sebagainya.
Perkembangan atau kemajuan teknologi yang semakin pesat ini membawa pengaruh di berbagai bidang kehidupan manusia, salah satu contohnya bidang sosial dan budaya.
Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
-Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
-Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
-Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
A. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
B. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
C. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
D.Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Adapun tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme
Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
A. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi di akhirat nanti.
B. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
C. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
D. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
E. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Sekian yang dapat saya sampaikan, maaf jika ada kesalahan, terima kasih...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMAD AMIRUL K -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri :
Nama : M AMIRUL KHOISIN
NPM : 2115011115
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan mengenai video pembelajaran tersebut

pada awal video dijeladkan pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
1). Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila;
2). Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri;
3). Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia;
4). Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
A. Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
B. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
C. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
D.Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

sekian tanggapan dari saya terimakasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Lenny Aditia Putri
Npm : 2115011014
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Izin menanggapi video pertemuan ke 14 pak,
Dari video diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK itu sendiri.
Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
Keempat, bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
Pengertian pertama, bahwa IPTEK tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa IPTEK itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
Pengertian kedua, bahwa setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan IPTEK sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
Pengertian ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan IPTEK itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan IPTEK dan aturan main.
Pengertian keempat, yang menempatkan bahwa setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil. (Dikti, 2016).

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut ;
Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Masih menurut penelitian dari Surajiyo, Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi terlebih yang menyangkut manusia haruslah selalu menghormati martabat manusia, haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia baik sekarang maupun di masa depan, membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal, nasional maupun global, harus terbuka untuk masyarakat lebihlebih yang memiliki dampak langsung kepada kondisi hidup masyarakat, dan ilmu dan teknologi hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Sekian dari saya,
Terimakasih wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD HANIF HIBATULLAH -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Muhammad Hanif Hibatullah
NPM: 2115011084
Prodi: S1 Teknik Sipil

Izin memberi tanggapan untuk artikel di atas dengan judul 'URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK'.

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.
Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa . Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu
pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan
yang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari Urgensi Penegasan waktu kewaktu. Agama, filsafat dan
kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana
urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IlmuPengetahuan dan Teknologi.

Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

sekian Tanggapan dari saya,
terima kasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Khalila Putri Ralia -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Khalila Putri R
NPM : 2115011105
Kelas : C
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberi komentar pada video pembelajaran diatas

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dan teknologi adalah untuk memperlihatkan peran Pancasila sebagai rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Selain itu, pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia harus berakar pada budaya bangsa Indonesia itu sendiri dan melibatkan partisipasi masyarakat luas. Oleh karena itu. kemajuan dan perkembangan IPTEK sangat diperlukan dalam upaya mempertahankan segala kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia serta menjawab segala tantangan zaman. Dengan penguasaan IPTEK, kita dapat tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia. Maka dari itu, IPTEK dan Pancasila antara satu dengan yang lain memiliki hubungan yang kohesif.
Setiap ilmu pengetahuan dan inovasi yang diciptakan di Indonesia harus mengunankan Pancasila dan menerima bahwa sejak awal kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi harus mencakup nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila bertindak sebagai pengatur dokumen-dokumen akhir untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan inovasi, menerima bahwa ada keputusan-keputusan yang harus diselesaikan oleh para peneliti sebelum ilmu pengetahuan diciptakan.
Setiap peningkatan ilmu pengetahuan dan inovasi harus ditetapkan dalam cara hidup dan falsafah negara Indonesia itu sendiri sebagai kursus degenisasi ilmu yang menganggap bahwa Pancasila bukan hanya alasan untuk kepentingan menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun telah berubah menjadi logika yang logis.

Sekian, terimakasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Az- Zahra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya, izin memperkenalkan diri :
Nama : Az-Zahra
NPM : 2155011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.

Das sollen ideologi Pancasila berperan sebagai Leading principle dalam kehidupan ilmiah bangsa Indonesia yang berarti para ilmuwan di Indonesia terus mengembangkan ilmunya tanpa mengeyampingkan nilai-nilai Pancasila.

Dari video diatas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman, yaitu:
1. Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. Bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. Bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sebagaimana dikemukakan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu:
1. Pengertian pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Pengertian kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
3. Pengertian ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
4. Pengertian keempat yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari:
1. kapitalisme
2. globalisasi
3. konsumerisme
4. pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Itulah tanggapan saya terkait video tersebut. Saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Karunia Ari Hagana Tarigan -
Izin memperkenalkan diri.
Nama : Karunia Ari Hagana Tarigan
NPM : 2115011075
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : Pendidikan Pancasila B

Disini saya akan memberikan tanggapan tentang artikel dan video di pertemuan ke - 14 ini.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia seharusnya tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Setiap ilmu pengetahuan tentang teknologi yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.
Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.

Keempat pengertian Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu sesuai dengan penjelasan di atas mengandung konsekuensi yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.
1). Pertama, iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsi bahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila.
2). Kedua, setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilai-nilai Pancasila ada dalam posisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan.
3). Ketiga, nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main.
4). Keempat, yang menempatkan bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia. Untuk itu, diperlukan penjabaran yang lebih rinci dan pembicaraan di kalangan intelektual Indonesia, sejauh mana nilai-nilai Pancasila selalu menjadi bahan pertimbangan bagi keputusan-keputusan ilmiah yang diambil.

Dan dijelaskan juga pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu yang dapat ditelusuri, yaitu sebagai berikut.
- Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa
Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
- Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia.
- Perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa

Sekian tanggapan dan komentar dari saya, saya ucapkan Terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Atma Seta Ramadhan -
Nama : Atma Seta Ramadhan
Npm : 2115011005
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum wr.wb
Izin menanggapi video diatas,

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3). Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.
Sebab pengembangan ilmu yang terlepas dari idiologi Pancasila, justru dapat mengakibatkan sekularisme, seperti yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga perdapan manusia mengalami perubahan yang luar biasa . Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapainya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya. Kontek pengembangan ilmu
pengetahuan menegarahi bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan
yang dilihatnya, hal ini ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemjuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari Urgensi Penegasan waktu kewaktu. Agama, filsafat dan
kesenian termasuk dalam katagori noncomulative, sedangkan fisika, teknologi,kedokteran termasuk dalam katagori comulative. (Koentowijoyo, 2006: 4). Oleh karena itu, reaksi iptek dan budaya merupakan persoalan yang seringkali mengundang perdebatan. Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana
urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IlmuPengetahuan dan Teknologi.

Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg,
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Sekian tanggapan saya,
Waalaikumsalam wr. wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh DAVIN OKTADAN NUGROHO -
Nama : Davin Oktadan N
NPM : 2155011014
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi video diatas,
Kebenaran dan kemajuan Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa pengembangan ilmu tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya perkembangan Iptek pada gilirannya bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama Sehingga di satu pihak dibutuhkan semangat objektivitas ta dipihak lain iptek perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan agama dalam pengembangannya agar tidak merugikan umat manusia.

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu mengandung konsekuensi yang berbeda-beda pengertian Pertama bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan ipteks itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai landasan kebijakan Pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena dapat saja penemuan ilmu yang tidak sejalan dengan keyakinan religius tetapi tidak harus dipertentangkan karena keduanya mempunyai logika sendiri. Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntun oleh nilai-nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan dan IPTEK merupakan unsur yang menghomogenkan sasikan budaya sehingga merupakan unsur yang mempersatukan dan memungkinkan komunikasi antar masyarakat membangun penguasaan iptek melalui sistem pendidikan merupakan sarana memperkokoh kesatuan dan membangun identitas nasional.

Sekian, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Dimas Adie Widjanarko Putra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak
Nama : Dimas Adie Widjanarko Putra
NPM : 2115011106
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi video tersebut
Teks pengembangan ilmu menengarai bahwa kebanyakan orang sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kemajuan sehingga pandangan seseorang tentang kebenaran terpengaruh oleh kemajuan yang tidak ia tegaskan bahwa kebenaran itu bersifat nonkooperatif seperti pada gambar, yaitu tidak bertambah karena kebenaran itu tidak berkembang dari waktu ke waktu. Adapun kemajuan itu sifatnya berkembang dari waktu ke waktu, agama kesenian termasuk dalam kategori nonkumulatif sedangkan fisika teknologi kedokteran termasuk dalam kategori kumulatif.
Relasi iptek dengan nilai budaya dan agama
1. Iptek yang baik dengan nilai budaya dan agama Sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan oleh human religius.
2. Titik yang sama sekali lepas dari nilai norma dan nilai budaya sehingga terjadi sekularisasi yang berpengaruh terhadap kemajuan iptek tanpa diwarnai dengan nilai-nilai human religius.
3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya Mitra dialog biasa saat diperlukan sebagai berikut mempunyai hukum sendiri tapi di pihak lain diperlukan atau Islam eksternal yakni budaya Ideologi dan agama.
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,
Kedua bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri,
Ketiga bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia,
Keempat bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.
Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia yang pertama Pembukaan UUD 1945 dalam alinea ke-4 yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa nilai-nilai kemanusiaan solidaritas kebangsaan musyawarah dan keadilan dan kedua pada kuliah umum Pancasila (1958-1959) Seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987

Sekian tanggapan dari saya
Terima kasih pak
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rafly Bani Fadlih -
Nama: Rafly Bani Fadlih
NPM: 2115011116
Prodi: S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi video diatas

Video materi yang bapak berikan dapat saya pahami dengan jelas, ringkasan materi yang diberikan di video tersebut adalah sebagai berikut, materi pertama disampaikan pengertian tentang kebenaran dan kemajuan lalu dilanjutkan dengan penjelasan relasi iptek dengan nilai budaya dan agama, konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu , urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu itu salah satunya ada renungan dan refleksi yang mendalam, kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak, sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia Itu ada tiga. Salah satunya berupa seminar Pancasila sebagai orientasi pengembangan ilmu di UGM pada 15 Oktober, Pancasila dalam sistem etika ilmiah, penerapan Pancasila sebagai etika ilmiah, Pancasila sebagai orientasi pengembangan humaniora di Indonesia itu terdiri dari tiga hal yaitu lingkungan sosial lingkungan dan lingkungan simbolik, kedudukan Pancasila sebagai Common Denominator value, Pancasila sebagai orientasi pembangunan bangsa dan pengembangan etika ilmu pengetahuan itu di Deskripsikan Pancasila merupakan landasan dari kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan Pancasila sebagai landasan dari etika ilmu pengembangan pengetahuan dan teknologi.

Pancasila dalam pengembangan ilmu ekonomi ada 5
1. roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi sosial dan moral
2. kehendak kuat dari seluruh masyarakat kearah kemerataan sosial
3. prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang yang berarti nasionalisme menjiwai setiap kebijakan ekonomi
4. koperasi merupakan saka guru perekonomian dan merupakan bentuk paling konkrit dari usaha bersama
5. adanya tangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk menjamin keadilan social.

Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai Pengembangan ilmu di Indonesia, sumber politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu di Indonesia ada tiga yaitu era orde lama era orde baru dan era reformasi, tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu ada empat kapitalisme, konsumerisme, pragmatisme, globalisasi lalu dilanjutkan dengan penjelasan tentang esensi Pancasila sebagai dasar nilai Pengembangan ilmu, dan divideo tersebut diakhiri dengan penjelasan tentang urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu.

Sekian tanggapan dari saya, apabila ada kesalahan mohon maaf
terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhammad Faris Azzahri -
Assalamualaikum wr.wb
Nama: Muhammad Faris Azzahri
NPM : 2115011124
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap video tersebut
Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu:
Pertama bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai lampu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia artinya mampu mengendalikan diri agar tidak kuat dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah mempribumian ilmu.

Agensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memerlukan pengobatan refleksi mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia serta oleh titik berat untuk menyaring dan menangkal nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila diperlukan sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dalam kehidupan bangsa Indonesia karena :
1. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh iptek perlu diperhatikan dengan serius
2. Lirik dari pada Pancasila dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis.
3. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

Tantangan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu terdiri dari kapitalisme, globalisasi, konsumerisme, pragmatisme

Esensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu
1. Kesadaran bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupan yang abadi ddi akhirat nanti.
2. Memberikan arahan baik bersifat universal maupun hangat terhadap ilmuan tetapi tidak di Indonesia berdasarkan asas kemanusiaan atau humanisme.
3. Memberikan landasan esensial bagi kelangsungan NKRI untuk itu ilmuwan dan ahli teknik Indonesia menjunjung tinggi asas Persatuan Indonesia dalam tugas tugas profesionalnya.
4. Memberikan arahan asas kerakyatan yang mengandung arti bahwa pembentukan NKRI ini adalah oleh dan untuk rakyat Indonesia
5. Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadinya jurang kesejahteraan di antara bangsa Indonesia.

Demikian tanggapan saya mengenai video tersebut
Terima kasih, wassalamualaikum wr. wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Akbar Ardiansyah -
Nama: Akbar Ardiansyah
NPM: 2115011094
Prodi: S1 Teknik Sipil
Kelas : B
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanggapan saya mengenai vidio tersebut, yaitu perkembangan teknologi saat ini memang sudah sangat pesat. Semua orang tidak akan lepas dari perkembangan teknologi karena perkembangan iptek selalu beriringan dengan kehidupan kita, tetapi apakah perkembangan teknologi sudah sesuai dengan nilI-nilai Pancasila?Dan apakah sikap kita sudah menerapkan nilai-nilai pancasila dalam menggunakan teknologi? Pertanyaan- pertanyaan itu muncul karena banyak orang menyalahgunakan perkembangan iptek.

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman
1. bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri.
3. nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
4. bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu).

Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek mengasumsikan bahwa ada aturan main yang harus disepakati oleh para ilmuwan sebelum ilmu itu dikembangkan. Namun, tidak ada jaminan bahwa aturan main itu akan terus ditaati dalam perjalanan pengembangan iptek itu sendiri. Sebab ketika iptek terus berkembang, aturan main seharusnya terus mengawal dan membayangi agar tidak terjadi kesenjangan antara pengembangan iptek dan aturan main. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh